Puing Kebakaran Yudistira

3

Category : tentang KeseHaRian

Kamis pagi baru sempat mampir ke lokasi kebakaran dan ternyata dugaan ketigalah yang benar, rumah kontrakan disebelah barat rumah duka kematian terakhir. Entah kemana pemiliknya hari ini…

kbakaran-yudish.jpg

kbakaran-yudist.jpg

Let me Introduce my Baby (new) webblog

5

Category : tentang Buah Hati, tentang DiRi SenDiri

Sesaat setelah alamat blog lama pandebaik.blogspot.com dinyatakan tidak disediakan lagi, maka otak ini langsung saja berputar pada beberapa topik yang paling sering dibahas dalam blog ini, yaitu seputar keseharian Pegawai Negeri Pemerintahan dan kebobrokannya, kegiatan-kegiatan lapangan yang dilakukan, opini mengenai hal-hal menarik yang terjadi disekitar kita, review serta kesan ada beberapa gadget, seputaran perkuliahan, cerita cinta dengan Istri dan terakhir tentu ada seputatannya si putri kecil kami.

Hanya saja dengan syarat utama HARUS memakai bahasa Inggris sebagai primary-nya, maka minimal ada beberapa kosa kata yang harus bisa diterjemahkan dengan lugas, lantaran seandainya memakai bantuan program Transtool seperti yang disarankan oleh Bli Wira Bagus dan juga Om Anton, rasanya apa yang ditranslate terlalu resmi untuk isi sebuah blog. Selain itu ya diusahakan agar isi postingannya bisa dilanjutkan kapanpun dengan berbagai ide yang menarik seputar itu.

Maka dipilihlah cerita seputar si kecil baby putri kami, sedari ia lahir hingga besar, yang barangkali bakalan diposting secara periodik, dua hari sekali tentu dengan bahasa Inggris yang acak adul lantaran blom punya sertifikasi ToefL yang baik dan benar, jadi mohon dimaafkan kalo secara EYD-nya English, gak sesuai harapan atau malah membuat dahi mengernyit ‘aneh banget maksud kata-katanya’. Juga untuk dimaklumi tentunya. Harapannya dengan lahirnya blog baru tentang Story of my Little Angel, Pande Putu Mirah Gayatridewi, selain pembelajaran Adsense bisa tersalurkan, ada misi lainnya juga ya apalagi kalo bukan bercerita dan menampilkan perkembangan putri kami lewat blognya tersendiri.

Jadi bagi rekan-rekan yang ingin tau perkembangan seputar putri kami, silahkan saja mampir ke blog ini atau sementara ini bisa diklik pada ‘Link to My Family’ yang sudah tercantum pada Sidebar dikanan.

Ohya, so Let Me Introduce my Baby (New) Web Blog : http://gayatridewi.blogspot.com/

Adsense untuk pandebaik.com ? kandas juga akhirnya

6

Category : tentang DiRi SenDiri

Setelah berhari-hari mencoba mencari referensi perihal Google Adsense, disela kesibukan kerja dan juga kuliah, akhirnya sedari pertengahan bulan Juli ini mencoba mendaftarkan blog ini ke Google dengan penuh keyakinan untuk belajar lebih jauh. Tentunya harapannya gak muluk-muluk, bagaimana menampilkan Adsense tadi tanpa mengganggu halaman dan isi Blog ini.

Nyatanya setelah selesai dan disetujui pula oleh pihak Google, maka proses menampilkan Adsense di blog inipun siap dimulai. Hasilnya kolom Seacrhing di sisi kanan paling atas (pada sidebar) mampu menyatu dengan warna dasar blog ini dengan baik, walopun masih ada tanda tanya kok tampilannya jadi begitu aneh ya ? padahal saat di preview oleh Google sebelumnya, bagus banget. Gunanya tentu mencari informasi diseputaran blog ini ataupun Google (barangkali). Jadi silahkan saja digunakan.

Namun saat mencoba mencari-cari pada akun Google perihal Adsense for Contents, eh mata ini luput dari satu hal bahwa untuk mendapatkan Contents tersebut, blog yang dimaksud HARUS memiliki bahasa primer, Inggris dan bukan lokal Indonesia seperti yang tampil di blog ini. Walah, keyakinan diawal tadi jadi meluntur seiring penolakan dari Google atas point bahasa tadi.

Tapi gak lantas bikin putus asa, langsung saja berkeinginan mencoba mengaktifkan blog lama, sebelum memakai blog yang sekarang ini, yaitu pandebaik.blogspot.com, barangkali saja bisa diisi dengan posting-posting baru yang berbahasa Inggris. Eh nyatanya ntu alamat gak disediakan lagi, sehingga dipaksa untuk berpikir kira-kira bikin blog apa ya, biar bisa belajar Adsense lebih jauh ?

Sinetron Indonesia Mudah Ditebak ?

3

Category : tentang Opini

Berikut hal-hal lumrah dan dijamin selalu ada pada produksi sinetron Indonesia yang belakangan seakan makin booming di layar televisi lokal.

Pamer kekayaan : Mobil atau rumah mewah, asesoris pendukung (paling sering tampil sih ponsel ter-gres, selaku pesanan sponsor) serta perilaku yang high class. Mungkin ini yang namanya memberikan mimpi bagi sebagian masyarakat Indonesia. > siapa sih yang gak pengen hidup mapan ?

Kebangetan : si tokoh utama baik, ya baiknya gak ketulungan. Gak jarang digambarkan sebagai orang yang saleh, baik budi dan sabar juga penyayang. (mungkin kalo di-include kan dengan rajin menabung barangkali yang segera terbayang dikepala ya mirip-mirip anak SD jaman dulu lah…). Sedang yang peran antagonis, jahatnya minta ampuuun. Gak jarang saking jahatnya, sampe kepikiran, apa ada orang yang se-tega itu yah ? Biasanya sebelum melakukan kejahatan itu, diawali dengan bisik-bisik, jarang banget ditemui, bahwa suatu tindak kejahatan berawal dari hobi si tokoh ber-blog walking. J

Hitam-Putih : Gampang Ditebak. Dari penggambaran awal si tokoh, penonton bahkan anak kecil sekalipun bakalan tau, oh si ini tokoh jahatnya, dan si itu yang baiknya. Tapi itu masih mending, kadang kepolosan dan keluguan si pembuat cerita atau mungkin sang sutradaranya tergambar jelas, hingga kadang-kadang ‘oh abis adegan gini, pasti deh berikutnya begini begitu’ Entah disengaja atau tidak, alur yang gampang ditebak, merupakan suatu kebodohan atau malah keuntungan ? Gak susah-susah mikirin cerita lanjutannya.

To Be Continued : Dipanjang-panjangin. Suatu saat pikiran sang penonton dengan pedenya menebak, ah paling 2 hari lagi ceritanya bakalan berakhir, toh konflik tokoh utamanya udah kliatan jelas. Tapi siapa nyana kalo ntu cerita bisa sambung menyambung menjadi satu. ah, kok jadi nyasar kesitu ? bahkan sampe ada satu judul yang durasi tayangnya melebihi angka setahun, dengan plot yang begitu-begini-begitu-begini diulang terus. Gak jarang menimbulkan protes dari penonton, ni sinetron kapan selesainya sih ?

Adegan Tabrak Lari : nah, yang ini nih, rasanya paling gampang ditebak. Ada cerita dimana si tokoh utama, ditabrak lari oleh tokoh jahat atau orang tak dikenal, tanpa ada usaha pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas dan menemukan siapa penabraknya, dan berapa tahun hukuman penjaranya.

Cinderela : mirip dengan Kebangetan diatas, dimana tokoh baik selalu dikisahkan menjadi orang miskin dengan sejuta kemalangannya dan coreng moreng hidupnya sedang sijahat kaya raya bahkan untuk uang transfer sekolah anaknya yang jumlahnya satu milyarpun dikabulkan dalam hitungan detik. Kalo saya mah duit sejuta aja masih mikir dapet dari mana nih ? Tapi gak menutup kemungkinan kalo tokoh baiknya yang kaya raya, jatuh cinta pada Pembantu atau gadis miskin.

Komedi Slapstik (ejaannya bener gak ya ?) : Ini sih komedi atau cercaan paling lumrah di cerita lokal. Jarang banget isi ceritanya ya komedi yang lumayan bikin kening berkerut tapi berefek pada ketawa penonton. Jadi lebih banyak menyinggung fisik dan Sara. (bukan Sara Sechan Bos…)

Happy Ending : ah, ini sih gak usah dibahas, karena kebanyakan the end of story-nya lebih baik hepi-hepi tanpa meninggalkan tanda tanya berlebihan (lantaran endingnya gak jelas) atau protes dari penontonnya (masa si tokoh jahat dikisahkan hidup bahagia usai memfitnah atau melakukan perbuatan asusila ?) sekaligus memberikan kepastian bahwa yang jahat ya gak bakalan bebas dari hukumanTuhan, bukannya malah dibebaskan dari tuntutan pengadilan kayak para koruptor negeri ini. I Hope so for Ayin dan Urip.

Dari sekian yang coba di-list, barangkali memang ada banyak lagi hal-hal gampang ditebak dari sebuah Sinetron Indonesia (bahkan tak jarang menjangkiti film karya Sutradara muda). Tapi ini hanyalah sebuah impian dan harapan bagi karya anak bangsa ini.

Entah kapan bisa melihat cerita tentang seorang psikopat macam Ryan tempo hari, yang kesehariannya begitu sempurna, bahkan punya tampang innocent seperti si Hannibal Lecter (Silence of the Lambs), melakukan pembunuhan berantai namun bersembunyi dibalik pekerjaannya sebagai penjual balon anak-anak di Puputan Badung, misalnya.

Entah kapan juga ada sinetron yang mengisahkan setori tak berujung hingga penontonnya mungkin tak sadar bahwa endingnya sudah didepan mata, sambil berkata ‘loh segitu aja ? action-nya mana neh ?‘ atau ‘loh si tokoh utama itu mimpi ato apa sih ?’

Entah kapan juga ada kisah seorang B(e)Logger yang begitu terinspirasi oleh tulisan rekan lainnya lantas mengembangkannya menjadi Hoax bahkan menjadi incaran intelijen dunia akibat tulisan dan kebohongannya itu. Halah, ini sih mengkhayal pisan…

Atau mungkin penulis harus bersiap-siap untuk di-bredel berkaitan dengan aktivitasnya di Blog ini ? hmmm… barangkali saja ada yang tertarik untuk memprofilkan penulis menjadi sebuah kisah film kalo positif di-bredel… J J J

Sok Tau bikin Nyasar

3

Category : tentang iLMu tamBahan

Senin pagi, saat yang ditunggu pun telah tiba. Sesuai jadwal, hari ini ada Pelatihan atau Uji Coba Implementasi SIP-PJP (Sistem Informasi Pelaporan Pengelolaan Jalan Propinsi) yang diselenggarakan oleh Depdagri Pusat, di Hotel Grand Santhi Jl. Patih Jelantik Denpasar.

Dengan pe-denya saya langsung meluncur ke lokasi begitu jam menunjukkan pukul setengah delapan teng, dan dikepala terbayang, Jl. Patih Jelantik yang merupakan titik pertemuan pertigaan jalan dengan Dewi Sri, lokasi proyek Penanggulangan Banjir di waktu lalu. Kira-kira sebelah mananya Spbu yah ?

Nyampe Kuta, kira-kira jam delapan kurang dikit sempat muter ke Jalan arah Legian, belom jua ktemu yang namanya Hotel Grand Santhi ini, padahal jelas-jelas di alamat jalan nomor 1. jadi pasti dong lokasinya diujung jalan.

Tapi sedikit penasaran, ngliat lagi undangan yang diberikan, itu di Denpasar, bukannya di Kuta. Jadilah rasa penasaran itu langsung di tanggapi dengan menghubungi nomor telepon hotel yang ternyata…. ternyata eh ternyata, lokasi Hotel itu berada di Pusat Kota Denpasar, yang notabene Jalan Patih Jelantik itu tepatnya berada di sebelah utara Mc.Donalds jalan PB Sudirman. Walah…

Begini deh jadinya kalo ke-pe-de-an merasa tau lokasinya, eh nyasar jauh banget. Sebenarnya lain kali kalo ada Pelatihan lagi, yang paling baik tentu dihubungi dulu via telpon kayak tadi ya.

PLN byar pet lagi

2

Category : tentang KeseHaRian

Sesaat sebelum hasil karya seorang tukang cukur selesai, malam 22 Juli kmaren di persimpangan jalan Nangka patung Adipura, singgah sbentar usai pemeriksaan rutin ke dokter gigi, ruangan berubah menjadi gelap berhubung listrik mendadak padam. Tanpa menunggu waktu lama, entah dikomando atau memang reflek, secara serentak dilingkungan sekitar suara “aaahhh” (nada kecewa) pun terdengar.

Sedikit ngedumel terdengar suara si tukang cukur ‘lagi-lagi mati. Padahal tadi sore udah sempat mati juga. Gini deh kalo kita lagi butuh listrik, eh mendadak dipadamkan. Tapi kalo kita telat bayar, eh kena denda dan listrik diputus. Pelayanannya kacau nih ! masyarakat yang tetep merugi.

Memang gak salah kalo pak tukang cukur menggerutu begitu, ya wong kalo ditelusuri, pemadaman listrik dimalam hari yang paling dirugikan tentu mereka yang punya usaha menjual jasa. Karena penerangan adalah hal paling penting untuk mendukung datangnya pelanggan dan penghasilan mereka. Ini beda loh ya dengan penjual jasa ‘plus daging mentah’. J

Hal ini bisa dilihat pas menyusuri jalanan saat pemadaman listrik di suatu wilayah, rata-rata dari tempat usaha yang menjual jasa seperti tukang cukur tadi, salon ato klinik kecantikan, dokter (terutama bagi mereka yang memerlukan bantuan alat elektronik) seperti gigi, dan juga laundry.

Akan berbeda dengan mereka yang memiliki usaha penjualan barang kelontong, makanan ataupun pulsa. Karena peran pembayaran yang selama ini mungkin diandalkan pada alat elektronik masih bisa digantikan dengan itungan kalokulator.

Pada usaha penjualan makan, pemadaman listrik bahkan bisa memberikan nilai plus. Seperti suasana yang tambah romantis gitu loh, hanya ditemani sebuah lilin ditengah meja membuat keremangan malam jadi menambah temaram. halah kok malah ngelantur, Nde ?

Back to topic, ini emang menjadi ironi dan kerap menjadi sorotan akhir-akhir ini perihal pemadaman listrik bergilir seperti halnya di Jakarta beberapa waktu lalu, yang memiliki akibat tingginya penjualan lilin di supermarket atau bagi yang berkantong tebal, lebih memilih genset sebagai pengganti daya listrik.

Siapa yang patut disalahkan atas semua ini ?

PLN tentu saja pintar berdalih, dengan mengatakan bahwa mereka kekurangan pasokan listrik sehingga ‘terpaksa’ mengambil langkah pemadaman bergilir ada suatu area tertentu. Yang ditanggapi oleh Pemerintah dengan himbauan pada masyarakat untuk lebih menghemat pemakaian listrik pada rumah tangga. Seperti ‘Jangan meninggalkan colokan charger hape saat tak dipakai’…

Malah sedikit mengancam pula untuk memberikan denda atau harga pemakaian yang tak disubsidi bagi masyarakat yang pemakaiannya melebihi ‘standar yang ditetapkan…..’

Hoaaheem… bosen dah. Ngomongin hal-hal beginian kok ternyata malah bikin ngantuk. Mungkin karena suasana dalem kamar gelap gulita, jadi lebih baik tidur aja aaahh…

Maybe U Can Buy a Cotton Bud Before Final Test

5

Category : tentang KuLiah

Last friday night, our class toefl course have a Listening Conversation. Which one we have to listen what the tape says, and then try answer the question. At the first hour, the teacher has been tried to translate what the tape says, one by one until we can understand the meaning of. The Big problem, when last hour our Teacher tried gave us a Trial Test, which one He let the tape roll out until it finished. We have listening it carefully and write the right answer at the paper test.

It takes little bit of time, so what we can do, just listen and try to understand all of it without translate one by one like before we do. It’s about fifty question with different topic.

Just because our vocab is not much than what the tape says, the men who sat beside me has told me ‘Ha ? what it (the tape) says ? ‘ I Can’t Understand it… then I say ‘that’s mean you better than me. I don’t Understand anything what it says. Too Fast for me.

Before the class has ending this Conversation, the Teacher check all our answer and from fifty quaestion, I got twenty correct answer. Not Bad. But if it’s the Final Test, I’m sure I Can’t passed it. Be Jeg Sing Lulus Jani ne…

0805-002.jpg

So, when we out the class, my friend has say ‘Maybe U can buy a cotton bud for the Listening Conversation before we take the Final test next’. Hahaha… Huuuuh…. Maybe I need two-three times to take the final test, and hope I can pass it…

Gaji Jenderal tapi Kerjaannya Kopral

4

Category : tentang Opini

Udah hampir seminggu waktu berjalan usai keputusan Mutasi Eselon tempo hari, masih jua menyisakan kesemrawutan situasi maupun suasana kerja ditingkat staf. Ini lantaran adanya perubahan total susunan Eselon yang mengakibatkan kekisruhan kecil saat para pejabat kecil ini pindahan dari ruangan awal ke ruang tujuan.

0805-000.jpg

Masih bersyukur kalo Beliau-beliau ini bersedia pindah tanpa banyak basa basi, mungkin cukup dengan sedikit kata pembuka ‘maaf, saya atasan baru kalian dan tergolong baru dibidang ini. Jadi mohon bimbingan dan bantuannya untuk dapat mengefisiensikan waktu dan juga tenaga kita bersama ini’. Namun yang terjadi malah lebih dari yang dibayangkan, ‘Maaf saya tau ada beberapa yang gak menyukai kehadiran saya disini, tapi saya gak khawatir karena ada si anu dan si itu yang siap membantu saya‘. Beberapa Eselon yang dipindahkan ke tempat tugas yang tidak mereka kuasai (sepertinya sih rata-rata begitu), malah nekat membawa staf mereka yang loyal (baca :mengikutsertakan staf dengan paksa tanpa persetujuan kepala unit kerja) di bagian yang mereka tempati sebelumnya.

Kalo tenaga yang dibawa ini pas dalam hal kemampuan dan bidang yang dikuasainya, untuk ditempatkan pada bagian Teknis, mungkin ya gak pa-pa. tapi kalo sehari-harinya mereka itu gak becus ngurusin pegawai, dari memacu absen kehadiran, mengalihkan uang suka duka pegawai untuk dibagikan pada stafnya, atau malah naik golongan para pegawai yang gak pernah mereka pedulikan, malah cenderung menjatuhkan orang-orang yang gak mereka sukai, dan kini dipaksa masuk untuk menjadi staf Teknis yang kerjanya Survey, ngurusin Jalan dan juga berpanas-panas dijalan, apa mereka masih mau ?

Keheranan ini blom jua berakhir saat surat-surat untuk menghadiri rapat yang masuk, selalu di disposisikan kepada para staf, padahal para staf tak punya kewenangan mengambil kebijakan saat rapat tersebut. Alasannya cuman satu, ‘toh saya enam bulan lagi sudah pensiun, gak pantes buat ikut menangani hal-hal kayak gini, biarlah ini dianggap sebagai pengkaderan’ dan itu alasan selalu saja dipakai saat berbagai surat datang meminta kehadiran sang Eselon.

Shit ! mungkin apa kata seorang rekan bener adanya. Ni pejabat Eselon ‘Gajinya Jenderal, tapi kerjaan yang dia maui cuman setingkat Kopral’. Apa masih pantas tu orang didapuk sebagai seorang pimpinan ?