BENNY & MICE aspal ala PanDe Baik

1

Category : tentang KeseHaRian

Melanjutkan aksi saya ‘Tertangkap Kamera’ by PanDe Baik, foto ini diambil secara diam-diam pada Rapat Tahunan Banjar Tainsiat hari minggu lalu. Saat itu lagi asyik-asyiknya ngobrolin aplikasi Morange dan facebook pada ponsel dengan adik sepupu yang selalu meminjamkan saya buku kumpulan kartun Strip Benny & Mice.

Kami langsung terkikik saat saya menunjukkan satu dua sosok rekan warga banjar yang sedang bersenda gurau. Mirip banget dengan tokoh Benny & Mice versi kartun. Hanya saja jadi aneh karena versi yang ini pake destar/udeng. Huehehehe….

Kali aja kartun Benny & Mice pake destar/udeng betulan, bisa muncul kelak pada buku LOST IN BALI bagian ke-2. Huahahaha….

Gak sampe seJam tanpa CaLo di PoLtabes

11

Category : tentang iLMu tamBahan

Selasa, 24 Maret lalu akhirnya saya meluangkan waktu atau jam kerja untuk mengurus Surat Ijin Mengemudi (SIM) untuk kendaraan sepeda motor. Berhubung hari sabtu sebelumnya baru ingat kalo SIM yang saya miliki ini sudah tidak berlaku lagi per tanggal 16 April 2008. Ups hampir setahun.

Dibandingkan satu saat saya terkena tilang atau salam tempel yang telah mendunia via YouTube kemarin, mending langsung aja diurusin ke Poltabes. Walau sempat pula bertanya-tanya ke beberapa rekan perihal keberadaan mobil unit pengurusan SIM Keliling. Kali aja urusannya bisa jauh lebih singkat dan mudah.

Atas saran salah satu rekan yang saya tanyakan tersebut pula, saya mengumpulkan keberanian untuk mengurus secara langsung permohonan SIM ke Poltabes. Bukan apa-apa, lantaran saya kembali mengingat-ingat bagaimana situasi kondisi Poltabes tempo dulu, terakhir kali saya mengurus SIM dan Kelakuan Baik. Calo yang berkeliaran, uang pengajuan yang bisa mencapai dua kali lipatnya dan waktu yang terbuang lama…

Waktu menunjukkan pukul 7.30 pagi, saat saya sudah sampai di parkiran Poltabes. Ruangan masih sepi, karena ada apel pagi dan pengarahan dari Pembina Upacaranya. Ternyata banyak perubahan yang terjadi di Poltabes meliputi pembatas kaca di area pengajuan SIM, kantin yang berjajar digedung selatan yang kini sudah berlantai dua, rupanya ruang ujian teori bagi pemohon SIM dipindah ke lantai atas, serta satu buah pemancar parabola, yang saya kira awalnya adalah koneksi Wifi gratis. Huahahaha….

Yang makin menakjubkan saya adalah spanduk didepan area permohonan SIM yang menyatakan kurang lebih untuk melakukan permohonan secara langsung tanpa keterlibatan Calo. Hah ? apa bener ? ketidakpercayaan ini bahkan sempat saya ungkap di status Facebook, dan mendapat respon ‘memang benar tuh !’. He…

Waktu sudah menunjukkan pukul 8.15 pagi, tapi belum jua ada tanda-tanda ruangan permohonan SIM dibuka untuk Umum…. Saya tetap menanti dengan sabar, seperti kata Bung Gentry, dalam komen atas status saya di Facebook. Eh, rupanya ada semacam kata sambutan terlebih dahulu dari pihak Poltabes kepada masyarakat yang akan berurusan baik itu permohonan SIM maupun kelakuan Baik, dan tepat pukul 8.30, pintu dibuka.

Saat masuk dari pintu timur, saya disambut oleh petugas yang berjaga dan ditanyakan keperluannya. Setelah mengatakan bahwa SIM saya sudah tak berlaku setahun lalu, Petugas sesuai aturan yang berlaku menyarankan saya untuk melakukan Perpanjangan SIM karena memang belum lewat waktu setahun. Seandainya lewat, pemohon bakalan diarahkan ke Permohonan Baru.

Untuk dapat melakukan Perpanjangan SIM, saya diminta melengkapi persayaratannya terlebih dahulu, yaitu pencarian ‘Surat Keterangan Dokter’ dan fotocopy ‘Surat Identitas Diri’. Wah, nyari dimana nih ?

Saya kemudian diarahkan ke warung kecil sisi timur Poltabes, dimana seorang dokter Umum melakukan Praktek, dan benar… terlihat antrean pemohon SIM melakukan hal sama dengan saya. Waktu antre yang diperlukan ternyata gak lama, malah membuat saya berpikir bahwa untuk mendapatkan ‘Surat Keterangan’ ini cukup dengan membayar saja, gak pake dicek terlebih dahulu.

Saat saya menunggu panggilan sesuai nomor antrean, terlihat seorang Bapak berbaju PNS, ikut mengantre padahal ditangannya sudah tertera ‘Surat Keterangan Sehat’ yang rupanya Beliau cari dari Dokter dekat rumahnya. Tetap saja oleh pihak Poltabes disarankan untuk ‘mengesahkan’ Surat Keterangan tersebut oleh dokter setempat. Hihihi… kok bisa ya ?

Ohya, ternyata setelah masuk keruangan berukuran 2,5×2,5 meter itu, pikiran saya boleh dikatakan salah besar. Berhubung didalam ruangan, ada dua pasien sekaligus yang masuk, satu diperiksa tekanan darah dan kesehatan matanya, satu lagi dicatat dahulu administrasinya. Setelah membayar uang jasa sebesar 25.000 rupiah, sayapun memperolehnya. Sedangkan untuk ‘Kartu Identitas Diri’ dapat di fotocopy didekat area kantin.

Well, Waktu menunjukkan pukul 8.55 pagi, sayapun memulai proses permohonan Perpanjangan SIM. Sebelum memasuki area Permohonan, saya diminta menggunakan kalung Tag yang disponsori oleh Nokia berwarna merah, berisi tulisan ‘Pemohon SIM C’. Kalung tag wajib dipakai saat berada didalam area, dan hanya diperuntukkan bagi si Pemohon saja. Sedangkan rang-orang yang bukan Pemohon (dalam hal ini adalah pengantar, teman, saudara bahkan CALO), dipersilahkan menunggu diluar. Bagi yang membandel, tentu saja harus siap menerima hardikan petugas disana.


Usai saya membayar biaya Perpanjangan SIM sebesar 60.000 rupiah saja, saya diminta melengkapi formulir identitas diri sebelum melanjutkan urusan ke Loket Satu. Sialnya, saya gak membawa bolpoin dan diarea tersebut tidak ada fasilitas yang menyediakannya. Hanya kursi dan meja. Ini dibenarkan oleh Petugas disana, bahwa bolpoin harus dibawa sendiri oleh Pemohon. Wah… Kenapa tidak seperti pelayanan Bank atau Kantor Pos yah ?

It’s okelah…. Demi SIM C apapun akan saya lakukan. Pilihan membeli bolpoinpun lokasinya sama dengan tempat memfotocopy tadi. Sayapun melanjutkan proses permohonan ke Loket Satu, dan hanya menunggu sebentar, Map permohonan sudah bisa diajukan ke loket Dua.

Berhubung yang mengantre gak banyak, tak terasa sampai sepuluh menit nama saya dipanggil dan dipersilahkan untuk melanjutkannya ke Loket Tiga atau Bagian Foto untuk Pemohon SIM. Saya katakan gak terasa, karena saya menghabiskan waktu dengan Facebook versi Mobile via PDA, dan tentu saja Morange. Hehehe…

Usai difoto, waktu yang saya perlukan untuk duduk diam menunggu ternyata hanya satu dua menit saja rupanya. SIM C dengan masa berlaku yang baru, sudah saya dapatkan dan sayapun bisa meninggalkan Poltabes tanpa tambahan atau pungutan biaya lagi. Surprais banget !!!

Setelah dihitung-hitung rupanya untuk proses pengajuan permohonan SIM gak sampai memakan waktu satu jam, Saudara-saudara !!! tanpa CALO pula. Itu jika Persyaratan yang diminta sudah lengkap. Untuk biaya hanya menghabiskan sebesar 88.500 rupiah saja.

Rp. 60.000 untuk biaya Perpanjangan SIM C

Rp. 25.000 untuk ‘Surat Keterangan Sehat’

Rp. 3.500 untuk fotocopy, bolpoin dan parkir. Huehehehe….

So, berarti apa yang dicanangkan selama ini memang benar adanya. Proses yang cepat, murah dan satu lagi tanpa CALO !!! Pelayanan ini sangat membuat nyaman bagi saya pribadi selaku Pemohon SIM dan tak segan untuk mengajak rekan-rekan (via BLoG juga) agar tak segan lagi datang langsung ke Poltabes apabila masa berlaku SIM Anda sudah hampir habis. Jangan Takut.

> PanDe Baik secara pribadi mengucapkan terima kasih lewat BLoG ini kepada semua petugas yang melakukan Pelayanan saat permohonan SIM kemarin, untuk keramahtamahannya menyapa masyarakat yang datang, memberikan bantuan keterangan arahan terkait proses permohonan dan tentu saja tetap memberikan senyum walaupun dalam kondisi tidak fit…. <

NB : Saya sempat menguping bisik-bisik para petugas soale, ada yang mengatakan mengantuk dan capek karena mempersiapkan hari raya Nyepi dan Kuningan…. tapi tetap saja mereka Tersenyum dan Ramah kepada kami.

SALUTE !!!

Koneksi Starone 0 bps ?

12

Category : tentang KeseHaRian

Beraktivitas internetan bagi saya pribadi sudah menjadi kebutuhan pokok, diluar kerja dan keseharian bersama keluarga. Dari blogging, blog walking, browsing, email, facebook, YM hingga sekedar meng-update database antivirus. Bisa dikatakan semua aktivitas itu gak satupun yang mendatangkan uang, hanya pertemanan dan juga pengisi waktu luang.

Sayangnya begitu koneksi terputus, saya seperti kehilangan satu dunia yang biasanya menemani waktu-waktu saya. Terasing dari peradaban teknologi ceritanya. Apa pasal ?

Sejak hari Jumat malam 20 Maret lalu, koneksi Starone yang merupakan paket berlangganan saya untuk setiap bulannya, mendadak menunjukkan angka 0 bps pada volume Send dan Receive-nya. Dengan kata lain, browser sama sekali tidak mampu menampilkan halaman BLoG, Facebook hingga Google yang minim iklan sekalipun. Paling untung ya aktivitas Send dan Receive email via Microsoft Outlook, itupun kadang mau kadang macet. Halah…

Padahal sinyal penuh lima bar dan saya melakukannya pada tempat biasa, yang sama seperti waktu-waktu sebelumnya. Penasaran dengan tempat, saya mencoba menggunakan modem beserta kartu pada PC milik adik sepupu dirumah sebelah, eh menampilkan Yahoo yang full iklanpun bisa lancar dengan baik. Begitupun saat dicoba beberapa alternatif penukaran modem, kartu dan pc-laptop. Gak masalah tuh.

Selama dua harianpun akhirnya saya mencoba mengakses internet bergantian dengan ponsel dan pda yang memakai kartu IM3. Hasilnya ? untuk Facebook walaupun hanya sebatas update status atau sekedar berkabar pada teman, masih bisa lah. Apalagi dengan bantuan software berbasis Java Morange, fitur-fitur yang biasanya saya pakai bisa diakses dengan baik. Hanya saja keterbatasan itu tetap ada. Layar yang kecil, input text yang gak nyaman, dan ada halaman admin blog yang gak bisa dijangkau, membuat hati hanya bisa mangkel dengan koneksi starone saya.

Uniknya, saat kartu Starone saya pindah ke PDA Audiovox 6700 CDMA, baik Morange maupun Mobile Facebook bisa berjalan dengan baik. Berarti masalahnya dimana siy sebenarnya ? Apa karena menyambut Hari Raya Nyepi yah ? bingung aku !

> Ada 3 tempat yang PanDe Baik cobain untuk melakukan koneksi internetan via Starone. Ruang kerja, halaman rumah hingga di Bengkel Paramitha Peguyangan pun, koneksi Starone tetep aja menunjukkan angka 0 bps, pada volume Send dan Received-nya. Wah wah wah…. Alamat bayar 100ribu tapi gak bisa make internetan dengan nyaman nih ! <

ExpLorasi fitur MoRange by PanDe Baik bag-2

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan saya perihal ‘mengexplorasi fitur Morange’ yang pertama kemarin, kebetulan baru membahas soal Profil tampilan utama, pengaturan aplikasi Morange (setting), penambahan aplikasi dan pengaturannya pada layar utama Morange, fitur ‘Push Email’ ala Blackberry dan juga Web Browser built in. Jadi gak perlu tambahan browser lagi kalo make Morange.

…..dan berikut lanjutannya. Silahkan disimak….

***

Anda menyukai Chatting ? Morange-pun menyediakan fitur seperti Yahoo Messenger, ICQ, Google Talk atau MSN sebagai sarana ngobrol dengan account diluar Morange. Saya mengambil contoh salah satunya yaitu Yahoo Messenger (YM). Setelah melakukan login dengan memasukkan ID dan Password, saya dihadapkan pilihan yang sangat mirip dengan YM versi Windows. Dalam arti semua nama contact yang ada pada YM laptop, ditampilkan dengan baik. Jauh berbeda dengan aplikasi YM yang saya dapatkan dalam versi Windows Mobile pada PDA. Lengkap dengan status mereka, Offline, Online, Busy atau idle.


Setiap jawaban yang datang dari orang yang diajak Chatting, seperti halnya fitur ’Push Email’, ponsel atau handset akan bergetar dan bersuara seperti masuknya sms. Saat kembali kelayar utamapun, pada kolom Notification akan tertera status chat yang kita lakukan sebelumnya.

Sarana ngobrol ala Morange ada pada fitur ChatRoom. Disini kita bisa masuk pada ruang Chat yang telah disediakan, tinggal memilih yang mana diinginkan, dan…. langsung bergabung tanpa ada birokrasi segala macam.


Jika bosan dengan chatroom yang berlangsung, kita bisa memilih chatroom yang lain, yang ternyata ada juga loh yang berbau esek-esek. Huahahaha….. Untuk menghentikan ngobrol yang gak jelas pun kita diberikan opsi dan diakses melalui tombol Menu.

Selanjutnya fitur Message¸ kurang lebih sama dengan yang ada pada Facebook, dimana kita bisa mengirimkan pesan pada teman sesama pengguna Morange, yang berstatus offline.


Terlalu panjang ? oke, silahkan dibaca sedikit lagi dan akan saya persingkat. He…

Fitur tambahan lainnya adalah album foto, group list (daftar teman) dan jawilan (poke) yang memang semua ini sangat mirip dan familiar bagi mereka yang memiliki account di Facebook.


Tak cuma itu loh. Ada juga aplikasi tambahan lainnya yang memang mirip beneran dengan Facebook. Seperti Friend Test, dimana kita bisa membuat quiz tertentu untuk menguji seberapa jauh pengetahuan teman yang ada pada daftar kita terkait hal-hal tertentu. Sound familiar dengan Facebook bukan ?


Bedanya tentu saja Morange ini digunakan pada ponsel atau handset yang dapat dipakai kapanpun dan dimanapun. Secara Mobile ceritanya. Irit pulsa pula.

Hanya saja berhubung sarana yang dipakai itu adalah ponsel atau handset yang dikenal dengan lemotnya, khusus pada rilisan tanpa jeroan prosesor didalamnya, tampilan loading yang lama dan lelet kerap ditemui saat membuka fitur, halaman atau aplikasi baru. Hal ini tentu saja biasa terjadi pada ponsel, yang bahkan tergolong smartphone sekalipun.

So, siap jadi seorang Moranger ?

> Tulisan ini adalah tulisan terakhir yang PanDe Baik turunkan terkait Morange. Semoga saja berguna bagi rekan-rekan yang memerlukan, dan mohon maaf jika tulisan kali ini terlalu panjang dan membosankan untuk dinikmati. <

Satu lagi, tulisan ini sekaligus tulisan terakhir pada BLoG untuk saat ini, berhubung bakalan menyambut Tahun Baru Caka 1931.
Selamat melakukan brata Penyepian dan semoga Tuhan selalu memberikan yang Terbaik untuk kita semua.
Sampai jumpa usai Nyepi….

ExpLorasi fitur MoRange by PanDe Baik bag-1

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih tentang Morange. Aplikasi berbasis Java yang multifungsi sebagai alternatif solusi internetan dengan murah ala Blackberry.

Kalo pada tulisan-tulisan saya sebelumnya lebih banyak bercerita tentang pengetesan aplikasi Morange pada ponsel, tulisan kali ini saya porsikan untuk mengeksplorasi Morange lebih jauh. Tentu saja yang versi gratisan saja. Hahahaha…. dan berhubung hasilnya jadi panjang, maka tulisan ini saya bagi dua, agar tak malah membosankan nantinya.

***

Tampilan Pertama yang paling gampang dikenal pada Morange adalah Profile. Profile pada Morange rupanya gak jauh berbeda dengan Profile versi Facebook maupun Yahoo Messenger (selanjutnya dipake istilah YM). Profile ala Facebook, yang bisa menampilkan status personal, status sosial saat ini maupun yang ingin dicari. Profile ala YM menampilkan status Online, Offline, Busy maupun custom.


Profile pada Morange dilengkapi pula dengan Report tentang status Profile selama selang waktu pertama kali mendaftarkan account di Morange hingga terkini. Misalkan saja, berapa banyak status yang pernah dipublikasi, berapa jumlah foto yang kita upload atau berapa banyak komentar teman.

Sebelum melangkah pada fitur-fitur yang disediakan, kita bisa melakukan setting (pengaturan) terlebih dahulu untuk mengubah default Morange agar lebih sesuai dengan kehendak kita. Terdiri dari lima (5) settingan utama, General, Web, Homescreen, Email dan Chat.


Untuk General Setting, mengatur perihal koneksi internet, apakah memakai format html atau WAP, hal lain seperti besaran huruf, suara yang akan menandakan reaksi pada Morange entah itu email, chat ataupun lainnya termasuk pula getar (vibrate), serta pengaturan jam dan penggunaan kamera. Sedangkan WEB Setting, lebih mengutamakan pada gambar yang akan ditampilkan, terkait pada jumlah volume yang akan dihabiskan nanti. Makin bagus kualitas gambar yang ditampilkan, makin besar pula volume bytes yang dihabiskan. Begitu pula dengan ketiga pengaturan lainnya.

Pada tampilan utama Morange, terdapat list atau daftar aplikasi yang aktif atau paling sering digunakan nantinya. Pengaturan daftar aplikasi yang akan dipakai nantinya dapat diatur atau ditambahkan, misalkan saja dari daftar default yang ada, ditambahkan fitur aplikasi ICQ dan menghilangkan Google Talk.


Begitu pula yang tampil pada layar utamapun dapat pula diatur. Dari daftar aplikasi diatas, yang mana saja paling sering digunakan nantinya. Sisanya akan ditampilkan setelah memilih tanda panah paling kanan.


Berkaitan dengan fitur ‘Push Email’ fitur utama ala Blackberry, untuk menggunakannya, harus diatur terlebih dahulu account email yang dipakai. Tentu saja email tersebut harus mendukung fasilitas POP3 atau IMAP, seperti misalnya Gmail atau bahkan email yang saya pakai dari BLoG ini, pandebaik.com.


Setelah diatur, silahkan mencoba fitur ini dengan saling berkirim email dengan rekan, dimana daftar penerima email dapat diambil dari daftar Contact yang ada pada ponsel. Untuk melihat seberapa jauh prosesnya apakah telah dikirim atau belum, bisa dilihat pada daftar email (email list). Jikapun datang balasan ataupun setiap kali email masuk ke inbox, maka ponsel atau handset bakalan bersuara dan bergetar seperti layaknya penerimaan sms.

Web Browser merupakan fitur yang disediakan pula oleh Morange. Jadi gak usah menambahkan browser terpisah seperti Opera ataupun Firefox lagi untuk dapat mengakses blog ataupun mbah Google. Untuk melakukan pencarian (search) sebuah kata kuncipun disediakan pilihan, apakah akan dilakukan pada mesin pencari (search engine) Google, Yahoo atau lainnya.


Saat alamat atau situs tertentu ditampilkan, Morange menyediakan pula fitur Bookmark halaman, yang kemudian akan ditampilkan pada menu Favourite, mirip dengan PC Windows bukan ? Jadi gak perlu bersusah-susah lagi mengetikkan alamat yang pernah dikunjungi (yang pernah di-bookmark). Disini saya mencoba mengakses BLoG pribadi dan sukses.


Ohya, adapun fitur tambahan dalam Web Browser ini adalah sistem penggunaan Tab, apabila ingin membuka lebih dari satu halaman. Mirip dengan yang disediakan oleh Opera, Firefox maupun Google Chrome. Sekali lagi, gak usah menambahkan browser tambahan seperti ketiganya tersebut kok. He…

Eh, sebetulnya fitur yang ada pada Morange itu masih banyak loh, tapi dilanjutkan pada tulisan berikut saja yaa…. see you di tulisan bagian ke-2. He…

Push Email di Pocket PC tanpa Morange ? Gampang !

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih terkait dengan Morange. Satu Aplikasi yang memiliki fitur lengkap terintegrasi ala layanan Blackberry.

Bagi yang masih ingat dengan tulisan saya yang pertama, perihal percobaan yang saya lakukan untuk menggunakan aplikasi Morange pada PDA O2XDA Atom Black yang berbasiskan Pocket PC dan telah diupgrade ke Windows Mobile 6.1.

Satu kesimpulan yang dapat saya ungkapkan waktu itu adalah Morange tidak dapat digunakan sepenuhnya dengan baik pada sistem operasi Pocket PC. Ini karena kedua tombol softkey kiri dan kanan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk mengakses tombol ‘Menu’ dan ‘Back’ pada tampilan Morange.

Trus gimana dong kalo seumpamanya kita menginginkan fitur-fitur ala Blackberry, minimal ‘Push Email’ dapat terintegrasi pada PDA yang digunakan, tanpa harus menggunakan Morange ? Gampang….

Sebetulnya dalam kondisi default-pun Pocket PC sudah memiliki fitur ‘Push Email’ pada Messaging yang disediakan. Hanya saja memerlukan pengaturan lebih lanjut untuk dapat menggunakan fitur ‘Push Email’.

Buat account email terlebih dahulu pada Messaging, dengan cara ‘New email Account Setup’ pada Menu Messaging, atau menekan tombol ‘Menu’ > ‘Tools’ > ‘New Account’ dari layar tampilan Inbox Message. Selanjutnya tinggal mengisi kolom username, password, kode untuk fitur POP3 atau IMAP dan juga SMTP, sebagai sarana mengambil email yang masuk pada account ke PDA secara langsung.

Sebelum mencapai Finish, silahkan dicermati pada halaman untuk pilihan ‘Automatic Send/Receive’. Agar dapat menggunakan fitur ‘Push Email’, silahkan diubah pilihan default yang biasanya di-set pada pilihan ‘Manually’ ke pilihan sendiri. Mau dilakukan aktivitas pengecekan setiap 5 menit, 10 menit hingga sekali sehari.

Nah, apabila itu sudah dipilih dan Finish, maka tinggal menunggu reaksi dari PDA saja. Apabila PDA dalam kondisi aktif sebagai fungsi telepon/sms saja, bukan terkoneksi dengan internet, maka pada waktunya nanti sesuai pengaturan, PDA akan melakukan koneksi secara otomatis dan mengambil serta mengirimkan email.

Untuk memudahkan mengetahui adanya email yang diterima, dapat dilakukan dengan pengaturan nada tandanya. Caranya dengan melakukan Setting pada pengaturan ‘Sounds and Notification’. Silahkan diatur apakah disertai dengan getar atau tidak.

Apabila masih bersikeras ingin memakai Morange dengan pertimbangan banyak fitur yang disediakan dalam satu aplikasi, perlu diketahui bahwa fungsi Morange hanya sebatas penerimaan dan Viewer. Tidak hingga ke tahap pengiriman (Reply). So, khusus untuk fitur ‘Push Email’, satu-satunya cara untuk melakukan pengiriman balasan (Reply) adalah memanfaatkan multitasking, yaitu melakukan aktivitas dengan dua atau tiga aplikasi dalam waktu bersamaan.

Caranya, tinggal menekan tombol Start Menu dan memilih Messaging, khusus untuk melakukan pengiriman balasan (Reply). Untuk kembali ke tampilan Morange, tinggal menekan tombol silang (quit) pada tampilan Messaging. Bagaimana ? Mudah kan ?

> Tulisan ini adalah untuk yang ke-empat kalinya PanDe Baik menyinggung penggunaan aplikasi Morange, sebagai sarana membantu mobilitas yang berkaitan dengan internet, sebagaimana layaknya layanan Blackberry. Ohya, masih ada satu tulisan lagi terkait aplikasi berbasis java ini, yaitu perihal Eksplorasi Morange seperti yang dipinta rekan saya Budi Windhutama. Sekedar mengetahui lebih jauh, apa saja sih isi jeroan aplikasi Morange ini yang bisa kita manfaatkan ? ditunggu yaaaa…. <

Morange dengan IM3 pada Nokia S60 seri N73 ME (test ke-3) Murah Beneraaaaannn

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan aksi pengetesan aplikasi Morange yang ketiga kalinya sesuai janji, kali ini saya memakai handset ponsel Nokia GSM seri N73 Black atau dikenal dengan Music Edition, dan kartu IM3. Kebetulan alat yang saya pake melakukan test kali ini adalah satu dari tiga ponsel yang selalu dibawa Istri.

Kalo pada tulisan saya sebelumnya yang menggunakan kartu operator TelkomFlexy pada handset Nokia CDMA seri 6275i, tarif yang dikenakan terlalu mahal, sekitar Rp. 5,- per kilobyte pemakaian, itupun yang berlaku hanya satu paket sistem yaitu Volume Based saja. Sedang paket Time Based yang dikenai biaya Rp. 220,- per menit pakai hanya berlaku jika melakukan akses internet pada PC biasa dengan media ponsel digunakan sebagai modem.

Sebaliknya untuk IM3, tarif atau biaya yang dikenakan jauh lebih murah yaitu untuk paket Volume Based hanya Rp. 1,- per kilobyte pemakaian dan paket Time Based sekitar Rp. 75,- per menit pakai. Barangkali kalo mau dibandingkan dengan operator baru, macam AXIS, Smart ataupun 3, biaya atau tarif yang dikenakan oleh Indosat untuk IM3 masih tergolong mahal.

Hanya saja kalau dibandingkan dari segi sinyal dan kecepatan akses, bisa dikatakan jauh lebih memuaskan. Apalagi digunakan untuk internetan pada ponsel yang dikenal lemot (lemah otak) seperti halnya Nokia N73 ME yang saya pakai ini. Mungkin disebabkan oleh ketiadaan prosesor yang mumpuni seperti ponsel baru rilis terkini.

Tak jauh berbeda dengan hasil test yang saya lakukan sebelumnya, proses login, akses fitur-fitur yang ada didalamnya maupun saling berkirim email dapat dilakukan dengan baik.


Yang tak saya duga sebelumnya adalah saat mencoba meng-upload Avatar yang bisa berhasil dengan baik rupanya. Hanya saja untuk menampilkannya pada layar Morange, diperlukan persetujuan terlebih dahulu dari pihak moderator (Emma Yang). Sayangnya setelah lewat tiga haripun, saya belum mendapatkan konfirmasi perihal persetujuan penggunaan foto untuk Avatar. Ada yang bisa membantu barangkali ?


Walaupun hingga kini saya belum menemukan masalah yang berarti dalam beraktivitas dengan Morange via Nokia N73, kecuali ‘loading’ yang memakan waktu cukup lama. Sekitar 10-20 detik saat mencoba mengakses halaman demi halaman ataupun fitur yang ada didalamnya. Ini bisa dimaklumi, karena merupakan hal yang biasa dalam ponsel berkategori Smartphone, apalagi minim daya prosesor.


Satu hal kelebihan yang membedakan dengan hasil test terdahulu, dan patut dicatat adalah kemampuan ponsel dalam melakukan multitasking.

Yang dimaksud dengan multitasking adalah melakukan beberapa aktivitas secara bersamaan. Seperti misalnya saat mengakses Morange secara online, kita masih bisa untuk melakukan aksi telepon atau sms maupun mengambil gambar dengan kamera.


Caranya saat layar menampilkan aplikasi Morange, tinggal menekan tombol Menu untuk mengakses fitur lain dalam waktu bersamaan. Kenapa saya sarankan langsung menekan tombol Menu, bukan tombol Merah (pemutusan panggilan), karena jika tombol merah yang ditekan, maka secara otomatis, aplikasi Morange yang sedang berjalan akan berhenti secara permanen. Itu artinya, untuk mengakses Morange kembali diperlukan langkah sedari awal yaitu login.

Sebaliknya, dengan menekan tombol Menu kita bisa mengakses fitur lain seperti telepon, sms maupun kamera dengan baik. Untuk kembali pada layar Morange, tinggal menekan tombol Menu agak lama (sekitar 3-5 detik) untuk memunculkan ‘task manager’ atau tampilan aplikasi apa saja yang aktif saat itu. Morange-pun bisa diakses kembali tanpa harus login.

Ohya, tak lupa berikut saya lampirkan tabel perbandingan pemakaian Morange dengan bantuan operator IM3 dengan pengujian teradulu yang menggunakan TelkomFlexy. Perlu diketahui, bahwa untuk test kali ini, saya meluangkan waktu sekitar 40 menit untuk beraktivitas dengan Morange. Sekitar dua kali lipat lebih dibanding waktu yang saya gunakan saat memakai TelkomFlexy. So, berikut lampiran perbandingannya.

Murah bukan ?

Nah, dari ketiga pengujian penggunaan aplikasi Morange sebagai sarana ‘push email’ layaknya layanan Blackberry, paling ideal adalah dengan menggunakan ponsel yang memakai sistem operasi layaknya Nokia Symbian 60 seperti seri N73 ME yang saya pakai, atau Symbian 80 Nokia seri 9300 /9500 misalnya. Bisa juga memakai handset lain, dengan syarat memiliki fitur meminimize aplikasi Java Morange untuk melakukan sambungan telepon dan sms secara bersamaan.

Perihal Tarif atau biaya yang dikenakan, IM3 dapat menjadi pilihan murah tapi memuaskan saat ini (untuk keperluan internetan). Bisa juga sih sebetulnya menggunakan operator lain seperti AXIS, 3 atau Smart, tapi itu semua kembali ada kekuatan sinyal pada daerah setempat.

Oke deh, untuk pengujian penggunaan aplikasi Morange pada ponsel kali ini saya sudahi. Selanjutnya barangkali bakalan saya susul dengan ‘eksplorasi’ Morange, yang isinya kira-kira fitur apa saja yang ada dan dapat digunakan dalam ‘sebuah’ aplikasi cantik bernama ‘Morange’. Ini sekaligus sebagai jawaban atas permintaan rekan saya Budi Windhutama.

> Morange bagi PanDe Baik adalah salah satu alternatif solusi murah bagi mereka yang minim anggaran untuk membeli handset mahal Blackberry sekaligus berlangganan paket data bulanannya. Selain fitur utama ‘push email’, masih dalam satu aplikasi Morange, kita akan mendapatkan banyak fitur yang terintegrasi sekaligus. Katakanlah ‘Web Browser’, ‘Chat Room’, ‘Yahoo Messenger’, ‘ICQ’, ‘MSN’, termasuk juga fitur-fitur yang akrab dalam Facebook sekalipun. Tunggu tulisan saya selanjutnya yaaa… <

Selamat Ulang Tahun Putri Kecilku

4

Category : tentang Buah Hati

Pande Putu Mirah Gayatridewi, lahir sesaat setelah mantram Gayatri berkumandang dari corong Banjar Tainsiat…. setahun lalu… 18 Maret 2008.


Akhirnya kami memutuskan merayakan hari ulang tahunnya yang pertama, ditengah kesibukan ber-hari raya Galungan. Ya, Putri kecil kami ini berulang tahun jatuhnya tepat pada hari raya Galungan, hari yang dinanti oleh ribuan Umat Hindu dimanapun mereka berada.

Karena kesibukan kami pula, maka ulang tahunnya pun dirayakan dengan sederhana, usai berkeliling bersembahyang ke Pura. Bersama anak-anak yang gembira karena menganggap simulasi yang mereka lakukan ternyata membuahkan hasil. Hahaha….. Mirah sangat menikmati ‘tiup lilin serta potong kue-nya….


He… perayaan kecil ini pun selesai tak sampai menghabiskan waktu satu jam, berhubung kami harus pulang kampung ke Canggu –rumah istri- dan segera balik kerumah lagi. Hari ini pula merupakan Piodalan di Sanggah rumah kami ini….


Hari yang sibuk rupanya.

Ehm, masih ada yang mau dengan kue tart-nya ???

SimuLasi ULang Tahun MiRah GayatriDewi

5

Category : tentang Buah Hati

Gak terasa sudah hampir setahun kehidupan kami diramaikan oleh celoteh dan tangis bayi, Putri sekaligus Malaikat Kecil bagi keluarga kami. Hari itu begitu spesial, hari yang telah dinanti selama sembilan bulan kehamilan, hari yang kami dambakan sejak awal pernikahan….

Selasa Kliwon 18 Maret 2008, akhirnya BeLiau memberikan kepercayaannya pada kami, dan mengabulkan apa yang kami pinta dan harapkan.

‘Pande Putu Mirah Gayatridewi’. Nama itu adalah pemberian Neneknya di Canggu (Mertua)…. dan kami mensyukuri apa yang telah kami dapatkan hingga hari ini.

***

Hari Ulang Tahun putri kecil kami yang pertama, jatuh tepat pada Hari Raya Galungan, hari yang dinantikan oleh seluruh umat Hindu dan dirayakan dengan penuh suka cita. Oleh karena itu pula, akhirnya kami berusaha menyisihkan sedikit tabungan (berhubung THR yang kami dapat sudah dialokasikan sepenuhnya untuk banten dll), agar kami bisa merayakan walaupun dengan sangat sederhana. Ulang tahun sekaligus syukuran untuk ‘Gek MiRah (nama panggilan kami untuknya) yang pertama.

Karena ini adalah yang pertama bagi ‘Gek Mirah, maka atas inisiatif beberapa kakak-kakak sepupunya (ada sekitar 5 dari 16 orang keponakan), mereka mengadakan simulasi kecil, dan berusaha melatih putri kecil kami untuk menyambut hari jadinya tersebut.

Dari tepuk tangan saat nyanyian ‘Selamat Ulang Tahun’, ‘Tiup Lilin’ dan ‘Potong Kue’ hingga meniup ‘lilin’ pada ‘kue’ ulang tahun. Kenapa saya katakan ‘kue’, karena ‘kue’ yang dimaksudkan hanyalah berupa tumpukan mainan yang disusun serupa kue ulang tahun, dan diisi batang kecil diatasnya. Hahahaha…. Ada-ada saja ni anak-anak….

Walaupun para kakaknya ‘Gek Mirah berusaha melakukan simulasi ini setiap harinya sejak seminggu lalu, kelihatannya putri kami ‘Gek Mirah, tak terlalu antusias mengikutinya. Lihat saja, ia asyik dengan diri sendirinya bermain disebelah para kakak yang duduk melingkar. Cuek….

Biarpun begitu, ketika Neneknya ‘Gek Mirah (Ibu saya) menyanyikan lagu thema anak-anak TK dengan keras, ‘Gek Mirah langsung aja dengan refleknya bergaya sesuai lirik lagu tersebut. Ia akan menaikkan tangannya keatas dan direntangkan sekaligus dengan badan yang bergoyang-goyang. Hahahaha….

Apalagi kalo nyanyian tersebut sudah sampai ada bait terakhir, oalah…. penjiwaannya keren banget. Gek Mirah akan bergaya sesuai dengan lantunan lirik lagu….
“satu dua… satu dua… taaangaaaan taruh di pinggang. baaadaaaan bergoyang-goyang. awas aaawas ! jangan salah ! maaari kita berjabat taangan.”

Saya yang biasanya tergelak tertawa, hanya bisa terheran-heran akan kelincahan geraknya, saat mengikuti lantunan sang nenek.

“….uuugghh !!! Bapak jadi geregetan Nak….”

Morange dengan TelkomFlexy pada Nokia S40 seri 6275i (test ke-2)

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan saya sebelumnya terkait Morange, aplikasi berbasis Java yang kemampuannya nyaris menyamai aplikasi Push Email milik Blackberry. Kenapa saya katakan ‘hanya’ nyaris ?

Karena Morange ternyata tidak kompatibel jika dipakai pada handset PDA jadul O2 XDA Atom Black seperti yang saya miliki dan pakai saat ini. Saya pribadi berani mengatakan ‘tidak kompatibel’ sebaliknya banyak situs web besar lainnya mengatakan bahwa Morange dapat berjalan dengan baik di semua tipe PocketPC. Bagi yang belum jelas silahkan kembali menyimak tulisan saya sebelumnya. He….

Nah, sesuai janji saya, berikut saya akan paparkan hasil test yang saya lakukan untuk kedua kalinya pada aplikasi Morange. Kali ini mencoba mengaplikasikannya pada handset ponsel Nokia yang memiliki jaringan CDMA yaitu Nokia 6275i. Ponsel yang saya pakai pribadi hingga kini.

Sebagai gambaran, ponsel ini bukanlah ponsel yang menggunakan sistem operasi Symbian yang bisa ditambahkan banyak aplikasi pihak ketiga, seperti halnya seri N atau seri E. Walau begitu ponsel ini dikategorikan sebagai ponsel Nokia S40. Ponsel yang hanya dapat ditambahkan aplikasi atau games yang berbasis Java saja. Ponsel sejenis yang terkenal pada jaringan GSM adalah seri 6300, 5300, 5310 dan 3120 classic yang telah mendukung 3G.

Ohya, perlu diketahui sebelumnya kalau operator yang saya pakai melakukan test kedua ini adalah Telkom Flexy.

Setelah mengkonfirmasi layanan lokal terkait TelkomFlexy baik itu cara koneksi internet via ponsel hingga tarif yang dikenakan untuk pemakaian. Jawabannya cukup mengejutkan bagi saya.

Untuk pemakaian internet dengan menggunakan ponsel (lewat mini browser), hanya ada satu tarif yang dikenakan. INGAT, HANYA SATU. Yaitu sistem Volume Based sekitar Rp 5,- per Kilobyte data yang dipakai. Sekitar lima kali lipat tarif yang dikenakan oleh operator Indosat untuk produk mereka baik IM3 dan Starone.

Sistem Time Based hanya akan berlaku apabila menggunakan ponsel sebagai modem untuk pemakaian internet pada PC. Itupun tarif yang dikenakan adalah Rp. 220,- per menitnya. Oke, bandingkan lagi dengan Indosat yang hanya memberikan tarif Rp. 75,- per menit pakai.

Lantaran sudah kepalang basah, sayapun nekat mencoba melakukan test kedua untuk penggunakan aplikasi Morange sebagai sarana ber-Push Email.

Untuk tahap awal, start hingga login gak ada bedanya dengan test Morange yang saya lakukan pada handset PDA O2 XDA Atom Black. Baru terasa perbedaannya yaitu saat menekan tombol ‘softkey’ kiri kanan yang dapat berfungsi dengan baik. Termasuk untuk mengakses pilihan getar, nada dsb pada ‘Setting’ serta saling berkirim email dengan rekan yang mengenalkan Morange pada saya, Budi Windhutama.

Seperti yang sudah saya perkirakan, pilihan ‘SEND’ saat akan melakukan pengiriman email berada pada tombol softkey kiri. Termasuk pilihan lainnya seperti Delete message misalnya.

Begitu pula dengan tombol softkey kanan yang berfungsi sebagai ‘BACK’ atau ‘CANCEL’ dapat berfungsi dengan baik. Sayapun dapat dengan mudah menggunakan Morange untuk menggantikan status saya hari ini serta mencoba melakukan upload foto untuk avatar dan gagal.

Sayangnya, permasalahanpun muncul.

Penggunaan aplikasi Java pada ponsel Nokia type S40 dengan seri 6275i ini, ternyata gak mampu melakukan multitasking semudah pemakaian Morange seperti yang saya katakan sebelumnya. Pasalnya, saat melakukan aksi internetan ini, kita gak bisa melakukan hal lain, seperti misalnya telpon atau sms. Karena begitu kita tekan tombol merah (yang biasanya langsung menuju layar paling depan –today-), untuk mengakses fitur telepon dan sms, aplikasi Morange langsung ditutup secara permanen. Tidak ada pilihan untuk me-minimize layar. Inilah kekurangan ponsel S40 yang saya katakan tadi tidak memiliki sistem operasi Symbian seperti halnya seri N atau E.

Percobaan saya lakukan dua kali. Pertama sekitar 10 menit pakai, sedangkan yang kedua sekitar 5 menit pakai. Dengan aktivitas masing-masing akan saya gambarkan pada tabel dibawah.

Nah, tiba saatnya melakukan cek saldo pulsa yang tersisa untuk pemakaian Morange dua tahap dengan operator Telkom Flexy.
Hasilnya sangat mencengangkan, berikut rinciannya :

Ealah…. Ternyata untuk dua tahap pengetesan yang saya lakukan dengan total pemakaian yang hanya 15 menit, saya menghabiskan pulsa sebesar Rp. 670,- untuk 6 email yang saya kirimkan dan 5 email yang saya terima plus upload avatar yang gagal. Bayangkan jika saya menggunakannya seharian seperti halnya rekan saya Budi misalnya. Berapa rupiah pulsa yang harus dihabiskan untuk itu ?

> PanDe Baik secara jujur mengatakan ketidakpuasan pemakaian aplikasi Morange dengan menggunakan koneksi TelkomFlexy pada handset ponsel Nokia S40 seri 6275i. Muahaaaalnya !!! Tapi bagaimana kalau dilakukan test ketiga sekaligus terakhir ? dengan menggunakan operator dan handset yang berbeda ? Silahkan ikuti terus lanjutannya…. <

So, What’s Next ?

7

Category : tentang KuLiah

Akhirnya lewat juga, 14 Maret 2009….. yang saya nantikan, pukul 9 pagi… Kira-kira begitu bathin saya siang ini.

Ohya, apa ada yang masih blom tahu apa yang saya nantikan pada pukul 9 pagi tadi ? He… Bukannya bermaksud untuk mencontek judul lagu karya grup Rock Indonesia God Bless loh… “8 Maret 1989”

Terhitung pagi tadi, saya harus mengikuti Ujian pengajuan Proposal sekaligus kelayakan Usulan Penelitian sebagai cikal bakal Thesis nantinya. Langkah pertama yang harus dilalui terlebih dahulu menyusul dua tahap ujian lagi nantinya. Agar saya bisa benar-benar lepas dari beban perkuliahan pasca sarjana yang saya ambil sedari pertengahan tahun 2007 lalu.

Sekedar informasi saja, adapun bahan yang saya ambil untuk rencana Thesis saya ini adalah perihal “Sistem Informasi Jalan Raya”. Hmmm…. ini untuk pertama kalinya saya berani mengungkapkannya lewat BLoG, setelah beberapa bulan ditutup rapat-rapat. -Mungkin selanjutnya bakalan meminta bantuan Bli Hendra selaku pemilik Baliorange, tempat hosting yang sempat saya sebutkan (keceplosan…) tadi. He….

Ujian pengajuan Proposal sekaligus Kelayakan tadi dipimpin oleh Pembimbing saya, Bapak Agung Adnyana Putera, didampingi oleh pembimbing dua Bapak Suparsa dari Program Studi Transportasi, ditambah tiga orang dosen Pembahas, yaitu Bapak Yansen, Bapak Suweda dan Bapak Dewa Prianta.

Ujian yang berlangsung (jika boleh saya katakan) serius tapi santai. Lumayan membuat saya kewalahan, sekaligus nervous dengan maksud dan tujuan pertanyaan yang dimaksud. jangan-jangan malahan jadi menjebak nantinya.

Satu hal yang saya syukuri, bahwa Bapak-Bapak Dosen yang menjadi Pembahas pada ujian saya ini, menyampaikan masukan serta saran dengan sangat baik, tanpa bermaksud menjatuhkan mental saya didepan rekan-rekan. Berhubung salah satu peserta yang tampak hadir adalah rekan saya sesama Blogger. (he… sambil membayangkan, kira-kira apa yang bakalan ditulis tentang jalannya ujian saya nanti yah ?)

Memang harus saya akui, ada beberapa hal yang saya tak paham, terkait dengan tata bahasa, cara penulisan dan juga istilah. Apalagi yang berkaitan dengan Data Primer dan Sekunder. Saya akui, memang saya sangat tidak menguasainya.

Selain itu benar pula apa yang diperkirakan oleh Bapak Suweda terkait Kajian Pustaka yang saya buat, adalah hasil copy paste saja dari referensi yang saya dapatkan. Istilahnya, ya asal comot. Yang penting berkaitan ya diambil saja. Itu benar. Hehe…

Setidaknya, apa yang saya buat itu memang adalah usaha sendiri. Bukan hasil dari mencotek dan menyalin apa yang dibuat oleh mahasiswa sebelumnya. Berhubung ini topik yang benar-benar baru, maka Beliau-Beliau yang mendapatkan kewenangan untuk memutuskan apakah saya layak maju ke tahap Thesis atau tidak, merestui usaha saya dan mempersilahkan untuk dilanjutkan.

Entah karena memang terpengaruh oleh suasana “ujian” dan keputusan yang dinanti khawatirnya tak sesuai harapan, untuk beberapa saat, pikiran saya sempat blank bahkan tidak tahu harus berkata apa.

Hingga saat saya meninggalkan kampus pun terdengar hela nafas panjang dan berat, disertai pula dengan tanda tanya….

So, What’s Next ?