Skip to main content

Posts

Recent posts

Cerita Jalan Desa Selulung Kintamani

Salah satu Prinsip Utama Google Maps adalah mengarahkan penggunanya untuk melewati Jalur Tercepat tanpa peduli apakah rute jalanan tersebut bisa aman dilalui kendaraan atau tidak. Sembari memberikan alternatif jalur jalan lain dengan arah tujuan yang sama namun harus memutar agak jauh.  Dan Kami akhirnya kena juga Prank Google Maps satu ini. Jalur Rute paling cepat yang terpantau pada gambar ketika saya memulai pencarian sore ini sesampainya tiba di rumah, untuk lokasi Pura Puncak Bukit Sinunggal Tajun Buleleng, kurang lebih sama dengan yang kami lalui kemarin siang. Yang mana bisa saja diarahkan ke jalur utama jalan Catur, namun diklaim 15 menit lebih lambat dibandingkan dengan menggunakan jalur rekomendasi Mbah Google.  Akhirnya Kami pun melewati Jalan Desa/Banjar Selulung Kintamani karena mengikuti saran tersebut dengan penuh ketegangan lantaran jalurnya hanya cukup untuk dilalui satu kendaraan roda empat, di satu sisi terdapat jurang, sisi lainnya perbukitan. Sebetulnya se...

Ke Tuban meli Lele, bin aTiban gen Leee...

Bulan Januari merupakan bulan paling sibuk bagi seorang PNS, apalagi kalau sampai diberi tugas tambahan sebagai PiPiKey untuk menangani berbagai kegiatan di Bidang atau bagian lainnya. Mencakup pemantauan RUP, penyusunan KAK, HPS atau dokumen pengadaan, lalu ada dokumen pendukung berupa SK atau apapun itu, termasuk penyiapan berkas kegiatan setahun lalu untuk pemeriksaan BPK atau sejenisnya yang juga biasanya dilakukan di awal tahun. Bersyukur kalau untuk mengerjakan itu semua masih bisa dan mau dibantu oleh barisan rekan kerja atau staf yang tak kalah mumpuni kemampuannya. Kelak akan menjadi masalah jika mereka pensiun duluan 😅 karena untuk regenerasi pekerjaan dan keterampilan di bidang tersebut kelihatannya makin susah. Gak jarang beberapa agenda dikerjakan sendiri sesempatnya. Dengan menggunakan tujuan yang sama yaitu mempercepat pekerjaan bisa diselesaikan agar bisa mengambil porsi yang lain. Belum termasuk agenda menyusun Laporan Pertanggungjawaban Kelihan Adat tahun keempat, ...

Menikmati Waktu di Ruang Tunggu Agung Toyota

Ini kali kedua menyambangi tempat duduk @agungtoyota.denpasar di bulan yang sama. Hari Sabtu lalu, saya mengambil agenda service berkala kendaraan yang masih sama penampakannya (belum ada wajah baru), dan Sabtu pagi ini kembali datang untuk perbaikan Radiator yang infonya bocor sehingga menimbulkan kerak di sekitar lubangnya. Maklum mobil sudah masuk usia belasan tahun 😃 Tadinya saya berencana meninggalkan kendaraan disini, mungkin bisa sembari jalan tipis-tipis di sekitar lokasi biar segeran. Tapi tampaknya opsi olahraga sudah digenapkan pagi tadi dengan menggapai 6000 langkah, sehingga kali ini saya memilih tetap menunggu di ruang atas sambil menikmati secangkir Cafe Latte tanpa gula dan sepasang pisang rebus dari area Free Compliment. Ohya, selain pisang rebus ada ubi rebus, kentang rebus size mini, kacang kapri dan kerupuk di sisi bawah. Kali ini iseng aja pengen nyobain karena sebagian pemilik kendaraan sejak tadi saya lihat melakukan hal yang sama. Ambil secukupnya saja. Jangan ...

Seven Pounds untuk mengembalikan Semangat Hidup can Berjuang

Kadang semangat itu hilang dengan sendirinya seiring beban yang dirasa makin menghimpit dada dan pikiran. Saya kerap mengalaminya. Dan sebagai orang yang tidak menghabiskan waktu untuk sebat atau menikmati rokok maupun vape di saat seperti ini, terkadang tayangan film pendek ataupun yang diceritakan oleh orang bagaimana jalan kisahnya sembari mempercepat timeline, lewat di beranda sosial media, sudah cukup untuk menurunkan air mata karena plot twistnya yang tidak terduga. Dan semangat yang sebelumnya pergi entah kemana, tetiba muncul lagi seiring kisah yang diceritakan berakhir bahagia atau sedih. Seperti halnya pagi ini, Seven Pound-nya Will Smith hadir membantu semuanya.  Meski sudah beberapa menontonnya di kala senggang, tapi tampaknya cerita tentang seorang lelaki yang ditinggal mati pasangannya ini dalam sebuah kecelakaan yang turut menewaskan enam orang lainnya di pihak lawan, membuat hidupnya tak nyaman lagi. Alih-alih mengakhiri hidupnya untuk menebus rasa bersalah, si pria...

Pertemanan di FaceBook berujung VCS ?

Semua berawal dari Permintaan Pertemanan di akun FaceBook namun statusnya tanpa satupun Mutual Friend. Profile-nya menggoda. Pun dengan Postingan yang sengaja dibuka agar mudah dilihat. Usai di-Approve, lalu berlanjut ke Messenger.  Tanya ini itu. Kenal gak sama ini itu. Rasanya pernah bertemu dimana. Nanya asal darimana *please deh, semua info ada di Profile kalau mau tahu... Lalu nanya Nomor WhatsApp. Tujuannya untuk ngasi penawaran VCS. Video Call Sesirep. Telepon pake video sambil bubuk.  Pas ditolak, bilangnya nomor WA dibajak orang lalu nawari balik -nomor saya cuma support SMS doang, eh akun FaceBook auto ngilang 🤣 Pesan di Messenger pun jadi -unavailable... Sementara kalau terkena jerat perangkap VCS, ada yang lanjut langganan berbayar, ada juga yang kabarnya diScreenshot tampilan percakapannya lalu diancam akan disebarkan ke akun pasangan ataupun teman. Siap-siap jadi ATM atau sapi perah. Gak semua Permintaan Pertemanan itu Harus Disetujui. Gak semua juga punya Maksu...

Melanggar Tantangan Kok Enak ya ?

Beberapa hari terakhir tampaknya saya dengan sangat terpaksa melanggar Tantangan yang dibuat sendiri. Berusaha mengurangi Nasi atau tidak mengkonsumsinya lagi sejak Hari Raya Galungan terakhir bulan November lalu. Alasannya karena bosan 😅 Jadi melanggar karena di saat jam makan tiba, gak ada pilihan lain yang bisa dikonsumsi agar kondisi tubuh tetap aman.  Aman dari mual dan potensi maag, Aman dari drop gula darah, atau Aman dari efek samping lainnya karena makanan pengganti kata Istri malah katanya cenderung lebih tidak sehat.  Maka jadilah minggu lalu menikmati setengah porsi nasi ikan bakar dan kuah ala Lembongannya Seafood Odhe99 yang lokasinya dekat kantor Puspem Badung, kemarin pagi sarapan di rumah dengan kuah dan daging ikan warungnya Pak Doyok sebelah banjar Kayumas, Selasa kemarin makan nasi kotaknya Warung Kedaton di upacara anak Tengah, dan pagi ini menyantap sebungkus nasi campur balinya Bu Jero di depan Pura Dalem Bunkeneng yang dibeli Istri pagi tadi.  Jar...