Hari Pertama Rakor LPSE Nasional

3

Category : tentang iLMu tamBahan

Tampaknya saya mulai terbiasa dengan kegiatan baru seperti ini. Bangun di pagi buta, menyiapkan diri dan memasukkan beberapa perlengkapan kedalam tas kecil yang sedari kemarin malam sudah disiapkan oleh Istri dan berangkat menuju tempat tinggal seorang atasan untuk segera menuju airport Bandara Ngurah Rai.

Ini adalah kali kedua saya diberi kesempatan untuk dinas keluar daerah bersama rekan-rekan dari Pembangunan, jika yang pertama lalu dalam rangka Pendidikan LPSE kali ini untuk mengikuti Rapat Koordinasi LPSE Nasional sekaligus pengenalan InaProc serta mempersiapkan langkah selanjutnya bagi Pemerintah Daerah. Sedianya kami akan berada di Jakarta selama dua hari saja sesuai jadwal yang diberikan dan segera kembali begitu selesai kegiatan.

Rapat Koordinasi LPSE Nasional ke-4 (empat) yang diselenggarakan oleh LKPP ini dilaksanakan di Hotel Mercure Convention Centre Jakarta Utara, sebuah hotel yang letaknya dipinggir pantai Taman Impian Jaya Ancol. Bersyukur kali ini kami menginap ditempat yang sama sehingga tidak akan ada waktu yang terbuang akibat terjebak kemacetan Kota Jakarta untuk mengakses lokasi Rakor. Hanya beda lantai.

Peserta Rapat Koordinasi LPSE Nasional diikuti oleh seluruh lembaga LPSE yang ada di Indonesia, ditambah yang masih dalam tahap penjajagan hingga yang sama sekali belum pernah menyentuh sistem pengadaan barang dan jasa secara online ini. Maka bisa ditebak bahwa ini adalah ajang untuk saling berbagi rasa, berbagi pengalaman antara daerah atau provinsi satu dengan lainnya, demi mencapai satu harapan mulia di tahun mendatang.

Seperti halnya saat Pendidikan LPSE beberapa waktu lalu kami kemudian dibagi perkelas sesuai peran yang kami emban masing-masing, untuk diberikan pembekalan materi dan workshop, demikian pula adanya dengan Rakor LPSE ini. Masing-masing akan dibebankan satu tanggung jawab pasca pemaparan umum yang dilakukan pada hari pertama, yaitu E-Audit untuk peran Trainer, Kemitraan untuk peran Koordinator dan Inaproc untuk peran Administrator. Tiga peran inilah yang diundang kali ini untuk hadir dan ikut serta dalam setiap sesi yang telah dijadwalkan.

Jalan kami masih panjang, demikian hal yang terlintas dibenak saya sedari pagi tadi. Masih banyak hal yang harus dilakukan dalam mempersiapkan LPSE yang solid, entah itu terkait infrastruktur, anggaran yang akan digunakan, regulasi atau dasar hukum hingga personil yang nantinya akan berperan penuh sebagai relawan dimasa awal pembentukan LPSE. Kendati demikian, ini adalah tugas mulia yang wajib saya emban dan sudah sepantasnyalah saya memberikan hasil yang terbaik nantinya minimal ketika kami kembali ke daerah.

Satu hal yang tidak disangka adalah disini kami bersua orang-orang yang rupanya memiliki kedekatan satu sama lain, entah itu kedekatan lantaran pernah pendidikan LPSE bareng beberapa waktu lalu, sama-sama menempuh studi pasca sarjana hingga yang rupanya masih teman sekolah SMA hingga yang ada hubungan saudara. Wah, jadi rame deh pembicaraannya pasca Rakor.

Untuk saat ini tidak banyak yang bisa saya ceritakan, karena secara garis besar sebelumnya sudah pernah saya ungkapkan dalam satu tulisan khusus mengenai LPSE. Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik. Mungkin nanti, sepulang saya dari sini…

Merekam Budaya lewat Teknologi

3

Category : tentang InSPiRasi

Hari Raya Nyepi baru saja usai. Dari sekian banyak proses menuju hari yang disucikan oleh Umat Hindu tersebut, beberapa diantaranya bisa jadi sangat dinanti oleh sebagian masyarakat. Entah itu berkaitan dengan kelangsungan upacara, keramaian hingga estetis budaya dan pernak perniknya.

Ada untungnya juga bahwa kini adalah masa berkembangnya Teknologi. Satu keuntungan dimana umat manusia dipermudah aksesbilitasnya terhadap segala bentuk aspek kehidupan yang diharapkannya. Orang tak lagi harus berada dilokasi kejadian karena sudah sedemikian banyak orang lain yang berusaha mengabadikan setiap momen tertentu dalam bentuk gambar bergerak ataupun diam.

Jejaring sosial menjadi ajang bertemunya semua kepentingan. Dari yang sekedar ingin tahu, keinginan untuk eksis dan mencoba menampilkan ketrampilan yang dimiliki agar diketahui banyak orang. FaceBook merupakan salah satu yang paling dinanti.

Berkawan dengan orang-orang yang memiliki ketrampilan khusus dalam kemampuannya dalam mengabadikan setiap momen tertentu dalam bentuk gambar bergerak ataupun diam adalah Anugerah bagi mereka yang memiliki keterbatasan biaya, keterbatasan waktu atau keterbatasan sarana untuk kemudian ikut memiliki rekaman budaya yang diharapkan hanya untuk koleksi pribadi.

Maka lewat BLoG ini saya berterima kasih kepada Saudara/i Ian SumatikaAdi SuryanegaraVira YunitaAtma Maya,Wayan Adi Sudiatmika dan Wayan Eka Dirgantara yang telah dengan setia mengabadikan setiap momen budaya yang terjadi selama kurun waktu Tahun Baru Caka 1932 kemarin. Sungguh beruntung Bali memiliki orang-orang yang bertalenta.

Salam dari Pusat Kota Denpasar

Mari Belajar dari Ibnu Rachal Farhansyah dan Evan Brimob

12

Category : tentang Opini

Sempat kaget membaca perkembangan kasus ‘update status’ yang dilakukan seorang pemuda tanggung Ibnu Rachal Farhansyah saat Hari Raya Nyepi waktu lalu, rupanya sudah mulai masuk ke ranah hukum. Adapun FKUB bersama Kanwil Agama Provinsi Bali, MUI, Walubi dan Parisadha Hindu meminta agar kasus ini diproses secara hukum (DetikNews 24/3).

Ibnu bukanlah orang pertama yang berkasus saat melakukan ‘update status’ di salah satu jejaring sosial FaceBook, sebelumnya ada Evan Brimob yang beken saat pertarungan Cicak vs Buaya. Ungkapan ‘polri tidak membutuhkan masyarakat’ termasuk menuai banyak kecaman dari berbagai kalangan seperti halnya ungkapan ala Ibnu ‘Nyepi sepi sehari kaya’tai’.

Saya pribadi tidak menyalahkan mereka berperilaku seperti itu. Secara usia bisa dikatakan masih tergolong labil dalam berpikir, bersikap dan berkata-kata. Tidak hanya berperilaku didunia maya, bahkan nyatapun banyak. Darah muda sangat menggelegak. Seperti petasan atau bisa jadi bom… disulut sedikit, langsung meledak. Saya bisa berpendapat demikian, karena sayapun pernah mengalaminya.

Bijak dalam berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain apalagi di dunia maya. Dunia yang barangkali kini sudah ada peraturannya. Tetap menjaga sopan santun dan toleransi pada sesama barangkali perlu dikedepankan kembali dalam setiap situasi. Sayangnya kini sudah jarang terdengar.

Tidak ada salahnya kita belajar bercermin pada apa yang sudah terjadi disekeliling kita. Ibnu Rachal Farhansyah dan Evan Brimob hanyalah segelintir orang yang kelihatannya tidak peduli dengan semua itu. Jangan sampai kita menjadi bagian dari mereka.

Menghormati orang lain adalah hal mutlak, sekalipun kita berada pada situasi dan kondisi yang tidak mengenakkan. Ingatlah bahwa apapun yang kita ungkapkan didunia maya mampu menjadi bumerang ketika kelengahan itu datang. Berusaha secara sadar menjaga diri sendiri dan menjaga orang lain.

Hunting Lokasi Reuni : Restaurant Canang Sari

5

Category : tentang KuLiah

Kurang lebih seminggu lagi, apa yang telah kami rintis bersama sedari awal tahun akan segera terwujud. Reuni Alumni SMAN 6 Denpasar Angkatan 1992. Rasanya sudah tidak sabar lagi…

Bukan, bukan lantaran ada cita-cita untuk meretas CLBK masa SMA seperti yang terlihat mulai menjangkiti beberapa pasangan yang dahulu mengalami masa-masa tersebut. Bagi saya, tidak mungkin malah. Apa daya, masa SMA bukanlah masa pacaran bagi saya. Tak memiliki pesona luar dalam kata teman-teman saya. Hahaha…

Sekedar mengingatkan saja bahwa lokasi reuni yang nantinya akan digunakan adalah Restaurant Canang Sari, yang berada diseputaran Sanur, dekat sekolah almamater kok. Tepatnya di jalan by pass, sebelah utara Mc.Donalds. sejauh yang saya ukur dari GooGLe Earth, hanya sekitar 1,5 KM dari sekolah dengan mengambil arah keselatan.

Bagi yang memiliki akun FaceBook, jejaring sosial yang selama ini kami gunakan untuk berkoordinasi antar Panitia dan berbagi kenangan, dapat mengakses Foto yang telah saya upload beberapa waktu lalu. Alamatnya disini. Sedangkan bagi yang belum memiliki namun beruntung masih terkoneksi dengan internet, dapat mengakses lokasi disini. Lokasi tersebut saya ambil dari Wikimapia yang juga menyediakan gambaran foto udara yang dapat dimanfaatkan oleh mereka yang tidak memiliki aplikasi GooGLe Earth. Alamatnya disini. Informasi tambahannya untuk kedua gambar tersebut adalah arah Utara berada pada sisi atas.

Sebagai gambaran tambahan terutama bagi Rekan-rekan yang masih kebingungan dalam mencari lokasi nantinya, bisa langsung menuju lokasi Mc.Donalds Sanur, yang berada di perempatan jalan bypass dan jalan menuju Pantai Sindhu. Ketika keluar dari area parkir, pengendara akan dihadapkan pada traffic light (lampu merah). Langkah selanjutnya adalah mengambil jalur belok kanan, menyusuri jalan besar bypass. Tidak usah ngebut, pelan-pelan saja pada lajur kiri. Kurang lebih 200-an meter dari perempatan traffic light tadi, perhatikan sisi kiri jalan akan melalui beberapa area tak terurus yang dahulunya kalo gak salah merupakan minimarket Sarinah. Petunjuk menuju Restaurant Canang Sari akan terlihat dengan jelas oleh pengendara.

Secara gamblang, jalan masuk menuju Restaurant memang tergolong kecil, tapi kalo gak salah ukur, cukup untuk dilalui oleh sebuah bus pariwisata atau dua kendaraan minibus untuk berpapasan. Setelah melewati jalan masuk sepanjang + 50 meter ini, pengendara akan dihadapkan pada area parkir yang cukup luas. Jadi bagi Rekan-rekan yang beruntung dan mampu memiliki kendaraan roda empat hingga enam, jangan terlalu khawatir dengan tempat parkir nantinya. Hehehe…

foto by Budi Buwono

Foto orig by Budi Buwono

Saat Rapat ke-Empat atau yang terakhir dilakukan, kebetulan kami melakukannya di Restaurant Canang Sari juga. Tempat ini tergolong cukup luas untuk menampung Rekan-rekan nantinya ditambah sejumlah undangan. Terdapat stage disisi selatan, tepatnya disebelah pintu masuk, yang nantinya akan digunakan sebagai ajang pembantaian eh maaf… ajang perploncoan maksud saya. Terutama bagi mereka yang punya kebiasaan demam panggung, berkeringat ketika ditunjuk maju kedepan. Seperti saya. 🙂

Seumpamapun masih kebingungan nantinya, silahkan kontak saya ketika sudah berada di dekat-dekat lokasi. Minimal di seputaran sekolah almamater. Hubungi 0361 8529300, kalopun gak diangkat berarti sedang tidur. :p

Menuju ManguPura Meninggalkan Beliton 1

5

Category : tentang PeKerJaan

Tiga orang pemuda tanggung tampak berjalan mengikuti seorang Bapak tua dengan memanggul sejumlah peralatan dan patok kayu menyusuri pematang sawah, siang pertengahan tahun 2005. Bentangan hijaunya lahan yang menemani hari demi hari beberapa saat sebelum pematangan lahan dilaksanakan perlahan mulai berkurang. Lelahnya begitu terasa hingga hari ini.

Jauh lebih awal dari perkiraan saya sebelumnya, pertengahan bulan Maret 2010 kabar itu datang. Seluruh pegawai di lingkungan Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemerintah Daerah Kabupaten Badung agar segera berbenah dan pindah ke gedung baru, kantor baru yang berlokasi di Mangupura, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung Kecamatan Mengwi. Bersama sejumlah Dinas dan Badan diharapkan sudah siap beraktifitas sebelum akhir bulan ini, dimana akan dilaksanakan upacara mecaru dan melaspas.

Lima tahun. Lahan ini sudah jauh banyak berubah. Tidak ada lagi pematang sawah yang siap mengotori sepatu dan menggelincirkan badan besar ini kedalam lumpur. Gubuk teduh ditengah sawah yang dahulu roboh ketika didudukipun telah berubah menjadi hamparan paving. Tidak ada hamparan rumput liar yang mengelilingi pelinggih kecil dengan nuansa yang lumayan membuat bulu kuduk merinding. Patok-patok kayu yang dahulu kami tanamkanpun kini telah ditumbuhi gedung megah.

Kepindahan kami menuju kantor baru membuat suasana hati saya secara pribadi dipenuhi rasa kangen dan melankolis. Disinilah saya memulai semuanya. Pekerjaan, karir, teman hingga cinta saya dapatkan semuanya disini. Satu persatu ruangan saya kunjungi kembali. Beberapa malah kerap saya datangi hanya untuk memandang wajah yang kini telah menghiasi hari-hari indah. Banyak perubahan yang saya alami disini, emosi yang tumpah, tawa yang lantang dan kedewasaan hubungan pertemanan.

Lantai tiga, ruangan yang besar dan pemandangan yang dahulu tidak pernah saya bayangkan merupakan wajah yang kini mulai kami jalani.

Rasanya baru kemarin kami bersendagurau ditengah hamparan sawah kawasan ini. Rasanya baru kemarin ditengah kenekatan saya menelusuri patok kayu hingga ke batas barat dan utara, mengalami banyak hal baru yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Rasanya baru kemarin kami dipaksa menikmati panasnya matahari lantaran tidak banyak tempat teduh yang kami jumpai disini.

Kawasan ManguPura Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung… kami kembali.

4 TIPS Aman Internet-an melalui WarNET

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Berselancar (baca: browsing) di internet atau dunia maya itu mengasyikkan, bikin lupa waktu, bisa juga lupa dengan pekerjaan yang mustinya selesai lebih awal. Hehehe… Salah satu alternatif yang menjurus ke arah mengasyikkan ini adalah berselancar melalui warnet apalagi kalo kebetulan ketemu yang berkecepatan tinggi dan ada nilai plus plus-nya. Huahaha… Ini semua pengalaman pribadi aja loh.

Cerita mengasyikkan internetan di warnet ini baru bakalan berubah menjadi mengkhawatirkan ketika kita mulai menggunakannya untuk mengakses hal-hal yang bersifat pribadi. Email, akun blog atau bahkan akun jejaring sosial seperti FaceBook. Saya katakan mengkhawatirkan karena aktifitas tersebut sangat rentan dengan penyalahgunaan, apalagi bagi mereka yang awam soal teknologi internet.

Seorang kakak sepupu selasa malam kemarin mengeluhkan tentang akun FaceBooknya yang dibobol orang. Terakhir kali ia online dilakukan melalui salah satu warnet diseputaran kota Denpasar ini. Bobolnya akun FaceBook ke tangan orang lain bisa jadi berbahaya apabila yang bersangkutan mengobrak abrik isian data pribadi hingga fitur ‘Update Status yang menjadi ciri khas salah satu jejaring sosial paling Trend di negeri ini. Maka jadilah Ketut Cahyana (nama sepupu saya) kebingungan saat ‘Status yang terupdate terakhir dianggap sangat melecehkan dan menghina banyak orang. Salah satu efek yang paling kentara adalah banyak Rekan yang langsung memutuskan hubungan pertemanan tanpa mengklarifikasi ‘Status tersebut.

Demikian pula halnya dengan seorang sobat barusan melalui FaceBook, mengeluhkan tentang akun Yahoo Messenger-nya yang di-isengin orang. Dari keterangan Budi Buwono (nama rekan saya tersebut), aktifitas nge-net dan YM-an ini biasanya dilakukan di warnet. Ternyata saat akun tersebut di-hack, banyak tulisan aneh-aneh yang dilontarkan. Hal ini tak pelak membuat rekan-rekan baiknya kini malah ngomel yang jelas saja tak ia mengerti.

Aman dan Nyaman berinternet adalah satu hal mutlak yang wajib dijaga jika ingin terhindar dari banyak hal yang siap menghadang ketika kita lengah. UU ITE adalah salah satunya. Sayangnya hal ini luput dari perhatian sebagian besar pengguna internet yang saya yakin rata-rata masih awam dengan teknologinya.

LOG OUT bisa jadi pilihan pertama ketika aktifitas yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat pribadi selesai dilakukan. Cara yang Kedua adalah mengganti password secara berkala. Lakukan dengan kombinasi angka dan huruf yang mudah diingat. Sebisa mungkin lakukan pencatatan, disamarkan dalam kontak ponsel misalnya untuk mencegah lupa ingatan. Eh maaf, maksud saya ingatan yang mudah lupa. Hehehe…

Ketiga, apabila aktifitas internetan dilakukan di Warnet, setelah keluar dari akun pribadi tersebut, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah me-restart ulang pc yang digunakan, baru kemudian memutuskan untuk keluar dari warnet. Ini saya sarankan lantaran dari beberapa warnet yang pernah saya coba, sudah mengadopsi aplikasi Deep Freeze yang memiliki kemampuan mengembalikan sistem operasi ke titik nol (kondisi dimana pc siap digunakan oleh setiap pengguna warnet) saat pc melakukan aktifitas restart. Untuk meyakinkan bahwa pc yang akan digunakan sudah mengadopsi aplikasi tersebut adalah membuat dan menyimpan sebuah file di dalam folder My Documents atau Drive C dan bukan pada Shared Documents, kemudian lakukan aktifitas restart. Apabila file yang sudah dibuat dan disimpan tadi hilang, bisa dipastikan pc yang akan digunakan sudah siap dengan aplikasi Deep Freeze tadi.

Sebaliknya ketika file tersebut masih ada, maka saya sarankan langkah Keempat yaitu menghapus secara manual file cache, cookies, temporary internet files dan username serta password melalui fitur Internet Options (yang ada dalam setiap pc) dan Private Data yang biasanya dimiliki oleh masing-masing Web Browser. Sekedar informasi, yang termasuk dalam kategori Web Browser ini seperti Internet Explorer, Mozilla Firefox, Opera, Safari dan Google Chrome.

Fitur Internet Options diatas dapat diakses melalui tombol Start/Setting/Control Panel/Internet Options. Pada sistem operasi Windows XP, opsi yang wajib dibersihkan berada pada tab General/Delete Temporary Files dan Content/Auto Complete/Clear Form dan Clear Password. Pada Windows Vista, langkah tersebut bisa ditemukan pada tab General/Delete. Langkah ini sebenarnya cukup ampuh dilakukan, namun sayangnya ada beberapa Web Browser yang rupanya memiliki fitur penyimpanan Private Data secara masing-masing.

Untuk melakukan pembersihan pada Fitur Private Data yang dimiliki oleh masing-masing Web Browser, berikut saya paparkan caranya :

  • Mozilla FireFox : Tools/Clear Private Data atau Tools/Options/Privacy, pilih Show Cookies/Remove All Cookies dan klik pada tombol Clear Now pada bagian Private Data
  • Opera : Setting/Delete Private Data atau Setting/Preference/Advanced/Cookies/Delete new Cookies when exiting Opera
  • Google Chrome : Setting/Clear Browsing Data atau Setting/Options/Under The Hood/Show Cookies/Remove All

Semua Tips diatas saya akui memang sangat sulit diketahui, dipahami atau dilakukan oleh orang awam. Namun ketika hal ini terus menerus dilakukan, saya yakin apapun itu caranya ya bakalan terbiasa. Kalau memang tujuan yang terpenting adalah Keamanan dan Kenyamanan saat berinternet apalagi ketika aktifitas dilakukan di Warnet yang notabene merupakan fasilitas publik, saya rasa tidak ada salahnya untuk dicoba.

Ya, semoga saja berguna. Salam dari Pusat Kota Denpasar.