Twitter @LPSEBadung : Tips Seputar PPK

Category : tentang PeKerJaan

Bersua lagi Rekan-rekan @LPSEBadung, sudah lama rupanya saya gag kultwit terkait Tips dan Trik pemanfaatan aplikasi SPSE. Kali ini saya usahakan untuk bisa ngetweet beberapa pengalaman yang saya dapatkan semenjak ditunjuk sebagai PPK di Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung.

Sebagai informasi awal bahwa kini saya sebagai satu-satunya Admin akun Twitter @LPSEBadung sudah tidak lagi bertugas sebagai Sekretaris LPSE Badung. Terhitung per 29 April lalu, saya ditugaskan utk menempati posisi di Kepala Seksi Permukiman Bidang Permukiman dan Penyehatan Lingkungan DCK. Dan berhubung pada posisi tersebut saya harus menggantikan personal terdahulu menjadi PPK, maka dengan berat hati harus melepas posisi nyaman di @LPSEBadung. Mengingat Perka LKPP tentang LPSE tidak mengijinkan adanya Dualisme akun antara anggota Tim Pengelola LPSE dengan PPK.

Akan tetapi berkaitan dengan akun Admin @LPSEBadung hingga saat ini masih belum tergantikan mengingat diantara anggota Tim Pengelola LPSE Badung, tidak ada yang aktif ngetweet untuk berbagi Informasi, pengalaman dan pengetahuan. jadi, mohon dimaklumi dulu yah…

Akun PPK sebagaimana yang pernah dilatih selama ini, mulai terlibat dalam aplikasi SPSE sejak versi 3.2.5, itupun kalau tidak salah. Keterlibatan akun PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen saat itu dimulai dengan pengenalan paket pengadaan yang menjadi tanggung jawab yang bersangkutan. Dengan tujuan utama, mampu mempelajari proses pengadaan terkait paket jauh lebih awal atau sejak paket diumumkan. Hal ini kemudian menjadi penting lantaran waktu yang diberikan sesuai Perpres bagi PPK untuk dapat mempelajari proses lelang paket pengadaan yang menjadi tanggung jawab yang bersangkutan cukup sempit, yakni setelah masa sanggah usai hingga penerbitan SPPBJ.

Mengapa dikatakan penting, ini terkait dengan ‘apabila jumlah paket pengadaan yang ditangani lebih dari 10 paket. Kami asumsikan begitu lantaran kesibukan yang bersangkutan dalam menangani pekerjaan lain diluar proses pengadaan atau lelang tsb. Akan berbeda apabila kasus yang ditangani oleh PPK, hanya 1-2 paket saja selama 1 tahun masa anggaran…

Namun sayangnya, ketika Aplikasi SPSE mengalami pembaharuan versi ke 3.5, akun PPK tidak lagi memiliki kewenangan untuk memantau paket tersebut. Terpantau untuk item Paket Pengadaan yang tampil di halaman depan akun PPK hanyalah terkait Jadwal saja, tanpa mampu melihat dan mempelajari lebih detail proses pelelangan itu berlangsung.

Yang lebih disayangkan lagi adalah terkait Detail Umum paket pengadaan yang menjadi tanggung jawab masing”PPK, justru dapat dilihat dari akun diluar pengguna SPSE, dalam hal ini masyarakat Umum. Jadi PPK, hanya dapat mempelajari proses lelang untuk paket pengadaan yang ia tangani dari versi offline/Hardcopy yang disampaikan oleh ULP.

Nah, disamping adanya pengurangan kemampuan tersebut, di akun PPK rupanya kini terdapat penambahan Tugas yang wajib dilakukan oleh PPK. Yaitu Upload SPPBJ dan Kontrak untuk masing”paket pengadaan yang sudah selesai dilelangkan. Namun hingga hari ini, kami belum tahu apakah akan ada Sanksi yang dikenakan apabila PPK tidak menunaikan Tugas tambahan tersebut.

Misalkan 1. Tidak melakukan Upload apapun, baik SPPBJ maupun Kontrak meski paket tersebut telah selesai diSerahTerimakan. atau 2. Apabila proses Upload dilakukan oleh PPK, jauh setelah jadwal yang ditetapkan pada paket pengadaan.

Hal ini kelak akan menjadi penting, karena secara perencanaan, apa yang diinputkan dalam form SPPBJ dan Kontrak, akan tampil pula dalam aplikasi Monev atau Monitoring dan Evaluasi online yang kini sedang dikembangkan oleh LKPP

Penambahan tugas untuk akun PPK akan mulai tampak merepotkan apabila yang bersangkutan menangani lebih dari 10 paket seperti yang saya alami. Sebagai Informasi bahwa jumlah paket Fisik yang ada di seksi Permukiman adalah 62 paket Jalan Lingkungan, ditambah 6 paket Pengawasan. Semua paket (68) per tahun ini pada akhirnya di e-Proc kan mengingat secara nilai kegiatan memang layak untuk ditenderkan secara Online. Yang membuat sedikit kerepotan adalah proses Upload keduanya yang menjadikan aktifitas berlipat dua kali untuk satu paket pengadaan… 🙂

Nah, saat saya mencoba utk melakukan proses Upload SPPBJ pertama kalinya, gag ada masalah yang ditemukan mengingat hanya ada 3 langkah penting yang dilakukan. 1. Input Nomor SPPBJ, 2. Input Tanggal SPPBJ dan 3. Upload file SPPBJ yang notabene harus dalam format PDF. Jadi selain menginput form, format file SPPBJ pun mutlak berupa PDF, demikian halnya dengan Kontrak. Jangan coba-coba menggunakan file Doc atau Xls, dijamin ditolak oleh sistem…

Masalah baru terjadi saat saya berusaha untuk melakukan UpLoad Kontrak dimana aturan pada Form yang bertanda bintang merah, mutlak diisikan berupa Nomor, Nilai dan Tanggal Kontrak, Nomor rekening dan juga Masa Berlaku Kontrak. Sayangnya aturan ini rupanya tetap berlaku secara keseluruhan termasuk dalam kolom Informasi lainnya yang notabene tidak berisikan tanda bintang merah. Apabila kolom Informasi lainnya ini dikosongkan, maka proses Upload Kontrak tidak akan dapat dilanjutkan hingga selesai.

Ohya, ada yang unik saat saya mencoba mengUpload dokumen SPPBJ sejak pagi tadi. Yaitu ukuran tombol (form/upload) SPPBJ yang berubah. Antara sebelum proses Upload dengan sesudahnya. Perbedaannya adalah ukuran tombol sebelum proses Upload, sedikit lebih pendek ketimbang Pasca proses Upload. Entah apakah ini memang disengaja oleh Tim Pengembangan aplikasi SPSE di LKPP sana untuk memudahkan pemantauan atau hanyalah sebuah kebetulan, dimana untuk tombol (form/Upload) Kontrak rupanya memiliki bentuk perilaku yang sama pula.

Jika hal ini memang disengaja dan tetap dipertahankan, maka ini adalah sebuah Tips sederhana bagi para PPK yang memiliki jumlah paket Lebih dari 10 dalam satu kali mata anggaran. tidak lagi dengan memeriksa isinya satu persatu secara manual lagi.

Nah, masalahnya kini adalah bagaimana tindak lanjut yang tertampil di jendela para Rekanan pemenang lelang, apakah dokumen SPPBJ dan Kontrak Dapat dilihat dan diterima dengan baik sebagai bentuk satu pertanggungjawaban dari sebuah sistem atau tidak ? *ada yang bisa membantu ?

Video LPSE Management Training Advanced Badung Bali

Category : tentang PeKerJaan

Berikut Link Video terkait kegiatan LPSE Management Training Advanced yang diselenggarakan di Kabupaten Badung Provinsi Bali, tanggal 2-4 April yang lalu, kerjasama LKPP dengan LPSE Badung.

Support by BaliTV (Terima Kasih untuk bli bagus Gede Susila aka Yan Nusa)

Video LPSE MT Advanced Badung bali

powered by YouTube

Jalan Panjang menuju Persiapan MT LPSE Advance

Category : tentang PeKerJaan

Awalnya jelas kaget saat di satu sore pulang kantor, masih mengajak InTan putri kedua saya bermain, nyambi menerima telepon dari salah satu senior kami di LKPP Pusat, Bapak Arso Hadi. Bahkan saking kagetnya, saya buru-buru menutup telepon dan memberikan InTan pada kakeknya lalu menghubungi Beliau balik.

Berkali-kali saya mencoba menegaskan maksud yang Beliau sampaikan, bahwa Apakah Badung bersedia menjadi Tuan Rumah perhelatan workshop Management Training LPSE Advance yang bakalan digelar awal April, sekitar dua minggu kedepannya ? Mereka mencoba menawarkannya pada kami, mengingat LPSE Provinsi telah menolak tawaran dan menyarankannya pada LPSE kami. Saya bilang saat itu, ‘oke… Saya konfirmasi dulu pada pimpinan, dan malam nanti saya hubungi kembali. Namun jika boleh tahu, apa saja hal yang barangkali perlu kami persiapkan sebagai langkah awal ? Mengingat ini adalah untuk pertama kalinya LPSE kami, diminta menjadi Tuan Rumah, pasca Rakornas ke-7 di Sanur dua tahun lalu yang saat itu dihandle Provinsi plus LPSE Kabupaten/Kota’.

Sedikitnya pihak LKPP meminta kami mencari informasi terkait ketersediaan ruangan yang mampu menampung jumlah peserta hingga 200an orang saat Pembukaan dan sekitar 50-75an orang saat sesi diskusi/kelas. Yang notabene jika bisa keberadaannya di seputaran kantor Pemerintah Kabupaten Badung. Pikiran pertama yang terlintas tentu ruang pertemuan yang Pemkab Badung miliki di kantor Bupati, Kertha Gosana, plus ruang pendamping lainnya seperti Kriya Gosana dan beberapa ruang pertemuan yang ada di masing-masing SKPD. Yakin banget jika itu bisa digunakan kelak.

Maka sore itu juga saya kemudian menyampaikan maksud LKPP pada pimpinan kami, Kepala LPSE Badung, dan berusaha meyakinkan Beliau, bahwa bisa jadi ini saatnya LPSE Badung tampil ke publik. Usaha yang tidak sia-sia tentu saja. Beliau menyetujuinya dan meminta waktu untuk menyampaikan hal tersebut pada pimpinan yang lebih tinggi, Kepala Bagian Perlengkapan dan Aset Daerah selaku induk dimana LPSE bernaung serta Assisten III selaku koordinator LPSE Badung.

Sesaat setelah saya mendapatkan jawaban kepastian dari ketiga pimpinan kami, malam itupun saya mengontak kembali Pak Arso Hadi, sementara Bu Kepala LPSE kontak langsung dengan perwakilan Panitia MT LPSE Advance, Ibu Mira Erviana. Maka sejak saat itu pula berbagai rencana dan kebingungan mulai melanda pikiran. Baik persiapan, draft pelaksanaan, maupun terkait sesi Pelatihan aplikasi Monev Online yang sedianya kami lakukan berbarengan dengan kegiatan tersebut.

MT LPSE Advance Badung

Menindaklanjuti keputusan diatas, maka sayapun meminta Pak Arso Hadi untuk memberikan draft persiapan apa saja yang harus kami lakukan sebagai Tuan Rumah, mengingat waktu yang tersedia cukup mepet, sekitar 2 minggu termasuk Hari Raya Galungan. Jikapun boleh saya berbagi, berikut daftar yang tempo hari harus kami persiapkan. Yah, barangkali saja kelak LPSE kawan yang bakalan mendapatkan giliran untuk menjadi Tuan Rumah.

1. Draft susunan SK Panitia Lokal, lengkap dengan NIP, Golongan dan NPWP. Jika bisa, jumlah Panitia Lokal ini hanya sekitaran 10-12an orang saja, dengan susunan Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Anggota. Tidak ada seksi atau bidang yang mengatur hal-hal khusus didalamnya.

2. Survey Hotel yang terdekat di seputaran lokasi. Untuk hal ini, saya berimprovisasi untuk mendapatkan data terkait ketersediaan kamar Twin Room pada tanggal tersebut, price list per malam, dukungan transportasi hotel ke lokasi kegiatan, kontak yang bisa dihubungi baik telepon, fax maupun website, juga akses terdekat yang dapat dijangkau dari Hotel. Hasilnya, silahkan dilihat pada tulisan pertama terkait gelaran MT LPSE Advance.

3. Persiapan Banner dan Backdrop. Sebenarnya sih dari pihak LKPP sempat meminta bantuan kami untuk mencetaknya dengan ketentuan dan jumlah serta desain yang ditetapkan dari Jakarta, mengingat waktu yang dibutuhkan sangat mepet ditambah pengiriman nantinya. Sayangnya, kamipun di Bali tak kalah mepetnya mengingat saat itu adalah persiapan Hari Raya Galungan. Belum lagi keputusan akhir pembuatan Backdrop baru turun selasa malam dengan kabar ‘tidak mendapatkan ijin dari Bupati terkait pemasangan Backdrop di ruang pertemuan’. Maka, untuk gelaran kali ini hanyalah mengandalkan 6 buah standing banner yang dicetak LKPP, dan baru sampai Senin pagi H-1 di Bali, tanpa backdrop ataupun spanduk tambahan. *tumben deh kayaknya jadi seperti ini :p

4. Persiapan Moderator dan Notulensi yang diharapkan dari unsur LPSE Badung. Untuk hal ini, sempat dipertimbangkan kembali agar kami selaku Panitia (yang notabene hanya berjumlah sedikit), dapat fokus ke Persiapan dan jalannya kegiatan, sehingga dalam pelaksanaannya, kebutuhan Moderator hanya dipenuhi saat sesi Pembukaan, tepatnya oleh Assisten III untuk mendampingi pemaparan Pak Patria dari LKPP. Selebihnya, menggunakan jasa kawan-kawan dari LKPP. *padahal demi melaksanakan tugas ini, saya sudah hunting beberapa artikel terkait ‘Bagaimana menjadi Moderator yang Baik, pun menjadi Notulensi yang Baik… *uhuk

5. Selain Moderator dan Notulensi, Panitia Lokal diminta pula menugaskan beberapa orang untuk menghandle posisi di meja Registrasi dan Absensi, Manajer Kelas yang akan memastikan kesiapan sound, pc dll sebagai sarana presentasi, serta dokumentasi baik foto maupun video.

6. Konsumsi. Sebenarnya sih dari pihak LKPP sejak awal sudah menyatakan bahwa dana untuk konsumsi akan ditanggung sepenuhnya, namun demi demi menghormati kehadiran para tamu undangan dan LKPP, kami memutuskan untuk menyediakan Snack saat Pembukaan secara Free *uhuk

7. Sedangkan persiapan terakhir yang dipinta oleh pihak LKPP adalah nama pejabat yang akan menandatangani SPPD dan SLA (kalau tidak salah sih dari unsur Kepala LPSE), dan kontak rental mobil. Untuk yang terakhir ini sebenarnya sih gag perlu-perlu banget, jika pihak Panitia Lokal bersedia meminjamkan satu kendaraan dinasnya sebagai Operasional LKPP selama kegiatan seperti halnya Rakornas terdahulu…

Nah, diluar semua persiapan itu, kira-kira apa lagi yah yang harus dipikirkan demi kelancaran jalannya acara ?

1. Terkait ruangan, tentu ada Surat Peminjaman Tempat, lengkap dengan sound, ac dan pc presentasi. Ditambah toleransi dari pengelola ruangan agar mendahulukan kegiatan ini *uhuk

2. Masih terkait ruangan, selain pertemuan, ada dua ruangan lagi yang harus kami persiapkan yaitu Ruang Panitia untuk menyimpan perlengkapan yang digunakan selama kegiatan pun sebagai ruangan istirahat Panitia, dan Ruang Sholat yang sebisa mungkin diposisikan dekat Toilet dilengkapi arah Kiblat.

3. Protokoler dan Humas. Siapa yang akan membuka acara dari pihak Lokal, penyiapan bahan Sambutan yang nanti akan disampaikan, langkah demi langkah prosesi kegiatan, plus sesi dokumentasi dan peliputan agar kegiatan ini bisa diketahui oleh khalayak baik lewat media cetak ataupun televisi.

4. Penyiapan Sertifikat yang sebenarnya tidak diberikan dari pihak LKPP, namun merupakan inisiatif dari Bapak Sekda Kabupaten Badung untuk menunjukkan tingkat keseriusan kegiatan. Maka untuk hal ini, dari segi desain, hunting bahan hingga pengerjaan diserahkan kepada saya dengan harapan segera bisa diselesaikan. Sekedar bocoran, gambar yang saya gunakan diambil dari gambar BackDrop yang dikirim pak Arso Hadi via email, dikonversi menjadi warna putih, kemudian Draft sertifikat diambil dari dokumen sejenis saat saya menjadi Pembicara di Rakornas dua tahun lalu. Maka gag sampai menunggu waktu lama, sore itu juga desain sertifikat sudah siap cetak, tinggal berburu kertas Linen di Gramedia :p

5. Selain daftar dan kontak Hotel terdekat, saya pun tak lupa menyiapkan Kontak Taxi Bali milik Blue Bird group yang biasanya saya manfaatkan jasanya jika ada kebutuhan untuk keberangkatan ke bandara. Plus daftar pasar oleh-oleh terdekat yang bisa diakses sembari pulang ke hotel masing-masing.

6. Tata cara pengumpulan SPPD dan pengambilannya nanti dengan menggunakan 2 form sebagai tanda bukti. Cukup dibuat dalam format kertas biasa, dibagi 4 area untuk masing-masing 2 form tadi. Satu untuk Panitia, satunya lagi untuk Peserta.

7. Terakhir, mungkin persiapan kesehatan dan mental saja untuk bisa melayani kawan-kawan LPSE yang datang dari berbagai penjuru nusantara, minimal dengan tetap memberikan senyum ramah meski penat dan mengantuk, plus beristirahat yang cukup…

Perjalanan panjang menuju Persiapan Management Training LPSE Advance Badung Bali, memang sedikit melelahkan jika dibandingkan dengan sesi Rakornas yang meski dihadiri dengan jumlah Peserta jauh lebih besar, namun kapasitas kami selaku Panitia saat itu tidaklah sebesar tanggung jawab yang kami emban selama tiga hari terakhir.

Jadi, Terima Kasih kepada kawan-kawan dan semua guru di LKPP yang telah memberikan kesempatan pada kami menjadi Tuan Rumah, memberikan kami arahan dan petunjukmselama sesi pembelajaran dan semoga kedepan, kami bisa menjadi lebih baik lagi apabila kesempatan yang sama kelak dipercayakan kembali pada kami.

Semoga Indonesia mampu melaksanakan 100% Pengadaan yang Bersih dan Akuntabel. Salam LPSE…

Selamat dan Sukses, Management Training LPSE Advance Badung Bali

2

Category : tentang PeKerJaan

Waktu sebenarnya telah menunjukkan pukul 8.30 pagi, saat kami Panitia Lokal event tingkat Nasional milik LKPP, Management Training LPSE Advance yang diadakan di Kabupaten Badung Propinsi Bali, 2 April 2013 kemarin, masih disibukkan oleh persiapan dan registrasi mengingat lokasi merupakan area kantor yang tidak memungkinkan kami meninggalkan sekian banyak barang disekitar ruangan. Maka jadilah pagi tersebut merupakan sesi paling berkeringat bagi saya pribadi sebagai salah satu dari Tim Panitia Lokal bentukan LPSE Badung. Ditambah jejalan pertanyaan yang diajukan oleh para pimpinan kami terkait waktu yang sudah molor hampir satu jam lamanya dari jadwal. Sementara Peserta, belum banyak yang tampak hadir di ruangan Kriya Gosana, bergeser dari rencana semula mengingat jumlah yang sampai pada kami H-1, tidak sebanyak yang diharapkan.

Rencana awal sesi Pembukaan kegiatan Management Training LPSE Advance, sebenarnya akan dilakukan oleh Bapak Bupati Badung, dimana draft Sambutan Beliau, masih saya kerjakan dan revisi hingga senin malam kemarin. Mengingat kalau tidak salah cerna, isinya masih merupakan hasil Copy Paste dari Sambutan Bupati Badung saat kegiatan milik ULP Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Badung dilaksanakan beberapa waktu lalu. Sayangnya, mengingat waktu yang tidak memungkinkan, maka acara diwakilkan oleh Bapak Kompyang Suandika selaku Sekda Kabupaten Badung mendampingi Bapak Patria Susantosa dari Direktorat e-Procurement LKPP.

image

Management Training LPSE Advance ini terpantau dari daftar absensi yang disediakan oleh pihak Panitia dari LKPP, sedianya akan diikuti oleh 23 LPSE dari berbagai penjuru nusantara. Namun dari daftar kehadiran yang ada pada kami, hanya 19 LPSE saja yang tercatat, itupun tidak dengan full team kehadiran personil sesuai daftar awal. Kabarnya sih beberapa diantara mereka terhalang kesibukan dan kondisi kesehatan. Maka itu, rencana penyiapan konsumsi dari sekitar 175 boks, jadi lumayan juga yang tersisa.

Pada sesi pertama kemarin, tepatnya pada topik Implementasi e-Procurement untuk Efisiensi dan Akuntabilitas Pengadaan barang/Jasa yang dibawakan oleh Bapak Patria, suasana diskusi rasanya masih terpengaruh oleh lelahnya kondisi masing-masing Peserta pasca perjalanan jauhnya, sehingga beberapa orang (termasuk saya) memilih berada di luar ruangan hingga stamina kembali meningkat. Ini terbukti saat sesi kedua pasca makan siang, diskusi berlangsung hangat terutama pada bahasan aplikasi Monev Online yang memang masih memiliki beberapa catatan seperti halnya Telaah Staf yang saya susun beberapa waktu lalu.

Dalam setiap event yang digelar oleh LKPP, bagi kami tentu saja serasa menjadi ajang Reuni untuk bertemu kembali dengan kawan-kawan yang sepemahaman dan seperjuangan *uhuk *uhuk… Terutama berkaitan dengan kemajuan teknologi dan pengembangan sistem yang kini diadopsi pada aplikasi SPSE, pun pemanfaatan perangkat yang saya lihat sih rata-rata sudah menenteng gadget dengan layar berukuran 7 inchi. Artinya yah, guna-guna yang kami sebarkan sejak Rakornas di Bali dua tahun lalu agaknya sudah menancap di jantung mereka akan pentingnya kepemilikan sebuah gadget *meski berharga murah sekalipun untuk memantau dan menggunakan aplikasi SPSE, demi kelancaran tugas yang diembankan oleh negara *uhuk

Akhirnya, Selamat dan Sukses untuk kegiatan Management Training LPSE Advance di Kabupaten Badung Propinsi Bali, 2-4 April 2013 mendatang. Mari kita wujudkan ‘100 % e-Procurement untuk Indonesia Bersih dan Sejahtera’ dengan ‘Pengadaan yang Tidak meng-Ada-Ada…’

Ohya, tak lupa bagi kawan-kawan LPSE yang berkeinginan untuk mengunduh materi terkait Management Training LPSE Advance ini, dapat diunduh melalui halaman milik LKPP di http://eproc.lkpp.go.id/.

Management Training LPSE Advanced Badung Bali

3

Category : tentang PeKerJaan

Dalam rangka peningkatan kapasitas dan kemampuan personil LPSE atau Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Secara Elektronik, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) rencananya akan menyelenggarakan kegiatan Management Training LPSE Advanced pada tanggal 2 hingga 4 April mendatang di Kabupaten Badung Provinsi Bali.

Adapun kegiatan ini masih terkait dengan kewajiban penggunaan Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Secara Elektronik sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden nomor 70 Tahun 2012 sebagai perubahan atas Peraturan Presiden nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Dalam Surat yang diajukan oleh LKPP dengan Nomor 1418/D-II/03/2013 kepada Bupati Kabupaten Badung pada tanggal 24 Maret 2013 yang lalu, terlampir kegiatan sedianya dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas beberapa ruang pertemuan milik Pemerintah Kabupaten Badung selama tiga hari sedari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Management Training LPSE Advanced Badung Bali

Kegiatan MT LPSE Advanced ini akan diselenggarakan dengan Agenda acara di hari pertama berupa pemaparan PP PSTE No. 82 Tahun 2012, SOP dan SLA LPSE, dilanjutkan dengan RUP, Monev, e-Katalog dan WBS, Regulasi Implementasi e-Procurement (PerPres 70 terkait e-Proc, PerKa LPSE, e-Tendering dan SBD, Inaproc Service Bus, Regional Report serta diakhiri dengan materi Information Security Management System (27001).

Berlanjut di hari kedua, untuk ranah Non Administrator System diarahkan pada Bimbingan Teknis Indeks KAMMI Kominfo, sedang untuk Administrator System diberikan informasi terkait IT Service Management (20000), Pengelolaan Data Center TIA 942 dan Aplikasi Monitoring System. Sedang di hari ketiga, terdapat penambahan terkait OSD.

Bagi kawan-kawan LPSE yang berminat untuk mengikuti kegiatan Management Training LPSE Advanced Badung Bali ini, dapat mendaftarkan diri secara online di halaman Jadwal milik LKPP, serta mengirimkan lembar konfirmasi kehadiran melalui email ke alamat [email protected] atau [email protected] Untuk setiap LPSE dapat mengirimkan Peserta minimal 3 (tiga) orang dengan komposisi 1 (satu) admin dan 2 (dua) non admin.

Beberapa hal yang barangkali perlu diketahui oleh setiap calon Peserta adalah kewajiban untuk membawa laptop/notebook, serta Akomodasi dan Transportasi ditanggung oleh masing-masing peserta.

Adapun, beberapa fasilitas Hotel atau Akomodasi yang tersedia diseputaran lokasi Kegiatan (wilayah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar), dapat disampaikan sebagai berikut :

Inna Bali Hotel, lokasi di Jalan Veteran Kota Denpasar dapat dihubungi melalui 0361-225681 atau Fax 0361-235347, dengan harga kamar Twin Room mulai 650,000 IDR, tanpa dukungan fasilitas transportasi. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.innabalihotel.com

Kepundung Suite, lokasi di Jalan Kepundung Kota Denpasar dapat dihubungi melalui 0361-222976atau Fax 0361-242666, dengan harga kamar Twin Room mulai 600,000 IDR, dan terdapat dukungan Transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.kepundungsuite-bali.com

Nikki Bali Hotel, lokasi di Jalan Gatot Subroto Kota Denpasar, dapat dihubungi melalui 0361-413888atau Fax 0361-412333 dengan harga kamar Twin Room mulai 600,000 IDR, tanpa dukungan fasilitas transportasi (Shuttle Bus + Charge tambahan). Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.hotelnikki-bali.com

Aston, lokasi di Jalan Gatot Subroto Kota Denpasar, dapat dihubungi melalui 0361-411999 atau Fax 0361-422999, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Mini Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.astondenpasar.com

Sun Royal, lokasi di jalan Sunset Road Kuta Kabupaten Badung, dapat dihubungi melalui 0361-8465828 atau Fax 0361-8465833, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.sunroyalbali.com

Atanaya, lokasi di Jalan Sunset Road Kuta Kabupaten Badung, dapat dihubungi melalui 0361-8468600 atau Fax 0361-8947041/2, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.atanaya.com

Harris, lokasi di Jalan Sunset Road Kuta Kabupaten Badung, dapat dihubungi melalui 0361-8947285 atau fax 0361-8947286, dengan harga kamar Twin Room mulai 525,000 IDR, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.sunsetroad-bali.harrishotels.com

The Sunset, lokasi di Jalan Dewi Sri Kuta Kabupaten Badung, dapat dihubungi melalui 0361-761910 atau Fax 0361-764116, dengan harga kamar Twin Room mulai 850,000 IDR, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.sunsetbalihotel.com

Adhijaya Sunset, lokasi di Jalan Sunset Road Kuta Kabupaten Badung, dapat dihubungi melalui 0361-8947171 atau Fax 0361-8947172, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.adhijayasunsethotel.com

Informasi lebih lanjut agar dapat menghubungi saudara Arso Hadi Wardono di 085 292 763 369 atau saudari Mira Yanuarita di 085 619 733 98.

So, Be There… Kami tunggu kehadiran kawan-kawan LPSE.

Twitter @LPSEBadung : Trik [update] [2] Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1

Category : tentang PeKerJaan

Selamat Siang Kawan LPSE Badung, mumpung kami lagi senggang dan menanti jam pulang, kali ini kami kultwit sebentar tentang Apendo versi 3.1.

Beberapa waktu lalu, kami sempat kultwitkan terkait pemahaman awal penggunaan Apendo versi 3.1 pula disalin ulang dalam bentuk blog. Untuk kultwit kali ini, akan kami bagikan beberapa tips tambahan terkait penggunaan Apendo yang kami temukan belakangan ini.

Salah satu kelebihan Apendo, Aplikasi Pengaman Dokumen versi 3.1 yang kini diadopsi oleh sistem SPSE versi 3.5 adalah… Kemampuan Apendo untuk melakukan dekripsi/enkripsi data lebih dari satu file, atau yang berada dalam satu folder. Itu sebabnya, kami menyarankan agar kawan”baik Penyedia maupun Penitia/ULP, dapat menyimpan file penawaran dalam satu folder, Untuk memudahkan proses dekripsi/enkripsi data penawaran, tanpa ada satu dua file yang tertinggal.

Lantas, bagaimana dengan pemanfaatan Kunci Publik yang pada Apendo terdahulu, hanya dapat digunakan secara khusus pada satu file penawaran ?
Kini sudah tidak lagi. Kunci Publik yang berlaku pada masing-masing file penawaran dan juga paket pengadaan adalah sama. Itu sebabnya, ketika melakukan dekripsi/enkripsi file data penawaran dalam jumlah banyak, rekan”dapat menggunakan salah satu Kunci Publik.

Saat proses dekripsi/enkripsi berhasil dilakukan, aplikasi Apendo akan menanyakan di Folder mana file tsb akan ditempatkan ?
Nah, saran kami berikutnya adalah… Tempatkan file dalam satu folder utama di drive C/D tanpa masuk ke sub folder lainnya. Mengapa ? Karena ini adalah kasus terbanyak yang kami temui, bahwa proses perubahan yang dilakukan via Apendo, kerap gagal lantaran nantinya.

Proses penamaan file pasca di Apendo akan menjadi panjang dengan rincian, nama paket pengadaan diikuti nama Rekanan. Sedangkan, dalam beberapa kasus, pc/notebook tidak mampu mengeksekusi file yang berada dalam Sub-Sub Folder dan nama yang panjang. Itu sebabnya, dalam beberapa kasus yang kami tangani, baik kesulitan pembukaan file penawaran pasca di Apendo, atau Sedikitnya jumlah item dalam file penawaran yang sebelumnya tergabung dalam satu file, bisa jadi ini adalah salah satu penyebab utamanya.

Kemampuan untuk melakukan eksekusi terhadap multi file penawaran secara sekaligus, tentu lebih memudahkan pengguna dalam bekerja

Selain itu, utk mencegah terjadinya ketertinggalan file penawaran yg telah di Upload oleh Rekanan, tips yg dpt diberikan bg Panitia/ULP Adalah memeriksa ulang besaran file penawaran yang berhasil diunduh dari sistem/halaman LPSE, untuk disandingkan dengan ukuran yg tertera pada halaman penawaran masing-masing Penyedia/Rekanan. Setidaknya apabila ukuran file tidak sama, maka Panitia/ULP kami sarankan untuk mengunduhnya kembali, hingga ukuran file penawaran yang telah diunduh, setara dengan yang tertera pada halaman LPSE.

Kebiasaan selanjutnya pasca proses pengunduhan File adalah mencari File unduhan itu di Folder yang telah diatur terakhir oleh Browser. Bagi kawan yang tidak mengetahui apa itu Browser, bisa membacanya lebih detail di Wikipedia… Sedang macam/jenis browser yang biasa dikenal Seperti Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome, Opera, Safari dll… Tergantung kebiasaan dan ketersediaan di pc/notebook. Biasanya, untuk mengakses file hasil Unduhan dapat dicari dengan cara menekan tombol kanan pada Mouse, lalu pilih ‘Open File Directory’

Apabila dalam folder hasil unduhan tersebut terdapat banyak file dan diyakini bahwa tidak semua file tersebut merupakan yang dibutuhkan, Pengguna dapat mengubah tampilan daftar file menjadi lebih Detail melalui opsi View/Detail, lalu tekan pada status Date Modified. Apabila cara ini berhasil dilakukan, maka file yang ada dalam folder tersebut akan diurutkan berdasarkan tanggal pengunduhan, Sehingga kawan dapat memilih file yang diunduh hanya pada tanggal dan jam terakhir pengunduhan, lalu pindahkan dalam folder terpisah.

Demikian Tips yang dapat kami bagikan kepada kawan”LPSE terkait penggunaan Aplikasi Apendo versi 3.1, menambahkan informasi yang telah ada. Semoga kelak, kami bisa lanjutkan kembali Tips”singkat yang sekiranya dapat berguna bagi kawan”pengguna LPSE. Selamat Sore, hati”di jalan

Tentang Rakor ke-8 LPSE Nasional

3

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

Melelahkan. Kurang lebih begitu pendapat bathin secara pribadi. Tiga hari melawat ke Jakarta bersama Tim Pelaksana LPSE Badung dengan segudang rencana awal yang kemudian dibuyarkan begitu cepat oleh jadwal dadakan pihak penyelenggara, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia LKPP yang kabarnya kali ini bekerja sama dengan sebuah EO Event Organizer demi menghandle banyaknya pekerjaan.

Tidak heran. Mengurusi 513 (semoga tidak salah) utusan dari LPSE seluruh Indonesia yang masing-masingnya mengirimkan minimal 2 hingga 5 orang personel (bahkan kabarnya ada juga yang hingga 7 orang), tentu bukan perkara gampang. Hal ini pernah disampaikan oleh rekan-rekan LKPP saat kegiatan yang sama digelar di Hotel Sanur Paradise, November 2011 lalu.

Yang membuat kami cukup terperangah adalah pola pembagian hotel yang rupanya diatur secara acak. Artinya Rekan kami sesama Tim pelaksana LPSE Badung sudah bisa ditebak berada di lokasi yang berbeda-beda. Saya selaku Sekretaris LPSE Badung berada di Grand Cempaka, Ibu Kepala LPSE di Aston Marina Ancol, dan Pak Made Aryawan Admin PPE kami yang kali ini diundang sebagai Narasumber berada di Novotel Gajah Mada. Penyebaran ini bisa jadi dimaksudkan untuk makin mengakrabkan kami, Tim Pelaksana LPSE seluruh Indonesia, satu dengan lainnya. Minimal untuk menambah wawasan antar daerah.

Namun kelemahan dari pola penyebaran ini adalah sulitnya kami berkoordinasi satu sama lain dalam tim yang sama, terutama terkait sesi diskusi yang harus diikuti, kesimpulan yang dapat kami tarik lalu dipertanyakan kembali hingga hal-hal sepele seperti persiapan untuk pulang.

Rakor ke-8 LPSE Nasional ini cukup unik. Mengingat di sesi awal atau pembukaan, LKPP mengundang seorang praktisi sekaligus akademisi ternama yang telah malang melintang di dunia Linux, Jaringan dan Securitas, Bapak Onno W Purbo. Selama sesi, Beliau banyak bertukar cerita dan membagi pengalaman terkait ancaman serangan, cara pembobolan akun baik email, password hingga kode pengamanan yang lumayan membuat kepala cenat cenut dan was was sendiri akan kondisi ‘nyata’ yang sebenarnya di lapangan.

Jika saja selama sesi pembelajaran Rakor ke-8 LPSE Nasional ini saya mendapatkan rekan sekamar yang sesuai dengan aturan LKPP, saya yakin rasa lelah itu akan makin bertambah mengingat banyaknya hal yang harus dipersiapkan termasuk cara bersosialisasi yang baik atau penyesuaian lingkungan antar suku dan etnis. Bersyukur saya bersua dengan sobat sesama blogger Bali yang memang sudah saya kenal sejak lama. I Gusti Agung Made Wirautama, S.Kom seorang dosen IT sekaligus Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kampus STP Nusa Dua, pemilik blog imadewira.net. Kali ini Beliau hadir sebagai Admin Agency LPSE STP Nusa Dua, satu tugas yang dahulu pernah saya emban.

Maka jadilah selama masa istirahat pasca diskusi panel, bahan obrolan kami tidak jauh dari keluarga, putrinya Nindi serta Mirah dan Intan dua putri saya, hingga ke Adsense, tugas wewenang LPSE dan tentu saja honor atau tunjangan. *uhuk

Ada banyak hal yang kami dapatkan selama sesi diskusi panel berlangsung. Selain kawan baru, pertemuan dengan kawan lama yang pernah saya kenal di Rakor dan TOT atau Train of Trainer sebelumnya, pula bersua dengan orang-orang yang sebetulnya hanya saya kenal di dunia maya saja. Beberapa diantaranya kawan dari LPSE Kabupaten Pati, Trenggalek dan Sumatera Barat.

Tidak hanya itu, pertukaran informasi serta teknologi yang dikembangkan di masing-masing LPSE dengan tujuan untuk mempermudah operasional, pelaporan dan pelayanan pun dapat diserap dengan baik lewat paparan dan diskusi yang kadang berlangsung hingga masa istirahat. Tak lupa guyonan Pak iPep Fitri dari Universitas Diponegoro, seorang instruktur pengadaan barang/jasa yang juga bertugas sebagai Trainer di LPSE Undip, mengocok perut kami selama sesi pembelajaran.

Sementara dari sisi perkembangan LPSE, dalam usia dini LPSE Nasional berhasil meraih penghargaan dari FutureGov Asia Magazine sebagai Winner ‘Technology Leadership 2012’ se-Asia Pasifik. Sedangkan LPSE Badung sendiri masuk dalam daftar 4 besar nominasi Award LPSE kategori ‘User Support Performance’, Peringkat 2 Tingkat Kabupaten untuk jumlah Paket Pengadaan Terbanyak pada Tahun 2012, serta Peringkat 2 Tingkat Kabupaten untuk Nilai Pagu Pengadaan Tertinggi pada Tahun 2012.

Sedangkan perkembangan dari sisi proses sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa pun patut diapresiasi. Jika dahulu masih dilaksanakan dengan cara Konvensional/tertulis, kini sudah dapat dilakukan secara komputerisasi di 27 lokasi se-Indonesia, dan harapan kedepan di tahun 2013, sudah dapat diakomodir melalui sistem online langsung dari lokasi Peserta berada. Dimana proses penilaian tidak lagi membutuhkan waktu lama seperti terdahulu, maksimal 2 jam setelah proses ujian selesai dilakukan, lulus tidaknya peserta sudah dapat diketahui secara langsung.

Lalu, berbicara soal standarisasi prosedur operasional LPSE baik dari segi proses pendaftaran Penyedia, proses pelelangan, hingga pemeliharaan sistem dan aplikasi tentu sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan di masing-masing LPSE.

Tak lupa dalam sesi Pemaparan dan Review aplikasi SPSE versi 4.0 dan Spam Kodok rupanya memiliki banyak fitur pembaharuan yang lebih memudahkan penguna atau user sesuai dengan beberapa saran dan masukan yang pernah kami berikan sedari proses Train of Trainer TOT dan konsultasi ke LKPP sebelumnya.

Di hari ketiga kegiatan Rakor ke-8 LPSE Nasional ini, LKPP menggelar parade bersama jalan kaki dari Monumen Nasional (Monas), menuju Bundaran Hotel Indonesia HI lalu kembali lagi menuju Monas dan mendeklarasikan ‘100% e-Procurement untuk Indonesia Bersih dan Sejahtera’. Sesi akhir ini dimeriahkan pula dengan pembagian door prize dan seperti biasa kami tak mendapatkannya satupun. :p

Rakor ke-8 LPSE Nasional kali ini memang benar melelahkan. Bahkan saat tiba dirumah Minggu pukul 22 malam pun rasanya masih belum bisa menghilangkan rasa penat meski tiga bidadari yang disayang sudah menanti. Ditambah dua jam tertidur senin siang di rumah mertua dan istirahat lebih awal malam harinya, mood untuk menuliskan semua laporan, pe er, rencana sosialisasi, pelatihan hingga draft tulisan untuk blog dan Koran Tokoh pun belum jua muncul. Baru pada Selasa siang semua inisiatif tersebut mulai terkumpul satu persatu. Dan tulisan inipun menjadi salah satu pembuktiannya.

Sebetulnya saya pribadi menginginkan suasana Rakor yang terkumpul di satu tempat. Dimana malam pasca diskusi atau sesi sarapan, kami masih bertemu satu sama lain termasuk dengan para kamerad LKPP yang kami hormati. Pak Ikak, Pak Nanang, Pak Arso, Pak Bima dan banyak lagi. Termasuk para artisnya yang tampil di video khusus besutan LKPP dengan tema e-Procurement. Karena suasana inilah yang kelak akan membuat kami selalu terkenang dan bangga bisa bergabung di unit LPSE.

Laporan LPSE Badung tentang Virtualisasi dan Cloud Computing

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

Laporan LPSE Badung
tentang Virtualisasi dan Cloud Computing

Peliknya permasalahan yang sering terjadi pada server milik LPSE Badung sebagai akibat dari proses pembaharuan (Update atau Upgrade) aplikasi sistem SPSE yang dilakukan oleh Tim Pengembangan LKPP Pusat, maupun bugs atau gangguan akibat ketidaksempurnaan sistem, menyebabkan banyak pihak yang terlibat mengalami kesulitan dalam mengakses maupun berinteraksi dan beraktifitas didalamnya.

Pertama, dari pihak intern pengelola Server LPSE Badung, diharuskan melakukan pemeliharaan, proses reboot atau restart secara berkala atau sesuai permintaan yang dapat dipertanggungjawabkan, untuk menormalkan kembali lalu lintas kunjungan ke halaman LPSE. Ini dapat dilakukan secara remote (jarak jauh) atau langsung dengan sentuhan fisik ke ruang Server LPSE Badung. Kedua, Kelompok Kerja pada unit ULP Badung dalam usaha mengakses halaman LPSE serta beraktifitas dengan paket lelang yang menjadi bagian tanggungjawabnya. Ketiga, LKPP Pusat yang secara rutin dihadapkan pada permasalahan serupa di seluruh LPSE se-Indonesia dalam rentang waktu tertentu. Keempat, Penyedia atau Rekanan yang melakukan aktifitas serupa dengan Kelompok Kerja ULP Badung. Kelima, PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen dan masyarakat umum yang ingin memantau jalannya lelang.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Tim Pelaksana LPSE Badung sedang berusaha untuk mencari solusi terbaik agar semua pihak yang terlibat sebagaimana disebutkan diatas sama-sama dapat beraktifitas seperti biasa, tanpa adanya gangguan akses dan aktifitas lain yang dapat memperlambat proses pengadaan barang/jasa.

Salah satu jawaban atau solusi yang kemudian kami dapatkan untuk mengatasi permasalahan diatas adalah Virtualisasi dan Cloud Computing, sebuah mekanisme teknologi memungkinkan para Administrator di perusahaan atau lembaga atau institusi untuk mengelola sistem komputerisasi secara lebih mudah serta mampu memberikan kinerja yang optimal.

1. Apa itu Virtualisasi dan Cloud Computing
Virtualisasi bisa diartikan sebagai pembuatan suatu bentuk atau versi virtual dari sesuatu yang bersifat fisik, misalnya sistem operasi, perangkat storage/penyimpanan data atau sumber daya jaringan.
Cloud Computing adalah sistem komputerisasi berbasis jaringan/internet, dimana suatu sumber daya, software, informasi dan aplikasi disediakan untuk digunakan oleh komputer lain yang membutuhkan.
Mengapa konsep ini bernama komputasi awan atau cloud computing? Ini karena internet sendiri bisa dianggap sebagai sebuah awan besar (biasanya dalam skema network, internet dilambangkan sebagai awan) yang berisi sekumpulan besar komputer yang saling terhubung, jadi cloud computing bisa diartikan sebagai komputerisasi berbasis sekumpulan komputer yang saling terhubung.

Cloud computing bisa dianggap sebagai perluasan dari virtualisasi. Perusahaan bisa menempatkan aplikasi atau sistem yang digunakan di internet, tidak mengelolanya secara internal. Contoh cloud computing untuk versi publik adalah layanan-layanan milik Google seperti Google Docs dan Google Spreadsheet. Adanya kedua layanan tersebut meniadakan kebutuhan suatu aplikasi office untuk pengolah kata dan aplikasi spreadsheet di internal perusahaan.

2. Keuntungan Menggunakan Virtualisasi dan Cloud Computing
1) Pengurangan Biaya Investasi Hardware. Investasi hardware dapat ditekan lebih rendah karena virtualisasi hanya mendayagunakan kapasitas yang sudah ada. Tak perlu ada penambahan perangkat komputer, server dan pheriperal secara fisik. Kalaupun ada penambahan kapasitas harddisk dan memori, itu lebih ditujukan untuk mendukung stabilitas kerja komputer induk, yang jika dihitung secara finansial, masih jauh lebih hemat dibandingkan investasi hardware baru.
2) Kemudahan Backup & Recovery. Server-server yang dijalankan didalam sebuah mesin virtual dapat disimpan dalam 1 buah image yang berisi seluruh konfigurasi sistem. Jika satu saat server tersebut crash, kita tidak perlu melakukan instalasi dan konfigurasi ulang. Cukup mengambil salinan image yang sudah disimpan, me-Restore data hasil backup terakhir dan server berjalan seperti sedia kala. Hemat waktu, tenaga dan sumber daya.
3) Kemudahan Deployment. Server virtual dapat dikloning sebanyak mungkin dan dapat dijalankan pada mesin lain dengan mengubah sedikit konfigurasi. Mengurangi beban kerja para staff IT dan mempercepat proses implementasi suatu sistem
4) Mengurangi Panas. Berkurangnya jumlah perangkat otomatis mengurangi panasnya ruang server/data center. Ini akan berimbas pada pengurangan biaya pendinginan/AC dan pada akhirnya mengurangi biaya penggunaan listrik
5) Mengurangi Biaya Space. Semakin sedikit jumlah server berarti semakin sedikit pula ruang untuk menyimpan perangkat. Jika server ditempatkan pada suatu co-location server/data center, ini akan berimbas pada pengurangan biaya sewa
6) Kemudahan Maintenance & Pengelolaan. Jumlah server yang lebih sedikit otomatis akan mengurangi waktu dan biaya untuk mengelola. Jumlah server yang lebih sedikit juga berarti lebih sedikit jumlah server yang harus ditangani
7) Standarisasi Hardware. Virtualisasi dan Cloud Computing melakukan emulasi hardware sehingga proses pengenalan dan pemindahan suatu spesifikasi hardware tertentu tidak menjadi masalah. Sistem tidak perlu melakukan deteksi ulang hardware sebagaimana instalasi pada sistem/komputer fisik
8) Kemudahan Replacement. Proses penggantian dan upgrade spesifikasi server lebih mudah dilakukan. Jika server induk sudah overload dan spesifikasinya tidak mencukupi lagi, kita bisa dengan mudah melakukan upgrade spesifikasi atau memindahkan virtual machine ke server lain yang lebih powerful

3. Kerugian Menggunakan Virtualisasi dan Cloud Computing dalam satu Server
1) Satu Pusat Masalah. Virtualisasi dan Cloud Computing bisa dianalogikan dengan menempatkan semua telur didalam 1 keranjang. Ini artinya jika server induk bermasalah, semua sistem virtual machine didalamnya tidak bisa digunakan. Hal ini bisa diantisipasi dengan menyediakan fasilitas backup secara otomatis dan periodik atau dengan menerapkan prinsip fail over/clustering
2) Spesifikasi Hardware. Virtualisasi dan Cloud Computing membutuhkan spesifikasi server yang lebih tinggi untuk menjalankan server induk dan mesin virtual didalamnya
3) Satu Pusat Serangan. Penempatan semua server dalam satu komputer akan menjadikannya sebagai target serangan. Jika hacker mampu menerobos masuk kedalam sistem induk, ada kemungkinan ia mampu menyusup kedalam server-server virtual dengan cara menggunakan informasi yang ada pada server induk

Pada kunjungan kami ke Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) hari kamis lalu tanggal 4-5 Oktober 2012, teknologi Virtualisasi dan Cloud Computing memang merupakan solusi terbaik untuk saat ini, demi menjawab tantangan dan persoalan pengelolaan server, karena semua aktifitas dapat dilakukan secara simultan dan otomatis tanpa mengganggu akses penggunaan sistem. Ini bisa disimpulkan setelah kami menyaksikan secara langsung pemanfaatan teknologi Virtualisasi dan Cloud Computing dalam infrastruktur milik PENS, yang telah diadopsi sejak tahun 2008 lalu.

Dalam studi kasus yang kami alami, teknologi Virtualisasi dapat diadopsi untuk membuat satu virtual server berlaku sebagai aplikasi SPSE yang nantinya dapat difungsikan sebagai cadangan produksi. Sehingga ketika Tim Pengembangan dari LKPP berkeinginan untuk melakukan penyempurnaan atau pembaharuan (Update atau Upgrade) sistem, mereka dapat melakukannya pada salah satu server tersebut tanpa mengganggu proses aktifitas dari para pelaku yang terlibat, baik intern LPSE Badung, Kelompok Kerja ULP Badung, Penyedia atau Rekanan, Pejabat Pembuat Komitmen maupun masyarakat umum. Ketika proses penyempurnaan atau pembaharuan selesai dilakukan, serta telah melewati masa pengujian, server tersebut dapat berpindah fungsi menggantikan yang sedang berjalan hanya dalam hitungan menit.

Sedangkan teknologi Cloud Computing dapat diadopsi untuk memposisikan aplikasi SPSE dalam satu tempat untuk kemudian diakses oleh puluhan bahkan ratusan unit LPSE di seluruh Indonesia. Hal ini akan jauh lebih menghemat waktu, biaya dan juga tenaga dibandingkan dengan kondisi saat ini yang masih melakukan penyempurnaan atau pembaharuan (Update atau Upgrade) sistem, secara satu persatu. Selain itu untuk faktor gangguan atau ketidaksempurnaan sistem, dapat dipantau secara keseluruhan sekaligus.

Satu-satunya kelemahan dari pemanfaatan teknologi Virtualisasi dan Cloud Computing saat ini adalah besarnya dana investasi yang harus dikeluarkan pada awal perencanaan. Namun bila dilihat dari segi manfaat serta kemudahan yang dihasilkan dalam jangka panjang, pengeluaran biaya yang dimaksud bukanlah menjadi satu nilai yang besar.

Bagi LPSE Badung, saat ini adalah waktu yang paling tepat untuk mengimplementasikan teknologi Virtualisasi dan Cloud Computing dalam pengelolaan server LPSE, mengingat secara besaran space data kegiatan Pengadaan Barang/Jasa yang tersimpan dalam database yang ada saat ini, masih tergolong sedikit. Sehingga proses migrasi yang dilakukan akan menjadi lebih mudah dibanding bila jumlah datanya sudah cukup besar.

Berkaitan dengan itu, dibutuhkan pula satu aplikasi tambahan yang berfungsi sebagai manajemen informasi akses kontrol, yang dapat dimanfaatkan untuk memantau sejumlah aktifitas maupun kondisi perangkat yang berada dalam jangkauan LPSE Badung secara real time serta dapat diakses kapanpun dan dimanapun, lewat perangkat komputer maupun mobile tablet.

Referensi :
1. Panduan Virtualisasi dan Cloud Computing pada Sistem Linux, Masim “Vavai” Sugianto http://www.vavai.com/, 06 Januari 2011
2. Wawancara, Kepala UPT Komunikasi dan Sistem Informasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Idris Winarno, SST., Mkom, 4 Oktober 2012
3. PT. Karlin Mastrindo, Proposal Project Virtualisasi LPSE Badung, 23 Juli 2012

Mangupura, 9 Oktober 2012
Sekretaris LPSE Badung

(Pande Nyoman Artawibawa, ST., MT.)
NIP. 19780416 200312 1 012

Laporan Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Aplikasi LPSE

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

Laporan Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Aplikasi LPSE
Yogyakarta 11 s/d 13 Juni 2012

Menindaklanjuti Surat LKPP yang disampaikan melalui e-mail pada tanggal 28 Mei 2012 dengan nomor 2205/D-II/05/2012, perihal Undangan Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Aplikasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Yogyakarta, maka atas seijin pimpinan kami memutuskan untuk mengirimkan satu tenaga teknis di masing-masing bidang untuk ikut serta menyampaikan masukan atau keluhan serta menyerap beberapa perubahan terkait rencana migrasi aplikasi SPSE dari versi saat ini (3.2.5) ke versi 3.5 dan versi 4.0.

Adapun LPSE Kabupaten Badung merupakan salah satu dari 46 LPSE yang terpilih untuk menghadiri Undangan Rapat Koordinasi Teknis kali ini, dari 456 LPSE di seluruh Indonesia berdasarkan pertimbangan keaktifan pemberian masukan untuk pengembangan Aplikasi LPSE serta perkembangan jumlah paket pengadaan yang dilelangkan selama satu tahun terakhir. Bersama-sama dengan LPSE Provinsi Bali, kehadiran kami sudah dianggap sebagai perwakilan LPSE Regional Bali.

Berdasarkan jadwal yang telah ditentukan selama tiga hari di Ballroom Hotel Sheraton Yogyakarta, terdapat setidaknya enam sesi diskusi yang harus kami ikuti serta satu sesi presentasi aplikasi yang telah dikembangkan oleh beberapa LPSE. Adapun sesi yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Diskusi fitur dan hak akses Admin LPSE, Admin Agency, Verifikator, Trainer, Helpdesk, PPK, Panitia, Penyedia dan Auditor pada Aplikasi SPSE v.4
2. Diskusi bisnis proses Pembuatan Paket Lelang sampai dengan Pembukaan File Penawaran pada Aplikasi SPSE v.4
3. Diskusi bisnis proses Evaluasi Lelang sampai dengan Penerbitan SPPBJ pada Aplikasi SPSE v.4
4. Diskusi Pengembangan Aplikasi Pengaman Dokumen, Otentifikasi Sertifikat Digital dan aplikasi SPAM KODOK
5. Diskusi pengembangan fitur Pengumuman dan User Management dalam Inaproc serta ADP / Agregasi Data Penyedia
6. Diskusi pengembangan aplikasi Data Warehouse, Regional Smart Report dan Nasional LPSE
7. Presentasi Aplikasi Smart Report yang dikembangkan oleh LPSE Provinsi Bangka Belitung, Aplikasi SMS Gateway dari LPSE Kabupaten Berau Kalimantan Tengah dan Aplikasi LPSE Mandiri dari LPSE Kota Surabaya

Beberapa informasi terkait materi diskusi dan pengembangan aplikasi diatas, dapat kami laporkan sebagai berikut.

1. Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek), rencananya akan digunakan sebagai wadah bagi LPSE untuk mendapatkan masukan dan keluhan terkait operasional aplikasi SPSE baik dari sisi Pengelola LPSE, User (Panitia/Pokja dan Penyedia) serta menampung ide-ide aspiratif serta inovatif untuk dimanfaatkan serta dikembangkan guna mendukung terlaksananya e-Procurement (Pengadaan barang/Jasa) di lingkungan Pemerintah yang lebih efektif dan efisien.

2. Rakortek pada tahun 2012 ini rencananya akan dilaksanakan sebanyak 3 (tiga) kali yaitu Yogyakarta(11 Juni 2012) untuk sesi Aplikasi, Makassar untuk sesi Tata Kelola (28 Juni 2012) dan Pekanbaru untuk sesi Infrastruktur (11 Juli 2012). Sedangkan untuk pelaksanaan Rakornas atau Rapat Koordinasi tingkat Nasional LPSE akan diadakan satu kali dalam satu tahun pada bulan Oktober 2012.

3. Rilis pembaharuan Aplikasi SPSE versi 3.5 rencananya akan dilaksanakan bersamaan pada Rakornas bulan November 2012, sedangkan untuk versi 4.0 paling cepat akan diinstalasi di semua LPSE, awal tahun 2013 mendatang.

4. Penyebutan Admin PPE yang selama ini dilakukan hingga aplikasi SPSE versi 3.2.5 akan dilakukan perubahan pada aplikasi SPSE versi 4.0 menjadi Admin LPSE, dengan penambahan fitur meliputi :
a. Smart Report untuk melakukan pelaporan terkait kinerja dan proses penggunaan SPSE,
b. kemampuan untuk melakukan Monitoring Resources seperti Hard Disk, RAM, Database dan Server, serta
c. penambahan User Sub Admin (akan dijelaskan lebih lanjut).
Sedangkan pengurangan fitur dilakukan pada Lowongan Pekerjaan dan File Manager yang memang jarang dimanfaatkan.

5. Dalam Pengelolaan LPSE mendatang akan ada dua model LPSE yang akan diterapkan, yaitu LPSE Server Provider dan LPSE Service Provider. Yang dimaksud dengan LPSE Server Provider adalah unit induk yang mengelola LPSE secara utuh sesuai dengan Perka LKPP Nomor 2 Tahun 2010 yang mengatur tentang LPSE. Sedangkan LPSE Service Provider adalah unit yang hanya melakukan pelayanan pengadaan barang/jasa tanpa memiliki fungsi pembinaan atau pelatihan serta infrastruktur. Biasanya yang disebut sebagai model kedua ini adalah unit LPSE yang dilaksanakan dengan cara menumpang di unit LPSE lainnya.

6. Pengelolaan aplikasi pada LPSE Service Provider akan dilaksanakan oleh satu user yang dibuat oleh admin LPSE yaitu Sub Admin, yang rencananya baru bisa terakomodir pada SPSE versi 4.0.

7. Perubahan hak akses pada Admin Agency meliputi penambahan tugas untuk pembuatan akun PA/KPA, PPK dan Auditor yang kelak memiliki wewenang untuk melakukan pemeriksaan terkait proses lelang. Sedang untuk pengurangan aktifitas, tepatnya pada input kode anggaran yang pada versi saat ini (3.2.5) dilakukan sebelum pengajuan paket lelang yang akan dilaksanakan melalui jalur e-Proc. Pengurangan aktifitas ini akan meniadakan opsi input paket lelang yang biasanya hadir di halaman Satuan Kerja. Rencananya aktifitas ini akan dilakukan oleh masing-masing Panitia/Pokja.

8. Untuk hak akses Verifikator, terdapat fasilitas untuk memverifikasi ulang Rekanan/Penyedia apabila terdapat perubahan yang vital termasuk opsi NPWP dan perijinan. Pula penyempurnaan fitur Searching pada halaman daftar Rekanan/Penyedia secara menyeluruh.

9. Untuk hak akses Helpdesk terdapat fitur Live Support yang ditujukan secara langsung ke Helpdesk LKPP serta pembaharuan halaman yang mampu melihat status Agregasi dari Rekanan/Penyedia.

10. Untuk hak akses Trainer terdapat banyak pembaharuan fitur dan kemampuan diantaranya :
a. opsi untuk melakukan Reset Data Latihan dan Reset Password, mencegah terjadinya penumpukan data seperti yang dialami saat ini
b. mampu melakukan tiga kelas pelatihan dalam satu waktu dengan mengandalkan satu Server Latihan, lengkap dengan pengaturan waktu per masing-masing kelas dan
c. kemampuan untuk menjadi semua User LPSE sekaligus tanpa melakukan aktifitas Log Out, meliputi PA/KPA, PPK, Panitia dan Rekanan/Penyedia. Ini akan memberikan efisiensi waktu bagi Trainer LPSE yang sedang melatih dalam tiga kelas berbeda.

11. Untuk hak akses Panitia Lelang terdapat banyak perubahan meliputi :
a. penambahan field/kolom surat permintaan lelang dari PPK,
b. field/kolom Kode Anggaran untuk paket lelang yang akan dilaksanakan melalui jalur e-Proc (untuk format kode anggaran akan segera dibakukan),
c. field/kolom sumber dana tambahan apabila bersumber lebih dari satu mata anggaran,
d. field/kolom Lokasi Pekerjaan apabila paket merupakan kerjasama antar daerah,
e. field/kolom persyaratan lelang yang dapat ditambahkan tanpa harus melakukan penyimpanan terlebih dulu,
f. field/kolom penjadwalan lelang yang dapat dilakukan dalam sekali waktu,
g. penambahan status Progress Bar saat melakukan Upload file Dokumen Lelang untuk mengetahui prosentase proses,
h. opsi persetujuan pengumuman paket lelang oleh setengah dari anggota Pokja/Panitia
i. melihat dan memonitor anggota Panitia yang terdaftar dan aktif untuk mencegah adanya ‘panitia siluman’
j. notifikasi jadwal pelelangan lewat pengingat layaknya akun FaceBook atau email

12. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa akan ada penambahan akun User bagi PA/KPA dan PPK yang nantinya dapat difungsikan untuk memantau serta menindaklanjuti proses paket lelang yang menjadi tanggung jawab mereka. Tugas pertama dari User ini adalah mengumumkan Rencana Umum Pengadaan/RUP. Yang nantinya berwenang untuk memberikan User ID dan Password bagi User ini adalah Admin Agency.

13. Untuk hak akses Penyedia/Rekanan, satu-satunya penambahan fitur yang terjadi hanyalah status Progress Bar seperti halnya Panitia, pada proses Upload Dokumen Penawaran untuk mengetahui prosentasi proses pengiriman file.

14. Untuk Aplikasi SPSE secara umum terdapat penyempurnaan fitur Searching yang nantinya akan hadir di setiap halaman, serta opsi Captcha pada halaman Frequently Asked Questions/ FAQ untuk mencegah adanya komentar/pertanyaan Spam yang masuk ke halaman LPSE. Selain itu sedang dikembangkan pula daftar e-Catalog untuk pengadaan biaya sewa koneksi Bandwidth dan hal-hal penting lainnya. Sedang untuk beberapa masukan yang kami sampaikan terkait fitur Black List, pembatasan Kemampuan Dasar dan Kemampuan Paket masing-masing Penyedia/Rekanan, belum bisa diakomodir pada versi 3.5

15. Untuk fitur Agregasi, tampaknya Aplikasi SPSE versi 3.5 nanti akan mengakomodir opsi ‘Disable akun Penyedia/Rekanan yang dianggap sudah tidak aktif lagi. Hal ini biasanya terjadi pada akun Penyedia/Rekanan yang melakukan pendaftaran dua kali atau lebih akibat lupa UserID dan Password. Agregasi Data Penyedia atau ADP ini pun kelak akan berlaku pula bagi User PPK dan Panitia yang bertugas di dua kepanitiaan atau lebih.Tujuan dari ADP ini untuk membuka peluang bagi Penyedia/Rekanan masuk ke pasar pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Pemerintah seluruh Indonesia.

16. Untuk Aplikasi Pengaman Dokumen atau yang dikenal Apendo, akan dikembangkan sebagai berikut :
a. Terdapat dua versi Apendo yaitu versi 3.1 yang akan digunakan pada Aplikasi SPSE versi 3.5 dan SpamKodok atau Sistem Pengaman Komunikasi Dokumentasi untuk Aplikasi SPSE versi 4.0.
b. Apabila Apendo sebelumnya hanya mampu berjalan di satu platform OS yaitu Windows, maka yang akan dikembangkan nanti akan dapat berjalan di multiplatform baik Windows, Mac ataupun Linux.
c. Adanya penambahan kemampuan untuk meng-enkripsi/dekripsi data dalam bentuk folder dan subfolder serta banyak file sekaligus.
d. Apabila pengguna Apendo lupa dengan password yang telah diubah sebelumnya, kini terdapat opsi ‘Reset Password’ dengan cara memenuhi tiga pertanyaan yang telah diatur sebelumnya. Fitur ini mirip dengan perilaku ‘Lupa Password’ yang biasanya hadir pada pembuatan e-mail dan akun keanggotaan.
e. Untuk lebih meyakinkan pengguna Apendo akan file yang telah disandi, aplikasi mampu melakukan cross check terhadap file aslinya serta me-dekripsi data kembali. Adapun penamaan hasil Dekripsi nantinya akan mengacu pada nama kegiatan disambung dengan nama Rekanan/Penyedia. Hal ini untuk menghindari tertumpuknya data atau kebingungan panitia/Pokja saat melakukan proses Dekripsi pada banyak kegiatan sekaligus.
f. Terdapat nama Rekanan/Penyedia pada sisi atas aplikasi untuk mencegah kesalahan pengguna melakukan penyandian menggunakan Apendo milik perusahaan lain.

17. Sesi pertama Pengembangan Aplikasi SPSE diisi oleh LPSE Provinsi Bangka Belitung yang mengembangkan fitur Smart Report berbasis Conten Management System (CMS) yang ditampilkan dalam bentuk sebuah Blog, dimana sebagian besar data yang tampil dihalaman tersebut dibuat secara otomatis dengan mengambil data dari Server LPSE. Selain itu terdapat pula beberapa laporan bulanan baik terkait Jumlah penyedia, infrastruktur dan juga tips / trik tutorial yang dapat dibaca dan dipahami oleh Panitia, penyedia/Rekanan dan masyarakat umum. Fitur ini mirip seperti laporan berkala yang kami sampaikan lewat akun Twitter @LPSEBadung.

18. Sesi terakhir tentang pengenalan fitur SMS Gateway yang dikembangkan oleh LPSE Kabupaten Berau Kalimantan Tengah, memanfaatkan database pada Server LPSE untuk menyampaikan notifikasi atau pengingat pada Panitia/Pokja terkait jadwal Pelelangan yang harus diselesaikan. Terhitung fitur ini baru di Launching pada 29 Maret 2012 lalu. Adapun yang dipersyaratkan dalam mengoperasikan fitur ini adalah SK Panitia, nomor ponsel dari masing-masing panitia serta proses Aktivasi. Fitur SMS Gateway ini secara otomatis akan mengirimkan sms pemberitahuan terkait jadwal Lelang dua jam sebelumnya ke perangkat ponsel Panitia/Pokja, mencegah jadwal Lelang terlewatkan. Pengembangan fitur ini kabarnya akan diintegrasikan dengan Aplikasi LPSE kedepannya.

Demikian yang dapat kami sampaikan terkait semua diskusi dan pengembangan Aplikasi SPSE yang dilaksanakan pada Rapat Koordinasi Teknis LPSE oleh LKPP 11 s/d 13 Juni 2012 di Yogyakarta.

Mangupura,
Sekretaris LPSE Badung

(Pande Nyoman Artawibawa, ST., MT.)
NIP. 19780416 200312 1 012

@LPSEBadung Trik [Update] Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang TeKnoLoGi

[update] Bagi Kawan”Pokja yg mengakses Apendo di Ruang Biding LPSE Badung, bisa menggunakan shortcut aplikasi yg tersedia di masing”PC

[update] Adapun Apendo Paniti v.3.1 dapat diakses dengan menggunakan User- lpselkpp dan Passw- ulpbadun6

Trik [Update] Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1

> Apendo, Aplikasi Pengaman Dokumen yg sifatnya berdiri sendiri. Tidak perlu instalasi, tidak membutuhkan koneksi internet utk menggunakannya
> Itu sebabnya, ketika Rekan berhasil mengunduhnya dari halaman profile akun LPSE, lakukan ekstraksi folder dan simpan file compresinya

> Dalam folder Aplikasi Apendo, terdapat dua subFolder antara lain ‘bin’ untuk penempatan aplikasi, dan folder lainnya untuk Petunjuk/Help
> Silahkan perhatikan jumlah file yang terdapat dalam folder ‘bin’ sebelum Rekan melakukan Login dan mengubah password standarnya…
> Perhatikan lagi jumlah file yang bertambah pasca Rekan melakukan Login dan berhasil mengubah Password sesuai keinginan
> Di layar Apendo Panitia, akan terdapat satu file tambahan bernama AELconfig.dat sdg pada layar Rekanan, ditambah satu file lg, VendorID.dat
> Dalam file berekstensi dat inilah userID, password dan tiga pertanyaan tersimpan sebagai Pengingat saat Rekan melakukan Login kembali
> Maka itu, ketika Rekan nanti mengalami ‘Lupa Password’, kedua file ini dapat dihapus secara permanen dari Folder…
> Dan User Password akan dikembalikan ke sistem Default… Silahkan tekan tombol F1 pada keyboard untuk lebih jelasnya…

> Pola penggunaan Aplikasi Apendo, rupanya berbeda antara yang digunakan oleh Panitia dengan Penyedia atau Rekanan
> Jika Apendo untuk Panitia bisa berlaku satu userID untuk semua Panitia, tidak demikian halnya dengan Apendo untuk Penyedia
> Itu sebabnya kami, Tim Pelaksana LPSE Badung berinisiatif untuk menempatkan satu shortcut aplikasi Apendo dalam setiap PC di gedung LPSE (1)
> Yang sedianya diperuntukkan bagi Panitia, dan dapat diakses dengan menggunakan UserID lpselkpp dan Password ulpbadun6 (2)

> Sedangkan Apendo yang akan digunakan oleh Rekanan atau Penyedia, belum bisa kami perlakukan hal yang sama mengingat ID Publik masing” (3)
> Penyedia berbeda satu sama lainnya… Jadi disini dapat kami sarankan bagi Penyedia atau Rekanan untuk melakukan ekstraksi (4)
> Dari file compresi ke dalam bentuk Folder. Lakukan Login dan ganti Password default dengan kode yang diinginkan termasuk ID Digital (5)
> Jika berhasil, ubah nama Folder aplikasi Apendo yang telah diubah Passwordnya, lalu pindahkan Folder tsb ke Flash Disk / HD eksternal (6)
> Jikapun kelak ingin melakukan Encrypt file penawaran, dapat menggunakan Aplikasi Apendo yang telah dicopy ke FD/HD eksternal tersebut (7)

> Semoga Tips tadi bisa berguna, dan kami akan sajikan di Ruang Biding dan papan Pengumuman kelak sebagai pencerahan… Selamat beraktifitas

Teknologi yang dibenamkan dalam SPSE ini sama saja dengan Teknologi lain, yang secara kontinyu mutlak membutuhkan pembelajaran baru

Apabila sistem SPSE versi 4 jadi dirilis Tahun 2013 nanti, aplikasi Apendo akan berubah nama menjadi SPAM KODOK

SPAM KODOK merupakan singkatan dari Sistem Pengamanan Komunikasi Dokumentasi yang kelak mengambil simbol Kodok (hewan)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

LPSE Badung

5

Category :

LPSE Badung dibentuk melalui Surat Keputusan Bupati Badung nomor 1784/01/HK/2010 pada tanggal 1 Juli 2010 dengan mengambil unsur dari Bagian Administrasi dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Bagian Perlengkapan dan Aset Daerah, Inspektorat Daerah, Bappeda Litbang, Dinas Cipta Karya, Dinas Bina Marga serta Bagian Hukum dan HAM Setda Badung.

Adapun formasi pertama Tim Pengelola yang ditetapkan melalui SK terkait berjumlah 10 orang. Melalui Surat Keputusan Bupati Badung nomor 141/01/HK/2011 yang ditetapkan pada tanggal 21 Februari 2011, jumlah formasi tersebut bertambah satu orang selaku Pengarah yang dipegang oleh Kepala Bagian Administrasi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Badung.

Perombakan formasi Tim Pengelola kembali dilakukan pada tanggal 25 November 2011 melalui Surat Keputusan Bupati Badung nomor 2166/01/HK/2011, dimana LPSE tidak lagi berada secara Ad Hoc dibawah Bagian Administrasi dan Pembangunan Sekretariat Daerah, melainkan berpindah ke Bagian Perlengkapan dan Aset Daerah dengan jumlah formasi Tim Pengelola sebanyak 14 orang termasuk Asisten Administrasi Umum selaku Koordinator Pengelola dan Kepala Bagian Perlengkapan dan Aset Daerah selaku Koordinator Pelaksana.

Agar formasi Tim Pengelola LPSE Badung yang baru dibentuk ini mampu memahami bagaimana proses dan prosedur dari aplikasi Sistem Pengadaan Barang/Jasa secara Elektronik (SPSE), maka pada tanggal 21 s/d 24 Februari 2012, Tim dikirim ke LKPP untuk mengikuti Pelatihan atau yang disebut dengan istilah TOT (Train of Trainer).

Untuk mendukung pengelolaan LPSE Badung, beberapa fasilitas telah diberikan secara bertahap sejak awal pembentukan, antara lain :
1. Gedung LPSE Badung. Berlokasi di pojok Barat Daya area Diklat Puspem Badung, tepatnya disebelah selatan Wantilan dan sebelah Barat Kantor Agama kabupaten Badung. Gedung berlantai 2 yang dahulunya pernah digunakan oleh KPDE dan KPP (Pemberdayaan Perempuan). Gedung ini telah direnovasi dua kali yaitu pada tahun 2010/2011 mencakup area lantai 2 dan lobby depan, serta tahun 2012 untuk lantai 1.
2. Ruang Kerja. Mencakup Ruang Kepala LPSE, Sekretaris, Admin Agency, Training dan Pantry di lantai 1, serta Ruang Admin PPE, Server, Bidding, Verifikator dan Training di lantai 2. Rencananya, dalam APBD berikutnya akan diusulkan untuk penataan Interior di beberapa ruangan serta perbaikan Plafond dan pengadaan Meubelair.
3. Infrastruktur. Mencakup Server untuk Produksi (LPSE). Latihan, Database dan Firewall yang diposisikan pada Ruang Server. Untuk kebutuhan mobile, Tim Pengelola dibekali masing-masing 1 Notebook sekaligus dengan mobile Internet dan modem, beserta 9 Tabletpc yang kini dipegang oleh Kepala LPSE, Sekretaris, Admin PPE, Admin Agency, Helpdesk (2), Verifikator dan Trainer. Sedangkan untuk kebutuhan Pembinaan, telah disediakan 10 unit PC di Ruang Trainer, ditambah 6 unit PC di Ruang Bidding serta 4 unit PC untuk kebutuhan pelayanan di tempat.

Dalam menjalankan tugas, Tim Pengelola LPSE Badung secara rutin melakukan Rapat Koordinasi secara intern, membahas kesulitan serta mencari pemecahan dan solusi bersama-sama terkait pemanfaatan aplikasi SPSE oleh ULP Badung maupun dari pihak Penyedia dan Masyarakat. Tidak hanya itu, Koordinasi dilakukan pula dengan pihak LKPP secara berkala baik melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), maupun secara langsung untuk mendapatkan tindak lanjut dengan segeda dalam beberapa kasus yang mendesak.

Beberapa prestasi yang telah dilakukan oleh LPSE Badung sejauh ini antara lain, Peringkat 2 Kategori Kabupaten Kota Tingkat Nasional untuk Jumlah Pengadaan yang dilelangkan melalui jalur e-Proc tahun 2012, Peringkat 2 Kategori Kabupaten Kota Tingkat Nasional untuk Jumlah Pagu Pengadaan yang dilelangkan melalui jalur e-Proc tahun 2012, serta menjadi pembicara dalam event Rakornas LPSE ke-7 yang diselenggarakan di Hotel Sanur Paradise Sanur Bali, November 2011 lalu.

Selain pembinaan yang dilakukan oleh Tim Pengelola LPSE Badung kepada user Penyedia dan Panitia Pokja, salah satu media yang sudah digunakan hingga saat ini untuk memberikan informasi ke masayarakat secara lebih luas terkait proses Pengadaan Barang/Jasa maupun tips ringan operasional sistem, yaitu melalui akun jejaring soisial Twitter @LPSEBadung.

Sebagai Referensi tambahan terkait aktifitas yang dilakukan oleh Tim Pelaksana LPSE Badung, berikut beberapa informasi yang dapat kami sampaikan melalui akun Twitter @LPSEBadung :

  1. e-Procurement Inovasi Pelayanan Publik Sektor Pengadaan berbasis Teknologi Informasi
  2. Persiapan menuju LPSE Badung
  3. Menuju Pelatihan Perdana SPSE oleh Tim LPSE Badung
  4. Selamat dan Sukses untuk Launching LPSE Badung
  5. LPSE Badung sejauh ini [13 Juni 2011]
  6. memperkenalkan @LPSEBadung akun Twitter LPSE Pemkab Badung
  7. Twitter @LPSEBadung : Informasi seputar LPSE Pemkab Badung
  8. Twitter @LPSEBadung : Informasi seputar e-Proc Pemkab Badung
  9. Twitter @LPSEBadung : Informasi seputar Paket Lelang oleh Panitia LPSE
  10. Twitter @LPSEBadung : Informasi seputar Aplikasi Apendo LPSE
  11. Twitter @LPSEBadung : Informasi seputar Panitia LPSE
  12. Twitter @LPSEBadung : Informasi seputar Paket Lelang oleh Panitia LPSE
  13. Twitter @LPSEBadung : Informasi seputar Jadwal Pelelangan oleh Panitia LPSE
  14. Twitter @LPSEBadung : Informasi seputar Tips Rekanan LPSE
  15. Twitter @LPSEBadung : Informasi seputar Tips Pemasukan Penawaran oleh Rekanan LPSE
  16. Selamat dan Sukses Rakornas LPSE ke-7 di Sanur Paradise Bali
  17. Pertemuan Koordinasi ke-7 LPSE Nasional Sanur Paradise Bali [photos]
  18. Alasan Kami (LPSE Badung) Memilih HTC FLYer
  19. Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 1)
  20. Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 2)
  21. Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 3)
  22. Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 4)
  23. Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 5)
  24. Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 6)
  25. Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 7)
  26. Apa Kabarnya LPSE Badung di Tahun 2012 ?
  27. Menanti Tim LPSE Formasi 2012 Siap Beraksi
  28. Rekaman Lensa Train of Trainer Tim Pengelola LPSE Badung 2012
  29. Menunggu UpGrade SPSE 3.5 bagi LPSE Badung
  30. Twitter @LPSEBadung : Tips Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1
  31. Twitter @LPSEBadung : Trik [update] Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1
  32. Laporan Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Aplikasi LPSE
  33. Laporan LPSE Badung tentang Virtualisasi dan Cloud Computing
  34. Tentang Rakor ke-8 LPSE Nasional
  35. Twitter @LPSEBadung : Trik [update] [2] Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1
  36. Telaah Aplikasi Monev Online
  37. Telaah Aplikasi RUP Online
  38. Management Training LPSE Advanced Badung Bali
  39. Selamat dan Sukses, Management Training LPSE Advanced Badung Bali

Masih merasa kurang ? silahkan follow akun Twitter @LPSEBadung atau Tunggu saja tulisan selanjutnya. Hanya di www.PanDeBaik.com