Skip to main content

Tips Setup Perangkat Pintar untuk Anak

Memberikan bekal perangkat ponsel pintar ataupun yang berukuran besar laiknya tabletpc pada anak-anak agaknya sudah mulai lumrah dilakukan. Meski sebagian orang tua menyampaikan alasan demi masa depan dan pengetahuan mereka di jaman teknologi informasi ini, namun ada juga yang menganggap bahwa upaya ini adalah usaha meninabobokan anak agar tak mengganggu aktifitas orang tuanya. Mana yang benar, saya yakin kalian sebagai orang tua yang sebaya dengan saya pasti lebih tahu. He…

Jika melihat dari sistem operasi yang disematkan pada perangkat diatas secara, sepengetahuan saya hanya ada dua jaman sekarang ini. Android dan iOS.
Android yang dikembangkan oleh Google bisa ditemukan dalam beragam merek, spek dan besaran layar. Sedang iOS besutan Apple hadir dalam jumlah terbatas. iPad untuk ukuran tablet dan iPhone untuk ukuran ponsel.
Ada sih sistem operasi satu lawas yang mencoba peruntungan di pangsa mobile, namun kelihatannya belum begitu digemari, utamanya di kalangan anak-anak. Yup. Windows.

Tapi terlepas dari apapun itu perangkat yang dibekali, ada satu benang merah yang saya yakini menjadi penghubung atau kesamaan pola dalam melakukan aktifitas didalamnya.
Alamat Email.

Alamat email atau selanjutnya kita sebut saja dengan email, merupakan syarat mutlak untuk bisa menggunakan semua perangkat diatas. Minimal untuk bisa masuk kedalam pasar aplikasi secara resmi atau menyimpan semua history dan data selama kita berinteraksi dengan perangkat tersebut.
Untuk membuatnya gampang saja. Gunakan alamat email yang mudah diingat, dan percobaan password tanggal lahir. Sesederhana itu. Toh ini hanya untuk kepentingan perangkat yang nantinya akan digunakan lebih banyak untuk bermain dan belajar.

Langkah kedua, Pengaturan.
Mengingat secara fungsinya, pengaturan lebih lanjut bisa ditujukan kepada operasional mencakup layar, suara, daya tahan batere ataupun aplikasi yang dijalankan atau tidak. Pada dasarnya ya menyederhanakan kinerja perangkat agar tak banyak mengganggu aktifitas sang anak.
Kalau perlu, terkait Notifikasi aplikasi yang barangkali dianggap mengganggu.

Ketiga, suntikan Aplikasi tambahan.
Berhubung yang menggunakan lebih banyak anak-anak, perangkat bisa disuntikkan aplikasi utility yang mampu memblokir konten terlarang atau melaporkan aktifitas sang anak kepada orang tua, atau launcher user interface layar depan yang tidak memungkinkan anak untuk menghapus aplikasi secara tak sengaja. Semacam Lock Layar dalam posisi standby.

Langkah terakhir ya pengisian konten. Apakah berupa permainan yang nantinya akan mengedukasi si anak, belajar memahami pola dan alur, atau hiburan lainnya seperti video musikal ataupun filem keluarga masa kini. Bisa juga tivi series macamnya Marsha dan sejenisnya, ditambah motivasi psikologis untuk menambah semangat mereka.
Orang tua tentu lebih paham kebituhan anak mereka.

Berkaitan yang terakhir diatas, tentu dibutuhkan storage tambahan agar tak membebani kinerja perangkat akan kebutuhan ruang pada storage atau penyimpanan internal. Ukuran 32 atau 64 GB akan memberikan keleluasaan lebih untuk menyimpan dan memutar konten dengan beragam variannya.

Kira-kira begitu Tips hari ini dari saya.

Comments

Popular posts from this blog

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Akhirnya Migrasi Jua, Pulang ke Kampung Blogspot

Gak terasa yang namanya aktifitas menulisi Blog sudah sampai di tahun ke 17. Termasuk ukuran blogger senior kalau kata teman, padahal kalau dilihat dari sisi kualitas tetap saja masuk kelompok junior. Belum pernah menghasilkan tulisan yang keren sejauh ini. Blog bagi saya sudah jadi semacam wadah untuk coli. Ups Maaf kalo mencomot istilah gak baik. Tapi ini seriusan, karena memang digunakan untuk melanjutkan halusinasi tanpa perlu berpikir akan ada yang berkunjung, membaca atau tidak. Setidaknya berguna untuk menjaga pikiran-pikiran negatif agar tidak menjalar keluar mengganggu orang lain, atau melepas lelah dan keluh kesah harian akan segala tekanan bathin di keluarga, kantor maupun sosial masyarakat. Jadi maklumi saja kalau isi blognya gak sesuai ekspektasi kalian. Meski sudah menulis selama 17 tahun, namun laman Blog www.pandebaik.com ini kalau ndak salah baru lahir sekitar tahun 2008. Segera setelah bermasalah dengan media mainstream yang berbarengan dengan tutupnya penyedia hos

Kendala yang ditemui saat Migrasi Blog

Keputusan untuk Migrasi alias pulang kampung ke halaman Blogspot, sebetulnya merupakan satu keputusan yang berat mengingat WordPress sudah jadi pijakan yang mapan untuk ukuran blog yang berusia 17 tahun. Tapi mengingat pemahaman dan kemampuan pribadi akan pengelolaan blog dengan hosting yang teramat minim, sekian kali ditumbangkan oleh script, malware dan lainnya, rasanya malu juga kalau terus-terusan merepotkan orang hanya untuk sebuah blog pribadi yang gak mendatangkan materi apa-apa. Ini diambil, pasca berdiskusi panjang dengan 2-3 rekan yang paham soal proses Migrasi dan apa sisi positif di balik itu semua. Namun demikian, rupanya proses Migrasi yang tempo hari saya coba lakukan dengan hati-hati, tidak semulus harapan atau keinginan yang dibayangkan. Ada beberapa kendala didalamnya yang mana memberikan efek cukup fatal dalam pengarsipan cerita atau postingan blog sebelumnya. Yuk disimak apa saja. 1. Pengurangan jumlah postingan Blog yang cukup signifikan. Postingan Blog www.p