Selamat Tinggal Masa Lalu, Selamat Datang Hari Baru

30

Category : tentang KHayaLan

…akhirnya sampai juga kita semua jelang hari-hari terakhir di tahun 2009, tahun dimana Indonesia sepertinya masih harus mawas diri, bercermin dan bersiap dengan penuh perjuangan untuk menjadi lebih baik lagi. Banyak hal yang terjadi di tahun ini.

Bencana alam Gempa Situ Gintung hingga Sumbar, perseteruan ‘Cicak vs Buaya’ dimana masyarakat Indonesia seakan terbelah tiga, berpihak pada institusi Polri plus Jaksa, berpihak pada KPK dan pihak yang tidak mau tahu atau ga’ikut-ikut, People Power yang akhirnya mendukung keadilan bagi seorang Prita Mulyasari dengan koin hingga berjumlah 615 juta rupiah, heboh penarikan buku Gurita Cikeas karya George Junus Adjintoro hingga kematian tokoh-tokoh yang punya andil secara nasional, Mbah Surip, WS Rendra dan juga yang terakhir Presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur.

Perubahan adalah salah satu hal terpenting yang terjadi ditahun ini, entah bagi Indonesia secara luas maupun saya pribadi secara personal. Perubahan secara luas atau nasional ditandai dengan gelaran Pilpres dan pileg yang nuansanya sama saja dengan sebelumnya, masih mengumbar janji tak jelas dan money money money. Sedang Perubahan secara personal adalah keberhasilan saya melewati studi pasca sarjana dengan status Terbaik dan juga perubahan wajah blog menjadi jauh lebih sederhana. Hehehe…

Memanasnya hubungan Indonesia dengan negara tetangga Malaysia juga tak luput mencuri perhatian segenap penjuru tanah air. Entah disengaja atau tidak, iklan kunjungan ke negara tetangga kita ini mengklaim banyak budaya dan warisan leluhur yang dimiliki bangsa ini. Tari Pendet hingga Batik yang pada akhirnya diakui ditingkat dunia oleh Unesco.

Facebook dan BlackBerry adalah dua kemajuan teknologi informasi yang paling berperan besar di negara ini. Ketenaran Facebook sebagai salah satu jejaring sosial di dunia maya bahkan mampu menjatuhkan pendahulunya Friendster apalagi kalo bukan gara-gara kampanye yang dilakukan oleh presiden Barrack Obama beberapa waktu lalu. Demikian halnya dengan Blackberry, ponsel pintar dari Kanada ini nyatanya mampu membuat jutaan konsumen Indonesia untuk berpaling pada ponsel gembul berkeypad QWERTY ini entah dari brand resmi dan berharga mahal atau dari vendor lokal China yang kurang dari sejutaan.

Masih banyak lagi momen, kejadian suka (diantaranya Temu kangen alumni SMAN 6 Denpasar) dan duka yang terjadi pada tahun 2009 ini. Yang barangkali masih perlu dibenahi dan menjadi PR bagi negara dan siapapun yang hidup dinegeri ini… Pada akhirnya pandebaik.com mengucapkan ‘Selamat Tinggal Masa Lalu dan Selamat Datang Hari Baru’. Demikian pula untuk Anda. Terima Kasih sudah berkenan berkunjungi kemari…

Salam dari Pusat Kota DenPasar.


Menjajal Blackberry Device Simulator serasa punya Blackberry beneran

36

Category : tentang TeKnoLoGi

Pengen punya Blackberry terkini atau pengen punya Blackberry dari semua tipe seri yang pernah dirilis tapi minim dana ? gampang. Hehehe… Modalnya Cuma satu, koneksi internet.

Dalam situs web resminya BlackBerry, Research In Motion (RIM) selaku pengembang sistem operasi yang digunakan oleh ponsel pintar BlackBerry memperkenalkan aplikasi BlackBerry Device Simulator. Aplikasi ini sebenarnya diperuntukkan bagi mereka yang merasa mampu mengembangkan aplikasi tambahan untuk disuntikkan kedalam ponsel BlackBerry sehingga dapat menambah berbagai fungsi tertentu.

Adapun aplikasi ini dibagi berdasarkan versi sistem operasi yang pernah dirilis dan digunakan dalam setiap seri BlackBerry. Misalkan versi 4.6.1 BlackBerry Bold dan Javelin atau versi 5.0 BlacBerry Storm CDMA. Ada juga simulator yang khusus dapat digunakan untuk Email dan MDS Service.

Bagi pengguna awam aplikasi BlackBerry Device Simulator ini dapat digunakan untuk mengenal dan mendalami isi jeroan sistem operasi bawaan. Entah itu untuk pemakaian standar (komunikasi, sms atau email), customize (penggantian wallpaper, thema, dering), advanced (setting push email, messenger) dan hal-hal yang barangkali luput dari perhatian seperti Status (melihat data pemakaian handset apakah tergolong barang baru atau second) atau mencari tahu nomor PIN handset. Banyaknya hal yang dapat dilakukan pada aplikasi ini membuat pengguna serasa punya BlackBerry beneran, dalam berbagai seri pula.

Saya mencoba mengunduh dua versi sistem operasi diatas sekedar untuk mengetahui daleman sistem operasi yang digunakan untuk nantinya saya bandingkan dengan sistem operasi yang digunakan ponsel lainnya seperti Symbian, iPhone atau Windows Mobile. Hasilnya sangat mengagumkan. Apa yang saya harapkan sesuai dengan apa yang didapatkan.

Aplikasi ini memiliki interface yang sama satu sama lainnya namun menggunakan tampilan handset yang berbeda, tergantung pada pilihan yang diambil dari masing-masing versi sistem operasi. Untuk versi 4.6.1 saya memilih yang dipergunakan oleh Bold untuk wilayah Asia Timur dan versi 5.0 BlackBerry Storm CDMA (bisa dilihat dari jaringan yang digunakan yaitu EVDO-versi 3G nya CDMA).

Sedari awal penggunaan aplikasi, pengguna disuguhkan tampilan ala handset dalam arti sesungguhnya. Ada waktu start-up hingga tampilan stabil dan dapat digunakan, ada saatnya handset mematikan layar secara perlahan apabila aplikasi tidak digunakan dalam waktu tertentu atau ada juga fungsi Reset untuk me-restart ulang handset.

Untuk operasional, fungsi Trackball dapat digantikan dengan menggunakan mouse sedangkan keypad QWERTY digantikan oleh Keyboard, bisa juga dengan cara menekan tampilan keypad secara langsung. Semua tombol yang ditampilkan dalam interface aplikasi bukanlah hanya sekedar hiasan, namun dapat berfungsi normal. Tombol Menu ketika diklik sekali dari layar awal (today) akan mengakses tampilan Menu secara penuh. Ketika tombol yang sama diklik kembali, akan memunculkan pilihan (softkey) dari tampilan yang sedang aktif. Sebaliknya ketika tombol diklik dan ditahan beberapa saat, layar akan menampilkan ‘switch application atau aplikasi yang terbuka seperti halnya tombol Menu pada ponsel Symbian.

Seperti yang saya katakan tadi bahwa pengguna serasa memiliki BlackBerry beneran, dibuktikan dengan akses menu hingga pengaturan handset entah itu tampilan, tema, nada dering, email, owner dan lain sebagainya. Semua menu dapat diakses dengan baik tanpa cela. Hanya saja aplikasi ini tidak dapat digunakan untuk fungsi yang memanfaatkan jaringan seperti komunikasi data atau voice, sms, email hingga browser. Mengecewakan ? hehehe…

Dalam mendukung fungsi aplikasi sesungguhnya, pihak RIM menyediakan opsi untuk mencoba aplikasi yang dikembangkan oleh masing-masing pengguna dalam handset yang diinginkan, apakah bisa berjalan dengan baik ataukah masih ada kekurangan yang harus disempurnakan.

Bagi yang berminat mencobanya dapat mengunduh aplikasi yang dimaksud melalui alamat berikut :

BlackBerry Device Simulators

Pertama Pengguna disuguhkan menu dropdown, memilih versi sistem operasi mana yang diinginkan, kemudian dilanjutkan dengan memilih seri handset yang mempergunakan sistem operasi tersebut dan terakhir diwajibkan untuk meregistrasi data pengguna sebelum mendapatkan halaman pengunduhan file.

Untuk besaran file instalasinya, sistem operasi versi 4.6.1 yang digunakan oleh BlackBerry Bold Asia Timur mencapai 78,5 MB sedangkan versi 5.0 yang digunakan oleh BlackBerry Storm CDMA mencapai 90,3 MB.


Ha Pe Ku Donk

7

Category : tentang Buah Hati

Lahir dan besar dijaman berkembangnya teknologi ponsel ikut serta menjadi faktor penyebab MiRah GayatriDewi, putri kecil kami latah berakting seakan sedang menelepon kakek neneknya yang tinggal di Canggu. Hampir setiap hari disela waktunya bermain, MiRah kedapatan bicara sendiri sambil memegang sebuah ponsel layaknya sedang menelepon. Entah siapa yang memulai yang pasti si kakek kerap mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel miliknya.

‘Ha Pe Ku Donk…’ pinta MiRah tiap kali ingin menelepon. Mungkin ia menirukan kata-kata beberapa sepupunya atau bisa juga setelah mengamati perilaku kami. Maka meluncurlah kata-kata dalam bahasa ala MiRah yang cadel… bertanya dan menjawab sendirinya. Imajinasinya tinggi. Hehehe…

‘dah aem ? dah… dah andi ? dah… aem pa ? bek ayam, bek telong, bek u ah u ah… kak andu ? bobo… nik andu ? alan-alan… ati-ati yaaaa…’

Nokia 3315 milik si kakek yang kebetulan pecah lcd-nya menjadi ponsel kebanggaan MiRah, gak ada yang boleh menggunakannya. Saat main, tu ponsel pasti dibawa kemana-mana, langsung beraksi kapanpun ia mau. Percaya atau tidak, MiRah mampu berakting tergantung dengan siapa ia ‘berbicara’.

Kalo obrolan diatas itu berlaku saat ‘menghubungi’ kakek neneknya yang di Canggu, berbeda kalo ia terlihat ‘menghubungi’ ibunya. ‘bu, ndak puyang ? ibuk ya ? ibu iyah pinteng manting ya ?’ atau pas ia lagi bercerita tentang kucing kecil ‘bapak mionk ibu mionk alan-alan alun-alun…’

Hehehe… Bisaaaa aja…


Berbagi Kisah Masa Lalu

19

Category : tentang KuLiah

Empat belas tahun lamanya kami berpisah, menjalani pilihan masing-masing hingga kini dalam satu kesempatan bersua kembali tanpa ada batasan lagi. Lima kelas tiga jurusan ilmu memang belum dapat kami temukan semuanya, namun setidaknya sudah ada perwakilan dari masing-masing bidang yang berkenan hadir. Satu kebetulan yang sangat luar biasa. Tak sampai seminggu sejak ide itu dilontarkan, nyatanya dapat direspon secara cepat. Dua puluh dua orang berkumpul dalam satu ruangan yang dikelilingi kaca tipis, menciptakan suasana bak pasar pindahan apalagi meja yang sudah sedemikian rupa diatur dengan rapi mendadak berubah selayaknya kamilah sang penguasa disana. Temu Kangen itu mampu kami wujudkan meski masih banyak kekurangannya.

Berbagi kabar, barangkali hanya itu yang sempat terlintas dibenak kami sebelumnya. Satu konsep acara tipikal dadakan tanpa persiapan matang. Harapannya tentu saja minimal kami mampu mematahkan masa yang sekian lama memisahkan kami, untuk kemudian beralih merencanakan satu event berskala lebih besar. Reuni satu angkatan masa SMA.

Satu persatu teman bermunculan kami sambut dengan wajah sumringah. Rasa kangen itu seakan tumpah walaupun secara pribadi tidak begitu besar dirasakan. Karena walaupun kami terpisah begitu lama, hubungan silaturahmi tetap terjalin. Beberapa dari kami bahkan masih sempat saling memberikan undangan saat pernikahan dilaksanakan.

Tawa canda kami saling bersahutan ketika seorang kawan memperlihatkan foto masa lalu kami, saat dimana kami tak dipusingkan oleh harga-harga ataupun kondisi politik negeri ini. Berusaha untuk saling melengkapi cerita kapan dimana dan siapa yang digambarkan dalam foto tersebut, nyatanya ada banyak cerita lain yang mengiringinya. Benar kata orang, sebuah foto mampu mengisahkan banyak hal, kata, tawa canda derita yang terekam dalam benak dan ingatan tak lekang oleh waktu.

Nama-nama yang dahulu kami kenal mulai disebut, kendatipun tak tampak hadir namun wajah, tawa dan keceriaan yang terbayang rasanya baru terjadi kemarin saja. Mengutip komentar seorang kawan, rasanya baru kemarin kami masih menjadi dua anak culun yang berangkat sekolah bareng setiap pagi, kini telah berubah menjadi dua bapak dengan putra putri kecil nan lucu.

Masa SMA adalah masa remaja yang tak terlupakan, terutama bagi mereka yang sedang dilanda mabuk cinta. Indahnya masa pacaran, saling mengagumi menjadi bahan candaan kami sepanjang acara berlangsung. Ada yang langsung terdiam begitu bersua sang (mantan) pujaan hati, first love sedari masa SMP hingga SMA yang begitu diharapkan bisa bersua kembali karena selama ini hanya dapat terwujud dalam mimpi. Ada juga yang asyik duduk semeja, satu potret yang lumrah terjadi, kisah dimana masa lalu hanyalah sekedar sebuah masa yang patut dikenang bukan dirajut kembali. Karena salah satu dari mereka kini telah berkeluarga.

Sejenak kami melupakan waktu, melupakan keluarga yang barangkali dengan penuh harap menanti dirumah. Namun kisah masa lalu terus bergulir hingga kami saling mengetahui beberapa cerita naas yang dialami sejumlah teman. Meninggal karena kecelakaan hingga lupa dengan siapa dirinya menjadi satu berita miris yang terdengar ditelinga. Membuatku makin bersyukur dengan apa yang kumiliki hingga hari ini.

Kalian, teman masa remajaku, teman yang sejatinya kuharapkan mampu menghapus semua beban dimasa lalu, yang barangkali masih menyisakan luka atas perbuatanku yang naif dan arogan. Senang bersua kalian lagi. Hari ini esok dan seterusnya semoga kita bersama mampu mewujudkan mimpi pada almamater yang kita cintai. SMAN 6 Denpasar…


…dibalik Temu Kangen itu…

12

Category : tentang KuLiah

Leganya… bathin saya sepulang dari ‘Temu Kangen Alumni SMAN 6 Denpasar Angkatan 1992’ @D’COZ 25 Desember malam kmaren. Lega karena ternyata acara dadakan yang tidak direncanakan dengan matang ini dapat berjalan dengan baik walaupun ada beberapa hal yang cukup membuat kami khawatir sesaat sebelumnya. Kehadiran 22 orang bukanlah jumlah yang sedikit karena bayangan saya sebelumnya malah gak bakalan sampe 10 orang yang berkenan meluangkan waktu.

Kurang dari seminggu. Gila gak ya ? ide ini dilontarkan oleh seorang teman kami, Preniti Suseni yang saat acara digelar malah berhalangan hadir, via chatting lewat media jejaring sosial FaceBook. Awalnya saya ragu, bisa gak kami ngumpul lagi setelah 14 tahun berpisah, apalagi masing-masing dah punya kesibukan kerja dan keluarga yang artinya waktu luang adalah hal yang paling sulit untuk diseragamkan. Tapi bersyukur atas dorongan dan dukungan beberapa teman lainnya, seorang teman yang dulunya beda jurusan bahkan sebelumnya gak pernah bertegur sapa dengan sukarela mau-mau saja kami daulat sebagai ketua panitianya. Thanks ya Sari.

Maka kamipun merancang sebuah acara ngumpul bareng dalam skala kecil yang sebenarnya diperuntukkan bagi mereka yang terdeteksi berada di FaceBook dan masih berdomisili di Bali. Bulan Januari menjadi ancer-ancer awalnya. Namun kembali pada pertimbangan saya sebelumnya, apa ga sebaiknya mencari waktu liburan resmi kisaran tanggal 25-31 Desember, dengan alasan semakin lama waktu yang direncanakan biasanya bakalan semakin molor dan akhirnya malah gak jadi. Seorang teman lantas mengusulkan tanggal 25 Desember yang kemudian disepakati bersama lewat sebuah pesan lagi-lagi melalui media FaceBook.

Pencarian tempat pertemuan bagaikan sebuah bumerang yang begitu dilemparkan malah bisa berbalik lagi alias makin bingung menentukannya. D’COZ dipilih lantaran memiliki jumlah makanan dan harga yang jauh lebih variatif ketimbang tempat makan lainnya. Bahkan yang murahpun ada. Dalam pelaksanaannya apa yang saya bayangkan malah jauh, lantaran permakluman yang sebelumnya sudah disepakati perihal urunan atau ‘membayar sendiri makan yang dipesan gak berjalan semestinya. Ini bisa dimaklumi, karena beberapa orang dari kami yang hadir masih berada pada tingkat ‘ketidakjelasan status penghasilan’ tapi bisa juga karena ketidaktahuan akan permakluman tersebut sebelumnya. Bersyukur seorang teman yang kini bekerja di sebuah Bank lokal, bersedia menalangi kekurangan biayanya. Thanks ya Bayu.

Acara ‘Temu Kangen’ ini gak bakalan bisa berlangsung dengan baik tanpa peran besar dari ibu ketupat Sari Herawati dan Yuli Yulistiowati yang dengan gencar melakukan lobi dan pemesanan tempat dilokasi. Malah pas H-1 Sari sempat berkabar bahwa pihak D’COZ tidak dapat meluluskan permintaan kami akan pemesanan tempat lantaran tingkat kunjungan pada hari sebelumnya melonjak drastis. Rencana pun diubah, diharapkan kami dapat datang lebih awal atau satu dua orang bersedia menunggui meja sejak sore. Kenyataannya malah mereka berdualah yang datang lebih awal. ckckck… Salute untuk kegigihannya merancang pertemuan ini. Thanks untuk rasa tanggung jawab kalian Girls.

Sebagaimana biasanya sebuah pertemuan dadakan, hal yang paling kami khawatirkan sejak awal adalah jumlah kehadiran rekan yang tidak sesuai dengan daftar konfirmasinya. Dari 30-an orang yang positif mengkonfirmasi kehadiran mereka melalui Sari, saya yakin hanya setengahnya yang memenuhi konfirmasi tersebut. Sisanya datang lantaran dihubungi last minute, termasuk kedatangan orang-orang yang kemudian mengakibatkan saltingnya kedua ibu kita tadi. Hehehe… Ceritanya nanti saja ya.

Berhubung mepetnya waktu sedari idea dilontarkan dengan pelaksanaannya, maka konsep selama berlangsungnya acara praktis hanya sekedar berbagi kabar dan makan bersama. Ide untuk berbagi kisah dan pengalaman dari masing-masing Rekan yang hadir tampaknya masih harus dipendam jauh-jauh mengingat masih ada yang bersikap layaknya tipikal anak SMA. Malu-malu untuk menyampaikan isi hatinya. hehehe…

Padahal apa yang saya harapkan dari pertemuan kemarin adalah minimal kami bisa mengetahui keberadaan masing-masing (keahlian dan pengalaman) sebagai bahan kegiatan seumpama kelak bisa mewujudkan pertemuan dalam skala besar. Apalagi kalo bukan mencomot tag milik Bali Blogger Community (BBC) ‘Berbagi Tak Pernah Rugi’. Gak ada salahnya kan kalo membagi sedikit pengetahuan yang kita miliki kepada siswa-siswi almamater ? hehehe… namanya juga impian.


Laporan Sementara Temu Kangen Alumni SMAN 6 Denpasar Angkatan 1992

10

Category : tentang KuLiah

Sesuai rencana, D’COZ menjadi saksi sejarah pertemuan pertama ‘Temu Kangen Rekan-rekan Alumni SMAN 6 Denpasar khususnya Angkatan 1992’ setelah 14 tahun  pada tanggal 25 Desember 2009 pukul 7.30 malam. Berikut beberapa laporan singkat sementara yang bisa disampaikan, mungkin untuk yang selengkapnya menyusul besok.

Dari 30-an orang yang mengkonfirmasi kedatangannya kepada ibu ketupat (ketua panitia) Sari Herawati, hanya sekitar 22 orang yang berkenan hadir, itupun beberapa diantaranya tidak termasuk dalam list konfirmasi. Begitu ya Sar ?

  1. Sari Herawati (ketupat) mengajak serta keluarga
  2. pandebaik.com (provokator) hehehe…
  3. Yuli Yulistiowati (seksi sibuk-persiapan tempat, melobi hingga menjaga kelangsungan acara) mengajak serta keluarga
  4. Alit Wisnawa (pembicara) he…
  5. Bayu ‘Frozen’ Sutha (yang menalangi sisa biaya)
  6. Ayu Manik
  7. Prima mengajak serta keluarga
  8. Eko Hariyanto
  9. Nyoman Budiana
  10. Pande Donny
  11. Wayan Wiriana
  12. Budi
  13. Fiffy
  14. Made Yuliarta mengajak serta Istri
  15. Agus ‘Theysee’ Arnawan
  16. Wayan Putrayanna
  17. Komang Sumadi
  18. Rai ‘Poyox
  19. Mulyono
  20. Iddi Harinasutha
  21. Anom
  22. Nyoman ‘Mumun’ Suardika

Perlu diketahui bahwa 18 orang yang saya sebut dibagian awal sudah terdaftar berada di jejaring sosial FaceBook (jadi bagi yang belum nge-add mereka silahkan di-hunting via list teman yang saya miliki), 2 nama terakhir baru nge-add saya barusan. Hehehe… dan sisa 4 orang mengaku belum menjamah ranah teknologi informasi ini, semoga usai acara ini mereka berkenan membuatnya.

Untuk sementara adapun hasil yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut ;

  1. Membentuk satu panitia kecil yang nantinya akan secara periodik berkumpul untuk membicarakan satu rencana yang skalanya lebih besar, Reuni Alumni SMAN 6 Denpasar Angkatan 1992, terdiri dari Koordinator Utama dan koordinator perwakilan tiap kelas.
  2. Koordinator Utama dihandel langsung oleh Alit Wisnawa (dan Anom kalo ga’salah)
  3. Untuk koordinator tiap kelas ditunjuk pandebaik.com (jurusan Fisika), Pande Donny (Biologi 1), Rai’Poyox (Biologi 2), Sari Herawati (Sosial 1) dan siapa satu lagi Lit ? hehehe… gak denger tadi, keasyikan ngobrol. (masih tipikal anak SMA nih…) Fifi ya ? (Sosial 2) mohon dikoreksi kalo salah.
  4. Posko sementara untuk pertemuan offair alias kopdar diarahkan ke rumah Fifi (bukan Fifi Alone-nya Lupus)
  5. Tugas pertama yang harus dijalankan oleh masing-masing koordinator tiap kelas adalah hunting teman satu kelas mereka. Hehehe… Semoga bisa melacak beberapa biji lagi, soale bisa dikatakan 42 persen dari jumlah siswa Jurusan Fisika sudah terdeteksi via FaceBook.

Acara berlangsung seru (terutama bagi mereka yang memiliki kenangan CLBK) ups… gak dipublikasikan loh siapa saja… silahkan melihatnya via list. Hehehe… dan rupanya masih ada yang masih betah nge-jomblo. Hayooo silahkan dikonfirmasi kalo mau dengan teman seangkatan.

Untuk sesi makan-makan, dipesan 3 buah paket @10 orang yang ternyata malah menyisakan banyak makanan, mungkin masih pada sungkan untuk bersikap ala anak SMA yang kalo dulu itu gak bakalan mau mengalah dalam hal makan memakan. Hehehe… pengalaman Studi Wisata, saya pernah ga’kebagian makan soale… Biaya yang dikeluarkan mencapai angka 1,4 juta kalo gak salah (ini pembulattan loh ya) yang kemudian masing-masing Rekan yang hadir diminta urunan sebesar Rp. 50 ribu. Sekurang-kurangnya sisa biaya ditalangi oleh saudara Bayu ‘Frozen’ Sutha yang kini telah menjadi master IT-nya Bank Sinar. Terima Kasih ya Bayu.

Acara sebenarnya berakhir pada pukul 10 malam kurang dikit, namun sebagian dari Rekan yang hadir masih betah bernostalgia di parkiran depan hingga waktu menujukkan pukul (hampir) 11 malam. Untuk mengurangi ‘ketidaknyamanan’ yang kami ciptakan di parkiran ini, dengan terpaksa pihak restauran mematikan dua lampu parkiran yang pada akhirnya membubarkan pertemuan malam ini.

Terima Kasih untuk semua teman-teman yang telah berkenan datang dan hadir, dalam satu sesi dadakan tanpa perencanaan matang ini, apabila ada hal-hal yang salah atau membuat tidak nyaman selama pertemuan berlangsung (termasuk urunan) ya mohon dimaafkan. Senang bertemu kalian semua pada malam yang hebat ini…

Terima Kasih saya sampaikan secara pribadi kepada Ibu Sari Herawati atas waktunya bersama keluarga yang dengan rela mau-mau saja saya pinta begini begitu, kepada Ibu Yuli Yulistiowati bersama keluarga atas lobinya ke pihak D’COZ, memesan hingga menjaga kelangsungan acara sampe saya sendiri gak enak hati nih, kepada Bapak Alit Wisnawa untuk kepemimpinannya yang tak lekang oleh waktu dan tentu saja Bayu ‘Frozen’ Sutha untuk dana talangan malam ini. Tak lupa pihak Restauran D’COZ dan pramusajinya yang barangkali sudah sangat mangkel karena ruangan yang kami gunakan diobrak-abrik demi kelangsungan acara.

Sekian, Terima Kasih. Tapi ngomong-ngomong, laporan sementaranya kok jadi panjang dan lengkap ya ? apa perlu saya tambahkan lagi barangkali ? hihihi…