Custom ROM, Pilihan Alternatif Penyuka Upgrade Android

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Root, sudah. Hard Reset, juga sudah. Upgrade ke GingerBread, apalagi. Tapi rasanya masih jua belum lengkap kalo belum nyobain Custom ROM.

Custom ROM dalam dunia Android jika dibahasaawamkan kurang lebih memiliki makna ROM atau OS alternatif yang dikembangkan oleh pihak ketiga baik developer ataupun perorangan yang biasanya memberikan tambahan positif bagi pengaturan default yang sudah ada serta mengurangi hal-hal yang dianggap tidak perlu. Tambahan positif itu meliputi aplikasi, utility dan juga widget yang dirasa perlu dan sekiranya mampu mendukung kinerja ponsel.  Sedangkan OS yang dikembangkan biasanya mengambil dari rilis resmi yang sudah ada.

Untuk ponsel Samsung Galaxy ACE S5830 yang saya miliki sejak bulan Maret lalu, terpantau beberapa jenis Custom ROM yang bisa dijadikan alternatif pilihan Upgrade selain GingerBread versi resmi seperti yang dirilis SamFirmware beberapa waktu lalu. Tiga Custom ROM ternama yang saya ketahui ada CyanogenMod yang dipimpin Steve Kondik, VillainROM yang berlogokan Robot Android versi Merah dan First UA. Saya pribadi telah mencoba salah satunya. VillainROM.

Keputusan untuk mencoba VillainROM, salah satu Custom ROM untuk perangkat Android tak datang begitu saja. Rencana ini sudah jauh-jauh hari hadir di kepala, namun lantaran waktu luang yang bisa dikatakan mulai menyempit, kenekatan mencoba itupun dengan terpaksa ditunda dahulu. Perwujudannya sendiri kemudian mencari waktu libur panjang tepatnya saat Cuti Bersama Lebaran lalu.

Proses instalasi VillainROM sebenarnya sama saja dengan proses Upgrade OS GingerBread, Android 2.3.4 yang saya ceritakan di tulisan sebelumnya. Dalam paket unduhan yang berukuran 112 MB, terdapat 4 (empat) buah file utama minus file Cooper_v1.0.ops (yang dapat diunduh secara terpisah). Dari nama file yang tertera didalamnya, tercatat basis OS yang dikembangkan merupakan Android versi 2.3.3 GingerBread untuk pangsa pasar Eropa XXKPE.

Lantaran berasal dari pangsa pasar yang sama, penampilan awal VillainROM pasca instalasi ini sama dengan Upgrade Android GingerBread 2.3.4 yang saya uji beberapa waktu lalu. Untuk bisa menggunakannya dengan baik, dibutuhkan sedikit perubahan Bahasa yang digunakan melalui opsi Setting/Locale and Text. Untuk mencari dan mengenali opsi ini, cari saja berdasarkan icon yang digunakan.

Seperti yang telah dikatakan diatas bahwa Custom ROM akan memberikan tambahan positif bagi perangkat serta mengurangi fitur yang sekiranya dianggap tidak perlu. Terpantau beberapa perubahan yang sekiranya harus diketahui secara visual oleh awam, sebelum Kawan ikutan mencobanya.

  • Penggantian TouchWiz khas Samsung yang menggeser Menu kearah samping, dengan Launcher khas GingerBread yang menggeser Menu kearah vertikal. Hal ini menjadikan kecepatan akses halaman utama dan Menu yang lebih ringan dibandingkan TouchWiz bawaan Samsung.
  • Kemampuan Rooting yang sudah include dalam perangkat, sehingga pengguna tidak perlu melakukannya kembali pasca instalasi. Tinggal menambahkannya dengan aplikasi Move2SD Enabler, dan silahkan mengatur posisi instalasi aplikasi dan games sedari awal.
  • Pengurangan aplikasi Google Maps dan ThinkFree, dua aplikasi yang sebenarnya berguna bagi pengguna namun masih dapat diinstalasi kembali jika diperlukan. Hal ini menjadikan kapasitas memory internal jauh lebih lega, karena seperti yang diketahui secara Default, pengaturan instalasi kedua fitur ini tetap berada pada memory ponsel.

Disamping itu, mengingat kemampuan Rooting sudah disematkan sejak awal, pengguna pun bisa dikatakan sudah memiliki keleluasaan untuk menghapus beberapa aplikasi lagi yang sekiranya memang dianggap tidak perlu. Saya sendiri melakukannya untuk permainan Hangman bawaan yang masih tetap menggunakan teks dan bahasa Eropa, eBook Reader yang tidak dapat diaktifkan dan Music Store yang berbayar.

VillainROM bisa menjadi salah satu pilihan alternatif bagi Kawan yang ingin mencoba menggunakan Custom ROM di perangkat Android yang dimiliki. Jikapun merasa kurang puas dengan kinerjanya, diluar sana masih banyak yang menyediakan ROM serupa dengan kemampuan yang beragam. Toh cara instalasinya sudah diketahui. Mau ikutan mencobanya ?

Trik membuat User Akun AppleID tanpa Kartu Kredit

8

Category : tentang TeKnoLoGi

iPhone bisa jadi masih menjadi ponsel dewa bagi pegawai negeri sekelas kami, itu sebabnya keberadaan ponsel terlaris sepanjang masa ini masih tergolong jarang dimiliki oleh sebagian besar rekan kantor dilingkungan kami. Kalopun ketemu, maka akan lebih jarang lagi yang kemudian mampu memanfaatkan segudang kemampuan yang dimiliki serta dioptimalkan untuk mendukung pekerjaan yang mereka lakoni. Ada yang mencoba membuktikannya lewat Survey ?

Seperti halnya ponsel pintar lain seperti Android, BlackBerry ataupun Symbian, untuk dapat mengoptimalkan perangkat dibutuhkan beberapa utility, aplikasi ataupun sarana hiburan tambahan yang kesemuanya itu dapat dicari dan diunduh secara resmi lewat Market atau App Store masing-masing. Dan untuk bisa melakukannya mutlak dibutuhkan sebuah user akun yang memberikan syarat dan ketentuan berbeda untuk masing-masing jenis sistem operasi.

iPhone, yang jika diakses melalui layar ponsel, satu-satunya hal yang kemudian menjadi penghambat proses pembuatan akun AppleID baru adalah Kartu Kredit atau PayPal. Hal ini disebabkan karena belum semua pengguna iPhone saya yakin mengenal transaksi jual beli secara online dengan baik. Ini bisa dimaklumi lantaran rata-rata aplikasi dan juga permainan yang ada di ruang Application Store milik Apple memiliki status Berbayar.

Lantas bagaimana caranya apabila pengguna iPhone hanya ingin mencari dan mengunduh Utility, aplikasi atau permainan yang berstatus Free to Use ? alias Gratis ?

Bisa kok. Caranya masih sama, namun dengan memanfaatkan media NoteBook atau PC.

Yang dibutuhkan untuk bisa melakukan ‘Trik membuat akun AppleID tanpa Kartu Kredit atau PayPal’hanyalah aplikasi iTunes yang bisa didapatkan melalui alamat resmi Apple dan Koneksi Internet. File sebesar 77,4 MB ini harus diinstalasi terlebih dahulu pada perangkat NoteBook/PC lalu kemudian dijalankan secara online.

Akses kolom iTunes Store yang terdapat pada sidebar kiri halaman utama aplikasi lalu pilih Menu App Store. Ketika halaman telah menampilkan barisan aplikasi dan permainan yang tersedia di Menu App Store, pilih salah satu yang berstatus Free to Use.

Sebelum pengunduhan dilakukan, secara default aplikasi akan meminta Pengguna untuk memasukkan user akun AppleID yang telah dimiliki atau memberikan opsi tambahan pembuatan baru apabila pengguna belum memilikinya. Pilih saja opsi kedua untuk melanjutkan.

Silahkan masukkan data dan kelengkapan yang dibutuhkan untuk membuat User Akun AppleID yang baru meliputi alamat email, password yang diinginkan, pertanyaan rahasia (jika pengguna melupakan passwordnya kelak) dan tanggal lahir, lalu lanjutkan prosesnya.

Nah, dipengisian kedua inilah pengguna dapat memilih untuk memanfaatkan pilihan ‘None’ pada bagian media pembayaran dan melanjutkan proses hingga selesai. Jika sudah, iTunes akan mengirimkan email ke alamat yang sebelumnya dimasukkan sebagai kelanjutan proses Verifikasi akun.

User Akun AppleID yang telah selesai diVerifikasi secara online, secara langsung dapat digunakan pada aplikasi iTunes baik melalui media Ponsel ataupun NoteBook/PC. Hanya saja pemanfataannya dibatasi untuk aplikasi atau permainan yang berstatus Free to Use.

Yang perlu diketahui disini bahwa untuk tata cara pengisian Password (saat pembuatan user akun AppleID), membutuhkan minimal delapan digit kombinasi angka dan huruf yang mengandung minimal  1 huruf kecil, 1 huruf kapital dan 1 angka. Misalkan saja ‘PanDeBaik2011’.

Trik kali ini saya temukan ketika beberapa rekan kantor yang secara kebetulan memiliki perangkat iPhone dan juga iPad mengalami kesulitan untuk mengunduh aplikasi dan juga permainan yang mereka inginkan dari App Store. Kendalanya selalu sama, mentok di media pembayaran kartu kredit atau PayPal yang tak mereka miliki.

Semoga saja Trik kali ini bisa berguna pula bagi kawan semua.

Whatsapp Kawan ? Apa Ceritamu Hari Ini ?

12

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah lima bulan ternyata. Tergolong Lama juga saya menggunakannya.

Selain TweetDeck, Gmail, FaceBook for Android dan FourSQuare, Whatsapp juga merupakan penghuni setia ponsel Android sejak pertama dimiliki, meski telah beberapa kali diformat dan upgrade ulang. Sekedar informasi, bahwa Whatsapp merupakan satu-satunya aplikasi Chatting yang saya gunakan hingga kini. Bandingkan dengan aplikasi sejenis lainnya seperti GTalk, Yahoo Messenger, FaceBook Chat dan Live Profile.

Bisa jadi karena kemudahan instalasi dan penggunaannyalah yang membuat saya jatuh hati selama ini. Tidak memerlukan registrasi yang berbelit, pemanfaatan email secara berkala ataupun kebutuhan login dan logout. Uniknya, meski ponsel kemudian di Format Ulang (istilah lain untuk Hard Reset, Factory Reset, Flash ataupun Upgrade), data Chat yang telah dilakukan sebelumnya tetap tersimpan dengan baik dan dikembalikan saat instalasi kembali.

Pada awal berkenalan dengan aplikasi Whatsapp, saya telah mengetahui bahwa sifat Free yang diberlakukan oleh pihak pengembang hanya berlaku setahun saja. Ini berbeda dengan pengguna iPhone yang mutlak membeli lisensi Whatsapp didepan atau sebelum digunakan. Meski demikian, apabila kemudian di setahun berikutnya penggunaan aplikasi diwajibkan untuk membayar, saya pribadi tidak mempermasalahkannya mengingat kemampuannya yang setara dengan BlackBerry Messenger.

Setara ? tidak juga. Lebih malah…

Ketika sempat saya perbandingkan saat pengiriman pesan, berbagi gambar atau file multimedia dengan aplikasi BlackBerry Messenger, Whatsapp ternyata mampu menunjukkan kecepatan aksesnya untuk menyampaikan pesan dan mendapat balasan dari lawan bicara. Selain itu, kemampuannya yang lintas ponselpun patut saya acungi jempol. Terpantau kini tak hanya Nokia yang menggunakan sistem operasi Symbian 60 saja yang mampu tapi juga Symbian 40 seperti seri X2 atau C3 yang sejutaan itu. Begitu mudah bukan ?

Pemberlakuan Gratis selama setahun pertama bisa juga menjadi nilai positif bagi mereka yang enggan berurusan dengan pembayaran melalui PayPal atau kartu kredit. Karena untuk bisa menikmatinya setahun kedepan dengan status Gratis, pengguna tidak perlu mengganti ponsel seperti halnya BlackBerry yang amat sangat mendewakan Nomor PIN, namun hanya perlu mengganti nomor ponsel yang digunakan. Memang agak sedikit merepotkan bagi yang menggunakan nomor sebagai ponsel utama, tapi tidak berlaku bagi mereka yang hanya memanfaatkan nomor ponsel hanya untuk koneksi data, termasuk saya. Jadi jika bulan April tahun 2012 nanti nomor saya tak dapat dihubungi lagi, silahkan tanya nomor penggantinya lewat blog ini yah. :p

Lantaran memanfaatkan nomor telepon sebagai pengganti PIN untuk bisa saling berkirim pesan inilah, sesama pengguna Whatsapp apalagi yang berlaku dalam lingkup Regional dan sebelumnya saling mengenal, tidak perlu lagi saling bertanya satu sama lain. Tinggal lakukan penyegaran (refresh) pada Daftar nomor Whatsapp, sesama pengguna sudah bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Kalopun kemudian nomor ponsel yang datang berkomunikasi tidak dikenali dalam daftar, pengguna Whatsapp tinggal menyimpannya seperti saat menyimpan nomor ponsel teman atau rekan baru.

Ohya, Ngomong-ngomong soal Teman Baru, Gara-gara menggunakan Whatsapp pula, saya jadi banyak memiliki Teman Baru dari seantero Indonesia loh. Gag percaya ?

Rata-rata mereka mendapatkan nomor ponsel yang saya gunakan untuk berkomunikasi Whatsapp dari tulisan Blog tentang Whatsapp yang kedua. Sengaja saya cantumkan, agar bagi mereka yang penasaran ingin mencoba, minimal sudah memiliki satu daftar teman yang sepaham.

Jadi selain komunikasinya bisa nyambung, saya pun bisa mendapatkan banyak referensi tambahan baik terkait penggunaan Whatsapp di ponsel mereka terutama selain Android, pun informasi seputar daerah tempat tinggal mereka (Banten, Tangerang, Tanah Abang, Palembang, Kalimantan, Lombok, Sidoarjo dan banyak lagi) yang tidak saya ketahui sebelumnya. Bahkan ada juga yang kemudian memberikan banyak ilmu tambahan terkait CustomROM sistem operasi Android dan juga tips trik Flashing. Hehehe…

Kini setelah enam bulan berjalan, jumlah kontak teman yang menggunakan Whatsapp sudah mencapai 50-an orang. Cukup lumayan, mengingat saat bulan pertama penggunaan, untuk menemukan 10 kontak saja sudah bersyukur bin ajaib. Mungkin karena kemudahan penggunaan yang mampu dilakukan lintas ponsel itulah yang kemudian menyatukan kami dalam satu aplikasi.

Whatsapp Kawan ? Apa Ceritamu hari ini ?

11 Tips Menghemat Daya Tahan Batere perangkat Android

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan sebelumnya terkait Daya Tahan Batere perangkat Android yang bisa dikatakan tergolong boros untuk mengoptimalkan penggunaan perangkat, berikut beberapa Tips yang dapat digunakan untuk menghematnya agar dapat digunakan sedikit lebih lama.

Pertama, Non Aktifkan Koneksi Wireless yang memang tak digunakan seperti Wifi dan Bluetooth. Untuk akses cepatnya silahkan gunakan widget Ppower Control atau sediakan satu Shortcut menuju Pengaturan/Setting di layar depan.

Kedua, turunkan tingkat kecerahan layar sesuai kebutuhan. Jika memang ruangan atau lingkungan dalam kondisi terang benderang, saya yakin tingkat brightness terendahpun masih cukup familiar dipandang oleh mata.

Ketiga, apabila akses dunia maya hanya sekedar untuk jejaring sosial, membaca email dan tidak termasuk pengiriman data atau mengunduh dalam jumlah besar, cukup Gunakan akses jaringan 2G yang diatur melalui Menu Setting/Pengaturan.

Keempat, putuskan Koneksi Data saat sedang tidak dibutuhkan. Ketika beristirahat malam atau pada saat jam kerja misalkan. Untuk hal ini silahkan menggunakan bantuaan aplikasi APN On off untuk menonaktifkan APN dalam sekali sentuh melalui layar utama.

Kelima, Hentikan aplikasi yang memang tak dibutuhkan secara paksa. Sama halnya dengan perangkat PC ataupun NoteBook, aplikasi ataupun Games yang tidak ditutup secara sempurna atau hanya dengan menekan tombol Home biasanya akan tetap berjalan namun tak terlihat atau berada di background. Selain menghabiskan memory, aplikasi daan games ini akan menghabiskan daya batere secara tidak disadari meski perangkat ditinggalkan dalam kondisi Standby. Untuk yang ini bisa memanfaatkan Task Manager atau Advanced Task Killer.

Keenam, Minimalisasi penggunaan Widget terutama yang memang berfungsi secara aktif seperti pemantau Traffic dan Sinyal, Yahoo Finance dan lainnya. Semakin banyak penggunaan Widget, biasanya semakin boros pula daya tahan batere yang disedot.

Ketujuh, Gunakan aplikasi Launcher/Thema secara bijak. Apabila bosan dengan tampilan Menu Utama perangkat Android, pengguna memang dapat menggantinya dengan beragam launcher yang tersedia di market seperti Go launcher, ADW Launcher, SPB Mobile Shell, GingerBread Launcher atau Panda Home seperti yang sekarang saya gunakan. Apabila memang aplikasi terasa berat untuk dijalankan, saya sarankan sih untuk menghapusnya dengan segera. Gunakan launcher yang cukup ringan namun memberikan tampilan yang memang berbeda.

Kedelapan, Bersihkan atau Optimasi perangkat Android secara berkala. Semakin lama penggunaan perangkat biasanya akan menambah banyak ukuran Cache dan History yang disimpan dalam perangkat. Itu artinya ya sama saja dengan Tips keempat diatas.

Kesembilan, Selektif dalam memilih aplikasi apa saja yang diijinkan berjalan sejak awal penggunaan perangkat. Yang dimaksudkan disini adalah memilah Startup Program, mana saja yang memang mutlak diperlukan saat Booting. Untuk melakukannya dapat memanfaatkan aplikasi Optimizer Android seperti Tips Ketujuh diatas.

Kesepuluh, jika memungkinkan, lakukan aksi Root pada perangkat Android dan biarkan aplikasi App2SD menyelesaikannya. Tujuannya jelas, untuk memindahkan aplikasi/games ke memory Eksternal sehingga kinerja perangkatpun jadi jauh lebih gegas lantaran lapangnya sisa memory internal. Sekedar Info, aktifitas Root akan serta merta menghanguskan Garansi perangkat Android yang digunakan, meski kini ada aplikasi SOC atau SuperOneClick yang mampu mengembalikan kondisi perangkat pasca Root atau UnRoot.

Kesebelas atau Terakhir, lakukan SetUp CPU untuk meminimalkan atau menurunkan kinerja Prosesor saat sedang tidak dibutuhkan. Hal ini sangat tidak disarankan dilakukan oleh awam, karena berpotensi merusak ponsel. Namun bagi mereka yang sudah melakukan aktifitas Root, tidak ada salahnya untuk mencobanya.

Sebelas  Tips untuk menghemat daya tahan batere Android dari www.pandebaik.com. Ada lagi kira-kira ?

Tentang Daya Tahan Batere perangkat Android

15

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu kelemahan mendasar dari sebuah perangkat Android adalah borosnya daya batere yang dihabiskan untuk beraktifitas secara optimal sehari-hari. Hal ini tidak jauh berbeda dengan perangkat ponsel pintar atau Smartphone lainnya yang memang digunakan untuk kebutuhan akan internet dan dunia maya dalam arti sebenarnya. Dari pemanfaatan fitur Push Email, Browsing atau berjejaring sosial dan tentu saja Chat serta bertukar informasi digital pun kini telah mampu dilakoni dalam sebuah perangkat mungil tanpa memerlukan lagi bantuan sebuah PC ataupun NoteBook.

Selama kurang lebih empat bulan pemakaian perangkat Android Samsung galaxy ACE S5830, saya pribadi pada akhirnya dapat mengambil tiga kesimpulan akan kemampuan daya tahan batere sebuah perangkat ponsel Android ditinjau dari hari dan aktifitas yang dilakukannya.

Pertama untuk Hari Kerja dimana aktifitas yang berkaitan dengan ponsel berjalan normal. Kebutuhan lebih banyak untuk Voice Call dan Message/SmS dan sesekali menengok perkembangan dunia maya dan jejaring sosial terutama saat senggang. Untuk aktifitas ini bisa dikatakan koneksi data tidak mutlak perlu saya butuhkan sehingga APN bisa di-Set Off atau di-nonaktifkan sehingga daya tahan batere bisa berumur satu kali charge sehari.

Kedua untuk Hari Libur dimana aktifitas dunia maya saya yakin akan jauh lebih besar ketimbang Voice Call dan SmS lantaran banyaknya waktu luang, daya tahan baterepun kadang membutuhkan dua kali Charge dalam sehari. Apalagi jika digunakan untuk aktifitas Browsing, daya tahan batere akan secara drastis menurun ketimbang digunakan untuk memantaunya melalui aplikasi TweetDeck misalnya.

Ketiga untuk Hari-hari dimana saya membutuhkan konsentrasi extra penuh dalam menjalankan kehidupan sosial seperti Ngayah ataupun diminta untuk menjadi seorang fotografer dadakan maupun sopir, praktis yang namanya dunia maya tak lagi saya butuhkan. Untuk yang satu ini, biasanya daya tahan batere bisa bertahan hingga esok harinya.

Kendati begitu untuk berjaga-jaga tidak ada salahnya untuk selalu menyematkan sebuah kabel data bagi mereka yang kerap beraktifitas dengan perangkat PC aatau NoteBook/NetBook agar dapat membackup daya tahan batere sambil bekerja, atau membawa serta Charger perangkat apabila lebih banyak mobile dan berpindah tempat. Kalopun mau yang lebih praktis lagi, gunakan Solar Charger dimana perangkat dapat menggunakan bantuan tenaga Matahari untuk menambah daya.

Selain itu, gunakan pula Widget tambahan yang mampu memberikan gambaran prosentase sisa kemampuan daya batere ketimbang menebak-nebak berdasarkan batterybar di bagian atas layar ponsel.

Lantas apa tidak ada cara untuk menghemat penggunaan daya batere dari ponsel Android ini ? Tentu ada. Tapi lanjut ke tulisan berikut yah…

Enam Penyebab Borosnya Daya Tahan Batere perangkat Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Pernah merasa geregetan dengan singkatnya daya tahan batere saat menggunakan perangkat Android pertama kali ? Anda tak sendiri. Hehehe…

Dibandingkan perangkat ponsel pintar lainnya, perangkat Android yang rata-rata menggunakan  teknologi layar sentuh dalam setiap produknya memang tergolong boros dalam hal pemanfaatan daya batere. Dalam posisi penggunaan normal saja, rata-rata membutuhkan dua kali Charge dalam sehari. Hal inilah yang kerap dikeluhkan oleh pengguna perangkat Android bulan pertama ataupun yang dikhawatirkan oleh calon pengguna lainnya.

Bagi yang dahulunya pernah menggunakan perangkat PDA Konvergensi macam O2, iPaq, HP, T-Mobile, Orange atau bahkan eTen dan BenQ yang rata-rata menyematkan teknologi layar sentuh dan juga Sistem Operasi Windows Mobile PocketPC, saya yakin takkan begitu terkejut dengan keluhan ini.

Dalam bentukan perangkat ponsel, satu-satunya brand yang memasang kekuatan batere yang melebihi daya ponsel lainnya hanyalah Samsung. Diluar itu rata-rata masih setia menggunakan standar daya 1500 mAh kebawah. Namun besarnya daya batere yang digunakan, bukanlah jaminan utama bahwa ketahanan daya batere sebuah perangkat Android mampu berlangsung lama, lantaran ada Enam Faktor yang menyebabkannya demikian.

Pertama, Besaran Layar. Terkait dimensi lebar layar dan juga resolusi serta kedalaman warna yang digunakan. Makin lebar layar yang digunakan, makin nyaman mata dibuatnya, makin boros energi pula daya yang dibutuhkan.

Kedua, Kecepatan dan Konektifitas. Terkait besaran Prosesor dan Memory RAM yang digunakan serta kelengkapan koneksi Wireless. Makin cepat dan lengkap spesifikasi sebuah ponsel, makin besar pula daya yang dibutuhkan untuk memacu semuanya dalam kondisi optimal.

Ketiga, Aplikasi dan Widget. Makin banyak Aplikasi dan Widget yang diinstalasi biasanya akan mengaktifkan semuanya saat ponsel melakukan Booting/Restart. Untuk hal ini, kekuasaan ada ditangan pengguna.

Keempat, Aktifitas. Makin sering aktifitas (terutama yang berkaitan dengan dunia maya alias online) yang dilakukan dengan memanfaatkan perangkat ponsel Android, makin cepat pula daya tahan itu berakhir. Itu sebabnya dalam setiap Brosur ataupun kemasan penjualan, terdapat keterangan tambahan, sekian jam waktu stand by (saat tak digunakan) dan sekian jam waktu bicara (digunakan secara terus simultan).

Kelima, Jaringan. Android mutlak membutuhkan akses 3G untuk dapat memaksimalkan fungsinya sebagai sebuah perangkat pintar. Sayangnya akses coverage 3G dari masing-masing operator negeri ini bisa dikatakan masih sangat terbatas. Janjinya sih ada, tapi tak terdeteksi. Itu sebabnya perangkat akan semakin gencar mencari tahu dimana akses tersebut bisa didapatkan.

Keenam, Brand. Untuk yang terakhir ini, saya masih dalam tahap menduga.  Karena jangankan di perangkat Android, di perangkat ponsel standar saja yang namanya Brand masih sangat menentukan usia daya tahan batere saat digunakan. Silahkan bandingkan antara perangkat Nokia dengan brand lokal misalnya.

Lantas, bagaimana kemampuan perangkat Android yang selama empat bulan ini saya gunakan. Mau tahu tahan berapa lama daya baterenya ?  Tunggu tulisan selanjutnya.

Dudonan Karya Atma Wedana (Nyekah) ring Jaba Pura Kawitan Batur Pande Tonja

Category : tentang DiRi SenDiri

Berikut tiang sampaikan Dudonan Acara/Karya Atma Wedana (Nyekah) ring Jaba Pura Kawitan Batur Pande Tonja, Tgl. 20 – 28 September 2011

  1. Rahina Anggara Umanis Uye, 20 September 2011 Galah 15.00 Wita Acara Nuasen Karya lan Melaspas Bale Peyadnyan, Genah ring Peyadnyan, kepuput Jro Mangku Wija
  2. Rahina Wraspati Pon Uye, 22 September 2011 Galah 07.30 Wita Acara Mendak Tirta ring Pura Kahyangan Tiga, Pura Kawitan lan Pura Sidekarya, 15.00 Wita Acara Ngulapin ring Segara, Genah ring Segara Matahari Terbit, kepuput Jro Mangku Wija
  3. Rahina Sukra Wage Uye, 23 September 2011 Galah 14.00 Wita Acara Ngangget Don Bingin, Genah ring Br. Sengguan Tonja, kepuput Pemangku Kahyangan Tiga lan Pemangku Kawitan, 16.00 Wita Acara Ngingsah Beras, Genah ring Jaba Pura Kawitan Batur Pande Tonja, kepuput Sira Mpu Dharma Sunu, Tonja, Pemangku Kahyangan Tiga lan Pemangku Kawitan
  4. Rahina Redite Umanis Uye, 25 September 2011 Galah 07.30 Wita Acara Mendak Tirta ring Pura Kahyangan Tiga, Pura Kawitan lan Pura Sidekarya, Pura Uluwatu, Pura Batukaru, Pura Batur Kintamani lan Pura Besakih
  5. Rahina Soma Paing Menail, 26 September 2011 Galah 08.00 Wita Acara Ngajum Sekah, Genah ring Peyadnyan, kepuput Pemangku Kawitan
  6. Rahina Anggara Pon Menail, 27 September 2011 Galah 07.00 Wita Acara Mepandes, 10.00 Wita Acara Murwa Daksina lan Nyurud Ayu (sane Mepandes), 20.00 Wita Acara Mepralina, Genah ring Jaba Pura Kawitan Batur Pande Tonja, kepuput Sira Mpu Dharma Sunu, Tonja, Sira Mpu Sri Dharmapala Vajrapani, Tunggak Karangasem
  7. Rahina Buda Wage Menail, 28 September 2011 Galah 06.00 Wita Acara Nganyut, Ngangkid, Nyegara Gunung, Nebusin lan Sekaa Sekah mewali ke Jeroan Soang-soang, Genah ring Segara Matahari Terbit, kepuput Sira Mpu Dharma Sunu, Tonja, lan Jro Mangku Wija

Update Status via FaceBook for Android, Mau ?

14

Category : tentang TeKnoLoGi

Rasanya topik bahasan semacam ini sudah kali ke sekian saya tuliskan lewat blog. Baik itu Update Status via HaPe Pinjaman, via ponsel mahal atau via BlackBerry yang memanfaatkan aplikasi StatusVia atau Simulator resmi perangkat BlackBerry Torch. Sayangnya, untuk pemanfaatan aplikasi StatusVia buah karya si Oky ternyata sudah tak dapat ditemukan lagi lewat alamat link yang sama. Setelah ditelusuri lewat bantuan Mbah Google, ada dua alamat yang menyediakan aplikasi StatusVia (salah satunya bisa jadi milik si Oky) yang sekiranya dapat digunakan melalui perangkat PC/NoteBook dengan langkah persiapan mutlak menghubungkannya terlebih dahulu dengan akun jejaring sosial FaceBook.

Ternyata keinginan untuk bergaya Update Status melalui perangkat ponsel Mahal tak hanya menjangkiti pengguna pc/notebook yang tidak memiliki perangkat terkini tersebut, tapi juga pengguna Android yang dikenal dengan sebutan Androiders. Entah mengapa setiap kali mereka melakukan Update Status melalui aplikasi FaceBook for Android, yang terlihat dilayar pc/notebook ataupun layar ponsel pengguna lain tetap saja menampilkan via Mobile Web. Gag keren, ungkap mereka.

Bisa jadi perubahan status “Update Status via FaceBook for Android” terjadi sebagai kelanjutan perseteruan pihak Google (sebagai induk semang sistem operasi Android) yang baru saja mengembangkan jejaring sosial Google+ dengan pihak pengembang FaceBook sebagai saingan utamanya.

Lantas, bagaimana dong caranya agar status “Update Status via FaceBook for Android” yang dilakukan oleh para Androiders, tetap bisa tampil sempurna sesuai harapan dilayar pc/notebook ataupun layar ponsel pengguna lain ?

Gunakan saja aplikasi FB Freaky Updater

Serupa dengan pola aplikasi StatusVia yang dikembangkan untuk perangkat pc/notebook diatas, aplikasi FB Freaky Updater pun berjalan dengan pola aplikasi yang sama. Untuk bisa menjalankannya, Androiders mutlak menghubungkan aplikasi FB Freaky Updater dengan akun jejaring sosial FaceBook terlebih dahulu. Aplikasi ini bisa didapatkan melalui Android Market secara Gratis.

Aplikasi FB Freaky Updater yang saya instalasi di perangkat Android Samsung Galaxy ACE, secara default menyediakan beberapa Update Status Via yang bisa dipilih atau digunakan. Diantaranya, via Facebook for Android (lengkap dengan icon robot ijo-nya), Android 5.0 on Nokia 5110 (Nokia Pisang), Apple iPhone 4 ½, FaceBook Palm, FaceBook for BlackBerry, HTC Sensation milik Sinta dan Jojo Keong Racun, hingga iPhone 5 Rakitan Glodok.

Disamping beberapa pilihan yang bisa dicoba atau digunakan diatas, Pengguna juga diijinkan untuk membuat aplikasi Via ‘made in sendiri’ dengan bantuan aplikasi FB Freaky Updater. Modalnya hanya satu yaitu API Key/Application ID yang bisa didapatkan saat mendaftar/membuat baru aplikasi di jejaring sosial FaceBook Developers. Untuk langkah dan bagaimana cara mendapatkan API Key, bisa dilihat di tulisan lama saya terkait Aplikasi StatusVia Ponsel Mahal yah.

Nah, masih mengeluh karena gag bisa menampilkan status “Update Status via FaceBook for Android” ? be Creative ya…