Untuk sesaat, sempat ada perasaan sedih sekitar pukul 2 dini hari tadi, melihat Ida Sesuhunan mepunggel -dilepaskan satu persatu pengangge Ida, dari tapel/wajah, prerai/kepala dan lainnya- lalu ditempatkan pada area pererepan dan ditutup rapat bersama sisa perawakannya. Sementara tidak ada yang bisa saya lakukan, karena harus menjaga istri yang sedang trance -kerauhan- sepanjang upacara Mesimpen. Lalu terdiam cukup lama saat menatap kaca dan apa yang ada dibalik itu semua. Mungkin ini yang namanya perasaan ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Empat setengah tahun lebih, kalau tidak salah saya hitung secara kasar, dari lima tahun pengabdian kami kelak selaku Kelihan Adat Banjar Tainsiat periode tahun 2022-2027, yang akan berakhir pada bulan Maret tahun depan. Karena selama itu pula, saya selaku Penyarikan -Sekretaris- Kelihan Adat Banjar Tainsiat, selalu berkutat membuat surat tugas ayahan setiap lima belas hari atau beberapa hari setelah Kajeng Kliwon berjalan, untuk m...