Skip to main content

Hunting Jogging Track di Kabupaten Badung

Lagi rame soal #joggingtrack nih gegara Ngong @BaleBengong 

Untuk lingkup Kab Badung, saya gak hafal ya Ngong. Tapi dari 62 Desa/Kelurahan biasanya punya satu area jogging track tengah sawah yang kadang dipakai juga sebagai akses kendaraan roda dua/shortcut. 

Di Canggu misalkan, desa mertua, ada jogging track Subak Saet kalo ndak salah namanya. Posisinya seberang Babi Guling Men Lari Padang Linjong, tembus ke banjar Babakan. Panjangnya sekitar 1.5 KM rasanya. Dulu masih sawah di kanan kiri. Sekarang dah ada resto dan sports area. 

Di Desa Tibubeneng, shortcut jalur neraka, dulu bisa dipake jogging track. Tapi seiring akses jalan yang diperlebar dan kini diaspal, jadipah shortcut jalan tembus ke Jalan Nelayan Desa Canggu dekat Deus.

Disebut jalur neraka karena banyaknya mobil nyemplung ke sawah. 

Masih di area Tibubeneng, ada beberapa ruas jalan lingkungan lainnya lagi yang bisa dijadikan jogging track, sekaligus akses kendaraan roda 2 karena semua permukaannya diPaving. 

Katakanlah dari Kolibul tembus ke jalan Canggu-Tanah Lot, atau yang tembus ke Kayu Tulang Canggu. 

Di Desa Pererenan juga banyak. Jalur shorcut tembus antar desa, namun dimanfaatkan sebagai jogging track oleh para turis wisman. Gak heran didalamnya pun berkembang resto dengan view rice field. 

Area utara macam Desa Sangeh juga ada. Lokasinya di utara hutan lindung. Bisa parkir di resto pinggir jalan, lalu masuk jogging track tengah sawah, yang cukup panjang kalo mau dijajal. Kalo capek, bisa melipir ke jalan aspal terdekat balik ke resto. 

Di Desa Penarungan, Desa Sedang, Gerih Desa Abiansemal juga ada. 

Termasuk kantor Pemerintahan Kabupaten Badung juga kerap dijajal jogging sabtu minggu pagi dan setiap sore oleh masyarakat. Kelilingnya sekitar 5 KM sampai di Balai Budaya. 

Era buduh mejalan tahun 2017-18, rata-rata pernah menjajal jogging track baik Denpasar maupun Badung. Termasuk Lapangan dan jalanan. dengan target harian waktu itu 10KM sehari, ya bisa ditebak berapa kali bolakbalik di tiap venuenya. 

Panjang tiap jogging track rata-rata minimal 1 KM tiap Desa. Dibuat ada yang pake dana Desa APBDes, ada juga yang menggunakan APBD. Biasanya selain difungsikan sebagai sarana olahraga, jalur shortcut, ada juga yang dijadikan tempat wisata desa setempat. 

Dan kalau mau jogging santai  sebenarnya gak melulu bisa ngandelin jogging track tengah sawah. Bisa juga ambil opsi area Perumahan yang luasannya menengah, jalanan sepi macam di Serangan, kantor Puspem Badung sore hari, atau jalan LC macam Gatsu. 

Ini share pengalaman aja...

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.