Berburu BadGes FourSQuare, Retired atau belum sih ?

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Menjadi seorang Jumper dalam dunia FourSQuare belum bisa dikatakan lengkap pengetahuannya kalo belum mengetahui status BadGe yang kelak bakalan diburu. Apakah masih Active atau malah sudah inActive (Retired). Jika sudah begini, yakin baget, sebagai Jumper, gag bakalan ngeyel lagi deh dalam berburu.

Monggo, mampir ke halaman milik thekruser. Di halaman tersebut tertera jelas BadGes mana saja yang masih berstatus Active yang artinya masih ada harapan besar untuk diburu, dan BadGes mana saja yang sudah berstatus inActive atau Retired.

Saya pribadi jujur saja merasa kecolongan dengan Daftar BadGes Active Status yang dirilis thekruser ini. Masalahnya, ada beberapa BadGes yang sebetulnya ingin saya dapatkan (dan sialnya, catatan Venue-nya sudah saya simpan sebagai BookMark di web browser ponsel), ternyata sudah gag berlaku lagi. Seperti Adobe Hat Tip, Alli After Dark dan Dew Tour Super Fan dari Dew Tour, Banksy Fan, BBQ PitMaster dan CupCake Connoisseur dari TLC, CNN Healty Eater,  Porky, Roker dan 10 to 10 dari Today Show  dan Six Flags Lunatic.

Maka bisa dikatakan, dari 1.118 kali Check-in selama 79 hari terakhir, dua ratusan Venue yang saya masuki diantaranya merupakan usaha yang muBazir, lantaran harapan akan Badge yang diinginkan memang sudah tidak tersedia lagi.

Dibandingkan dengan halaman 4SquareBadges yang dahulu pernah saya rekomendasikan, halaman milik thekruser ini jauh lebih akurat, baik dari status masing-masing BadGes hingga trik atau cara untuk mendapatkan BadGes yang tergolong sulit. Katakanlah BadGes Socialite yang rupanya baru bisa didapatkan setelah melakukan 3 kali Check-in di tempat yang sama, yang notabene ada 4 Venue yang direkomendasikan. Semuanya berada di San Francisco. Demikian halnya dengan BadGes Quad Squatter yang mensyaratkan 10 kali Check-in pada Venue yang memiliki Kategori (bukan Tag) Quad / Commons. Itupun mutlak berada di seputaran Arizona State University.

Selain halaman milik theKruser diatas, ada lagi cara lain untuk mengetahui apakah BadGes FourSQuare yang akan diburu sudah Retired atau belum. Buka saja halaman akun teman yang Anda miliki. Usahakan mencari tahu apakah si teman tersebut memiliki BadGes dalam jumlah banyak (minimal 100an) atau tidak. Bisa juga dari halaman akun milik seorang Mayor sebuah Venue yang memiliki tingkat kunjungan tertinggi. Biasanya halaman perolehan Badges masih bias dilihat meskipun kita belum berteman dengan pemilik halaman bersangkutan. Lihat status BadGes yang ada dalam halaman tersebut. Biasanya untuk BadGes yang sudah masuk dalam kategori Retired, bakalan dihiasi tulisan terkait di pojok kiri atas Badges.

Itu sebabnya, selama dua minggu terakhir, perolehan BadGes yang saya dapatkan makin bertambah meski saya yakin tidak akan bisa mengejar atau menyamai peroleh BadGes tiga rekan lainnya. Tak lain karena faktor Retired diatas.

Mengetahui status Active/inActive sebuah Badges yang akan diburu, jelas akan sangat mempengaruhi langkah seorang JumPer berikutnya. So, ketimbang Mubazir, coba saja.

Jalan Panjang menuju BadGes FourSQuare

Category : tentang TeKnoLoGi

Rupanya tidak semua BadGes FourSQuare bias didapatkan dengan mudah seperti beberapa tips yang saya turunkan terkait ‘berburu BadGes’ tempo hari. Ada juga beberapa BadGes tertentu yang memerlukan ketelatenan, kesabaran bahkan kejelian para JumPer untuk bias sukses mendapatkannya. Untuk bias melakukan itu, diperlukan beberapa pengetahuan tambahan seperti Status Active/inActive sebuah BadGes, trik Check-in yang diakui, syarat yang akurat untuk sebuah Venue yang akan disasar atau bahkan trik menyiasati aktifitas Check-in secara mobile.

Itu sebabnya beberapa BadGes yang sebetulnya keberadaannya sudah sejak lama ada, baru dua minggu terakhir ini saya dapatkan. Itupun setelah memahami keempat tambahan pengetahuan yang saya sebutkan tadi.

Katakanlah BadGes Socialite. Badges dengan image gelas Cocktail ini hanya akan berlaku dan bisa didapatkan ketika seorang JumPer sedang berada di Kota San Francisco, CA. caranya dengan melakukan 3 (tiga) kali Check-in di satu tempat yang sama. Adapun Venue yang direkomendasikan tersebut ada 6 (enam), yaitu  : the St. Regis Hotel, Redwood Room, The Ambassador, Otis, Rickhouse atau The Oak Room at The Plaza Hotel.

Masih dari kota yang sama, sarana transportasi publik BART menawarkan BadGe Trainspotter yang bakalan bisa didapatkan setelah melakukan 10 (sepuluh) kali Check-in di Venue yang mereka remokendasikan. Tidak ada kategori ataupun Tag khusus yang ditentukan.

Demikian halnya dengan BadGes Quad SQuatter yang baru bisa diperoleh setelah mem-follow Brand Arizona State University -ASU- dan melakukan aktifitas Check-in sebanyak 10 (sepuluh) kali di Venue yang disarankan halaman Brand tersebut yang notabene memiliki kategori Primer/Utama ‘Quad / Commons’. Jadi, meskipun kita melakukan aktifitas Check-in pada Venue berkategori sama namun tidak termasuk dalam daftar, ya tetep saja gag bakalan dapet.

Berbeda dengan tiga BadGes diatas, BadGes Great OutDoors, malah berlaku global diseluruh dunia, tak terbatas pada satu negara saja. Namun jumlah Check-in yang dipersayaratkan adalah 8 (delapan) kali pada satu Venue yang sama, dengan kategori utamanya ‘Parks & Outdoors’.

Namun, Diantara 124 BadGes yang saya peroleh, yang paling memerlukan kesabaran selama sebulan penuh adalah Healthy Lizard. BadGes ini merupakan hasil kerjasama pihak FourSQuare dengan ‘Health Month’,  game online berbasis pantangan yang mutlak dilakukan selama sebulan penuh. Adapun pantangan ini harus di’laporkan setiap harinya dan tentu saja dicatat. Lizard (yang termasuk dalam kelompok Yellow Bracket) merupakan paket gratisan yang ditawarkan kepada para pemburu BadGes FourSQuare dan hanya bisa didapat ketika yang bersangkutan mampu menyelesaikan tantangan akan pantangan selama satu bulan penuh tanpa kehilangan tujuan utamanya. Caranya, buat akunnya terlebih dahulu, lalu masukkan akun FourSQuare Anda pada pilihan ‘Edit Your Account / Link Up with Other Sites’. Langkah ini mirip dengan game online  berbasis olahraga ‘RunKeeper’.

Jalan menuju BadGes FourSQuare pun masih sangat panjang. Saya pribadi masih berusaha berburu BadGes DoucheBag yang mensyaratkan 20 (dua puluh) kali Check-in di Venue berkategori sama. Aktifitas ini mirip dengan cara untuk mendapatkan BadGe Brooklyn 4 Life. Pun demikian dengan BadGes Metro News serta kembarannya Metro Journal, yang mensyaratkan aktifitas Check-in di tiga Venue selama tiga hari berturut-turut dalam waktu yang sama. Tak lupa BadGe Redskin Washington yang masih harus menunggu jadwal pertandingan mereka. Do’akan saja bisa saya dapatkan dalam waktu dekat.

Tips berburu Badges Sunday River, Fixer Upper, Whistler BLackBomb dan Mount Snow

Category : tentang TeKnoLoGi

Tampaknya usaha perburuan BadGes FourSQuare gag bakalan pernah usai. Kali ini ada 4 (empat) Badges baru yang diperkenalkan pihak FourSQuare pada para penggunanya. Sunday River, Fixer Upper, Whistler BLackBomb dan Mount Snow. Keempat BadGes tersebut saya dapatkan dalam rentang waktu dua hari saja di pertengahan bulan Januari lalu, itupun lantaran disibukkan oleh pekerjaan yang mendesak, sehingga yakin banget kalo memang beneran niat berburunya, dalam seharipun bisa mendapatkannya dengan mudah.

Dari kiri ke kanan.

BadGes Sunday River. Silahkan Follow halamannya terlebih dahulu disini, lalu lakukan aktifitas Check In di salah satu Venue yang terdapat di halaman tersebut. Jikapun rentang waktu yang dilakukan terlampau dekat dengan aktifitas sebelumnya hingga aktifitas terakhir tidak diakui, lakukan dengan jeda yang agak lama di Venue lainnya. Satu jam misalkan.

BadGes Fixer Upper. BadGes ini berlaku universal, dimanapun juga bisa. Caranya, cukup lakukan aktifitas Check In di 3 (tiga) Venue ber-Kategori ‘Hardware’ yang dilambangkan dengan gambar ‘kunci pas’. Untuk meyakinkan apakah Venue tersebut berlogo/gambar yang benar, tentu dibutuhkan Browser yang mampu menyajikan halaman hasil pencarian secara tampilan web.

BadGes Whistler BlackBomb. Seperti halnya BadGes Sunday River, BadGes ini mensyaratkan pengguna untuk mem- Follow halamannya terlebih dahulu disini. Lalu lakukan aktifitas Check In di 3 (tiga) Venue yang terdapat di halaman tersebut.

Jika BadGes Whistler BLackBomb memiliki kesamaan syarat dengan BadGes Sunday River, maka BadGes Mount Snow memiliki kesamaan dengan BadGes Fixer Upper, alisan berlaku universal, bisa melakukan aktifitas Check-In dari mana saja. Tidak terpaku pada satu Negara atau Kota. Asalkan Venue tersebut memiliki tag ‘Mount Snow’.

Empat BadGes di awal tahun 2011. Tidak sulit bukan ?

Menyoal Sampah dan Galian Tanah di Lahan ‘Basah’

1

Category : tentang Opini

Terkadang saya suka merasa kasihan dengan para pemilik lahan kosong yang kebetulan bersebelahan dengan lahan terbangun di lingkungan Kecamatan Kuta Utara. Mengapa demikian ?

Sekedar informasi, kawasan Kecamatan Kuta Utara saat ini merupakan lahan basah yang bisa dikatakan sangat diminati oleh para wisatawan maupun investor untuk menanamkan modal mereka dalam bentuk villa maupun apartemen, lantaran view yang ada masih terjaga.  Baik itu hamparan hijau persawahan ataupun pantai. Tidak heran apabila harga lahan di sekitar kawasan ini melonjak sedemikian mahalnya.

Menariknya, hampir di setiap jengkal tanah yang ada, dibangun dan dimiliki oleh wisatawan asing ataupun investor luar daerah. Dari yang sedang dibangun hingga dikelilingi tembok ataupun patok permanen.

Sayangnya, ketika proses pembangunan atau pengerjaan lahan dilakukan, segala sampah, hasil galian maupun bahan bangunan yang tidak digunakan, kerap dibuang begitu saja ke lahan kosong disebelahnya, tanpa ada penyelesaian lebih lanjut.

Seperti gambar yang saya ambil di satu kawasan menuju Pura Batu Mejan ini. Terlihat jelas tumpukan tanah galian, sampah hingga bahan bangunan yang sudah tidak digunakan lagi teronggok begitu saja di lahan kosong sebelahnya. Kendati saat iseng saya tanyakan ke salah satu mandor yang bekerja di areal villa tersebut, bahwa semua sampah kelak akan dibersihkan, namun siapa yang akan menjamin ? karena di beberapa lahan lainnya, gundukan tanah galian dan sampah ini tetap saja dibiarkan tanpa ada penanganan pasca penyelesaian pekerjaan.

Wah, kalo gitu kasihan pemilik lahannya dong ya ?

Help Salary President – Koin Untuk Presiden

3

Category : tentang Opini

Gara-gara mengeluh (padahal sebetulnya hanya mengungkapkan fakta :p), Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono kembali didemo oleh rakyatnya, begitu berita media beberapa hari terakhir. Seakan belum jua sadar bahwa kebiasaan Beliau untuk mengeluh didepan rakyat lebih banyak mengundang kecaman. Alih-alih mendapatkan simpati dari rakyat, malah Beliau dijuluki sebagai Presiden Lebay.

Ditengah bencana alam dan tingginya harga bahan pokok di pasaran, Beliau mengeluhkan gaji yang tak naik selama kurun waktu 7 (tujuh) tahun kepemimpinan, seakan lupa bahwa masih banyak pe-er dan persoalan lain yang jauh lebih penting untuk dikatakan. Tapi ya  wajar sih, wong yang namanya tanggung jawab sebagai seorang Presiden ya tidak bisa disamakan dengan gaji seorang karyawan toko biasa atau pendapatan rata-rata rakyat Indonesia.

Meski begitu, tipikal Pemimpin yang diharapkan oleh sekian juta rakyat Indonesia, saya yakin memiliki jiwa yang mau berdiri di garis terdepan ketika rakyat masih dilanda susah dan kemiskinan. Atau pemimpin yang tak peduli dengan politik pencitraan, memilih mengabdi dan bekerja untuk rakyat dalam arti sebenarnya.

Saya pribadi sesungguhnya tidak keberatan dengan keluhan Beliau, asal disampaikan pada saat yang tepat. Misalkan saja, saat para Wakil Rakyat minta kenaikan Anggaran untuk plesiran, atau malah kenaikan gaji, tunjangan ini itu, dan tetek bengek lainnya yang kerap malah menomorduakan kepentingan lain bangsa ini. Saya yakin, jika Pak Presiden ‘Berani’ menyampaikannya saat para Wakil Rakyat meminta tambahan dana ini itu, rakyat dijamin bakalan mendukung sepenuhnya.

Help Salary Presiden atau yang dikenal dengan Koin untuk Presiden barangkali hanya salah satu jawaban yang bisa diberikan oleh Rakyat kepada pemimpinnya sebagai rasa bangga dan turut serta memiliki. Mereka tak sampai hati jika Pak Presiden mengeluhkan gajinya ketika dipertanyakan soal apa yang telah Beliau lakukan pada negeri ini. Hal serupa pernah pula dilakukan rakyat ketika Prita mengeluhkan pelayanan sebuah Rumah Sakit (yang katanya) Internasional lewat email, lantas dituntut membayar sejumlah uang untuk kerugian yang diakibatkan lantaran usaha untuk pencemaran nama baik. Aksi yang sama dengan maksud yang berbeda.

“Saatnya kita sebagai rakyat membantu kesulitan Beliau dengan menyumbangkan koin cinta SBY Rp.100”

Wah, kalau saja di Denpasar ada yang mau berkenan menyampaikan koin-koin tersebut pada Pak Presiden secara langsung (bukan dituker dengan uang kertas), saya yakin MiRah putri saya, Rela membuka celengan kecilnya untuk disisihkan demi Pemimpin Negara yang kami kagumi ini.

Perubahan arus Lalin di areal Puspem Badung pk. 15.30 wita (jam pulang)

Category : tentang PeKerJaan

Mengacu kepada Surat dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Nomor 511.11/081/Hubkominfo tanggal 13 Januari 2011 perihal Informasi Perubahan Arus Lalu Lintas bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, berkaitan dengan mulai diberlakukannya absensi sidik jari yang efektif berlaku tanggal 5 Januari 2011, dan demi kelancaran lalu lintas di sekitar areal Puspem Bagung, diinformasikan bahwa :

Bagi Pegawai yang pulang menuju arah DENPASAR dan LUKLUK agar keluar areal PusPem melalu Gapura Utama (Gapura Utara) > Jalur Alternatif 1

Bagi Pegawai yang pulang menuju arah KWANJI DALUNG dan KEROBOKAN agar keluar areal PusPem melalu Gapura Selatan > Jalur Alternatif 2

Demikian disampaikan untuk dimaklumi.

Catatan Perjalanan 19 Januari menuju Pura Penataran PanDe Tamblingan

1

Category : tentang PLeSiran

Bau tanah yang disirami air hujan tercium dengan khasnya, rabu pagi 19 Januari 2011, hari yang telah kami nanti sejak lama. Entah mengapa setiap kali kami merencanakan untuk tangkil bersama keluarga, MiRah putri kami selalu saja dalam kondisi sakit. Demikian pula hari ini. Maka bisa ditebak, ada rasa khawatir yang hinggap di pikiran akan kesehatannya jika kami ajak ikut serta ke Pura Penataran Pande Tamblingan.

Tekad kami sudah bulat, kami harus berangkat apapun yang terjadi. Sarana upacara sudah siap demikian pula dengan kendaraan jadul yang kami miliki, setidaknya dipersiapkan pula lebih awal. Mengingat rasa khawatir kami yang kedua akhirnya terwujud jua. Hujan yang berpotensi meluluhlantakkan satu-satunya jalur kendaraan menuju pura.

Tuhan Maha Besar, Maha Pengasih dan Penyayang umat-Nya. Beliau tahu harapan kami begitu besar untuk bisa hadir bersama keluarga. Terhitung perjalanan pasca daerah Luwus, hujan tak tampak lagi. Langit cerah ceria dipenuhi matahari yang tampak masih malu-malu diselimuti awan. Begitu pula dengan MiRah putri kami, batuknya tak tampak di sepanjang perjalanan. Bisa jadi lantaran ia begitu menikmati liburannya kali ini.

Kendaraan mulai menyusuri jalan masuk ditengah hutan. Sebuah Avanza awalnya tampak begitu jauh didepan kami, perlahan tapi pasti bisa didekati. Air danau yang meninggi, membuat jalur kendaraan alternatif di pinggiran tak dapat dilalui lagi. Akibat lainnya, jalan jadi penuh lumpur dan kendaraan kami ? bukan kendaraan yang disarankan oleh para Offroader untuk bisa melewati jalur tersebut.

Masalah muncul ketika beberapa kendaraan tampak berhenti didepan kami dari  arah yang berlawanan. Jalan yang sempit rasanya tidak mampu untuk memberi ruang dua kendaraan lalu lalang. Ban mobil yang terselippun kemudian menjadi pemandangan kami, kerjasama antara semeton PanDe benar-benar diuji kali ini.

Perjalanan selama tiga setengah jam, molor satu setengah dari perkiraan. Kami sampai di pelataran parkir Pura Penataran Pande Tamblingan dengan selamat. Rasa syukur menyelimuti hati yang digeluti hawa dinginnya Danau Tamblingan. Air benar-benar begitu tinggi, hingga setiap orang yang hadir hanya bisa mengakses Pura dari jalan kecil di samping kanan area.

Tampak bli Ande Tamanbali, sesepuh di Yowana Paramartha menyapa kami bersama ‘anak-anaknya’. Dari status akun FaceBook yang mereka update pagi tadi, jelas sekali kini sudah bersiap untuk pulang. Demikian halnya dengan rombongan Putu Yadnya (Pande Bali), yang sekendaraan dengan Gus Hardy, Gektu Cipluk dan pak guru Dego. Dancuk kami Yande Putrawan beserta istrinDa bu dokter Astrie, baru tiba ketika kami usai melakukan persembahyangan di areal utama Pura. Sesuai rencana, Yowana Paramartha sedang mencoba tampil di hadapan para Penglingsir.

MiRah tampak ceria hari ini. Tak tampak ia sakit sedikitpun, hingga mengundang pertanyaan dari para teman di jejaring social FaceBook. Wajah cerahpun ditunjukkan oleh ibu dan neneknya. Ini adalah pengalaman pertama mereka bisa hadir di Pura Penataran Pande Tamblingan ini. Bersua saudara, bersua  orang-orang baru.

Cuaca yang tampak bersahabat sepanjang hari membuat senda gurau dan cengkrama kami begitu hangat dan mengalahkan rasa dingin yang mencoba menggoda kami. Hujan rintik sesekali turun namun tak sampai membasahi. Rasa lapar yang timbul, masih bisa ditahan walau hanya dengan segelas kopi. Baru terobati ketika pulang menjelang.

Sengaja kami memutuskan untuk kembali saat semua orang sudah beranjak pulang. Minimal disepanjang perjalanan ada teman yang kelak bisa kami mohonkan pertolongannya, apabila terjadi situasi krodit seperti siang tadi. Beberapa kendaraan offroader tampak siaga di titik tertentu lengkap dengan fasilitas dereknya. Kami bersyukur bisa melewati rintangan dengan baik. Kijang Grand Extra tahun 88 tanpa modifikasi ini kembali membuktikan ketangguhannya.

Saat perjalanan pulang, dalam benak baru saya sadari bahwa apa yang menjadi tujuan semula, terlupakan begitu saja. Hasil Paruman Sri Empu beserta Pengurus Maha Semaya Warga Pande tak sedikitpun bisa saya ceritakan disini. Tumben, saya seperti tak peduli dengan jalannya parum, entah karena suasana bercengkrama yang begitu hangat, rasa bahagia bisa hadir bersama keluarga, atau karena keceriaan MiRah putri kami mendominasi suasana hati sepanjang hari. Semoga semeton lain bisa mengabarkannya.

25p05b06

5

Category : tentang DiRi SenDiri

Entah mengapa, selalu saja ada yang menanyakan nomor Pin BlackBerry pada saya, entah itu melalui sms, wall juga pesan di jejaring sosial FaceBook. Bisa jadi lantaran beberapa tulisan saya di blog www.pandebaik.com yang sempat menurunkan tema seputaran BlackBerry atau bisa juga lantaran saya kerap memancing mereka dengan “lagak punya BlackBerry”, padahal sejatinya ‘dapet duit darimana ?

Masih ingat dengan tulisan ‘Update Status via (ponsel mahal)’ yang memanfaatkan ‘aplikasi via’ karya si Oky Krismadi itu ? atau barangkali tulisan ‘Update Status FaceBook dan Twitter’ yang memanfaatkan aplikasi BlackBerry Torch 9800 Simulator ? Kedua tulisan itu rupanya mendapatkan rangking tinggi dalam hal Page Views. Tinggi disini ya tentu saja dibandingkan dengan sekian ratus tulisan lainnya di blog www.pandebaik.com, bukan dibandingkan dengan tulisan di blog beken macam BlogDokter atau bahkan Bale Bengong.

Dasar pikiran sudah terlanjur jahil, pertengahan bulan lalu saya sempat meneliti beberapa nomor Pin BlackBerry milik teman yang dipublikasikan lewat halaman wall akun FaceBook mereka. Hasilnya ada delapan digit kombinasi angka dan huruf yang rata-rata dimulai dengan angka 2. Entah apa arti sejatinya angka ini. Kombinasinya pun umumnya bukan berupa nomor cantik seperti halnya nomor ponsel yang ditawarkan dengan harga tinggi itu.

Maka terciptalah “Pin BlackBerry” diatas.

25p05b06

Ada yang tau makna dibalik kombinasi tersebut ? Hehehe…

Huruf p dan b yang ada didalamnya tentu saja inisial dari blog www.PandeBaik.com. Sedangkan angka 25-05-06 merupakan tanggal kelahirannya. Ya, cikal bakal blog www.PandeBaik.com sebetulnya sudah mulai dirintis sejak tanggal 25 Mei tahun 2006 lalu. Sudah empat setengah tahun rupanya ya ?

Jadi, mbok ya jangan bingung-bingung lagi dah kalo seumpamanya saya melampirkan kombinasi “Pin BlackBerry” tersebut baik di halaman wall FaceBook atau halaman blog www.PandeBaik.com ini.

Jangan langsung di-add ya. :p

iPhone yang selalu Terdepan

Category : tentang TeKnoLoGi

Bisa dikatakan dengan dirilisnya iPhone sebagai salah satu alternatif alat komunikasi beberapa tahun lalu, secara dominan mampu mengubah wajah Teknologi yang selama ini selalu dikuasai oleh sang raja, Nokia. Apalagi kalau bukan berkat teknologi layar sentuhnya yang mampu dilakukan hanya dengan mengandalkan sentuhan jari manusia.

Perwajahannya yang simpel namun memikatpun tampaknya ikut menularkan Trend di beberapa perwajahan ponsel vendor-vendor besar lainnya. Tak kurang Nokia, Samsung, LG, Motorola, Sony Ericsson bahkan pendatang baru HTC pun seakan tak mau kalah, ikut-ikutan latah merilis ponsel terkini mereka berbekal layar sentuh yang lapang dan minim tombol. Meski ada juga beberapa yang kelihatannya mencoba menawarkan satu input text messaging yang lebih baik lewat thumbboard QWERTY slidernya.

Seperti halnya BlackBerry, setahun lalu iPhone tak banyak menawarkan fitur terkini dalam rilis ponsel mereka. Secara default, resolusi kamera yang hanya sebatas 2 Mega Pixel bahkan tak mampu digunakan untuk merekam video, tanpa flash pula. Beberapa keterbatasan kemampuan yang melingkupi koneksi Bluetoothnya pernah pula saya ungkap ketika berkesempatan memegang langsung versi 3G-nya.

Dibanding kompetitor lain, iPhone dikenal pelit merilis ponsel baru setiap tahunnya. Ini dibuktikan dengan minimnya rilis ponsel iPhone yang ada hingga kini. Terhitung  iPhone versi awal (2G) (2007), iPhone 3G (2008), 3GS (2009) dan terakhir iPhone 4 (2010). Sedikitnya seri ponsel yang dirilis iPhone, secara tidak langsung menciptakan ekslusifitas disetiap versinya. Hal ini mirip dengan brand premium Vertu yang terkenal dengan kualitas dan kemampuannya yang ‘beda’.

Seperti halnya perangkat tablet iPad, iPhone 4 merupakan rilis ponsel terkini  yang dinanti kehadirannya oleh banyak orang. Sayang, di awal perkenalannya iPhone 4 dihantam isu rentannya posisi antenna yang mengakibatkan hilangnya sinyal ketika ponsel dipegang. Celah Kelemahan ini bahkan sempat menjadi bulan-bulanan kompetitor lain seperti Nokia yang mempromosikan ponsel mereka dengan tambahan ‘Anda bisa memegangnya dari mana saja. Untuk mengatasi hal ini, pihak iPhone kemudian memberikan bonus gratis case pembungkus yang mampu meminimalkan hilangnya sinyal saat ponsel digunakan. Kabarnya keputusan ini diambil ketimbang menarik produksi yang sudah kadung beredar atau mengubah desain dan merilis ulang.

Meski demikian, kecanggihan yang ditawarkan iPhone 4 tetap tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari kecerahan dan ketajaman layar, dibandingkan dengan seri terdahulu jauh lebih baik. Pula dengan resolusi layar plus kamera yang jauh lebih besar. 5 (lima) Mega Pixel ditambah kemampuannya merekan video High Definition  720 30fps. Sudah begitu, beberapa keluhan yang sempat tampil di ponsel terdahulu, rata-rata sudah dapat diatasi. Multitasking ataupun video call kini sudah bukan lagi merupakan sebuah kelemahan. Hanya saja untuk bisa menggunakan iPhone 4 dengan baik, dibutuhkan sedikit pengorbanan dari Pengguna, memotong kecil kartu Sim Card yang mereka gunakan sebelumnya.

Iphone 4 agaknya masih menjadi yang terdepan untuk urusan Trend dan juga Prestise.

Saatnya melirik TabletPC

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Gag bisa dipungkiri bahwa kehadiran perangkat iPad di pertengahan tahun 2010 lalu, membuka mata banyak vendor ternama untuk ikut serta bersaing merebut hati konsumen akan kebutuhan sebuah perangkat mobile pengganti NoteBook. Berbekal layar sentuh dan ukuran yang pas layaknya sebuah agenda ataupun map, membuat beberapa pekerjaan jadi lebih mudah untuk diselesaikan. Apalagi bila ditunjang dengan kemampuan internet kecepatan tinggi, dan juga prosesor yang mumpuni. Sebuah perangkat mobile bernama TabletPC pun layak untuk dilirik tahun ini.

TabletPC sendiri diartikan sebagai satu komputer lengkap dengan media input layar sentuh, dan memanfaatkan sarana pena digital, stylus, mouse ataupun sentuhan jari seperti yang dirilis iPad beberapa waktu lalu. Padahal sebenarnya satu dasa warsa lalu, Microsoft pernah memperkenalkan perangkat serupa dengan mengandalkan sistem operasi Windows XP, sayangnya publik belum merespon secara antusias kehadirannya. Beberapa vendor ternama seperti HP, Fujitsu atau Samsung pun pernah merilisnya dengan bentukan Notebook yang layarnya dapat diputar dan dilipat.

Siapa sangka jika iPad yang muncul jauh sesudahnya malahan mampu menyedot perhatian banyak khalayak hingga vendor yang namanya telah dikenalpun ikut-ikutan merilis TabletPC versi masing-masing. Demikian halnya dengan beberapa vendor baru yang bermunculan untuk sekedar ikut serta berebut kue penjualan.

Katakanlah Archos. Vendor yang dikenal lewat perangkat multimedia audio videonya ini, merilis perangkat TabletPC berbasis Android 2.2 Froyo. Dengan mengandalkan Prosesor 1 GHz ditambah port USB 2.0, bisa dikatakan sedang mencoba menutup celah kelemahan yang dimiliki iPad. Demikian halnya dengan Creative ZiiO, CSL Spice, Huawei SmaKit S7, ZTE Light bahkan vendor sekelas Samsung pun merilis versi Galaxy Tab, yang rupanya sama-sama mengandalkan sistem operasi Android, dari versi Cupcake 1.5, Donut 1.6, Eclair 2.1 dan Froyo.

Tak ketinggalan sang raksasa RIM, merilis BlackBerry PlayBook, mengandalkan OS BlackBerry Tablet, Prosesor 1 GHz Dual Core dan 1 GB RAM. Kabarnya untuk pasar Indonesia, produk ini bakalan masuk kisaran April 2011 nanti.

Untuk harga yang harus dibayarkan agar bisa membawa pulang sebuah TabletPCpun bisa dikelompokkan menjadi dua. Kisaran harga 2 juta hingga 4 juta untuk sebuah perangkat TabletPC yang dirilis oleh vendor baru ataupun kualitas lokal, dan kisaran harga 5 juta hingga 7 juta untuk perangkat TabletPC yang dirilis oleh vendor ternama. Perbedaan kisaran harga ini akan berbanding lurus dengan fitur serta kemampuan yang disandang.

Meski demikian, sebuah perangkat TabletPC kini hari belum mampu menggantikan peran sebuah NoteBook secara sepenuhnya, apalagi bila dikaitkan dengan kemampuan untuk pengolahan grafis seperti AutoCad misalnya. Namun apabila kemampuan yang diharapkan hanya sebatas pekerjaan kantoran meliputi word dan worksheet ditambah menjelajah dunia maya, saya kira sebuah perangkat TabletPC sudah saatnya untuk dilirik sebagai teman baru tahun ini.

Gag ada tuh yang namanya “Gratis Nelpon berkali-kali”

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan edisi pembeberan Tarif  dan Paket komunikasi yang ditawarkan 4 (empat) operator besar negeri ini, tampaknya saya makin tambah enegh dengan “Aturan  Main” yang diberlakukan untuk mendapatkan iming-iming “Gratis Nelpon berkali-kali”, “Mu24h” atau “Heeemat”.

Bagaimana tidak ? saya yakin sebagian besar konsumen dari para operator besar itu tidak mengetahui “Aturan Main” yang ditetapkan, mengingat iklan yang tampil di layar Televisi boleh dibilang ‘sangat menyesatkan’. Tidak ada keterangan lebih lanjut ataupun pembeberan aturan secara langsung dan transparan. Jikapun ada, tulisannya jauh lebih kecil dan nyaris tak terlihat mata.

Memang sih, ini semua merupakan Trik Marketing yang sedianya digunakan oleh hampir sebagian besar penyedia barang/jasa untuk menarik (baca:mengeruk) keuntungan besar-besaran dari para konsumen dan calon konsumen baru. Siapa sih yang gag tertarik dengan tawaran ‘Gratis Nelpon berkali-kali sepanjang hari, Mu24h atau Heeemat-nya biaya komunikasi ?

Sayangnya, pembohongan Publik ini sepertinya luput dari pengamatan para pejabat atau pihak-pihak yang sebetulnya lebih berwenang untuk melindungi hak konsumen atau rakyat negeri ini, malah cenderung dibiarkan ‘saling ejek, saling menjatuhkan antar operator. Tidak ada yang memperingatkan atau menegur operator nakal.

Saya pribadi jujur saja lebih memilih operator CDMA sebagai jalur komunikasi suara yang cenderung memberikan tarif flat dari detik pertama hingga akhir, meski dengan tingkat yang berbeda tergantung pada nomor tujuan. Sedangkan salah satu dari 4 (empat) operator diatas, saya manfaatkan hanya untuk komunikasi data dan juga pesan, lantaran tawaran Gratis SmS yang kerap ditawarkan, cukup memuaskan bagi  saya.

Yakin banget, banyak orang yang lebih suka membayar tarif komunikasi mereka dengan harga yang pasti. Flat sepanjang hari, tanpa banyak aturan main, atau perubahan durasi. Karena dengan demikian, mereka (termasuk saya) setidaknya sudah bisa memperkirakan biaya yang akan dihabiskan atau durasi yang mampu digunakan dengan sisa pulsa tertentu misalkan. Sayangnya, harapan saya ini ya takkan begitu saja didengar dan diterapkan dalam paket tarif yang bisa ditawarkan pada konsumen negeri ini.

Padahal, dengan transparannya tarif biaya komunikasi, saya yakin para operator hanya tinggal melihat seberapa besar loyalitas konsumen atau malah memberikan reward kecil bagi mereka yang mampu menunjukkan kesetiaan penggunaan jasa melalui isi ulang ke nomor-nomor lama misalkan.

Jadi, ya jangan berharap terlalu banyak deh untuk bisa menikmati tarif Mu24h atau hematnya berkomunikasi seperti yang Anda bayangkan dalam benak hari ini. Realistis saja.

Gag ada tuh yang namanya “Gratis Nelpon berkali-kali”