Skip to main content

Berburu #HPjadul jelang Pensiun

Masuk era pensiun berburu #HPjadul saya malah menemukan beberapa seri ponsel yang dulu jadi idaman banget buat dimiliki. Meski kondisinya ada yang gak sesuai harapan. 

Handspring Treo 180. Ini dapetnya masih di area Denpasar, akhir tahun 2022 lalu. Sebuah PDA berbasis Palm yang bisa difungsikan sebagai perangkat ponsel menggunakan handsfree tambahan laiknya ponsel era jaman dulu. Fungsinya nyala normal, cuma patah pada bagian engsel cover depannya. 

Vertu dan LV phone. Seri Fashion era jadul ini bisa dikatakan berat banget untuk sebuah ponsel dijamannya. Kabarnya karena menggunakan material logam dan dikerjakan secara khusus, membuat seri ini dijual teramat mahal saat itu. Vertu sendiri kalau tidak salah merupakan s1eri ponsel premiumnya Nokia dengan basis OS Symbian S40. 

Motorola Dynatac. Kalau tidak salah perangkat ini masuk golongan telepon genggam seri awal yang bentukannya beneran besar saat digenggam, dan berat. Gak bisa masuk kantong rasanya. Tapi kalo buat pamer dijalanan, pas banget buat narik perhatian orang. Garang...

Perangkat barcode scanner. Ini bukan golongan ponsel sebenarnya, tapi bisa difungsikan untuk itu. Bentukannya besar dan berat, namun sudah mengadopsi layar sentuh. OSnya ada yang masih menggunakan Windows Mobile, dan ada juga yang sudah pake Android 5.0. Bisa difungsikan secara normal. Biasanya saya manfaatkan untuk menyimpan film, eBook atau musik mp3. 

Terakhir ada Nokia series yang jadi idaman di masa lalu. Yang ini, kalian pasti tahu lah seri apa aja. 

#HPjadul 

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.