Skip to main content

Dummy Phone

Masa-masa awal perburuan #HPjadul di tahun 2017 lalu, sempat kepikiran pengen punya beberapa ponsel dummy untuk dipajang di atas dashboard mobil, utamanya yang pernah menjadi ikon di masa lalu macam Nokia 6600 atau Nokia N70. Mengapa cari yang dummy atau ponsel mainan, ya karena ada resiko terkena panas saat parkir di area terbuka, juga potensi hilang atau diambil orang iseng.

Dummy Phone atau ponsel contoh banyak dikenal oleh para penjual perangkat telekomunikasi tanah air sejak #HPjadul muncul di pasar global sampai era iPhone masa kini, dengan harga jual yang cukup terjangkau.
Fungsi utamanya tentu saja untuk dipajang pada rak outlet jualan demi meramaikan penampilan toko, dan mencegah kerugian akibat pencurian ponsel dan lainnya.

Sepengetahuan saya ada 2 jenis ponsel dummy yang beredar di pasaran, yaitu yang berbahan material plastik dengan harga jual murah, dan dummy phone berbahan casing kw 1 sehingga cukup sulit dibedakan dengan aslinya . Apalagi jika dijual dalam kondisi layar gelap alias tanpa gambar. Untuk dummy model begini, biasanya dihargai sedikit lebih mahal. Katakan saja macam iPhone 8 keatas hingga yang memiliki 3 lensa kamera.
Saat dipajang berjejer dengan ponsel aslinya, gak bakalan kentara kalo semua yang saya miliki ini hanyalah sebuah dummy phone. ?

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.