Skip to main content

Posts

Warnet Hotspot gak selamanya kuenceng

dua kali nyobain koneksi wifi di warnet sbelahnya Trio Restorant Tanjung Bungkak, ternyata banyak trouble yang dialami. Walopun koneksinya full speed tapi yang namanya browsing, wuiiih… luambat buanget ! masih lebih cepet kalo make koneksinya Star One. Apalagi pas nyobain yang namanya Google Earth, walah…. nunggu sampe elek. Udah gitu, lantaran koneksinya gak ke-detect, ni laptop sampe di restart 4 kali, cuman buat login doang. kecewa banget lah. Mendingan pulang, make koneksinya Star One ajah…

Bike to Work

Ngebaca postingnya Bli Yanuar perihal berwisata sepeda ke Luwus dari start awal di daerah Dalung, dimana atas ajakan satu komunitas B2W Chapter Bali, kumpulan para pekerja yang menggunakan sepeda kekantor dengan sedikit idealisme bahwa bersepeda kekantor disamping untuk kesehatan, dengan bersepeda mereka ikut mendukung adanya kampanye global warning dengan menggurangi jumlah emisi kendaraan bermotor (kutipan dari blog Bli Yanuar), mengingatkan pada masa lalu saat masih Teruna, memilih berangkat kantor dengan sepeda pula. Kisah ini berawal dari tahun 2004, yang saat itu baru aja diterima bergabung menjadi abdi negera ini, dengan aktivitas yang masih sedikit dan jarang turun ke lapangan atau lokasi kegiatan. Jadi tiada salah kalau pulang balik kantor ya make sepeda Balap, yang tahun belinya sekitar 1990 lalu. Udah 14 tahun umurnya, tapi masih tetap kokoh dan oke dipake.Namun ada alasan yang jauh lebih diterima mengapa saat itu memilih berangkat kantor dengan bersepeda dibanding motor sep...

Sosialisasi Sistem Informasi Bidang PU by Pusdata

Jumat pagi ini dijalani dengan setengah hati, mungkin lantaran penugasan dadakan ke Wisma Werdha Pura Sanur dimana dilakukannya kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusdata Pusat , perihal sosialisasi Sistem Informasi di bidang ke-PU-an. Kegiatan sedianya diikuti oleh perwakilan instansi dari masing-masing daerah/kabupaten se-Provinsi Bali, tentunya berakitan langsung dengan materi yang disampaikan saat itu. Berhubung materi menyajikan Sistem Informasi di bidang ke-PU-an meliputi pengenalan web site Pekerjaan Umum Pusat dan juga pengenalan sistem e-procurement (pengadaan barang dan jasa online) sampe ke pengenalan data spasial (peta wilayah), maka yang diharap datang tentu perwakilan dari instansi PU dan juga Informasi Telekomunikasi atau badan-badan lain yang terkait. Hanya saja, dalam kaitannya dengan pengadaan peta wilayah, ada baiknya juga yang diundang adalah Badan Perencanaan sejenis Bappeda kali ya ? karena merekalah yang lebih tau dan berwenang. Dari tenaga yang datang, tak sem...

Kenaikan BBM tak seheboh Bom Bali

Berita keputusan Presiden pada tengah malam tadi, mencoba menerapkan kenaikan harga pada 10 kota besar di Indonesia, agaknya memang tak terlalu ditanggapi serius di media televisi. Buktinya, sedari pagi acara yang tampil tetap berlangsung seperti biasa, dimana hanya beberapa saja yang menayangkan perkembangan perihal efek kenaikan BBM, itupun hanya satu jam sekali. Ini bisa dikatakan apa yang direaksi oleh media televisi rupanya belum seheboh saat Bom Bali meledak tempo hari. Mungkin lantaran konteks yang berbeda dan tentu saja sejauh ini kenaikan BBM tak sampai menimbulkan korban kematian. Namun yang namanya pengorbanan tentu tetap ada, dan malah dirasakan oleh segenap masyarakat di Indonesia dari yang golongan bawah yang makin tercekik dengan kenaikan harga bahan pokok sebagai imbasnya, hingga golongan atas sekalipun diharuskan mengurangi tingkat kenyamanan mereka. Dalam jangka waktu yang panjang pula. Mungkin ada benarnya pendapat dari beberapa orang yang iseng sua dijalan, bahwa me...

Minggirin Orang Gampang Aje

Belum usai kritik Redaksi media Jawa Pos jumat 16 Mei lalu, yang bertanya pada kolom Jati Diri, “Pawai Moge Itu Untuk Apa, Tuan?” Belum hilang dari ingatan coretan khas Wahyu Kokkang, pada halaman yang sama, menggambarkan arogansi pawai moge yang melintas di jalan tol khusus untuk kendaraan roda empat atu lebih. Belum hilang rasa mangkel para pengendara di Kota Surabaya yang kabarnya harus mengalah pada iring-iringan motor besar melewati jalanan atas ijin pemerintah pusat di Jakarta. Belum habis rasa heran, kok bisa-bisanya disaat harga BBM bakal dinaikkan, para pemoge itu dengan santainya menderumkan suara besar motornya untuk melakukan rekreasi mahal. Pawai Moge yang kabarnya sebagai ungkapan seabad Kebangkitan Bangsa Indonesia dengan melintasi 1908 KM jalan raya oleh serombongan tamu-tamu kaya raya (wong harga sebiji moge aja sekian kali lipat UMR tenaga kerja Indonesia kok) yang menamakan kegiatan mereka ‘Jalur Merah Putih’. Eh, kabarnya pawai itu memakan korban sang pemimpin pawai...

Program Ngawur dan Pasti NgibuL

PilGub bentar lagi. Yang ada sedari jauh hari ya kampanye dari para calon yang saling bersaing membohongi masyarakat dengan sejuta programnya yang penuh dengan kebaikan dan (katanya sih) kemurnian hati. Ada yang mengatakan ‘mari Selamatkan Bali’. mungkin maksudnya menyelamatkan Bali, buat di-keep di kantong pribadi, jadi jangan sampe masyarakat ikut menikmati hasilnya. Ada yang ngomong bakalan mewujudkan ‘Gratis Biaya Pendidikan dan Kesehatan’, tapi kalo boleh tau, emang dana buat menggratiskan semua itu mau didapet dari mana ? uang warisan ? halah… Ada juga yang bilang, ‘gak ada korupsi’. Hare gene masih ngomongin gak ada korupsi ? tapi penilepan dan todong menodong dibolehin. wuahahaha… apa bedanya ? Seperti katanya pak Dalang Wayang Cengblonk, Program doen ane kebaang ken masyarakatne, kwale sing ade action ne… ngutip kata-kata Joger ‘No Action Talk Only-NATO’. Kalo saja ada calon yang emang beneran dicalonkan oleh rak...

Naiknya BBM, PilGub dan SmS Santet

Lama gak nulis masalah sosial, lantaran gelisah pikiran yang cukup menohok pikiran dua mingguan ini seakan terlupa akan sekian banyak permasalahan yang hadir di lingkungan ini, dari naiknya harga BBM sampe 30%, kisruh kawasan suci Uluwatu yang ditinggal para pejabat setempat ke Perancis untuk promosi pariwisata, ato hilangnya siswa di Malaysia yang diduga jadi korban trafiking (bener gak sih tulisannya?) Diluaran yang paling menarik diikuti ya perihal perang calon presiden USA, Om Barrack Obama dan Nenek Hillary Clinton, yang ternyata gak jauh beda dengan pilkada lokal. saling menjatuhkan dan menjelekkan lawan. Itu pula sebabnya aku gak terlalu respek dengan yang namanya PilGub sbntar lagi. kalopun boleh gak make hak pilih, mending itu aja. lantaran dari calon yang ada, semuanya cuman omong kosong. janji diawal, pake embel-embel gratis lagi. emang mau make duit siapa menggratiskan pendidikan dan hal lain yang jadi promo PilGub ? Halah… ato mungkin beredarnya SmS Santet yang meresa...