Sebentar lagi…

Category : tentang Buah Hati

Minggu 30 Desember seperti terlewati begitu saja tanpa sempat main ke pertemuan kecil yang diadakan BBC tuk membicarakan rencana Kopdar 19 Januari nanti. Semoga saja diundur.

4 hari Makan Gratispun harus direvisi jadi 3 hari, lantaran di hari ke-3 tanggal 24 Desember lalu gak punya kesempatan dateng ke acarane Pak Bambang rekan kuliah di Pasca sekaligus seorang dosen Teknik Sipil Udayana.

Hampir semua rencana yang buyar lebih-lebih disebabkan oleh rutinitas mejemuh di jalan raya dan selama 2 hari terakhir dipaksa berubah jadwal untuk begadang di lokasi yang sama, gara-gara hujan disiang hari dan cerah dimalam hari.
Akhirnya diputuskan untuk menggeser jam kerja.
Tapi syukurlah sudah bisa diselesaikan per 30 Des malam.
Ini juga jadi alasan utama gak bisa dateng di Cafe apaan gitu namanya.

Jadi, Selamat Tahun Baru saja bagi mereka yang sempat merayakannya dan menikmati detik demi detik tanpa terbebani oleh tugas dan pekerjaan kantor.

Selamat Tahun Baru juga kepada para B(e)logger Bali yang tahun 2007 ini sudah membuat sejarah kecil membentuk BBC yang sayangnya gak bisa hadir pula lantaran saat yang sama adalah jadwal pertama ngaspal (trial) jalan menuju Pantai Berawa.

Selamat Tahun Baru juga bagi semua orang, semoga banjir serta angin ngelinus yang mewarnai akhir tahun ini dapat mengintrospeksi diri agar tak lagi menghancurkan alam baik dengan penebangan hutan, pengerukan tanah yang mengakibatkan terciptanya tebing curam dan longsor ato malah emisi yang makin tinggi.

Selamat Tahun Baru terakhir kuucapkan untuk segenap keluargaku yang berada ditanah kelahiran Jalan Nangka Banjar Tainsiat serta keluarga di Babakan Canggu dan tentunya untuk seorang Istri yang seminggu terakhir ini pula mungkin merasa keberadaannya dikalahkan oleh tugas kuliah yang bertumpuk ato tugas kantor sehingga lebih sering ditinggal-tinggal ‘maafin kakak ya Le’ beserta calon adik baru yang masih berusia 6 bulan kandungan ‘Sabar ya, sebentar lagi upacara megedong-gedongan Dik’ semoga semua bisa dalam keadaan sehat dan selamat hingga akhir kehidupan nanti.
Tak lupa untuk semua sodara yang berada diluar Bali ato luar Negeri sana, semoga pulang kita bisa ketemu lagi di tahun ini.

Sekali lagi Selamat Tahun Baru kepada semua orang semoga Tahun ini bisa dilewati dengan baik, dan hikmah yang kan terbawa hingga sepanjang hidup dapat memberi arti serta bekal di tahun depan.
Semoga.

Posting di Akhir Tahun

Category : tentang KHayaLan

Aaahh… sehari lagi sudah pergantian tahun.
Bener-bener gak terasa udah setahun dilewati.
Mungkin karena seminggu terakhir hari-hari dipenuhi tugas dan beban di lapangan, membuat kegiatan nge-blog sempat tersendat hingga akhir tahun tiba.
Hingga hari ini ada beberapa posting seperti Suplemen Hidup, Angan, Teknologi, hingga mungkin terakhir 4 hari Makan Gratis gak terselesaikan dengan baik, dan mungkin akan dilanjutkan di Tahun depan.
Ah, kasian banget deh. Tapi hari ini nge-Blogpun sedikit dipaksakan di pagi hari, mana bangun kesiangan pula dan anggaplah sebagai balas dendam selama semingguan ini yang lumayan membuat ngantuk dipagi hari, lantaran tidur paling gak baru jam 2 dini hari bisa dilaksanakan.
Tugas demi tugas bisa diselesaikan dan berharap yang tersisa 2 lagi bisa diselesaikan secepatnya tanpa membebani hari-hari awal Tahun Baru lagi.

Akhir Liburan seorang PNS : Ngorok

Category : tentang HoBBy PLeSiran

Tiga hari teakhir ada senandung baru yang dilafalkan setiap malam dan siang saat mata terpejam dan sempat membuat mangkel sang Istri yang terpikirkan untuk menjahit mulut dengan jarum dan benang milik Ibu. Hehehe… Ngorok, kata sebagian pakar sih akibat dari penyumbatan saluran pernafasan yang bla bla bla dan seterusnya namun lebih banyak disebabkan oleh faktor overweight. Nah lo.

Kegemukan yang melanda perut menjadi ndut bisa jadi salah satu pengaruh terbesar sehingga memberikan peluang besar bagi OSAS (obstruktif sleep apaan gitu) menjangkiti tubuh dan pikiran yang berfek pada banyak hal negatif. Diantaranya ya ngorok.

Ngorok katanya kalo sebatas lantaran overweight ya diatasi cukup dengan diet.
Ato kalo mau yang simpel ya tidur miring kesatu sisi dan menghindari tidur telentang.
Ah, alamat istri gak bakalan ngelirik. Hehehe…

Tapi suasana angin ngelinus belakangan ini ditambah nuansa dingin setiap hari, agaknya memang mendukung alternatif kedua tadi untuk tidur miring sambil menarik selimut setinggi leher dan berusaha tidak merubah posisi hingga pagi.

Hasilnya ?
Mak Nyusss…
Kata Istri sih gak ada tuh lantunan orok eh ngorok yang sempat bikin jengkel dia.
Dan acara tidur miring serta nyingkrung dengan selimutpun berlanjut hingga waktu menunjukkan jam 6 lebih.

Wah, kesiangan ne !