Absensi Rekan SMA lewat FaceBook

25

Category : tentang KHayaLan, tentang KuLiah

Akhirnya terkabul jua do’a saya pada tulisan beberapa waktu lalu terkait keberadaan rekan-rekan masa SMA yang satu persatu mulai bermunculan lewat jejaring sosial bernama FaceBook. Beberapa hari setelah tulisan tersebut dipublish, saya berusaha menghubungi beberapa teman lewat sms sekiranya mereka berkenan mampir dan membaca tulisan tersebut untuk selanjutnya mulai meretas kenangan melalui FaceBook.

Beragam respon yang saya terima, rata-rata mengatakan gaptek (gagap teknologi) namun berjanji satu saat pasti akan ikut bergabung. Hasilnya tak sampai menunggu lama, saya mendapatkan kabar dari beberapa rekan yang saya undang lewat sms, bahwa mereka kini telah siap dengan akun masing-masing.

Setelah lima Rekan yang telah lebih dulu kedapatan berada dijejaring sosial FaceBook antara lain :

  • Agus Suadnyana
  • Eko Hariyanto
  • Uco Isnaini
  • Artha Wijaya
  • Egga Sanjaya dan
  • (tentu saja) PanDe Baik

mulai berkembang pada orang-orang yang saya pertanyakan pada tulisan kemarin.

  • Agus Desi ‘Ketuk’ Arnawan
  • Ida Bagus Adnyana
  • Wayan ‘Pak Tua’ Wiryana
  • Wayan ‘BisnisMan’ Putrayanna
  • Surya ‘Ajik’ Wisena
  • Komang ‘Bokir’ Budiana
  • Wayan Ariasa dan
  • Agus ‘Cobra’ Wirakusuma.

Plus beberapa teman wanita yang kini sudah pada punya momongan,

  • YuLi YuListiowati
  • Ayu Manik dan yang terakhir bersua,
  • Piet ‘Vitria’ Sinyo.

Dari empat puluh (kalo ga’salah ingat) jumlah siswa yang berada pada kelas III A1 (Fisika), baru tujuh belas orang saja yang terdeteksi hingga hari ini atau baru sebesar 42,5 % saja. Sisanya antara lain

  • Yogi
  • Iddi Harinasutha
  • Wisna ‘Boxer’
  • Prama ‘Bos Genk’
  • Sugiarta ‘Kuning’
  • Suardika ‘B’ Jimbaran
  • Suardika ‘A’ Kedonganan
  • Mulyono
  • Fanny
  • Madek Suastika
  • Mayun Suma Budana
  • Wirya Negara dan
  • rekannya yang dulu tinggal di jalan Trijata (maaf lupa namanya),
  • Suardika Mumun
  • Ketut ‘Gung’ Sudiasa
  • Dwi Sabda
  • Aryawati
  • Indrawati
  • Kristiana
  • Fenny
  • Oka Mastini (dugaan sementara ni anak jadi Anggota DPRD Kota Denpasar)
  • Henny dan
  • Purjani.

He eh… klop 40 orang… atw mungkin masih ada yang kelupaan ? Please tell me… dan kira-kira mereka kini pada kemana ya ? ada yang tahu ?

Gak perlu ponsel secanggih Blackberry kalo Cuma buat internetan

58

Category : tentang TeKnoLoGi

Ponsel QWERTY -demikian mereka menyebutnya- kini telah menjadi trend di negeri ini, gara-garanya apalagi kalo bukan demam Blackberry. Ponsel gembul besutan Canada ini kian hari kian membuat sebagian pengguna ponsel tanah air tergila-gila, dari rentang anak sekolahan, pegawai negeri hingga yang memang benar-benar memerlukannya, para wiraswasta dan bisnisman. Terakhir kabarnya ponsel ini telah merilis seri termurah mereka (dalam kondisi baru loh ya) yang disebut dengan Gemini.

BlackBerry

Kehebohan ini dimarakkan pula oleh para vendor ponsel lokal alias buatan China. Dengan banderol harga sejutaan siapa sih yang gak tertarik untuk memilikinya ? bisa internetan, facebook, chatting ataupun kirim terima email merupakan jargon promosi yang digunakan. Padahal saya yakin banget, tidak semua pemilik dan pengguna ponsel QWERTY ini (entah dari vendor Blackberry ataupun lokal) bakalan menggunakan semua fitur tersebut secara penuh. Lagi-lagi faktor Gengsi yang berbicara.

Beberapa teman bahkan rela melego ponsel lama mereka yang sebetulnya masih sangat layak pakai, milik vendor terkenal, seri N pula, diganti dengan ponsel canada berkeypad QWERTY. Diluar faktor Gengsi, apakah sebegitu perlunya ponsel secanggih Blackberry kalo pemakaiannya hanya untuk sms dan telepon dan sesekali terkoneksi dengan internet ?

Ponsel jadulpun masih bisa kok, asal jeli dan gak malu untuk menggunakannya. Syaratnya cuma satu, mendukung aplikasi Java. Sejauh yang saya coba, ada 3 (tiga) aplikasi berbasis java yang pantas dan layak untuk disuntikkan pada ponsel lama yaitu Morange, Opera Mini dan eBuddy.

Morange adalah sebuah aplikasi berbasis Java yang bersifat All in One. Didalamnya terdapat fitur Push Email, Yahoo Messenger, chat via GTalk, ICQ minus Facebook. Ada juga fitur Browser yang memiliki opsi multi tab namun sayangnya respon yang diberikan terlalu lambat. Akun Morange bisa didaftarkan secara gratis dan dapat digunakan tanpa adanya pungutan biaya. Adapun untuk fitur Push Email bisa menggunakan fasilitas POP3 milik akun Gmail, Yahoo (yang di-switch terlebih dahulu menjadi versi classic) hingga domain pribadi. Untuk lengkapnya, silahkan mampir di dua tulisan saya yang pernah mengeksplorasi fitur milik MoRange, disini dan disini.

Opera Mini merupakan sebuah aplikasi web browser yang dapat digunakan secara gratis, dengan tingkat kompresi tinggi sehingga biaya yang dikenakan untuk aktifitas browsing jauh lebih murah ketimbang browser bawaan ponsel. Kelebihannya adalah mampu menampilkan halaman web secara mobile maupun secara full ala PC. Setiap halaman web yang sering diakses seperti Facebook, Twitter, Tumblr ataupun BLoG dapat ditampilkan pada halaman Utama sebagai Bookmark. Untuk mengaksesnya tinggal menggeser tombol navigasi ponsel atau menekan timbol bintang (*) dan urutan angka yang tercatat pada Bookmark. Password biasanya akan disimpan secara otomatis walaupun koneksi diputuskan.

eBuddy adalah sebuah aplikasi berbasis Java yang memiliki fasilitas khusus chatting, meliputi semua akun komunikasi yang ada, dari Yahoo, Gtalk, MSN, ICQ hingga yang trend belakangan ini, Facebook. eBuddy lebih saya rekomendasikan ketimbang tiga aplikasi lain serupa seperti Nimbuzz, Palringo dan Yeigo. Kelebihannya berada pada kecepatan akses aplikasi untuk menampilkan akun chat teman lain yang online pada saat bersamaan.

Hanya dengan bermodalkan 3 (tiga) aplikasi berbasis Java tadi maka sebuah ponsel lawas sudah siap bersanding dengan ponsel secanggih Blackberry. Dibanding Blackberry memang harus disadari ada 2 (dua) hal yang menjadi faktor kekalahan sebuah ponsel lawas yaitu Gengsi dan ketiadaan keypad QWERTY. Perlu waktu jeda untuk dapat mengetikkan abjad yang berada pada tombol yang sama. Namun apabila kedua kelemahan ponsel lawas tadi bukan lagi menjadi satu masalah besar, kenapa juga harus memaksakan diri membeli sebuah Blackberry kalo Cuma buat internetan ?

Kompetisi Sehat ala NFS UnderCover

12

Category : tentang KHayaLan

Jaman sekarang siy sudah jarang ada yang mau berkompetisi atau bersaing dengan cara sehat dalam usaha mencapai sebuah tujuan, namun jangan khawatir kompetisi macam itu bakalan bisa ditemui pada Games Need For Speed UnderCover (NFS) buatan Electronic Arts.

Ketika menjumpai teknik permainan pada games bergenre balap ini, saya pribadi sempat merasa aneh lantaran games terakhir yang saya mainkan dapat memberikan kebebasan yang kebablasan sepanjang permainan, yaitu Grand Theft Auto. Hal-hal seperti menukar kendaraan dengan seenaknya baik dengan cara mencuri dari parkiran hingga membunuh si pemilik kendaraan, dijamin ga’bakalan bisa ditemui pada NFS. Jalannya permainan kurang lebih sama dengan Midtown Madness buatan Microsoft jaman saya kuliah dulu.

NFS 7

Ada dua opsi cara yang dapat dilakukan sepanjang permainan, berjalan-jalan mengitari kota (tidak mengikuti alur cerita) atau menjalankan misi sesuai pilihan yang tersedia (alur cerita tergantung pada pilihan yang diambil).

Untuk opsi mengitari kota, satu-satunya ‘hiburan’ adalah  menabrak dan menghancurkan benda atau infrastruktur yang berada disepanjang jalan raya namun tidak dapat menjangkau daerah diluar area tersebut seperti halnya GTA. Setiap kali melakukan hal yang merusak, polisi akan bergerak mendekati dan siap menangkap serta menyita sejumlah uang sebagai jaminan pembebasan. Sebaliknya apabila mampu meloloskan diri dari kejaran polisi dengan kemampuan mengendara yang mengagumkan, bersiaplah untuk mendapatkan ‘penghargaan’ berupa peningkatan kemampuan mengemudi, meliputi transmisi, kecakapan penguasaan kendaraan, penambahan nitro hingga peningkatan kualitas ban dan rem.

NFS 9NFS 5

Opsi menjalankan misi merupakan opsi yang wajib diikuti apabila menginginkan perkembangan yang berarti di sepanjang permainan. Untuk itu disediakan beragam pilihan yang bisa diambil seperti ‘Circuit’ yaitu tipe balapan yang diikuti 10 pembalap dengan kendaraan yang sangat keren apabila dibandingkan dengan mobil default yang diberikan (Nissan Silvia S15), ‘Sprint’ yaitu tipe balapan head to head, ‘Cost to State’ yaitu tipe melarikan diri dari kejaran polisi ‘Lose the Cop’ setelah mengancurkan segala sesuatu senilai sekian ribu dollar, ‘Job’ yaitu pekerjaan tambahan untuk mengantarkan sebuah mobil dengan menghindari kejaran polisi, dan ‘CheckPoint’ yaitu berpacu melawan waktu. Untuk opsi ini, apabila sukses melewati tantangan yang dipilih tak hanya ‘penghargaan’ seperti halnya diatas yang didapat tapi juga sejumlah uang yang nantinya dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kendaraan ataupun mengganti kendaraan dengan tipe yang jauh lebih baik. Opsi ini dapat dilihat melalui fitur GPS Maps yang tersedia.

NFS 19

Adapun kriteria untuk mendapatkan ‘penghargaan’ tersebut adalah waktu dominasi sepanjang balapan (berada pada posisi terdepan) dan juga kemampuan mengemudi (tidak menabrak kendaraan lain, pembatas, dsb). Penggantian kendaraan bakalan tergantung pada jumlah uang yang dimiliki, jadi ga’bisa sembarangan membeli. Itupun dari tiga jenis mobil (produksi Amerika, Eropa dan Jepang), beberapa diantaranya berada dalam posisi terkunci (locked) yang nantinya akan terbuka sendirinya ketika uang yang dimiliki berada diatas harga mobil tersebut.

Ada beberapa trik legal yang dapat dilakukan untuk menghadang laju kejaran polisi ataupun pembalap lain yang berada jauh dibelakang, yaitu menabrakkan kendaraan pada tanda segitiga oranye yang terdapat pada titik-titik ruas jalan tertentu. Pada tanda tersebut biasanya akan terdapat benda-benda yang ketika terjatuh, akan mampu menghalangi laju kendaraan lainnya. Bisa berupa pipa besi panjang, papan reklame, atau konstruksi jembatan beton.

NFS 6

Kendati demikian, yang namanya kompetisi atau persaingan secara sehat tetap dikedepankan disepanjang permainan. Tidak seperti games balap mobil umumnya dimana profile pembalap lain adalah sangat sempurna, jarang menabrak satu sama lain, begitu lincah meliuk-liuk disepanjang jalan raya sehingga jarang menabrak pembatas, tidak demikian halnya dengan games NFS ini. Kadang malah terjadi hal-hal yang sangat mencengangkan dimana ketika kendaraan menabrak tanda segitiga oranye yang berada dibawah konstruksi jembatan, mobil yang berada dibelakang akan jauh tertinggal bahkan tak tampak lagi sehingga laju kendaraan lebih dapat dikendalikan. Kestabilan akan sangat tergantung pada kemampuan kendaraan yang dimiliki, apabila diperlukan dapat ditambahkan dengan membayar sejumlah biaya.

Secara keseluruhan bagi saya pribadi games Need For Speed Undercover bisa menjadi penghibur kala senggang, entah itu untuk menyalurkan hobi ngebut dijalan raya yang ga’bakalan bisa dilakukan dalam dunia nyata, bisa juga memicu adrenalin untuk sedikit ketegangan disela rutinitas kerja kantoran. Bisa juga untuk mengobati rasa kangen dengan yang namanya “berkompetisi secara sehat.” Hehehe…

Need For Speed Undercover

21

Category : tentang KHayaLan

Games dengan tipe ‘fisrt person shooter’ boleh jadi terfavorit yang saya mainkan sejak pertama kali mengenal PC, namun kegemaran itu mulai kendur ketika pernikahan saya jalani. Jiwa yang dahulunya meledak-ledak mendadak lembut begitu mendapatkan sentuhan Istri. Hehehe…

Lima tahun berlalu tanpa sekalipun saya berminat dengan games yang dapat memunculkan adrenalin ketitik tertinggi, namun secara kebetulan awal November lalu, atasan saya meminta tolong menginstalasi sebuah games bergenre balap mobil ‘Need For Speed ProStreet’ untuk dimainkan putranya nanti. Tidak ada yang istimewa sebenarnya dari proses instalasi, hanya memerlukan barisan abjad sebagai Serial Number sebelum proses dilakukan. Lantaran saat itu saya disibukkan untuk mempersiapkan diri mengikuti wisuda, games tersebut saya abaikan. Baru pasca wisuda, ada ketertarikan ingin tahu seperti apa sih rupa games tersebut ?
NFS 1

Mendapatkan informasi bahwa NFS ProStreet merupakan rilis game yang agak jeblok dipasaran, sayapun mencari seri yang belakangan dihadirkan NFS Undercover. Games yang sebenarnya dirilis awal tahun 2009 ini kabarnya merupakan usaha untuk mengembalikan kedigjayaan games bergenre balap ini, salah satunya menonjolkan peran serta polisi dalam menghentikan laju kendaraan yang dipacu dengan kecepatan tinggi.
NFS 14

Need For Speed Undercover hanya dapat dijalankan pada PC yang sudah mengadopsi sistem operasi minimal Windows XP Service Pack 2 atau Windows Vista dengan prosesor Pentium IV 3,2 GHz dan memory 1 GB, Directx 9.0 yang kompatibel dengan kartu grafis 128 MB. Dalam percobaan yang dilakukan ternyata jenis kartu grafis yang digunakan akan banyak berpengaruh pada tingkat detail dan kecepatan permainan. Dalam spesifikasi minimum terdapat dua jenis kartu grafis yang dianggap mampu mendukung yaitu ATI Radeon seri 9500 keatas, x550 atau HD 2400 keatas dan NVidia GeForce 6600 keatas.

Kenyataannya penggunaan kartu grafis ATI Radeon (laptop Compaq CQ40 -Windows Vista) dengan menggunakan pengaturan grafis default terasa lebih lambat dalam menjalankan permainan ketimbang penggunaan kartu grafis NVidia Geforce (laptop Acer 4535 -Windows XP). Ketidaknyamanan jalannya permainan akan sangat terasa pada pengaturan grafis pada tingkat paling tinggi, walaupun tampilan games terlihat sangat halus dan real, namun frame yang patah-patah disepanjang balapan sangat mengganggu, membuat kontrol terhadap kendaraan yang digunakan tak mampu dikuasai dengan baik. Hal ini dapat diatasi dengan menurunkan semua pengaturan grafis ketingkat yang paling rendah. Yah, ga’pa-pa lah, ketimbang macet-macetan. Hehehe…
NFS 16
Need For Speed Undercover dimulai dari adegan ‘meloloskan diri dari kejaran polisi pada satu trek dengan menggunakan kendaraan default -Nissan Silvia S15- dilanjutkan dengan satu video pembuka yang durasinya kurang lebih 2 menitan. Bagi yang tidak sabar ingin menjajal permainan tentu saja hal ini akan sangat mengganggu karena tidak bisa dinonaktifkan atau dilewati, jadi nikmati saja.

Bagaimana dengan tantangan permainan yang disajikan dalam games Need For Speed Undercover ini ? simak tulisan saya berikutnya.

Anak Hukum itu pintar ya ?

10

Category : tentang KHayaLan

‘Mas, 1+1 jadinya brapa ?’ ‘tergantung pada siapa situ nanya…’ sahut seorang mantan mahasiswa fakultas Hukum yang lulus dengan predikat cumlaude.

‘loh maksudnya bagemana Mas ?’

‘Kalo situ nanya ke ahli matematika ya jawabannya pasti dua (2). Kalo nanya ke ahli ekonomi, jawabannya ya tergantung suku bunga bank terakhir. Minimal harus lebih besar dari dua (2). Malah kalo nanya ke sepasang suami istri, jawabannya bisa tiga (3), empat (4) bahkan lebih, tergantung kesiapan mereka berdua. :p’

‘Kok bisa gitu Mas ?‘ ‘Ya iyalah masa Ya iyadong ? segala sesuatu yang terjadi atau yang dipertanyakan itu gak bisa disamakan pola jalan pemikirannya dengan matematika, dimana 1+1=2. Perlu ditelusuri terlebih dahulu siapa, bagaimana dan latar belakang pendidikan orang yang bersangkutan.’

‘Kok saya makin gak ngerti ya Mas ?’ ‘Gini loh, satu masalah sederhana bisa saja berubah menjadi rumit ketika masalah tersebut disodorkan pada banyak orang. Malah yang sebenarnya gampang ditebak, malah bisa dibelokkan kesana sini atas dasar alasan tertentu, tergantung pintarnya si pelaku. Tergantung pada bidang yang sering mereka geluti dan pahami.’

‘Trus saya musti nanya kemana Mas tentang 1+1 jadinya brapa ?’ ‘lha ? situ sendiri emangnya ndak bisa ?’ si mantan mahasiwa balik bertanya.

‘Ndak Mas, saya orang yang gak pernah belajar.’ ‘Ndak pernah belajar apa ndak mau belajar ? beda loh…’ timpal si mantan mahasiswa lagi.

‘Tepatnya ndak pernah mau blajar. Hehehe…’ ‘Trus maksudnya nanya 1+1 jadinya brapa itu bagemana ?’ tanyanya lagi.

‘Gini loh… waaaah saya jadi ikut-ikutan kata-kata Mas tadi. Hehehe… Anak saya yang baru sekolah TK tadi pagi nanya, Pak 1+1 itu jadinya brapa ? Lantaran saya ndak tau ya nanya ke Mas aja. Kan katanya Mas itu lulusan terbaik ?’

‘ealah… ta’pikir tadi itu situ mau nguji saya… ampuuunnn Tuhan….’

‘Ternyata lulusan ilmu Hukum itu pintar-pintar ya Mas ? hehehe…’

Selamat Bergabung BLoGGer Muda BBC

54

Category : tentang InSPiRasi

‘Patah tumbuh hilang berganti… sebuah pepatah kuno pantas disematkan untuk sebuah komunitas BLoG yang saya kagumi. Bali Blogger Community (BBC). Perayaan ulang tahun usia ke-2 yang akhirnya (jadi juga) dilaksanakan hari minggu kemarin menjadi bukti nyata pepatah tersebut.

Ini adalah kali kedua kegiatan resmi BBC yang saya ikuti setelah Launching di Popo Danes dua tahun lalu. Kesibukan kuliah yang selama ini menjadi kambing hitam absennya saya dalam setiap kegiatan, kini sudah tak lagi dijalani, maka sesuai janji sayapun akhirnya bisa hadir kendati tanpa keikutsertaan anak dan Istri.

Berbeda dengan suasana launching, ultah ke-2 BBC tergolong sangat sederhana. Tanpa panggung, tanpa band Animo dan minim kehadiran Blogger ‘tua’. Beberapa Blogger yang saya harapkan dapat bersua kembali barangkali masih terkendala dengan kesibukan masing-masing seperti Ancak, Dokter Cock, Brokencode, Dani Iswara, GungDe atau Bung Gentry Amalo. Beruntung hingga acara berakhir saya masih sempat bersua dengan Adi Setiawan, Dental, Dek Didi, John Black, Oka Negara dan tentu saja Bang Yos Kebe. Tak lupa beberapa Blogger yang tumben sua via offline Putu ‘Radiografer’ Adi, Chris John, Bowo, Cahyo, Mbak Ervi atau Putri Astiti. Mengapa saya katakan mereka jajaran Blogger ‘tua’ ? karena saya yakin para Blogger ‘muda’ yang baru saja bergabung dengan BBC tidak begitu mengenal sosok mereka secara langsung.

Ada Blogger ‘tua’ ada juga yang saya sebutkan Blogger ‘muda’. Blogger yang memutuskan untuk mulai menuangkan aktifitas mereka setahun terakhir dalam bentuk tulisan. Untuk kategori ini diantaranya adalah duo Eka Ozawa dan saudara kembarnya, Gung WS juga Lina Pewe. Walaupun sebenarnya masih banyak Blogger ‘muda’ yang dimiliki oleh BBC, namun secara pribadi orang-orang inilah yang nyatanya mampu berbaur dan akhirnya menunjukkan eksistensi mereka secara nyata, tidak hanya dalam bentuk BLoG saja.

Eka Ozawa, pemuda tanggung yang masih betah menjomblo ini sebetulnya baru saya kenal beberapa bulan terakhir, sempat chatting di pagi hari yang cerah, menanyakan tentang ‘dari mana sih datangnya ide penulisan untuk BLoG ? akhirnya patut saya acungi jempol karena keberaniannya untuk mengomandoi acara ultah kali ini, kendati sempat merasa ‘dikorbankan saat ketemuan di depan museum beberapa waktu lalu.

Eka Ozawa (nama sebenarnya adalah Eka Dirgantara) pemilik blog Horor ini sebetulnya baru satu dari sekian banyak blogger ‘muda’ baik yang dimiliki oleh BBC maupun yang hingga hari ini masih kebingungan dengan tawaran untuk bergabung dengan BBC. Beberapa diantaranya ada yang memutuskan untuk terjun nge-BLoG setelah saya intimidasi. Hehehe…

Oming (nama sebenarnya adalah Sri Sugiantari) adalah salah seorang teman kuliah saya di Pasca Sarjana, akhirnya merintis sebuah BLoG yang kemudian secara perlahan menjadi buku hariannya versi digital, sempat mandeg tapi kini muncul lagi dengan spirit baru. Widari (nama sebenarnya adalah Sri Widari) adalah Istri dari seorang teman kuliah di Arsitektur dahulu, akhirnya memberanikan diri meluncurkan sebuah BLoG bernama Dedari. Pasangan suami istri Inten Pertiwi dan Yan Nusa, sempat muncul sesekali di milis namun tetap berusaha secara berkala melakukan update pada BLoG mereka. MiRah Trisna Adi yang notabene seorang Blogger angkatan Eka Ozawa dan juga adik kandung dari seorang BLoGGer aktif Wirautama, tak mau kalah dengan gaya penulisan ala remaja kini. Ari Pratama, seorang adik kelas sedari SD hingga kuliah ini baru saja memulai blognya dengan mengambil bidang Properti, tak ketinggalan Mirah Sawitri dan tentu saja Tari Tantra, sang penyiar BaliFM.

Ada banyak cerita yang coba diungkapkan dalam masing-masing wadah kreasi mereka, tentu saja dari beragam sudut pandang dan gaya penulisannya. Kendati belum sampai menyamai kualitas penulisannya sang Dancuk Anton Muhajir atau sang ‘istrinda’ Dancuk Luh De Suriyani, saya yakin masih banyak suntikan darah segar yang mampu diberikan oleh para Blogger ‘muda’ ini untuk kemajuan BBC kedepannya.

Silahkan maju kedepan para Blogger ‘muda…