Skip to main content

Kenangan yang hadir jelang Galungan

Setiap kali jelang hari raya Galungan, sesaat setelah kami selesai mengenakan wastra atau kain yang diperuntukkan bagi semua pelinggih di merajan rumah hari minggu pagi, pikiran ini selalu melayang pada sosok satu orang panutan yang kini sudah tiada. Orang yang pernah banyak memberikan nasehat tentang berbagai macam hal, baik dalam dunia kerja maupun keseharian. Orang yang menyadarkan saya pada kenyataan, dimana kejujuran tak selalu bisa menyenangkan bagi semua orang. Orang yang selalu mengingatkan bahwa apa yang tampak didepan mata, tak selalu sama dengan makna yang terdapat dibaliknya.

Ada 14 pelinggih yang diukur dan dibuatkan wastra sekitar 4-5 tahun lalu. Saat itu rejeki bisa dikatakan masih cukup berlimpah untuk memberikan warna baru pada keseharian kami di rumah. Pun memberikan rejeki tambahan pada beliau yang sudah menjalani masa pensiun pasca pengabdian panjang di masa lalu.

Kini, warna merah wastra yang dulu pernah menyala, mulai redup ditelan jaman dan cuaca. Menyisakan keinginan untuk menggantinya, namun hati ini belum rela. Terlalu apik untuk dilupakan, kenangan melalui lembaran kain yang pernah dilahirkan melalui tangan dingin beliau. Sayang, sampai hari ini belum ada generasi yang bisa menggantikannya.

Rahajeng hari suci Galungan semeton, dumogi rahayu sareng sami.

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.