Skip to main content

Cari Tahu Perbedaan Web 1.0, Web 2.0 dan Web 3.0, serta Teknologi BlockChain dan Crypto

Berselancar di dunia maya itu sungguh-sungguh membuat orang sering lupa pada waktu. Dari mereka bangun tidur hingga kembali beristirahat di malam hari. Kebiasaan yang lumrah dilakukan setiap orang saat ini adalah mengambil ponsel, membuka layar, lalu memeriksa perkembangan sosial media, satu persatu, halaman per halaman, sampai waktu tertentu bahkan ada juga yang rela meninggalkan kewajibannya hanya demi melakukan aktifitas ini. Melelahkan juga mengasyikkan.

Belum lagi kalau sampai nyasar ke portal berita. Dengan hidangan cerita yang beragam, dari politik, gaya hidup, perkembangan teknologi sampai gosip artis, semua bisa diakses sedemikian mudahnya dari sebuah layar ponsel dari mana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Menyenangkan tentu saja.

Namun tahukah kawan jika semua laman dalam dunia maya ini punya sejarah perjalanannya sendiri ? bagaimana cerita mereka dari yang dahulu saat pertama kali diperkenalkan ke pasar global, halaman web cenderung bergerak satu arah tanpa banyak interaksi lebih lanjut, kini jadi lebih dinamis dan interaktif terhadap reaksi para penikmat berita atau konten, bahkan memanfaatkannya untuk lebih banyak kepentingan ? yuk berkenalan dengan Web 1.0, Web 2.0 dan juga Web 3.0.

Web 1.0, Web 2.0 dan juga Web 3.0 merupakan tiga generasi laman web yang juga dikenal dengan istilah World Wide Web (www) dimana orang bisa mengakses sejumlah informasi melalui ruang-ruang tertentu dalam skala global untuk mengenali ragam sumber daya yang diinginkan.

Untuk Web 1.0 adalah laman yang diperkenalkan pada generasi pertama dunia maya, dengan kemampuan terbatas, yaitu hanya dalam kapasitas baca, simpan dan share. Masa ini lebih banyak dikuasai oleh raksasa macam Yahoo, Geocities, Netscape  dan penggunaan browser Internet Explorer bagi pengguna sistem operasi Windows. Jenis informasi yang disajikan masih banyak dihiasi oleh tabel dan bentuk halaman statis, resmi atau baku, khas pembelajaran era awal.

Sementara Web 2.0 merupakan generasi kedua laman informasi dunia maya yang diperkenalkan oleh Tim O’Reilly and Dale Dougherty pada tahun 1999 silam.  Adapun teknologi penulisan dalam era ini bisa dilakukan dengan menggunakan AJAX dan JavaScript Framework yang diklaim menjadikan laman lebih baik secara performa dan tidak memerlukan refresh page untuk mendapatkan informasi pembaharuan di laman yang sama. Pada masa ini, Sosial Media sudah mulai diperkenalkan. Mulai dari Hi5, Friendster, FaceBook, Twitter Instagram dan lainnya. Yang memiliki ciri khas interaktif dengan para pengguna dan pencari informasi, untuk membaca dan menuliskan kembali informasi tambahannya. Di era ini pula aktifitas Blogging mulai diperkenalkan, yang memungkinkan orang membuat laman secara pribadi dan berinteraksi dengan pembacanya.

Sedangkan Web 3.0 merupakan evolusi generasi laman web terkini yang banyak dimanfaatkan sebagai penyimpanan database informasi ataupun model live streaming dengan kemampuan tambahan aplikasi  pihak ketiga seperti AI Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, memungkinkan pengguna untuk berinteraksi antar individu dalam laman yang sama. Bahkan pada era ini, pencari informasi dapat menggunakan laman sebagai media analisis satu permasalahan secara cepat dan cermat, memperhitungkan banyak faktor terkini yang direkam dari pergerakan isu dunia nyata. Dan dalam era Web 3.0 ini juga diperkenalkan istilah BlockChain dan Cryptocurrency.

BlockChain adalah satu teknologi yang memungkinkan orang melakukan penyimpanan media dan data digital dan terhubung melalui jalur jaringan kryptography, mengubahnya menjadi moda string tertentu untuk mengatasi keadaan jika terjadi sabotase. Teknologi ini memungkinkan pola desentralisasi dimana tak seorang pun memiliki kendali secara penuh, dalam moda interaksi satu dengan lainnya, lantaran terpecah ke semua pengguna yang sudah melakukan akses menggunakan satu perangkat lunak secara khusus. Teknologi ini banyak dimanfaatkan oleh mereka yang bergerak dalam transaksi atau bidang keuangan, di banyak sektor seperti media, telekomunikasi, medis, properti ataupun perdagangan.

Teknologi BlockChain ini mampu melakukan berbagai kemampuan secara transparan dengan proteksi keamanan data yang baik, serta efisiensi dan kecepatan akses yang juga lebih baik. Beberapa laman yang memanfaatkan teknologi ini seperti lapak online jual beli Tokopedia, BukaLapak, Lazada ataupun Shopee, yang banyak diminati oleh kaum muda ataupun ibu-ibu  rumah tangga ataupun para penggiat umkm dan pebisnis handal dalam upaya menjaga aktifitas dan usaha mereka.

Sementara yang disebut sebagai Cryptocurrency adalah Mata Uang Digital yang dipergunakan serta disepakati antar pengguna pemanfaat teknologi BlockChain, diamankan dalam bentuk kriptografi sehingga tidak mudah dipalsukan oleh mereka yang tak bertanggungjawab.

Pemanfaatan mata uang digital atau CryptoCurrency ini kini banyak digunakan dalam model BitCoin, Trader, Mining ataupun Afiliasi. Teknologi ini belakangan diminati lantaran kemudahan akses dan penggunaannya yang dapat dilakukan dari layar ponsel sekalipun. Tanpa perantara atau Calo, menggunakan metode pembayaran yang cepat dan aman, langsung ke pengguna tanpa sensor atau ijin dari para pemegang otoritas lainnya.


Pengguna akses Crypto sendiri banyak memanfaatkannya sebagai media investasi jangka panjang serta jangka pendek, melalui sejumlah perusahaan investasi tertentu seperti PINTU, aplikasi Crypto Terbaik yang telah mengantongi izin Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEPTI), badan yang berwenang mengawasi perdagangan mata uang crypto di Indonesia. Dalam penggunaannya, Pintu memperkenalkan teknologi Web3 Wallet dimana pengguna dapat melakukan akses transaksi dengan cara yang lebih aman dalam sekali Tap. 

Untuk kamu yang ingin berinvestasi crypto secara mudah, download PINTU sekarang! PT Pintu Kemana Saja dengan brand PINTU merupakan platform jual beli dan investasi aset crypto di Indonesia. Aplikasi PINTU berfokus pada tampilan aplikasi yang intuitif, mudah digunakan, dengan konten edukasi in-app, terutama bagi investor crypto baru dan kasual.

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.