Timeline Thread tetiba jadi ramai pasca Tumbler Mbak Anita kegocek Netijen karena menyebabkan Argi sang pegawai KAI statusnya jadi dirumahkan.
Sayangnya di waktu yang hampir bersamaan, bencana Sumatera terjadi, meluluhlantakkan sebagian besar area Sumbar dan Sumut. Namun lantaran banyaknya utas thread yang membahas Mbak Anita dan problemanya bersliweran di timeline, sebagian besar influencer dadakan dan user akun FBpro pun menyalak, menghujat isu tumbler sebagai pengalihan topik dari bencana Sumatera hingga kemudian media Tempo menurunkan gambar dengan teks soal tidak adanya status Bencana Nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah. Jagat Maya pun heboh...
Jika saja kalian paham akan algoritma dunia maya yang menganut "You Are What You Read" gak bakalan ngamuk-ngamuk soal kenapa persoalan tumbler seakan menjadi bencana nasional, sementara pemberitaan soal bencana Sumatera malah tenggelam tak ada kabarnya. Karena sudah sejak lama, apa yang menjadi perhatian kita pada satu waktu, akan memunculkan topik serupa di beberapa akun media sosial lainnya.
Katakanlah macam postingan XMax kemarin. Itu bermula dari gak sengajanya saya menonton tayangan soal rilis XMax Tech Max terbaru, lalu lanjut menuliskannya, secara otomatis beberapa video dari laman FaceBook maupun Instagram beralih menjadi tampilan XMax dan motor sejenis lainnya.
Pun ketika saya berburu sepatu pria size besar di lapak Tokopedia, langsung direspons dengan iklan tentang objek serupa di laman media sosial yang digunakan kemudian. Sehingga yang terjadi sebenarnya adalah dunia maya akan menunjukkan informasi lebih banyak lagi tentang apa yang sedang kalian minati di waktu yang sama.
Jadi jangan heran sebenarnya ketika banyak wajah wanita seksi berbusana minim atau pria ganteng gagah perkasa hadir di ponsel pasangan, sementara pasangan mengatakan tidak tahu menahu atau tidak paham mengapa isi ponselnya bisa berbeda dengan yang lain. 😅
Ini semua bisa dikatakan sebagai Algoritma dunia maya yang memberikan tanggapan atas aktifitas serupa yang kita cari dan respons di waktu tertentu.
Maka ketika timeline Thread atau Instagrammu dipenuhi oleh topik tertentu dan menenggelamkan isu dan kabar terkini soal bencana Sumatera, yang bisa dilakukan adalah memilih opsi -Not Interested- pada pilihan menu postingan secara masif pada topik yang ingin dihilangkan, dan mulai secara intens membuka topik lain yang diinginkan hadir di timeline media sosialmu.
Saya pribadi belakangan mulai menghilangkan postingan para influencer dadakan pemerhati lingkungan yang ramai mengatakan bahwa pemerintah pusat tidak peduli pada bencana Sumatera karena jawasentris sehingga enggan memberikan label bencana nasional.
Syukur semua topik serupa perlahan hilang dari timeline. Berganti dengan topik random yang coba ditawarkan aplikasi untuk menarik perhatian penggunanya lebih jauh...
Comments
Post a Comment