5 Alasan untuk segera Berpindah pada Android

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Tahun 2011 bisa jadi merupakan tahun yang paling dinanti oleh para penggila ponsel SmartPhone, karena baru pada tahun inilah yang namanya ponsel pintar (ponsel yang mengadopsi sistem operasi) benar-benar bisa terjangkau oleh sebagian besar kantong masyarakat tanah air.

Dimulai dari perangkat Symbian yang berani menawarkan ponsel Nokia dengan kisaran harga 1,5 juta baik yang bermain pada desain qwerty maupun full layar sentuh. Sayangnya untuk bisa menurunkan harga hingga jangkauan tersebut, beberapa fitur terkini Nokia dengan terpaksa dipangkas.

Siapa sangka tak lama setelahnya, Android yang digawangi oleh beberapa brand yang sebelumnya sempat hampir tenggelam pamornya, ikut serta tampil dan langsung mencuat di kisaran harga terjangkau ini. Masih ingat dengan Promo LG Optimus Me tempo hari ? atau Samsung Galaxy Mini yang kurang lebih memiliki spec yang sama dan ditawarkan dengan harga yang sama pula ? siapa sih yang gag tertarik untuk ikut serta menjajal sebuah perangkat Android terkini, dengan rentang harga yang menawan ?

Jika alasannya masih pikir-pikir, well gag ada salahnya jika sekarang saya berikan 5 alasan tepat untuk dengan segera berpindah pada Android.

Pertama, sesuai bahasan diatas tentu saja variasi Harga. Android sejauh ini merupakan satu-satunya ponsel pintar yang ditawarkan dengan harga yang bervariasi. Dari yang terjangkau, Best Buy ataupun kelas Premium. Tentu saja semua itu akan berbanding lurus dengan fitur dan kemampuan yang ditawarkan. Meski begitu, semurah-murahnya harga yang ditawarkan, dari segi fitur gag kalah bersaing kok. Lihat saja versi Android yang disertakan pada perangkat LG Optimus Me atau Samsung Galaxy Mini, 2.2 alias Froyo, standar Android masa kini (ssst.. Soal kelebihan Froyo, baca tulisan saya sebelumnya ya). Begitu juga dengan perangkat lokal CSL BlueBerry yang memberikan fitur sama dengan harga termurah, 1,15 Juta. Menarik bukan ?

Kedua, selain harga yang bervariasi, tentu saja ada beragam Brand yang bisa dipilih sebagai alternatif. Jika Symbian identik dengan Nokia, iOs dengan iPhone, begitu pula dengan BlackBerry, tidak demikian halnya dengan Android. Disini, apabila tidak ingin berkenalan dengan Samsung, silahkan melirik brand ternama lainnya seperti HTC atau Sony Ericsson. Atau bagi yang fanatis dengan Motorola, LG bahkan Philips pun ada. Bagaimana seandainya Budget sedikit cekak ? silahkan memilih perangkat lokal seperti CSL, IMO atau Nexian. Bagaimana ? belum tertarik juga ?

Ketiga, setelah harga dan brand, ada juga Desain perangkat yang bervariasi pula. Ngomong-ngomong soal variasi desain barangkali hanya ponsel yang menganut sistem operasi Symbian dan Windows Mobile saja yang sudah mampu menyamainya. Dari yang bentukan gembul lengkap dengan keypad qwerty, full layar sentuh, sliding keypad bahkan yang backflip pun ada. Belum lagi yang meang didesain untuk perangkat Outdoor, tahan debu, air dan guncangan. Hmmm… Bagaimana ? Bagaimana ?

Keempat, tentu saja giliran bicara kemampuan dan kelebihan fitur. Sudah membaca tulisan-tulisan saya terkait Android sejak bulan Maret lalu ? diajak bicara soal lifestyle jejaring sosial jelas mantap, diajak serius dengan pekerjaan kantoran juga oke, apalagi kalo diajak buat bersenang-senang dengan games-nya, waaahhh… bisa lupa waktu. Selain itu, fitur Tetheringnya yang mampu mengubah perangkat Android menjadi Portable Hotspot pun masih tergolong jarang ditemukan di perangkat lain. Kalopun ada, syaratnya musti pake bantuan kabel data, dan hanya bisa dibaca oleh satu perangkat yang disambungkannya, itupun musti install aplikasi sejenis terlebih dahulu. Ribet. Begitu juga bagi yang keranjingan Chatting, gag usah susah memaksa orang lain untuk membeli perangkat sejenis kalo Cuma untuk ngobrol gratis dan tukeran file lewat perangkat ponsel. Gunakan saja WhatsApp. Belum pernah dengar ? waduh…

Kelima atau yang terakhir, ini saya persembahkan bagi mereka yang gemar mencoba-coba aplikasi dan tentu saja Games. Android Market. Ada puluhan aplikasi dan juga Games yang ditawarkan di Android Market, dan yang terpenting… hampir semuanya, bisa diunduh, diinstalasi dan digunakan secara Gratis tis tis, tanpa dipungut biaya sepeserpun. Jika tidak suka, silahkan dihapus/uninstall dengan cepat. Jika memang tidak ada pilihan lain lagi, ya unduh kembali. Hehehe… varian dan fungsinya pun bermacam-macam, dari yang berkaitan dengan performa perangkat, produktifitas, perlindungan hingga yang bersifat hiburan seperti Thema atau Live Wallpaperpun ada. Syaratnya sederhana, punya alamat email dan koneksi data. Untuk yang terakhir, jika tergolong fakir koneksi, ya andalkan saja Hotspot gratisan di lokasi terdekat. Lumayan kan ?

Lima Alasan yang saya rasa sudah paling tepat untuk dengan segera berpindah pada Android. Bagaimana ? masih pikir-pikir juga ?

Warung Subak, Exotic Grilled Seafood Restaurant

8

Category : tentang PLeSiran

Masih tak percaya saat kejutan kecil datang dari tempat makan yang dahulu pernah saya tuliskan di blog ini awal Juni lalu. Mereka memberikan tawaran Free Makan bareng Keluarga yang berlaku hingga akhir Juli mendatang. Namun tak perlu menunggu hingga Juli tiba, kami akhirnya mencoba berkunjung kembali kendati ada perasaan was-was didalam hati.

Warung Subak. Bagi yang kerap melintas di jalan Astasura, pertigaan Jalan Nangka Utara menuju jalan Ahmad Yani Peguyangan Kaja, pasti sudah tak asing lagi dengan keberadaan Restauran tepi sawah yang satu ini. Awal kami berkunjung tepatnya tahun 2007 lalu, sempat menggelitik lidah dengan aroma dan rasa masakannya yang Khas, sangat pas dengan selera kami sekeluarga. Itu sebabnya, iseng saja saya menuliskan sedikit pengalaman dengan bahasa seadanya tentang Warung Subak sepulang kami kerumah.

Berselang empat tahun, Warung Subak mengalami banyak perubahan. Kami masih ingat bahwa dahulu itu, area Warung Subak masih sangat terbatas. Dibelakang area, terhampar bentangan sawah yang barangkali bisa menambah asrinya suasana makan baik di siang maupun malam hari. Kini dengan perluasan yang jauh lebih baik ditambah parkir area yang lebih luas, Warung Subak tampaknya kian yakin untuk melangkah kedepannya. Dibandingkan dengan terakhir kali saya berkunjung dengan Rekan Kantor, rupanya ada unit baru yang berdiri megah di sisi timur area Warung Subak. Meeting Room. Satu ruangan besar yang siap menawarkan berbagai fasilitas terbaik bagi para konsumen yang membutuhkannya.

Dengan nuansa Exotic yang hadir disetiap sudut Warung Subak, tampaknya tak salah apabila keramaian yang kami dapati hari Minggu malam kemarin memang patut diacungi jempol. Meskipun menyajikan masakan SeaFood khas Jimbaran, secara selera pribadi jujur saja, Warung Subak malah memiliki rasa khas lebih baik lagi, terutama pada paket Kerang Bakar yang hingga hari ini masih menjadi Menu Favorit setiap kali berkunjung kembali.

Lain lagi pendapat Istri dan Ibu saya yang memang menggemari masakan khas Bali. Plecing Kangkung dan Sambel Matah merupakan dua Menu yang paling dinanti. Tak heran jika Ibu kerap secara sembunyi-sembunyi menuangkan sisa Sambel Matah yang disajikan dalam Cup merah ke helai daun untuk dinikmati dirumah esok paginya. Hehehe…

Ohya, untuk menggencarkan Promosi mereka, Warung Subak kini sudah bisa ditemui diberbagai belahan dunia maya loh. Silahkan mampir ke WarungSubak.com untuk informasi lengkap pesanan paket yang siap diantarkan, mampir juga di akun Warung Subak pada jejaring sosial FaceBook dan bisa juga dengan memfollow akun Twitter @warungsubak.

Agar tak menunggu pesanan terlalu lama saat tiba di Warung Subak, sebelum berkunjung, konsumen bisa melakukan pemesanan tempat dan juga paket terlebih dahulu lewat nomor telepon 7436702 atau 9167709. Info dan keterangan paket yang ditawarkan pun beragam. Dari 10 orang, 20 hingga per paket dengan Menu khususpun bisa.

Bagi yang penasaran dengan jenis Menu maupun harga paket yang ditawarkan, bisa mampir langsung di halaman WarungSubak.com atau mengunduh Brosur Paket yang ditawarkan Warung Subak disini.

Beberapa Promo berupa Diskon tambahan pun mereka berikan bagi konsumen yang memiliki Kartu Kredit BNI sebesar 20% dengan pembelanjaan minimum Rp. 100,000 dan maksimal Rp. 2,000,000 berlaku sampai dengan agustus 2011. Sedangkan bagi yang memiliki Kartu Member Subak diberikan diskon sebesar 10% (Senin – kamis) dan 5% (Jumat – Minggu). Sedangkan untuk pembelanjaan Subtotal diatas Rp. 250,000 akan mendapat Voucher 10% dan bisa digabung dengan diskon Member Subak sehingga mendapat diskon yang lebih besar. Diskon member ini berlaku setahun dan Voucher sebanyak 1000 Voucher saat ini baru berjalan 150 voucher dan sudah diklaim.

Satu lagi. Berkaitan dengan datangnya kami ke Warung Subak hari minggu lalu, kabarnya dalam rangka menyambut musim liburan, mereka masih memberikan tawaran Makan Gratis di Warung Subak hingga bulan Agustus nanti loh. Cara untuk mendapatkannya, sederhana saja. Silahkan Follow akun Twitter @warungsubak dan akun FaceBook Warung Subak atau bagi yang memiliki perangkat BlackBerry bisa meng-add PIN mereka di 261BC828 atau bisa juga dengan add nomor Whatsapp Messenger 081353114555. Setelah itu, silahkan melakukan promosi ke rekan-rekan lain dengan melakukan mention ke Warung Subak. Jika sudah, Se7en Manajemen akan memilih siapa yang berhak untuk mendapatkan tawaran mengasyikkan ini setiap bulannya. (kira”pasca tulisan ini turun, www.pandebaik.com bakalan dapet lagi gag yah ? :p )

Nah, bagaimana ? Siap menikmati hidangan khas Warung Subak ?

 

Selamat dan Sukses Loka Sabha III Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar

8

Category : tentang KeseHaRian

Setelah molor setahun lebih, pada akhirnya Loka Sabha III Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar dilaksanakan jua. Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 25 Juni 2011 ini mengambil tempat di Banjar Pande Desa Renon, Denpasar Selatan,  dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar mewakili Bapak Walikota bersama Ketua PHDI Provinsi Bali.

Kegiatan yang sedianya dilaksanakan setiap lima tahun sekali ini, digunakan pula untuk melakukan pergantian Pengurus Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar Periode 2005-2010 yang dipimpin oleh I Wayan Pudja, SH., MSi. Dalam sambutannya menyampaikan pula harapan pada Walikota Denpasar yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, terkait ketersediaan tanah lapang yang sedianya dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan adat secara massal.

Apresiasi yang luar biasa disampaikan oleh Ketua PHDI Bali kepada Pengurus Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar terkait Usulan yang disampaikan diatas, dan sekaligus berharap agar warga Pande tidak merasa rendah diri atau malah merendahkan keberadaan orang lain dalam kewajibannya berorganisasi dan menyama braya. Tak lupa Beliau berharap pula kelak ada satu dua kader dari Semeton Warga Pande dapat ikut serta aktif dalam organisasi PHDI Bali atau bahkan untuk menduduki posisi sebagai Ketua PHDI Bali.

Selama lima tahun mengemban tugas sebagai Ketua Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar, I Wayan Pudja, SH., Msi menyatakan rasa bangganya karena mampu melaksanakan beberapa kegiatan seperti Kursus Pinandita yang dilakukan pada tahun 2006 lalu, Ngaben Masal yang di Desa Serangan serta Nyekah yang mengambil lokasi di Banjar Pande Desa Renon, Denpasar Selatan.

Dalam kesempatan yang baik ini pula dilakukan Pembentukan serta Pelantikan Pengurus Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar yang secara sah dipimpin oleh I Wayan Putrawan, SH. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan regenerasi Warga Pande dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Warga Pande dan diharapkan agar para Yowana atau generasi muda Pande tidak melupakan pesemetonannya satu sama lain.

Sebagai bukti keseriusan para Yowana atau Generasi Muda pande akan pesemetonan tersebut, diperkenalkan pula alamat website dunia maya milik Warga Pande (www.wargapande.org) yang hingga kini keberadaannya masih dikelola oleh para Yowana disamping sebuah group komunitas Warga Pande Bali pada akun jejaring sosial Facebook.

Sekali lagi Selamat dan Sukses atas terselenggaranya Loka Sabha III Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar sekaligus untuk Pelatikan Pengurus Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar.

(Laporan secara langsung dari lokasi Kegiatan)

Review Samsung Nexus S with Android 2.3 GingerBread

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada rasa aneh yang tersirat di kepala ketika berkesempatan memegang langsung ponsel Android resmi rilisan Google, Samsung Nexus S. Ini disebabkan karena Bentuk permukaan layar sentuhnya yang tidak biasa (melengkung) dan juga bentuk ponsel yang tidak simetris ketika dilihat dari sisi samping.

Samsung Nexus S. Merupakan salah satu ponsel Android yang dirilis resmi oleh Google dan dibuktikan dengan sistem operasi yang secara bawaan sudah mengadopsi Android versi 2.3 GingerBread. Sesuai dengan tulisan saya sebelumnya, Samsung Nexus S merupakan ponsel pertama yang dirilis dengan dibekali Roti Jahe.

Dibandingkan dengan perangkat Android Samsung Galaxy Ace S5830 yang saya miliki, untuk penggunaan atau operasional Samsung Nexus S jelas jauh lebih mantap. Ini bisa dimaklumi lantaran secara kekuatan Prosesor sudah mencapai kecepatan 1 GHz (512 MB RAM), meski saat diperiksa dengan menggunakan aplikasi Elixir, kecepatan rata-rata yang berjalan dalam keadaan siaga hanya 800 MHz saja. Kecepatan baru meningkat ketika aktifitas Multitasking coba dilakukan.

Dengan mengadopsi layar selebar 4 inchi, tentu saja tampak lebih lapang saat dijejali icon shortcut pada salah satu halaman HomeScreen. Demikian pula dengan resolusinya yang memang jauh lebih baik yaitu 480×800 pixel. Satu standar layar untuk ponsel Android High End.

Meskipun berasal dari satu pabrikan, tampaknya User Interface Touch Wiz milik Samsung yang digunakan oleh perangkat Nexus S jauh berbeda dengan Galaxy Ace yang saya miliki. Ini bisa dimaklumi lantaran perbedaan versi Android yang digunakan. Secara tampilan depan (HomeScreen), mengingatkan saya pada aplikasi Theme ADW Launcher yang beberapa waktu lalu sempat saya coba di perangkat Ace. Begitu pula ketika masuk pada Struktur Menu, Slide yang dilakukan bergerak secara Vertikal dengan tampilan icon Menu yang sedikit berbeda atau mengadopsi ke-khasan tampilan GingerBread.

Sesuai dengan tulisan sebelumnya, Samsung Nexus S datang dengan dukungan penuh dari pengembang utamanya, Google. Baik dari Google Mail, Google Search, Google Talk, Google Earth, Google Maps lengkap dengan Navigasinya, Android Market dan tentu saja YouTube. Sayangnya, saya tak menemukan aplikasi Office seperti halnya ThinkFree pada perangkat Galaxy Ace sehingga si teman yang memiliki perangkat ini dengan terpaksa menginstalasi aplikasi Dokumen tambahan.

Apabila pada perangkat Samsung Galaxy Ace S5830 saya harus berusaha untuk memantau sisa memory internal agar tak menciptakan lag atau jeda saat melakukan Multitasking akibat minimnya memory, sepertinya hal tersebut tidak akan berlaku bagi pemilik perangkat Samsung Nexus S. Dengan besaran Internal 16 GB (walaupun tanpa slot kartu memory eksternal tambahan), saya yakin itu sudah lebih dari cukup asalkan data, image dan musik yang dijejalkan dapat disimpan seefisien mungkin. Artinya, buang yang tidak diperlukan.

Ohya, ada Menu unik yang saya temukan dalam perangkat Nexus S. Car Home. Sepertinya Menu yang satu ini diberikan bagi para pengguna yang ingin memanfaatkan perangkat Nexus S dalam perjalanan berkendara. Salah satu diantaranya adalah fitur Navigasi yang sedianya digunakan untuk memandu jalan pulang kerumah. Namun, ada yang unik ya ada juga yang dihilangkan. Samsung Apps. Entah mengapa saya tak jua menemukannya dalam barisan Menu yang disajikan.

Untuk colokan kabel data sekaligus Charger, Samsung membekali port MicroUSB yang sama dengan perangkat Samsung lainnya dari Galaxy Ace yang saya miiki maupun Champ Duos, ponsel layar sentuh murah meriah yang tempo hari di-review. Jadi, masih bisa berbagi penggunaan kabel data ataupun Charger apabila kehabisan daya saat dibutuhkan.

Sayangnya selama berkesempatan menjajal perangkat Samsung Nexus S ini, saya menemukan satu kekurangan besar. Hingga tulisan ini diturunkan, saya tak jua menemukan cara untuk mengambil ScreenShot layar (ScreenCapture) tanpa menggunakan aplikasi tambahan, rooting ataupun kabel data. Tapi apakah itu bisa disebut sebagai kekurangan ?

 

Compare TabletPC support by Forsel and Sinyal Tabloid

13

Category : tentang TeKnoLoGi

Bukan tanpa alasan saya menurunkan tulisan komparasi/perbandingan beberapa TabletPC kali ini, tepatnya untuk didedikasikan pada semua teman yang bertanya sebelum membeli perangkat TabletPC yang rupanya beneran booming di tahun 2011 ini. Entah akan digunakan untuk menunjang pekerjaan secara mobile ataupun hanya untuk sekedar pamer gadget dan gengsi. It’s all yours.

Seperti halnya judul tulisan diatas, kali ini source yang saya gunakan adalah dua bacaan wajib yang saya dapat rekomendasikan pula kepada teman semua apabila ingin berbicara Gadget dan Teknologi dengan lebih baik. Majalah Forsel dengan Edisi Super Android April 2011 lalu dan Tabloid Sinyal dengan Edisi 120 10 Juni 2011 yang menurunkan Edisi TabletPC. Well, seperti halnya majalah InfoKomputer April 2003 jaman dulu yang menurunkan Edisi PDA Konvergensi, bisa dikatakan kedua Source diatas rupanya mampu mematahkan apa yang saya yakini sebelumnya dan mulai berpindah ke lain hati.

Yuk kita mulai.

Samsung Galaxy Tab 7”. Rp. 4,8 jt. Tahun Rilis Oktober 2010. OS : Android 2.2 Froyo. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 3,2 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1 GHz. RAM 512 MB. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support Voice dan SmS. Batere Li Po 4000 mAh. Galaxy Tab bisa dikatakan sebagai ikon TabletPC di negeri ini. Ukurannya yang kompak dan speknya yang mumpuni menjadikannya produk terlaris dan paling diburu sejauh ini. Apalagi didukung dengan Sim Card slot yang mampu membantu penggunanya terhubung ke dunia maya tanpa harus mencari Wifi Gratisan.

HTC Flyer 7”. Rp. 6,9 Jt. Tahun Rilis Juni 2011. OS : Android 2.3 GingerBread. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1,5 GHz. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li Po 4000 mAh. Dibanding Galaxy Tab, diatas kertas Flyer jelas jauh lebih mumpuni, baik dari segi kecepatan, sistem operasi dan daya simpan. Secara harga yang ditawarkan, jelas bisa dianggap wajar. Sayangnya minus telepon, meski sudah sim card support.

Dell Streak 7”. Rp. 5,5 Jt. Tahun Rilis Februari 2011. OS : Android 2.2 Froyo. Layar 800×480 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 1,3 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li Po 2780 mAh. Streak 7” sangat menggoda dari segi Procie Dual Core dan konektifitas 4G. Sayangnya Daya yang dibekali sangat minim. Khawatirnya menguras energi lebih cepat dari yang diharapkan. Apalagi dilihat dari tahun rilis, sistem operasinya masih setia pada Froyo.

Acer Iconia Tab A100 7”. Rp. -. Tahun Rilis Februari 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1024×600 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 512 MB. Internal 8 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li On 1530 mAh.Tidak banyak keistimewaan yang ditawarkan oleh Acer dengan perangkat 7” ini selain prosesor Dual Core. Minimnya kapasitas memory internal dan juga daya batere yang selayaknya ponsel, kemungkinan besar bakalan menjadi faktor yang tidak direkomendasikan untuk dipilih.

LG Optimus Pad 8,9”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×768 pixel. Kamera belakang Dual 5,0 MP (salah satunya berfitur 3D) depan (video call) 2,0 MP 3D. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS tanpa Voice. Batere Li On 6400 mAh. Optimus Pad bisa jadi sangat menggoda melihat sistem operasinya yang memang diperuntukkan bagi perangkat TabletPC dan juga Procie Dual Core. Didukung pula oleh resolusi layar wide layaknya NoteBook dan tentu saja besaran daya plus dual kamera belakang. Sayangnya, ukuran layar tergolong tidak biasa alias 8,9”, yang artinya tidak sekompak 7” dan tidak seribet 10”.

iPad 3G 10” (9,7”). Rp. 7,5 Jt. Tahun Rilis Desember 2010. OS : iOS 4. Layar 1024×768 pixel. Tanpa Kamera. Procie 1,0 GHz Apple A4. Internal 64 GB. Tanpa memory Eksternal. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po. iPad generasi pertama ini memang sangat fenomenal kemunculannya, baik dinegara luar maupun dalam negeri. Apalagi kalo bukan lantaran nama besar Apple yang berhasil dengan perangkat iPhone mereka. Sayangnya, dari segi ukuran layar bisa dikatakan sangat sulit untuk dibawa kemana-mana kecuali memang tujuannya untuk menarik perhatian teman dan sekitarnya. Dirilis dalam dua versi, Wifi dan 3G+Wifi.

iPad 2 3G 10” (9,7”). Rp. 9,0 jt. Tahun Rilis 2011. OS : iOS 4.3. Layar 1024×768 pixel. Kamera belakang dan depan (video call) VGA 0,7 MP. Procie 1,0 GHz Aplle A5 Dual Core. Internal 64 GB. Tanpa memory Eksternal. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po. Perangkat iPad rilis kedua ini diklaim 30% lebih tipis dengan kecepatan akses yang jauh lebih baik. Dibekali kamera depan untuk video call tampaknya sudah cukup memuaskan penggunanya yang memang rindu dengan fitur 3G memanfaatkan aplikasi FaceTime. Seperti halnya iPad generasi pertama, iPad 2 pun Dirilis dalam dua versi, Wifi dan 3G+Wifi. Jadi jangan sampe salah pilih ya.

Motorola XOOM 10”. Rp. -. Tahun Rilis Januari 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS dan Voice. Batere Li On. Dirilis dalam tiga versi, GSM, CDMA dan Wifi only. Rilisnya dilakukan sengaja berbarengan dengan perangkat iPad 2 yang pada akhirnya mengecewakan para petinggi Motorola akibat penjualan yang tidak sesuai harapan (tertinggal jauh dengan iPad 2).

Samsung Galaxy Tab 10”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 8,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support SmS dan Voice. Batere Li On 6860 mAh. Galaxy Tab rilis kedua ini rupanya ingin menyaingi keberadaan iPad 2 yang sama-sama mengadopsi layar 10”. Berbekal kemampuan spek yang tidak jauh berbeda, Galaxy Tab 10.1 ini malah menawarkan kamera belakang 8 MP dan juga daya yang terbesar diantara TabletPC lainnya.

ViewSonic ViewPad 10 Pro 10”. Rp. -. Tahun Rilis 2011. OS : Dual OS : Windows 7 dan Android 3.0 Honeycomb. Layar 1024×600 pixel. Tanpa Kamera belakang, depan (video call) 1,3 MP. Procie Intel Atom 1,5 GHz (setara NetBook). RAM 2 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li On 3500 mAh. Tawaran Dual OS-nya memang sangat menarik perhatian siapapun yang mengujinya. Terlepas dari Brand yang dikenal sebagai produsen layar perangkat PC tampaknya secara spek yang ditawarkan pun tak jauh beda dengan perangkat NetBook. Sayangnya, semua kelebihan diatas tidak diimbangi dengan besaran daya yang sepadan untuk sebuah perangkat TabletPC.

Asus EEE Pad Transformer 10”. Rp. -. Tahun Rilis Juni 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 16 GB. Eksternal up to 32 GB. Tanpa dukungan Sim Card. Batere Li po. Satu-satunya yang menarik dari perangkat Asus EEE ini adalah disertakannya keyboard fisik dalam paket penjualannya, yang jika disambungkan, mampu mengubah tampilannya menjadi sebuah NoteBook. Itu sebabnya dinamakan Transformer. :p

Acer Iconia Tab A500 10″. Rp. 5,0 Jt. Tahun Rilis Mei 2011. OS : Android 3.0 Honeycomb. Layar 1280×800 pixel. Kamera belakang 5,0 MP depan (video call) 2,0 MP. Procie 1,0 GHz Dual Core. RAM 1 GB. Internal 32 GB. Eksternal up to 32 GB. Sim Card Support tanpa SmS dan Voice. Batere Li Po 3260 mAh. Dirilis dalam dua versi memory internal yaitu 16 GB (4,2 Jt) dan 32 GB.

Dari sekian yang saya paparkan diatas barangkali hanya tiga TabletPC yang patut saya rekomendasikan sebagai pilihan, apabila Budget bukan lagi menjadi sebuah masalah. Pertama, HTC Flyer untuk perangkat 7”, Kedua ada iPad 2 bagi yang menginginkan perangkat bergengsi di kelas 10” dan Ketiga silahkan melirik Samsung Galaxy Tab 10.1 untuk perangkat yang powerfull. Sedangkan bagi yang memiliki BudGet terbatas, silahkan memilih Samsung Galaxy Tab 7” sebagai teman baru.

Namaste Band, Ngiring Telebang Manah lan Sareng Menyame Beraya

7

Category : tentang InSPiRasi

Musik Bali dimata saya jujur saja hampir selalu identik dengan kata ‘beli, adi, iluh, demen, tresna atau sakit ati’, yang bisa dikatakan sangat monoton dan nyaris membosankan untuk dinikmati. Terkadang dalam satu saat, saya begitu merindukan beberapa karya lawas musisi senior seperti Bungan Sandat, Kusir Dokar, Jaje Kakne, Sopir Bemo, Jukut Pelecing, yang memang mengambil beberapa tema dan aransemen unik untuk dapat diingat dan dikenal walau telinga baru mendengar beberapa detik musik pembukanya.

Bersyukur masih ada beberapa generasi musisi bali yang walaupun belum sampai pada tahap aransemen musik unik dan mudah diingat seperti yang saya sebut diatas, namun secara tema sudah mulai merambah ke berbagai hal yang barangkali mulai luput dari keseharian dan pergaulan kita.

Salah satunya adalah Namaste. Enam musisi muda dari Kota Gianyar yang kebetulan pada bulan Mei tahun 2010 lalu merilis album Nyama Braya, berselang empat tahun lamanya dari launching album pertama mereka. Satu masa yang panjang untuk kategori musisi. Kalau tidak salah, ada Gus Juli pada Vokal, Dewa Gama dan Gus Eka pada Guitar, Abink pada Bass, Gede Donking pada Drum dan Komang Wedan pada Keyboard.

Dari 12 karya yang disajikan dalam album kedua ini, ada beberapa tema unik yang memang berusaha untuk diangkat. Mejaguran (mesiat/berkelahi antar nyame semeton bali), Bebotoh Paling, Politikus Brengkengan yang naik menjadi Wakil Rakyat hingga Buang Nenggel, satu kisah klasik anak muda dengan tema MBA, Married By Accident.

Melirik pada perjalanan Namaste yang tergolong baru, tepatnya sedari awal tahun 2005, berusaha untuk tetap eksis memang selalu dilakoni. Meluncurkan album pertama Telebang Manah di Balai Budaya Gianyar 4 Agustus tahun 2006 lalu merupakan awal perjalanan Namaste untuk bisa dikenal para penikmat musik Bali.

Album dengan 10 tembang Bali yang salah satunya bertemakan Pekak Playboy tampaknya hampir selalu dinanti oleh para pecinta musik Namaste disetiap pegelaran ataupun konser yang mereka tampilkan. Beberapa tembang seperti Sepilais atau Oh Mini pun hampir selalu dipinta untuk dimainkan.

Jikapun boleh saya berpendapat, mendengarkan beberapa karya mereka, malah mengingatkan saya pada beberapa musisi independen senior seperti Pas Band, atau bahkan beberapa musisi rock barat keluaran lama.

Namaste yang kabarnya bisa diartikan sebagai ‘Sebut Namaku’, kata dari Bahasa Sansekerta, beruntung mampu ikut serta menampilkan salah satu penampilan mereka dalam bentuk klip di media televisi lokal Bali. Padahal yang namanya Dana, bisa dipastikan selalu menjadi hambatan atau tantangan utama untuk bisa terus maju dan berkembang.

Bagi yang ingin mengenal lebih jauh bisa kontak langsung dengan mereka lewat jejaring sosial FaceBook di Halaman Namaste Band, atau lewat email di [email protected] (masih pake Yahoo ya ? :p ) dan ternyata sang pionir Namaste, Dewa Gama, rupanya berkenan membagikan karya Namaste melalui dunia maya untuk dapat dinikmati lebih luas loh. Silahkan mampir di halaman 4Shared untuk album pertama mereka Telebang Manah dan album kedua Nyama Braya.