Rencana Penanaman Pohon di Pura Penataran Pande Tamblingan Buleleng

2

Category : tentang PLeSiran

Komunitas Warga Pande Jejaring Sosial FaceBook

Dalam rangka kegiatan Penanaman Pohon bersama Yowana Paramartha Warga Pande di Pura Penataran Pande Tamblingan Buleleng, Kami memerlukan bantuan berupa bibit pohon seperti :

  • cempaka
  • sengon
  • cendana
  • tebu ireng
  • intaran
  • jati sandat bali
  • anggrek bandung
  • kamboja
  • heleconia
  • Calathea luthea (pisang-pisangan)
  • prasok
  • nagasari
  • albasia
  • Pucuk Bang
  • Base
  • Timbul
  • Puring (plawa)
  • Rumput mutiara 10 M2
  • Jempiring
  • tanaman berbunga lainnya yang dapat dipergunakan untuk sarana persembahyangan atau untuk keperluan upacara,

untuk ditanamkan nanti di Pura Penataran Pande Tamblingan Buleleng.

Bagi Semeton yang berminat ikut serta, silahkan membawa serta peralatan bertanam seperti linggis, cangkul, arit, penyeluhan dan lain-lain sebagaimana perlu. Untuk Informasi lebih jauh, silahkan kontak Semeton :

Perlu kami ingatkan bahwa, kegiatan sedianya akan dilaksanakan pada hari Minggu, 7 November 2010. Silahkan mempersiapkan serta membawa perbekalan konsumsi masing-masing dan mengajak serta Semeton lainnya.

Kalau bukan kita yang memulai, Siapa Lagi ?

Penanaman Pohon di Pura Penataran Pande Tamblingan bersama Yowana Paramartha Warga Pande

3

Category : tentang PLeSiran

Om Swastiastu,

Semeton Sedharma, khususnya Semeton Pande diseluruh Bali, ketika kita bangun tidur di pagi hari bisa kita hirup segarnya udara tanpa polutan, oksigen masih murni tanpa asap kendaraan dan sisa pembakaran lain, maka sudah sepantasnya kita panjatkan syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa ini. Syukur atas karunia Tuhan kita bisa kembali melihat mentari bersinar hangat dan menghirup udara pagi yang sejuk. Namun lihatlah sekarang disekeliling kita, pohon satu demi satu kita tebang, karena kita perlu lahan untuk tinggal, perlu ruang untuk bergerak dan aktifitas kita. Tanpa kita sadari kita sudah merusak alam untuk kepentingan kita, kepentingan manusia semata. \

Pulau Bali yang kecil ini, terkenal sampe ke luar negeri hingga Julia Robert artis hollywood yang sudah kelas dunia pun memilih syuting di Bali. Semua tidak lepas dari keindahan alam bali yg eksotis dan magis. Dikatakan magis karena konsep Hindu yang diterapkan dalam kehidupan sehari hari terlihat begitu sempurna, ada hubungan manusia dengan Tuhan, dengan sesama dan dengan alam. Hubungan dengan alam kita tunjukkan dengan menghaturkan sesaji pada pohon besar yang mana memiliki konsep filosofis tinggi yaitu menghormati tetumbuhan yang selama ini menjaga tanah dan menjaga keseimbangan lingkungan kita sehingga kita bisa hidup nyaman.

Dalam hubungan manusia dengan Tuhan pun juga tidak terlepas dari bantuan alam, pembangunan pura juga memerlukan lahan yang tidak sempit. Salah satu contohnya adalah pembangunan Pura Penataran Pande Tamblingan yang ada di Desa Tamblingan Kabupaten Buleleng. Pembangunan pura yang mengambil lokasi di tepian Danau Tamblingan telah membabat beberapa pohon untuk mendirikan fisik bangunan pura. Tidak hanya itu, untuk membuat akses jalan masuk ke pura juga memerlukan penebangan pohon besar yang tidak sedikit. Oleh karenanya demi keberlangsungan keseimbangan alam dan demi menghormati hubungan manusia dengan alam, kami mengajak Semeton Pande sebagai Pewaris dari Pura Penataran Pande Tamblingan, untuk melakukan penanaman pohon di areal Pura Penataran Pande Tamblingan dan diluar areal pura.

Penanaman pohon ini akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 7 Nopember 2010 Pukul 9 pagi.

Kami yang tergabung dalam kelompok muda Pande mengajak Semeton Pande dimanapun kalian berada, khususnya semeton pande yang masih berjiwa muda agar ikut dalam program kerja kami.

Bagi semeton Pande yang belum pernah ikut tergabung dalam temu wirasa yang kerap kami lakukan dan berminat untuk ikut dalam program penanaman pohon ini bisa menghubungi semeton kami yaitu :

Kepedulian kita sekarang adalah bekal untuk anak cucu kita. Untuk itu kami juga menerima sumbangan berupa uang dan atau (bibit) pohon yang bisa ditujukan kepada semeton yang namanya tercantum diatas. Semua sumbangan yang terkumpul akan dipergunakan untuk kepentingan kegiatan penanaman pohon.

Untuk itu, marilah bergabung bersama kami dalam program Penanaman Pohon di Pura Penataran Pande Tamblingan.

Matur Suksma,

Om canti canti canti om…

Komunitas Warga Pande Jejaring Sosial FaceBook

Persiapan menuju LPSE Badung

19

Category : tentang iLMu tamBahan

Setelah sempat tertunda beberapa pekan, serta mengalami gangguan pada sistem operasi yang disuntikkan pada server, akhirnya halaman web LPSE Badung dinyatakan telah siap mengudara pada 11 Oktober 2010 pk. 17.40 wita. Bagi yang ingin tahu lebih awal, silahkan main ke halaman lpse.badungkab.go.id. Belum ada informasi apa-apa sih, tapi kelak halaman ini akan menyajikan informasi terkait paket-paket kegiatan yang dilelangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Badung, tentu saja yang masuk dalam ranah LPSE.

Sekedar mengingatkan bahwa LPSE atau Lembaga Pengadaan Secara Elektronik merupakan sebuah unit yang dibentuk oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk melayani proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan secara elektronik. LPSE ini sedianya akan menggunakan sistem aplikasi e-Procurement, sebuah sistem aplikasi pengadaan yang dikembangkan oleh LKPP, bersifat terbuka, bebas lisensi dan bebas biaya. Adapun Ide untuk menerapkan e-Procurement di Indonesia sudah dimulai saat dikeluarkannya Inpres No.3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government.

Dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No.54 Tahun 2010 yang kelak bakalan menggantikan Keputusan Presiden No.80 Tahun 2003 secara resmi per 1 Januari 2011 nanti, masih tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pada Bab XIII Pasal 106 telah diatur pula terkait Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik dari ketentuan umum, lingkup hingga portal pengadaannya. Pengadaan Barang/Jasa secara Elektronik ini berpedoman pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Badung sendiri, terkait Implementasi e-Procurement telah dituangkan dalam Peraturan Bupati Badung No.27 Tahun 2010 dan resmi diundangkan pada tanggal 7 Juni 2010. Adapun tujuannya adalah untuk memberikan kepastian hukum dan meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi, persaingan sehat dan akuntabilitas dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah di Daerah dalam hal ini Kabupaten Badung.

Dalam prosesnya nanti untuk menuju peluncuran LPSE Badung secara resmi, masih banyak pekerjaan yang harus kami selesaikan selaku Pengelola. Diantaranya adalah penyiapan gedung yang akan ditempati dan digunakan sebagai operasional LPSE, pembenahan ruang latihan serta administrasi hingga mengkoneksikan jaringan agar nantinya dapat digunakan baik untuk kepentingan pelatihan dan pelelangan.

Disamping itu, kami juga harus mampu memecahkan masalah terkait minimnya sumber daya yang dimiliki untuk dapat menjalankan sistem Pengadaan Secara Elektronik sesuai dengan aturan yang berlaku. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut bisa jadi dalam beberapa pekan kedepan, pelatihan adalah kegiatan yang menjadi fokus utama kami, mengingat baik PPK (Pejabat Pemegang Komitmen), Panitia dan Penyedia Barang/Jasa merupakan pelaku utama yang sangat berperan dalam proses Pelelangan ini kelak.

Hanya saja, memang harus saya akui bahwa untuk memulai sebuah impian yang mulia, dibutuhkan setidaknya dukungan dari semua pihak yang terkait didalamnya. Doakan saja agar kami bisa melakukannya dengan baik.

pagi senin hari

1

Category : tentang KHayaLan

Lantunan itu begitu kukenal, jauh ketika urakan masih menjadi bagian dari keseharian. Saat dimana kami tidak perlu bersusah payah memikirkan hari esok dan masa depan.

‘Shed a tear ’cause I’m missing you… I’m still alright to smile… Girl, I think about you every day now… ‘Was a time when I wasn’t sure… But you set my mind at ease… There is no doubt you’re in my heart now…

Sebuah lagu lama dari sebuah grup rock terbaik yang pernah aku kenal, mengalun begitu saja di pagi yang mendung ini. Ruangan kantor masih sepi…

‘I sit here on the stairs… ‘Cause I’d rather be alone… If I can’t have you right now, I’ll wait dear
Sometimes, I get so tense But I can’t speed up the time… But you know, love, there’s one more thing to consider

Mataku menerawang jauh pada cakrawala yang terbentang di barisan kaca jendela. Rasa itupun bermunculan kembali, membuncah begitu besar.

Aku kangen kalian Kawan…

Berburu BLackBerry CDMA

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Pendapat bahwa ponsel berfrekuensi CDMA masih menjadi anak tiri tampaknya masih dapat dibenarkan, buktinya tidak banyak seri yang digelontorkan baik oleh vendor global atau dari brand papan atas hingga lokal sekalipun. Demikian pula halnya dengan yang dapat dikategorikan sebagai tipe ponsel pintar. Seandainya pun dirilis, gaungnya tak seramai ponsel berfrekuensi GSM. Itu sebabnya tidak banyak orang tahu bahwa ternyata handset besutan RIM, BLackBerry pun sebenarnya telah berusaha untuk mengambil sedikit pangsa pasar ponsel berfrekuensi CDMA.

Jika selama ini BLackBerry hampir identik dengan penamaan seri Bold, Gemini, Curve, Onyx hingga belakangan ada juga Torch yang notabene rata-rata dikenal merupakan rilis ponsel berfrekuensi GSM, ada juga satu dua seri yang disematkan pula frekuensi CDMA didalamnya seperti yang termuat dalam seri Tour, Storm dan Aries.

BLackBerry Tour, Storm yang berlayar sentuh atau Aries merupakan handset besutan RIM yang dapat berjalan pada dua frekuensi, GSM dan CDMA namun tidak dapat aktif secara bersamaan. Berdasarkan informasi, kabarnya untuk frekuensi CDMA-nya sendiri mewajibkan penggunanya untuk melakukan inject alias menyuntikkan nomor seperti halnya handset Motorola Q yang saya miliki beberapa waktu lalu.

Ada dua rilis Tour yang dapat dijadikan pilihan yaitu 9630 yang masih mengadopsi navigasi TrackBall atau 9650 yang sudah ber-TrackPad, navigasi sentuh ala notebook yang disematkan di setiap handset BLackBerry terkini. Untuk seri Storm sendiri, bisa ditemukan pada seri 9530 dan Aries 8530 yang merupakan kembaran seri Gemini.

Entah kebetulan atau tidak atau memang sudah menjadi trade mark milik BLackBerry, hampir semua handset yang mendukung frekuensi CDMA ditandai dengan penomoran 30 pada ekor empat digit nomor serinya. Lihat saja seri diatas.

Bagi mereka yang memiliki budget terbatas namun tetap ingin tampil dengan handset BLackBerry, dapat melirik seri Curve 8330 yang kabarnya tempo hari sempat dibundling dengan operator Smart atau seri 8830 World Edition yang masih berpenampilan jadul.

Meski Demikian, semua seri BLackBerry yang saya sebutkan diatas sudah masuk dalam kategori ponsel pintar alias Smartphone yang mensyaratkan keberadaan Sistem Operasi sebagai sistem penggerak ponsel. Jadi jangan khawatir lagi. Meski CDMA, kemampuannya tetep gag kalah dengan yang lain. Coba saja…

Memahami Anak secara Fleksibel

4

Category : tentang Buah Hati, tentang Opini

Waktu merupakan salah satu hal terpenting yang jarang saya miliki untuk menemani MiRah sehari-hari. Kendati hanya memanfaatkan lima hari kerja dalam satu minggu untuk rutinitas pekerjaan, terkadang saat-saat berada dirumah, rentang pertemuan kami hanya sebentar. Mungkin itu sebabnya ketika akhir pekan saya pribadi selalu berusaha memberikan perhatian pada putri kecil kami ini.

Dalam usianya yang kini telah menginjak usia dua setengah tahun, kenakalan dan bandelnya MiRah GayatriDewi sebagai seorang anak kecil sudah mulai terlihat. Bahkan tidak jarang aksinya dalam keseharian kerap mendapatkan komplain baik dari sepupu kami yang kebetulan anak-anak mereka merupakan teman main MiRah atau malah dari kakek neneknya yang merupakan pengasuh utama MiRah sejak bayi. Setiap kami pulang kerja hampir selalu ada laporan khusus yang disampaikan terkait aktifitas MiRah yang memecahkan kesabaran mereka.

Memahami anak di masa kini saya pikir tidak bisa dengan menerapkan satu pola tertentu seperti halnya jaman dulu ketika tempat-tempat bermain belum banyak ditemukan diseantero kota. Setidaknya begitu pemahaman saya ketika membaca beberapa majalah yang menuliskan perihal perilaku anak. Faktor Lingkungan merupakan salah satu hal yang paling mempengaruhi tingkah laku mereka.

Menerapkan pola keras pada anak memang hampir selalu dianggap manjur oleh sebagian besar orang tua untuk mendidik anak secara disiplin. Melarang ini itu, membentak bahkan tidak jarang menghukum sang anak ketika ia melakukan kesalahan. Padahal secara usia bisa jadi anak-anak malah belum tahu mana hal yang benar dan baik dilakukan, mana pula hal yang barangkali tidak dianjurkan. Kendatipun kemudian mereka dimarahi, barangkali kata-kata yang disampaikan belum mampu dipahami dengan baik. Jangan-jangan malah menimbulkan trauma atau dendam secara diam-diam.

Membebaskan pola perilaku anak juga bukan satu hal yang bijak. Alangkah baiknya kebebasan itu tetap berada pada batas atau jalur yang barangkali tetap dipegang teguh oleh orang tua dalam mengawasi anak-anaknya. Memberikan pengertian secara halus sebenarnya tidak susah kok. Biasanya si anak yang memang belum paham dengan aktifitasnya ya bakalan menurut ketika diberitahu.

Dalam memahami perilaku anak terkadang orang tua dan juga pengasuh dituntut mau tidak mau agar mampu menjadi seorang anak kecil ditengah tuntutan kedewasaan dalam berhadapan dengan lingkungan dan pekerjaan. Tidak ada salahnya membagi dua pikiran dan perilaku, membedakan mana yang sebaiknya digunakan saat bekerja mana pula yang diambil saat berhadapan dengan seorang anak. Berusaha menjadi seorang anak kecil sesungguhnya tidak susah, hanya saja orang kadang cenderung kehabisan kesabaran lantaran waktu yang sempit sedangkan si anak bertingkah seperti seorang penguji disertasi. Rasa ingin tahu mereka inilah yang kadang sangat besar.

Pernah berhadapan dengan seorang anak yang hobinya bertanya ? Bisa dikatakan MiRah sudah sampai pada tahap tersebut. Ini apa pak ? itu apa pak ? bapaknya mana ? ibunya mana ? niniknya mana ? gak dimarah dia pak ? kok dia gitu pak ? dan seterusnya. Jika sang pengasuh tidak mampu memahami keingintahuan anak dalam usia dan tahap ini, bukan tidak mungkin amarah dan kata-kata bernada tinggi langsung terlontar saat itu juga.

Dalam usaha ini saya pribadi hampir selalu menyempatkan diri membaca majalah-majalah yang diperuntukkan bagi orang tua seperti Parents Guide yang biasanya menyajikan informasi perkembangan dan perilaku anak sesuai jenjang usia, AyahBunda yang sedari kecil memang saya gemari, atau syukur-syukur satu dua artikel tentang anak di beberapa tabloid atau buku yang saya temukan di ruang tunggu praktek dokter, rumah saudara hingga koran disela jam kantor. Kalopun menarik, mudah dipahami dan berguna untuk saya pribadi dalam usaha saya memahami MiRah kelak, artikel atau majalah tersebut segera saya pinta atau beli. Selanjutnya dikumpulkan dalam sebuah map khusus sehingga dapat dibaca kembali saat senggang.

Sungguh senang ketika anak merasa betah dengan keberadaan orang tua meski yang namanya waktu masih tetap berasa kurang kendati liburan lebaran yang hampir lima hari lamanya tempo hari itu terlewati. Bukankah indah ketika dunia yang dilakoni dapat begitu berwarna dengan senyum dan tawa canda si kecil setiap saat ?

Menyoal Promo “Free Access by Indosat”

23

Category : tentang TeKnoLoGi

Iseng mengakses halaman FaceBook rabu malam kemarin lewat ponsel jadul, mata secara tak sengaja tertumpu pada sebaris tulisan “Free Access by Indosat” yang terpampang begitu jelas di bagian atas halaman browser. Penasaran dengan tulisan tersebut, sayapun berpindah halaman menuju akun Twitter, yang sayangnya saya tak menemukan tulisan yang sama dihalaman tersebut. Dugaan pertama yang terlintas di benak saya adalah, Indosat rupanya ingin memberikan akses internet gratis ketika pelanggannya mengakses halaman FaceBook.

Seperti biasa, naluri sebagai seorang blogger-pun muncul. Maka dengan segera saya memutuskan koneksi, menyalakan aplikasi Capture Screen dan memeriksa serta mencatat saldo pulsa yang tersisa. Terhitung sebesar 10.082,- per 22.37 malam.

Browser kembali saya aktifkan, dan tentu saja FaceBook menjadi sasaran utama saya malam itu. Setelah beraktifitas selama 18 menit lamanya hanya untuk berkomentar pada satu dua status milik teman, saya memutuskan koneksi kembali dan memeriksa saldo pulsa yang tersisa. Hasilnya cukup mengejutkan. Terhitung sebesar 9.102,- per 22.55 malam.

Berkurangnya pulsa hingga sebesar 980,- selama 18 menit penggunaan, tentu saja sedikit memberikan rasa heran. Pertama, bisa diartikan bahwa sebaris tulisan “Free Access by Indosat” ternyata tidak berlaku begitu saja bagi pengguna. Padahal selama jangka waktu tersebut, saya hanya mengakses halaman FaceBook saja. Jika benar begitu, apakah ada syarat-syarat tertentu yang mutlak dipenuhi pengguna kartu IM3 untuk mendapatkan promo “Free Access by Indosat”, seperti halnya operator lain ? ataukah promo berlaku hanya ketika pengguna menggunakan perangkat aplikasi tertentu ?

Keheranan Kedua adalah sedari awal 2008, saya memilih kartu IM3 sebagai kartu data yang kemudian dipergunakan hanya untuk mengakses internet lantaran menawarkan tarif flat kalo tidak salah Rp.1,- per kilobytes-nya. Sayangnya per malam kemarin, semua keyakinan saya tersebut langsung terbantahkan. Selama jangka waktu 18 menit penggunaan, terhitung saya ‘hanya’ memanfaatkan sekitar 295 Kb untuk terima/kirim data. Yang artinya kalopun di-rata-ratakan melalui pulsa yang saya habiskan selama jangka waktu tersebut, untuk perkilobytes-nya Indosat mengenakan tarif sebesar Rp. 3,3,- Wah, pantesan saja sebulan terakhir kok saya boros banget beli pulsanya.

Keheranan pertama langsung terjawab ketika saya berusaha mencari informasi secara langsung lewat web resmi Indosat.

Facebook-an Sepuasnya. Dengan IM3, kamu bisa menikmati akses ke facebook kamu tanpa batas melalui akses mobile facebook (m.facebook.com) dan facebook zero (0.facebook.com) menggunakan Paket Facebook. Hubungi *777*1*7# untuk registrasi paket facebook dan pilih sesuai kebutuhan kamu. Paket Harian Rp.1.000,-, Paket Mingguan Rp. 5.000,- dan Paket Bulanan Rp. 20.000,-

Ealah… FaceBook zero kok tetep bayar ?

Demikian pula dengan keheranan kedua, jawabannya langsung saya temukan di halaman berikut.

Tarif Baru berbasis Volume ; Rp. 3,- per Kb untuk 300 Kb pertama, dan selanjutnya Rp. 0,5,- per Kb untuk penggunaan pada pk. 00.00 s/d 07.59, Rp. 1,- per Kb untuk penggunaan pada pk. 08.00 s/d 15.59 dan Rp. 2,- per Kb untuk penggunaan pada pk. 16.00 s/d 23.59. * Tarif di atas belum termasuk PPN 10%. Untuk kenyamanan pelanggan, Indosat berhak mengubah skema promo yang berlaku sewaktu-waktu

Ealah… kurang update info soal Tarif rupanya… padahal selama dua tahun terakhir ini saya selalu gembar gembor mengatakan kalo IM3 Indosat itu yang termurah, flat Rp.1,- per Kb-nya. Ternyata oh Ternyata…

Sudah nasib pelanggan rupanya. Maunya untung eh kok malah buntung ???

Menanti Absensi Sidik Jari

10

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Sudah bukan rahasia lagi kalo yang namanya Pegawai Negeri Sipil memiliki budaya kerja yang agak-agak nyeleneh ‘datang siang pulang lebih awal’. Budaya ini jelas jauh berbeda dengan budaya kerja lembaga swasta seperti yang pernah saya alami selama tiga tahun sebelum ikut terjun menjadi seorang abdi negara. Bisa jadi lantaran kepincut budaya nyeleneh itulah, menjadi salah satu alasan saya mengapa nekat ikut-ikutan mendaftar tahun 2003 lalu.

Sayangnya, budaya nyeleneh ini tidak hanya terjadi di lingkungan kerja tempat saya bernaung, tapi hampir diseluruh negeri ini, dari Sabang sampai Merauke. :p Baca saja media, hampir setiap hari ada saja yang mengeluhkan kinerja para abdi negara, dari yang kedapatan jalan-jalan di supermarker saat jam kerja, jarang ngantor hingga yang agak-agak bikin miris, ketangkep berada di pondok wisata yang menyediakan fasilitas short time.

Setidaknya ada dua hal yang menurut saya menjadi akar masalahnya. Pertama yaitu soal pembagian pekerjaan yang tidak merata. Memang secara diatas kertas “katanya” jumlah PNS negeri ini kurang banyak, sehingga yang namanya pelayanan publik tidak maksimal. Padahal dalam kenyataannya ‘yang rajin ngantor dan mengambil kerjaan melulu itu-itu saja’ sedang yang sudah terlanjur enak-enakan jarang ngantor dan tidak mau mengambil bagian pekerjaan ya keterusan. Kenapa bisa begitu ? terkait dengan hal yang Kedua yaitu soal ketiadaan sanksi atau hukuman yang ‘setimpal’.

Minimnya pemberlakuan sanksi atau hukuman yang seharusnya dijatuhkan pada mereka yang tidak mampu menunaikan tugasnya sebagai abdi negara lebih disebabkan oleh ‘ewuh pakewuh’ terkait ‘siapa yang berada dibelakang oknum tersebut. Hal ini berkaitan lagi dengan sistem perekrutan tenaga calon Pegawai Negeri Sipil yang tidak Profesional atau lebih mengutamakan faktor kerabat dan sejumlah uang untuk memuluskan jalan.

Blunder masalah ini tampaknya meski sudah diketahui banyak orang, namun belum mampu mengubah pola pikir kebijakan yang sudah seharusnya dipikirkan untuk dapat memberikan pelayanan publik secara maksimal pada masyarakat. Kendati demikian, satu berita bagus yang saya dengar beberapa minggu terakhir, bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Badung bakalan menerapkan sistem absensi sidik jari atau yang dikenal dengan istilah fingerprint, mulai tahun 2011 nanti. Satu harapan yang paling mudah ditebak adalah untuk meminimalisir budaya ‘datang siang pulang lebih awal’ tadi. Dengan menggunakan sistem sidik jari ini, hampir dapat dipastikan bahwa tidak ada lagi istilah titip absen.

Salah satu pelayanan publik yang sudah mengadopsi sistem absensi sidik jari ini yang saya ketahui adalah Rumah Sakit Sanglah yang kabarnya kini sudah bertaraf Internasional. Sepanjang pengetahuan saya, sistem ini sangat efektif digunakan untuk memantau keberadaan tenaga kerja pada saat ia seharusnya bertugas, namun sayangnya setelah melakukan absensi sidik jari, yang bersangkutan masih memiliki kemungkinan untuk pulang dan menghilang dari kantor karena tidak ada sistem absensi pada jam pulang. Apa bedanya ya ? :p

Untuk dapat menggunakan sistem absensi sidik jari ini dengan baik, sudah barang tentu akan memerlukan banyak faktor pendukung lainnya yang tidak kalah pentingnya. Sistem yang terkomputerisasi biasanya memerlukan aktor atau sumber daya manusia yang minimal mampu mengoperasikan dan memantau apakah sistem sudah berjalan dengan baik. Selain itu tentu saja, mampu untuk melakukan pemeriksaan dan maintenance ringan secara berkala agar sistem tetap dapat berjalan sebagaimana fungsinya. Yang tak kalah penting adalah pemantau jaringan sistem untuk mengetahui adanya sabotase terhadap alat baik yang dilakukan secara fisik maupun secara jaringan. Hal-hal inilah yang patut menjadi pemikiran selanjutnya apabila sistem absensi sidik jari jadi diterapkan. Jangan sampai, absensinya sudah menggunakan teknologi canggih, namun tidak ada sumber daya yang mampu menggunakan, memantau dan memelihara.

Kembali pada dua hal yang tadi saya katakan sebagai akar masalah, selama kedua hal tersebut belum diterapkan secara profesional dan secara sadar, barangkali sistem absensi dengan cara apapun yang nantinya diterapkan saya rasa bakalan mubazir. Tapi ya, kita lihat saja nanti. :p