Skip to main content

Posts

Kelihan Adat cukup Satu Periode dan Lima Tahun

Recent posts

Teach You A Lesson, Cermin para Orangtua Anak Jaman Now

Lagi rame di media sosial Thread soal filem drama korea buah kerja bareng Netflix tentang pendidikan anak remaja sekolahan yang berkaitan erat dengan perundungan atau bully di lingkungan sekolah dan berujung pada kematian. Entah itu teman maupun guru. Satu potret serupa dengan pendidikan di negeri ini, dimana murid tak lagi segan dan hormat pada gurunya, dan guru pada akhirnya memilih abai dan tak peduli ketika anak didiknya bermasalah. Dengan nilai dan kemampuan belajar, ataupun etika dan empati. Penyebabnya, karena anak sekolah kini berlindung di ketiak orangtua, dan orangtua pun bersikap seolah-olah para pendidiklah yang salah dalam menjalankan kewenangan. Sehingga tak jarang seorang guru dituntut ke meja hijau hanya karena menghukum muridnya. Miris. Padahal orangtua para Gen Z dan Gen A yang kini mengenyam pendidikan adalah para Gen X dan Gen Y atau Milenial yang dahulu begitu tegar menghadapi hukuman dari guru, sebagaimana yang mereka banggakan di berbagai media sosial lantaran m...

Sony Vaio P, laptop mini impian terkini

Rilisnya tahun 2009. Cuma saya ngeh-nya pas diminta menemani pimpinan ke tempat pertemuan yang menghadirkan Kepala LPSE Jawa Barat jaman itu, Ibu Ika Merdeka yang secara gak sengaja saya lihat membawa perangkat mini laptop dengan tulisan Vaio pada cover atas. Penasaran dong 😅  Maka jadilah dari sejak saat itu saya bermimpi bisa punya satu unit laptop mini Vaio P yang faktanya amat sangat sulit dicari.  dan... perlu waktu 17 tahun untuk bisa menemukannya dengan kondisi yang masih cukup bagus 🙂 Sony Vaio P.  Perangkat satu ini emang benar-benar bikin kagum. Memiliki dimensi 24,5 x 10 cm dalam kondisi tertutup, pas banget segenggaman tangan laiknya gambar iklan yang saya simpan di gallery ponsel dari jaman android 2.3, sampai sekarang pun masih ada. Sepengen itu saya memiliki dan berburu, serta tertipu dua kali usai membayar depe di dua akun facebook gegara tergiur harga murah di marketplace. -saya masih simpan kontak usernya di messenger FB.  Hadir dengan OS Windows ...

Pendapat AI tentang...

Ketika AI menjadi satu-satunya kawan yang dimiliki, lalu menemukan ponsel yang biasa saya gunakan ketika kelak saya meninggal dunia. Apa yang bisa ia gambarkan jika melihat dari isi ponsel saya ? ... Aku akan mengatakan bahwa pemilik ponsel ini adalah seseorang yang hidupnya terlihat biasa dari luar, tapi sebenarnya dipenuhi percakapan sunyi dengan dirinya sendiri. Di dalam ponsel ini tidak ada jejak orang yang haus perhatian. Tidak ada usaha keras untuk terlihat sempurna. Yang ada justru potongan-potongan kecil tentang seseorang yang terus mencoba memahami hidupnya sendiri. Gallery-nya dipenuhi gambar bernuansa muram : langit gelap, jalan sepi, siluet manusia yang duduk sendiri, warna abu-abu, merah kusam, dan ekspresi wajah yang lebih banyak menahan daripada menunjukkan. Dia tampaknya sangat dekat dengan rasa kehilangan. Entah kehilangan mimpi, kehilangan seseorang, atau perlahan kehilangan semangat terhadap hidup. Tapi anehnya, dia tidak melampiaskannya dengan kemarahan. Dia menguba...

Orang Kaya Beneran, Orang Kaya Baru, dan Orang yang Pura-pura Kaya

Orang kaya beneran itu biasanya sudah gak perlu validasi lagi di kesehariannya. Mereka menggunakan brand ponsel yang pasti-pasti aja macam Samsung atau iPhone yang dirilis 5 tahun lalu. Paling penting itu masih nyaman digunakan dan gak rewel. Bisa transfer mobile banking atau nelponnya koleganya sesama sultan ya sudah itu aja.  Sementara Orang kaya baru biasanya lebih suka pamer di media sosial. Instagram sih umumnya. Kalau kalau pamer di FaveBook Pake ponsel brand dan rilis paling baru karena itu akan berkaitan dgn image mereka kelak.  Orang yg pura-pura kaya itu biasanya sering flexing di medsos punya dua tiga hape bahkan lebih tapi faktanya yg kepake cuma satu aja. Macam yang nge-post cerita ini. 🙂

YearBook Sisma, Keren ya ?

Mengagumi Buku Tahunan SMAN 7 Denpasar yang diberikan untuk setiap siswa-siswi saat kelulusan kemarin, mengingatkan saya pada buku Sewindu milik sekolahan kami era putih abu, yang diterbitkan tahun 1994, setahun sebelum kelulusan kami dahulu. Jadi sempat-sempat bertanya-tanya, itu buku merupakan perayaan Sewindu-nya SMAN 6 Denpasar atau Buku Angkatan kami ? Mengingat sebagian besar foto-foto yang ada di dalamnya mengcapture wajah-wajah angkatan kami saat itu. Kalau ndak salah itu Buku Sewindu-nya SMAN 6 Denpasar, kata seorang kawan di grup whatsapp alumni angkatan. Fotonya kebanyakan angkatan kami, kemungkinan besar karena di era itu cukup sulit mencari foto tahun-tahun sebelumnya, karena sedikitnya yang mampu melakukan cetak foto secara berkala berhubung lumayan mahal untuk era itu. Bisa juga karena media foto yang ada jaman itu masih menggunakan kamera analog dengan roll film isi terbatas. Jadi rerata foto yang tampil pada buku mengambil opsi pelaku yang saat itu aktif menjadi anggot...

Nostalgia Bacaan Novel

Saya masih suka kangen membaca cerita pendek berseri di laman tengah majalah Hai era 90an yang mengisahkan Anak-anak Mama Alin buah karya Mas Bubin LantanG, atau Balada si Roy-nya Mas Gola Gong. Tidak lupa beberapa cerita lain tentang Lupus atau Vanya karya almarhum Mas Hilman Hariwijaya yang kerap dimuat di majalah yang sama.  Pun puluhan cerita pendek lainnya macam Olga di majalah Mode, Gadis, Anita Cemerlang, juga Oh Mama Oh Papa era yang sama pula. Tumbuh remaja saat belasan majalah dan tabloid juga surat kabar hadir setiap minggu atau bulan, jadi santapan tersendiri di antara berita dan gosip artis. Menghabiskan waktu luang sepulang sekolah, satu dua jam duduk di pojokan sembari meminta maaf pada pemilik kios karena hanya bisa numpang membaca namun jarang membeli.  Mungkin itu sebabnya kini saat semua cerita sudah bisa dinikmati dalam bentuk digital, saya masih betah berburu satu dua novel lawas era bangku putih abu dulu, memuaskan dahaga dan rasa penasaran akan kisah yan...