Skip to main content

Ngopi dulu Gaes...

Sapa beberapa kawan di beberapa Whatsapp Grup ketika saya sudah duduk di kursi kerja, siap melahap penugasan pagi yang belum terselesaikan hingga kemarin sore. Basa basi standar dari sebagian kecil umat manusia yang menyukai sosialisasi antar kawan maupun keluarga. 

Saya biasanya menyeruput kopi pagi-pagi jelang mebanten pekideh, usai olahraga dan mandi, sebelum antar anak-anak sekolah. Sekitaran jam 5, dibawa serta diatas nampan yang sudah berisikan canang tangkih, banten nasi, rarapan dan tirta. Juga kunci motor dan mobil agar bisa sekalian memanaskan kendaraan sembari jalanlan tugas rutin setiap harinya. 

Meski tempo hari berhasil membiasakan diri dengan segelas kopi hitam pahit tanpa gula, tapi pada akhirnya balik lagi ke Tora Bika sachet yang dikemas terpisah dengan gula pasirnya. Kopinya diseduh, gulanya dikumpulin lalu diberikan pada istri untuk tambahan racikan pada masakan yang ia kerjakan. 

Sementara volume air panas yang dituangkan, biasanya gak sampe setengah dari volume gelas. 

Tapi kalopun kemudian nemu saya pas lagi ngopi lalu lihat volume kopinya lebih dari setengahnya gelas, bisa jadi itu sudah ada campuran Arak-nya. 

Yuk Ngopi Arak Gaes...


Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.