Berburu BadGes FourSQuare, Retired atau belum sih ?

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Menjadi seorang Jumper dalam dunia FourSQuare belum bisa dikatakan lengkap pengetahuannya kalo belum mengetahui status BadGe yang kelak bakalan diburu. Apakah masih Active atau malah sudah inActive (Retired). Jika sudah begini, yakin baget, sebagai Jumper, gag bakalan ngeyel lagi deh dalam berburu.

Monggo, mampir ke halaman milik thekruser. Di halaman tersebut tertera jelas BadGes mana saja yang masih berstatus Active yang artinya masih ada harapan besar untuk diburu, dan BadGes mana saja yang sudah berstatus inActive atau Retired.

Saya pribadi jujur saja merasa kecolongan dengan Daftar BadGes Active Status yang dirilis thekruser ini. Masalahnya, ada beberapa BadGes yang sebetulnya ingin saya dapatkan (dan sialnya, catatan Venue-nya sudah saya simpan sebagai BookMark di web browser ponsel), ternyata sudah gag berlaku lagi. Seperti Adobe Hat Tip, Alli After Dark dan Dew Tour Super Fan dari Dew Tour, Banksy Fan, BBQ PitMaster dan CupCake Connoisseur dari TLC, CNN Healty Eater,  Porky, Roker dan 10 to 10 dari Today Show  dan Six Flags Lunatic.

Maka bisa dikatakan, dari 1.118 kali Check-in selama 79 hari terakhir, dua ratusan Venue yang saya masuki diantaranya merupakan usaha yang muBazir, lantaran harapan akan Badge yang diinginkan memang sudah tidak tersedia lagi.

Dibandingkan dengan halaman 4SquareBadges yang dahulu pernah saya rekomendasikan, halaman milik thekruser ini jauh lebih akurat, baik dari status masing-masing BadGes hingga trik atau cara untuk mendapatkan BadGes yang tergolong sulit. Katakanlah BadGes Socialite yang rupanya baru bisa didapatkan setelah melakukan 3 kali Check-in di tempat yang sama, yang notabene ada 4 Venue yang direkomendasikan. Semuanya berada di San Francisco. Demikian halnya dengan BadGes Quad Squatter yang mensyaratkan 10 kali Check-in pada Venue yang memiliki Kategori (bukan Tag) Quad / Commons. Itupun mutlak berada di seputaran Arizona State University.

Selain halaman milik theKruser diatas, ada lagi cara lain untuk mengetahui apakah BadGes FourSQuare yang akan diburu sudah Retired atau belum. Buka saja halaman akun teman yang Anda miliki. Usahakan mencari tahu apakah si teman tersebut memiliki BadGes dalam jumlah banyak (minimal 100an) atau tidak. Bisa juga dari halaman akun milik seorang Mayor sebuah Venue yang memiliki tingkat kunjungan tertinggi. Biasanya halaman perolehan Badges masih bias dilihat meskipun kita belum berteman dengan pemilik halaman bersangkutan. Lihat status BadGes yang ada dalam halaman tersebut. Biasanya untuk BadGes yang sudah masuk dalam kategori Retired, bakalan dihiasi tulisan terkait di pojok kiri atas Badges.

Itu sebabnya, selama dua minggu terakhir, perolehan BadGes yang saya dapatkan makin bertambah meski saya yakin tidak akan bisa mengejar atau menyamai peroleh BadGes tiga rekan lainnya. Tak lain karena faktor Retired diatas.

Mengetahui status Active/inActive sebuah Badges yang akan diburu, jelas akan sangat mempengaruhi langkah seorang JumPer berikutnya. So, ketimbang Mubazir, coba saja.

Jalan Panjang menuju BadGes FourSQuare

Category : tentang TeKnoLoGi

Rupanya tidak semua BadGes FourSQuare bias didapatkan dengan mudah seperti beberapa tips yang saya turunkan terkait ‘berburu BadGes’ tempo hari. Ada juga beberapa BadGes tertentu yang memerlukan ketelatenan, kesabaran bahkan kejelian para JumPer untuk bias sukses mendapatkannya. Untuk bias melakukan itu, diperlukan beberapa pengetahuan tambahan seperti Status Active/inActive sebuah BadGes, trik Check-in yang diakui, syarat yang akurat untuk sebuah Venue yang akan disasar atau bahkan trik menyiasati aktifitas Check-in secara mobile.

Itu sebabnya beberapa BadGes yang sebetulnya keberadaannya sudah sejak lama ada, baru dua minggu terakhir ini saya dapatkan. Itupun setelah memahami keempat tambahan pengetahuan yang saya sebutkan tadi.

Katakanlah BadGes Socialite. Badges dengan image gelas Cocktail ini hanya akan berlaku dan bisa didapatkan ketika seorang JumPer sedang berada di Kota San Francisco, CA. caranya dengan melakukan 3 (tiga) kali Check-in di satu tempat yang sama. Adapun Venue yang direkomendasikan tersebut ada 6 (enam), yaitu  : the St. Regis Hotel, Redwood Room, The Ambassador, Otis, Rickhouse atau The Oak Room at The Plaza Hotel.

Masih dari kota yang sama, sarana transportasi publik BART menawarkan BadGe Trainspotter yang bakalan bisa didapatkan setelah melakukan 10 (sepuluh) kali Check-in di Venue yang mereka remokendasikan. Tidak ada kategori ataupun Tag khusus yang ditentukan.

Demikian halnya dengan BadGes Quad SQuatter yang baru bisa diperoleh setelah mem-follow Brand Arizona State University -ASU- dan melakukan aktifitas Check-in sebanyak 10 (sepuluh) kali di Venue yang disarankan halaman Brand tersebut yang notabene memiliki kategori Primer/Utama ‘Quad / Commons’. Jadi, meskipun kita melakukan aktifitas Check-in pada Venue berkategori sama namun tidak termasuk dalam daftar, ya tetep saja gag bakalan dapet.

Berbeda dengan tiga BadGes diatas, BadGes Great OutDoors, malah berlaku global diseluruh dunia, tak terbatas pada satu negara saja. Namun jumlah Check-in yang dipersayaratkan adalah 8 (delapan) kali pada satu Venue yang sama, dengan kategori utamanya ‘Parks & Outdoors’.

Namun, Diantara 124 BadGes yang saya peroleh, yang paling memerlukan kesabaran selama sebulan penuh adalah Healthy Lizard. BadGes ini merupakan hasil kerjasama pihak FourSQuare dengan ‘Health Month’,  game online berbasis pantangan yang mutlak dilakukan selama sebulan penuh. Adapun pantangan ini harus di’laporkan setiap harinya dan tentu saja dicatat. Lizard (yang termasuk dalam kelompok Yellow Bracket) merupakan paket gratisan yang ditawarkan kepada para pemburu BadGes FourSQuare dan hanya bisa didapat ketika yang bersangkutan mampu menyelesaikan tantangan akan pantangan selama satu bulan penuh tanpa kehilangan tujuan utamanya. Caranya, buat akunnya terlebih dahulu, lalu masukkan akun FourSQuare Anda pada pilihan ‘Edit Your Account / Link Up with Other Sites’. Langkah ini mirip dengan game online  berbasis olahraga ‘RunKeeper’.

Jalan menuju BadGes FourSQuare pun masih sangat panjang. Saya pribadi masih berusaha berburu BadGes DoucheBag yang mensyaratkan 20 (dua puluh) kali Check-in di Venue berkategori sama. Aktifitas ini mirip dengan cara untuk mendapatkan BadGe Brooklyn 4 Life. Pun demikian dengan BadGes Metro News serta kembarannya Metro Journal, yang mensyaratkan aktifitas Check-in di tiga Venue selama tiga hari berturut-turut dalam waktu yang sama. Tak lupa BadGe Redskin Washington yang masih harus menunggu jadwal pertandingan mereka. Do’akan saja bisa saya dapatkan dalam waktu dekat.

Tips berburu Badges Sunday River, Fixer Upper, Whistler BLackBomb dan Mount Snow

Category : tentang TeKnoLoGi

Tampaknya usaha perburuan BadGes FourSQuare gag bakalan pernah usai. Kali ini ada 4 (empat) Badges baru yang diperkenalkan pihak FourSQuare pada para penggunanya. Sunday River, Fixer Upper, Whistler BLackBomb dan Mount Snow. Keempat BadGes tersebut saya dapatkan dalam rentang waktu dua hari saja di pertengahan bulan Januari lalu, itupun lantaran disibukkan oleh pekerjaan yang mendesak, sehingga yakin banget kalo memang beneran niat berburunya, dalam seharipun bisa mendapatkannya dengan mudah.

Dari kiri ke kanan.

BadGes Sunday River. Silahkan Follow halamannya terlebih dahulu disini, lalu lakukan aktifitas Check In di salah satu Venue yang terdapat di halaman tersebut. Jikapun rentang waktu yang dilakukan terlampau dekat dengan aktifitas sebelumnya hingga aktifitas terakhir tidak diakui, lakukan dengan jeda yang agak lama di Venue lainnya. Satu jam misalkan.

BadGes Fixer Upper. BadGes ini berlaku universal, dimanapun juga bisa. Caranya, cukup lakukan aktifitas Check In di 3 (tiga) Venue ber-Kategori ‘Hardware’ yang dilambangkan dengan gambar ‘kunci pas’. Untuk meyakinkan apakah Venue tersebut berlogo/gambar yang benar, tentu dibutuhkan Browser yang mampu menyajikan halaman hasil pencarian secara tampilan web.

BadGes Whistler BlackBomb. Seperti halnya BadGes Sunday River, BadGes ini mensyaratkan pengguna untuk mem- Follow halamannya terlebih dahulu disini. Lalu lakukan aktifitas Check In di 3 (tiga) Venue yang terdapat di halaman tersebut.

Jika BadGes Whistler BLackBomb memiliki kesamaan syarat dengan BadGes Sunday River, maka BadGes Mount Snow memiliki kesamaan dengan BadGes Fixer Upper, alisan berlaku universal, bisa melakukan aktifitas Check-In dari mana saja. Tidak terpaku pada satu Negara atau Kota. Asalkan Venue tersebut memiliki tag ‘Mount Snow’.

Empat BadGes di awal tahun 2011. Tidak sulit bukan ?

Menyoal Sampah dan Galian Tanah di Lahan ‘Basah’

1

Category : tentang Opini

Terkadang saya suka merasa kasihan dengan para pemilik lahan kosong yang kebetulan bersebelahan dengan lahan terbangun di lingkungan Kecamatan Kuta Utara. Mengapa demikian ?

Sekedar informasi, kawasan Kecamatan Kuta Utara saat ini merupakan lahan basah yang bisa dikatakan sangat diminati oleh para wisatawan maupun investor untuk menanamkan modal mereka dalam bentuk villa maupun apartemen, lantaran view yang ada masih terjaga.  Baik itu hamparan hijau persawahan ataupun pantai. Tidak heran apabila harga lahan di sekitar kawasan ini melonjak sedemikian mahalnya.

Menariknya, hampir di setiap jengkal tanah yang ada, dibangun dan dimiliki oleh wisatawan asing ataupun investor luar daerah. Dari yang sedang dibangun hingga dikelilingi tembok ataupun patok permanen.

Sayangnya, ketika proses pembangunan atau pengerjaan lahan dilakukan, segala sampah, hasil galian maupun bahan bangunan yang tidak digunakan, kerap dibuang begitu saja ke lahan kosong disebelahnya, tanpa ada penyelesaian lebih lanjut.

Seperti gambar yang saya ambil di satu kawasan menuju Pura Batu Mejan ini. Terlihat jelas tumpukan tanah galian, sampah hingga bahan bangunan yang sudah tidak digunakan lagi teronggok begitu saja di lahan kosong sebelahnya. Kendati saat iseng saya tanyakan ke salah satu mandor yang bekerja di areal villa tersebut, bahwa semua sampah kelak akan dibersihkan, namun siapa yang akan menjamin ? karena di beberapa lahan lainnya, gundukan tanah galian dan sampah ini tetap saja dibiarkan tanpa ada penanganan pasca penyelesaian pekerjaan.

Wah, kalo gitu kasihan pemilik lahannya dong ya ?

Help Salary President – Koin Untuk Presiden

3

Category : tentang Opini

Gara-gara mengeluh (padahal sebetulnya hanya mengungkapkan fakta :p), Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono kembali didemo oleh rakyatnya, begitu berita media beberapa hari terakhir. Seakan belum jua sadar bahwa kebiasaan Beliau untuk mengeluh didepan rakyat lebih banyak mengundang kecaman. Alih-alih mendapatkan simpati dari rakyat, malah Beliau dijuluki sebagai Presiden Lebay.

Ditengah bencana alam dan tingginya harga bahan pokok di pasaran, Beliau mengeluhkan gaji yang tak naik selama kurun waktu 7 (tujuh) tahun kepemimpinan, seakan lupa bahwa masih banyak pe-er dan persoalan lain yang jauh lebih penting untuk dikatakan. Tapi ya  wajar sih, wong yang namanya tanggung jawab sebagai seorang Presiden ya tidak bisa disamakan dengan gaji seorang karyawan toko biasa atau pendapatan rata-rata rakyat Indonesia.

Meski begitu, tipikal Pemimpin yang diharapkan oleh sekian juta rakyat Indonesia, saya yakin memiliki jiwa yang mau berdiri di garis terdepan ketika rakyat masih dilanda susah dan kemiskinan. Atau pemimpin yang tak peduli dengan politik pencitraan, memilih mengabdi dan bekerja untuk rakyat dalam arti sebenarnya.

Saya pribadi sesungguhnya tidak keberatan dengan keluhan Beliau, asal disampaikan pada saat yang tepat. Misalkan saja, saat para Wakil Rakyat minta kenaikan Anggaran untuk plesiran, atau malah kenaikan gaji, tunjangan ini itu, dan tetek bengek lainnya yang kerap malah menomorduakan kepentingan lain bangsa ini. Saya yakin, jika Pak Presiden ‘Berani’ menyampaikannya saat para Wakil Rakyat meminta tambahan dana ini itu, rakyat dijamin bakalan mendukung sepenuhnya.

Help Salary Presiden atau yang dikenal dengan Koin untuk Presiden barangkali hanya salah satu jawaban yang bisa diberikan oleh Rakyat kepada pemimpinnya sebagai rasa bangga dan turut serta memiliki. Mereka tak sampai hati jika Pak Presiden mengeluhkan gajinya ketika dipertanyakan soal apa yang telah Beliau lakukan pada negeri ini. Hal serupa pernah pula dilakukan rakyat ketika Prita mengeluhkan pelayanan sebuah Rumah Sakit (yang katanya) Internasional lewat email, lantas dituntut membayar sejumlah uang untuk kerugian yang diakibatkan lantaran usaha untuk pencemaran nama baik. Aksi yang sama dengan maksud yang berbeda.

“Saatnya kita sebagai rakyat membantu kesulitan Beliau dengan menyumbangkan koin cinta SBY Rp.100”

Wah, kalau saja di Denpasar ada yang mau berkenan menyampaikan koin-koin tersebut pada Pak Presiden secara langsung (bukan dituker dengan uang kertas), saya yakin MiRah putri saya, Rela membuka celengan kecilnya untuk disisihkan demi Pemimpin Negara yang kami kagumi ini.

Perubahan arus Lalin di areal Puspem Badung pk. 15.30 wita (jam pulang)

Category : tentang PeKerJaan

Mengacu kepada Surat dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Nomor 511.11/081/Hubkominfo tanggal 13 Januari 2011 perihal Informasi Perubahan Arus Lalu Lintas bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, berkaitan dengan mulai diberlakukannya absensi sidik jari yang efektif berlaku tanggal 5 Januari 2011, dan demi kelancaran lalu lintas di sekitar areal Puspem Bagung, diinformasikan bahwa :

Bagi Pegawai yang pulang menuju arah DENPASAR dan LUKLUK agar keluar areal PusPem melalu Gapura Utama (Gapura Utara) > Jalur Alternatif 1

Bagi Pegawai yang pulang menuju arah KWANJI DALUNG dan KEROBOKAN agar keluar areal PusPem melalu Gapura Selatan > Jalur Alternatif 2

Demikian disampaikan untuk dimaklumi.