Skip to main content

Ketika Suami mulai Keranjingan Drama China 1 Menit 😅

Agak tergelitik saat mendengar keluh kesah teman kerja istri di ruangan mereka yang mempersoalkan hobi baru para suami di rumah hingga menjelang jam tidur bahkan ada juga sampai dini hari. Menonton drama China berseri di Reels Instagram atau Facebook.

Bukan drama yang berdurasi satu atau dua jam. Bukan pula serial yang harus duduk manis di depan televisi. Cukup satu sampai lima menit. Kadang bahkan kurang. Scroll sedikit, muncul lagi. Scroll lagi, ternyata ceritanya bersambung. Dan tanpa sadar, tangan mulai mencari episode berikutnya.

Yang menarik, jalan ceritanya sebenarnya hampir selalu bisa ditebak.
Ada CEO kaya raya yang sengaja menyamar menjadi tukang gorengan untuk mencari tahu siapa yang benar-benar menghargai dirinya. Ada putra konglomerat yang ditinggalkan pacarnya karena berpakaian sederhana, lalu beberapa episode kemudian semua orang baru tahu bahwa lelaki yang diremehkan itu eee... ternyata pewaris perusahaan raksasa Sembilan Naga Hitam.
Ada pula orang modern yang lagi mandi lah entah bagaimana ceritanya malah terlempar ke masa lalu dan tiba-tiba menjadi kaisar. Lengkap dengan intrik kerajaan, selir cantik, pengkhianatan, dan orang-orang yang sebelumnya meremehkan dirinya.
Plotnya begitu-begitu saja.
Tapi anehnya, tetap asyik dan menarik untuk ditonton.

Bahkan kadang kita sudah tahu bahwa si tukang gorengan sebenarnya CEO. Kita sudah tahu perempuan yang sombong itu nanti akan menyesal. Kita juga tahu bahwa lelaki berpakaian sederhana tersebut sebentar lagi akan membuka identitasnya.
Tetap saja ditunggu.



Mungkin inilah kehebatan algoritma. Atau mungkin memang otak kita senang dengan cerita sederhana yang memberikan kepuasan instan.
Drama-drama pendek ini produksi visualnya juga terasa semakin banyak menggunakan bantuan AI, baik set situasinya, pengolahan wajah, maupun adegan-adegannya. Sebagian lainnya menggunakan aktor sungguhan, tetapi dengan formula cerita yang nyaris sama. Tokoh kaya yang menyamar. Orang miskin yang ternyata pewaris. Perempuan cantik yang awalnya meremehkan. Kemudian datanglah adegan pembalasan yang membuat penonton merasa, "Nah, rasain!".
Kalau beruntung, bisa menemukan potongan video yang sudah didubbing ke bahasa Indonesia atau minimal ada teks tambahannya. 

Tapi jangan lupakan satu hal yang mungkin agak sensitif kalau dibicarakan di depan istri.
Para tokoh perempuannya umumnya cantik dan seksi. Bahkan kadang terlalu cantik untuk ukuran dunia nyata.
Bisa jadi ini salah satu alasan mengapa sebagian suami betah menonton. 😅

Bukan karena ceritanya luar biasa. Bukan pula karena kualitas sinematografinya selalu bagus. Tetapi ya... mata manusia memang punya kelemahan sendiri. Apalagi ketika disodori wajah cantik, pakaian bagus, dan kisah cinta yang dibuat sedemikian rupa. Yang mungkin gak bisa didapat dari sosok sang istri.

Saya sendiri suka menonton, tapi gak sampai keranjingan. 🤣

Kalau melihat catatan screentime di ponsel, dunia saya justru lebih banyak tersita oleh Threads. Entah kenapa, di sana saya menemukan banyak cerita tentang dunia tahun 1980-an dan 1990-an. Mainan lama, lagu lama, teknologi jadul, pengalaman sekolah, sampai kenangan masa ketika hidup belum dipenuhi notifikasi.
Selain itu ada games Plants vs Zombies 2
Permainan tua yang sederhana, tidak membutuhkan koneksi internet, dan yang paling penting tidak berpengaruh banyak kalau ditinggalkan beberapa hari.

Sementara drama China?
Biasanya saya cukup menikmati beberapa menit di Reels. Setelah penasaran dengan jalan ceritanya, saya malah berhenti menonton potongan-potongan tersebut dan mulai berburu versi lengkapnya di YouTube.
Nanti kalau sempat, baru ditonton.

Gitu sih katanya kebiasaan para suami zaman sekarang. 😅
Kalo dulu pulang kerja nyariin remote tipi.
Sekarang konek ke WiFi, buka Reels, lalu scroll sambil berharap bisa nemu -Satu episode saja. 🤣

Comments