Skip to main content

Posts

Agenda WFH bagi ASN kembali diperpanjang, ngapain lagi nih kita ?

Nyaris Tiga Minggu melaksanakan aksi WFH atau Work From Home, atau kalau ditranslate lagi jadi agenda Kerja dari Rumah, guna mempersempit gerak penyebaran virus Covid-19 Corona, rasanya kebosanan sudah mulai melanda banyak ASN. Setidaknya begitu rata-rata keluhan kawan-kawan kami, ASN di lingkungan Pemkab Badung, yang per tadi pagi mendapat tugas jaga piket atau mereka yang masih tetap diwajibkan absen wajah saban pagi, lalu balik pulang lagi. Ya gak heran sih sebenarnya. Karena dalam situasi seperti ini, rasanya memang susah untuk melakukan aksi WFH mengingat tidak semua ASN mampu memahami dan memanfaatkan teknologi dengan baik. Tapi berhubung koordinasi minimal masih bisa menggunakan Whatsapp Group, woles aja dijalani. Namun untuk beberapa kasus dimana sarana dirumah bisa dikatakan tidak mendukung, ya dengan terpaksa juga satu dua pegawai masih tetap masuk kantor untuk bisa menyelesaikan pekerjaannya. Begitu halnya dengan saya secara pribadi. Koordinasi hanya menggunakan teknologi se...

Malam Pertama Nyepi dari Lantai 2

Satu persatu lampu rumah disekitar dimatikan, tanda aktifitas hari ini jelang berakhir. Menyisakan beberapa kewajiban kecil yang tak membutuhkan nyala lampu benderang. Sejauh mata memandang, lingkungan kami jadi gelap gulita. Malam Pertama menikmati Nyepi dari Lantai 2 Setahun lalu, kami beristirahat lebih awal, mengingat rumah yang kami tempati berada nyaris di tepi jalan, atau minimal bakalan terlihat dari jalan bilamana menyalakan lampu kecil sekalipun. Tidak demikian halnya dengan hari ini. Penerangan minimal yang berada pada area tangga ternyata masih mampu memberikan sedikit cahaya di dalam rumah, memungkinkan anak-anak masih bermain sebentar sebelum tidur. Meski tak kami sarankan. Saya sendiri lebih suka berada di area balkon depan lantai 2 menikmati kesunyian dan gelapnya malam perayaan Nyepi, Tahun Baru Caka 1942. Hanya nampak beberapa titik bintang di atas sana. Koneksi Internet rupanya masih tetap dapat diakses seharian penuh namun dengan kecepatan yang sudah disesuaikan. Un...

Sunyi sekali Pagi ini

Si bungsu Ara sudah selesai mandi, kini ia bersiap sarapan pagi dengan dua biji nugget goreng buatan neneknya. Intan, si tengah sedang berancang-ancang ambil tugas pertamanya tahun ini, mebanten saiban, nasi pada sehelai daun pisang, menggantikan tugas si Sulung Mirah yang masih tampak asyik memeluk guling. Ia jadi sedikit pemalas pasca tamu bulanan yang menghampiri dua bulan belakangan ini. Sementara sang Ibu tampak berjalan mondar mandir di halaman rumah menyiapkan banten Buda Kliwon yang sudah disiapkan sehari sebelumnya. Tubuh ini sudah mulai merasakan panas, dan titik-titik keringat sedikit demi sedikit membasahi tubuh. Jumlah langkah pagi mendekati angka 4000an, hanya dari berkeliling rumah saja sejak pagi. Setiap 2-3 putaran, saya berhenti sejenak untuk menyuapi Ara dengan satu sendok nasi berisi brokoli dan secuil nugget bersaos tomat. Ia tampak lahap dengan sarapannya. Suara gemericik air kolam yang menghiasi halaman rumah terdengar ramai. Sesekali dengungan pompa air diatas s...

Selamat Pagi Bali, Selamat Pagi Indonesia

Langit mulai benderang seiring aura mentari mulai tampak di penghujung timur. Saya baru saja usai melakukan persembahyangan pagi lanjut ngopi dan sarapan roti. Tidak ada puasa 36 jam kaitan perayaan Nyepi lagi kali ini. Semenjak saya mengidap Diabetes, tahun 2012 silam, puasa hari raya Nyepi adalah salah satu yang dengan terpaksa, harus dihentikan. Aktifitas tahunan ini sebenarnya sudah saya lakoni sejak masa sekolah SMP, dimana guru agama kami, Ibu Dayu Puniadhi mewajibkan anak didiknya untuk berlaku puasa, tidak makan tidak minum, tapa berata selama 12, 24 hingga maksimum 36 jam. Awal-awalnya memang terasa sulit. Namun seiring perkembangan waktu dan usia, puasa 36 jam bisa jua dilakoni. Tentu tidak demikian halnya jika kita bicara hari ini. Jangankan puasa 12 jam. Kelupaan makan malam tempo hari saja, saya langsung ambruk di satu pagi penampahan Galungan. Gimana mau bertahan 36 jam ? Kopi susu yang saya buat setiap pagi jelang aktifitas mebanten pekideh sudah habis diteguk. Sinar mat...

Rahajeng Rahina Nyepi Caka 1942

Waktu menunjukkan pukul 5 dini hari, saat kaki melangkah satu persatu menuju ari-ari dan plangkiran rumah, menghaturkan banten kaitan Tahun Baru Caka 1942 atau yang dikenal dengan hari raya Nyepi, memohon kerahayuan jagat serta keluarga agar dilindungi dari hal-hal yang tidak berkenan. Pagi ini terasa jauh lebih sepi dari sebelumnya. Setahun lalu, bangunan tinggi ini belum ada. Saya masih menikmati pagi dan sunyinya Nyepi di emperan bale daja atau sanggah merajan, mengingat bale pesirepan yang saya gunakan sekarang, saat itu masih dalam tahap pembongkaran. Waktu jadi terasa panjang dan lama. Sebuah penantian yang layak saya rasakan. Tahun ini Corona Virus mengudara di semua negara. Termasuk Indonesia dan Bali. Suasana hari jadi tampak jauh lebih sunyi, seperti Nyepi datang mendahului. Jalanan kota dan Kuta tampak lengang dalam rekaman lensa kamera, pun pengerupukan kemarin malam akhirnya ditiadakan. Ogoh-ogoh tak lagi diarak berkeliling desa, keramaian begitu minimalis terdengar. Meski...

Work From Home, lalu kalo Gak Ada Kerjaan, ngapain aja ?

Dalam upaya mengantisipasi penyebaran Virus Corona, Pemerintah menyarankan agar warga masyarakat Indonesia melakukan aksi WFH Work From Home alias bekerja dari rumah, utamanya bagi mereka para pekerja kantoran, pun halnya ASN. Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk bisa memenuhi target kerjaan melalui himbauan Pemerintah, WFH tadi. Koordinasi via Whatsapp Group, Conference atau Video Call yang dimulai tepat saat jam kerja dimulai untuk memastikan pekerja beneran bekerja dari rumah, sampai menggunakan beragam aplikasi lain macam Zoom. Lalu bagaimana dengan mereka yang gak punya pekerjaan penting macam rerata ASN di muka bumi ini ? atau kalau boleh lebih dihalusin lagi, gimana saat kerjaan dah selesai, lalu kitanya ngapain aja ? Boleh jalan-jalan ? Keliling kota ambil foto ogoh-ogoh ? Atau nongkrong di coffee shop terdekat ? Ya enggak lah Lur… Gak boleh sama sekali. Kamu ya tetap harus mencoba berdiam diri di rumah, dan seperlunya aja kalo pas mau melanggar himbauan. Mengingat i...

Social Distancing, Ubah Wajah Kota, Kebiasaan dan Budaya

Sudah hampir seminggu anak-anak sekolahan di Denpasar Bali mengerjalan tugas dan ujiannya dari rumah. Begitupun para pekerja kantoran dan ASN, khususnya mereka yang bertugas di bidang pelayanan publik, secara bergantian masuk kantor sementara sisanya melaksanakan himbauan WFH. Work From Home. atau bahasa lokalnya, bekerja dari rumah. Semua ini merupakan salah satu tindaklanjut dari keputusan Presiden RI, pak Joko Widodo yang memilih untuk melakukan Social Distancing atau kebijakan untuk menjaga jarak antar warga masyarakat dimanapun mereka berada. Yang pemberlakuannya masih lebih halus daripada tindakan Lockdown atau penutupan akses masuk sebagaimana yang sudah dilakukan oleh beberapa negara di belahan dunia lainnya. Namun demikian, tetap saja penerapan aturan yang mulai diputuskan sejak Senin lalu ini, secara perlahan mengubah wajah Kota Denpasar, dan diyakini pula menjangkiti kota kabupaten lain, yang mana jelang perayaan Tawur Kesanga identik dengan pengarakan ogoh-ogoh,lalu lintas ...