Skip to main content

Posts

Bali Heboh !! 1000 Pecalang Kepung Markas. FIKSI KOK DIPERCAYA

Lagi rame di beberapa Grup Whatsapp, orang ngeShare Video Youtube dengan tajuk "Bali Heboh !! 1000 Pecalang Kepung Markas..." karya YouTube Channel Bin Story HD, yang saat ini sudah ditonton 82K, dengan jumlah Like 637 akun (saya memberikan 1 Dislike), dan 300an komentar yang rerata mendukung tindakan Pecalang Tabanan. Padahal video ini adalah CERITA FIKSI. Dimana merupakan hasil IMAJINASI penulis, dan gambar-gambar yang ditampilkannya pun bukan gambar real kejadian nyata di lapangan. Tapi hasil AI.  Sebegininya orang nyari cuan, Heran saya. Dan jelas dalam deskripsnya menyatakan  Disclaimer!!: Cerita ini merupakan karya fiksi. Nama, karakter, tempat, dan kejadian dalam cerita ini hanya hasil imajinasi penulis dan tidak dimaksudkan untuk mencerminkan individu, peristiwa, atau tempat yang sebenarnya. Kemiripan dengan tokoh nyata, baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada, murni kebetulan dan tidak disengaja. Tujuannya adalah memberikan pembelajaran dan inspirasi tanpa meny...

Ngumpul lagi, dan setelah 30 tahun

Kelas Fisika (A1) SMAN 6 Denpasar periode tahun 1992/1995. Berhasil ngumpul cuma 9 orang doang dari 41 absen kelas dan 25 diantaranya ada di grup Whatsapp.  Obrolannya ringan, khas mantan anak sekolahan yang kini sudah berada pada usia menjelang setengah abad. Dari kabar terkini, ngapain aja, anak sudah kuliah atau belum, si ini gimana kabarnya, si itu kok jarang kelihatan, lalu merembet ke cerita kenangan masa lalu, hingga aib yang dulu gak pernah kami tahu pun sebagian terbongkar gamblang dibarengi tawa lepas karena sekarang sudah bisa menertawakan kebodohan diri sendiri. Seru sampai gak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Hey, kenapa bisa secepat ini ? Secara pribadi ada Tiga hal yang menyenangkan, jadi Catatan malam ini pasca bubaran tadi.  Pertama, senang karena masih ada yang mau diajak ngumpul, padahal masing-masing orang sudah punya kesibukan sendiri, dari keluarga, adat atau bisa jadi pekerjaan dan rutinitas lainnya. Jadi Terima Kasih untuk yan...

Jalan Kaki 6000 Langkah atau 5 KM Setiap Hari

Pertanyaan yang paling sering dilontarkan setiap kali saya bertemu dengan kawan adalah -Masih suka jalan kaki ? Ha... Tampaknya aksi ini sudah identik banget dengan keseharian saya. Entah dimana mereka -menemukan- saya sedang berjalan kaki. tapi memang aktifitas yang satu ini masih tetap dilakoni secara konsisten nyaris setiap hari sedari tahun 2017 lalu. Bosan ? Ya kadang-kadang. Tapi kok bisa jadi rutinitas ? Karena ada Motivasinya di balik itu semua. Secara internal atau pribadi, karena saya memiliki 'the Silent Killer' yang siap mengintai setiap waktu bersama semua kawan baiknya. Dari kolesterol, gagal ginjal, gagal jantung, stroke dan lainnya. Sementara itu kalau secara eksternal, karena gak ingin ketika saya abai pada kesehatan, malah kambuh penyakitnya, dan merepotkan mereka yang saya sayangi. Keluarga kecil tentunya. Istri dan anak-anak. Kalau bisa harus tetap bugar setiap harinya. Lalu gimana caranya biar tetap konsisten ? Ya dilakoni sesempatnya, kalau bisa s...

Hoax Pendidikan PakDe Jokowi, Masih Percaya ?

Tadinya saya pikir pertemanan di akun FaceBook ini yang namanya akal sehat teman sendiri masih pada jalan semua, tapi ternyata gak semuanya masih pada punya logika. Macam story salah satu akun yang gak sengaja lewat pagi ini.  Masih soal Pendidikan dan Ijazah PakDe Jokowi. Masih meragukan. Dan Masih juga percaya pada Hoax yang gak jelas sumbernya. Padahal secara wawasan harusnya bisa lebih luas apalagi dilihat dari pekerjaan dan kesehariannya.  PakDe Jokowi Lahir Tahun 1961, lalu Masuk SD Tahun 1973, usia 12. Mengenyam pendidikan 3 Tahun saja. Apa logis ? Pasti enggak dong. Tapi tetap saja ADA yang percaya. He... Meskipun bisa jadi diShare untuk lucu-lucuan. Serius, ini beneran lucu...  Padahal kalau mau nyari Referensi dari Sumber yang bisa dipercaya macam Kompas misalkan, Tahun 1973 itu adalah Tahun Lulus SDnya PakDe Jokowi. Yang mana pendidikan 3 tahun selanjutnya adalah masa SMP-nya.  Dari sini saja sudah terlihat Logika Berpikir kita memang sudah cacat sejak aw...

Landy BatRover

Lagi rame di sosmed sebelah soal Land Rover Defender hijau yang punya hobi baru menghadang kendaraan yang mengambil jalur lawan saat menanti lampu lalu lintas di area Gatsu depan hotel Aston. Jadi banyak muncul pro kontra soal ini. Saya pribadi jujur saja agak geregetan dengan modelan pengendara yang mengambil jalur lawan saat menanti lampu hijau di persimpangan jalan karena berpotensi membuat kemacetan baru mengingat perilaku ini malah membuat bottle neck atau penyempitan arus bagi pengendara lawan. Menjengkelkan memang. Sering terjadi di persimpangan jalan Cokroaminoto-Gatsu ke arah utara depan sekolahan STM. Sementara yang ke arah barat (hotel Aston), kerap juga terjadi tapi masih lebih jarang. Beda jika marka jalan "membenarkan" perilaku pengendara dari arah tersebut. Seperti yang terjadi di simpang Nangka-Gatsu ke arah barat ataupun timur, atau A.Yani-Gatsu yang ke arah barat.  Sempat terlintas pikiran -seandainya saja punya kendaraan ala rantis miliknya TNI, lalu dipasa...

Jaje Bali Laklak Buleleng Drupadi

Tadinya cuma pengen nyari lumpia di parkiran timur lapangan Renon usai olahraga. Eh sekalinya main ke lokasi, para pecalang dari desa adat seluruh Bali tampaknya lagi show of force, undangan dari pak Gubernur Bali. Imbas ngototnya ormas Gr*b tempo hari sepertinya.  Akhirnya setelah dua kali mengelilingi jalanan aspal di luar lapangan dan berlomba dengan belasan motor dan mobil, rasanya kurang nyaman untuk diteruskan aksi pagi ini. Saya pilih menyudahi keinginan cari keringat dan melipir ke seputaran jalan Merdeka untuk hunting bengkel body repair, saran dari seorang teman, rencana perbaikan bemper dan bodi samping mobil yang tempo hari penyok ditabrak motor.  Sembari lewat, saya ingat kalau di seputaran jalan Drupadi ada yang jualan jaje bali, tepatnya Laklak Buleleng, di utara rumah pak putu Putu Swihendra. Dan langsung ingat juga kalau pas mampir pertama kali tempo hari, ada kelebihan pengambilan, yang gak sesuai dengan uang yang saya bayarkan. Ketimbang jadi karma di masa d...

Kentjan Siang di Patimura Nasi Bakar

 Siang ini kami kentjan berdua saja. Sepulang kerja sambil menunggu waktu jemput si tengah Intan di sekolahannya. Pilihan kali ini, pengen nyobain Patimura Nasi Bakar, yang memang sudah dari awal pengen mampir tapi kok rame melulu. Jadi pinisirin. Macam apa sih menunya ? Jalan Suli itu tampaknya sudah identik dengan barisan rumah dinas para pejabat atau para old money di masa lalu. Suasana yang diciptakan sampai hari ini khususnya mereka yang masih setia mempertahankan gaya bangunan lama adalah rumahan banget. Serupa dengan kedai kopi milik salah satu kawan kami yang sudah lebih dulu menghadap-Nya. Apalagi sebagian besar bentuk dan pernak perniknya masih dipergunakan. Seperti jendela krepyak kaca, pintu panil model old, sampai keramik motif bergaya jaman dahulu. Khas dan mudah diingat.  Sesuai namanya, Patimura Nasi Bakar ini menyediakan menu spesial Nasi Bakar, tanpa ada menu tambahan atau opsi cemilan lainnya sebagaimana yang biasa dipesan para bocil kami. Itu sebabnya, venu...