Skip to main content

ASN Menulis 2026 : Integritas ASN : Kesadaran atau Sekadar Takut Dihukum ?

Kalau saja mau dicari, rasanya ada saja isu kekinian yang menerpa karir para ASN atau Aparatur Sipil Negara dengan segala perdebatan dan masalah di dunia maya, viral sesaat kemudian tenggelam, dihapus kejadian absurd dari para netijen +62, lalu muncul kembali dengan cerita yang lain. 

Katakanlah soal Etika dan Integritas ASN yang dahulu kerap digaungkan oleh Presiden Terpilih ketujuh Joko Widodo dengan banyak penekanan utamanya pada gaya hidup para pejabat dan juga lingkup pegawai negeri dalam setiap aktifitasnya. Tidak pamer kekayaan di sosial media, mengedepankan gaya berpakaian yang sederhana, serta lebih mengutamakan tagline Kerja Kerja Kerja ketimbang larut dalam perjalanan dinas yang biasanya identik dengan rapat, pertemuan, akomodasi dan hasil yang tidak maksimal. 

Pun soal Gratifikasi yang pula sempat ramai saat Pak Jokowi menerima hadiah gitar pemberian anggota band rock Metallica yang langsung disampaikan ke KPK di jaman itu. Menjadi sebuah percontohan nyata bagaimana seyogyanya para pejabat berperilaku yang kemudian menjadi contoh bagi para bawahan dan tingkatan staf dari jajaran kementrian hingga pemerintah daerah. 

Namun demikian, ada saja satu dua ASN yang kemudian berkasus dan viral di dunia maya hanya lantaran kekurangcermatan mereka dalam berperilaku termasuk menahan diri serta mendidik dan mengajarkan hal serupa pada lingkungan sekitarnya, utamanya keluarga. Misalkan saja pegawai Dirjen Pajak yang gaya hidup kesehariannya dikuliti betul gegara kasus kriminal yang dilakukan oleh sang anak pada kawannya dalam pergaulan dan kehidupan sosialita yang dilakoni. Dari pamer mobil mewah, kebiasaan para orang kaya baru, hingga membanggakan hal-hal tabu yang sebetulnya kalau saja logika mereka digunakan, seharusnya disembunyikan dari area terang seperti media sosial. Karena semua itu bisa terendus dengan mudah melalui kebebasan akses teman dari teman yang dimiliki. 

Belum lagi soal pegawai yang dengan sengaja melakukan upload konten diri Live Tiktok atau Reels saat jam kerja, yang meski secara penampilan sebenarnya sudah sangat menarik untuk dilihat atau ditonton, namun kepatutan melakukan hal serupa sungguh tidak layak jika berada pada saat jam kerja berlangsung. Praktis para netijen +62 auto menghujat dari banyak sisi. Baik itu penampilan yang dirasa tidak pantas bagi seorang ASN, waktu luang yang terlampau banyak sehingga masih sempat melakukan live atau goyang-goyang tidak jelas, termasuk soal Gaji dan TPP yang diklaim berasal dari Pajak Rakyat. Lengkap sudah penderitaan ASN lain yang dianggap sama serupa dengan semua cerita viral tersebut. 

Di luar itu ada juga kasus ASN yang kerap tertangkap kamera menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Misalkan saja kendaraan dinas, seringkali dijumpai di pasar tradisional dan modern di luar jam kerja bahkan malam saat weekend. Yang notabene memang gak ada alasan masuk akal yang bisa dijadikan pembenaran akan penyimpangan para oknum pejabat tersebut. Pun viralnya kasus "Titip Absen" dari salah satu pemda gegara temuan Ibu Bupati pasca pemeriksaan secara berkala atas kinerja pegawai yang tak memuaskan publik. Ramenya poll tenan. Bahkan menyeret sebagian kecil pegawai yang ditenggarai melakukan praktek penjualan aplikasi absensi atau bahkan mendapatkan reward tambahan karena sudah rela datang pagi serta memberikan jasa tambahan pada sesama pegawai untuk melakukan absensi menggunakan perangkat ponsel lain yang memang dititipkan pada ruangan kantor. Memang emejing kreatifitas mereka untuk urusan melanggar aturan. 

Bahkan untuk urusan pilihan pencoblosan dan keberpihakan di sosial media, saat pilpres atau pilkada, tidak pernah bisa dilepaskan dari itu semua. Melakukan Likes dan Komentar dukungan pada salah satu paslon, membagikan tautan dan postingan atas pemberitaan yang muncul demi dukungan atau hinaan pada paslon tertentu, menyajikan ketimpangan netralitas yang selama ini dituntut dari seorang ASN.

Sayangnya, nyaris tidak ada punishment yang diberikan saat mereka terbukti melakukannya sehingga hal serupa selalu berulang terjadi dan terjadi lagi. Bukan hal mustahil keberpihakan itu justru kelak menjadi satu modal untuk mendapatkan promosi jabatan yang diharapkan oleh banyak orang. 

Lalu, apa yang bisa diharapkan dari persoalan Etika dan Integritas ASN ini jika kenyataannya seperti itu ? 

Comments

Postingan Lain

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

PimPro, Apaan sih Itu ?

PimPro Kalian yang sudah masuk dunia kerja, utamanya yang bergerak di bidang konstruksi, saya yakin pasti pernah dengar istilah Pimpro. Baik yang berkonotasi Negatif ataupun Positif. Demikian halnya saya. Pertama kali mendengar istilah PimPro kalo ndak salah ya pas baru-baru jadi Pe eN eS. Yang saat diceritakan oleh pimpinan saat itu, apa tugas, kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki oleh seorang Pimpro, Bagi saya pribadi sih lebih banyak Negatifnya. Ini jika dilihat dari kaca mata kebenaran. Bukan pembenaran. Image besarnya Power seorang Pimpro makin dikuatkan saat saya mengobrol ngalor ngidul bersama seorang pejabat fungsional di tingkat Provinsi saat berkesempatan menginap sekamar *bukan seranjang ya* sewaktu ditugaskan ke Indonesia Timur berkaitan dengan pemanfaatan dana ABPN dua tahun lalu. Dari ceritanya, ya memang benar bahwa seorang PimPro apalagi di era Pak Harto menjabat dulu sebagai Presiden RI ke-2, punya kekuatan besar yang begitu memanjakan hidup dan keseharian yang bersa...

Pengetahuan kecil tentang soroh PANDE

Sekali-sekali saya selaku penulis seluruh isi blog ini pengen juga ber-Narzis-ria, satu hal yang jarang saya lakukan belakangan ini, sejak dikritik oleh seorang rekan kantor yang kini jadi malas berkunjung lantaran Narzis tadi itu.  Tentu saja postingan ini bakalan berlanjut ke posting berikutnya yang isinya jauh lebih Narzis. Mohon untuk dimaklumi. *** PANDE merupakan salah satu dari empat soroh yang terangkum dalam Catur Lawa (empat daun teratai) Pasek, Pande, Penyarikan dan Dukuh- yang memiliki keahlian dalam urusan Teknologi dan Persenjataan. Ini bisa dilihat eksistensi pura masing-masing di Besakih, yang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda dalam berbagai kegiatan Ritual dan Spiritual. Dimana Pura Pasek menyediakan dan menata berbagai keperluan upakara, Pura Pande menata segala peralatannya. Pura Penyarikan menata segala kebutuhan tata usaha administrasi agar segala sesuatu berjalan dengan teratur. Sedangkan Pura Dukuh Sakti sebagai penata berbagai keperluan sandang pan...

Menantu Mertua dan Calon Mertua

Menonton kembali film lama Meet the Parents (2000) yang dibintangi oleh Ben Stiler dan Robert De Niro, mengingatkan saya betapa terjalnya perjalanan seorang calon menantu untuk mendapatkan kepercayaan sang calon mertua, atas putri kesayangan mereka yang kelak akan diambil menjadi seorang istri dan pendamping hidup. Meski ‘kekejaman’ yang ditunjukkan oleh sang calon mertua dalam film tersebut *sosok bapak* jauh lebih parah dari yang saya alami, namun kelihatannya cepat atau lambat, akan saya lakoni pula nantinya. Memiliki tiga putri yang salah satunya sudah masuk usia remaja, adalah saat-saat dimana kami khususnya saya sudah sewajarnya masuk dalam tahapan belajar menjadi seorang kawan bagi putri sulung saya satu ini. Mengingat ia kini sudah banyak bertanya perihal masa lalu yang saya miliki, baik soal pendidikan atau sekolah, pergaulan dan hobi. Memang sih untuk urusan pacar, ia masih menolak berbicara lebih jauh karena berusaha tak memikirkannya, namun sebagai seorang Bapak,...

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dil...