Skip to main content

Posts

Dua Puluh Tahun menulisi Blog

Recent posts

Kenalan dengan Asus Expertbook, Laptop Bisnis dengan beragam Kelas

Hari Jumat sore kemarin saya sempat main ke Majujaya Komputer , salah satu Toko Laptop Denpasar yang berlokasi di sebelah Hotel Puri Saron jalan Gatot Subroto Barat Denpasar. Misinya sih pengen nyari laptop buat anak kuliahan saya yang akhir Juli mendatang mulai menetap di Semarang. Bagi yang pengen hunting laptop baru maupun second, mungkin bisa ikutan mampir juga ke lokasi ini.  Namun yang menarik bagi saya di kunjungan kemarin itu adalah kehadiran laptop Expertbook , salah satu varian brand Asus yang dikenal ultra ringan dari segi penggunaan bahan dan bobotnya, kualitasnya standar militer, tingkat keamanan yang canggih, dan daya tahan batere yang mumpuni. Jadi menarik karena ternyata seri Expertbook ini hadir dalam beberapa kelas. Dari seri Essential, laptop bisnis kelas entry level yang diperuntukkan bagi pemula, pelajar ataupun umkm, tanpa meninggalkan ketahanan military grade dan performa yang stabil. Di level ini sempat amaze lihat harganya ada yang under 10 juta, sesuai bu...

AI Makin Pintar, Tulisan Manusia Makin Susah Dipercaya

Tempo hari sempat viral di akun Thread soal postingan para selebgram, akun centang biru ataupun motivator sosmed, yang terpantau menggunakan jasa prompt AI lantaran menggunakan beberapa frasa seragam. Seperti -disitu saya terdiam- atau -lalu tertawa kecil- 😅 bahkan dijadikan template joke tambahan pas membuat reply atau bahkan post baru sarkas.  Dua puluh tahun saya menulisi blog www.pandebaik.com rasa-rasanya sih gak pernah sampe memanfaatkan AI ataupun aplikasi semacam ChatGPT untuk membuat tulisan dengan tema original bahkan tema pesanan orang, yang mana draft tulisannya belum disiapkan. Berbeda dengan post tertentu berbau ads, hasil ketikan orang yang memang meminta backlink ke laman lain dengan perjanjian pembayaran. Meski dengan menggunakan beberapa jasa pemeriksa AI secara online, 70an % pemikiran pribadi yang saya tuliskan tersebut disimpulkan sebagai hasil AI. Tapi... pas saya masukkan beberapa kalimat dari laman buku tahun dodol, hasilnya sama juga. 😅 Emejing sekali. Me...

Hunting Laptop Anak Kuliahan, eh ada Maju Jaya dengan Harga Ramah di Kantongl

Salah satu kebutuhan utama Sulung agar bisa menunjang proses pembelajarannya selama kuliah nanti di Semarang adalah laptop. Ini jadi hal penting yang dibebankan pada saya sebelum keberangkatannya di akhir Juli mendatang, persiapan ospek dan lainnya. Cuma karena dia merasa awam dengan spek kebutuhan, akhirnya mensyaratkan 2 hal saja. Layar lipat agar mudah digunakan untuk presentasi dan layar sentuh. Pilihan yang sederhana tapi mahal rasanya.  Dari upaya hunting beberapa laptop di facebook marketplace lokalan, saya menemukan satu Toko Laptop di Denpasar yang sudah cukup lama dikenal. Kalau gak salah dari era ngumpulnya para Toko Komputer di gedung Rimo jalan Diponegoro, Maju Jaya Komputer . Kebetulan pemiliknya masih kawan lama saya juga. Dan setelah diskusi panjang melalui pesan aplikasi whatsapp, saya memutuskan untuk berkunjung ke lokasi toko di jalan Gatot Subroto Barat sebelah Hotel Puri Saron jumat sore kemarin. Gak nyangka kalau toko Maju Jaya ini memiliki beragam brand dan...

Semarang, Seperti Apa sih ?

Semarang itu sebelas dua belas dengan Kota Denpasar saya rasa. Dari bentuk bangunannya, ketinggian rerata, lingkungan maupun suasananya juga mirip. Yang membedakan, di Semarang itu masih ada beberapa bangunan tinggi yang megah berdiri di tengah keramaian kota, belum melihat adanya sanggah atau pura yang bisa jadi belum ada kami lewati sejak hati pertama tiba, dan jarang banget bisa nemu kendaraan model baru digunakan masyarakat macam Yamaha Filano ataupun Fazzio 😅 pun kendaraan grab premium BYD macam di Bali.  Uniknya, model bangunan sebagian besar masih mempertahankan bentuk lama warisan Hindia Belanda, lengkap dengan pintu, jendela atau bukaan yang besar untuk dapat meneduhkan penghuninya di saat cuaca panas.  Satu lagi, lalu lintasnya juga cukup ngangenin karena mirip kondisi Kota Denpasar era tahun 2000an. Belum terlampau macet dan padat. Mungkin karena tempat wisata di Kota Semarang ini juga agak minim. Seharian kemarin, kami mengupayakan tempat kost yang sesuai harapan ...

SeMellow itu Saya ternyata

Jujur... Krmarin itu saya sempat nangis sendirian didalam mobil pasca nganterin anak tengah sekolah pukul setengah enam pagi. Karena harapan kami, dia bisa ikut serta main bareng ke Kota Semarang untuk mencarikan kost buat kakaknya yang lulus ujian masuk Universitas Doponegoro Semarang tanggal 7 Juli lalu. Namun sayang, karena memilih persiapan tampilnya dia bareng tim Paskibra Dasa di agenda MPLS SMPN 10 Denpasar hari Selasa besok, dengan berat hati kami meninggalkannya bersama Neneknya di rumah.  Se-mellow itu ternyata perasaan saya ketika kami harus berpisah dengan salah satu anak, padahal rencananya gak sampe 3 hari di Kota Semarang. Cuma 2x24 jam malahan. Tapi memang ini kali pertama jalan bareng saya bersama keluarga kecil yang sejak dulu diimpikan.  Kapan ya kalian bisa naik pesawat bareng bapal ibul ?  Ternyata di usia sekolah.  Sementara saya kalau gak salah di usia 27 atau 29 😅 saat melawat pertama kali juga ke Jakarta. Dih.. katrok banget saya nok. ...

Semarang... Bakalan Bikin Mewek

Ini kali pertama kami ke luar kota (nyaris) sekeluarga. Kenapa bisa (nyaris) ? Karena satu dari tiga putri kami memilih tidak ikut serta lantaran harus menyiapkan diri tampil di parade extra kurikuler Paskibra/Baris Berbaris yang akan dilakukan pada hari Selasa mendatang, sebagai bagian dari agenda MPLS di SMPN 10 Denpasar, yang sekaligus juga jadi panitia pengenalan lingkungan sekolah sebagai salah satu anggota Osis juga.  Maka jadilah kami berempat dalam satu keluarga kecil yang dimiliki, didampingi kakak ipar, melangkah optimis menuju Gate 6 Bandara Ngurah Rai, jumat sore tadi. Rencananya hari ini mau melawat ke kota Semarang. Daerah yang beneran baru untuk dituju, sepanjang hidup kami semua sejauh ini. Ya, saya pribadi pun istri apalagi anak-anak, rasanya memang belum pernah menginjakkan kaki di Kota Semarang. Semoga semua baik-baik saja. Ah ya, Ngapain ke Semarang ? Sulung kami tahun ini sudah lulus bangku putih abu. Padahal rasanya baru kemarin dia nangis-nangis gak mau pisah...