Skip to main content

Ke Proyek, pake Motor atau Mobil ?

Berkendara roda dua untuk aksi pengawasan kegiatan fisik di lapangan memang asyik. Memudahkan akses kemana saja, termasuk blusukan masuk ke ruas gang membelah sawah sekalipun, bisa dilakoni. Apalagi si semok ini jalannya masih anteng-anteng aja di kilometer 14 ribuan, dengan usia yang sudah mencapai tahun keenam. Bisa ditebak, ini memang motor proyek. Bukan motor touring.

Tapi susahnya kalo pas lagi lelah dan letih, kadang suka bingung mau istirahat dimana. Nyasarnya kalo gak ke gerai IndoMaret, palingan ke CircleK terdekat. Khususnya yang punya tempat duduk di area depannya buat santai sejenak sembari ngopi.

Edisi paling nyaman buat tiduran kala lelah ya jelas menggunakan roda empat. Cuma kalo proyek fisiknya di Canggu macam sekarang, selain macet dan lama kalo mau keliling, lahan parkir yang aman buat roda empat juga tergolong susah disini. Apalagi yang ruas jalannya cukup sempit buat dipake parkir mobil di pinggiran jalan. Yang ada malah parkirnya musti jauh dari lokasi proyek. Sudah gitu, gak bisa blusukan seenaknya. Musti jalan lagi dari awal ruas ke titik akhir.

Sama-sama melelahkan sebenarnya.


Jadi bukan soal Harga Diri atau soal Gengsi kalo kalian pas nemu saya di lapangan lagi berada di balik setir. Ini soal kenyamanan kalo pas mau tidur dimana saja usai lelah berkendara. Tinggal dibawa ke pinggiran jalan, lalu pejamkan mata.
Kalo motor ? Susah... 

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.