Skip to main content

Cerita Pagi di Jakarta

Terbangun pada pukul 4 dini hari waktu Jakarta. Ini setara dengan jam 5 pagi waktu Bali.
Ternyata jam biologisnya tetap bekerja meski sedang berada di luar rumah.
Cuma kalo kebangun jam segini di sebuah kamar hotel, lalu bisanya apa ?

Nyapu kamar ? Jelas enggak lah.
Olah raga ? Weleh di luar masi gelap dan infonya disini gak ada fasilitas gym buat nyari treadmill karena kelamaan tutup dari masa covid kemarin.
Mebanten ? Apa lagi...
Jadi keinget dengan orang rumah yang bakalan punya gawe tambahan selama tiga hari ini.
Mohon dimaafkan ya...

Sedangkan kalau mau tidur lagi, rasanya susah.
Karena rekan sekamar ternyata punya hobi main musik semalaman.
Kasihan sebenarnya.
Karena dulu, pernah juga jadi pelaku. dan memang susah juga menghilangkan aktifitas ngorok saat tidur.

Bersyukur semalam saya menenggak sebutir pil Avocel demi menghilangkan gatal-gatal yang melanda tubuh sejak pagi keberangkatan. Dan memilih istirahat lebih awal. Jadilah waktu tidurnya bisa lebih nyaman untuk dilakoni, meski agak gelisah karena bukan di lingkungan biasanya, dan suhu kamar meski sudah di-set ke angka 29° lha kok masih tetap dingin bet...

Lalu mau ngapain nih sekarang ceritanya ?

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.