Liburan bersama Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung (Hari ketiga)

8

Category : tentang PLeSiran

Ocehan dan tawa kecil MiRah membangunkan saya dari mimpi di pagi itu. Suara si kecil yang beberapa hari sebelumnya sempat direkam ponsel, saya atur sebagai bunyi alarm. Rasanya sudah gak sabar untuk melewati hari terakhir perjalanan kegiatan Liburan yang dilakukan oleh seluruh staf di lingkungan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung ini.

Jembatan Suramadu adalah prioritas pertama tujuan pagi ini. Jembatan yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Pulau Madura itu rupanya sangat diminati oleh sebagian besar anggota Rombongan yang memang bekerja dan berurusan dengan konstruksi satu ini. Saya sendiri sebelumnya sudah sempat ternganga dengan panjangnya jembatan Kusamba Klungkung dan tingginya konstruksi jembatan Tukad Bangkung Plaga Kecamatan Petang jadi makin terkagum-kagum kali ini. Suramadu mengingatkan saya pada sebuah jembatan di San Fransisco yang kerap saya lewati pada permainan pc bergenre balap mobil.

Sayang kami tidak sempat mampir dan turun di Pulau Madura, padahal disepanjang jalan setelah jembatan berakhir tampak deretan pedagang dibawah tenda menjual souvenir baju kaos bergambar jembatan jembatan Suramadu dan tentu saja motif garis merah putih itu. Sangat kental khas Madura.

Perjalanan dilanjutkan ke Pasar Grosir Surabaya yang dahulunya dikenal dengan sebutan Pasar Turi. Sebuah surga bagi para ibu yang gemar berbelanja dan sebaliknya sebuah Neraka bagi para bapak yang diharuskan menunggu para ibu berbelanja untuk sekitar 4 jam lamanya dibawah terik matahari. Namun tampaknya PGS ini bukanlah satu-satunya surga yang menjadi tujuan para ibu, melainkan ada Pasar Atom dan Tunjungan Plaza yang dapat diakses dengan menggunakan taxi setempat.

Soal hobi berbelanja ini tampaknya tidak cukup waktu jika diberikan hanya dengan durasi 4 jam saja. Saya yakin apabila diperpanjang hingga 3 hari kedepan pun rasanya tidak akan cukup. Entah darimana datangnya sejumlah uang yang dibawa ibu-ibu itu. Hihihi…

Untuk membunuh waktu, saya mulai berkeliling diseputaran pasar untuk mencari Soto Ayam Surabaya plus makanan khas daerah ini. Tampak seorang ibu yang membawa sejumlah tusuk sate dengan beragam isi dari kepala, ceker, usus, hati hingga kulit ayam ini menawarkan saya untuk mencobanya dengan kisaran harga 500, 1.000 hingga 2.000an saja. Rasanya enak dan gurih, tapi jangan tanya kalo yang berbentuk kepala dan ceker, saya emoh duluan melihatnya.

Lelah menanti para ibu yang kesetanan dalam berbelanja rupanya hanyalah sebuah awal dari masa menanti jadwal keberangkatan selama 3,5 jam di Bandara Juanda. Mahalnya harga makanan dan minuman disepanjang area tunggu penumpang, membuat saya dan seorang rekan Teddy Widnyana memutuskan untuk berbalik keluar area dan memburu seorang pedagang yang menawarkan nasi bungkus seharga 6.000 saja. Entah karena lapar yang tak tertahankan, nasi hangat yang ditemani oleh sepotong paha ayam dan tahu ini ludes kami lahap disela obrolan ngalor ngidul itu.

Badai angin dan hujan sempat mewarnai masa-masa menanti malam itu. Bahkan untuk melihat pesawat yang parkir di depan area tunggupun nampaknya samar dapat kami lihat. Bersyukurlah mereka yang telah lebih dulu meninggalkan Kota Surabaya pada pukul 3 (tiga) sore tadi.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, Pesawat Mandala Airlines meninggalkan Bandara Juanda Surabaya untuk menuju Kota Kelahiran kami, Denpasar Bali. Ada rasa syukur yang saya panjatkan ketika pesawat berhasil mendarat dengan sempurna di landasan pacu Bandara Ngurah Rai. Setidaknya walopun waktu telah menunjukkan pukul 10 malam lebih, minimal kami telah sampai dengan selamat.

Harapan saya untuk dapat bersua kembali dengan Istri dan si malaikat kecil MiRah GayatriDewi akhirnya terkabulkan jua…

Liburan bersama Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung (Hari kedua)

5

Category : tentang PLeSiran

Tersadar tepat pukul 5 (lima) pagi waktu setempat saya langsung bersiap dan menuju warung seberang jalan untuk menikmati makan pagi dan segelas kopi. Dinginnya Kota Batu membuat rasa lapar itu muncul jauh lebih awal dari jadwal yang ditetapkan oleh pihak Hotel dan Indo Sarana Travel. Setidaknya saya tidak perlu berebut layaknya anak SD saat jadwal makan pagi dilakukan.

Diwarung kecil ini pula saya berkenalan dengan Ibu Sulastri yang merupakan salah seorang petani binaan Disperindag setempat, tergabung dalam sebuah paguyuban UKM GRAS (Guyub Rukun Agawe Santoso). Mereka dibina agar mampu mengolah hasil pertanian menjadi produk yang mampu dijual sebagai makanan dan minuman khas Kota Batu dan biasanya menjadi oleh-oleh wajib bagi para wisatawan. Cerita lengkapnya nanti saja ya.

Agenda hari kedua ini diawali dengan mengitari Kota Malang (Malang City Sight Seeing Tour) dilanjutkan menuju daerah Trowulan yang merupakan areal Wisata Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit. Tak lupa kami menyempatkan diri untuk bersembahyang di areal Candi Tikus yang berada tak jauh dari Museum. Ditempat ini kami mendapatkan banyak pengetahuan baru perihal sejarah Kerajaan Majapahit dan kemungkinan/perkiraan kehidupan pada masa tersebut.

Perjalanan dilanjutkan menuju Kota Surabaya dan melintasi daerah Porong Sidoarjo dimana semburan Lumpur Lapindo itu terjadi. Miris, itu yang saya rasakan secara pribadi. Melihat kondisi bangunan yang ada disepanjang jalan utama tersebut, banyak yang sudah ditinggal pergi pemiliknya hingga kesan yang didapat layaknya kota mati. Uniknya pada beberapa titik terdapat papan yang menunjukkan areal parkir, lengkap dengan warung kecil yang menyediakan minuman pelepas dahaga plus tangga yang dapat menghantarkan ‘Pengunjung’ ke areal ‘obyek wisata dadakan’.

Sayangnya lantaran waktu telah berjalan menjelang sore, rencana kunjungan melihat jembatan Suramadu yang fenomenal itu diundur dan rombongan langsung diarahkan untuk makan malam dan beristirahat di Hotel Singgasana. Molornya waktu dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya lebih banyak disebabkan oleh amburadulnya kegiatan makan siang yang kabarnya sempat memicu emosi salah seorang atasan, lantaran penumpang bus ketiga yang tiba terakhir tidak mendapatkan jatah makan. Yah, ini pengalaman baru yang seharusnya dapat menjadi pelajaran berharga bagi pihak Tours & Travel, bahwa untuk menangani urusan konsumsi satu rombongan dalam jumlah besar dan beragam latar belakang ya tidak dapat dilakukan dengan cara prasmanan.

Hingar Bingarnya kota metropolitan Surabaya tampaknya dimanfaatkan dengan sangat optimal oleh sebagian besar anggota rombongan untuk mengunjungi tempat-tempat hiburan seperti Karaoke, Pusat Perbelanjaan hingga sang fenomenal Dolly. Saya pribadi lebih suka berkeliling areal hotel yang nampaknya cukup mampu membangunkan hasrat ‘ke-arsitek-an’ yang telah lama saya tinggalkan. Jadi ingat masa kuliah dulu…

Liburan bersama Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung (Hari pertama)

27

Category : tentang PLeSiran

Melintasi sepinya ruas jalan Kota Denpasar menuju kantor pada tanggal 22 Januari dini hari lalu merupakan awal perjalanan kegiatan Liburan yang dilakukan oleh seluruh staf di lingkungan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung. Tepat pukul 6 pagi, dua buah bus pariwisata yang disewa oleh Indo Sarana Tours & Travel mengantarkan kami menuju Bandara Ngurah Rai disela hujan yang terlihat semakin deras saja.

Rombongan yang berjumlah sekitar 180-an orang itu dipecah dalam 2 (dua) jadwal penerbangan yaitu 110 orang menggunakan maskapai Mandala diberangkatkan pada pukul 7 pagi dan berselang dua jam kemudian 70 orang sisanya berangkat menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Saya sendiri termasuk dalam rombongan pertama dan mendapatkan posisi disebelah pintu Darurat kiri tepatnya pada kursi deret 14A.

Pada awalnya sempat terbersit keraguan bahwa pesawat akan berangkat pada waktu yang telah ditentukan mengingat tidak bersahabatnya cuaca pagi itu. Gemuruhnya langit bandara ditambah kilatan petir lumayan membuat was-was pikiran ini. Bersyukur Tuhan masih berkenan memberikan keselamatan pada kami semua hingga tiba di Bandara Juanda Surabaya.

Perjalanan ini diawali oleh kunjungan rombongan ke daerah Agro Wisata Kusuma dimana lahan pertanian seluas 60 hektar dipenuhi oleh hijaunya pohon durian, buah naga dan masih banyak lainnya. Di tempat ini pula kami langsung dijamu dengan makan siang, dimana dinginnya cuaca setempat sangat mendukung riuhnya rombongan saling berebut mengambil jatah yang disediakan.

Tepat pukul 5 (lima) sore, rombongan dialihkan menuju arena permainan BNS (Batuan Nite Spectaculer), sedikit melenceng dari jadwal kunjungan sebelumnya. Ditempat ini tersedia beragam permainan uji nyali yang tak jauh berbeda dengan Jatim Park terdahulu. Saya sendiri kurang tertarik lantaran belum jua berhasil mengaktifkan fitur Combo pada nomor ponsel Flexi sementara ponsel GSM IM3 yang saya bawa malah lowbatt dan gak bisa digunakan. Kangen pada suara Istri dan si malaikat kecil MiRah GayatriDewi.

Kendati demikian tidak ada salahnya mencoba Cinema 4D atas permintaan beberapa teman yang penasaran dan telah menanti hingga jumlah minimal penonton terpenuhi. Dengan harga tiket 12.000 rupiah dan durasi tontonan yang tak lebih dari 10 menit, tayangan yang sempat memicu adrenalin kami lantaran tumben menjajal permainan tersebut membuat saya ingin mencobanya sekali lagi, kali ini dengan jumlah rekan yang jauh lebih banyak. Adegan didalam ruangan tersebut bahkan sempat saya abadikan dalam bentuk video. Hehehe…

Untuk tempat beristirahat lagi-lagi rombongan dipecah 2 (dua), sebagian ditempatkan di Hotel Asida seputaran Kota Batu, sebagian lagi di hotel Purnama yang berada tepat disebelahnya. Saya pribadi menempati kamar 209 hotel Purnama yang berada dilantai 2 (dua) sebelah tangga bersama seorang rekan, Bapak Gung Adi Parwata. Sayangnya saya tidak dapat beristirahat dengan nyaman lantaran suasana hotel yang agak aneh, membuat saya sempat terjaga dari tidur berkali-kali. Rasa-rasanya ada orang yang berjalan melewati/membuka pintu kamar menuju kamar mandi. Entahlah…

Update Firmware Nokia N81

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Jauh sebelumnya saya pernah menuliskan perihal fitur-fitur baru apa saja yang didapat ketika mencoba untuk memperbaharui versi sistem operasi pada ponsel Symbian. Adapun versi dari sistem operasi yang dimaksudkan diistilahkan sebagai Firmware. Firmware menurut Wikipedia adalah perangkat lunak yang tersimpan dalam memory ROM-Read Only Memory yang tidak akan berubah sekalipun tidak dialiri daya listrik. Firmware ini dapat diubah dengan cara flash-ROM baik dengan cara perangkat manual ataupun online.

Terkait ponsel Symbian milik Nokia, seorang pengguna end user sekalipun dapat melakukannya tanpa memerlukan perangkat yang mahal. Vendor Nokia melalui web site resmi mereka menyediakan opsi Update Firmware ini untuk kepentingan dan kepuasan konsumen, tentu saja hanya satu yang diperlukan yaitu koneksi internet. Untuk dapat melakukan aksi flash-ROM secara online, pertama diperlukan software atau aplikasi Nokia Software Updater yang dapat diunduh dari website resmi Nokia. Aplikasi ini diperbaharui secara berkala oleh Nokia untuk menginput seri rilis terbaru mereka.

Langkah pertama adalah mengeksekusi aplikasi Nokia Software Updater. Biasanya sebelum dapat digunakan, aplikasi ini akan mencari pembaharuan terakhir dari versi yang dirilis, untuk itu diperlukan kesabaran waktu menunggu hingga aplikasi dapat digunakan. Jika sudah siap, akan ada pemberitahuan untuk mempersiapkan ponsel atau device dalam keadaan batere penuh, kemudian disambungkan dengan PC/Laptop dengan Kabel Data. Seumpama batere dalam kondisi tidak memungkinkan, aplikasi ini akan menutup dengan sendirinya dan memberitahukan pengguna untuk melakukan charge device.

Langkah kedua adalah aplikasi melakukan pengecekan terhadap device, terkait seri ponsel (dalam hal ini yang dicoba adalah Nokia N81) dan versi Firmware yang digunakan device (versi 11.0.045). Selanjutnya aplikasi akan secara otomatis mencari tahu apakah ada update Firmware yang tersedia dan mendukung seri tersebut (aplikasi mendeteksi versi 21.0.010). Jika pengguna menyetujui saran hasil pencarian yang dilakukan aplikasi tersebut, langkah berikutnya tentu saja update/upgrade Firmware.

Langkah update/upgrade Firmware ini akan berlangsung secara online dan sama sekali tidak disarankan untuk menggunakan ponsel sebagai sarana komunikasi selama proses berjalan. Nah, disinilah perlu saya sampaikan bahwa apabila Anda tidak menginginkan proses berulang-ulang dilakukan, segera ganti kartu sim card yang digunakan dengan kartu sim card baru yang barangkali blom ada orang yang mengetahui nomor tersebut. Pengalaman saya, ketika seseorang mengirimkan sms ataupun menghubungi nomor yang ada didalam ponsel, secara otomatis proses akan terputus dan diulang dari awal lagi. Kebayang kan mangkelnya kalo proses dah berjalan hampir 90% tapi musti ngulang lagi dari awal ?

Satu lagi, selain batere ponsel dalam keadaan penuh, ponsel yang digunakan dalam keadaan menyala dan aktif. Profil yang digunakanpun harus dalam kondisi General/Umum. Selama proses update/upgrade berlangsung adalah hal yang wajar apabila layar ponsel berubah menjadi blank, jadi jangan panik. Tidak disarankan pula untuk memutuskan kabel koneksi selama proses berjalan.

Untuk Nokia seri N81 ini diperlukan waktu cukup lama (kurang lebih sejam dengan ukuran 78,1 MB) untuk dapat menyelesaikan proses. Maklum, kecepatan koneksi StarOne yang saya gunakan tidak secepat Telkom Speedy. Ketika proses selesai, pengguna dapat memutuskan koneksi kabel data dari ponsel untuk kemudian me-restart-nya kembali.

Perlu diketahui bahwa aktifitas flash-ROM ini berakibat pada hilangnya data-data yang tersimpan dalam ponsel. Untuk itu lakukan backup terlebih dahulu terkait data Contact, email dan lainnya yang diperlukan.

Gambar diatas adalah ScreenShot dari ponsel Nokia N81 setelah dilakukan Update/Upgrade Firmware. Keluhan yang sebelumnya disampaikan (aplikasi menutup dengan sendirinya, hang atau macet, pada saat menelpon ada suara games yang aktif) ternyata tidak terjadi lagi…

Update Firmware Sony Ericsson P1i Symbian UIQ

42

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah sebelumnya saya menjelaskan langkah-langkah untuk melakukan Update Firmaware pada ponsel Nokia N81, kali ini tidak jauh berbeda dicoba untuk melakukan hal yang sama pada ponsel Sony Ericsson. Kebetulan seorang teman lama saya memiliki seri P1 yang notabene tergolong sebuah ponsel pintar (Smartphone) lantaran mengadopsi sistem operasi Symbian UIQ khas seri P lainnya.

Adapun Keluhan awal ponsel tersebut adalah touchscreen yang tidak berfungsi sama sekali bahkan berjalan dengan sendirinya, ada bunyi tik tik yang mengikuti (biasanya bunyi itu keluar ketika tombol keypad ditekan) dan hang atau macet kemudian kembali ke layar today screen dengan sendirinya. Memang pada akhirnya fungsi touchscreen tetap tidak bisa berfungsi (mungkin kerusakan berada pada hardware-layar) namun keluhan lainnya tidak lagi saya temui.

Sama halnya dengan Nokia, untuk melakukan flash-ROM pada ponsel Sony Ericsson diperlukan software atau aplikasi tambahan yaitu Sony Ericsson Update Service yang dapat diunduh langsung dari website resmi milik Sony. Biasanya aplikasi ini sudah disertakan dalam PC Suite bawaan. Kesamaan syarat awal juga berlaku yaitu batere ponsel harus penuh untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama proses berlangsung, dan tentu saja backup data yang dianggap perlu.

Langkah pertama adalah menyetujui kesepakatan awal yang telah ditentukan (silahkan baca apa saja isi kesepakatan tersebut pada Licence Agreement), kemudian memilih jenis ponsel yang akan di-update, bisa dengan cara scroll kebawah pada tampilan ponsel yang ada, bisa juga melalui form factor yang telah disediakan di bagian atas tampilan.

Langkah berikutnya adalah menghubungkan ponsel atau device ke perangkat PC atau laptop, matikan kemudian keluarkan batere ponsel dari cangkangnya. Setelah itu masukkan batere kembali lalu tekan dan tahan tombol C atau @ yang berada pada ponsel. Tunggu hingga software atau aplikasi Update Service mendeteksi ponsel yang dimaksud. Tombol boleh dilepas setelah ada konfirmasi. Langkah ini kurang lebih sama dengan cara flash-ROM pada ponsel O2 Xphone iim yang juga tergolong ponsel pintar (Smartphone).

Langkah selanjutnya adalah menunggu. Menunggu proses Update Firmware diunduh (download) dan diinstalasi pada ponsel. Untuk tipe P1 yang dicoba memerlukan waktu kurang lebih 1,5 (satu setengah) jam untuk menyelesaikan proses download Firmware terbaru sebesar 74,8 MB. Selama proses berlangsung, aturan berlaku sama seperti halnya Update Firmware pada ponsel Nokia N81. Tidak dianjurkan memutuskan hubungan ponsel dengan PC/laptop, dan juga tidak menerima/melakukan panggilan dan pesan. Gunakan kartu sim lain jika bisa. Setelah proses download Firmware selesai, dilanjutkan dengan proses instalasi Firmware pada ROM ponsel yang memakan waktu cukup singkat.

Ketika semua proses tersebut selesai, ponsel dapat dilepas dari perangkat PC atau laptop kemudian matikan dan keluarkan kembali batere ponsel dari cangkangnya. Masukkan batere dan hidupkan ponsel. Tunggu beberapa saat untuk masuk ke Menu Pengaturan sebelum bisa digunakan.

Mengetahui Sistem Operasi pada Ponsel Pintar bagian 2

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya perihal Mengetahui Sistem Operasi pada Ponsel Pintar, berikut tulisan terkait sistem operasi Palm, Linux, BlackBerry dan Android. Tak ketinggalan sistem operasi terbaru dari vendor besar Nokia. Apa itu ? silahkan dilanjutkan.

Palm adalah pesaing utama dari sistem operasi Windows Mobile di awal tahun 2000-an lalu. Palm juga merupakan pelopor sistem operasi yang mutlak digunakan oleh sebuah ponsel pintar. Sayangnya ketenaran Palm belakangan kian turun begitu kehadiran para pesaingnya yang kian mengganas. Keunggulan sistem operasi Palm adalah tidak memerlukan banyak memory untuk dapat menjalankannya dengan baik. Dengan kapasitas sebesar 16 MB misalnya sudah sangat lebih dari cukup untuk menyuntikkan berbagai fungsi aplikasi tambahan. Terakhir kabarnya Palm bakalan merilis ponsel terkini mereka yang disebut Palm Pre. Ponsel yang kabarnya memiliki keunggulan yang digadang-gadangi sebagai iPhone killer.

Linux adalah salah satu sistem operasi yang kerap digunakan oleh vendor Motorola. Baik dalam seri ROKR maupun seri PDA layar sentuh mereka. Namun keterbatasan dukungan fungsi aplikasi tambahan dan user interface yang kurang familiar menyebabkan sistem operasi ini timbul tenggelam dalam dunia ponsel.

BlackBerry yang belakangan muncul dan langsung menjadi trend rupanya makin berusaha mencuri pangsa pasar yang dahulunya dikuasai oleh Windows Mobile. Bahkan kabarnya saking trend-nya BlackBerry di pasar Indonesia, peluncuran ponsel pintar dari sebuah vendor besar yang menggunakan Symbian 3rd Edition malah kalah gaungnya. Apa yang menjadi keunggulan dari sistem operasi ini ? sesungguhnyalah yang diunggulkan adalah layanan dari Research In Motion (RIM) selaku pengembang sistem operasi BlackBerry ini. Dari fitur Push Email yang mampu menciutkan ukuran sebuah attachment pada sebuah email hingga 10 (sepuluh) persennya hingga Messenger yang beken itu. Selebihnya sebenarnya tak jauh berbeda dengan sistem operasi lainnya baik itu Symbian maupun Windows Mobile.

Android adalah sistem operasi terkini sebuah ponsel besutan perusahaan raksasa Google. Sistem operasi ini sudah mulai digunakan oleh vendor terkemuka dibidang PDA berlayar sentuh yaitu HTC diikuti oleh vendor lokal IMO yang barangkali ingin mencoba sedikit peruntungannya. Mengandalkan berbagai fitur milik Google yang kabarnya menjadi ancaman bagi perusahaan lainnya sekelas Microsoft dan Yahoo, Android berusaha mencuri perhatian melalui Maps, Search hingga browsernya yang diklaim jauh lebih ringkas dan gegas. Sayang, keterbatasan budget kantong pribadi menjadi salah satu kendala untuk menjajal sistem operasi ini. Masih berharap Google bakalan menyediakan Simulator Developmentnya seperti halnya BlackBerry dan Windows Mobile tempo hari.

Pernah dengar sistem operasi Maemo ? Maemo adalah sebuah sistem operasi terbaru dari sebuah vendor besar Nokia yang digunakan oleh device terbatas Internet Tablet yaitu seri N770, N800, N810 dan N900. Sistem operasi ini lebih mengkhusus diperuntukkan bagi mereka yang lebih mengutamakan aktifitas internetan dan browsing ketimbang voice atau komunikasi. Tak heran dalam setiap rilis devicenya, Nokia selalu mengutamakan resolusi layar yang besar dan lebar lengkap dengan layar sentuh plus keypad QWERTY dalam bentuk slide.

Beragamnya jenis dan versi dari masing-masing sistem operasi yang mutlak digunakan dalam sebuah perangkat ponsel pintar (baca:Smartphone) membuat makin banyaknya pilihan yang disodorkan pada konsumen untuk digunakan. Bagaimana tips untuk memilihnya ? tunggu tulisan saya selanjutnya.