Skip to main content

Posts

Setahun lagi...

Recent posts

Setahun Terlewat

S eorang teman kuliah. Adik tingkat. Dekat karena dia menertawai saya lantaran gak berhasil mendekati teman seangkatannya. Sama-sama bertubuh besar. Sama-sama Aries. Lalu menyadari umur kami cuma beda sehari. Kemudian menyadari juga bahwa kami bersaudara. Meski jauh. Jadilah karib. Berpisah belasan tahun karena kerja dan menikah. Lalu memiliki anak. Sama-sama punya anak cewek. Dia dua, Saya tiga. Sama-sama jadi pria satu-satunya dalam keluarga. Sama-sama gula. Dua tahun terakhir jadi lebih sering ketemu karena setiap kali saya dinas ke selatan, jika senggang selalu mampir ke rumah Pegok. Sekedar menyapa dan tertawa. Menertawai diri kami sendiri. Saling cela. Kadang meluangkan waktu untuk tangkil bareng pesemetonan. Makin dekat karena berusaha aktif di organisasi keluarga. Sayang, ulang tahun kemarin jadi chat terakhirnya. Tumben menyapa lalu saling mengucapkan selamat. Beberapa hari kemudian dapat kabar dia pergi. Kali pertama saya menangis karena merasa begitu kehil...

Reminder UDD PMI Badung, Surprise...

Pagi-pagi usai memundurkan kendaraan dari garase untuk mengantar bungsu sekolah, tetiba ada pesan masuk dari nomor tak dikenal yang sepintas saya baca dari layar Samsung Fit. Namun mengingat si anak minta mampir ke mini market buat beli jajanan dulu sebelum sekolah, pesan tersebut saya abaikan. Meski begitu malah jadi overthinking -semoga bukan dari BPK, hari Sabtu ini mah... waktu buat keluarga kalau boleh. 🙂  Usai menurunkan anak di depan gerbang sekolah, saya lanjut melipir ke tempat teduh untuk membaca pesan masuk di Whatsapp tadi, siapa tahu penting.  Ternyata Pesan datang dari Unit Donor Darah PMI Badung yang mengingatkan saya untuk kembali mendonorkan darah karena memang sudah waktunya. Waaah... Surprise ini.  Karena dulu, ya duluuu banget, era masih jamannya jaringan CDMA, memang pernah mendapatkan reminder serupa dari PMI setiap 75 hari pasca donor melalui SMS. Sekarang ada lagi. Melalui kanal Whatsapp. Serius, ini berguna banget buat mereka yang berkeinginan un...

Cukup Aku aja yang WNI, Anak-anakku Jangan...

Sebwah Quote di awal tahun 2026...  "Cukup Aku aja yang WNI, Anak-anakku Jangan..."  Lagi heboh dan viral di Media Sosial. Mengajarkan betapa pentingnya untuk selalu menahan diri pamer semua pencapaian di akun media sosial, apalagi yang didapat dengan cara yang tidak wajar. Plus dibumbui fakta kosong lainnya yang sukses dikuliti oleh netijen +62.  Macam Gak Paham aja kemampuan orang-orang kita yang deep dive-nya melebihi intelijen 🙂

Nemu iPhone 6S 😅

Saya pribadi bukan iPhone User untuk saat ini. Meski berkali-kali Istri menyarankan agar saya mengambil ponsel satu ini saat ingin mengganti ponsel lama yang telah masuk usia senja. Tapi tetap saja pilihan pertama saat memasuki gerai dimanapun itu, Samsung berada di urutan nomor satu. Meski begitu, saya bukan Anti ponsel produksi Apple ini loh yah. Secara dulu memang pernah menjadi iPhone User berbarengan dengan Android User di era yang sama. Tepatnya memegang seri 4 yang desainnya cukup fenomenal itu, perubahan dari seri pertama, 3G dan 3Gs.  iPhone 4 CDMA yang disuntikkan nomor Flexy, serta sebuah ponsel Android milik Samsung era awal kelahiran. Galaxy Ace S5830 yang punya besaran RAM serta storage masih dalam hitungan MB.  Kenapa gak berlanjut, karena dari sisi UI iPhone lama rerata gak bisa diCustom sesuka hati menggunakan Launcher atau Widget laiknya perangkat Android di era awal sekalipun. Dan gak ada fitur Tethering Hotspot kalau tidak salah. Ditambah ketiadaan opsi eks...

Mimpi Dikunjungi Tengah Malam

Entah kenapa tetiba saya tersadar dari mimpi, gegara teringat pada satu adegan lama dimana pada tengah malam, pintu kamar kerap dibuka dan terdengar suara berat parau dan pelan, sembari memanggil nama -iiikkk... Bukan, ini bukan lagi pengen mengisahkan satu cerita horor. Tapi saat Bapak masih ada dulu, setelah ia bertengkar dengan Ibu di satu malam, tentang banyak hal dan saya sering terbangun dari tidur dibuatnya, Bapak akan berusaha mencari penjelasan logis pada saya akan permasalahan yang beliau ributkan dengan istrinya.  Dari -kenapa saya bisa ada di sini ? -tolong ajak saya pulang ke rumah -kamu siapa kok saya bisa tidur sama kamu ? (Menganggap istrinya adalah orang lain, bahkan pria lain, bukan istrinya), sampai ke -kebingungan kenapa ia bisa menjadi gila karena sifat pelupanya ?  Ya, Bapak seringkali menganggap dirinya gila -buduh, dalam bahasa bali- sehingga merasa perlu mendapat jawaban dari saya segera meskipun ini tengah malam. Namun apapun jawaban yang saya ungkapk...