Skip to main content

Selamat Hari Blogger Nasional

Hari gini masih nge-Blog ?
Ahahahaha… Ya gitu deh.

Ceritanya sih, saya masih tetap berusaha eksis ditengah kegalauan berSosial Media, yang makin kesini kelihatannya makin menggerus waktu luang buat nulisin draft blog.
Tapi bersyukur bahwa yang namanya stamina update, sejauh ini masih ada meski hanya dua tiga hari sekali. Setidaknya masih lah juari untuk menyandang profesi sampingan sebagai seorang Blogger.

img_20161027_194145

dan di Hari Blogger Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober, hari ini, kalo boleh sedikit pamer, merupakan tahun kesepuluh saya aktif menulis dan menghasilkan sekitar 2.600 postingan dengan topik campur aduk.

Dengan banyaknya jumlah postingan yang ada, menyebabkan tidak semua tulisan yang pernah dilahirkan bisa dibagi atau dibaca netizen dunia maya, utamanya tulisan-tulisan lama yang seandainyapun diperkenalkan kembali menggunakan plugins Tweet Old Post, rasanya kurang pas saat dibaca ulang.
Misalkan ya tulisan yang berkaitan dengan Koprol, FourSquare dan perburuan Badges, juga review ponsel lawas macam BlackBerry, Nokia hingga Samsung Android rilis awal.

Inilah salah satu kelemahan menulisi Blog yang mengambil topik campur aduk.
Beda dengan Blog yang mengambil tema khusus berkaitan dengan perilaku atau pola hidup macam BlogDokter. Dimana ketika tulisan lama dibagikan kembali menggunakan plugins tersebut, rasanya masih jauh lebih bermanfaat bagi sebagian orang.

Ohya, masih berkaitan dengan upaya memperkenalkan kembali postingan atau tulisan lama saya di akun sosial media, saya banyak dibantu oleh Selebtwit atau Selebblog Dokter Cock pengelola akun sekaligus halaman blogdokter, yang pula ikut serta membagikannya melalui akun pribadi yang bersangkutan. Entah kapan bisa membalas budi baik Beliau.

Pun tahun ini jadi satu upaya saya mencoba kembali menjadi kontributor halaman BaleBengong yang sudah sekian lama saya tinggalkan. Cuma entah apakah draft tulisan yang dikirim nanti bakalan bisa lolos sensor para tetua lantaran kontributor yang aktif saat ini, secara kualitas berada jauh diatas. Agak kagok juga sih.

Terakhir, ya Selamat deh untuk semua kawan Blogger yang saya kenal maupun yang masih sama tetap berupaya eksis, semoga dengan momentum Hari Blogger Nasional ini bisa mengembalikan semangat menulisi Blog dengan kualitas yang lebih baik lagi kedepannya.

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.