Skip to main content

Just be Yourself aja

Dari sejak pertama kali mengenal lensa kamera, saya selalu berusaha untuk mengambil gambar sendiri untuk foto diri.
Semacam selfie.

Modal utamanya adalah Timer, perkiraan komposisi foto (karena perangkat jaman dulu gak ada layar dan kamera depan), tempat pengambilan, dan waktu. Untuk pengambilan gambar berulang, jika gambar yang diambil sebelumnya kurang bagus dari sisi hasil. Baik ada bagian yang terpotong ataupun blur.

Jadi bisa dikatakan, gak ada merepotkan orang lain.

Bahkan terkadang orang lain suka bingung lihat hasilnya, dan bertanya 'ini siapa yang motoin ?'
Cuma memang saya gak pernah main kamera profesional. Yang punya pengaturan lanjutan terkait ISO, shutter dan lainnya. Jepret ya udah jepret gitu aja.

Karena kebanyakan foto atau gambar yang saya ambil, kelak bakalan dijadikan bahan ilustrasi tulisan, sekedar lucu-lucuan, atau konten pelengkap lainnya.

Jarang banget diposting hanya untuk sekedar mendapat tanggapan atau pujian dari orang lain.
Habis di post, ya sudah. Gitu aja...

Dan meskipun pasca post di sosial media lalu sedikit mendapat respon dari kawan pertemanan, ya biasa saja sih. Kan memang belum tentu semua orang suka dengan apa yang dibagikan.

Terpenting, kepuasan hidup gak akan pernah diukur dari banyaknya likes dan komen postingan.

Tapi apa yang sudah dituangkan dari pikiran, setidaknya sudah bisa bikin hati lebih lega dan lapang.

Kalo kata hape Nubia, just be yourself aja...

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.