Skip to main content

Posts

Kompetisi Sehat ala NFS UnderCover

Jaman sekarang siy sudah jarang ada yang mau berkompetisi atau bersaing dengan cara sehat dalam usaha mencapai sebuah tujuan, namun jangan khawatir kompetisi macam itu bakalan bisa ditemui pada Games Need For Speed UnderCover (NFS) buatan Electronic Arts. Ketika menjumpai teknik permainan pada games bergenre balap ini, saya pribadi sempat merasa aneh lantaran games terakhir yang saya mainkan dapat memberikan kebebasan yang kebablasan sepanjang permainan, yaitu Grand Theft Auto . Hal-hal seperti menukar kendaraan dengan seenaknya baik dengan cara mencuri dari parkiran hingga membunuh si pemilik kendaraan, dijamin ga’bakalan bisa ditemui pada NFS. Jalannya permainan kurang lebih sama dengan Midtown Madness buatan Microsoft jaman saya kuliah dulu. Ada dua opsi cara yang dapat dilakukan sepanjang permainan, berjalan-jalan mengitari kota (tidak mengikuti alur cerita) atau menjalankan misi sesuai pilihan yang tersedia (alur cerita tergantung pada pilihan yang diambil). Untuk opsi mengitari...

Need For Speed Undercover

Games dengan tipe ‘fisrt person shooter’ boleh jadi terfavorit yang saya mainkan sejak pertama kali mengenal PC, namun kegemaran itu mulai kendur ketika pernikahan saya jalani. Jiwa yang dahulunya meledak-ledak mendadak lembut begitu mendapatkan sentuhan Istri. Hehehe… Lima tahun berlalu tanpa sekalipun saya berminat dengan games yang dapat memunculkan adrenalin ketitik tertinggi, namun secara kebetulan awal November lalu, atasan saya meminta tolong menginstalasi sebuah games bergenre balap mobil ‘Need For Speed ProStreet’ untuk dimainkan putranya nanti. Tidak ada yang istimewa sebenarnya dari proses instalasi, hanya memerlukan barisan abjad sebagai Serial Number sebelum proses dilakukan. Lantaran saat itu saya disibukkan untuk mempersiapkan diri mengikuti wisuda, games tersebut saya abaikan. Baru pasca wisuda, ada ketertarikan ingin tahu seperti apa sih rupa games tersebut ? Mendapatkan informasi bahwa NFS ProStreet merupakan rilis game yang agak jeblok dipasaran, sayapun mencari ser...

Selamat Bergabung BLoGGer Muda BBC

‘Patah tumbuh hilang berganti… sebuah pepatah kuno pantas disematkan untuk sebuah komunitas BLoG yang saya kagumi. Bali Blogger Community (BBC). Perayaan ulang tahun usia ke-2 yang akhirnya (jadi juga) dilaksanakan hari minggu kemarin menjadi bukti nyata pepatah tersebut. Ini adalah kali kedua kegiatan resmi BBC yang saya ikuti setelah Launching di Popo Danes dua tahun lalu. Kesibukan kuliah yang selama ini menjadi kambing hitam absennya saya dalam setiap kegiatan, kini sudah tak lagi dijalani, maka sesuai janji sayapun akhirnya bisa hadir kendati tanpa keikutsertaan anak dan Istri. Berbeda dengan suasana launching, ultah ke-2 BBC tergolong sangat sederhana. Tanpa panggung, tanpa band Animo dan minim kehadiran Blogger ‘tua’. Beberapa Blogger yang saya harapkan dapat bersua kembali barangkali masih terkendala dengan kesibukan masing-masing seperti Ancak , Dokter Cock , Brokencode , Dani Iswara , GungDe atau Bung Gentry Amalo. Beruntung hingga acara berakhir saya masih sempat bersua den...

Mesin Waktu itu bernama GuDang

Gudang adalah sebuah ruangan yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam barang ( Wikipedia , 2009). Barang yang dimaksud meliputi barang yang tak digunakan lagi, barang yang barangkali kelak bisa digunakan hingga barang yang bingung mau digunakan ato enggak ( PanDe Baik , 2009). Gudang lebih tepatnya menurut PanDe Baik adalah sebuah mesin waktu yang dapat membawa kita kembali pada masa lalu. Masa dimana semua kenangan itu dilewati, indah atau pedih, sehingga cukup pantas untuk membuat sebuah senyum menggurat jelas pada wajah si oknum yang secara sadar memasuki ruangan bernama Gudang. Gudang dirumah kami tak lebih dari sebuah ruangan apek penuh debu dengan ukuran yang sama dengan kamar mandi kami. Mobilitas saya keruangan ini bisa dikatakan jarang, tidak sama dengan rutinitas saya menuju tempat tidur. Minimal pada hari libur, entah pagi atau sesempatnya. Dahulu sekitar tahun 2003, Gudang ini sempat ditata rapi, diisi sebuah rak rangka besi yang siap menampung puluhan buku-buku m...

Don’t Judge Nokia 6720c by it’s cover

Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang Nokia 6720c, Ponsel keluaran terbaru Nokia ini rupanya mengadopsi daftar menu yang berbeda dengan N73. icon foldernya tak lagi berupa kotak kuning (default Nokia) biasa, namun sudah menggunakan gambar tertentu yang lumayan membuat saya kebingungan dalam mencari shortcut Pemutar Musiknya. Demikian pula saat mencari fitur QuickOffice dan Peta. Wah… bikin pangling. Mengadopsi sistem operasi Symbian 60 artinya dapat ditambahkan berbagai macam aplikasi sesuai dengan kebutuhan nantinya. Yang makin menarik, sudah tersedia shortcut jejaring sosial seperti FaceBook, MySpace, atau portal video YouTube dan tentu saja Ovi milik Nokia. Selain itu berbicara kecepatan prosesor yang ternyata sudah mencapai 600 MHz, hanya membutuhkan waktu tak kurang dari 5 detik untuk siap digunakan dari keadaan off. Bandingkan dengan Nokia N73 milik saya itu, fiuh… sampe terheran-heran sendiri. Kecepatan ini bisa juga dilihat dari akses antar menu yang gegas dan juga saat proses...

Nokia 6720c Ponsel Klasik untuk Mertua

Memilih sebuah ponsel untuk Mertua yang usianya notabene sudah masuk kepala lima sebetulnya tidak sulit, karena syaratnya sudah ditetapkan sedari awal. Bahkan budget yang dianggarkan pun sudah lebih dari cukup untuk mendapatkan sebuah kemajuan teknologi terkini. Tapi ya, kasian uangnya kalo dibuang percuma hanya untuk sebuah gengsi, karena toh dalam rentang harga yang terjangkau yang namanya teknologi itu sudah bisa didapatkan hampir secara keseluruhan. Bentuk yang simpel dan mudah digunakan, kalo bisa gak jauh beda dengan Nokia 6080 yang Beliau gunakan saat ini. Tahan lama dan kalo bisa ada fitur kamera yang hasilnya dapat dicetak seukuran 4R. Untuk awalnya Beliau memilih salah satu ponsel yang tertera dalam lembaran harga sebuah tabloid, gak tanggung-tanggung, seri bisnis milik Nokia, E66. Alasannya ternyata cukup sederhana. Punya fitur kamera 3,2 MP dan sudah memiliki autofokus. He… Beliau rupanya mencontek dari spek ponsel Nokia N73 yang saya miliki. Namun karena Beliau kini sudah ...

pagi satu ketika…

Entah bagaimana caranya aku bisa berada ditempat ini… Sebuah gang kecil yang kumuh, aku bersandar pada tembok, disela batu bata berlumut layaknya masa kecilku. Orang berlalu lalang didepan gang seakan tak peduli dengan kehadiranku… Langkah seorang Bapak tua terhenti, berbalik memandangiku, menghampiri dan menyodorkan sebatang rokok putih yang kuhisap dengan rakus… ‘bukan orang sini Pak ?’ sapanya. ‘dimana ini Pak ?’ balik kubertanya. ‘Legian… Kuta…’ jawabnya sambil menghirup nafas dalam-dalam. Terpekur kumenatap sekelilingku. Luluh lantak tak berbentuk… ‘Apa yang terjadi ?’ tanyaku kembali. ‘Bom…’ ucapnya terhenti. ‘…lagi ? Legian dibom ?’ tanyaku terheran seakan tak percaya… dan ekspresi yang ditampakkannya pun sama denganku. ‘Apa maksud Bapak dengan ‘lagi ?’ ‘Seingat saya Legian dibom tujuh tahun lalu Pak. Tahun 2002, bulan Oktober… bagaimana bisa kini Legian kembali mengalami hal yang sama ?’ cecarku. ‘Apa maksudnya dengan ‘tujuh tahun lalu ? ini tahun 2002 Pak. Bulan Oktober…, apa ...