@LPSEBadung Informasi seputar LPSE Pemkab Badung

3

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“LPSE Badung merupakan Lembaga yang menyelenggarakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik di lingkungan Pemerintah Kab.Badung” (19 Mei)

“LPSE adalah unit kerja yang dibentuk untuk melayani ULP/Panitia Pengadaan yang akan melaksanakan pengadaan secara elektronik” (19 Mei)

“Landasan hukum Pembentukan #LPSE (1) Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003” (19 Mei)

“Landasan hukum Pembentukan #LPSE (2) : Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2003” (19 Mei)

“Landasan hukum Pembentukan #LPSE (3) : Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004” (19 Mei)

“Landasan hukum Pembentukan #LPSE (4) : Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006” (19 Mei)

“Ada yg ingin diketahui terkait LPSE? Silahkan tanyakan kepada kami melalui halaman Tanya Jawab LPSE Badung” (10 Mei)

“Bagi yang ingin mengikuti proses lelang e-proc Pemkab Badung, silahkan daftarkan emailnya terlebih dulu di halaman LPSE Badung” (23 Mei)

“Tips #LPSE Badung. Lakukan perubahan password secara berkala untuk mencegah penyalahgunaan dan pembobolan akun LPSE” (24 Mei)

“Bagi Masyarakat yang ingin ikut serta memantau Proses Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Pemkab Badung, silahkan akses alamat #LPSE Badung” (24 Mei)

“Apabila halaman #LPSE Badung tidak dapat diakses, silahkan kontak kami melalui akun Twitter” (24 Mei)

“Tim kami bisa ditemui di gedung @LPSEBadung saat hari dan jam kerja. Diluar itu hanya Free Wifi dan Server saja yang ada :p” (24 Juni)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

Mengakhiri Kisah Harry Potter Hari Ini

4

Category : tentang InSPiRasi

Belum lengkap rasanya jika mengaku sebagai penikmat serial Harry Potter hanya mengikuti kisahnya dalam bentuk novel bacaan saja, minimal musti tahu juga bagaimana penuangannya dalam bentuk visual film dan kalau bisa ya kisah tambahan baik cara pembuatan, siapa saja yang terlibat dan tentu saja rahasia-rahasia kecil yang selama ini tersimpan.

Luar Biasa. Barangkali itu yang bisa saya katakan pada mereka semua yang terlibat penuh sejak awal kisah dan juga khususnya bagi si pembuat cerita JK Rowling. Sangat jarang bisa kita temukan dedikasi para aktor dan aktrisnya yang begitu setia dan syukurnya tetap dalam keadaan sehat dan selamat (kecuali pemeran Albus Dumbledore), menjalani peran yang sama dalam kurun waktu yang panjang.

Harry Potter and Deathly Hallows merupakan kisah ketujuh yang memang sudah dinanti baik oleh semua diehard dan fans fanatiknya maupun penikmat musiman seperti saya ini. Karena bagaimanapun, dalam kisah Deathly Hallows akan terungkap rangkaian cerita keenam kisah yang dirilis sebelumnya. Dari Sorcerer Stone, Chamber of Secrets, Prisoners of Azkaban, Goblet of Fire, Oreder of the Phoenix dan Half Blood Prince.

Sayangnya, kisruh yang terjadi di dalam negeri enam bulan terakhir bisa dikatakan cukup memukul para Diehard dan Fans fanatiknya, dengan absennya film asing termasuk Harry Potter salah satunya di bioskop ternama seantero Indonesia. Meski bukan yang termasuk penghobi Bioskop seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, absennya kehadiran film yang paling dinanti ini kemudian menghasilkan solusi sederhana lain. Download saja melalui situs penyedia film ilegal, www.downloadfilem.com.

Deathly Hallows saking panjangnya cerita dan adanya kekhawatiran banyaknya adegan yang harus dimampatkan atau terpotong dari alur Novelnya, seperti enam kisah sebelumnya, oleh Warner Bros, dipecah menjadi dua bagian. Part 1 yang menceritakan alur pencarian tongkat Elder sebagai tongkat sihir paling mantap di dunia sihir sedang Part 2-nya lebih menitikberatkan pada penghancuran dan duel habis-habisan. Tapi ngomong-ngomong, pecahnya kisah Deathly Hallows menjadi dua bagian ini, bisa juga lantaran pertimbangan ekonomis yang tentu saja bakalan jauh lebih menarik hati. Hehehe…

Untuk bisa menikmati alur cerita dalam filmnya ini, saya pribadi memerlukan beberapa kali pengulangan adegan baik di bagian pertama maupun kedua (inilah keuntungan pertama menonton film ilegal/bajakan atau kalopun mau agak lama ya menanti video originalnya dirilis hehehe…) dan juga tentu saja mengulang membaca novelnya. Hasilnya sangat memuaskan. Meski ada beberapa adegan yang saya pikir masih tetap dipersingkat agar durasi film tidak terlalu panjang dan membosankan, seperti kilas balik Profesor Snape yang dilakoni Harry Potter. Tapi bagi DieHard dan Fans fanatiknya, siapa juga yang peduli ?

Namun, rupanya ada berita baik yang saya baca dalam seminggu terakhir ini di media cetak. Harry Potter and Deathly Hallows bagian kedua atau yang akan menjadi seri terakhir dari tujuh film sebelumnya (termasuk Harry Potter and Deathly Hallows bagian pertama) kabarnya bakalan ditayangkan sebelum bulan puasa atau tepat hari jumat, 29 Juli 2011. Jadi, bagi yang memang menantikan film ini jauh-jauh hari, tiket sudah dapat dipesan lebih awal.

Sayangnya, pasca menikmati kisah terakhir Harry Potter and Deathly Hallows ini, kira-kira ada lagi gag yah film atau karya lain yang bisa dinanti untuk sekian tahun lamanya ?

Root Android-mu untuk Space Internal yang lebih Lapang

10

Category : tentang TeKnoLoGi

Berawal dari keluhan yang saya sampaikan di jejaring sosial FaceBook tempo hari terkait ngadatnya Samsung Galaxy ACE S5830 yang secara resmi dibeli pertengahan Maret lalu, gara-gara memory internal yang mulai kepenuhan oleh aplikasi dan games, beberapa komentar baik secara secara langsung pada status maupun tak langsung melalui fitur Chat, rata-rata menyarankan untuk dengan segera melakukan ‘Root.

Sekedar Informasi, yang dimaksud dengan aktifitas Root/Rooting pada perangkat Android, merupakan sebuah Proses yang mengijinkan pengguna sebagai pemilik perangkat tersebut bertindak sebagai Admin dan bukan hanya sekedar Users. Kemampuan ini tergolong Istimewa dalam bahasa pemograman Linux sebagai bahasa dasar dari sistem operasi Android sehingga salah satu tanda keberhasilan proses Root/Rooting ini adalah terdapatnya Menu SuperUser dalam barisan Menu yang terdapat dalam perangkat Android. Proses Root/Rooting ini kira-kira setara artinya dengan proses JailBreak pada perangkat iOS atau iPhone yang sekiranya bakalan secara otomatis, menghanguskan Garansi ponsel.

Bagi pengguna awam seperti halnya saya, untuk melakukan Proses Root/Rooting tentu saja tidak mudah. Selain hangusnya Garansi ponsel yang masih kinyis-kinyis dimiliki, ancaman kegagalan pun kerap diperingatkan oleh banyak Master of Android lainnya. Itu sebabnya, awal-awal kemarin, saya lebih memilih menanti Masa Garansi habis ketimbang nekat melakukan aksi Root/Rooting ini hanya untuk sekedar gaya-gayaan. Namun dalam kenyataan malah berkata lain.

Dari sekian banyak Tutorial yang bisa ditemukan di dunia maya, untuk saat ini barangkali hanya satu saja yang secara aman dapat saya rekomendasikan untuk melakukan proses Root/Rooting oleh awam. Silahkan cek di link milik Forum XDA Developers berikut.

SuperOneClick atau yang lebih dikenal dengan istilah SOC merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Shortfuse.org, khusus untuk membantu para pengguna perangkat Android melakukan aksi Root/Rooting secara aman dalam tampilan User Interface aplikasi yang jelas dan sederhana. Selain itu, dalam versi 1.9 yang saya dapatkan ini, ternyata untuk mengamankan ‘Garansi’ ponsel, merekapun menyediakan opsi ‘UnRoot’ bagi yang ingin mengembalikan ponsel dalam kondisi semula. Untuk lebih jelasnya, silahkan membaca Tutorialnya secara langsung.

Sayangnya, pasca keberhasilan proses Root/Rooting ini, saya kembali menemui kesulitan untuk memindahkan beberapa aplikasi dan juga games, yang dari info sebelumnya hanya dapat dipindahkan ‘secara paksa’ oleh aplikasi App2SD dengan perangkat dalam kondisi Root. Ada 25 aplikasi dan juga games yang ‘masih tetap’ belum mampu saya pindahkan baik sebelum dan sesudah proses Root/Rooting dilakukan, meski telah mencoba menginstalasi beberapa aplikasi serupa baik App2SD Free dan versi Pro, Apps 2 SD dan juga File Expert yang kabarnya berfungsi sama.

Berkat bantuan dua Droiders yang sempat mengomentari keluhan saya terkait sulitnya pemindahan ini, maka disarankanlah untuk menginstalasi Move2SD Enabler terlebih dahulu baru kemudian berusaha untuk memindahkannya secara Manual.

Ternyata Benar. Saran tersebut merupakan  satu Ide yang bagus, mengingat begitu banyak yang menyarankan dan merekomendasikan aplikasi App2SD namun tak satupun yang mampu memberikan Cara, Tutorial ataupun langkah-langkahnya.

Aplikasi Move2SD Enabler karya Roberto Leinardi ini dapat ditemukan di Android Market dan dapat dipergunakan secara Free to Use (salah satu alasan mengapa saya memilih Perangkat Android), namun hanya untuk perangkat Android yang telah di Root/Rooting. Dengan ukuran aplikasi yang begitu kecil, proses unduhan (download) dan juga instalasi berlangsung tak sampai semenit. Yang perlu diperhatikan disini adalah Petunjuk Penggunaannya yang memang dipaparkan diawal penggunaan aplikasi.

Dengan memanfaatkan aplikasi Move2SD Enabler ini SEBENARNYA seorang pengguna perangkat Android tidak lagi memerlukan aplikasi App2SD dan sejenisnya, hanya untuk memindahkan aplikasi atau games ke perangkat memory eksternal seperti yang digembar gemborkan banyak Reviewer di dunia maya. Cukup mengakses halaman Setting/Applications/Manage Applications/ maka pengguna sudah dapat memindahkan satu persatu aplikasi yang dianggap perlu untuk dipindahkan ke memory eksternal.

Sejauh yang telah saya coba, sebelum proses Root/Rooting dan juga pemindahan aplikasi/games dilakukan, space yang tersisa dari memory eksternal yang saya gunakan hanyalah sebear 5 MB. Ruang ini kemudian jauh berkembang hingga 30 MB setelah proses Root/Rooting dan juga pemindahan aplikasi/games berhasil dilakukan. Dari 25 aplikasi dan juga games yang sempat saya sebut diatas tadi, hanya menyisakan 14 aplikasi penting saja, yang sekiranya memang mutlak saya butuhkan pada perangkat Android seperti APN On/Off, Advanced Task Killer, TweetDeck dan juga Optimize Tool Box yang belakangan kerap saya gunakan untuk membersihkan Cache aplikasi.

Proses Root/Rooting tetap mutlak dibutuhkan untuk memberikan space ruang memory internal yang jauh lebih lapang bagi sebuah perangkat Android. Gunakan saja aplikasi SuperOneClick versi terakhir untuk lebih amannya. Setelah itu, gunakan aplikasi Move2SD Enabler untuk mengijinkan sistem memindahkan aplikasi/games yang diinginkan satu persatu. Tidak perlu terpaku pada aplikasi lain lagi.

Berbagi Dokumentasi Video MiRah GayatriDewi

Category : tentang Buah Hati

Iseng mengunggah Video MiRah GayatriDewi menari saat Hari Raya Galungan, 6 Juli 2011 lalu dengan menggunakan ponsel Samsung Galaxy ACE S5830 Android, XL Unlimited ke portal berbagi Video YouTube rupanya membutuhkan waktu 15 Menit untuk durasi sepanjang 1.01 menit dan ukuran file 5,78 MB. Lumayan Cepat saya kira.

Video yang menyajikan aksi spontanitas MiRah GayatriDewi untuk merentangkan tangannya menari, malam sebelum persembahyangan dimulai menjadikannya video yang ke-34 yang berhasil di-Unggah selama setahun terakhir ini. Tidak banyak memang, namun masing-masing Dokumentasi Video merupakan yang terbaik yang pernah saya miliki.

Ingin tahu Video apa saja yang dibintangi Gadis kecil kelahiran 18 Maret 2008 ini ? berikut daftarnya.

  1. Video Pertama MiRah GayatriDewi (18 Maret 2008)
  2. Ulang Tahun ke-2 MiRah GayatriDewi (18 Maret 2010)
  3. MiRah GayatriDewi di RS Sanglah (26 September 2008)
  4. MiRah GayatriDewi di RS Sanglah (27 September 2008)
  5. MiRah GayatriDewi bersembahyang Manis Galungan (2010)
  6. MiRah GayatriDewi Bersepeda (1)
  7. MiRah GayatriDewi Bersepeda (2)
  8. MiRah GayatriDewi Bersepeda BerTiGa (1)
  9. MiRah GayatriDewi Bersepeda BerTiGa (2)
  10. MiRah GayatriDewi bermain HP (1)
  11. MiRah GayatriDewi bermain HP (2)
  12. MiRah GayatriDewi bermain HP (3)
  13. MiRah GayatriDewi bermain HP (4)
  14. MiRah GayatriDewi bermain HP (5)
  15. MiRah GayatriDewi bermain HP (6)
  16. MiRah GayatriDewi bermain HP (7)
  17. MiRah GayatriDewi bermain HP (8)
  18. MiRah GayatriDewi bermain di Banjar
  19. MiRah GayatriDewi bermain di Mini Market Karya Sari
  20. MiRah GayatriDewi bermain di Teras
  21. MiRah GayatriDewi bermain di ALun-ALun
  22. MiRah GayatriDewi menyanyi Don Dap Dape
  23. MiRah GayatriDewi bermain Ulang Tahun bersama MeLa dan Bagas
  24. MiRah GayatriDewi bermain Kereta Api
  25. MiRah GayatriDewi bermain GiTaR
  26. MiRah GayatriDewi Menari
  27. MiRah GayatriDewi di Pantai (1)
  28. MiRah GayatriDewi di Pantai (2)
  29. MiRah GayatriDewi BeNGonG
  30. MiRah GayatriDewi Ma’em Sendiri
  31. MiRah GayatriDewi BerHitung
  32. MiRah GayatriDewi MeNyapu Halaman
  33. PiDato Pertama MiRah Gayatri Dewi (1 Juni 2011)
  34. MiRah GayatriDewi Menari @Galungan 2011
  35. MiRah GayatriDewi menyanyikan ‘Bintang Kecil’ @ULtah GusMantra, KFC Gatsu :

Take It or Leave It

6

Category : tentang Opini

[Just my opinion]

Ada yang unik terjadi di komunitas kecil yang kami kelola beberapa hari terakhir ini. Satu pergolakan lantaran perbedaan pendapat, karena satu tulisan seorang blogger (katakanlah begitu) yang dalam kehidupan sosial memiliki status yang sangat mengkhusus, sedikit bertentangan dengan keyakinan yang kami ketahui selama ini.

Perbedaan Pendapat ini kemudian memunculkan deretan kalimat atau yang lumrahya disebut komentar dalam dunia blogger, bernada emosi atau bahkan mempertanyakan kebenaran tuduhan yang dilontarkan sang penulis dalam tulisannya tersebut. Satu hal yang wajar saya kira, karena untuk menyamakan persepsi dua kepala saja, yang bahkan sudah diikat dalam satu tali perkawinan dengan misi dan visi yang jelas masih bisa dikatakan sulit, apalagi yang dari banyak kepala ?

Sayangnya tak satupun respon memuaskan yang bisa diberikan sang penulis kepada mereka yang bertanya. Bahkan beberapa diantaranya tak dijawab oleh si penulis dan dilewati begitu saja. Yang ada hanya kalimat “mari kita berdiskusi dengan pikiran yang damai dan jernih”  atau bahkan “jika memang itu keyakinanmu, jalani saja”.

Dunia maya bersifat universal dan terbuka. Siapapun tanpa membatasi status sosial, pendidikan, ataupun latar belakangnya dapat berbicara secara bebas dan lepas. Sayangnya tidak semua pembicaraan itu didasari oleh sebuah fakta yang minimal kemudian bisa dipertanggungjawabkan. Kalopun ada, terkadang itu hanyalah sebuah analog atau hasil pemikiran berdasarkan daya nalar seseorang.

Blog menjadi salah satu produk dari dunia maya dimana orang dapat berbicara melalui tulisan secara bebas. Dari yang sifatnya semau gue, mengutip atau bahkan meng-copy paste pendapat atau bahkan tulisan orang lain, atau memang murni berangkat dari pengalaman ataupun kesimpulan sementara dari berbagai pustaka yang ia baca dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lantaran sifatnya yang beragam inilah, yang kemudian berperan sebagai pembaca dan pencari informasi harus dengan teliti mencerna isi ataupun maksud dari satu tulisan yang disampaikan oleh seorang blogger. Apakah informasi yang disampaikannya itu layak dipercaya, layak ditiru dan diterapkan atau malah dilewatkan saja.

Apabila memang informasi yang disampaikan itu memang benar berdasarkan fakta, pengalaman ataupun pustaka yang dapat dipertanggungjawabkan, saya yakin sejauh apapun si pembaca atau pencari informasi bertanya, akan dapat dijawab dengan baik. Jikapun memang tulisan dilahirkan dengan maksud baik, minimal jika yang bersangkutan merasa tidak paham dengan maksud si penanya atau bahkan tidak menguasai, disinilah dibutuhkan kerendahan hati seorang blogger untuk bertanya kembali pada orang lain atau pustaka yang barangkali dapat menjawab semua itu.

Maka jika seorang blogger atau penulis yang kemudian tidak mau menjawab apa yang ditanyakan atau bahkan membenarkan apa yang ia yakini tanpa mau peduli dengan masukan atau komentar yang diberikan, ya sederhana saja menurut pendapat saya.

[Take It or Leave It]

Pembaca atau si Pencari Informasi memiliki kewenangan penuh atas semua itu. Jika memang jawaban dirasa memuaskan atau dapat dipercaya, kemudian ternyata setelah dicoba diterapkan, mampu memberikan hasil, biasanya yang bersangkutan akan tetap kembali ke halaman si penulis secara berkala ataupun menanti pada setiap tulisan yang dilahirkan. Demikian pula sebaliknya.

Jika memang dirasa tidak mampu memberikan kepuasan atas apa yang ditanyakan, atau bahkan memang tidak dihiraukan, ya mengapa harus dipaksakan ? lebih baik memanfaatkan pikiran, waktu ataupun tenaga untuk hal lain yang saya kira dapat jauh lebih positif untuk dilakukan. Mencari Informasi dari blogger lain misalnya ? :p

Bagaimana menurut Rekan-rekan ?

Tips Merebut Mayor sambil Berburu Badges FourSQuare

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak makin ramainya pengguna akun FourSQuare, salah satu media jejaring sosial yang berbasis lokasi, loncat pagar menjadi seorang Jumper yang secara khusus melakukan aktifitas Check-In-nya hanya untuk berburu Badges dan juga status MayorShip (penguasa satu lokasi atau Venue), pihak FourSQuare tampaknya ingin memotong keleluasaan itu dengan menerapkan satu aturan baku.

Status Mayor hanya dapat dikuasai dan didapat secara Real Time dengan memanfaatkan aplikasi FourSQuare dan juga lokasi yang dapat dideteksi dari pemancar jaringan terdekat. Sedangkan perburuan Badges, masih dapat dilakukan dengan cara lama yaitu memanfaatkan halaman mobile version dari FourSQuare yang diakses melalui jendela browser. Sayangnya, di aktifitas terakhir yang namanya Mayor tidak bisa didapat seperti aktifitas melalui aplikasi tadi.

Wajar, ini dilakukan lantaran selama melakoni status sebagai Jumper sejak setahun lalu, kebanyakan para Mayor atau penguasa Venue di luar Negeri sana adalah orang-orang lokal atau Indonesia. Padahal sangat jelas yang bersangkutan bisa dijamin blom sekalipun menginjakkan kakinya secara nyata di lokasi yang dimaksud.

Menjadi seorang Mayor di satu Venue lokal tertentu, saya yakin tidak akan memiliki manfaat apa-apa kecuali yang bersangkutan hanya ini mendapatkan tambahan Badges khusus yang mensyaratkan 10 status Mayor pada Venue yang ada.

Sayangnya untuk bisa mendapatkan status Mayor seperti yang telah dijelaskan diatas, mutlak membutuhkan aplikasi FourSQuare yang artinya hanya terdapat pada ponsel pintar atau tergolong SmartPhone saja. Jadi berbahagialah bagi kalian yang memilikinya.

Karena Aplikasi secara otomatis mendeteksi keberadaan si pengguna berdasarkan lokasi pemancar terdekat, maka pintar-pintarlah untuk melakukan pencarian disekitar lokasi yang kerap dikunjungi utamanya pada Venue yang belum memiliki Mayor. Untuk Venue seperti ini rata-rata hanya memerlukan waktu dua hari dalam seminggu untuk dua kali Check-In. Sedang untuk Venue yang telah memiliki Mayor, minimal dua hingga lima hari dalam seminggu, tergantung pada aktifitas si Mayor venue. Makin lama waktu yang dibutuhkan untuk merebut Status Mayor, maka bisa ditebak, makin rajin pula yang bersangkutan melakukan aktifitas Check-In di Venue tersebut. Maka saran saya sederhana saja. Tinggalkan.

Untuk membuktikan analisa diatas, sayapun telah mencobanya selama dua minggu terakhir. Tidak kurang 50 Venue mampu saya rebut dan curi Status Mayornya yang secara kebetulan rata-rata Venue tersebut berada disekitar lokasi yang kerap saya kunjungi. Apabila Rekan sedang berburu Badges MayorShip, cara diatas dapat dilakukan kok.

Lain lagi Bagi yang ingin berburu Badges atau berprofesi sebagai Jumper. Apabila Badges mutlak mensyaratkan satu Venue tertentu dengan memFollow satu akun pengembang yang bekerja sama dengan FourSQuare, saran saya gunakanlah Browser ponsel dengan mengakses mobile version milik FourSQuare. Tipsnya pun masih sama yaitu gunakan jeda waktu yang agak lama untuk berpindah tempat, terutama yang lokasinya beda negara. Satu hari dijamin manjur untuk mendapatkannya.

Sedangkan untuk Badges umum milik FourSQuare yang biasanya hanya mensyaratkan satu Venue dengan Kategori atau Tag tertentu sehingga bisa berlaku di semua negara, Rekan bisa melakukannya dengan memanfaatkan versi mobile browser ataupun aplikasi. Yang terpenting disini adalah melihat kesesuaian logo kecil yang menyertai Venue tersebut dengan yang dipersyaratkan.

Namun bagi Badges yang mensyaratkan waktu tertentu untuk bisa mendapatkannya dan dalam waktu singkat Badges sudah tidak berlaku lagi, seperti halnya Badges FireWorks beberapa waktu lalu, saran saya cari petunjuknya secepat mungkin dan lakukan aktifitas Check-In terakhir,  sehari sebelumnya. Jika terlewatkan ya pasrahkan saja. Hehehe…

MenKominfo berencana Blokir FaceBook dan Twitter ? OH NOOO

10

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang menarik dari pidato pak Presiden BeYe di media televisi beberapa waktu lalu. Beliau seakan menyalahkan Media yang ramai memberitakan kisruh di tubuh partainya hanya gara-gara sms dan juga BBM (bukan Bahan Bakar Minyak, tapi BlackBerry Messenger :p) yang dmengaku sebagai nazaruddin, bomber suap yang kini berada di negeri antah berantah.

Salah satu Buntut dari pidato pak BeYe tersebut adalah munculnya keinginan pak Tif MenKominfo kita yang senang berpantun lewat akun twitternya itu, untuk mengontrol bahkan memblokir media jejaring sosial seperti FaceBook atau Twitter yang kerap bahkan di luaran digunakan sebagai salah satu sarana paling mashyur untuk menggulingkan pemerintahan. Lihat saja Mesir dan Libya, begitu pula Malaysia.

Namun agaknya Beliau lupa bahwa tidak semua orang memanfaatkan kedua akun jejaring sosial tersebut secara negatif bahkan ekstrem. Apabila kemudian benar Beliau melakukannya, maka bersiap-siaplah bagi semua Rekan yang kini telah merasakan banyak manfaat positif dari kedua media jejaring sosial tersebut.

FaceBook maupun Twitter merupakan salah satu sarana yang paling ampuh untuk berpromosi. Baik itu untuk menjajakan barang dagangan yang berupa ponsel dan gadget terkini (walau kebanyakan bodong alias Tukang Tipu), Kebaya dan asesoris wanita (lirik-lirik Istri) atau bahkan buku, Novel dan tabloid terbaru seperti yang dilakukan Leutika, Tabloid Sinyal dan Pulsa.

Selain berdagang berdagang dan berbisnis, kedua media jejaring sosial tersebut merupakan sarana paling ampuh untuk berkomunikasi, dan tentu saja berinteraksi antar dua, tiga bahkan seribu orang dalam satu waktu. Bayangkan berapa biaya yang diperlukan apabila aktifitas ini dilakukan via video conference, voice call, sms atau bahkan kopi darat atau bersua langsung ?

Bahkan ada juga yang memanfaatkan kedua media tersebut secara 100% Positif untuk membangun persahabatan, rasa persaudaraan bahkan untuk meneruskan informasi apabila ada hal-hal yang harus disampaikan untuk mewujudkan satu event tertentu. Reuni misalkan.

Sekedar Informasi bahwa Reuni Alumni SMAN 6 denpasar Angkatan 1992 yang dilakukan pada April 2010 lalu, murni merupakan buah positif akan keberadaan media jejaring sosial FaceBook sehingga koordinasi antar alumni dapat erat tetap terjaga, apapun media komunikasi yang digunakan. Juga Reuni Alumni SMAN 6 Denpasar 25 Tahun yang sedianya dilakukan 25 Juli mendatang.

Demikian halnya dengan rentetan kegiatan Yowana Paramartha Warga Pande dari sekedar berkumpul dalam jumlah terbatas hingga terbentuknya wadah organisasi di tiap kabupaten dan tentu saja wujud nyata partisipasi para anggotanya merupakan buah positif dari keberadaan dua media tersebut.

…dan meski bersifat tidak resmi, dua akun Twitter yang mengambil nama sebuah institusi pendidikan Pariwisata di Nusa Dua dan juga lembaga yang mengelola layanan Pengadaan secara elektronik Pemkab Badung, berusaha mengudara untuk memberikan berbagai informasi yang sedianya berguna bagi masyarakat ataupun mereka yang membutuhkannya.

Jadi tidak selamanya loh yang namanya pemanfaatan media jejaring sosial itu akan selalu bersifat negatif. Dan kalau benar bakalan diBlokir… oh Nooo… jangan sampai deh Pak MenKom…

Melirik Varian TabletPC Lokal nan Murah

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejauh pengamatan pribadi, saya pikir kehebohan yang diciptakan oleh kehadiran perangkat TabletPC ditengah-tengah masyarakat kita tahun 2011 ini, tampaknya belum menjadi sebuah kebutuhan penting untuk mendukung beberapa pekerjaan, ataupun menggantikan fungsi sebuah NetBook, namun masih baru sebatas pemuas rasa penasaran saja.

Tingginya harga sebuah TabletPC yang musti ditebus untuk bisa menjajal kemampuan perangkat dengan baik, masih menjadi beban dan pertanyaan bagi mereka yang tergolong penasaran namun ingin tersebut. Saya salah satunya. Hehehe…

Jika Rekan sependapat, mungkin tulisan berikut masih bisa disimak hingga selesai sebagai salah satu referensi tambahan sebelum memutuskan untuk ‘membeli sebuah perangkat tabletPC yang berkelas’.

Dengan budget dibawah 3 juta rupiah, sebuah perangkat TabletPC akan jauh lebih terasa terjangkau oleh sebagian besar penduduk negeri ini. Sayangnya, di rentang harga tersebut, tak satupun TabletPC yang hadir, datang dari Brand atau merek Global ternama. Masih didominasi nama-nama lokal dengan kemampuan yang tergolong lokal pula. Jadi ya dimaklumi saja.

Seperti halnya tulisan Melirik ponsel Android Murah beberapa waktu lalu, tiga hal yang mutlak diketahui sebelum mulai memilih saya rasa akan sama saja. Sistem Operasi Android 2.2 Froyo, keberadaan Koneksi Data WLan atau Wifi selain 3G dan juga keterbatasan kecepatan prosesor yang disertakan. Apa saja pilihannya ? Yuk kita mulai.

Huawei Ideos S7. Datang dengan kisaran harga 2,7 Juta, Huawei saya rasa patut menjadi 1rst rekomendasi yang bisa dijadikan pilihan untuk mencicipi Android murah dikelasnya. Dengan kemampuan prosesor sebesar 1 GHz dan juga fungsi Voice Call (telepon), saya yakin Huawei bakalan menyedot perhatian besar dibanding yang lain. Sayangnya, Meski layar yang digunakan tergolong lebar, Huawei masih menggunakan type Resitif yang artinya pengguna diwajibkan menggunakan Stylus tambahan untuk membantu akses selama beraktifitas.

Tabulet Troy. Sedikit lebih murah, Tabulet menawarkan spesifikasi jeroan yang tidak jauh berbeda dengan Huawei. Prosesor ARM Cortex A9 1 GHz dan Storage internal 4 GB serta mengadopsi memory 512 MB, tampaknya sudah cukup mapan untuk kinerja sebuah perangkat TabletPC. Dengan dimensi layar dan juga daya tahan batere yang nyaris sama dengan Samsung Galaxy Tab, tampaknya perangkat yang satu ini bisa menjadi rekomendasi kedua yang memungkinkan untuk dipilih.

ZTE Light Tab. Dengan harga yang pas 3 Juta rupiah ini, secara kemampuan jeroan prosesor ternyata lebih rendah ketimbang Huawei Ideos. Berbekal memori 512 RAM/ROM sebagai penyimpanan utama, ZTE Light Tab siap memanjakan penggunanya dengan memberikan kapasitas daya yang lebih besar ketimbang rivalnya. 3.400 mAh.

Amethys Pad LX-100. Amethys Bisa dikatakan brand yang tergolong baru di negeri ini. Dengan tawaran harga sekitar 2,5 juta rupiah, paket penjualan tabletPC satu ini tergolong paling menarik. Selain menyertakan tas/case khusus, terdapat pula keyboard tambahan yang dapat digunakan sebagai media input perangkat. Tidak hanya itu, disekeliling bodinya terdapat dua port tambahan diluar Charger dan slot kartu memory, seperti miniUSB, miniHDMI , yang mampu membantu perangkat Amethys tersambung dengan perangkat lainnya.

Archos 7.0 Internet Tablet. Dikenal sebelumnya sebagai produsen perangkat Multimedia, Archos sepertinya mencoba peruntungan baru dengan bermain di arena TabletPC. Dibandingkan dengan semua varian yang tampil disini, spesifikasi yang ditawarkan Archos bisa jadi sangat menggiurkan. Selain prosesor ARM Cortex A8 1 GHz, Archos 7.0 didukung pula dengan Graphic Accelerator 3D OpenGL yang membuatnya mampu memainkan beberapa Game HD tertentu. Sayangnya, ketiadaan slot SimCard bakalan memaksa penggunanya untuk selalu mencari keberadaan perangkat Wifi terdekat agar selalu mampu terhubung ke dunia maya.

ti-Pad Justin. TabletPC besutan brand lokal ti-Phone ini ditawarkan dengan harga 2,25 Juta saja. ti-Pad  siap memberikan pelayanan Plus selain yang telah ditawarkan oleh Android dengan Marketnya. Ti-Phone Internet Service atau TIS mencakup layanan T-Market, T-Mail, T-Book, T-Messenger dan Opera Mini.

Tekram Tablet. Dibanding Rekan sejawatnya diatas, kisaran harga yang ditawarkan oleh Tekram jauh lebih menarik ketimbang lainnya. 1,65 Juta saja. Sayangnya, dalam dunia elektronik dan juga Gadget, pendapat ada harga ada kualitas tampaknya masih dapat dibenarkan. Meski telah didukung oleh Adobe Flash player 10.1, Tekram datang dengan mengandalkan layar Resitif yang artinya masih memerlukan bantuan Stylus untuk dapat berinteraksi pada layar dan menu, begitu juga kecepatan prosesor yang terbatas.

Diluar beberapa Varian yang ditawarkan diatas, sebenarnya ada beberapa varian lain lagi yang bisa menjadi pilihan seperti DTC Dpad G150 yang dibanderol 1,5 Juta atau Tabulet Mech seharga 2,1 Juta. Sayangnya kedua perangkat tersebut masih mengadopsi sistem operasi Android 2.1 Eclair yang artinya, beberapa kelebihan yang sekiranya hanya terdapat pada Android 2.2 Froyo keatas, tak akan dapat ditemui di perangkat tersebut. Contohnya Tethering atau portable hotspot, atau pemilahan storage untuk aplikasi dan games.

TabletPC lokal nan murah memang menggoda untuk dicoba. Jika memang masih penasaran, salah satu dari varian diatas bisa dijadikan pilihan kok.

Hari Pertama Sekolah MiRah GayatriDewi

7

Category : tentang Buah Hati

Rasanya baru kemarin MiRah GayatriDewi, putri kecil kami lahir. Eh, hari ini (11 Jul lalu-Red) ia sudah memasuki hari sekolahnya yang pertama. PlayGroup.

Rencana MiRah untuk ikut serta dalam tahap sekolahan PlayGroup yang secara kebetulan berlokasi di Banjar Taensiat lingkungan rumah, sebetulnya sudah lama kami pikirkan bersama. Tujuannya Cuma satu. Agar MiRah bisa bergaul dan bersosialisasi dengan anak seusianya lebih dini. Mengingat lingkungan rumah tak lagi ramah untuk mau menyapanya.

Maka, sedari satu dua bulan sebelumnya, pelan-pelan MiRah kami tanamkan bahan ajaran awal terkait Angka dan Huruf. Meski terkadang mengalami kesulitan dalam memperkenalkan semua itu, MiRah terpantau cukup mampu untuk mengenali karakter Angka dan menuliskannya satu persatu meski harus diberikan sedikit ‘Clue atau petunjuk terlebih dahulu. Seperti angka 7 yang menyerupai sosok putrinya Mr.Crab, pemilik restoran Crabby Patty-nya Sponge BoB, atau angka 8 yang merupakan dua telor bertumpuk.

Untuk Hari Pertama MiRah bersekolah, ia diantar langsung oleh Ibunya yang memang secara khusus memohon ijin kantor, untuk absen setengah hari. Padahal sedari awal MiRah sudah tegas mengatakan bahwa ia akan diantar Kakek Neneknya dengan berjalan kaki.

Ketidaksabaran MiRah akan hari pertama sekolahnya ini sudah tampak sejak sehari sebelumnya. Ia selalu bertanya bagaimana sekolah itu, apa yang harus dibawa dan apa yang diberikan. Namun, sejelas apapun kami menerangkannya, hanya satu kesimpulan yang dia dapat, bahwa di sekolah akan diberi makanan dan susu. Hehehe…

Pukul 5.30 pagi MiRah terjaga dari tidur tanpa dibangunkan. Kalimat pertama yang terlontar adalah “sekolah yuk Pak…” dengan nada yang keras. Walah… ni anak semangat 45 rupanya. Maka usai mandipun MiRah dengan segera meminta untuk dikenakan baju seragam yang seupa anak TK namun tanpa Badge untuk membedakannya.

Sebelum berangkat, MiRah saya sempatkan untuk berpose sebentar dengan menggunakan seragam barunya. Cantik bukan ?

Masih Ragu mencoba ? Yuk Lirik Android Murah

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Dalam tulisan 10 Pertimbangan Bagaimana Memilih Perangkat Android yang Tepat sesuai Kebutuhan beberapa waktu lalu, Brand atau Merek merupakan salah satu yang saya ajukan untuk dipertimbangkan. Namun biasanya, makin berkelas Brand atau Merek yang diinginkan, makin mahal pula harga yang harus ditebus untuk bisa membawanya pulang. Lantas bagaimana jika masih ada keraguan untuk mencobanya ? jangan sampai, sudah susah payah membelinya dengan harga mahal namun masih belum mampu memuaskan hasrat untuk memiliki sebuah ponsel pintar yang memang mengerti keinginan penggunanya. Untuk itu, yuk kita lirik ponsel Android Murah.

Murah yang saya maksudkan disini sebaiknya dibatasi kisaran 1 juta hingga 1,5 juta rupiah saja. Karena jika dibatasi lebih rendah, saya yakin bakalan sudah menemukan barang barunya dan kalo lebih dari 1,5 juta rupiah kok rasanya berat yah ? hehehe…

Namun sebelum mulai melirik varian ponsel Android murah ada baiknya dipahami dahulu fitur apa saja yang dapat diperoleh dengan kisaran harga tersebut ?

Pertama, Sistem Operasi. Dalam rentang harga tersebut, pengguna sudah dapat memiliki ponsel Android dengan rilis 2.2 atau penamaan Froyo yang artinya secara kemampuan sudah mampu bersaing dengan sekian banyak ponsel pintar lain yang memiliki harga diatasnya.

Kedua dari segi Koneksi Data, tidak saja mengandalkan 3G tapi juga WLan atau yang dikenal dengan istilah WiFi pun dijamin sudah disediakan pula untuk menunjang aktifitas di dunia maya. Selain itu, dengan dukungan Sistem Operasi Android 2.2 diatas, koneksi data inipun mampu dibagi dengan rekan lainnya melalui fitur Tethering atau Portable Hotspot.

Ketiga, maksimum kecepatan Prosesor yang disertakan oleh masing-masing Vendor hanya sampai 600 MHz saja. Yang artinya, bisa jadi bakalan terjadi sedikit lag atau jeda saat mengakses aplikasi ataupun Games yang sudah terinstall didalam ponsel. Keterbatasan inilah yang sepatutnya mampu dimaklumi oleh setiap pengguna agar tidak menuntut terlalu jauh kemampuan ponsel Android murah.

Dari ketiga hal yang sedianya bisa didapatkan dalam sebuah ponsel Android murah diatas, bisa saya rekomendasikan beberapa varian ponsel sebagai pilihan.

Samsung Galaxy Mini. Ponsel yang berasal dari salah satu brand ternama ini, merupakan pilihan pertama yang dapat saya rekomendasikan untuk dipilih. Dengan kemampuan yang mengadopsi ketiga hal diatas, Samsung Galaxy Mini bakalan terasa murah lantaran harga yang ditawarkan pas 1,5 Juta rupiah. Selain itu, kabarnya dalam waktu dekat, Samsung bakalan memberikan Upgrade Sistem Operasi Android 2.3 GingerBread bagi seluruh keluarga Galaxy. Sayangnya, dalam paket penjualannya, kabel data yang menjadi andalan untuk aktifitas Upgrade ini tidak disertakan.

LG Optimus Me. Dengan kemampuan dan spesifikasi yang sama dengan Galaxy Mini, LG Optimus Me ditawarkan dengan kisaran harga yang sedikit lebih murah. Sayangnya, tak seperti Samsung, pihak LG hingga hari ini belum jelas apakah akan memberikan Upgrade Sistem Operasi Android 2.3 GingerBread dalam waktu dekat atau tidak.

Nexian A891 Ultra Journey dan Nexian A892 Cosmic Journey. Dalam dunia Android, brand Nexian bisa jadi merupakan pemain lama. Masih ingat dengan rilis pertama mereka Nexian A890 Journey terdahulu ? yang mengandalkan kamera 5 MP sebagai jualannya ? fenomenal bukan ? nah, untuk kali ini, ada dua varian yang bisa dilirik sebagai pilihan. Memiliki spesifikasi dan harga tawar yang sama, Nexian tampaknya harus menurunkan kemampuan kamera yang di besut menjadi VGA saja. Sangat disayangkan.

Ivio DE38 Icon. Sama-sama berasal dari brand lokal, Ivio menawarkan konsep Dual Mode seperti halnya ponsel lokal lainnya dengan prosesor Dual Core yang tergolong sangat terbatas. 460 MHz dan 280 MHz. Jadi jangan coba-coba bandingkan kinerjanya dengan ponsel berprosesor Dual Core 1 GHz lainnya yah. Adapun kisaran Harga yang harus ditebus nyaris sama dengan ponsel LG diatas.

Noxx NV-58 Terminator. Secara spesifikasi prosesor, ponsel Noxx mengadopsi jeroan yang sama dengan Ivio, Dual Core. Sayangnya sim card yang didukung hanya satu saja. Itu sebabnya, harga yang ditawarkannya pun sedikit lebih murah. Sekitar 1,3 juta saja.

BlueBerry Mi320. Meski datang dari Brand lokal, ponsel BlueBerry seri Mi320 ini tidak datang dengan konsel Dual Mode ataupun penambahan fitur TV Tuner. Dengan begitu, secara harga yang harus ditebus tentu saja mampu turun jauh lebih murah dari yang lainnya. Hanya sekitar 1,1 Juta saja. Menarik bukan ?

Dengan ketersediaan Budget yang minim, beberapa ponsel Android murahpun masih bisa dijadikan pilihan untuk sekedar sebagai kelinci percobaan bagi Rekan-rekan yang masih ragu untuk berpindah pada Android. Meski begitu, dari segi kemampuan tentu mereka semua masih berani untuk diadu kok. Gak percaya ? Coba saja…

2 Hal Mutlak untuk mengOptimalkan perangkat Android

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah punya ponsel Android tapi belum tahu bagaimana cara mengoptimalkan penggunaannya ? jangan malu dulu Gan, ayo kita belajar sama-sama.

Menggunakan ponsel Android sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan cara dan kebiasaan menggunakan perangkat ponsel pintar lainnya seperti BlackBerry, iPhone atau bahkan Symbian dan Windows Mobile. Begitu pula dengan perangkat ponsel lokal yang jualan Jejaring Sosial. Belum terasa asyiknya jika belum terhubung dengan dunia maya. Belum terasa lengkap jika belum Update Status. Ya… hal pertama yang mutlak dimiliki untuk dapat mengoptimalkan perangkat Android adalah Koneksi Data atau Internet.

Tahun 2011 ini selain bisa dikatakan sebagai surga bagi pemburu ponsel pintar seperti yang saya katakan dalam tulisan sebelumnya, juga merupakan surga bagi mereka yang membutuhkan koneksi data Unlimited. Karena berkat persaingan para operator lah yang saling berlomba memberikan harga termurah, paket gratis ini itu, membuat penawaran akan paket Data Unlimited pun bisa semakin terjangkau biaya bulanannya. Saya pribadi menggunakan XL Unlimited yang Cuma 99ribu sebulannya. Itupun setelah lima bulan pemakaian, masih terasa puasnya meski akhir jatuh tempo expirednya sudah mendekati. Minmal koneksi 3G masih bisa saya dapatkan. Maka, meskipun terkadang kita merasa mangkel pada Operator, ada baiknya pula sesekali kita berterima kasih atas persaingan mereka ini.

Ada beragam paket data yang bisa dijadikan alternatif pilihan untuk dapat mengoptimalkan penggunaan perangkat Android setiap bulannya. XL punya Unlimited 99ribu sebulannya dengan kuota 1 GB sedang kelebihannya hanya terjadi penurunan kecepatan saja. Indosat membebankan biaya yang sama untuk kuota 500 MB sebulannya. Telkomsel menawarkan dua paket bulanan, yang 100 ribu untuk kuota 500 MB dan 200 ribu untuk kuota 1,5 GB. Lantas ada Axis yang menawarkan tiga pilihan bulanan yaitu 25 ribu untuk kuota 500 MB, 35 ribu untuk kuota 1 GB dan 150 ribu untuk kuota 5 GB. Waaahhh… Sedangkan Three (3) menawarkan empat paket bulanan yaitu 29 ribu untuk kuota 15 MB, 35 ribu untuk kuota 1 GB, 50 ribu untuk kuota 2 GB dan 99 ribu untuk 5 GB. Waaahhh… lebih murah lagi nih… dan terakhir ada Smart yang menawarkan paket bulanan Unlimited dengan batasan kecepatan dan bukan kuota seperti halnya operator lain. 45 ribu untuk kecepatan 153,6 kbps, 75 ribu untuk kecepatan 512 kbps, 140 ribu untuk kecepatan 3,1 Mbps dan 275 ribu untuk kecepatan 3,1 Mbps ditambah Upload yang hingga 1,8 Mbps.

Beragamnya paket diatas akan sangat bergantung pada lokasi dan juga kekuatan perangkat untuk menangkap sinyal yang ada. Jadi bisa jadi seperti yang saya alami, untuk operator Three (3) dan Axis yang menawarkan banyak kelebihan malah jeblok di beberapa lokasi yang kerap saya sambangi, tapi tidak demikian dengan XL. Itu sebabnya saya memilih untuk tetap setia menggunakan XL. Hehehe…

Memilih untuk memanfaatkan paket data Unlimited sebenarnya saya maksudkan bukan untuk gaya-gayaan loh, tapi lebih mengacu pada kepuasan penggunaan yang tidak lagi dibatasi pada aktifitas tertentu. Jangankan hanya untuk urusan Update Status di jejaring sosial, atau Chatting lintas ponsel, untuk melakukan Push Email dan mengunduh beberapa file penting dari penyedia sharing pun bisa. Begitu juga dengan Video Streaming dan aksi donlot video, pun demikian dengan mendengarkan radio luar secara online. Semuanya mampu dilakukan dengan baik.

Hal kedua yang mutlak dimiliki oleh seorang pengguna Android untuk dapat mengoptimalkan fungsinya adalah… Alamat Email. Kedengaran familiar bukan ? oke… tidak perlu sebuah alamat email Resmi seperti yang diperdebatkan tempo hari terkait lembaga DPR yang masih dengan bangganya menggunakan alamat email dari penyedia Gratisan, kita sebagai pengguna personal, malah tidak menjadi masalah jika menggunakan yang memang Gratisan bukan ?

Namun yang perlu disadari adalah, tidak semua orang awam mengakui bahwa yang bersangkutan memiliki sebuah alamat email, padahal disisi lainnya yang bersangkutan memiliki sebuah akun FaceBook. Gag percaya ? hehehe… jadi saya yakin, untuk bisa memiliki sebuah alamat email tidak perlu mengeluarkan uang hingga lima ribuan kok. Cukup main ke Warnet, mintakan ke operator untuk dibantu dibuatkan sebuah alamat email gratisan (sekitar 5 menitan sudah lebih dari cukup) dengan dibayar penuh sejam penggunaan.

Email sangat mutlak diperlukan untuk sebuah perangkat Android. Namun jika bisa, gunakanlah akun email milik GooGLe. Alasannya sederhana, karena Android merupakan sistem operasi yang dikembangkan oleh GooGLe. Fungsi utamanya adalah untuk mengakses Android Market sehingga pengguna mampu mengeksplorasi berbagai aplikasi maupun games Gratisan dengan optimal.

Uniknya, keberadaan aplikasi maupun games yang telah diinstalasi nantinya akan melekat pada alamat email tersebut. Seumpama satu saat nanti ada keinginan untuk tidak lagi menggunakan akun email yang tadinya digunakan untuk Android Market, maka seluruh aplikasi dan games yang telah diunduh, akan ikut serta terhapus. Jadi, jangan sampe lupa dengan password email tersebut yah.

Dua Hal Mutlak yang dibutuhkan untuk mengOptimalkan perangkat Android. Koneksi Data dan alamat Email. Tidak sulit bukan ?