Skip to main content

Posts

Menikmati Waktu di Ruang Tunggu Agung Toyota

Recent posts

Seven Pounds untuk mengembalikan Semangat Hidup can Berjuang

Kadang semangat itu hilang dengan sendirinya seiring beban yang dirasa makin menghimpit dada dan pikiran. Saya kerap mengalaminya. Dan sebagai orang yang tidak menghabiskan waktu untuk sebat atau menikmati rokok maupun vape di saat seperti ini, terkadang tayangan film pendek ataupun yang diceritakan oleh orang bagaimana jalan kisahnya sembari mempercepat timeline, lewat di beranda sosial media, sudah cukup untuk menurunkan air mata karena plot twistnya yang tidak terduga. Dan semangat yang sebelumnya pergi entah kemana, tetiba muncul lagi seiring kisah yang diceritakan berakhir bahagia atau sedih. Seperti halnya pagi ini, Seven Pound-nya Will Smith hadir membantu semuanya.  Meski sudah beberapa menontonnya di kala senggang, tapi tampaknya cerita tentang seorang lelaki yang ditinggal mati pasangannya ini dalam sebuah kecelakaan yang turut menewaskan enam orang lainnya di pihak lawan, membuat hidupnya tak nyaman lagi. Alih-alih mengakhiri hidupnya untuk menebus rasa bersalah, si pria...

Pertemanan di FaceBook berujung VCS ?

Semua berawal dari Permintaan Pertemanan di akun FaceBook namun statusnya tanpa satupun Mutual Friend. Profile-nya menggoda. Pun dengan Postingan yang sengaja dibuka agar mudah dilihat. Usai di-Approve, lalu berlanjut ke Messenger.  Tanya ini itu. Kenal gak sama ini itu. Rasanya pernah bertemu dimana. Nanya asal darimana *please deh, semua info ada di Profile kalau mau tahu... Lalu nanya Nomor WhatsApp. Tujuannya untuk ngasi penawaran VCS. Video Call Sesirep. Telepon pake video sambil bubuk.  Pas ditolak, bilangnya nomor WA dibajak orang lalu nawari balik -nomor saya cuma support SMS doang, eh akun FaceBook auto ngilang 🤣 Pesan di Messenger pun jadi -unavailable... Sementara kalau terkena jerat perangkap VCS, ada yang lanjut langganan berbayar, ada juga yang kabarnya diScreenshot tampilan percakapannya lalu diancam akan disebarkan ke akun pasangan ataupun teman. Siap-siap jadi ATM atau sapi perah. Gak semua Permintaan Pertemanan itu Harus Disetujui. Gak semua juga punya Maksu...

Melanggar Tantangan Kok Enak ya ?

Beberapa hari terakhir tampaknya saya dengan sangat terpaksa melanggar Tantangan yang dibuat sendiri. Berusaha mengurangi Nasi atau tidak mengkonsumsinya lagi sejak Hari Raya Galungan terakhir bulan November lalu. Alasannya karena bosan 😅 Jadi melanggar karena di saat jam makan tiba, gak ada pilihan lain yang bisa dikonsumsi agar kondisi tubuh tetap aman.  Aman dari mual dan potensi maag, Aman dari drop gula darah, atau Aman dari efek samping lainnya karena makanan pengganti kata Istri malah katanya cenderung lebih tidak sehat.  Maka jadilah minggu lalu menikmati setengah porsi nasi ikan bakar dan kuah ala Lembongannya Seafood Odhe99 yang lokasinya dekat kantor Puspem Badung, kemarin pagi sarapan di rumah dengan kuah dan daging ikan warungnya Pak Doyok sebelah banjar Kayumas, Selasa kemarin makan nasi kotaknya Warung Kedaton di upacara anak Tengah, dan pagi ini menyantap sebungkus nasi campur balinya Bu Jero di depan Pura Dalem Bunkeneng yang dibeli Istri pagi tadi.  Jar...

Musik dan Kenangannya

Mendengar suara Mb Melly Goslaw mendendangkan ost AADC 2 kerap mengingatkan saya pada satu masa kelam di awal tahun 2017 lalu. Saat pergantian tahun baru usai memaksa saya melakukan perjalanan sendirian ke Kota Surabaya untuk satu urusan dinas. Demi mengejar tujuan yang jauh sebelumnya gak pernah terbayangkan bakalan terjadi. Terdiam dalam sesal di sebuah kamar hotel tua Inna Tunjungan, meski berakhir happy ending di hari yang sama.  Hal serupa saya rasakan saat mendengar duo Air Supply menyanyikan tembang Goodbye di sekitar gerbong kereta video clip mereka. Mengingatkan saya pada tahun 90an akhir, dimana kerap memintanya untuk diputar di salah satu stasiun radio dan di saat yang sama harus kehilangan seorang saudara dalam perjalanan pulang dari Surabaya. Saya masih bersekolah saat itu. Gak paham apakah itu ada hubungannya atau tidak. Musik tidak hanya menjadi penyemangat dalam beraktifitas, memberikan mood dan cerita tambahan pada hidup. Tapi juga kenangan. Masa Remaja yang penuh ...

Stand Up Mas Pandji, Buka Jejak Masa Lalu

J agat Politik Indonesia jadi riuh pasca video Mas Pandji Komika muncul di Netflix. Netijen kembali terbelah menyikapi potongan-potongan stand up-nya yang disebar ke sejumlah media sosial. Sebutan Termul atau Anak Abah, kembali ramai menggema, pasca melupakan Cebong Kadrun. Dari yang menyayangkan pembullyan fisik pak Wapres, sampai ke makin jelasnya posisi beberapa partai yang dahulu mendukung, kini berseberangan sak-kader-kadernya ikut menertawai mantan junjungan sembari membela Mas Pandji dan masif membagikan link videonya agar lebih banyak yang menonton. Saya hanya bisa nyengir karena semua yang terjadi hari ini merupakan kebalikan dari fakta era PakDe Jokowi dan keluarganya masih diusung jadi Presiden. Jejak-jejak digital masa lalu yang tersimpan, jadi terasa aneh ketika kembali diungkap menanggapi kalimat pembelaan atau kontra "candaan" Mas Pandji.. Benar adanya kata orang-orang. Bahwa gak ada Kawan ataupun Lawan dalam Politik. Yang ada hanyalah Kepentingan. Jadi "W...

Terima Kasih Tahun 2025

Terima Kasih Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa, untuk Tahun 2025 yang sudah penuh warna. Banyak cerita Suka maupun Duka. Meski masih ada Catatan Pembelajaran yang harus dilalui untuk bisa menjadi Lebih Baik Lagi. Terima Kasih untuk Kesehatan yang diberikan oleh-Nya sehingga masih diperbolehkan melakukan Donor Darah ke-95 jelang berakhirnya bulan Desember ini. Pun untuk Kesempatan dari penglingsir titiang PakDek Made Sudarsana lan PakDe Pande Darmaja pada akhirnya bisa menyampaikan pengaksama dan ngungkab bebaosan menggunakan basa bali alus, satu harapan lama yang terwujud jua. Terima Kasih untuk Rekan-rekan di kantor Dinas dan Bidang Perkim atas sumbangsih pikiran, partisipasi, bantuan dan apapun itu, demi menyelesaikan tugas dan pekerjaan sejauh ini.  Terima Kasih juga untuk Semeton Manggala Adat lan Manggala Praja Banjar Tainsiat yang sudah ngayah hingga tahun keempat. Angsehang bin setahun gen... Terima Kasih tiang haturkan juga untuk Keluarga PakMang Budi Komang B...