@LPSEBadung Informasi seputar LPSE Pemkab Badung

2

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“LPSE Badung merupakan Lembaga yang menyelenggarakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik di lingkungan Pemerintah Kab.Badung” (19 Mei)

“LPSE adalah unit kerja yang dibentuk untuk melayani ULP/Panitia Pengadaan yang akan melaksanakan pengadaan secara elektronik” (19 Mei)

“Landasan hukum Pembentukan #LPSE (1) Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003” (19 Mei)

“Landasan hukum Pembentukan #LPSE (2) : Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2003” (19 Mei)

“Landasan hukum Pembentukan #LPSE (3) : Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004” (19 Mei)

“Landasan hukum Pembentukan #LPSE (4) : Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006” (19 Mei)

“Ada yg ingin diketahui terkait LPSE? Silahkan tanyakan kepada kami melalui halaman Tanya Jawab LPSE Badung” (10 Mei)

“Bagi yang ingin mengikuti proses lelang e-proc Pemkab Badung, silahkan daftarkan emailnya terlebih dulu di halaman LPSE Badung” (23 Mei)

“Tips #LPSE Badung. Lakukan perubahan password secara berkala untuk mencegah penyalahgunaan dan pembobolan akun LPSE” (24 Mei)

“Bagi Masyarakat yang ingin ikut serta memantau Proses Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Pemkab Badung, silahkan akses alamat #LPSE Badung” (24 Mei)

“Apabila halaman #LPSE Badung tidak dapat diakses, silahkan kontak kami melalui akun Twitter” (24 Mei)

“Tim kami bisa ditemui di gedung @LPSEBadung saat hari dan jam kerja. Diluar itu hanya Free Wifi dan Server saja yang ada :p” (24 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung


Mengakhiri Kisah Harry Potter Hari Ini

4

Category : tentang InSPiRasi

Belum lengkap rasanya jika mengaku sebagai penikmat serial Harry Potter hanya mengikuti kisahnya dalam bentuk novel bacaan saja, minimal musti tahu juga bagaimana penuangannya dalam bentuk visual film dan kalau bisa ya kisah tambahan baik cara pembuatan, siapa saja yang terlibat dan tentu saja rahasia-rahasia kecil yang selama ini tersimpan.

Luar Biasa. Barangkali itu yang bisa saya katakan pada mereka semua yang terlibat penuh sejak awal kisah dan juga khususnya bagi si pembuat cerita JK Rowling. Sangat jarang bisa kita temukan dedikasi para aktor dan aktrisnya yang begitu setia dan syukurnya tetap dalam keadaan sehat dan selamat (kecuali pemeran Albus Dumbledore), menjalani peran yang sama dalam kurun waktu yang panjang.

Harry Potter and Deathly Hallows merupakan kisah ketujuh yang memang sudah dinanti baik oleh semua diehard dan fans fanatiknya maupun penikmat musiman seperti saya ini. Karena bagaimanapun, dalam kisah Deathly Hallows akan terungkap rangkaian cerita keenam kisah yang dirilis sebelumnya. Dari Sorcerer Stone, Chamber of Secrets, Prisoners of Azkaban, Goblet of Fire, Oreder of the Phoenix dan Half Blood Prince.

Sayangnya, kisruh yang terjadi di dalam negeri enam bulan terakhir bisa dikatakan cukup memukul para Diehard dan Fans fanatiknya, dengan absennya film asing termasuk Harry Potter salah satunya di bioskop ternama seantero Indonesia. Meski bukan yang termasuk penghobi Bioskop seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, absennya kehadiran film yang paling dinanti ini kemudian menghasilkan solusi sederhana lain. Download saja melalui situs penyedia film ilegal, www.downloadfilem.com.

Deathly Hallows saking panjangnya cerita dan adanya kekhawatiran banyaknya adegan yang harus dimampatkan atau terpotong dari alur Novelnya, seperti enam kisah sebelumnya, oleh Warner Bros, dipecah menjadi dua bagian. Part 1 yang menceritakan alur pencarian tongkat Elder sebagai tongkat sihir paling mantap di dunia sihir sedang Part 2-nya lebih menitikberatkan pada penghancuran dan duel habis-habisan. Tapi ngomong-ngomong, pecahnya kisah Deathly Hallows menjadi dua bagian ini, bisa juga lantaran pertimbangan ekonomis yang tentu saja bakalan jauh lebih menarik hati. Hehehe…

Untuk bisa menikmati alur cerita dalam filmnya ini, saya pribadi memerlukan beberapa kali pengulangan adegan baik di bagian pertama maupun kedua (inilah keuntungan pertama menonton film ilegal/bajakan atau kalopun mau agak lama ya menanti video originalnya dirilis hehehe…) dan juga tentu saja mengulang membaca novelnya. Hasilnya sangat memuaskan. Meski ada beberapa adegan yang saya pikir masih tetap dipersingkat agar durasi film tidak terlalu panjang dan membosankan, seperti kilas balik Profesor Snape yang dilakoni Harry Potter. Tapi bagi DieHard dan Fans fanatiknya, siapa juga yang peduli ?

Namun, rupanya ada berita baik yang saya baca dalam seminggu terakhir ini di media cetak. Harry Potter and Deathly Hallows bagian kedua atau yang akan menjadi seri terakhir dari tujuh film sebelumnya (termasuk Harry Potter and Deathly Hallows bagian pertama) kabarnya bakalan ditayangkan sebelum bulan puasa atau tepat hari jumat, 29 Juli 2011. Jadi, bagi yang memang menantikan film ini jauh-jauh hari, tiket sudah dapat dipesan lebih awal.

Sayangnya, pasca menikmati kisah terakhir Harry Potter and Deathly Hallows ini, kira-kira ada lagi gag yah film atau karya lain yang bisa dinanti untuk sekian tahun lamanya ?


Root Android-mu untuk Space Internal yang lebih Lapang

10

Category : tentang TeKnoLoGi

Berawal dari keluhan yang saya sampaikan di jejaring sosial FaceBook tempo hari terkait ngadatnya Samsung Galaxy ACE S5830 yang secara resmi dibeli pertengahan Maret lalu, gara-gara memory internal yang mulai kepenuhan oleh aplikasi dan games, beberapa komentar baik secara secara langsung pada status maupun tak langsung melalui fitur Chat, rata-rata menyarankan untuk dengan segera melakukan ‘Root.

Sekedar Informasi, yang dimaksud dengan aktifitas Root/Rooting pada perangkat Android, merupakan sebuah Proses yang mengijinkan pengguna sebagai pemilik perangkat tersebut bertindak sebagai Admin dan bukan hanya sekedar Users. Kemampuan ini tergolong Istimewa dalam bahasa pemograman Linux sebagai bahasa dasar dari sistem operasi Android sehingga salah satu tanda keberhasilan proses Root/Rooting ini adalah terdapatnya Menu SuperUser dalam barisan Menu yang terdapat dalam perangkat Android. Proses Root/Rooting ini kira-kira setara artinya dengan proses JailBreak pada perangkat iOS atau iPhone yang sekiranya bakalan secara otomatis, menghanguskan Garansi ponsel.

Bagi pengguna awam seperti halnya saya, untuk melakukan Proses Root/Rooting tentu saja tidak mudah. Selain hangusnya Garansi ponsel yang masih kinyis-kinyis dimiliki, ancaman kegagalan pun kerap diperingatkan oleh banyak Master of Android lainnya. Itu sebabnya, awal-awal kemarin, saya lebih memilih menanti Masa Garansi habis ketimbang nekat melakukan aksi Root/Rooting ini hanya untuk sekedar gaya-gayaan. Namun dalam kenyataan malah berkata lain.

Dari sekian banyak Tutorial yang bisa ditemukan di dunia maya, untuk saat ini barangkali hanya satu saja yang secara aman dapat saya rekomendasikan untuk melakukan proses Root/Rooting oleh awam. Silahkan cek di link milik Forum XDA Developers berikut.

SuperOneClick atau yang lebih dikenal dengan istilah SOC merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Shortfuse.org, khusus untuk membantu para pengguna perangkat Android melakukan aksi Root/Rooting secara aman dalam tampilan User Interface aplikasi yang jelas dan sederhana. Selain itu, dalam versi 1.9 yang saya dapatkan ini, ternyata untuk mengamankan ‘Garansi’ ponsel, merekapun menyediakan opsi ‘UnRoot’ bagi yang ingin mengembalikan ponsel dalam kondisi semula. Untuk lebih jelasnya, silahkan membaca Tutorialnya secara langsung.

Sayangnya, pasca keberhasilan proses Root/Rooting ini, saya kembali menemui kesulitan untuk memindahkan beberapa aplikasi dan juga games, yang dari info sebelumnya hanya dapat dipindahkan ‘secara paksa’ oleh aplikasi App2SD dengan perangkat dalam kondisi Root. Ada 25 aplikasi dan juga games yang ‘masih tetap’ belum mampu saya pindahkan baik sebelum dan sesudah proses Root/Rooting dilakukan, meski telah mencoba menginstalasi beberapa aplikasi serupa baik App2SD Free dan versi Pro, Apps 2 SD dan juga File Expert yang kabarnya berfungsi sama.

Berkat bantuan dua Droiders yang sempat mengomentari keluhan saya terkait sulitnya pemindahan ini, maka disarankanlah untuk menginstalasi Move2SD Enabler terlebih dahulu baru kemudian berusaha untuk memindahkannya secara Manual.

Ternyata Benar. Saran tersebut merupakan  satu Ide yang bagus, mengingat begitu banyak yang menyarankan dan merekomendasikan aplikasi App2SD namun tak satupun yang mampu memberikan Cara, Tutorial ataupun langkah-langkahnya.

Aplikasi Move2SD Enabler karya Roberto Leinardi ini dapat ditemukan di Android Market dan dapat dipergunakan secara Free to Use (salah satu alasan mengapa saya memilih Perangkat Android), namun hanya untuk perangkat Android yang telah di Root/Rooting. Dengan ukuran aplikasi yang begitu kecil, proses unduhan (download) dan juga instalasi berlangsung tak sampai semenit. Yang perlu diperhatikan disini adalah Petunjuk Penggunaannya yang memang dipaparkan diawal penggunaan aplikasi.

Dengan memanfaatkan aplikasi Move2SD Enabler ini SEBENARNYA seorang pengguna perangkat Android tidak lagi memerlukan aplikasi App2SD dan sejenisnya, hanya untuk memindahkan aplikasi atau games ke perangkat memory eksternal seperti yang digembar gemborkan banyak Reviewer di dunia maya. Cukup mengakses halaman Setting/Applications/Manage Applications/ maka pengguna sudah dapat memindahkan satu persatu aplikasi yang dianggap perlu untuk dipindahkan ke memory eksternal.

Sejauh yang telah saya coba, sebelum proses Root/Rooting dan juga pemindahan aplikasi/games dilakukan, space yang tersisa dari memory eksternal yang saya gunakan hanyalah sebear 5 MB. Ruang ini kemudian jauh berkembang hingga 30 MB setelah proses Root/Rooting dan juga pemindahan aplikasi/games berhasil dilakukan. Dari 25 aplikasi dan juga games yang sempat saya sebut diatas tadi, hanya menyisakan 14 aplikasi penting saja, yang sekiranya memang mutlak saya butuhkan pada perangkat Android seperti APN On/Off, Advanced Task Killer, TweetDeck dan juga Optimize Tool Box yang belakangan kerap saya gunakan untuk membersihkan Cache aplikasi.

Proses Root/Rooting tetap mutlak dibutuhkan untuk memberikan space ruang memory internal yang jauh lebih lapang bagi sebuah perangkat Android. Gunakan saja aplikasi SuperOneClick versi terakhir untuk lebih amannya. Setelah itu, gunakan aplikasi Move2SD Enabler untuk mengijinkan sistem memindahkan aplikasi/games yang diinginkan satu persatu. Tidak perlu terpaku pada aplikasi lain lagi.


Berbagi Dokumentasi Video MiRah GayatriDewi

Category : tentang Buah Hati

Iseng mengunggah Video MiRah GayatriDewi menari saat Hari Raya Galungan, 6 Juli 2011 lalu dengan menggunakan ponsel Samsung Galaxy ACE S5830 Android, XL Unlimited ke portal berbagi Video YouTube rupanya membutuhkan waktu 15 Menit untuk durasi sepanjang 1.01 menit dan ukuran file 5,78 MB. Lumayan Cepat saya kira.

Video yang menyajikan aksi spontanitas MiRah GayatriDewi untuk merentangkan tangannya menari, malam sebelum persembahyangan dimulai menjadikannya video yang ke-34 yang berhasil di-Unggah selama setahun terakhir ini. Tidak banyak memang, namun masing-masing Dokumentasi Video merupakan yang terbaik yang pernah saya miliki.

Ingin tahu Video apa saja yang dibintangi Gadis kecil kelahiran 18 Maret 2008 ini ? berikut daftarnya.

  1. Video Pertama MiRah GayatriDewi (18 Maret 2008)
  2. Ulang Tahun ke-2 MiRah GayatriDewi (18 Maret 2010)
  3. MiRah GayatriDewi di RS Sanglah (26 September 2008)
  4. MiRah GayatriDewi di RS Sanglah (27 September 2008)
  5. MiRah GayatriDewi bersembahyang Manis Galungan (2010)
  6. MiRah GayatriDewi Bersepeda (1)
  7. MiRah GayatriDewi Bersepeda (2)
  8. MiRah GayatriDewi Bersepeda BerTiGa (1)
  9. MiRah GayatriDewi Bersepeda BerTiGa (2)
  10. MiRah GayatriDewi bermain HP (1)
  11. MiRah GayatriDewi bermain HP (2)
  12. MiRah GayatriDewi bermain HP (3)
  13. MiRah GayatriDewi bermain HP (4)
  14. MiRah GayatriDewi bermain HP (5)
  15. MiRah GayatriDewi bermain HP (6)
  16. MiRah GayatriDewi bermain HP (7)
  17. MiRah GayatriDewi bermain HP (8)
  18. MiRah GayatriDewi bermain di Banjar
  19. MiRah GayatriDewi bermain di Mini Market Karya Sari
  20. MiRah GayatriDewi bermain di Teras
  21. MiRah GayatriDewi bermain di ALun-ALun
  22. MiRah GayatriDewi menyanyi Don Dap Dape
  23. MiRah GayatriDewi bermain Ulang Tahun bersama MeLa dan Bagas
  24. MiRah GayatriDewi bermain Kereta Api
  25. MiRah GayatriDewi bermain GiTaR
  26. MiRah GayatriDewi Menari
  27. MiRah GayatriDewi di Pantai (1)
  28. MiRah GayatriDewi di Pantai (2)
  29. MiRah GayatriDewi BeNGonG
  30. MiRah GayatriDewi Ma’em Sendiri
  31. MiRah GayatriDewi BerHitung
  32. MiRah GayatriDewi MeNyapu Halaman
  33. PiDato Pertama MiRah Gayatri Dewi (1 Juni 2011)
  34. MiRah GayatriDewi Menari @Galungan 2011
  35. MiRah GayatriDewi menyanyikan ‘Bintang Kecil’ @ULtah GusMantra, KFC Gatsu :

Take It or Leave It

6

Category : tentang Opini

[Just my opinion]

Ada yang unik terjadi di komunitas kecil yang kami kelola beberapa hari terakhir ini. Satu pergolakan lantaran perbedaan pendapat, karena satu tulisan seorang blogger (katakanlah begitu) yang dalam kehidupan sosial memiliki status yang sangat mengkhusus, sedikit bertentangan dengan keyakinan yang kami ketahui selama ini.

Perbedaan Pendapat ini kemudian memunculkan deretan kalimat atau yang lumrahya disebut komentar dalam dunia blogger, bernada emosi atau bahkan mempertanyakan kebenaran tuduhan yang dilontarkan sang penulis dalam tulisannya tersebut. Satu hal yang wajar saya kira, karena untuk menyamakan persepsi dua kepala saja, yang bahkan sudah diikat dalam satu tali perkawinan dengan misi dan visi yang jelas masih bisa dikatakan sulit, apalagi yang dari banyak kepala ?

Sayangnya tak satupun respon memuaskan yang bisa diberikan sang penulis kepada mereka yang bertanya. Bahkan beberapa diantaranya tak dijawab oleh si penulis dan dilewati begitu saja. Yang ada hanya kalimat “mari kita berdiskusi dengan pikiran yang damai dan jernih”  atau bahkan “jika memang itu keyakinanmu, jalani saja”.

Dunia maya bersifat universal dan terbuka. Siapapun tanpa membatasi status sosial, pendidikan, ataupun latar belakangnya dapat berbicara secara bebas dan lepas. Sayangnya tidak semua pembicaraan itu didasari oleh sebuah fakta yang minimal kemudian bisa dipertanggungjawabkan. Kalopun ada, terkadang itu hanyalah sebuah analog atau hasil pemikiran berdasarkan daya nalar seseorang.

Blog menjadi salah satu produk dari dunia maya dimana orang dapat berbicara melalui tulisan secara bebas. Dari yang sifatnya semau gue, mengutip atau bahkan meng-copy paste pendapat atau bahkan tulisan orang lain, atau memang murni berangkat dari pengalaman ataupun kesimpulan sementara dari berbagai pustaka yang ia baca dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lantaran sifatnya yang beragam inilah, yang kemudian berperan sebagai pembaca dan pencari informasi harus dengan teliti mencerna isi ataupun maksud dari satu tulisan yang disampaikan oleh seorang blogger. Apakah informasi yang disampaikannya itu layak dipercaya, layak ditiru dan diterapkan atau malah dilewatkan saja.

Apabila memang informasi yang disampaikan itu memang benar berdasarkan fakta, pengalaman ataupun pustaka yang dapat dipertanggungjawabkan, saya yakin sejauh apapun si pembaca atau pencari informasi bertanya, akan dapat dijawab dengan baik. Jikapun memang tulisan dilahirkan dengan maksud baik, minimal jika yang bersangkutan merasa tidak paham dengan maksud si penanya atau bahkan tidak menguasai, disinilah dibutuhkan kerendahan hati seorang blogger untuk bertanya kembali pada orang lain atau pustaka yang barangkali dapat menjawab semua itu.

Maka jika seorang blogger atau penulis yang kemudian tidak mau menjawab apa yang ditanyakan atau bahkan membenarkan apa yang ia yakini tanpa mau peduli dengan masukan atau komentar yang diberikan, ya sederhana saja menurut pendapat saya.

[Take It or Leave It]

Pembaca atau si Pencari Informasi memiliki kewenangan penuh atas semua itu. Jika memang jawaban dirasa memuaskan atau dapat dipercaya, kemudian ternyata setelah dicoba diterapkan, mampu memberikan hasil, biasanya yang bersangkutan akan tetap kembali ke halaman si penulis secara berkala ataupun menanti pada setiap tulisan yang dilahirkan. Demikian pula sebaliknya.

Jika memang dirasa tidak mampu memberikan kepuasan atas apa yang ditanyakan, atau bahkan memang tidak dihiraukan, ya mengapa harus dipaksakan ? lebih baik memanfaatkan pikiran, waktu ataupun tenaga untuk hal lain yang saya kira dapat jauh lebih positif untuk dilakukan. Mencari Informasi dari blogger lain misalnya ? :p

Bagaimana menurut Rekan-rekan ?


Tips Merebut Mayor sambil Berburu Badges FourSQuare

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak makin ramainya pengguna akun FourSQuare, salah satu media jejaring sosial yang berbasis lokasi, loncat pagar menjadi seorang Jumper yang secara khusus melakukan aktifitas Check-In-nya hanya untuk berburu Badges dan juga status MayorShip (penguasa satu lokasi atau Venue), pihak FourSQuare tampaknya ingin memotong keleluasaan itu dengan menerapkan satu aturan baku.

Status Mayor hanya dapat dikuasai dan didapat secara Real Time dengan memanfaatkan aplikasi FourSQuare dan juga lokasi yang dapat dideteksi dari pemancar jaringan terdekat. Sedangkan perburuan Badges, masih dapat dilakukan dengan cara lama yaitu memanfaatkan halaman mobile version dari FourSQuare yang diakses melalui jendela browser. Sayangnya, di aktifitas terakhir yang namanya Mayor tidak bisa didapat seperti aktifitas melalui aplikasi tadi.

Wajar, ini dilakukan lantaran selama melakoni status sebagai Jumper sejak setahun lalu, kebanyakan para Mayor atau penguasa Venue di luar Negeri sana adalah orang-orang lokal atau Indonesia. Padahal sangat jelas yang bersangkutan bisa dijamin blom sekalipun menginjakkan kakinya secara nyata di lokasi yang dimaksud.

Menjadi seorang Mayor di satu Venue lokal tertentu, saya yakin tidak akan memiliki manfaat apa-apa kecuali yang bersangkutan hanya ini mendapatkan tambahan Badges khusus yang mensyaratkan 10 status Mayor pada Venue yang ada.

Sayangnya untuk bisa mendapatkan status Mayor seperti yang telah dijelaskan diatas, mutlak membutuhkan aplikasi FourSQuare yang artinya hanya terdapat pada ponsel pintar atau tergolong SmartPhone saja. Jadi berbahagialah bagi kalian yang memilikinya.

Karena Aplikasi secara otomatis mendeteksi keberadaan si pengguna berdasarkan lokasi pemancar terdekat, maka pintar-pintarlah untuk melakukan pencarian disekitar lokasi yang kerap dikunjungi utamanya pada Venue yang belum memiliki Mayor. Untuk Venue seperti ini rata-rata hanya memerlukan waktu dua hari dalam seminggu untuk dua kali Check-In. Sedang untuk Venue yang telah memiliki Mayor, minimal dua hingga lima hari dalam seminggu, tergantung pada aktifitas si Mayor venue. Makin lama waktu yang dibutuhkan untuk merebut Status Mayor, maka bisa ditebak, makin rajin pula yang bersangkutan melakukan aktifitas Check-In di Venue tersebut. Maka saran saya sederhana saja. Tinggalkan.

Untuk membuktikan analisa diatas, sayapun telah mencobanya selama dua minggu terakhir. Tidak kurang 50 Venue mampu saya rebut dan curi Status Mayornya yang secara kebetulan rata-rata Venue tersebut berada disekitar lokasi yang kerap saya kunjungi. Apabila Rekan sedang berburu Badges MayorShip, cara diatas dapat dilakukan kok.

Lain lagi Bagi yang ingin berburu Badges atau berprofesi sebagai Jumper. Apabila Badges mutlak mensyaratkan satu Venue tertentu dengan memFollow satu akun pengembang yang bekerja sama dengan FourSQuare, saran saya gunakanlah Browser ponsel dengan mengakses mobile version milik FourSQuare. Tipsnya pun masih sama yaitu gunakan jeda waktu yang agak lama untuk berpindah tempat, terutama yang lokasinya beda negara. Satu hari dijamin manjur untuk mendapatkannya.

Sedangkan untuk Badges umum milik FourSQuare yang biasanya hanya mensyaratkan satu Venue dengan Kategori atau Tag tertentu sehingga bisa berlaku di semua negara, Rekan bisa melakukannya dengan memanfaatkan versi mobile browser ataupun aplikasi. Yang terpenting disini adalah melihat kesesuaian logo kecil yang menyertai Venue tersebut dengan yang dipersyaratkan.

Namun bagi Badges yang mensyaratkan waktu tertentu untuk bisa mendapatkannya dan dalam waktu singkat Badges sudah tidak berlaku lagi, seperti halnya Badges FireWorks beberapa waktu lalu, saran saya cari petunjuknya secepat mungkin dan lakukan aktifitas Check-In terakhir,  sehari sebelumnya. Jika terlewatkan ya pasrahkan saja. Hehehe…