Skip to main content

1000 Penari Pendet Kejar Rekor Muri pada Pementasan Drama Kolosal 'Somya'

Lapangan Puputan Badung ‘I Gusi Ngurah Made Agung’ tampak lebih ramai dari hari-hari biasanya, ketika kendaraan saya parkirkan di area depan Kodim 1611 jalan Sugihanyar. Agenda Selasa sore harusnya dilewati dengan aktifitas berlari atau jalan cepat di kawasan Puspem Badung, jadi berpindah ke lokasi terdekat rumah gegara para anggotanya kemungkinan mulai bosan dengan rutinitas mingguan. Ketimbang sendirian lagi melakoni ‘MangupuRun’, saya memilih ikut keputusan sementara dan akhirnya terdampar disini.

Saat tiba, 1000 penari Pendet sudah siap tampil di tengah lapangan hijau, sementara sisi selatan pada panggung utama, para pemenang lomba dari berbagai sekolahan Paud se-Kota Denpasar tampaknya mulai dipanggil satu-persatu. Saya pun memulai aktifitas dengan tenang sembari menyalakan aplikasi Samsung Health untuk mendeteksi pergerakan langkah sebagaimana biasa.
Tepat sekitar pukul 5 sore, agenda pun dimulai.

Dari kejauhan saya melihat pak Walikota ikut hadir dalam penampilan kolosal penari dewasa dan beberapa anak, di area tiang bendera. Insting cepat mengambil momen, lensa kamera pun langsung diaktifkan dan langkah beralih ke tengah lapangan. Beberapa rekam gambar diambil meski harus berpacu dengan cepatnya durasi tari. Gak nutup mengejar semua penampilan dari berbagai sudut, tapi lumayan bisa menghadirkan 1 menit video jadi sebagai upaya #UpdateVlog nanti.

Infonya, agenda yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga ini sebagai bentuk Gebyar PAUD Kota Denpasar Tahun 2019, sekaligus upaya mengejar Rekor Muri lewat partisipasi 1000 Penari tadi. Lebih lanjut tentang tarian kolosal ini, kalian bisa tonton Vlog saya yang direkam, dan upload pada hari yang sama, Selasa sore 28 Mei 2019. Bisa klik link https://youtu.be/LneAGDiDiv8
atau klik pada gambar ilustrasi postingan ini.

Comments

Popular posts from this blog

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Akhirnya Migrasi Jua, Pulang ke Kampung Blogspot

Gak terasa yang namanya aktifitas menulisi Blog sudah sampai di tahun ke 17. Termasuk ukuran blogger senior kalau kata teman, padahal kalau dilihat dari sisi kualitas tetap saja masuk kelompok junior. Belum pernah menghasilkan tulisan yang keren sejauh ini. Blog bagi saya sudah jadi semacam wadah untuk coli. Ups Maaf kalo mencomot istilah gak baik. Tapi ini seriusan, karena memang digunakan untuk melanjutkan halusinasi tanpa perlu berpikir akan ada yang berkunjung, membaca atau tidak. Setidaknya berguna untuk menjaga pikiran-pikiran negatif agar tidak menjalar keluar mengganggu orang lain, atau melepas lelah dan keluh kesah harian akan segala tekanan bathin di keluarga, kantor maupun sosial masyarakat. Jadi maklumi saja kalau isi blognya gak sesuai ekspektasi kalian. Meski sudah menulis selama 17 tahun, namun laman Blog www.pandebaik.com ini kalau ndak salah baru lahir sekitar tahun 2008. Segera setelah bermasalah dengan media mainstream yang berbarengan dengan tutupnya penyedia hos

Kendala yang ditemui saat Migrasi Blog

Keputusan untuk Migrasi alias pulang kampung ke halaman Blogspot, sebetulnya merupakan satu keputusan yang berat mengingat WordPress sudah jadi pijakan yang mapan untuk ukuran blog yang berusia 17 tahun. Tapi mengingat pemahaman dan kemampuan pribadi akan pengelolaan blog dengan hosting yang teramat minim, sekian kali ditumbangkan oleh script, malware dan lainnya, rasanya malu juga kalau terus-terusan merepotkan orang hanya untuk sebuah blog pribadi yang gak mendatangkan materi apa-apa. Ini diambil, pasca berdiskusi panjang dengan 2-3 rekan yang paham soal proses Migrasi dan apa sisi positif di balik itu semua. Namun demikian, rupanya proses Migrasi yang tempo hari saya coba lakukan dengan hati-hati, tidak semulus harapan atau keinginan yang dibayangkan. Ada beberapa kendala didalamnya yang mana memberikan efek cukup fatal dalam pengarsipan cerita atau postingan blog sebelumnya. Yuk disimak apa saja. 1. Pengurangan jumlah postingan Blog yang cukup signifikan. Postingan Blog www.p