Featured Posts

Nostalgia Oprek PC Jadul Menyimak kembali satu persatu halaman majalah digital Chip edisi jadul, dari tahun 2002 hingga 2008, mengenang kembali nostalgia masa lalu dimana saat itu masuk suka oprek pc baik milik sendiri, kantor...

Read more

Hemat Pengeluaran dengan Majalah Digital Rasanya sudah lama ndak mampir-mampir ke lapak langganan di jalan Sumatera Gajah Mada, sekedar melihat perkembangan teknologi terkait hobi ataupun politik di Indonesia saat ini. Ya, sebagai bagian dari...

Read more

Ngulik #BerkahGaTerbatas Paket Data Super 4G Unlimited... Disela menanti waktu Buka Puasa SmartFren bersama Media yang digelar di Hard Rock Cafe Rabu (6/6) sore kemarin, saya sempat membuka halaman aplikasi My SmartFren yang disuntikkan pada perangkat Android,...

Read more

#BerkahGaTerbatas Untuk Indonesia, SmartFren Tawarkan... Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, ungkap Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO of Commercial SmartFren mengawali agenda Buka Puasa SmartFren Bersama Media di Hard Rock Cafe Kuta Bali, rabu (6/6) sore...

Read more

Teori Konspirasi Memutus Hubungan dengan Dunia Maya... Melanjutkan keluhan kawan dekat saya yang barusan sempat memberikan #kode kedua terkait pujaan hatinya yang kini mulai betah berduaan dengan selingkuhannya selama ini yang bernama Dunia Maya, berikut pemaparan...

Read more

  • Prev
  • Next

PilGub Bali, seberapa menarik di mata kami ?

Category : tentang Opini

Media Sosial, utamanya FaceBook, group Suara Badung, yang saya ikuti sejak menjabat sebagai kepala seksi di skpd teknis Kabupaten Badung jadi riuh rendah dengan adanya PilGub Bali sebagai bagian dari Pilkada Serentak 27 Juni 2018 nanti.
Group Suara Badung ini kentara sekali jadi makin panas dengan naiknya tensi politik jelang hari pencoklitan rabu mendatang.
Beberapa Black Campaign mulai disodorkan oleh mereka yang sedari awal sudah terang-terangan mendukung salah satu paslon hingga mereka yang sedari awal ngotot mengaku Netral, kini sudah mulai beralih dan mengakui pilihan politiknya. Sah sah saja…

Sebaliknya di akun Twitter tampaknya masih belum seramai FB lantaran tidak banyak orang atau netizen dari pulau Bali ini yang aktif bersuara utamanya terkait PilGub Bali. Timeline saya sendiri masih disibukkan dengan pertarungan Cebong dan Kampret, para pendukung Calon Presiden terdahulu dan besok, yang hingga hari belum bisa Move On dari topik utama. Bisa dikatakan, topik PilGub Bali tak begitu menarik untuk dibahas di akun Twitter. Tenggelam oleh aksi #recehkantwitter atau #twitwor yang memang begitu menghibur dan mengundang tawa.

Generasi Milenial ataupun Anak Muda seperti kami saat ini sebenarnya dianggap sebagai satu potensi yang lumayan menggoda untuk bisa menambah pundi-pundi suara dan juga dukungan.
Swing Voter, begitu istilah yang mereka berikan.
Jadi tidak heran bila pola kampanye dua paslon PilGub Bali saat ini, ada juga yang berusaha untuk meraup pangsa remaja lewat konser musik yang diadakan secara berkala dari satu kota ke kabupaten lainnya. Tidak jarang, banyaknya massa yang hadir dalam pertunjukan konser musik tersebut, diklaim sebagai bentuk dukungan masyarakat pada paslon penyelenggara.

Demikian halnya dengan isu Bali Tolak Reklamasi yang diperjuangkan oleh For Bali selama lima tahun ini, dimana last minute beredar Surat Permohonan Reklamasi dari salah satu paslon saat yang bersangkutan masih menjabat di posisi yang berbeda, atau Surat Rekomendasi dari pendukung paslon lainnya yang juga tak kalah ributnya, mengundang pro dan kontra, pula tentu saja Black Campaign antar keduanya.

Belum lagi soal sangkaan Korupsi atau tuntutan hukum yang mampu menciderai kedua paslon saat sudah dilantik menjadi Gubernur Bali nantinya.
dan ada banyak hal lain yang menambah riuh masa kampanye di akun media sosial belakangan ini.

Maka itu menarik juga ketika menyimak hasil polling online yang dibesut admin akun Twitter @BaleBengong yang hanya menyajikan hasil sebanyak 306 Votes dari 101K follower yang menyatakan ‘tidak peduli’ akan pilihan PilGub Bali yang diambil nanti saat hari pencoklitan tiba. Miris ?
Demikianlah.

Kedua Paslon PilGub Bali merupakan Generasi Tua yang tampaknya belum mampu menghapus dahaga generasi Jaman Now akan sosok cerdas pemimpin daerah seperti pak Ahok atau pak Jokowi. Sehingga apa yang dipaparkan sebagai program kerja mereka nantinya saat terpilih hingga 5 tahun kedepan, belum mampu mengubah rasa pesimis masyarakat Bali umumnya menjadi lebih optimis. Kerja Nyata yang benar-benar bisa dirasakan.

Keduanya masih tak bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu, bayang-bayang dosa yang pernah dilakukan saat menjabat di posisi sebelumnya, bahkan bisa dikatakan, keduanya tidak memiliki banyak rekam jejak akan pembangunan fisik saat jabatan dipercayakan kepada mereka.
Bisa jadi itu menjadi sebab bahwa masih banyak Generasi Muda Jaman Now yang bingung menentukan pilihan bahkan jadi Tak Peduli pada perhelatan PilGub Bali tahun ini.

Ini opini saya sih…
CMIIW

PilGub Bali sudah dekat, Kamu pilih siapa ?

Category : tentang Opini

Entah karena saya yang kuper, atau malah sudah aware duluan dengan mengUnfollow beberapa kawan di akun sosmed, gaung PilGub Provinsi Bali rasanya kurang greget. Timbul tenggelam dengan isu-isu yang […] Baca detail…

Nostalgia Oprek PC Jadul

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyimak kembali satu persatu halaman majalah digital Chip edisi jadul, dari tahun 2002 hingga 2008, mengenang kembali nostalgia masa lalu dimana saat itu masuk suka oprek pc baik milik […] Baca detail…

Menikmati Libur Panjang sebagai Libur Panjang

Category : tentang PLeSiran

Akhirnya… usai juga Libur Panjang kali ini…
13 hari kalau tidak salah, dapat off dari rutinitas kerja era Pak Jokowi. Dan meski tidak full sepanjang itu, rada bosan juga sebetulnya, […] Baca detail…

Hemat Pengeluaran dengan Majalah Digital

Category : tentang TeKnoLoGi

Rasanya sudah lama ndak mampir-mampir ke lapak langganan di jalan Sumatera Gajah Mada, sekedar melihat perkembangan teknologi terkait hobi ataupun politik di Indonesia saat ini.
Ya, sebagai bagian dari generasi […] Baca detail…

Menatap Mentari Pagi Desa Canggu Idulfitri 1 Syawal 1439 Hijriah

2

Category : tentang Opini

Hari masih gelap ketika kaki kaki ini mulai menapak jalan aspal dari rumah mertua menuju selatan, pantai Batu Bolong Desa Canggu. Satu dua wisman tampak berlari kecil melawan arus […] Baca detail…

3000 Postingan, Lalu Apa ?

4

Category : tentang Opini

Sudah 12 tahun…
dan Sudah lewat rupanya ?

Saya malah lupa, kalau 26 Mei lalu adalah tanggal dimana saya mulai menulisi halaman Blog ini, 12 tahun yang lalu tapinya. Sudah seharusnya […] Baca detail…

Pentingnya Menjaga Kesehatan untuk Keluarga

Category : tentang Opini

Usianya masih tergolong muda saya rasa. Belum menginjak 50 tahun. Namun ia sudah pergi mendahului kami pasca pecahnya pembuluh darah di kepala siang harinya. Hanya terhitung jam, kabar duka […] Baca detail…

Amor ring Acintya Wi Ade Jinggo

Category : tentang Opini

Kabar duka masuk ke WAG baru saja. Wi Ade Jinggo sudah meninggal dunia. Kepergian yang begitu singkat, karena baru tadi siang sang anak mengabarkan bahwa bapaknya mengalami pecah pembuluh […] Baca detail…

You’re Not a Millenial

2

Category : tentang InSPiRasi

Kebetulan atau tidak, saat aksi begadang sampai pagi kemarin malam, saya sempat membuka-buka arsip majalah Chip edisi lama, tahun 2002 dan menemukan banyak aktifitas masa lalu yang masih tersimpan […] Baca detail…

Taman Bunga Terindah Di Dunia, Bisa Dijadikan Rekomendasi Tempat Wisata

Category : tentang PLeSiran

Taman bunga menjadi salah satu pilihan terbaik saat ingin menghabiskan liburan di tempat yang bisa menjernihkan pikiran, dan ada banyak jenis taman seperti ini yang bisa dikunjungi di berbagai […] Baca detail…