Skip to main content

Berpisah dari FaceBook, kok Bersua lagi lewat Path ?

Yang namanya penggunaan akun media sosial kelihatannya memang gak ada habisnya.

Setelah berkomitmen meninggalkan FaceBook, Line, Chat On, Telegram dan lainnya, lha kini kok malah main Path ? Pasti ada apa-apanya nih…

Gara-gara istri dan Mas Seno SmartFren

Awalnya sih istri meminta tolong untuk didaftarkan ke akun Path agar bisa terhubung dengan kawan kawan kantornya, ia pun mempertanyakan saya ‘mosok gak punya akun Path ? Pasti punya lah…

Beda lagi dengan Mas Seno Pramudji dari SmartFren yang posting foto gathering kemarin melalui akun path Beliau, ditembuskan ke Twitter. Eh pas pengen diliat, malah diminta bikin akun Path dulu oleh sistem, gak bisa gitu aja. Ealah…

Maka jadilah saya mencoba membuat akun Path.

Path PanDe Baik 7

Tapi eh ternyata bener apa dugaan istri. Saya memang sudah pernah punya akun Path, cuma gak pernah aktif. Kalo ndak salah akun itu dibuat saat saya masih berada di bawah naungan LPSE yang menyediakan akses internet tak terbatas itu. Maka Path jadi salah satu bahan oprekan selain Google +. Cuma sayangnya saya lupa password yang digunakan. Setelah diutak atik beberapa menit, akun Path pun bisa diakses dengan baik.

Infonya sih Path ini jadi pelampiasan anak anak FaceBook yang merasa bosan akan akun jejaring sosialnya Mark Z. Ada juga yang mengatakan bahwa akun Path jadi lebih asyik karena daftar temannya masih terbatas. Benar atau tidaknya, Entah ya.

Masuk di akun Path yang gak keurus ini membuat saya belajar lebih jauh untuk menggunakan, melakukan pengaturan dan mencari teman. Rupanya ada beberapa kawan yang menyadari kehadiran saya di akun Path dan nyeletuk ‘Berpisah dari FaceBook, kok Bersua lagi lewat Path ?’ He… sorry

Meski begitu, Path gak bikin saya lupa waktu macam akun FB kemarin kok. Intensitas penggunaannya pun gak sampe seminggu sekali. Karena secara jumlah teman masih sangat terbatas, dan saya masih lebih asyik dengan blog juga twitternya. Tapi toh, gak ada salahnya juga mencoba lagi, siapa tahu bisa dijadikan bahan update blog, tulisan baru di www.pandebaik.com. hehehe…

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.