Skip to main content

Prepared for UU PorNoGrafi

Tampaknya gak sampe nunggu waktu setahun, RUU Pornografi yang kini berusaha disosialisasikan dan masih menimbulkan Pro dan Kontra, bakalan dengan segera disahkan. Itu artinya, segala bentuk penolakan yang dilakukan beberapa waktu lalu bisa jadi cuman dianggap angin lalu oleh para anggota Pansus. Terutama yang sempat mampir ke Bali tentunya.

Belum lagi salah satu parpol besar dinegeri ini bulat menyatakan penolakannya akan RUU yang dianggap masih memiliki multi penafsiran yang berbeda. Ini justru akan membahayakan personal yang secara tak sengaja atau malah tak menyadari mampu ‘mengundang syahwat’ orang lain.

Secara pribadi sih bakalan mengatakan setuju kalo ngeliat dari maraknya kemunculan video-video porno hasil besutan sutradara dadakan, yang baru ngeh kalo punya ponsel berkamera, atau malah baru ngeh merasakan nikmatnya bercinta dengan lawan jenis walopun secara status belum pantas dilakukan.

Tapi, itu harus benar-benar dipikirkan bagaimana cara menekan peredaran, pembuatan baru bukan sekedar melarangnya. Barangkali saja ada cara untuk mendeteksi sang pelaku dalam rekaman video yang biasanya hanya menampilkan ‘aurat’sang pelaku tanpa wajah secara langsung. Atau malah hanya menampilkan profil si cantik yang justru menjadi korban jika video tersebut beredar dimana-mana.

Hanya saja, kalo ngeliat dari salah satu isinya terkait pengaturan cara berpakaian, saya pribadi sih kurang setuju. Apalagi kalo dikatakan seperti penafsiran dari salah satu anggota Pansus ‘jangan sampe berbikini kalo cuman masuk pasar’. Lah, pernah main ke Pasar Badung siang hari gak ? para turis yang bersliweran disana, ada yang berbusana minim juga loh. Nah, apa ini bakalan langsung dikenakan sangsi ? padahal salah satu pengecualian penerapan UU Pornografi itu (katanya sih) tidak termasuk apabila itu daerah Pariwisata.

Itu semua kini malah bikin saya berandai-andai’.

Kalo seumpama saat keluar rumah, ada cewek cantik berkulit putih mulus yang memakai celana pendek dengan sepeda motor, lewat didepan para cowok ABG yang kebetulan lagi nge-jomblo. Sudah jelas pemandangan gratis ini bakalan mengundang syahwat sang jomblowan tadi. Apakah tu cewek bakalan dikenai sangsi atau hukuman berdasarkan UU Pornografi ?

Padahal disekitar kita, begitu banyak cewek, ibu-ibu, bapak-bapak dan lain sebagainya yang memilih memakai celana pendek ketimbang celana panjang, mengingat panasnya cuaca akhir-akhir ini. Kok gak dikenai sangsi dan hukuman yang sama ?

Yah, barangkali saja alasannya karena penampilan baik cewek lain (yang berkulit gelap dan sedang merenggut misalnya), atau ibu-ibu maupun bapak-bapak gak semenarik pemandangan seorang cewek cantik berkulit putih mulus sehingga gak sampe mengundang syahwat siapapun.

Hmmm… itu artinya, UU Pornografi nanti harus diwaspadai bagi mereka yang memiliki Sex Appeal, baik dari penampakan wajah, hidung yang sexy, bibir yang sexy seperti kata Mulan Jameela, hingga payu**** dan paha sexy. Aduh ! Mohon Maaf, jangan-jangan BLoG saya ini bakalan kena sensor nih gara-gara nulis kalimat diatas.

Barangkali juga saya termasuk orang yang harus mewaspadai hadirnya UU Pornografi itu. Karena menurut Istri, saat saya hanya memakai celana pendek tanpa baju dirumah, walopun perut makin ndut, tetep bisa mengundang syahwat kok. Hehehe….

Comments

Popular posts from this blog

Jodoh di Urutan ke-3 Tanda Pesawat IG

Kata Orangtua Jaman Now, Jodoh kita itu adanya di urutan ke-3 tanda pesawat akun IG.  Masalahnya adalah, yang berada di urutan ke-3 itu bapak-bapak ganteng brewokan berambut gondrong.  Lalu saya harus gimana ?  #jodohurutanketigadipesawat  Mestinya kan di urutan SATU ?

Mewujudkan Agenda Cuti Bersama Lebaran

Tampaknya di Hari terakhir Cuti Bersama Lebaran, sebagian besar rencana yang ingin dilakukan sejak awal liburan sudah bisa terwujud, meski masih ada beberapa agenda lainnya yang belum bisa dijalani.  Satu hal yang patut disyukuri, setidaknya waktu luang jadi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tertunda beberapa waktu lalu.  1. Migrasi Blog Aksi pulang kampung ke laman BlogSpot tampaknya sudah bisa dilakukan meski dengan banyak catatan minus didalamnya. Namun setidaknya, harapan untuk tidak lagi merepotkan banyak orang, kedepannya bisa dicapai. Sekarang tinggal diUpdate dengan postingan tulisan tentang banyak hal saja.  2. Upload Data Simpeg Melakukan pengiriman berkas pegawai ke sistem online milik BKD rasanya sudah berulang kali dilakukan sejauh ini. Termasuk Simpeg Badung kali ini, yang infonya dilakukan pengulangan pengiriman berkas dengan menyamakan nomenklatur penamaan file. Gak repot sih sebenarnya. Tapi lumayan banyak yang harus dilengkapi lagi. 

Warna Cerah untuk Hidup yang Lebih Indah

Seingat saya dari era remaja kenal baju kaos sampai nganten, isi lemari sekitar 90an persen dipenuhi warna hitam. Apalagi pas jadi Anak Teknik, baju selem sudah jadi keharusan.  Tapi begitu beranjak dewasa -katanya sih masa pra lansia, sudah mulai membuka diri pada warna-warna cerah pada baju atasan, baik model kaos oblong, model berkerah atau kemeja.  Warna paling parah yang dimiliki sejauh ini, antara Peach -mirip pink tapi ada campuran oranye, atau kuning. Warna yang dulu gak bakalan pernah masuk ke lemari baju. Sementara warna merah, lebih banyak digunakan saat mengenal ke-Pandean, nyaruang antara warna parpol atau merahnya Kabupaten Badung.  Selain itu masih ada warna hijau tosca yang belakangan lagi ngetrend, merah marun atau biru navy. Semua warna dicobain, mengingat hidup rasanya terlalu sederhana untuk dipakein baju hitaaaaam melulu.  Harapannya bisa memberikan warna pada hidup yang jauh lebih cerah, secerah senyum istri pas lagi selfie.