Skip to main content

Belanja Buku, manfaatkan Waktu Luang untuk Membaca

Membaca eBook atau majalah digital di waktu luang sebetulnya sih dah biasa dilakukan sejak awal kenal gadget berbasis Android ini. Terhitung dari PlayBoy hingga PentHouse, komik jadul macam Smurf, Deni Manusia Ikan hingga Tintin, atau peraturan dan dokumen berbasis pdf, masih tersimpan rapi di dalam ponsel Galaxy Note 3 hingga kini.
Jadi bukan sesuatu yang baru sebenarnya.

Teringat pada tweet kolega dekat, akun @blogdokter yang menyampaikan perbedaan pemanfaatan waktu menunggu antara bule dengan domestik lokal, dimana Bule masih betah membaca buku sementara kita asyil dengan gadget, saya sempat me-Reply bahwa bisa saja saat berhadapan dengan layar gadget, kita juga membaca buku dalam format digital. He… siapa yang tahu ?

Namun secara nggak sengaja, terdampar lah ceritanya di halaman Google Books yang rupanya kini lagi menawarkan buku atau majalah digital murah dengan harga kisaran 10ribuan, yang membuat saya tertarik untul mencoba membeli salah satunya setelah selama ini hanya mencoba versi yang ditawarkan secara gratis.

Prosesnya Mudah dan Cepat tentu.

Ada satu dua buku yang saya coba beli dan nikmati saat waktu luang. Mengasyikkan ternyata.
Karena selain topik yang beragam, pembelian model begini tentu banyak menghemat waktu dan tenaga kita.
Menarik bukan ?

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.