Custom ROM, Pilihan Alternatif Penyuka Upgrade Android

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Root, sudah. Hard Reset, juga sudah. Upgrade ke GingerBread, apalagi. Tapi rasanya masih jua belum lengkap kalo belum nyobain Custom ROM.

Custom ROM dalam dunia Android jika dibahasaawamkan kurang lebih memiliki makna ROM atau OS alternatif yang dikembangkan oleh pihak ketiga baik developer ataupun perorangan yang biasanya memberikan tambahan positif bagi pengaturan default yang sudah ada serta mengurangi hal-hal yang dianggap tidak perlu. Tambahan positif itu meliputi aplikasi, utility dan juga widget yang dirasa perlu dan sekiranya mampu mendukung kinerja ponsel.  Sedangkan OS yang dikembangkan biasanya mengambil dari rilis resmi yang sudah ada.

Untuk ponsel Samsung Galaxy ACE S5830 yang saya miliki sejak bulan Maret lalu, terpantau beberapa jenis Custom ROM yang bisa dijadikan alternatif pilihan Upgrade selain GingerBread versi resmi seperti yang dirilis SamFirmware beberapa waktu lalu. Tiga Custom ROM ternama yang saya ketahui ada CyanogenMod yang dipimpin Steve Kondik, VillainROM yang berlogokan Robot Android versi Merah dan First UA. Saya pribadi telah mencoba salah satunya. VillainROM.

Keputusan untuk mencoba VillainROM, salah satu Custom ROM untuk perangkat Android tak datang begitu saja. Rencana ini sudah jauh-jauh hari hadir di kepala, namun lantaran waktu luang yang bisa dikatakan mulai menyempit, kenekatan mencoba itupun dengan terpaksa ditunda dahulu. Perwujudannya sendiri kemudian mencari waktu libur panjang tepatnya saat Cuti Bersama Lebaran lalu.

Proses instalasi VillainROM sebenarnya sama saja dengan proses Upgrade OS GingerBread, Android 2.3.4 yang saya ceritakan di tulisan sebelumnya. Dalam paket unduhan yang berukuran 112 MB, terdapat 4 (empat) buah file utama minus file Cooper_v1.0.ops (yang dapat diunduh secara terpisah). Dari nama file yang tertera didalamnya, tercatat basis OS yang dikembangkan merupakan Android versi 2.3.3 GingerBread untuk pangsa pasar Eropa XXKPE.

Lantaran berasal dari pangsa pasar yang sama, penampilan awal VillainROM pasca instalasi ini sama dengan Upgrade Android GingerBread 2.3.4 yang saya uji beberapa waktu lalu. Untuk bisa menggunakannya dengan baik, dibutuhkan sedikit perubahan Bahasa yang digunakan melalui opsi Setting/Locale and Text. Untuk mencari dan mengenali opsi ini, cari saja berdasarkan icon yang digunakan.

Seperti yang telah dikatakan diatas bahwa Custom ROM akan memberikan tambahan positif bagi perangkat serta mengurangi fitur yang sekiranya dianggap tidak perlu. Terpantau beberapa perubahan yang sekiranya harus diketahui secara visual oleh awam, sebelum Kawan ikutan mencobanya.

  • Penggantian TouchWiz khas Samsung yang menggeser Menu kearah samping, dengan Launcher khas GingerBread yang menggeser Menu kearah vertikal. Hal ini menjadikan kecepatan akses halaman utama dan Menu yang lebih ringan dibandingkan TouchWiz bawaan Samsung.
  • Kemampuan Rooting yang sudah include dalam perangkat, sehingga pengguna tidak perlu melakukannya kembali pasca instalasi. Tinggal menambahkannya dengan aplikasi Move2SD Enabler, dan silahkan mengatur posisi instalasi aplikasi dan games sedari awal.
  • Pengurangan aplikasi Google Maps dan ThinkFree, dua aplikasi yang sebenarnya berguna bagi pengguna namun masih dapat diinstalasi kembali jika diperlukan. Hal ini menjadikan kapasitas memory internal jauh lebih lega, karena seperti yang diketahui secara Default, pengaturan instalasi kedua fitur ini tetap berada pada memory ponsel.

Disamping itu, mengingat kemampuan Rooting sudah disematkan sejak awal, pengguna pun bisa dikatakan sudah memiliki keleluasaan untuk menghapus beberapa aplikasi lagi yang sekiranya memang dianggap tidak perlu. Saya sendiri melakukannya untuk permainan Hangman bawaan yang masih tetap menggunakan teks dan bahasa Eropa, eBook Reader yang tidak dapat diaktifkan dan Music Store yang berbayar.

VillainROM bisa menjadi salah satu pilihan alternatif bagi Kawan yang ingin mencoba menggunakan Custom ROM di perangkat Android yang dimiliki. Jikapun merasa kurang puas dengan kinerjanya, diluar sana masih banyak yang menyediakan ROM serupa dengan kemampuan yang beragam. Toh cara instalasinya sudah diketahui. Mau ikutan mencobanya ?

Trik membuat User Akun AppleID tanpa Kartu Kredit

8

Category : tentang TeKnoLoGi

iPhone bisa jadi masih menjadi ponsel dewa bagi pegawai negeri sekelas kami, itu sebabnya keberadaan ponsel terlaris sepanjang masa ini masih tergolong jarang dimiliki oleh sebagian besar rekan kantor dilingkungan kami. Kalopun ketemu, maka akan lebih jarang lagi yang kemudian mampu memanfaatkan segudang kemampuan yang dimiliki serta dioptimalkan untuk mendukung pekerjaan yang mereka lakoni. Ada yang mencoba membuktikannya lewat Survey ?

Seperti halnya ponsel pintar lain seperti Android, BlackBerry ataupun Symbian, untuk dapat mengoptimalkan perangkat dibutuhkan beberapa utility, aplikasi ataupun sarana hiburan tambahan yang kesemuanya itu dapat dicari dan diunduh secara resmi lewat Market atau App Store masing-masing. Dan untuk bisa melakukannya mutlak dibutuhkan sebuah user akun yang memberikan syarat dan ketentuan berbeda untuk masing-masing jenis sistem operasi.

iPhone, yang jika diakses melalui layar ponsel, satu-satunya hal yang kemudian menjadi penghambat proses pembuatan akun AppleID baru adalah Kartu Kredit atau PayPal. Hal ini disebabkan karena belum semua pengguna iPhone saya yakin mengenal transaksi jual beli secara online dengan baik. Ini bisa dimaklumi lantaran rata-rata aplikasi dan juga permainan yang ada di ruang Application Store milik Apple memiliki status Berbayar.

Lantas bagaimana caranya apabila pengguna iPhone hanya ingin mencari dan mengunduh Utility, aplikasi atau permainan yang berstatus Free to Use ? alias Gratis ?

Bisa kok. Caranya masih sama, namun dengan memanfaatkan media NoteBook atau PC.

Yang dibutuhkan untuk bisa melakukan ‘Trik membuat akun AppleID tanpa Kartu Kredit atau PayPal’hanyalah aplikasi iTunes yang bisa didapatkan melalui alamat resmi Apple dan Koneksi Internet. File sebesar 77,4 MB ini harus diinstalasi terlebih dahulu pada perangkat NoteBook/PC lalu kemudian dijalankan secara online.

Akses kolom iTunes Store yang terdapat pada sidebar kiri halaman utama aplikasi lalu pilih Menu App Store. Ketika halaman telah menampilkan barisan aplikasi dan permainan yang tersedia di Menu App Store, pilih salah satu yang berstatus Free to Use.

Sebelum pengunduhan dilakukan, secara default aplikasi akan meminta Pengguna untuk memasukkan user akun AppleID yang telah dimiliki atau memberikan opsi tambahan pembuatan baru apabila pengguna belum memilikinya. Pilih saja opsi kedua untuk melanjutkan.

Silahkan masukkan data dan kelengkapan yang dibutuhkan untuk membuat User Akun AppleID yang baru meliputi alamat email, password yang diinginkan, pertanyaan rahasia (jika pengguna melupakan passwordnya kelak) dan tanggal lahir, lalu lanjutkan prosesnya.

Nah, dipengisian kedua inilah pengguna dapat memilih untuk memanfaatkan pilihan ‘None’ pada bagian media pembayaran dan melanjutkan proses hingga selesai. Jika sudah, iTunes akan mengirimkan email ke alamat yang sebelumnya dimasukkan sebagai kelanjutan proses Verifikasi akun.

User Akun AppleID yang telah selesai diVerifikasi secara online, secara langsung dapat digunakan pada aplikasi iTunes baik melalui media Ponsel ataupun NoteBook/PC. Hanya saja pemanfataannya dibatasi untuk aplikasi atau permainan yang berstatus Free to Use.

Yang perlu diketahui disini bahwa untuk tata cara pengisian Password (saat pembuatan user akun AppleID), membutuhkan minimal delapan digit kombinasi angka dan huruf yang mengandung minimal  1 huruf kecil, 1 huruf kapital dan 1 angka. Misalkan saja ‘PanDeBaik2011’.

Trik kali ini saya temukan ketika beberapa rekan kantor yang secara kebetulan memiliki perangkat iPhone dan juga iPad mengalami kesulitan untuk mengunduh aplikasi dan juga permainan yang mereka inginkan dari App Store. Kendalanya selalu sama, mentok di media pembayaran kartu kredit atau PayPal yang tak mereka miliki.

Semoga saja Trik kali ini bisa berguna pula bagi kawan semua.

Whatsapp Kawan ? Apa Ceritamu Hari Ini ?

10

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah lima bulan ternyata. Tergolong Lama juga saya menggunakannya.

Selain TweetDeck, Gmail, FaceBook for Android dan FourSQuare, Whatsapp juga merupakan penghuni setia ponsel Android sejak pertama dimiliki, meski telah beberapa kali diformat dan upgrade ulang. Sekedar informasi, bahwa Whatsapp merupakan satu-satunya aplikasi Chatting yang saya gunakan hingga kini. Bandingkan dengan aplikasi sejenis lainnya seperti GTalk, Yahoo Messenger, FaceBook Chat dan Live Profile.

Bisa jadi karena kemudahan instalasi dan penggunaannyalah yang membuat saya jatuh hati selama ini. Tidak memerlukan registrasi yang berbelit, pemanfaatan email secara berkala ataupun kebutuhan login dan logout. Uniknya, meski ponsel kemudian di Format Ulang (istilah lain untuk Hard Reset, Factory Reset, Flash ataupun Upgrade), data Chat yang telah dilakukan sebelumnya tetap tersimpan dengan baik dan dikembalikan saat instalasi kembali.

Pada awal berkenalan dengan aplikasi Whatsapp, saya telah mengetahui bahwa sifat Free yang diberlakukan oleh pihak pengembang hanya berlaku setahun saja. Ini berbeda dengan pengguna iPhone yang mutlak membeli lisensi Whatsapp didepan atau sebelum digunakan. Meski demikian, apabila kemudian di setahun berikutnya penggunaan aplikasi diwajibkan untuk membayar, saya pribadi tidak mempermasalahkannya mengingat kemampuannya yang setara dengan BlackBerry Messenger.

Setara ? tidak juga. Lebih malah…

Ketika sempat saya perbandingkan saat pengiriman pesan, berbagi gambar atau file multimedia dengan aplikasi BlackBerry Messenger, Whatsapp ternyata mampu menunjukkan kecepatan aksesnya untuk menyampaikan pesan dan mendapat balasan dari lawan bicara. Selain itu, kemampuannya yang lintas ponselpun patut saya acungi jempol. Terpantau kini tak hanya Nokia yang menggunakan sistem operasi Symbian 60 saja yang mampu tapi juga Symbian 40 seperti seri X2 atau C3 yang sejutaan itu. Begitu mudah bukan ?

Pemberlakuan Gratis selama setahun pertama bisa juga menjadi nilai positif bagi mereka yang enggan berurusan dengan pembayaran melalui PayPal atau kartu kredit. Karena untuk bisa menikmatinya setahun kedepan dengan status Gratis, pengguna tidak perlu mengganti ponsel seperti halnya BlackBerry yang amat sangat mendewakan Nomor PIN, namun hanya perlu mengganti nomor ponsel yang digunakan. Memang agak sedikit merepotkan bagi yang menggunakan nomor sebagai ponsel utama, tapi tidak berlaku bagi mereka yang hanya memanfaatkan nomor ponsel hanya untuk koneksi data, termasuk saya. Jadi jika bulan April tahun 2012 nanti nomor saya tak dapat dihubungi lagi, silahkan tanya nomor penggantinya lewat blog ini yah. :p

Lantaran memanfaatkan nomor telepon sebagai pengganti PIN untuk bisa saling berkirim pesan inilah, sesama pengguna Whatsapp apalagi yang berlaku dalam lingkup Regional dan sebelumnya saling mengenal, tidak perlu lagi saling bertanya satu sama lain. Tinggal lakukan penyegaran (refresh) pada Daftar nomor Whatsapp, sesama pengguna sudah bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Kalopun kemudian nomor ponsel yang datang berkomunikasi tidak dikenali dalam daftar, pengguna Whatsapp tinggal menyimpannya seperti saat menyimpan nomor ponsel teman atau rekan baru.

Ohya, Ngomong-ngomong soal Teman Baru, Gara-gara menggunakan Whatsapp pula, saya jadi banyak memiliki Teman Baru dari seantero Indonesia loh. Gag percaya ?

Rata-rata mereka mendapatkan nomor ponsel yang saya gunakan untuk berkomunikasi Whatsapp dari tulisan Blog tentang Whatsapp yang kedua. Sengaja saya cantumkan, agar bagi mereka yang penasaran ingin mencoba, minimal sudah memiliki satu daftar teman yang sepaham.

Jadi selain komunikasinya bisa nyambung, saya pun bisa mendapatkan banyak referensi tambahan baik terkait penggunaan Whatsapp di ponsel mereka terutama selain Android, pun informasi seputar daerah tempat tinggal mereka (Banten, Tangerang, Tanah Abang, Palembang, Kalimantan, Lombok, Sidoarjo dan banyak lagi) yang tidak saya ketahui sebelumnya. Bahkan ada juga yang kemudian memberikan banyak ilmu tambahan terkait CustomROM sistem operasi Android dan juga tips trik Flashing. Hehehe…

Kini setelah enam bulan berjalan, jumlah kontak teman yang menggunakan Whatsapp sudah mencapai 50-an orang. Cukup lumayan, mengingat saat bulan pertama penggunaan, untuk menemukan 10 kontak saja sudah bersyukur bin ajaib. Mungkin karena kemudahan penggunaan yang mampu dilakukan lintas ponsel itulah yang kemudian menyatukan kami dalam satu aplikasi.

Whatsapp Kawan ? Apa Ceritamu hari ini ?