Skip to main content

Curhat Siang tentang Persaingan Perguruan Tinggi

Sudah kesekian kalinya menyaksikan "perang urat syaraf" antara dua kelompok perguruan tinggi negeri dan swasta beradu pendapat dalam satu arena diskusi studi kajian, penyusunan master plan, atau ranperda daerah, yang bahkan dalam sesi terakhir tampak jelas esmosinya muncul secara gamblang. Kacau bet.


Bisa dimaklumi sebenarnya, karena gap atau jurang pemahaman yang ada pada masing-masing pihak terlampau jauh, sementara secara pengetahuan rasanya sudah sama-sama berada di atas langit. Tapi bisa juga saking tingginya kemampuan, terkadang hal-hal kecil yang dulu barangkali kerap dituntut kepada para mahasiswa dan selalu ditekankan berkali-kali, kini malah dilakukan oleh para pengajar itu tampa disadari. Dan -puff- saat tersadar bahwa itu merupakan kesalahan, malah jadi emosi untuk kemudian menghindar kemana-mana. Padahal dengan mengakui kesalahan, mungkin lebih bijak jadinya. Meski secara kredibilitas jadi tampak "kalah" dari sang lawan.

Dan saya juga pernah dikecewakan dalam hal yang sama.

Jadi memang gak salah jika seorang senior pernah mengatakan bahwa "seharusnya kita yang diajar oleh mereka, karena kita membayar mereka untuk mengerjakan atau menyelesaikan sesuatu yang tidak kita kuasai -that's why meng-hire tenaga ahli-, bukan kita yang malah mengajarkan mereka"
Tapi ya mau bagaimana lagi 😅
Padahal Nasi Kotaknya enak loh...

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.