Sempurnakan Securitas Privacy akun FaceBook Anda

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Isu terancamnya keamanan Privacy akun para FaceBookers rupanya masih jua santer terdengar disela usaha perbaikan yang dilakukan oleh Mark Zuckerberg beserta para pemilik dan pengembang FaceBook. Meski demikian apa yang telah dicapai perminggu ini, patut diacungi jempol. Beberapa opsi perbaikan yang disediakan sepatutnya direaksi dengan cepat oleh setiap pemilik akun FaceBook. Tidak ada salahnya dicoba ketimbang memutuskan untuk menghapus akun FaceBook Anda. :p

Perubahan Pengaturan Privacy pasca perbaikan secara default akan diberitahu untuk setiap pengguna atau pemilik akun melalui halaman Beranda/Home. Apabila halaman diakses melalui komputer (PC) atau laptop, pemberitahuan tersebut berada tepat dibawah header FaceBook sebelum update terkini dari daftar teman yang dimiliki.

Apabila pemberitahuan tersebut tidak terlihat pagi pengguna atau pemilik akun FaceBook, pengaturan Privacy dapat langsung diakses melalui pojok kanan atas halaman yaitu Account kemudian pilih Privacy Setting. Halaman pertama yang akan dimunculkan pada menu pengaturan Privacy adalah sebagaimana yang dilampirkan dibawah ini.

  • Basic Directory Information (1) mencakup pengaturan akun profil, foto, dan hal lain yang biasanya ditampilkan pada jendela Info masing-masing pengguna atau pengguna atau pemilik akun FaceBook. Dapat diatur bisa dilihat oleh siapa saja apakah setiap orang (everyone), teman (friends only), teman dari teman yang dimiliki (friends of friends) atau orang tertentu saja (customized).
  • Sharing on FaceBook (2) mencakup pengaturan update status, album foto, relationship, alamat email hingga nomor telepon. Adapun yang tertera pada halaman tersebut adalah pengaturan yang telah diatur sebelumnya oleh masing-masing pengguna atau pemilik akun. Disini pihak pengembang FaceBook memberikan satu opsi standar (Recommended) pengaturan yang bisa digunakan tanpa melakukan pengaturan lain secara manual. Seandainyapun pengguna atau pemilik akun FaceBook menginginkan pengaturan yang lebih secure terhadap data yang mereka miliki, bisa memilih Customize Setting.
  • Applications and Websites (3) adalah pengaturan terkait penggunaan aplikasi, games hingga hubungan dengan website lain seperti YouTube, WordPress atau Okykrismadi terakhir kemarin yang digunakan dan disetujui oleh masing-masing pengguna atau pemilik akun FaceBook.
  • Block List (4) adalah pengaturan terakhir yang dapat diatur mencakup orang per orang yang tidak diijinkan untuk melihat maupun mencampuri keberadaan pengguna atau pemilik akun FaceBook. Bisa dilakukan dengan cara pemblokiran nama ataupun alamat email yang bersangkutan. Yang paling menarik disini adalah diberikannya opsi tambahan berupa Block Application Invites dimana dimaksudkan untuk memblokir orang atau nama tertentu yang dikenal memiliki hobi meng-invite atau mengundang kita untuk join dalam aplikasi atau group tertentu yang dirasakan tidak berguna. Hal ini jujur saja mengingatkan saya pada seorang teman SMA yang hampir setiap harinya selalu menyempatkan diri untuk mengundang saya bergabung dalam group atau event yang bagi saya, sampah banget. Akhirnya mau tidak mau dahulu itu saya malah memasukkan nama yang bersangkutan dalam daftar Block List, kendati merasa kasian juga memperlakukan teman kayak gitu. Hehehe…

  • Controlling How You Share (5) merupakan opsi Bantuan/Help, bagaimana cara menggunakan pengaturan Privacy ini apabila pengguna atau pemilik akun FaceBook merasa kebingungan saat mencobanya.

Opsi pengaturan Privacy ini sangat penting artinya bagi mereka yang melampirkan data alamat email, nomor ponsel maupun yang bersifat pribadi agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Jadi, tunggu apa lagi ?

Waspadai Arak (oplosan) Attack

11

Category : tentang Opini

Tewas Lagi…

Seminggu terakhir headline beberapa media cetak lokal kelihatannya makin intensif menaikkan kabar terkait tewasnya beberapa pemuda yang ditenggarai berpesta minum arak oplosan yang dicampur dengan berbagai jenis minuman lain seperti Coca Cola, YouC 1000 hingga minuman anak Ale-Ale. Entah apakah mereka sudah melupakan tragedi Arak Methanol setahun lalu hingga kemudian nekat mencobanya kembali. Miris juga jadinya ketika menyadari bahwa arak masih tetap bisa dikonsumsi secara bebas oleh para pemuda tersebut hingga berujung pada kematian.

Menyalahkan pemerintah mungkin bukan lagi satu tindakan yang tepat, karena pemerintah tidak akan mampu men-cover semua peredaran makanan dan minuman tanpa peran serta masyarakat. Kecerobohan ini juga merupakan andil dari lingkungan serta orang tua yang bersangkutan yang barangkali jarang memberikan pemahaman atau pengertian pada generasi muda untuk tidak menenggak minuman keras. Bisa juga andil dari yang bersangkutan, dari sekedar ingin mencoba, kebiasaan hingga khawatir jika dianggap tidak gaul jika tidak ikut berpesta arak.

Berawal dari sekedar kumpul-kumpul, obral obrol di warung kopi biasanya berpotensi berlanjut ketingkat minum minuman beralkohol dan pada akhirnya membuat onar. Ilustrasi tersebut sudah biasa kita dengar, tapi yang namanya kesadaran tampaknya belum jua muncul. Selalu diulang dan terjadi lagi.

Coba telusuri beberapa ruas jalan diseputaran Kota Denpasar pada sore atau malam hari. Hampir selalu saja dapat ditemukan sekelompok pemuda yang duduk dipinggir jalan, ditemani beberapa botol minuman “teh” yang siap menjatuhkan mereka ke titik nol. Entah apakah tidak ada hal lain yang bisa dikerjakan ? nge-BLoG misalnya. :p

Banyak alasan yang mereka ungkapkan ketika pernah satu kali saya bertanya kenapa mereka melakukannya ? karena suntuk dengan situasi rumah, karena tidak punya pekerjaan (ya cari dan berusaha dong…) ada juga karena’cuma iseng’ (iseng kok minum arak ?)

Memang tidak ada larangan untuk berkumpul bersama teman atau kongkow dipinggir jalan sejauh tidak membuat onar atau menenggak minuman keras atau arak. Seandainyapun boleh saya menyarankan mbok ya minumannya diganti dengan Es Degan (kelapa muda) misalnya, bukankah jauh lebih bermanfaat ? ngumpul tetap jalan, minum-minum juga tetap aman.

Tapi yah, bagi saya adalah satu kebodohan yang tolol jika besok atau lusa masih ada lagi pemuda yang tewas atau sekarat pasca pesta arak atau minum minuman keras dan beralkohol oplosan, padahal media cetak sudah sedemikian gencarnya berusaha mengabarkan efek paling tragis yang diakibatkan. Bisa jadi mereka adalah orang-orang yang tidak peduli dengan lingkungan, tidak peduli diri sendiri apalagi orang lain.

Selamat Jalan Gesang Martohartono, Selamat Jalan Ibu Hasri Ainun Habibie

5

Category : tentang InSPiRasi

Ada banyak teladan yang bisa kita tiru di negeri ini, kendati puluhan kali lipatnya malah tidak pantas kita teladani. Ditengah memanasnya tensi politik negeri ini, satu persatu tokoh yang sedemikian kita banggakan telah pergi untuk selamanya. Meninggalkan mimpi dan cita yang patut kita lanjutkan.

Gesang Martohartono, pantas kita sandangkan gelar pahlawan padanya. Beliau telah berjasa menciptakan ‘Bengawan Solo’ yang melegenda ketika terdengar dimana-mana, manca negara sekalipun. Demikian pula dengan ‘Jembatan Merah’nya. Kesederhanaan tema yang diangkat ternyata mampu menjadi karya termashyur bangsa ini.

Aku mengenang Gesang ketika masih mampu bernyanyi bersama Iwan Fals dengan suaranya yang sudah terdengar lirih, disebuah stasiun televisi swasta dalam sebuah event hari bangsa. Bahkan rekamannyapun masih kusimpan hingga kini.

Aku tidak hafal dengan baik kata dan kalimat yang terkandung dalam karya-karyanya. Satu bukti bahwa aku tidak terlalu peduli dengan keberadaan mereka. Namun tentu aku bangga bisa melihat dan menyaksikan kemegahan seorang Gesang saat itu dan aku bangga Bangsa ini memiliki Gesang.

Ibu Hasri Ainun Habibie, seorang Ibu Negara pada era kepemimpinan Presiden Republik Indonesia yang ketiga, barangkali sudah mulai dilupakan banyak orang yang asyik dan terlena dengan cita-cita mereka akan jabatan dan kekuasaan. Bisa jadi Beliau hanya satu diantara sekian banyak tokoh Indonesia yang berjasa namun kemudian dilupakan. Baru diingat dan dikenang saat tiada. Demikian pula denganku.

Menyimak satu persatu kisah dan impian seorang Ibu Hasri Ainun Habibie yang dengan setia mendampingi suaminya, demikian pula sebaliknya hingga ajal menjelang, berpotensi menjadi cermin bagi sekian ribu pasangan terutama mereka yang menyandang gelar artis. Saling mencintai dan tetap selalu bersama, meski banyak godaan yang datang dan pergi. Satu cita yang kemudian ingin aku pegang dengan teguh.

Seperti halnya Gesang, aku tidak tahu siapa dan bagaimana sosok Ibu Hasri Ainun Habibie saat Beliau berada disisi Bapak Presiden BJ Habibie dahulu. Bisa jadi lantaran terlalu disibukkan oleh beban Skripsi, bisa juga lantaran terlalu disibukkan oleh masa pacaran. Meski demikian aku bangga pada akhirnya bisa juga mengetahui sedikit jasa Beliau pada Negeri ini.

Entah apakah nanti aku akan bangga pada sekian banyak Pemimipin Negeri hari ini, yang seakan melupakan hati nurani mereka dan memilih mengutamakan jabatan serta kekuasaan…

Selamat Jalan Gesang Martohartono, Terima Kasih untuk Karya-karyamu… Selamat Jalan Ibu Hasri Ainun Habibie, Terima kasih untuk suri teladanmu…

Menutup Impian www.binamargabadung.com

6

Category : tentang KHayaLan, tentang PeKerJaan

Cita-cita yang mulia kadang harus berhenti di tengah jalan karena ketiadaan dukungan berbagai pihak yang sangat diharapkan. Kurang lebih demikian satu pemikiran yang terlintas dikepala ketika menghubungi dua tokoh sentral yang berperan penting dalam proses kelahiran www.binamargabadung.comBung Hendra W Saputro selaku pemilik Hosting BaliOrange yang merupakan sponsor utama pengadaan domain dan jasa hosting alamat tersebut dan Bapak I Made Aryawan seorang senior saya di Pemerintah Daerah Badung yang kerap memberikan support dan dorongan untuk tetap mempertahankan alamat tersebut.

Menutup Impian www.binamargabadung.com adalah keputusan paling akhir yang saya ambil ketika semua kesempatan yang saya coba ternyata menemui jalan buntu. Cita-cita untuk membuka lembaran baru e-Government dengan terpaksa dikubur dalam-dalam. Alasan paling mendasar adalah belum ada regulasi atau kebijakan yang dapat digunakan untuk mempertahankan, mengelola dan memelihara Sistem Informasi Jalan Raya Kabupaten tersebut.

Setahun lalu lewat Thesis yang telah direncanakan secara matang www.binamargabadung.com lahir ditengah kroditnya pengaturan waktu antara menyelesaikan pekerjaan kantor sebagai abdi negara yang baik, menemani tumbuh kembang MiRah GayatriDewi putri kecil kami, bersikap dan berperilaku sebagai suami dan calon kepala keluarga yang baru plus beban dan tanggung jawab serta tuntutan yang diemban untuk bisa menyelesaikan kuliah Pasca Sarjana tepat pada waktunya. Alasannya apa lagi kalau bukan soal biaya.

Bersyukur kelahiran www.binamargabadung.com saat itu didukung penuh oleh kedua senior saya diatas termasuk pula atasan yang saat itu sangat antusias dengan teknologi Informasi dan Transparansi. Berbekal pengetahuan yang seadanya dan pengalaman sebagai seorang BLoGGer, mesin WordPress menjadi awal dari segalanya. Ide, pemikiran dan penerjemahan dalam bentuk bahasa program dibantu pula oleh Mas Arip Yulianto selaku Mentor yang ditunjuk untuk membimbing ditambah bala bantuan siap tempur BaliOrange. Sungguh, semua itu tak bisa dinilai dengan rupiah.

www.binamargabadung.com pada akhirnya mampu mengantarkan saya untuk meraih identitas akhir sebagai syarat sebuah perjuangan yang panjang…

Pada perjalanannya www.binamargabadung.com pasca pendidikan malah terkatung-katung tak jelas. Memanggul beban institusi seorang diri tentu bukanlah satu keputusan yang bijaksana. Apalagi banyak pertanyaan yang harus segera dijawab dan ditindaklanjuti namun tidak jua mendapatkan hasil yang pasti. Belum lagi soal pembiayaan dan tentu saja personil pengelolanya. Maka dengan berat hati keputusan akhirpun diambil.

PanDe Baik dengan resmi menutupwww.binamargabadung.com bertepatan dengan Hari Raya Galungan kemarin dan memohon maaf kepada semua pihak yang telah banyak membantu proses sedari kelahiran hingga tercapainya sebuah cita-cita dan juga kepada mereka yang barangkali berharap banyak akan transparansi informasi yang dimiliki oleh sebuah Pemerintah Daerah.

Akhir cerita, Terima Kasih saya ucapkan untuk Rekan-rekan semua dan berharap apa yang telah dirintis sejak awal tidak akan berakhir begitu saja. Semoga Impian yang terkubur ini satu saat bisa bangkit dan hidup kembali. Salam dari Pusat Kota Denpasar.

Waspadai (juga) (replika) BlackBerry 9700 ONYX

20

Category : tentang TeKnoLoGi

Seorang kerabat disela obrolan siang hari sabtu kemarin menyodorkan sebuah handset berkeypad QWERTY yang tampak familiar sambil meminta tolong untuk disuntikkan aplikasi BBM agar ia bisa melakukan chatting dengan rekan-rekannya. Sekedar informasi bagi yang belum tahu bahwa aplikasi BBM (BlackBerry Messenger) merupakan aplikasi andalan milik sebuah brand ternama BlackBerry yang dapat digunakan untuk chat sesama pengguna BlackBerry.

Wah Edan ni orang, bathin saya saat itu. Rupanya si teman menyodorkan handset BlackBerry seri terakhir yang punya navigasi TrackPad dan berkeypad ala seri Bold, apalagi kalo bukan BlackBerry 9700 Onyx. Sayangnya keberadaan logo brand BlackBerry yang tampak dibawah layar makin menguatkan dugaan (bahwa ada apa-apa dengan ni handset karena sepengetahuan saya logo brand BlackBerry selalu diletakkan diatas layar).

Masih dalam pikiran yang kebingungan sayapun mencoba mengeksplorasi jeroan fitur yang ada didalam ponsel, mulai mencari keberadaan aplikasi BBM yang secara default saya yakin pasti ada jika itu beneran BlackBerry, fitur WiFi, fitur Web Browser, Pengaturan dan Kamera. Rupanya dugaan saya benar, ini ponsel China yang menembak desain Onyx secara vulgar (bahkan sampai berani mencantumkan logo brand BlackBerry dibawah layar). Karena bagaimanapun pintarnya ponsel China dalam hal meniru ada beberapa hal yang terkadang menguatkan image mereka.

Jenis Font atau tulisan rata-rata seragam demikian pula dengan fitur Browser yang digunakan, ciri khas ponsel China banget. Yang membuat saya hampir tertawa adalah Pengaturannya. Jelas-jelas terdapat opsi pengaturan Dual SIM yang dijamin gak bakalan ditemui pada BlackBerry 9700 Onyx. Rupanya si teman hanya ingin menguji pengetahuan saya yang kerap menulis tentang ponsel di BLoG tak terkecuali handset BlackBerry.

Padahal dari pengakuan si teman di awal pertemuan (sambil berbisik dengan mimik muka yang meyakinkan) handset ini ia dapatkan dari pasar gelap dengan harga murah. 1,2 juta. Wah, boleh nih, bathin saya. Demi mengetahui bahwa ni handset tembakan, si teman hanya tertawa ketika saya tebak. Wah, edan ni orang…

Meski demikian ada juga yang patut saya acungi jempol yakni keberadaan Wifi dan resolusi kamera 5 MP. Bandingkan dengan BlackBerry 9700 Onyx yang hanya 3,2 MP. Lebih edan lagi, ternyata diatas layar disematkan pula lensa kamera yang rupanya beresolusi sama. Wah… makin jelas bukan Onyx. Saya meyakini hal itu ketika mencoba dan melihat secara langsung hasil jepretan baik yang menggunakan kamera belakang dan kamera depan. Fitur navigasi TrackPad-nya juga beneran bisa digunakan, baik untuk menggeser menu, bahkan sebagai tombol eksekusi. Agak sensitif namun Mantap.

Yang makin mengasyikkan, ni ponsel sudah dipersiapkan dengan beberapa aplikasi launcher tambahan khas dunia maya seperti FaceBook, Twitter, Opera, Yahoo Messenger, Google Talk, Yahoo Search dan Google Search. Komplit dah. Hanya saja ketika saya coba membuka salah satunya, baru ketahuan kalau ni ponsel belum bisa terhubung dengan dunia maya lantaran belum melakukan pengaturan GPRS yang seingat saya memerlukan dua langkah penting khas ponsel China. Anehnya terdapat peringatan bahwa ponsel kekurangan memory internal untuk bisa menjalankan aplikasi.

Trus bagaimana caranya si teman yang berdasarkan pengakuannya sempat melakukan chatting bareng kakaknya yang berada di luar Bali sementara akses Internet belum terkoneksi ? menggunakan IMICHAT, satu fitur chatting andalan ponsel yang sifatnya kurang lebih sama dengan aplikasi BBM. Bisa melakukan chatting apabila memiliki handset yang sama juga. Wah…

Secara visual memang tidak banyak terlihat perbedaannya kecuali memang paham benar ciri khas BlackBerry secara fisik antara lain penempatan posisi logo brand yang hampir selalu diatas layar juga lekuk bodi yang juga khas secara visual. Tapi overall, ni handset tinggal menyamarkan chasing belakangnya dan yakin banget gak kalah dalam bergaya didepan banyak orang. Hehehe…

Waspadai (replika) iPhone 3G 16GB

30

Category : tentang TeKnoLoGi

Pagi hari, saat masih berkantor di gedung lama Jl. Beliton No. 1 Denpasar, saya dihubungi seorang Rekan kantor yang meminta bantuan untuk menyalakan handset iPhone milik atasannya. Si Rekan mengatakan sudah putus asa mencoba. iPhone ? wah… mau banget, bathin saya saat itu.

Langsung di ruangan sang atasan, penampilan pertama handset iPhone yang disodorkan begitu menggoda. Mulus dan Maknyus. Hehehe… tapi kening mulai berkerut ketika saya mulai mencoba menyalakannya. Bagaimana tidak, satu-satunya tombol yang berfungsi sebagai Home rupanya tidak berada pada tempatnya. Ceruk yang terdapat pada bagian bawah layar iPhone hanya menyajikan gambar tombolnya saja. Wah, alamat apa nih ?

Iseng-iseng saya bertanya ‘boleh liat kotak kemasan iPhone-nya Pak ?’

Disodorkanlah saya sekotak kecil penuh perlengkapan mencakup Charger putih, Stylus (yang bener ???) dan Batere (apa ???). Kecurigaan saya mulai muncul dan bertanya sekali lagi ‘kira”harga yang dikasihkan, berapaan Pak ?’ ‘dua juta sekian’ kata sang atasan. Murah amat ? bathin saya.

Berbekal sedikit pengetahuan tentang iPhone, sayapun memberikan penjelasan kepada sang atasan yang meliputi keraguan saya akan keaslian iPhone yang dibeli ini. Indikasinya adalah iPhone tidak dibekali dengan Stylus karena handset iPhone merupakan type ponsel pintar yang mampu merespon sentuhan jari manusia sebagai input utama pada layar sentuhnya. Indikasi kedua tentu saja keberadaan Batere-nya, karena salah satu kelemahan iPhone adalah sulitnya pengguna untuk mengganti batere atau dengan membuka cover belakang handset.

Seijin sang atasan ni handset diperbolehkan untuk dibawa untuk dioprek, kira-kira bisa dinyalakan gak ya ?

Setelah bertanya pada Mbah Google akhirnya semua pertanyaan saya terjawab sudah. iPhone dua jutaan yang penjualannya dibekali dengan Stylus dan Batere adalah replika iPhone buatan China yang memang secara bentuk dan tampilan Menu-nya meniru abis iPhone versi aslinya. Untuk membuka back cover bisa digunakan dua buah pinset kecil yang saya ganti dengan clip kantor. Caranya mirip-mirip dengan membuka back cover ponsel Nokia seri Low End.

…dan setelah sedikit berkeringat, back cover handset ‘iPhone’ ini berhasil jua saya buka. Benar saja, niy batere handset belum terpasang, pantas saja kalo si Rekan sampe putus asa nyoba menyalakannya. Hehehe… Setelah mengabadikan langkah-langkah diatas dalam bentuk beberapa foto lewat kamera ponsel Nokia 6275i CDMA, ni ‘iPhone’ saya pasangkan kembali back covernya dan mulai di-charge dan lanjut dengan menekan ‘tombol joystick’nya agak lama. Samar-samar tampilan Menunya mulai terlihat.

Lagi-lagi kalo dilihat dari jauh apalagi dengan membuka kacamata minus saya ini, tampilan Menu yang tampak pada layar benar-benar maknyus seperti kesan penampilan pertama diatas tadi. Namun ketika saya perhatikan dengan tambahan kacamata, ni ‘iPhone’ baru keliatan khas China-nya. Icon Menu yang ditampilkan tidak sehalus mulus iPhone original dan respon perpindahan antar Menu juga tidak begitu bagus, perlu jeda 1-2 detik untuk menunggu.

Yang namanya tiruan China, ni ‘iPhone’ gak Cuma mulus dari tampilan luarnya saja, apalagi pada back covernya terpampang jelas logo ‘buah Apel macegut’ plus tulisan ‘3G 16 GB’. Waaaahhh… Mantaaap punya. Dari segi tampilan Menu, perpindahan antar Menu hingga proses tampilan aplikasinya pun berhasil ditiru dengan baik. Salah satu ke-khas-an iPhone yang saya ketahui saat menjajal iPhone beberapa waktu lalu adalah penggunaan fitur kamera-nya yang sama plek dengan percobaan yang saya lakukan pada ‘replika iPhone’ ini.

Masih gak puas juga saat menjajal ‘iPhone’ ini, saya memutuskan membuka kembali back cover dan memastikan bahwa apa yang saya lihat pada tampilan Menu memang benar adanya. ‘iPhone’ ini mengadopsi 2 (dua) kartu dengan frekuensi GSM. Khas ponsel China banget. Sejak kapan siy iPhone bisa dual GSM dan sama-sama ON ?

Pantas saja kalo harganya bisa murah banget didapatkan. Waaaahh… kasihan juga nih si atasan. Hehehe…

Keberhasilan misi untuk menyalakan ponsel ‘iPhone’ ini mengingatkan saya pada seorang Rekan kuliah yang tempo hari sempat wisuda bareng, Made Kariyana. Kalo gak salah saat wisuda berlangsung yang bersangkutan sempat memamerkan ‘iPhone’-nya yang dual GSM ini. Katanya, lumayan-lah kalo Cuma buat nampang atau mejeng. Yang penting jangan pernah perlihatkan lama-lama didepan orang lain, jangan pernah dipinjamkan dan tentu saja jangan gunakan Stylus. Yakin banget, dengan menggunakan ni ‘iPhone’, gengsi dijamin bakalan meroket Bro. Tips yang sangat bagus menurut saya. Hihihi…

Rame-Rame Migrasi ke BLackBerry

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebelumnya jangan terjebak dulu dengan judul tulisan diatas, padahal baru beberapa waktu lalu saya menurunkan tulisan ‘belum tertarik dengan ponsel qwerty’ eh kok ini sudah mau bermigrasi… ?

Tulisan ini sebenarnya saya dedikasikan kepada Rekan-rekan saya baik itu sesama alumni SMAN 6 Denpasar maupun rekan kantor yang kini sudah mulai rame (akan dan sudah) bermigrasi ke ponsel BlackBerry dan berancang-ancang melego ponsel jadulnya. Bagi saya, Surprise tentu saja.

Bagaimana tidak, seingat saya dari beberapa Rekan yang bermigrasi tersebut dahulunya begitu anti untuk terkoneksi dengan dunia maya melalui layar ponsel. Berbagai alasan mereka kemukakan. Dari layar ponsel yang kecil dan gak puas, biaya koneksi yang mahal, cara pengaturan yang ribet (mereka belum pernah baca www.pandebaik.com kali ya ?)  hingga memang enggan menerima perkembangan sebuah kemajuan teknologi baru dunia ini. Sebagian lainnya malah menganggap bahwa bermigrasi ke handset BlackBerry cuma untuk buang-buang uang saja, diperlukan dana minimal angka jutaan untuk membeli handset dan ratusan ribu perbulannya untuk layanan unlimited. Ada juga yang memang menganggap FaceBook (sebagai salah satu daya tarik jualan ponsel qwerty termasuk BB) itu gak bener dan cenderung menyesatkan. Well, kini mereka telah berubah.

Perubahan ini tidak begitu saja terjadi, tapi rata-rata melalui pemahaman secara lisan, sms, email, chat hingga pesan message FaceBook dengan PanDe Baik (tuing tuing…) yang mereka anggap jauh lebih mampu memecahkan kesulitan dalam bahasa yang mudah dimengerti. Bersyukur pula kalo pada akhirnya penjelasan yang saya berikan dapat memberikan nilai positif, salah satunya ya ber-Migrasi ke handset BlackBerry ini.

Menyikapi hal tersebut, PanDe Baik menyarankan tulisan 7 Pertimbangan Utama dalam Memilih BlackBerry sebagai referensi bagi yang belum membeli handset dan masih memilah milih mana yang sepantasnya dimiliki. Sebisa mungkin ya beli baru, bukan handset second. Selain untuk meyakinkan bahwa PIN (sebagai nyawa handset BlackBerry) tidak akan menemui masalah atau kendala berarti (suspend atau cloning), beli baru bisa berarti adanya jaminan apabila terjadi satu dan lain hal pada handset ketika dipelajari. Memang harganya jauh lebih mahal, namun sebagai pengguna awam saya rasa faktor keamanan dan kenyamanan jadi faktor paling utama yang mutlak dimiliki. Toh BlackBerry sudah mengeluarkan seri 8520 Gemini dengan harga yang terjangkau.

Bagaimana ? mau ikutan Migrasi ke BlackBerry ?

* * *

NB : kalo saya sih cukup memanfaatkan BLackBerry hanya untuk ‘update status saja deh. Hihihi…