Skip to main content

3 Faktor yang Diperhatikan dalam Menyewa Hunian sesuai Vastu Shastra

Seperti halnya ilmu Feng Shui yang memberikan pandangan-pandangan dalam proses menentukan hunian yang terbaik untuk para pencari properti, pandangan tradisional Vastu Shastra dari agama Hindu juga memberikan pemahaman-pemahaman tersendiri.

Vastu Shastra diketahui merupakan ilmu penataan ruang yang mengombinasikan kesejahteraan fisik, spiritual, dan material dalam meningkatkan energi positif dalam sebuah bangunan.

Tidak hanya dapat diaplikasikan pada saat jual beli properti, prinsip-prinsipnya juga memainkan peran yang penting saat memilih atau bermukim pada hunian sewa rumah atau apartemen.

Untuk pengalaman yang terbaik saat Anda menyewa sebuah hunian sesuai dengan pandangan Vastu Shastra, berikut adalah sejumlah faktor yang dapat Anda perhatikan

Mempertimbangkan Lingkungan Eksternal
Faktor lingkungan eksternal dinyatakan sangat penting untuk dipertimbangkan karena kondisi-kondisi diluar bisa saja merupakan alasan betah atau tidaknya Anda tinggal di hunian tersebut.

Energi baik dalam ruangan dipercaya dapat dipengaruhi oleh energi dari lingkungan luar rumah Anda. Kenyamanan dari lingkungan luar hunian merupakan kuncinya. Disini penilaian secara subjektif perihal kenyamanan tentu sangat diperlukan untuk menggambarkan lingkungan hunian yang akan Anda temu sehari-harinya. Jika Anda tinggal bersama pasangan, ada baiknya untuk menyurvei hunian tersebut bersamaan untuk mengetes kondisi perasaan dan kenyamanan saat bersama. Jangan sekali-kali memilih hunian sewa dengan lingkungan yang sejak awal Anda klaim tidak mengenakkan hati

Ada beberapa letak hunian yang dianjurkan untuk tidak dipilih sekalipun Anda merasa nyaman dengan lingkungan tersebut. Beberapa diantaranya yakni dekat menara seluler atau listrik (sutet), dekat rumah sakit, pemakaman, atau wilayah dengan kepadatan lalu lintas yang sering tersendat.

Memperbaiki Kekurangan yang Ada
Saat menyurvei ruangan, upayakan untuk bijaksana dalam melihat kekurangan dan kelebihan dari hunian sewa tersebut. Jika Anda telah nyaman dengan hunian tersebut baik dari sisi harga, lokasi, maupun bangunannya, segala kekurangan yang dimiliki sudah pasti tidak akan dihiraukan.
Namun, hirau bukan berarti mendiamkan saja kondisi ruangan. Untuk membentuk nuansa terbaik saat menghuninya, anda sudah seharusnya melakukan sejumlah perbaikan dengan norma-norma yang ditentukan oleh Vastu Shastra untuk menimbulkan energi positif. Semisal membersihkan saluran udara, memperbaharui saluran air, menyingkirkan barang-barang yang tidak berfungsi atau rusak, merapihkan dan membersihkan ruangan, memberi wewangian untuk aroma yang menyenangkan, hingga menambah aksesoris yang menyenangkan dan menenangkan.

Memperkaya Ruang dengan Warna
Warna akan menghasilkan getaran dan energi. Jika Anda diperkenankan untuk merubah warna dinding saat menyewa hunian tersebut, disarankan untuk memilih warna yang terang dan colorful dibanding warna netral abu-abu atau hitam.
Pilih juga furnitur-furnitur dengan warna alami, seperti yang terbuat dari kayu. Selain dapat masuk ke dalam pewarnaan pada dinding ruangan juga dipercaya menimbulkan energi alam ke dalam ruangan.
Jika Anda telah selesai menyewanya, baiknya untuk menanyakan kembali kepada sang pemilik sewa apakah harus di cat dengan warna semula. Jika ia, lakukanlah.

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.