Skip to main content

Tinggal Tunjukan Ijazah, Lalu Apa ?

Kenapa Jokowi sangat mempermasalahkan ijazahnya padahal tinggal ditunjukkan saja, apakah sengaja dipermasalahkan untuk mempertahankan popularitas atau ya memang ijazahnya gaada,palsu atau ya dia kuliah tapi tidak selesai?

Quora Link

Pertama, soal -padahal tinggal ditunjukkan saja…
Menurut saya, serupa pertanyaan yang lain, apakah dengan ditunjukkannya Ijazah, semua persoalan bisa selesai ? Atau mau dilanjutkan lagi lebih gaduh, karena tidak ada konsekuensi hukum atas tuduhan, jika tuduhan itu tidak terbukti ?,

Kedua, soal -ijazahnya gaada, palsu atau ya dia kuliah tapi tidak selesai…
Menurut saya, sudah diakui oleh banyak saksi lain baik dari pihak UGM, sampai rekan alumni, yang menyatakan pengakuan. Tapi kemudian dituntut menunjukkan semua bukti pernah kuliah, dari pengumuman, pembayaran spp atau lainnya. Lah apakah semua mahasiswa termasuk kita yang pernah kuliah, masih menyimpan itu semua ? Boro-boro dah…

Ketiga, soal -apakah sengaja dipermasalahkan ?
Menurut saya, ya kembali pada bahasa hukum yang berlaku di negara ini. Apakah jika seseorang menuduh orang lain, maka yang dituduh itu kelak akan wajib membuktikan diri bahwa dia tidak seperti yang dituduhkan, ataukah justru si penuduh-lah yang wajib membuktikan apakah tuduhannya benar atau tidak, sebagaimana yang disampaikan beberapa praktisi hukum selama ini ? Jadi kalau benar kita semua menuntut -tinggal diperlihatkan saja lalu apakah sengaja dipermasalahkan, ya siap-siap saja semua masyarakat bisa kena tuduh begini begitu dengan mudah tanpa ada ancaman hukum bagi ai penuduh, dan kita yang dituduhlah kelak akan dituntut wajib membuktikan diri 😅

Keempat, ini murni pertanyaan balik dari Saya. Bahwa Jokowi sudah memenangkan 5 kali kontestasi. 5 kali loh…. Dan pengusungnya itu PDIP. Lalu apakah Saya boleh menyatakan bahwa PDIP itu sebetulnya patut dipertanyakan juga kemampuannya saat memutuskan mengusung Pak Jokowi selama 5 kali pilkada ? Padahal mereka punya banyak ahli hukum yang menguasai bidangnya. Lah kok bisa luput bisa dibohongi selama 5 kali kontestasi jika benar ijazah itu gaada, palsu atau kuliah tapi tidak selesai ? Partai sebesar dan sedigjaya PDIP loooh… lalu kenapa baru sekarang dipertanyakan dan minta memperlihatkan ijazah pada publik seperti penyampaian politikus dari PDIP 😅 Lalu jika itu diakui tidak diperiksa sebelum mengusung, apakah selanjutnya PDIP masih bisa dipercaya untuk mengusung calon kepala daerah lainnya ?

Suwun, Mohon Maaf jika ada yang salah dalam penyampaian.

Comments

Postingan Lain

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

PimPro, Apaan sih Itu ?

PimPro Kalian yang sudah masuk dunia kerja, utamanya yang bergerak di bidang konstruksi, saya yakin pasti pernah dengar istilah Pimpro. Baik yang berkonotasi Negatif ataupun Positif. Demikian halnya saya. Pertama kali mendengar istilah PimPro kalo ndak salah ya pas baru-baru jadi Pe eN eS. Yang saat diceritakan oleh pimpinan saat itu, apa tugas, kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki oleh seorang Pimpro, Bagi saya pribadi sih lebih banyak Negatifnya. Ini jika dilihat dari kaca mata kebenaran. Bukan pembenaran. Image besarnya Power seorang Pimpro makin dikuatkan saat saya mengobrol ngalor ngidul bersama seorang pejabat fungsional di tingkat Provinsi saat berkesempatan menginap sekamar *bukan seranjang ya* sewaktu ditugaskan ke Indonesia Timur berkaitan dengan pemanfaatan dana ABPN dua tahun lalu. Dari ceritanya, ya memang benar bahwa seorang PimPro apalagi di era Pak Harto menjabat dulu sebagai Presiden RI ke-2, punya kekuatan besar yang begitu memanjakan hidup dan keseharian yang bersa...

Pengetahuan kecil tentang soroh PANDE

Sekali-sekali saya selaku penulis seluruh isi blog ini pengen juga ber-Narzis-ria, satu hal yang jarang saya lakukan belakangan ini, sejak dikritik oleh seorang rekan kantor yang kini jadi malas berkunjung lantaran Narzis tadi itu.  Tentu saja postingan ini bakalan berlanjut ke posting berikutnya yang isinya jauh lebih Narzis. Mohon untuk dimaklumi. *** PANDE merupakan salah satu dari empat soroh yang terangkum dalam Catur Lawa (empat daun teratai) Pasek, Pande, Penyarikan dan Dukuh- yang memiliki keahlian dalam urusan Teknologi dan Persenjataan. Ini bisa dilihat eksistensi pura masing-masing di Besakih, yang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda dalam berbagai kegiatan Ritual dan Spiritual. Dimana Pura Pasek menyediakan dan menata berbagai keperluan upakara, Pura Pande menata segala peralatannya. Pura Penyarikan menata segala kebutuhan tata usaha administrasi agar segala sesuatu berjalan dengan teratur. Sedangkan Pura Dukuh Sakti sebagai penata berbagai keperluan sandang pan...

Menantu Mertua dan Calon Mertua

Menonton kembali film lama Meet the Parents (2000) yang dibintangi oleh Ben Stiler dan Robert De Niro, mengingatkan saya betapa terjalnya perjalanan seorang calon menantu untuk mendapatkan kepercayaan sang calon mertua, atas putri kesayangan mereka yang kelak akan diambil menjadi seorang istri dan pendamping hidup. Meski ‘kekejaman’ yang ditunjukkan oleh sang calon mertua dalam film tersebut *sosok bapak* jauh lebih parah dari yang saya alami, namun kelihatannya cepat atau lambat, akan saya lakoni pula nantinya. Memiliki tiga putri yang salah satunya sudah masuk usia remaja, adalah saat-saat dimana kami khususnya saya sudah sewajarnya masuk dalam tahapan belajar menjadi seorang kawan bagi putri sulung saya satu ini. Mengingat ia kini sudah banyak bertanya perihal masa lalu yang saya miliki, baik soal pendidikan atau sekolah, pergaulan dan hobi. Memang sih untuk urusan pacar, ia masih menolak berbicara lebih jauh karena berusaha tak memikirkannya, namun sebagai seorang Bapak,...

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dil...