Skip to main content

Posts

ASUS ExpertBook P3 G1, Ringan Dibawa, Siap Diajak Kerja

Recent posts

Chinesse Food Seberang Kawitan Living World, Patut Dicoba

Ini kali kedua kami makan berdua di Bakmi Bangka seberang Kawitan Living World. Menunya chinesse food yang secara rasa, bikin ingat resto lama di selatan banjar Langon tempo dulu. Khas oriental.  Kalau di kesempatan pertama saya mencoba menu rakyat Mie Goreng, kali ini saya mencoba Kwetiau Siram yang kemungkinan besar porsinya cukup buat satu orang.  Tempatnya tergolong bersih dan mudah dijangkau karena berada di pinggiran jalan besar. Namun karena diseberang lokasi ada Kawitan Anak Kodya yang saban akhir pekan selalu ramai dikunjungi, jadilah beberapa Google Review mengeluhkan soal traffic dan akses yang kerap padat merayap.  Bakmi Bangka & Chinesse Food Ayung ini tergolong terjangkau untuk ukuran kantong dan selaras dengan rasa, yang rerata memang memuaskan kami akan standar baku masakan cina.  Kalian yang lagi main di Kawitan LW, mungkin bisa mempertimbangkan untuk mampir makan disini sesekali untuk nyobain Mie Bangka dan Nasi Gorengnya yang jadi Rekomendasi p...

ASN Menulis 2026 : Netral di Tengah Sebuah Pilihan. Masih bisa Dipercaya ?

Setiap kali pemilu atau pilkada datang, ada satu hal yang selalu terpikirkan di kepala ketika menjalankan keseharian sebagai seorang ASN.  Netralitas.  Bukan soal boleh atau tidaknya memilih, karena sebagai warga negara Indonesia, seorang ASN tetap punya hak untuk datang ke TPS, mencoblos pilihan yang diyakininya, lalu pulang seperti warga negara lainnya. Tapi yang agak rumit itu, justru ketika pilihan yang disukai sudah mulai masuk ke ranah media sosial. Mau like, takut. Mau komentar, ragu. Mau membagikan postingan berita calon yang disukai, harus mikir dulu. Apalagi mau fotoan bersama teman yang kebetulan menjadi tim sukses, mulai bertanya-tanya dalam hati deh 😅 Ini nanti aman gak ya ? Karena di satu sisi, saya pribadi adalah manusia biasa. Punya pilihan. Punya keyakinan. Punya calon yang menurut saya paling bagus. Paling worthed lah dibanding calon yang lain. Cuma di sisi lain, saya juga seorang ASN. Dan begitu menyandang status itu, ada batas-batas yang memang harus dijag...

ASN Menulis 2026 : Satu ASN, Multi Aplikasi. Ketika Digitalisasi Justru Menambah Beban Kerja

Hal yang mungkin terdengar sepele bagi sebagian orang, tetapi jujur saja cukup melelahkan bagi seorang ASN yang menjalaninya nyaris setiap hari, Login ke aplikasi. Di era terdahulu, pekerjaan seorang ASN identik dengan map, lembar disposisi, fotokopi, stempel atau tanda tangan. Sementara sekarang semuanya sudah mulai bergerak ke arah digital. Kertas dikurangi, proses dibuat lebih cepat, data disimpan secara elektronik, dan berbagai layanan pemerintahan mulai terhubung secara daring. Dari tahap perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan pekerjaan dan realisasi anggaran, semua ada.  Secara konsep, tentu saja ini kabar baik. Tapi faktanya ? Bahkan BKN secara resmi mendorong integrasi data ASN melalui SIASN, yang dirancang sebagai sistem nasional untuk mengintegrasikan data baik bagi ASN pusat maupun daerah. MyASN sendiri menyediakan fasilitas bagi para ASN untuk melakukan pemutakhiran data pribadi dan riwayat kepegawaian secara mandiri. Masalahnya muncul ketika konsep digitalisasi d...

ASN Menulis 2026 : Integritas ASN : Kesadaran atau Sekadar Takut Dihukum ?

Kalau saja mau dicari, rasanya ada saja isu kekinian yang menerpa karir para ASN atau Aparatur Sipil Negara dengan segala perdebatan dan masalah di dunia maya, viral sesaat kemudian tenggelam, dihapus kejadian absurd dari para netijen +62, lalu muncul kembali dengan cerita yang lain.  Katakanlah soal Etika dan Integritas ASN yang dahulu kerap digaungkan oleh Presiden Terpilih ketujuh Joko Widodo dengan banyak penekanan utamanya pada gaya hidup para pejabat dan juga lingkup pegawai negeri dalam setiap aktifitasnya. Tidak pamer kekayaan di sosial media, mengedepankan gaya berpakaian yang sederhana, serta lebih mengutamakan tagline Kerja Kerja Kerja ketimbang larut dalam perjalanan dinas yang biasanya identik dengan rapat, pertemuan, akomodasi dan hasil yang tidak maksimal.  Pun soal Gratifikasi yang pula sempat ramai saat Pak Jokowi menerima hadiah gitar pemberian anggota band rock Metallica yang langsung disampaikan ke KPK di jaman itu. Menjadi sebuah percontohan nyata bagaiman...

Yang Abadi adalah Perubahan, Sebuah Pandangan terhadap Krematorium

Yang abadi adalah perubahan. Jika tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, maka bersiaplah digilas jaman. Krematorium hadir bagi mereka yang tidak mampu atau memiliki keterbatasan dari sisi dana, tenaga dan waktu. Tanpa harus meninggalkan kewajiban yang harus diemban oleh keluarga atau kewajiban yang harus diberikan kepada yang meninggal dunia. Jika semua dipaksakan harus menjalani satu jalan, sementara bisa jadi jalan itu belum bisa memberikan solusi bagaimana cara agar umat yang terkendala pada biaya, waktu dan tenaga dapat menjalankan kedua kewajiban itu, kelak semua akan meledak laiknya bom waktu. Tinggal menunggu saatnya akan datang saja. Tapi dengan kondisi sekarang, orang dihadapkan pada dua pilihan. Mau tetap menjalankan adat dan budaya, karena memiliki asupan biaya, tenaga dan waktu, atau menyesuaikan biaya, tenaga dan waktu yang dimiliki tanpa meninggalkan kewajiban adat dan budaya... Tabik, Ampura.

Kunjungan Kerja Lapangan Pudak Sari

Menerima Kunjungan Kerja Lapangan Bapak Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Badung bersama Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Kawasan Permukiman pada kegiatan Pelaksanaan Pemugaran Kawasan Permukiman Kumuh di Jalan Pudak Sari Kelurahan Kedonganan, Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, Rabu 9 September 2026, bersama Pelaksana dan Konsultan Pengawas kegiatan Selaku PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen pada kegiatan tersebut, saya menghaturkan apresiasi atas kerja keras rekan-rekan semua yang sampai hari ini masih berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan baik.  Suksema atas APD-nya yang bernuansa merah. #KawasanPermukiman #KawasanKumuh #PermukimanKumuh