Skip to main content

Posts

ASN Menulis 2026 : Netral di Tengah Sebuah Pilihan. Masih bisa Dipercaya ?

Setiap kali pemilu atau pilkada datang, ada satu hal yang selalu terpikirkan di kepala ketika menjalankan keseharian sebagai seorang ASN.  Netralitas.  Bukan soal boleh atau tidaknya memilih, karena sebagai warga negara Indonesia, seorang ASN tetap punya hak untuk datang ke TPS, mencoblos pilihan yang diyakininya, lalu pulang seperti warga negara lainnya. Tapi yang agak rumit itu, justru ketika pilihan yang disukai sudah mulai masuk ke ranah media sosial. Mau like, takut. Mau komentar, ragu. Mau membagikan postingan berita calon yang disukai, harus mikir dulu. Apalagi mau fotoan bersama teman yang kebetulan menjadi tim sukses, mulai bertanya-tanya dalam hati deh 😅 Ini nanti aman gak ya ? Karena di satu sisi, saya pribadi adalah manusia biasa. Punya pilihan. Punya keyakinan. Punya calon yang menurut saya paling bagus. Paling worthed lah dibanding calon yang lain. Cuma di sisi lain, saya juga seorang ASN. Dan begitu menyandang status itu, ada batas-batas yang memang harus dijag...

ASN Menulis 2026 : Satu ASN, Multi Aplikasi. Ketika Digitalisasi Justru Menambah Beban Kerja

Hal yang mungkin terdengar sepele bagi sebagian orang, tetapi jujur saja cukup melelahkan bagi seorang ASN yang menjalaninya nyaris setiap hari, Login ke aplikasi. Di era terdahulu, pekerjaan seorang ASN identik dengan map, lembar disposisi, fotokopi, stempel atau tanda tangan. Sementara sekarang semuanya sudah mulai bergerak ke arah digital. Kertas dikurangi, proses dibuat lebih cepat, data disimpan secara elektronik, dan berbagai layanan pemerintahan mulai terhubung secara daring. Dari tahap perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan pekerjaan dan realisasi anggaran, semua ada.  Secara konsep, tentu saja ini kabar baik. Tapi faktanya ? Bahkan BKN secara resmi mendorong integrasi data ASN melalui SIASN, yang dirancang sebagai sistem nasional untuk mengintegrasikan data baik bagi ASN pusat maupun daerah. MyASN sendiri menyediakan fasilitas bagi para ASN untuk melakukan pemutakhiran data pribadi dan riwayat kepegawaian secara mandiri. Masalahnya muncul ketika konsep digitalisasi d...

ASN Menulis 2026 : Integritas ASN : Kesadaran atau Sekadar Takut Dihukum ?

Kalau saja mau dicari, rasanya ada saja isu kekinian yang menerpa karir para ASN atau Aparatur Sipil Negara dengan segala perdebatan dan masalah di dunia maya, viral sesaat kemudian tenggelam, dihapus kejadian absurd dari para netijen +62, lalu muncul kembali dengan cerita yang lain.  Katakanlah soal Etika dan Integritas ASN yang dahulu kerap digaungkan oleh Presiden Terpilih ketujuh Joko Widodo dengan banyak penekanan utamanya pada gaya hidup para pejabat dan juga lingkup pegawai negeri dalam setiap aktifitasnya. Tidak pamer kekayaan di sosial media, mengedepankan gaya berpakaian yang sederhana, serta lebih mengutamakan tagline Kerja Kerja Kerja ketimbang larut dalam perjalanan dinas yang biasanya identik dengan rapat, pertemuan, akomodasi dan hasil yang tidak maksimal.  Pun soal Gratifikasi yang pula sempat ramai saat Pak Jokowi menerima hadiah gitar pemberian anggota band rock Metallica yang langsung disampaikan ke KPK di jaman itu. Menjadi sebuah percontohan nyata bagaiman...

Yang Abadi adalah Perubahan, Sebuah Pandangan terhadap Krematorium

Yang abadi adalah perubahan. Jika tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, maka bersiaplah digilas jaman. Krematorium hadir bagi mereka yang tidak mampu atau memiliki keterbatasan dari sisi dana, tenaga dan waktu. Tanpa harus meninggalkan kewajiban yang harus diemban oleh keluarga atau kewajiban yang harus diberikan kepada yang meninggal dunia. Jika semua dipaksakan harus menjalani satu jalan, sementara bisa jadi jalan itu belum bisa memberikan solusi bagaimana cara agar umat yang terkendala pada biaya, waktu dan tenaga dapat menjalankan kedua kewajiban itu, kelak semua akan meledak laiknya bom waktu. Tinggal menunggu saatnya akan datang saja. Tapi dengan kondisi sekarang, orang dihadapkan pada dua pilihan. Mau tetap menjalankan adat dan budaya, karena memiliki asupan biaya, tenaga dan waktu, atau menyesuaikan biaya, tenaga dan waktu yang dimiliki tanpa meninggalkan kewajiban adat dan budaya... Tabik, Ampura.

Kunjungan Kerja Lapangan Pudak Sari

Menerima Kunjungan Kerja Lapangan Bapak Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Badung bersama Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Kawasan Permukiman pada kegiatan Pelaksanaan Pemugaran Kawasan Permukiman Kumuh di Jalan Pudak Sari Kelurahan Kedonganan, Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, Rabu 9 September 2026, bersama Pelaksana dan Konsultan Pengawas kegiatan Selaku PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen pada kegiatan tersebut, saya menghaturkan apresiasi atas kerja keras rekan-rekan semua yang sampai hari ini masih berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan baik.  Suksema atas APD-nya yang bernuansa merah. #KawasanPermukiman #KawasanKumuh #PermukimanKumuh   

12 KM tembus dan ya, sangat memaksakan diri

Ini kali kedua saya merasakan kondisi yang tidak nyaman. Mata berkunang-kunang pasca olahraga jalan kaki pagi dari jam 7 hingga pukul 9. Sempat terjatuh di depan tangga pas berusaha minum sesampainya di rumah tapi masih dalam kondisi sadar. Lalu memilih untuk rebahan di kursi tamu meski paham itu sebenarnya gak disarankan. Tapi ketimbang oleng saat berusaha duduk, rasanya itu pilihan yang aman untuk tetap berada dalam kondisi sadar. Tadi pagi sekitar pukul 5 sebenarnya sudahdkali sempat olahraga sebentar. Tapi memang ada keinginan untuk melali seputaran Kota Denpasar, sebagaimana sebelumnya. Berangkat dari rumah meluncur ke arah Lapangan alun-alun Puputan, muter sekali lanjut ke Pemecutan, Matahari Dept store, singgah Lapangan Renon tapi males muter karena ramai sekali, menyusuri Yang Batu, melintasi Lapangan GOR lalu balik pulang 🙂 Sebenarnya sudah mulai terasa capek saat jarak tempuh jelang mencapai 9 km, tepatnya usai membeli minuman kaleng di alfamart renon lalu berjalan lambat k...

Donor Darah ke 99

ASN Badung tampaknya lagi jadi sorotan publik beberapa hari terakhir ini. Pasca kemunculan sekian postingan dari sebuah akun instagram, mengetengahkan isu viral perselingkuhan pria ASN di gumi keris yang katanya berkaitan dengan pemberitaan ibu notaris di penginapan tempo hari. dan dari postingan lain di akun tersebut, kabarnya kini mulai merembet ke dinas tetangga dengan bukti ilustrasi percakapan Direct Message yang mendapatkan sejumlah tanggapan negatif dari netijen. Ada-ada saja...  Saya pribadi sebagai salah satu ASN Badung yang kerap diabaikan, meski lelah diterjang masalah dan juga penugasan, memilih untuk tetap menjalankan kewajiban sebagai manusia biasa mumpung masih diberikan kesehatan oleh-Nya ditengah kesibukan rutinitas pekerjaan dan adat. Males aja ikut-ikutan mengambil jalan yang seharusnya bisa dihindari sejak awal.  Donor Darah yang ke-99.  Sedikit lagi. Target penggenapan saya harapkan bisa digapai saat usai menjalankan mandat sebagai salah satu Kelihan ...

TabletKiosk eo i7210, UMPC tahun 2006

Saya lupa nemu perangkat satu ini dimana. Tapi kalau tidak salah ambil dari salah satu toko online di aplikasi Buka Lapak tahun 2018 silam. Nama perangkatnya UMPC. Ultra Mobile Personal Computer. Perangkat UMPC ini sempat jadi trend sesaat di era tahun 2003 sampai 2009an, sebelum kemunculan perangkat iPad milik Apple dan Android Tablet. Ceritanya dirilis sebagai alternatif laptop namun dengan ukuran yang lebih kecil. Salah satunya TabletKiosk eo i7210 ini.  TabletKiosk eo i7210 infonya dirilis pada tahun 2006 -dua puluh tahun yang lalu- dengan menggunakan OS Windows XP TabletPC Edition yang tampaknya mendukung fitur layar sentuh -terbukti dengan adanya pen stylus di sisi kanan atas, yang sayangnya saat ini sudah tidak berfungsi lagi. Jadi murni mengandalkan tombol track pada sisi kanan layar dan opsi klik kanan klik kiri ala mouse di sisi kiri layar. Cukup merepotkan.  Layarnya berukuran 7 inchi, tapi tebaaal dan beraaat. Menggunakan harddisk 60 GB dan RAM 1 GB. Ringkas untuk ...

Tinggal Tunjukan Ijazah, Lalu Apa ?

Kenapa Jokowi sangat mempermasalahkan ijazahnya padahal tinggal ditunjukkan saja, apakah sengaja dipermasalahkan untuk mempertahankan popularitas atau ya memang ijazahnya gaada,palsu atau ya dia kuliah tapi tidak selesai? Quora Link Pertama, soal -padahal tinggal ditunjukkan saja… Menurut saya, serupa pertanyaan yang lain, apakah dengan ditunjukkannya Ijazah, semua persoalan bisa selesai ? Atau mau dilanjutkan lagi lebih gaduh, karena tidak ada konsekuensi hukum atas tuduhan, jika tuduhan itu tidak terbukti ?, Kedua, soal -ijazahnya gaada, palsu atau ya dia kuliah tapi tidak selesai… Menurut saya, sudah diakui oleh banyak saksi lain baik dari pihak UGM, sampai rekan alumni, yang menyatakan pengakuan. Tapi kemudian dituntut menunjukkan semua bukti pernah kuliah, dari pengumuman, pembayaran spp atau lainnya. Lah apakah semua mahasiswa termasuk kita yang pernah kuliah, masih menyimpan itu semua ? Boro-boro dah… Ketiga, soal -apakah sengaja dipermasalahkan ? Menurut saya, ya kembali p...

Ketika Suami mulai Keranjingan Drama China 1 Menit 😅

Agak tergelitik saat mendengar keluh kesah teman kerja istri di ruangan mereka yang mempersoalkan hobi baru para suami di rumah hingga menjelang jam tidur bahkan ada juga sampai dini hari. Menonton drama China berseri di Reels Instagram atau Facebook. Bukan drama yang berdurasi satu atau dua jam. Bukan pula serial yang harus duduk manis di depan televisi. Cukup satu sampai lima menit. Kadang bahkan kurang. Scroll sedikit, muncul lagi. Scroll lagi, ternyata ceritanya bersambung. Dan tanpa sadar, tangan mulai mencari episode berikutnya. Yang menarik, jalan ceritanya sebenarnya hampir selalu bisa ditebak. Ada CEO kaya raya yang sengaja menyamar menjadi tukang gorengan untuk mencari tahu siapa yang benar-benar menghargai dirinya. Ada putra konglomerat yang ditinggalkan pacarnya karena berpakaian sederhana, lalu beberapa episode kemudian semua orang baru tahu bahwa lelaki yang diremehkan itu eee... ternyata pewaris perusahaan raksasa Sembilan Naga Hitam. Ada pula orang modern yang lagi mand...

Ramaikan Hari Kemerdekaan RI, Banjar Tainsiar Gelar Jalan Santai

Agenda Jalan Santai Banjar Tainsiat meramaikan perayaan Hari Kemerdekaan RI yang ke-81 diselenggarakan oleh Prajuru Adat Banjar Tainsat bersama BPD, Pelaksana Wilayah dan Rekan-rekan dari POR Perisai Diri pada hari Minggu 16 Agustus 2026 pukul 06.30 wita, melintas hingga ke wilayah Kayumas Kelod dan alun-alun. Terima Kasih kami haturkan kepada Bapak Perbekel Desa Dangin Puri Kaja yang telah berkenan hadir serta membuka acara, Bapak Ibu penyandang dana dari Ibu Made Usmantari anggota DPRD Provinsi Bali, Bapak Sutedja Kumara anggota DPRD Kota Denpasar, Bapak Cokorda Gede Pramaitha dan Bapak AA Bagus Adhiwirya, serta Rekan-rekan dari BPD Banjar Tainsiat Pak Putu Suyatna beserta Tim Perisai Diri yang sudah mempersiapkan semua agenda dadakan dalam waktu 3 hari 😅 jeg Mantap san... Selamat dan Sukses. #DokumentasiKelihanAdat #BanjarTainsiat 

Amor ing Acintya Ida Sira Empu Nabe Dharma Sunu

Om Swargantu Moksantu, Sunyatu, Murcantu Om Ksamasampurna ya Namah Swadah  Turut Berduka atas Lebarnya IDA SIRA MPU NABE DHARMA SUNU saking Geriya Taman PANDE Desa Adat Tonja Denpasar.  Minekadi hasil pewilangan Pelebon : 1.19 Agustus 2026 layon Budal saking RS. 2.Nyiramin 11 September 2026 3.Mebumi suda 12 September 2026. 4.Pelebon 13 September 2026 Pewilangan puniki jagi ke pastikayang Malih ring Paruman Sulinggih pinanggal 21 Agustus 2026.  DUMOGI AMOR ING ACINTYA #DokumentasiWargaPande #MahaSemaya #WargaPande

Bukan Siapa-Siapa

Bukan orang yang bersahaja Bukan sosok bapak yang diimpikan anak-anak Bukan seorang suami yang didambakan oleh istri Bukan orang yang berhasil mendidik sebuah keluarga Lalu apa ? Hanya seorang pegawai negeri yang biasa saja Yang lelah perasaan karena nyatanya memang tidak berharga bagi semua Pun bukan seorang anak yang berbakti pada orangtuanya Diam saja dan jalani semua meski pahit Ternyata begini ya Tuhan... 

I Just Miss the Old Days...

Obrolan pagi ini terdengar lembut dan tampak berusaha menenangkan. Meski sedikit menusuk karena semua yang dikatakan adalah fakta yang harus dihadapi secara nyata sebagai orang tua.  Orangtua dengan tiga gadis yang kini sudah beranjak remaja dewasa. Bukan lagi tiga gadis kecil yang dahulu menggemaskan dengan segala tingkah polah mereka. Membuat saya terdiam dan membisu tanpa mampu berkata apapun.  Sebenderang ini psikologi remaja dihadapan seorang Bapak yang masih berusaha dekat, namun kelihatannya selalu gagal memahami keinginan dan hasrat mereka, terbelenggu akan ingatan masa lalu. Juga emosi dan ego sesaat.  I Just Miss the Old Days... Masa lalu itu terlalu sebentar untuk dilalui. Dan kini pertentangan dan pertengkaran jadi hal yang biasa dilakoni...

SmartRing yang tidak Smart

Ketika pertama diterima, notif batere low 0%. Di charge dari jam 7 malam sampai jam 11 malam, mentok di 85%. Lalu dibiarkan sampai pagi malah padam. Dan deteksi perangkat di apps SmartHealth hilang dari daftar. Di Refresh berkali-kali gak muncul. Lalu iseng restart perangkat. Device terdeteksi. Tapi muncul notif low battery 0%. Kaget. Belum dicoba dari 85% semalam jadi 0% paginya. Lalu coba dicharge lagi, sejam kemudian sudah 100%. Dicoba pakai. Bisa terdeteksi. Tapi nyampe kantor, buka apps-nya ternyata terlihat perangkat tidak tersambung. Lalu cek di daftar perangkat, malah hilang. Sampai hari ini. Ponsel sudah diRestart berkali-kali, perangkat gak juga muncul di aplikasi. Lalu harus gimana ? Iseng beli sih sebenarnya karena pengen tahu kualitasnya bagaimana. Ternyata sesuai harga. Mau berharap banyak ? Lebih baik jangan...

Rasanya Baru Kemarin...

Rasanya baru kemarin, punya tiga bocil yang ngekor ikutan nginep-nginep di villa saban kali hari libur panjang atau senggang satu dua hari, lalu ngadem di pinggiran kolam renang. Rasanya baru kemarin, janjian ke rumah kesayangan tapi minta ketemu di jalan karena belum pernah main ke arah barat, bahkan sempat kesasar harusnya perempatan Kerobokan tapi malah muter-muter di perempatan Petitenget. Sama-sama perempatan juga. Rasanya baru kemarin, jadi orang tua setelah lahiran anak pertama yang lama dinanti karena komitmen awal yang gak mau nikahan tapi MBA -Married by Accident- laiknya tradisi Hindu Bali kalo kata akun TikTok dan Thread belakangan ini. Beneran murni karena suka dan "butuh teman ngobrol yang nyambung usai pulang kerja". Ya sesepi itu hidup dulu pas era bujang. Lalu diberi tiga bocil yang beda kelakuan. Rasanya baru kemarin, Sulung punya adik yang gak sengaja dimiliki setelah lama menanti pasca keguguran di awal tahun 2012. Bayi moglong menggemaskan yang selalu ge...

Baik-baik ya Bojek...

Benar apa kata semuanya...  Perasaan seorang Bapak pada Anak gadisnya memang gak bisa dibohongi. Gak bisa ditahan dengan perasaan. Gak bisa diredam dengan ego... Maka itu ternyata Gak Guna juga terlihat kalem dan tetap cool beberapa hari belakangan ini seakan Gak terjadi Apa-apa.  Masih ada kekhawatiran. Tapi memang harus bisa ikhlas dan berusaha melepaskannya perlahan. Karena gak mungkin juga cutloss gitu aja.  Gak paham kenapa perasaan bisa campur aduk begini sedari pagi. Bisa jadi karena sore ini akhirnya kami benar-benar harus melepas si Sulung merantau jauh di Semarang. Dengan semua resiko dan tantangan yang harus ia hadapi sendirian sekarang.  Semoga ia bisa tabah. Harus yakin ia akan mampu menjalaninya.  Bakalan jarang banget bisa fotoan lengkap berlima lagi. Semangat ya Bojek...  -dari tiga anak gadis Bapal, cuma kamu yang sudah kelihatan mengambil tinggi badan bapal gak kira-kira. Sementara dua adik masih masa pertumbuhan mereka. Tapi meski begitu,...

Sepi...

Entah kenapa rumah jadi terasa sepi saat kami datang dari bandara sore tadi. Dan juga terasa berbeda karena yang biasanya terdengar gedebag gedebug dari lantai atas, anak-anak naik turun tangga, meski tak menyapa, kini tak lagi ada. Terhitung hari ini Mirah putri sulung kami sudah mulai tinggal menetap di Semarang untuk sementara waktu, menjalani masa persiapan perkuliahan jelang ospek awal bulan Agustus mendatang. Diantar Ibu, adik Intan dan We Wah Canggunya.  Saya sendiri memilih tinggal karena masih ada bungsu yang juga harus dijaga.  Ya, saya akui jadi menangis juga meski agak tertahan tadi. Berusaha tidak hanyut dalam perasaan saat memeluk Mirah sesaat sebelum mereka masuk pintu keberangkatan bandara. Padahal sekian hari terakhir, berusaha untuk tidak memikirkannya. Yang namanya rasa saat harus berpisah, tetap ada walau bagaimanapun juga.  Punya anak kuliah. Lengkap dengan semua perjuangannya.  Dan kami masih punya dua yang cilik...

6 KM/Jam...

Cuma itu kemampuan maksimal yang bisa saya lakoni selama sembilan tahun terakhir dan nyaris setiap hari. Ya, setiap hari. Mengingat standar minimal berjalan kaki setiap hari itu kabarnya adalah 6000 langkah. Jadi demi kepuasan bathin, setiap hari berusaha memenuhi standar tersebut dengan berjalan kaki menggunakan kecepatan itu. Meski terkadang kalau bosan ya tetap diupayakan dengan melalkukan cara lainnya. Bersepeda statis atau treadmill.  Dengan kecepatan 6 km/jam itu, praktis pace yang saya capai rerata berada di pace 10 menit per km. Tentu jadi memudahkan jarak kalau ini konsisten dilakukan sejak awal start. Kurang lebih 1 KM per 10 menitan.  Ini bisa dicapai karena saat melakukan aksi jalan cepat ini, langkah yang pacu biasanya mengikuti irama lagu yang saya dengarkan melalui tws atau earphone menggunakan beberapa track lama miliknya Peterpan macam Ada Apa Denganmu, Mungkin Nanti, Langit Tak Mendengar, Tak Bisakah atau Di Balik Awan. Sementara dari luar ada If You Go-nya J...

Dua Puluh Tahun menulisi Blog

"Hanya Blogger yang suka dengan kesunyian saja masih kuat menulis. Malas omong dan bahagia bila sudah menuliskannya. Ya, salah satu kebahagiaan hidup adalah dengan menulis di blog." Kadang masih suka senyum sendiri kalau pas lagi senggang, lalu iseng browsing tentang satu dua hal yang ingin diketahui namun malah nyasar ke satu dua blog teman yang hingga kini rupanya masih eksis, meski update tulisannya sudah tergolong jarang. Seperti kalimat yang ada dalam postingan senior mas Hendra W Saputro , CEO Bali Orange Communication yang kerap menyamar jadi pesepeda gunung, seakan mengamini apa yang saya rasakan saat ini. Dua Puluh Tahun menulisi Blog.  Semua berawal dari pelatihan IT yang digagas oleh PemKot Denpasar pada pertengahan Mei tahun 2006 silam. Saya berencana ikut pada sesi editing Video yang tampaknya cukup mengasyikkan untuk dicoba. Namun karena isian peminatnya full, saya dialihkan ke sesi lainnya yaitu editing foto yang berbarengan dengan sesi pembuatan Blog. Kalau ti...