Setiap kali pemilu atau pilkada datang, ada satu hal yang selalu terpikirkan di kepala ketika menjalankan keseharian sebagai seorang ASN. Netralitas. Bukan soal boleh atau tidaknya memilih, karena sebagai warga negara Indonesia, seorang ASN tetap punya hak untuk datang ke TPS, mencoblos pilihan yang diyakininya, lalu pulang seperti warga negara lainnya. Tapi yang agak rumit itu, justru ketika pilihan yang disukai sudah mulai masuk ke ranah media sosial. Mau like, takut. Mau komentar, ragu. Mau membagikan postingan berita calon yang disukai, harus mikir dulu. Apalagi mau fotoan bersama teman yang kebetulan menjadi tim sukses, mulai bertanya-tanya dalam hati deh 😅 Ini nanti aman gak ya ? Karena di satu sisi, saya pribadi adalah manusia biasa. Punya pilihan. Punya keyakinan. Punya calon yang menurut saya paling bagus. Paling worthed lah dibanding calon yang lain. Cuma di sisi lain, saya juga seorang ASN. Dan begitu menyandang status itu, ada batas-batas yang memang harus dijag...