Skip to main content

Posts

Aktifkan GPRS ponsel-mu

Yang namanya Internet setahun belakangan ini agaknya sudah mulai jadi topik yang lumrah. Bisa jadi lantaran demam BLackBerry hingga iming-iming berbagai ponsel yang mengiklankan diri ‘bisa Facebook-an loh…’ Makanya sempet surprised juga saat orang-orang yang ada disekitar saya pada getol menanyakan bagaimana caranya internetan pake ponsel. Dari yang memakai jenis ponsel lima ratus ribuan kaya’ Nokia 2600 classic hingga ke ponsel mewah macam Nokia E71 atw E90. Alasan mereka beragam, rata-ratanya sih ‘biar ga mati gaya…’ he… kaya’ iklan operator aja… Ada juga yang nekat pengen mencoba ponsel China mereka, ga puas kalo cuman bisa nonton teve katanya. Dari brand Gvon, MyG, GStar sampe ke yang terakhir bertanya, kalo ndak salah Swahoo. Biar ga bingung, berikut saya buatkan list Setting GPRS untuk tiga operator yang berhasil saya aktifkan. Mohon maaf jika operator yang lainnya belum ada dalam daftar. He… Maklum, belum pernah ada yang meminta langsung soale, khawatir data yang saya berikan ga...

5 alasan Mengapa Tidak Membeli Ponsel China

Masih menyambung tulisan saya sebelumnya tentang 5 (lima) alasan mengapa pantas membeli ponsel China, kali ini sebagai pelengkap pertimbangan sebelum memutuskan untuk benar-benar membeli ponsel China, saya menurunkan tulisan tentang 5 (lima) alasan mengapa tidak membeli ponsel China. Silahkan simak berikut ini : 1. Kamera kerap tidak sesuai spec Alasan pertama ini ditujukan bagi mereka yang menjadikan fitur kamera sebagai bahan pertimbangan setelah keberadaan TV Analog. Sudah bukan rahasia lagi kalo resolusi kamera yang tercatat pada dus box luar, seringkali tidak sesuai dengan kenyataannya. Ini Padahal jelas-jelas tertera baik di dus box luar dan bodi belakang ponsel, resolusi kamera yang dibekali adalah 2 megapixel. Dalam kenyataannya hanya VGA alias 0,3 megapixel. Bagaimana gak kecewa, kata seorang teman. Beberapa lainnya malahan ngedumel gak jelas dan memilih mengembalikan ponsel yang baru dibelinya itu kepada sang penjual. Sekarang aja diboongin, apalagi nanti, ujar mereka. He… 2....

5 alasan Mengapa Pantas Membeli Ponsel China

Masih menyambung tulisan saya sebelumnya tentang serbuan ponsel ber-keypad QWERTY dalam rangka meramaikan pangsa ponsel yang ‘bisa internetan, facebook dan chatting…’ , ternyata hasil perburuan saya tersebut lebih didominasi oleh kehadiran ponsel China ketimbang brand yang sudah mapan. Bisa dimaklumi, lantaran keberadaan ponsel China lebih banyak mendompleng (baca:plagiat) keberadaan brand ponsel papan atas terutama dari segi desain perwajahannya. Berbanding terbalik dengan fitur dan kemampuan yang ditawarkan. Walo begitu tetap saja brand ponsel China tetap disukai oleh pengguna ponsel tanah ar. Hmm… Kenapa yah ? Seakan mencoba menjawab pertanyaan tersebut, kali ini saya ingin memberikan 5 (lima) alasan, mengapa pantas untuk membeli Ponsel China. Silahkan simak berikut ini : 1. Harga Murah Bagi sebagian besar pengguna ponsel ditanah air bisa jadi aspek value menjadi dasar pertimbangan pertama sebelum memutuskan untuk membeli atau mengganti ponsel yang dimiliki saat ini dengan ponsel te...

Perang Ponsel ber-keypad QWERTY

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya, tentang imbas demam BLackBerry dan ketertarikan para pengguna ponsel ditanah air pada jejaring sosial Facebook di dunia maya atau internet, di bulan Juli ini tampaknya musti bersiap-siap lagi loh dengan perang tanding yang bakalan digelar oleh para produsen ponsel China, terutama yang bakalan bergerak dan berusaha merebut pangsa pasar ‘bisa internetan, facebook dan chatting…’ Satu hal yang sepertinya mutlak diadopsi oleh para produsen ponsel lain demi memberikan iming-iming ‘bisa internetan, facebook dan chatting…’ adalah desain layaknya BLackBerry. Berlayar landscape dan ber-keypad QWERTY. Selain NexBerry (Nexian G900) yang dibundling bareng operator XL, dan juga Nokia E series, tampaknya masih banyak yang harus disambut oleh publik, dan inilah mereka. Nexian G911 , merupakan ponsel penerus seri sebelumnya yang dibundling bareng operator Indosat. Fiturnya masih sama, dual GSM, dilengkapi aplikasi (baca:shorcut) Facebook, eBuddy namun memiliki desa...

Demam BLackBerry menuju Facebook dan Chatting

Tampaknya demam BLackBerry bagi pengguna ponsel ditanah air benar-benar memiliki efek yang sangat membuat takjub para produsen ponsel lainnya. Katakanlah beberapa waktu lalu sebuah brand ponsel lokal merilis ponsel ber-keypad QWERTY dibundling bareng operator XL, Nexian G900 yang laris manis bahkan memberikan lonjakan harga dari harga resminya. Dibanding BLackBerry, NexBerry ini punya wajah mirip tapi jangan membandingkan fitur yang dimiliki. He… Bagai Bumi dan Langit. Setidaknya pengguna ponsel ditanah air bisa sedikit bergaya dengan merogoh kocek yang hanya sedikit ketimbang membeli BLackBerry aseli. Tak kalah menarik, brand papan atas Nokia pun sempat merasakan imbasnya. Rilis ponsel berkonsep slider communicator E75 pun nyaris tak terdengar gaungnya. Padahal secara fitur jelas tak kalah dibanding BLackBerry. Iming-iming ‘bisa Facebook dan Chatting’ benar-benar menyihir sebagian besar para pengguna ponsel, dari yang dulunya gaptek hingga tak peduli dengan keberadaan internet. Katak...

Yo Tsu Ba and ! by Kiyohiko Azuma

Setelah komik karya Adachi Mitsuru, ada satu lagi komik yang saya sukai. He… kaya’ anak kecil aja… Yo Tsu Ba and ! karya Kiyohiko Azuma. Komik ini saya pinjam dari sepupu yang ternyata dapat dari meminjam juga ke sepupu lainnya. He… tapi begitu tahu asyiknya jalan cerita dan kualitas gambar yang bagus, si sepupu saya ini malah berinisiatif membelinya sendiri. Ceritanya tentang keseharian Yotsuba, anak kecil yang dipungut oleh seorang pria saat ia berada di luar negeri. Pria ini berprofesi sebagai penulis ditemani oleh seorang raksasa bernama Jumbo. Uniknya karakter Jumbo ini ternyata malah gak jauh beda dengan karakter saya. He… itupun jadi geli sendiri setelah diberitahu oleh kedua sepupu saya tersebut. Tinggi besar, saking tingginya malah disangkain raksasa. Apalagi karakter Jumbo ini senang menemani si Yotsuba bermain. Berkacamata dan sedikit jenggot. qiqiqiqiqiqi…. Ceritanya sederhana saja. Keseharian yang dilakoni oleh Yotsuba bersama ‘Ayahnya’. Dari kepindahannya ke kota, bersua ...

Kenapa harus Komik ?

Pada beberapa tulisan saya, satu dua kali sempat terlontar bahwa komik adalah buku yang saya baca dan tekuni dalam berbagai waktu dan kesempatan. Terutama ya saat menunggu… Ini jelas saja mengundang pertanyaan beberapa teman, yang menganggap lucu, lantaran untuk faktor usia saya yang sudah berkepala tiga, status menikah plus putri kecil yang lucu, ditambah bodi yang tinggi besar, rasanya janggal jika saya masih menjadikan komik sebagai pembunuh waktu luang. Memang saya akui, bahwa sebenarnya komik bukanlah satu-satunya media yang saya baca dalam keseharian. Kalo untuk berita aktual dirumah ya ada Jawa Pos plus Radar Bali, sedangkan di kantor itu ada Bali Post dan Denpos. Selain itu ada juga media bulanan yang rutin saya beli, berisikan banyak pengetahuan tentang seluk beluk dunia yang jarang saya ketahui… Ya, Intisari. Belum lagi tabloid dan majalah yang berkaitan dengan gadget serta ponsel, menjadi bahan bacaan saat saya bertapa di kamar mandi, pagi maupun sore harinya. Dari PuLsa, SM...