Ogoh-Ogoh Gagah Dahulu dan Kini

9

Category : tentang InSPiRasi

Mengunjungi Bali belumlah lengkap jika belum menyempatkan diri untuk menonton arak-arakan Ogoh-Ogoh yang dilaksanakan setiap Tilem Sasih Kesanga atau Malam sebelum Umat Hindu merayakan Tahun Baru Caka yang dikenalpula dengan istilah Nyepi. Sebagai sa;ah satu produk seni Budaya Bali, Ogoh-ogoh hingga kini telah banyak mengalami perkembangan. Baik dari bahan dan cara pembuatannya, hingga penokohan atau makna yang dibawakannya.

Jika pada era tahun 90an, Ogoh-ogoh yang dibuat umumnya berwujud makhluk-makhluk menyeramkan dimana rangkanya dibuat dari dari bambu lalu dibungkus dengan kertas, kain atau benang pada bagian-bagian tertentu, maka pada tahun terakhir, jelas sangat jauh berbeda. Tak hanya dari segi rangka, bahkan secara keseluruhan Ogoh-ogoh lebih banyak dibuat dari bahan Gabus. Selain ringan, Kelebihannya lantaran Gabus lebih mudah dipahat dan dibuat menjadi macam-macam bentuk yang diinginkan tanpa memerlukan banyak waktu dan tenaga seperti halnya merakit bambu. Sayangnya secara finansial, penggunaan Gabus tentu jauh lebih banyak memerlukan modal ketimbang merakit bambu dan kertas.

Secara penokohan pun bisa dikatakan sangat jauh berbeda. Siapa sih masyarakat Bali seputaran Kota Denpasar ataupun Sekaa Teruna Teruni yang bisa melupakan Ogoh-ogoh dengan figur Shincan tiga atau empat tahun yang lalu ? atau bahkan figur kenakalan anak-anak Negeri Tetangga Upin & Ipin ? ada juga yang mengambil figur Sangut Delem bahkan sang pedangdut ngeborpun ada.

Padahal secara makna, Ogoh-ogoh yang biasanya diarak keliling desa ini tidak lepas dari aktifitas Ritual, dalam hal ini kaitan upacara Bhutayadnya menjelang hari suci Nyepi. Ogoh-ogoh baru akan dihadirkan segera setelah usai pelaksanaan upacara. Diiringi suara gambelan –musik tradisional Bali- yang bertalu-talu ditingkah riuh rendah suara para pengarak. Semua itu mengandung makna untuk mengusir roh-roh jahat dari Desa yang bersangkutan. Maka itu sebabnya, perwujudan dari Ogoh-ogoh dibuat menyeramkan sebagai simbolisasi sifat-sifat keserakahan, ketamakan dan keangkaramurkaan.

Seiring perkembangan jaman, memang tidak salah sih jika profil ogoh-ogoh dibuat agak melenceng. Bahkan ada juga yang diselipi sindiran bagi para penguasa atau pejabat yang korup hingga yang berusaha untuk menyampaikan keluh kesah masyarakat secara vulgar. Wong roh jahat jaman edan begini tak lagi berbentuk menyeramkan, ada juga yang gagah, perlente bahkan berdasi. Hehehe…

Sayangnya Image ogoh-ogoh perlahan makin memudar seiring perilaku pengarak yang kerap bersentuhan dengan minum minuman keras atau bahkan kerap memicu perkelahian antar pengarak. Jiwa muda lebih banyak berbicara disini. Meski pada tahun lalu, Ogoh-ogoh sempat pula dilombakan oleh Walikota Denpasar untuk menarik minat wisatawan dan juga kreatifitas para generasi muda yang diharapkan tidak melulu berlaku negatif.

Sekedar Informasi, untuk tahun 2011 prosesi pengarakan ogoh-ogoh sedianya jatuh pada hari Jumat malam tanggal 4 Maret mendatang. Jadi, bagi kalian yang penasaran dan ingin menyaksikannya langsung, silahkan meluangkan waktunya dari sekarang.

(sebagian kecil dari sumber materi diatas saya ambil  dari buku Pesta Kesenian Bali Copyright Cita Budaya 1991 dan Ilustrasi Foto saya ambil dari besutannya Pak Ian Sumantika via FaceBook)

Nurdin Halin dan Harapan Revolusi PSSI

3

Category : tentang Opini

Sepertinya nama tokoh yang satu ini bisa dikatakan sangat fenomenal gaungnya di awal tahun 2011. Nurdin Halid. Nama yang sebelumnya dikenal sebagai seorang pengusaha dan politikus negeri ini, terhitung tahun 2003, terpilih sebagai Ketua Umum PSSI. Dalam menjalankan jabatannya ini, Nurdin bisa dikatakan Kontroversial, lantaran menjalankan organisasi dari balik jeruji besi.

Berdasarkan beberapa catatan, pada pertengahan tahun 2004 Nurdin Halid sempat ditahan sebagai Tersangka dalam kasus penyelundupan gula impor ilegal, namun tak sampai setahun dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dibebaskan. Nurdin Halid kembali menikmati jeruji besi pada Agustus 2005 setelah dinyatakan bersalah pada kasus pelanggaran kepabean impor beras dari Vietnam dan divonis selama dua tahun enam bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Baru pada Agustus 2006 Nurdin dibebaskan setelah mendapatkan remisi dari Pemerintah bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Status Pria 53 tahun kelahiran Watampone Sulawesi Selatan inilah yang kemudian digugat saat ia memutuskan kembali untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI Maret mendatang. Padahal dalam Statuta FIFA pasal 32 ayat 4 tertulis “The members of the executive committee… must not have been previously found guilty of criminal offence,” yang artinya Anggota Komite Eksekutif tidak boleh pernah dinyatakan bersalah atas tindakan kriminal. Sayangnya oleh PSSI, pasal tersebut dipelintir menjadi Pasal 35 ayat 4 yang berbunyi “…harus tidak sedang dinyatakan bersalah atas suatu tindakan kriminal saat kongres.”

Disamping itu, Nurdin Halid ditenggarai pula sebagai dalang dibalik penggembosan pencalonan Arifin Panigoro dan KSAD Jenderal TNI George Toisutta yang dinyatakan tidak lolos Verifikasi oleh Komite Pemilihan. Hal ini dikaitkan dengan salah satu persyaratan calon Ketua Umum PSSI yang dalam Statuta FIFA berbunyi “They shall have already been active in football” yang artinya diisyaratkan bagi calon Ketua Umum telah aktif sekurang-kurangnya lima tahun dalam Sepakbola.

Pro-Kontra pun kemudian mewarnai persiapan Kongres PSSI yang akan digelar bulan Maret mendatang di Bali. Dari yang turun kejalan, berdemo dengan yel yel ‘Turunkan Nurdin Halid’ hingga yang berupaya dengan menyanyikan karya ciptaannya melalui portal Video YouTube. Dari yang mengaku sebagai Putri Nurdin Halid satu-satunya dengan menuliskan Surat Terbuka seperti yang dipublikasikan melalui Kompasiana hingga massa yang berusaha mendukung mati-matian Pro-Nurdin Halid.

Beberapa Dugaan pun menyeruak, bahwa Nurdin Halid selain mengincar kursi Ketua Umum PSSI Periode 2011 – 2015, pun mengincar posisi Ketua Federasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF). Dalam situs resmi AFF, nama Nurdin Halid masuk nominasi bersama Sultan Haji Ahmad Shah (Malaysia) dan Dato Worawi Makudi (Thailand). Adapun untuk pemilihan pengurus AFF periode mendatang akan berlangsung di Kongres AFF Bangkok Thailand, 10 April 2011.

Harapan untuk melakukan perubahan Revolusi di tubuh PSSI ini, tampaknya masih memerlukan jalan yang panjang. Entah berapa demo lagi yang harus dilakukan oleh masyarakat yang menginginkan hal itu terjadi. Baik dengan penyegelan Kantor Sekretariat PSSI yang kemudian kunci pembukanya diserahkan langsung kepada Menpora Andi Malarangeng, dengan harapan agar Pemerintah mau mengintervensi PSSI atau malah membekukannya untuk sementara waktu atau dengan membuat PSSI Tandingan seperti yang dilakukan oleh massa di beberapa daerah.

Saking Fenomenalnya nama seorang Nurdin Halid, kabarnya kini ia sedang berancang-ancang untuk menuntut Menpora terkait komentar-komentar terhadap dirinya. Bahkan ia juga berani mengatakan bahwa Ilham Arief Sirajuddin, Wali Kota Makassar sebagai Pengecut. Hal ini barangkali didasari atas mundurnya PSM Makassar dari liga Indonesia dan beralih ke LPI. Tidak hanya itu, Nurdin Halidpun pernah mengatakan bahwa jangankan hanya sebagai Ketua Umum, sebagai Presiden pun ia mampu.

Tampaknya seorang Nurdin Halid dalam waktu satu dua bulan kedepan, bakalan tetap menjadi Headline News di beberapa media, karena harapan untuk melakukan perubahan Revolusi PSSI masih tetap digelorakan dengan semangat yang kian meluas.

Playboy Magazine (ternyata) jauh lebih sopan ketimbang Penthouse

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Playboy lagi, Playboy lagi. Tapi yakin deh, ini tulisan terakhir saya yang menceritakan tentang aksi heboh www.pandebaik.com selama bergelut dengan Torrentz, Playboy Magazine hingga PentHouse.

PentHouse ?

Kata terakhir yang saya sebutkan diatas, bagi yang masih belum familiar, kurang lebih bermakna sama dengan halnya Playboy Magazine. Sebuah majalah yang kabarnya dianggap sebagai kategori Pornografi dan katanya mampu merusak pikiran generasi muda bangsa Indonesia hingga sampai sel terkecil sekalipun sehingga dirasa perlu untuk dibabat habis dengan ancaman Undang-Undang.  Sayapun baru teringat dengan PentHouse ketika edisi Playboy yang terdownload sudah mencapai space 3 GB.

Dibandingkan dengan Playboy Magazine baik itu yang merupakan edisi rilis resmi USA, Argentina, Cheko, Greece, Philipina, Mexico hingga Slovenia ataupun edisi bonus tahunannya, ternyata PentHouse jauh lebih vulgar baik dari tema, isi tulisan, data pendukung hingga pose wanita telanjangnya. Hingga jujur saja saya malah jadi enegh saat berusaha menikmatinya halaman demi halaman. Bikin panas dingin…

Aura vulgarnya bahkan sudah terasa ketika pembaca membuka halaman demi halaman sedari awal. Makin menjadi ketika halaman makin dalam. Meski Tema yang diangkat beragam, namun gambar ataupun foto pendukungnya jauh lebih menantang bahkan sudah mengarah pada (maaf) hubungan seks. Berbeda jauh dengan apa yang disajikan dengan Playboy.

Kartun atau gambar sket khas majalah luarpun tergolong banyak tertampil di Playboy Magazine, lengkap dengan satu kalimat di bagian bawah gambar, yang lumayan membuat pembaca tersenyum simpul. Tidak demikian halnya dengan PentHouse. Nyaris 75 persen gambar ataupun foto yang terpampang, mampu membuat para pria normal yang membacanya (termasuk saya tentu saja) menelan ludah dan cepat-cepat membuka halaman berikutnya. Bukan bagaimana, tapi khawatir jika pikiran malah mulai keterusan mengarah ke aksi Pornografi.

Tidak hanya pada liputan utama, tapi juga tulisan pendukung dan iklan tentu saja. Lay outnya sendiri mengingatkan saya pada sebuah majalah gadget local yang kerap menurunkan liputan hal-hal konyol di seputaran kita, hanya sekedar mengingatkan betapa bodohnya manusia percaya pada hal-hal yang bisa dikatakan fenomenal. Begitu pula dengan PentHouse.

Menjual gambar atau pose wanita sexy telanjang dan terekam dalam satu eksemplar majalah barangkali tergolong ‘menarik’ untuk ukuran pria normal di Indonesia yang dikungkung oleh Undang-Undang dan Peraturan serta norma Agama. Sayangnya sepengetahuan saya, larangan itu hanya diperuntukkan bagi Playboy Indonesia saja. Barangkali jikapun kelak PentHouse berkeinginan sama dengan Playboy, ingin melebarkan sayap ke Indonesia, saya yakin bakalan bernasib sama. Dikepruk sebelum diterbitkan. Apalagi seumpama masih mempertahankan gaya liputan mereka seperti yang saya gambarkan diatas.

Padahal kalo Pemerintah dan juga para pembela Norma itu mau jeli, banyak kok tabloid esek-esek yang dijual walau secara sembunyi-sembunyi tak kalah menyajikan pose syur, cerita mesum atau bahkan iklan yang mampu menaikkan syahwat pembacanya. Tapi terlepas dari itu, Playboy Magazine (ternyata) jauh lebih sopan ketimbang PentHouse. Gag percaya ? Donlot aja via Torrentz. Hehehe…

Playboy Magazine, antara Porno atau Nilai Seni ?

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Apa yang terlintas di benak Anda ketika saya menyebutkan dua kata kunci yang kabarnya mampu menurunkan sekompi pasukan Front Pembela Islam beberapa waktu lalu ?

“ Playboy Magazine “

Sebutan yang kurang lebih bermakna sama dengan Majalah Playboy (versi Indonesia) ini, benar-benar diidentikkan dengan majalah porno, mesum hingga tak sejalan dengan norma agama bangsa kita Indonesia. Walaupun ada sebagian kecil pendapat yang menyatakan bahwa ‘itu adalah sebuah karya seni yang diakui Dunia’. Wah, mana yang benar nih ?

Bagi saya sih ya bergantung pada pola pikir si pembaca saja kok. Kalo sedari awal memang sudah meyakini bahwa Playboy Magazine atau Majalah Playboy ini isinya full porno, buka-bukaan vulgar, atau gambar wanita telanjang ya saya yakin otakpun bakalan langsung terlintas adegan mesum kendati halaman yang pertama dibuka menyajikan iklan sebuah kendaraan keluaran terkini atau bahkan gambar sebuah botol minuman, sambil tak sabar terus membuka halaman satu persatu secara cepat hingga menemukan apa yang terpikirkan. ‘nah, benar kan apa yang saya katakan ?’ ujar si otak. Hehehe…

Menyimak perkembangannya dari beberapa tahun edisi yang saya dapatkan, terlihat jelas perbedaan kualitas gambar, penampilan majalah hingga penampilan wanitanya tentu saja. Bayangkan, dari tahun 1978 hingga tahun 2011 saya nikmati satu persatu meski tidak semua.

Memang saya akui bahwa dalam beberapa halaman di setiap edisi Playboy Magazine ini, jelas terdapat pose ataupun gambar telanjang para wanita yang mengundang jatuh air liur setiap pria normal di belahan dunia manapun. Namun informasi yang tertuang dalam sekian banyak halaman lainnya tak melulu soal pornografi dan seisinya. Seperti juga majalah dewasa lainnya, informasi seputar hobby ataupun kemaniakan para pria normal terhadap benda diluar wanitapun ada tertampil dalam layout yang memikat. Mencirikan  khas majalah luar, bathin saya. Jika masih bingung dengan bagaimana tampilannya tanpa ingin melihatnya langsung, bayangkan saja majalah lokal seperti Popular, Tempo ataupun RollingStones.

Benda yang saya maksudkan disini berupa mobil mewah gres keluaran brand ternama, motor besar, gadget, ponsel hingga asesoris seperti kacamata ataupun Tuxedo. Bagi yang belum masuk terlalu dalam ke seisi majalah, barangkali malah berpendapat sebaliknya ‘masa sih majalah Playboy edisi USA isinya hanya kaya’gini ?’ saya berani Taruhan loh.

Maka, seperti halnya puluhan majalah bertema khusus lainnya seperti M2 atau Cinemagz yang menjual informasi tentang film, Hai tentang Remaja atau bahkan Tempo yang menjual soal Politik, Hukum dan sebagainya, PlayBoy Magazine pun demikian. Hanya saja memang topic atau bahkan gambar pendukung yang berupa pose wanita telanjang bisa dikatakan sangat jarang kita saksikan di negeri sendiri secara langsung atau bahkan dianggap melanggar norma-norma kesusilaan. Meski sedari tampilan gambar dan halaman bagi saya malahan mampu mengundang decak kagum atas cara pengambilan angle, obyek hingga rasanya sayang jika isi majalah langsung habis ditelan dalam hitungan menit. Musti dicermati dan dinikmati dulu.

Seperti kalimat saya diatas, ya kembali pada pikiran si pembaca saja kok. Kalo memang sedari awal sudah beranggapan bahwa majalah Playboy atau diluar dikenal dengan sebutan Playboy Magazine merupakan majalah yang biasa-biasa saja seperti tag blog saya diatas, ya gag banyak emosi kok yang terasa. Kalopun kemudian mata disuguhkan pose wanita sexy nan menantang ya anggap saja itu semua sebagai Bonus atas kebosanan yang ada dari halaman pertama. Itu saja.

XL Unlimited + Torrentz = Playboy Magazine ?

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak resmi bercerai dengan koneksi cdma milik Indosat, StarOne Unlimited, praktis hari-hari saya saat berinteraksi di dunia maya ditemani oleh dua koneksi gsm Indosat IM2 dan XL Unimited. Sayangnya, meski biaya bulanan IM2 Indosat jauh lebih besar ketimbang XL Unlimited, dari segi kecepatan baik saat masih dalam batas Kuota ataupun saat penurunan kecepatan, XL nampaknya lebih mampu menunjukkan taringnya dengan lebih baik. Padahal Indosat itu dimiliki orang luar loh. Mungkin itu sebabnya saya lebih kerap menggunakan koneksi XL ketimbang IM2 untuk semua aktifitas internetan.

Seperti halnya pertama kali menggunakan koneksi StarOne ataupun IM2 Indosat, sudah bisa ditebak sayapun kesetanan dalam memanfaatkan kecepatan koneksi XL Unlimited dan praktis Kuota pun terlampaui dalam waktu singkat. Terbanyak saya manfaatkan untuk mengunduh aplikasi Emulator system operasi ponsel (Symbian 5th Edition dan Symbian ^3) termasuk simulator iPhone dan juga iPad. Disamping itu, sayapun membongkar gudang milik 4Shared, meluapkan hasrat untuk memiliki konten illegal dari album music artis kenamaan era 80 atau 90an. Hasilnya lumayan. Tak kurang dari 70 album soundtrack film, aliran rock hingga punk saya dapatkan dengan sukses termasuk beberapa diantaranya memang sangat ingin saya miliki sejak remaja dulu.

Puas mengubek-ubek halaman 4Shared, sayapun berpindah ke Torrentz. Hal ini saya lakukan ketika koneksi mulai diturunkan seiring penghabisan jatah Kuota bulanan lantaran aksi sedot 4Shared itu. Torrentz  saya jadikan pelampiasan mengingat aksi sedot via p2p itu bisa berjalan hingga selesai tanpa aksi putus atau mengulang proses. Maksudnya, ketika laptop dimatikan tanpa memutuskan koneksi, aplikasi pengunduh Torrentz ini secara otomatis akan menyimpan proses tanpa membatalkannya. Lantas, ketika laptop dinyalakan dan koneksi tersambung, proses pengunduhan akan secara otomatis dilanjutkan hingga selesai tanpa perlu di-Resume. Bagi yang belum familiar dengan istilah Torrentz, silahkan mampir ditulisan saya terdahulu ya.

Trus, kenapa bisa sampai “XL Unlimited + Torrentz = Playboy Magazine ? “

Ini gara-gara keisengan saya seperti halnya saat mencoba 4Shared. Hanya karena kehabisan ide untuk mencari konten download, dari album music, soundtrack film, live concert, akustik hingga Tribute, pilihanpun beralih pada majalah, buku ataupun e-Book gratisan yang ada dalam database mereka. Hingga akhirnya tercetus jua dua kata kunci paling fenomenal sepanjang karir aksi download dunia maya secara pribadi. ‘Playboy Magazine’.

Hasilnya Maknyus. Hanya dalam waktu tiga hari, Torrentz mampu menyedot 142 edisi majalah Playboy dari tahun 1978 (ini tahun kelahiran saya) hingga terbitan gres 2011. Itupun tidak terurut dengan baik, bercampur dengan edisi Lingerie, Nudes dan juga PentHouse. Total space yang dihabiskan sekitar 3,7 GB. Rencananya aksi ini bakalan terus saya lanjutkan hingga genap seukuran satu keping dvd-r atau 4,40 GB. Do’akan saja. Hehehe…

‘Ada Rahasia di balik Rahasia” kurang lebih begitu kata Bang Ali di sinetron Islam KTP yang belakangan menjadi tontotan favorit putri kami, MiRah GayatriDewi. Bukan PanDe Baik pula jika aksi yang saya lakukan ini tanpa tujuan selain maksiat, bakar syahwat dan sejenisnya. Lagi-lagi atas dasar penasaran, ingin tahu dan pada akhirnya malah menjadi pembelajaran untuk bahan BLoG www.pandebaik.com. Setidaknya mampu memberikan warna lain sejauh perjalanan yang telah saya lakoni sejak Mei 2006 lalu. Tidak hanya soal FaceBook, FourSquare ataupun MiRah putri kami, tapi juga ingin mencoba yang jauh lebih panas dan menggelinjang. Hihihi…

BadGes Retired ? ah, masa sih ?

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Boleh-boleh saja sebagai seorang Jumper dalam dunia FourSQuare mempercayai kenyataan yang tertera di halaman BadGes pada akun teman atau bahkan orang yang tak dikenal, bahwa BadGes yang sedang diburu telah dinyatakan Retired atau tidak aktif lagi. Namun, saran saya jangan percaya sepenuhnya.

Dua Badges yang saya dapatkan pada tanggal 20 Januari lalu adalah bukti nyata.

Dew Tour Super Fan dan Alli After Dark merupakan dua Badges yang dberikan oleh sponsor Dew akhir tahun lalu. Jujur saja, saya langsung merasa putus asa ketika BadGes tersebut telah dinyatakan Retired atau tidak aktif lagi beberapa kemudian. Namun Tips saya pada tulisan beberapa waktu lalu yang menganjurkan ‘Trik Jumper by PeoPLe’ telah menunjukkan optimisme kembali untuk mencoba meraih kedua BadGes Dew ini.

Tak kurang dua Venue yang dahulu belum pernah saya masuki, rupanya berhasil meng-Unlock kedua BadGes tersebut secara bersamaan. Padahal status Retired pada kedua BadGes tersebut telah disematkan per Desember lalu. Mengapa saya mencobanya kembali ?

Ini karena dua orang teman yang ada dalam daftar akun FourSQuare yang saya miliki terlihat berhasil dengan baik, mendapatkan BadGes Dew Tour Super Fan dalam rentang waktu satu hari terakhir. Jadi, mengapa tidak dicoba saja?

Yang mengejutkan tentu saja keberhasilan atas BadGes yang saya dapatkan ketika melakukan aktifitas Check-in di Venue yang sama, dimana teman saya itu mendapatkannya. Lebih mengejutkan lagi, BadGes Alli After Dark turut serta dalam perolehan BadGes secara bersamaan. Maka jadilah saya mendapatkan dua BadGes yang statusnya sudah dianggap tak aktif lagi atau Retired.

Apakah Anda pernah mengalaminya ?

Tips dan Cara Mengelola Akun Email dengan OutLook

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan saya tentang ‘Mengelola Akun Email dengan OutLook’, berikut Tips dan Cara atau langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk dapat mengelola email tanpa membutuhkan banyak waktu (untuk login dan proses membaca serta membalas email), tanpa membutuhkan banyak biaya (untuk koneksi internet, apalagi kalo lagi lelet) dan dapat dilakukan kapan saja.

Pertama, buka aplikasi Outlook Express yang secara default terdapat dalam setiap PC atau laptop berbasis Windows, atau aplikasi Microsoft Outlook yang terdapat dalam folder Microsoft Office (jika tersedia). Abaikan semua kotak dialog yang muncul, dengan meng-Cancel perintah yang ditawarkan. Jika sudah masuk kedalam halaman utama aplikasi tersebut, cari Menu ‘Tools’ pada baris Toolbar bagian atas halaman, kemudian pilih ‘Account Setting’.

Langkah kedua adalah memasukkan akun email yang akan digunakan dalam aplikasi tersebut dengan memilih tombol ‘Create New’. Pilih pilihan yang menerangkan bahwa akun yang akan dimasukkan memanfaatkan fitur POP3 atau IMAP, kemudian pilih pilihan ‘Manual Configure’.

Langkah ketiga adalah memasukkan data Nama Pengguna (atau alias) yang nantinya akan digunakan dalam setiap proses terima kirim email, alamat email serta password yang digunakan.

Langkah keempat adalah memasukkan data POP3 yang digunakan baik untuk layanan Incoming Mail Server / email yang diterima (POP) dan OutGoing Mail Server / email yang dikirim (SMTP). Untuk mendapatkan informasi ini, pengguna dapat melihatnya di bagian Pengaturan email (buka email terlebih dahulu pada jendela browser PC), beri centang pada kotak pilihan ‘aktifkan layanan POP/IMAP’ lalu catat dan masukkan data server sesuai yang tertera di halaman Pengaturan tersebut.

Secara Default, untuk akun Gmail misalnya, ketikkan ‘pop.gmail.com’ tanpa tanda petik pada kolom Incoming Mail Server dan ketikkan ‘smtp.gmail.com’ tanpa tanda petik pada kolom OutGoing Mail Server.

Jika sudah, lakukan uji akun email dengan menekan tombol ‘Test Account Setting’.

Apabila terjadi kegagalan baik pada proses penerimaan dan pengiriman email dalam uji coba tersebut, tambahkan beberapa parameter sesuai yang disarankan pada halaman Pengaturan melalui pilihan ‘More Setting’.

Untuk akun Gmail misalkan, diperlukan setidaknya 4 (empat) tambahan langkah yaitu (1) pada Tab ‘OutGoing Server’ centangkan atau tandai pilihan pada ‘My OutGoing Server (SMTP)…. ; (2) pada Tab ‘Advanced’ centangkan atau tandai pilihan ‘This Server requires (SSL) yang secara default akan mengubah angka 110 menjadi 995 ; (3) ketikkan angka ‘587’ tanpa tanda kutip pada kolom ‘OutGoing Server (SMTP)‘ dan (4) ubah pilihan ‘None’ pada tulisan ‘Use the following Type…’ menjadi ‘TLS’. Lalu lakukan Pengujian kembali.

Langkah Keempat hingga selesai sesuai yang tertera diatas, akan berbeda antara akun email dari domain satu dengan lainnya. Namun untuk akun email dari domain yang sama, pengaturannya tetap sama.

Seperti misalkan email yang saya gunakan dengan menggunakan domain @pandebaik.com  memiliki pengaturan yang sama pada kolom Incoming Mail Server maupun OutGoing-nya serta hanya perlu melakukan 2 tambahan langkah (1) dan (2) saja.

Jika langkah-langkah diatas sudah dilakukan, tutup jendela dialog ‘Account Setting’, kemudian lakukan Pengujian dalam arti sebenarnya dengan menekan tombol ‘Send and Receive’ dan lihat apa yang terjadi.

Email yang ditarik kedalam aplikasi akan diterangkan melalui status yang dapat dilihat pada bagian kanan bawah, baik jumlah email yang diterima, ukuran serta seberapa jauh proses yang sudah berjalan.

Ketika proses email yang diterima telah dinyatakan selesai, koneksi dunia maya dapat diputuskan untuk menguji apakah benar bahwa email yang diterima dapat dibaca satu persatu tanpa membutuhkan lagi koneksi internet ? Coba saja…

Mudah Kelola Akun Email dengan OutLook

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang belum kenal dengan istilah email gag ya ? atau yang kalau ditranslate ke bahasa Indonesia menjadi Sur-el ? Surat Elektronik ? hehehe… saya yakin setiap pengguna dunia maya, kenal betul istilah satu ini. Sayangnya belum semua paham betul bahwa sesungguhnya setiap pemilik email wajib mengelola alamat emailnya dengan baik, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ada tiga alasan umum yang kerap dikemukakan oleh para pemilik email ketika saya tanyakan soal ‘kebisaaan memeriksa akun emailnya’. Tidak punya banyak waktu dan juga proses yang ribet untuk login (ini berlaku bagi mereka yang masih memeriksa akun email melalui browser pc), Tidak tahu caranya (kebanyakan mereka yang memanfaatkan FaceBook tanpa menyadari fungsi alamat email yang digunakan sebagai akun) dan Tidak mau tahu (bisaanya mereka ini sampai lupa password yang digunakan untuk membuka email). Padahal ada loh cara mudah untuk mengelola Email yang tidak ribet, tidak membutuhkan banyak waktu atau malahan biaya untuk koneksi internet.

Bagi mereka yang sudah bergelut lama dengan perangkat pintar BlackBerry dan menggunakan layanan RIM, saya yakin yang namanya fitur Push Email, bukan lagi hal yang asing terdengar. Pula bagi mereka yang masih betah menggunakan ponsel Java, bisa juga merasakan asyiknya fitur Push Email dengan memanfaatkan aplikasi Morange atau MoZat. Tapi bagaimana dengan mereka yang masih betah menggunakan PC rumahan ? apakah bisa juga merasakan hal yang sama ?

Secara umum memang ada banyak aplikasi gratisan yang dapat digunakan untuk mengelola email pada PC rumahan, bisaanya bergantung pada selera atau kebisaaan. Namun secara default sebuah PC rumahan yang berbasiskan Windows sebagai system operasinya, sudah menyediakan fasilitas Outlook Express yang berfungsi sama. Jikapun didalam PC yang Anda gunakan sudah terinstalasi paket Microsoft Office (baik yang resmi ataupun bajakan), bisa juga memanfaatkan salah satu aplikasi yang terintegrasi didalamnya, Microsoft Outlook.

Mengelola akun Email dengan menggunakan aplikasi Outlook Express ataupun Microsoft Outlook ini memiliki cara kerja yang kurang lebih sama dengan layanan fitur Push Email yang diberikan RIM selaku pengembang system operasi BlackBerry ataupun yang diberikan oleh aplikasi java Morange atau MoZat tadi. Semua email bakalan ditarik kedalam aplikasi Outlook ketika PC terhubung dengan dunia maya. Lamanya waktu yang dibutuhkan, bergantung pada besaran total email yang diterima, dibagi dengan rata-rata kecepatan koneksi. Untuk mudahnya dimengerti, katakanlah waktu yang dibutuhkan kisaran 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) menit untuk dapat menyelesaikan proses ‘penarikan email ini. Selanjutnya, jika koneksi yang digunakan masih terasa mahal untuk dilanjutkan, ya putuskan saja.

Email yang sudah selesai ditarik kedalam aplikasi Outlook ini, kemudian dapat dibaca, dinikmati hingga habis (jika email berisi banyak informasi penting yang harus dicermati dengan hati-hati), dibalas sesuai kebutuhan dan dikirim. Semua aktifitas ini dapat dilakukan secara Offline atau tanpa menggunakan koneksi internet. Jika sudah selesai, tinggal menyambungkan koneksi kembali, tunggu hingga semua email dinyatakan telah terkirim, lalu putuskan kembali koneksinya. Mudah bukan ?

Adapun kelebihan mengelola akun email dengan menggunakan aplikasi OutLook ini atau sejenisnya adalah, tidak membutuhkan Proses yang cenderung ribet serta berulang untuk login, melihat inbox (kotak masuk), tidak membutuhkan koneksi internet (yang cenderung terjadi penurunan kecepatan) yang lama, tidak membutuhkan waktu untuk menunggu (membuka satu persatu email, membacanya, kemudian menutup kemudian membuka dan membaca email lainnya), tidak terbatas pada satu akun email saja (bayangkan jika Anda memiliki dua akun atau lebih, dan membukanya secara online melalui browser PC), dan email balasan, dapat dikerjakan kapan saja (tidak harus online).

Sayangnya, cara ini ada pula kelemahan atau kekurangannya. Tidak dapat diterapkan bagi mereka yang menggunakan alamat email dengan domain atau embel-embel Yahoo (alamat yang masih umum digunakan untuk membuat akun email) serta membutuhkan proses input akun yang sedikit rumit dan tidak gampang dipahami oleh awam, namun masih bisa dipelajari kok.

Mengapa saya katakan tidak dapat diterapkan pada akun email Yahoo, karena proses yang digunakan memanfaatkan fitur POP3 atau IMAP yang tidak ditawarkan secara gratis oleh Yahoo. Berbeda dengan Gmail yang masih memberikan fasilitas penerusan email ini secara gratis untuk semua pengguna. Itu sebabnya, untuk membuat sebuah akun email gratisan, saya bisaanya lebih menyarankan rekan-rekan menggunakan alamat Gmail.

Lantas, bagaimana caranya untuk bisa mengelola akun email dengan memanfaatkan aplikasi Outlook ? tunggu di tulisan berikutnya ya…

Gus Teja Rhythm of Paradise Inspiratif dan Menyejukkan

22

Category : tentang InSPiRasi

Valentine tahun 2011 ini rupanya membawa satu perubahan pada selera musik yang biasanya saya dengarkan saat senggang. Nama Gus Teja bisa jadi sudah familiar bagi mereka yang kerap menyambangi stasiun televisi DewataTV. Tidak demikian halnya dengan saya.

Gus Teja dengan album Rhythm of Paradise-nya, dikenalkan oleh seorang rekan kantor di unit LPSE Badung, Putu Budayasa, pagi hari disela kegiatan melatih dua belas anggota Gapensi Badung terkait pelaksanaan e-Procurement atau Pelelangan online di lingkungan Pemkab Badung. Galung, demikian nama panggilan pak Putu, Bapak tiga anak ini meminta saya untuk mencarikan album Rhythm of Paradise-nya Gus Teja di media Sharing 4Shared karena sepanjang pengetahuannya, salah satu tembang yang kerap ditayangkan di layar stasiun televisi DewataTV, Morning Happiness sangat inspiratif dan menyejukkan untuk mengantar tidur anak-anaknya.

Delapan track dari album tersebut dalam waktu tiga puluh menit berhasil saya dapatkan dan langsung diperdengarkan. Alunan sulingnya benar-benar menentramkan hati. Pun dengan petikan gitar yang jernih, lantunan gambelan dan tepukan perkusi. Sempat mengingatkan saya pada band Animo yang awal tahun 2008 lalu sempat tampil dalam Launching komunitas kami Bali Blogger Community.

Musik Bali Etnik karya Gus Teja membuat saya penasaran. Seperti biasa, untuk makin meyakinkan nafas sayapun berburu video musik yang bersangkutan melalui portal Video YouTube. Hasilnya Morning Happiness pun dapat saya nikmati dalam sebuah tampilan gambar yang jernih dan sangat indah. Mungkin inilah potret tembang Bali yang saya harapkan dapat terus dikembangkan, tidak hanya ber-Beli Adi, iluh jegeg ayu, tresna kanti mati.

Agus Teja, musisi muda dari Junjungan Ubud Bali ini sempat pula mengingatkan saya pada karya gitaris ternama Bali Wayan Balawan, yang dahulu pernah pula melahirkan beberapa tembang bersama Bali Ethnic Fusion-nya. Aransemen menarik dipadu dengan nuansa Bali yang kini telah dikenal diseluruh negeri.

Putri Cening Ayu, salah satu tembang yang ada dalam album Rhythm of Paradise sontak dikenal oleh MiRah GayatriDewi putri kami yang baru berusia 3 tahun. Tembang anak-anak Bali ini merupakan salah satu yang ia favoritkan sejak kecil. Meski demikian, saat mendengar aransemen baru dari Gus Teja ini, ia langsung bertanya ‘Pak, kok ndak ada yang nyanyi ? Gek iYah yang nyanyi ya’ lantas mengalunlah suaranya yang cadel itu disela lantunan musik Rabu pagi ini.

Tidak banyak informasi yang saya temukan di dunia maya terkait musisi satu ini. Kabarnya yang bersangkutan bisa ditemukan di jejaring sosial pertemanan FaceBook ataupun Twitter. Namun baik tembang Morning Happiness ataupun album Rhythm of Paradise milik Gus Teja ini benar-benar bisa menginsirasi pikiran saya hari ini.