Yuk, Custom PIN BlackBerry Messenger-mu

Category : tentang TeKnoLoGi

Kalo kalian masih ingat di era jadul terdahulu, jaman messenger BBM baru nge-trend dan hanya bisa digunakan pada perangkat ponsel BlackBerry saja, ada beberapa kawan dan saudara yang ngotot menginginkan PIN BBM yang nantinya dibeli atau mengganti yang dimiliki untuk dapat di-Custom seenak udel. Sesuai Tanggal Lahir atau menggunakan Nama yang bersangkutan.

Padahal yang namanya PIN BBM jaman itu, secara default sudah baku tertanam pada ponsel BlackBerry masing-masing.

Harapan dan keinginan itu jadi semakin besar setelah yang namanya rumor beredar di pasaran, bahwa PIN BBM bisa diganti dengan membayarkan sejumlah uang kepada pada ‘ahlinya’ yang sampai saat ini sepertinya sih masih diragukan kebenarannya.

Sehingga selain harus menghafalkan nomor ponsel yang dipakai, pengguna ponsel BlackBerry diwajibkan pula menghafalkan atau minimal tahu cara mencari PIN BBM yang disematkan pada ponselnya, saat ditanya sesamanya. Ribet memang. Tapi ini pun kemudian berkembang menjadi sebuah Gengsi Ekslusif, utamanya dikalangan pengguna ponsel tanah air.

‘Hari Gini masih gak punya PIN BBM ?’ ejek beberapa kawan saat itu setelah mengetahui saya masih setia menggunakan ponsel Nokia lalu beralih ke Android tanpa mau mencicipi ponsel BlackBerry.

Lama berselang setelahnya, aplikasi Messenger BBM mulai menyambangi ponsel bersistem operasi lain macam Android dan juga iOS besutan Apple. Kalo gak salah sih sudah sejak dua tiga tahun lalu. Sayapun pada akhirnya mau tidak mau memaksakan diri menggunakan aplikasi ini setelah rata-rata rekan kerja yang ada dalam ruangan penugasan baru gak ada yang mau menginstalasi aplikasi messenger Whatsapp sebagaimana yang saat itu saya gunakan untuk berkomunikasi secara massal (grup). Alasannya sederhana, karena ponsel yang mereka gunakan kerap hang saat dicoba menggunakan Whatsapp. Ya sudah, yang mampu ya memang harus mengalah. Maka BBM pun mulai disuntikkan ke ponsel saat itu.

Di awal tahun 2015, tampaknya BlackBerry kembali ingin memberikan kejutan kepada pengguna setianya dengan mengabulkan harapan banyak pengguna pada era jadul terdahulu itu, yaitu dengan menyuntikkan fitur ‘Customize My PIN’ atau membuat kreasi PIN BBM sendiri sesuai keinginan, dengan cara membayar biaya sebesar Rp. 19.800 per bulannya.

Mau tahu bagaimana caranya ? yuk dibaca di tulisan berikutnya.

Pertanyaan Awal Tahun, pilih iPhone, Android, BlackBerry atau Windows Phone ?

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika jeli, tahun 2013 yang lalu bisa dikatakan tahun percobaan peruntungan bagi sebagian besar perangkat berteknologi komunikasi berbasis sistem operasi smartphone, dalam melepas teknologi terkini mereka masing-masing serta sebagai ajang pembuktian perangkat mana yang kini lebih digjaya dalam hal kemampuan untuk beraktifitas.

iPhone, lewat iOS 7 besutan Apple. Satu brand dengan satu jualan. Yang meskipun pada awal kemunculan sempat mengkritik sang rival dari Korea, kini tampaknya ikutan beralih mengikuti keinginan pasar dengaan memanfaatkan material plastik untuk menekan ongkos produksi (yang secara harga masih juga tergolong mahal jika dibanding kompteitor lainnya), serta mengubah ukuran layar sedikit lebih panjang (dengan lebar tetap). Namun meskipun dibanderol mahal, tetap saja iPhone disuka. Bahkan memiliki fanboy diehard tersendiri secara ekslusif. Jika dibandinggkan dengan kemampuan kompetitor, diatas kertas memang bisa dikatakan ketinggalan zaman, namun pada prakteknya dengan ukuran yang ketinggalan zaman ini masih bisa bersaing secara kecepatan bahkan sedikit melebihi secara kemampuan untuk mengeksekusi permainan ataupun aplikasi yang sama, tanpa jeda dan crash. Dan dengan adanya satu jualan, menyebabkan para developer aplikasi maupun games begitu loyal lantaran tidak membutuhkan banyak penyesuaian perangkat untuk setiap peembaharuan versi yang dirilis. Demikian pula update OS secara resmi, dapat digunakan untuk semua perangkat sejenis.

Android. Ada banyak nama yang ditawarkan disini. Dari sang raja asal Korea, Samsung dan saingannya yaitu LG, HTC, Motorola, Asus, Acer dan lainnya. Ditawarkan dalam berbagai jenis kemampuan, kecepatan, lebar layar hingga harga jual. Positifnya tentu konsumen diberikan banyak pilihan yang sama-sama menarik, tinggal disesuaikan dengan penawaran pelayanan after sales atau bundling. Sedang negatifnya, proses update atau pembaharuan aplikasi jadi agak ribet lantaran banyaknya varian atau perbedaan spek antar satu perangkat dan lainnya. Kabarnya lumayan membuat stress di kalangan developer aplikasi dan games, pula versi sistem operasi Android yang diserahkan kepada masing-masing vendor, untuk memperhabarui satu persatu perangkat secara bergiliran. Namun jika kawan-kawan bukanlah pengguna yang berharap banyak pada pembaharuan, persaingan di tingkat spesifikasi rasanya sudah cukup dijadikan dasar pertimbangan. Teknologi prosesor Dual Core kini sudah menjadi standar, sedang Quad dan Octa Core menjadi semacam flagship di masing-masing vendor termasuk berbagai kecanggihaan aplikasi yang dibenamkan. Demikian halnya dengan kehadiran beragai ukuran layar yang tinggal disesuaaikan dengan kebutuhan.

Pilih mana

Blackberry, meski sempat tertinggal jauh di versi 7 terdahulu (yang hingga kini rupanya masih dipertahankan untuk menyasar pengguna pemula), RIM atau Research In Motion selaku pengembang utama sistem operasi yang kini beralih nama menjadi BlackBerry Inc mulai menggelontor pasar dengan versi 10 yang mengandalkan layar sentuh secara murni maupun perpaduan dengan keyyboard qwerty fisik yang fenomenal itu. Sayangnya beberapa seri awal BlackBerry 10 rupanya kandas di pasaran lantaran kurangnya support dari pihak ketiga serta masih menyisakan banyak bugs dalam pengoperasiannya. Terkini, BlackBerry merilis versi Z30 yang merupakan penyempurnaan dari seri terdahulu namun masih berada di kisaran harga deretan ponsel flagship. Seri ini diharapkan dapat mengembalikan kejayaan BlackBerrry di masa lalu, yang sayangnya tidak menyertakan keyboard fisik sehingga terkadang agak menyulitkan para penggunanya untuk berinteraksi.

Terakhir ada Windows Phone yang kini masih didominasi keberadaannya oleh Nokia Lumia. Sedangkan HTC lewat seri 8X dan 8S serta Samsung lewatt seri Ativ tampaknya belum berkeinginan lebih jauh melanjutkan hegemoni mereka dii pasar ponsel berbasiskan Windows 8. Minimnya persediaan aplikasi dan games dari pihak ketiga menjadi kendala terbesar untuk berinteraksi, sehingga Windows Phone masih dipandang sebelah mata bagi sebagian besarr pengguna ponsel tanah air maupun global.

Nah, soal pilihan sebenarnya sih kembali pada budget dan kebutuhan. Kalo budget terbatas, bisa melirik Android dan Windows Phone, sedang jika berlebih bisa mempertimbangkan keberadaan iPhone dan BlackBerry, yang sayangnya masih minim pilihan layar. Hanya satu varian untuk masing-masing vendor. Sedang Windows Phone dideretan flagship lebih mengandalkan kemampuan Megapixel kamera namun tetap mempertahankan antar muka yang membosankan dan monoton.

Plants vs Zombie for Windows, Android and BlackBerry ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Pertama kali berkenalan dengan games yang satu ini, membuat saya lebih betah untuk berlama-lama di depan layar tabletpc milik Samsung, namun bukan untuk bekerja tentu saja.

Dikembangkan oleh Pop Caps, pengembang games ternama yang pula melahirkan banyak permainan menarik lainnya, yang sebenarnya dirilis era jadul, masa Zuma dikenal oleh publik. Sayangnya, saya pribadi mengenalnya baru beberapa bulan lalu, dimana saat mempublikasikannya pada akun Twitter, ketahuanlah saya yang rupanya out of date.

Dalam sistem operasi Android, terdapat dua versi permainan Plants vs Zombie yang beredar di dunia maya, dimana pertama merupakan aplikasi yang berdiri sendiri dengan ukuran sekitar 75 MB, dan dapat dimainkan kapan saja, sedang versi lainnya membutuhkan koneksi internet, untuk dua hal yaitu pengunduhan data yang mengikutinya lantaran file installer hanya berukuran 1,5 MB, pula digunakan untuk memainkan games secara online.

Berangkat dari ketertarikan dan sifat adiktifnya, sayapun mencoba untuk membuktikan mention tweet dari seorang kawan yang mengatakan bahwa Plants vs Zombie ini sebenarnya rilis lebih dulu pada sistem operasi Windows, sehingga saat itu juga, saya pun hunting games yang satu ini lewat 4shared ataupun toko games terdekat. Hasilnya, memuaskan. Bahkan kini saking nagihnya, hampir semua tantangan tambahan di wilayah Puzzle dan Survival, hanya menyisakan level Endless saja, sedang sisa dan Mini Games sudah dilahap habis.

Namun demi memanfaatkan tabletPc besutan RIM yang tempo hari sempat tak tergunakan akibat minimnya jenis permainan yang ada di BlackBerry App World, maka usaha untuk mencari file permainan Plants vs Zombie dalam format bar pun dilakoni. Hasilnya, Plants vs Zombie merupakan salah satu permainan yang ternyata dapat running dengan baik di perangkat BlackBerry PlayBook, tanpa adanya jeda atau lag yang berarti.

So, Plants vs Zombie di tiga versi OS ? Ayo aja…

Angry Bird, Cut The Rope dan Plants vs Zombie for BlackBerry ?

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Huh… siapa bilang kalo games ternama kembangan Rovio, Angry Birds series tidak bisa dimainkan dengan baik pada perangkat BlackBerry ? Kalopun ada, silahkan unjuk tangan dan simak tulisan saya kali ini.

Yah, setidaknya yang saya maksudkan sih bukannya tersedia di BlackBerry Apps World, namun ketiga games seperti yang disebutkan pada judul diatas, rupanya masih bisa dimainkan dalam perangkat TabletPC berbasis BlackBerry, atau yang lebih dikenal dengan istilah PlayBook. Dan untuk bisa mewujudkannya, pengguna BlackBerry harus bisa mengucapkan Terima Kasih kepada para pengembang aplikasi dan permainan yang dibuat berbasiskan Android, karena dari format file inilah, semua permainan yang adiktif dan mengasyikkan tadi, akhirnya bisa jua diujicoba pada perangkat dimaksud.

BB ANDROId copy

Pertama, Angry Birds. Permainan fenomenal di jagat perMobileGames ini merupakan seri yang dikembangkan oleh Rovio, dengan memberi kuasa penuh pada sekawanan burung untuk menghancurkan keberadaan para babi pencuri telur. Setidaknya ada 5 versi yang kini wara wiri di pasar aplikasi. Angry Birds versi classic atau original, Rio, Season, Space dan terakhir, Star Wars. Dalam perangkat BlackBerry PlayBook, kelima seri ini rupanya dapat dimainkan dengan baik tanpa lag ataupun jeda. Kabar yang mengasyikkan bukan ?

Cut The Rope. Permainan potong tali untuk memberi si tokoh utama permen warna warni ini, merupakan salah satu jenis permainan terlaris baik di pasar aplikasi milik Apple atau iOS, ataupun milik Google dan Android. Maka bisa dikatakan, saat permainan yang satu ini bisa juga dijalankan pada perangkat PlayBook, maka yang namanya kebosanan dahulu melanda iman, kini sudah tak lagi. Tinggal menunggu seri lainnya yang serupa seperti Where’s My Water yang menyajikan si Buaya tukang mandi, dan lainnya.

Terakhir ada Plants vs Zombie. Pernah merasakan adiktif dan ketagihan saat menjajal permainan yang satu ini dalam bentuk personal computer ataupun berbasis Android ? Kini BlackBerry PlayBook anda pun bakalan merasakan akibatnya. Lama dipegang, hingga menghabiskan daya dan melakukan charge sedemikian cepat. Minimal untuk menyelesaikan 50an level lebih, dalam menyelesaikan semua tantangan yang ada. Sayangnya, jenis yang tersedia beneran versi Mobile, sehingga meskipun ada, namun kategori Mini Games, Puzzle dan Survival tidak mampu dimainkan seseru versi PC.

Tapi yah, jangan kecewa dulu deh… karena masih banyak varian games seru dan unik yang dapat dimainkan pada perangkat BlackBerry PlayBook saat ini, tentu saja musti rajin-rajin hunting di kategori Top Games dan mencari via mbah Google, file aplikasi, versi Bar-nya :p

Menjajal Games Android di BlackBerry PlayBook

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Pertama kali berkenalan dengan tabletpc besutan RIM selaku pengembang perangkat pintar BlackBerry yang banyak dikenal publik lewat fitur chat BBM-nya, ada banyak harapan yang dibebankan untuk segera diujicobakan. Satu diantaranya adalah kemampuannya untuk menjalankan aplikasi serta games Android yang kabarnya tersedia secara default dalam App World, pasar aplikasi milik BlackBerry. Dapat diunduh dan digunakan tanpa perlu melakukan aktifitas converter atau migrasi antar OS.

Sayangnya harapan tinggallah sebuah harapan.

Aplikasi atau games yang tersedia di pasar aplikasi BlackBerry tersebut tidaklah sesuai dengan apa yang dibayangkan. Ketersediaannya Hanyalah beberapa saja, itupun tidak semua bisa dijalankan dengan baik. Terdapat lag atau semacamnya dan berujung pada hang dan wajib force closed.

Maka jadilah perangkat BlackBerry PlayBook yang dikenal dengan istilah iPad Kakek oleh MiRah, putri pertama kami hanya sebagai perangkat pelengkap apabila iPad Bapak, Samsung Galaxy Tab 7+ yang biasa saya gunakan, tidak berada dirumah. itupun kemudian tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal lantaran games yang ada tidak sesuai dengan kebiasaannya pada perangkat Android.

Harapan untuk dapat menjalankan aplikasi dan games berbasis Android pada perangkat BlackBerry PlayBook, belakangan muncul kembali, seiring dimuatnya artikel di Tabloid Pulsa terkait topik konversi file apk, standar file Android, menjadi bar, standar file milik BlackBerry PlayBook, untuk kemudian diinstalasi dan digunakan pada perangkat dimaksud.

Sayangnya, lantaran waktu yang agak lama, -artikel tersebut diturunkan secara terpisah dalam 3 edisi, dari proses sign key, konversi hingga instalasi- keinginan untuk segera menguji hasil konversi sudah sedemikian tinggi, hingga satu hal kemudian terlintas dalam benak, ‘kenapa gag hunting file standar aplikasi bar saja di Google ?’ Ini seperti hunting file apk tempo hari demi mendapatkan file standar aplikasi serta games Android versi Premium. Maka usaha inipun dilakukan dengan harapan baru, bisa segera diapply tanpa menunggu waktu turunnya edisi berikut Tabloid Pulsa.

Hasilnya ? Lumayan banyak. Sekitar 50an aplikasi dan games yang bisa ditemui pada perangkat Android, terunduh dalam format file bar dan siap untuk diinstalasi ke perangkat BlackBerry PlayBook dengan bantuan aplikasi DDBP berbasis windows pc serta kabel data.
Proses yang berlangsung tidak terlampau lama ini, menghasilkan 90% aplikasi dan games rupanya bisa berjalan dengan baik sementara sisanya bisa jadi bergantung pada proses pengunduhan yang kurang sukses. Terpantau beberapa file memang berukuran tidak sebagaimana yang tertera pada halaman pengunduhannya.

Lantas apa dan bagaimana pengalaman menggunakan aplikasi dan games berbasiskan Android pada perangkat tabletpc BlackBerry PlayBook ? Tunggu di tulisan selanjutnya.

BlackBerry Perluas BBM ke iOS & Android ?

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Nanya iseng -Apa sih yang menarik dari apps chatting BBM bagi BB users ? *ada yg bisa ngasi petunjuk ?

Salah satu alasan yg pernah saya denger dari BB users adalah kemampuan BBM untuk membuat interactive teks yg belum dimiliki apps chat lain. Yg dimaksud dgn interactive teks adalah barisan karakter yg membentuk emoticon, wajah, benda dll dan kerap gag bisa kebaca di HH lain :p *Biasanya untuk bisa membacanya, HH (#Android misalnya) musti diinstalasi apps tambahan…

Salah satu alasan lain dari BB users adalah ‘gag perlu belajar install apps etc kalo cuma mau chat… bandingkan dgn whatsapp, line dll

Trus ada juga alasan lain seperti ‘semua teman, kerabat bahkan pacar pake BB… takut dikucilkan, gag gaul, ketinggalan berita…

Ada lagi alasan ‘klien saya pake BB… *tuntutan pekerjaan berarti… *malu kalo jawab ‘gag punya PIN BB…

saya yakin @armeq benar, kalo BBM jualan layaknya whatsapp, RIM bakalan untung kok… itu kalo pengguna iOS dan #Android menggunakannya. Minimal apps bisa dijual (biasanya di iOS), layanan paket bulanan BIS juga bakalan nambah… *memperluas jaringan tentu saja

Bagi mereka yg hanya mampu membeli BB murah/second hanya utk BBM-an, kini bisa ambil alternatif beli #Android di harga sama. Atau malah dengan budget yg lebih murah, merek china 500 ribuanpun (asal OS udah ICS), mereka sudah bisa BBM-an.

Dan rata”alasan yg saya denger kalo disuruh untuk install whatsapp di perangkat BB adalah ‘gag tau caranya… atw… lama downloadnya.

Lama”malah Jadi maklum karena memang gag semua pengguna ‘smartphone’ BB bisa smart pula penggunaan dan pengetahuannya. Karena untuk bisa mengunduh, instalasi dan menggunakan Whatsapp di BB, merek dituntut utk belajar… minimal tau cara prosedur donlot apps Atau paham bahwa di BB tuh ada istilah ‘BlackBerry ID… *hayooo saya yakin gag semua BB users punya BB ID… *taunya cuma PIN BB. Dan diperlukan beberapa trik untuk bisa berhasil membuat akun BlackBerry ID berhubung kalo ngandelin HH, lebih banyak gagalnya…

Padahal, kalo bicara diluar semua alasan tadi ‘mengapa perlu banget dgn BBM’, kekurangannya adalah belum bisa lintas platform. Bandingkan dengan Whatsapp, Line etc yang bisa digunakan bahkan oleh pengguna ponsel Nokia symbian sekalipun. Jadi kalopun mau bikin group Chat di Whatsapp misalnya, kini sudah gag perlu beli #Android terkini atau iPhone yang mahal…

Cuma lantaran belum bisa lintas platform inilah, kemudian menciptakan ekslusifitas antar pengguna BB.. *padahal bisa jadi malahan kekurangan. Dan saking ekslusifnya, ada juga yg cuma kesampean beli #Android murah berusaha mencari cara biar bisa BBM-an di ponsel mereka. Termasuk menginstalasi apk BBM yang tempo hari sempat bikin heboh di Google Play, dan kalo gag salah sih cuma HOAX

Kalo menurut saya pribadi sih.. ini pribadi loh ya.. sejauh gag khawatir dicap ketinggalan jaman, gag gaul dll sebetulnya BBM gag perlu”amat. Hal ini pula yang kerap saya tanamkan pada kawan”di PNS dan juga istri *mungkin kelak termasuk anak”kalo mereka besar nanti. Bahkan saking nyantenya, mereka kini sudah punya jawaban sendiri kalo pas ditanya PIN BB dan diBully ‘hare gene gag punya BB ?’ Dibales dengan ‘hare gene masih pake BB ?’ He… ada”aja… *cukup bikin nyengir pas liat ekspresi BB Users dikatain gitu

Oke, bukan apa”kok.. tanpa bermaksud memBully balik pengguna BB users, mengapa juga harus dipaksakan beli HH mahal, tapi cuma dipake BBM-an?

Mengapa juga rela beli ponsel BB mahal”kalo cuma di pake Chatting, jejaring sosial… tanpa mau mengoptimalkan HH sebagaimana fungsinya ? Apalagi kalo sampe bawa Powerbank ‘soulmate HH BB’ kemana mana… ngerepotin kan ?

Dan sebetulnya apapun ponsel smartphone yang kawan”gunakan, selama penggunanya gag mampu smart, ya percuma saja beli mahal. Sayang banget duit budgetnya kalo dipake beli HH mahal tapi gag bisa browsing, lelet etc… *tapi kalo termasuk orkay sih, gag masalah

Karena sempat kasian aja dgn para orang tua yang dipaksa oleh anak”mereka buat beli BB terkini atas dasar biar bisa BBM-an. *< termasuk sering ngasi rekomend BB yang murmer bagi para ortu yg bingung nentuin budget dan pilihannya Tapi kalo kemudian yg jadi alasan 'tuntutan kerja' sih no problem... gag jarang yg tipe ginian, ngandelin BB cuma buat BBM-an dengan klien. Tapi ngandelin kerjaan lainnya lewat HH #Android atau iOS... *hayooo ngaku, ada yg masuk kategori ini gag yah ? Apalagi kalo dasarnya memang gag suka chat, mungkin gag cuma BBM, tapi juga Whatsapp, Line etc malah gag terlalu perlu utk diinstall semua.. Dan salah satu alasan mengapa saya hampir selalu keluar dari group Whatsapp adalah notif suara yg gag henti"padahal user lain cuma say 'lol'. Satu"nya Group yg masih saya ikuti sampai saat ini di apps Whatsapp adalah kumpulannya Tim LPSE-ULP Badung, yg kini terdapat PPK didalamnya. Fungsinya lebih pada forum komunikasi agar kelak ketika terjadi gangguan akses ke halaman @LPSEBadung, Tim bisa lebih cepat taunya. Dan nilai plusnya tentu, para anggota Group gag cuma ngandelin satu jenis HH... terpantau Nokia Symbian pun ada yg pake disini... Jadi, selamat bagi kalian yg masuk kategori 'non BB Users' yang girang lantaran berita migrasinya BBM ke iOS dan #Android. Yang artinya 'kini saya bisa BBM-an dengan pengguna BB lainnya...' *cuma nanti apakah menggunakan sistem PIN atau ngandelin nomor ponsel ? Sedang bagi yang masuk kategori BB haters, mbok ya jangan gitu"amat deh... sok cuek dgn berita migrasinya BBM *eh Selama bisa memaklumi kelebihan dan kekurangan masing"HH, gag masalah apapun jenis smartphone yg kalian gunakan. Terpenting, bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan sebagaimana 'fungsinya sebagai sebuah smartphone *tumben ngTwit dini hari... ini gara"tadi kaget dibangunin buat bikin susu si baby, malah gag bisa merem lagi... *hayok tidur lagi 🙂

Sekali lagi… *nanya iseng -Apa sih yang menarik dari apps chatting BBM bagi BB users ? *ada yg bisa ngasi petunjuk ?

Android, iOS, BlackBerry atau Windows Phone ?

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Setahun lalu, tepatnya diawal bulan, saya sempat menurunkan ulasan topik yang sama namun dalam versi yang sedang trend saat itu. Kini saya mencoba untuk menurunkannya kembali sebagai alternatif pilihan bagi kawan semua, dalam memilih sistem operasi yang kini makin berkembang pesat bagi perangkat mobile phone dan tabletpc di awal tahun 2013.

Android. Kini sistem operasi ini merupakan Raja dari semua sistem operasi perangkat ponsel dan tabletpc yang beredar di seluruh penjuru dunia. Hal yang wajar jika Kawan mengetahui sebabnya. Ya, Android digawangi oleh sekian banyak vendor dan operator yang siap memperebutkan kue keuntungan penjualan yang kian hari kian menggoda saja. Bahkan beberapa nama yang dahulu sempat turun naik dari tingkat penjualan, kini mulai merangkak naik mengalahkan nama-nama branded lainnya. Katakan saja Samsung, Huawei dan Sony.

Melesatnya Android ke lini terdepan tentu tak lepas dari kegigihan sang pengembang yaitu Google dalam membuat inovasi demi inovasi baru untuk melengkapi fungsi dan fitur teknologi terkini yang dikembangkan oleh masing-masing vendor demi menjawab tantangan serta kebutuhan para pengguna dan penggila teknologi yang kian haus aktifitas. Jika setahun lalu versi 2.3 GingerBread merupakan yang terbanyak digunakan oleh sejumlah perangkat berbasiskan Android, kini versi 4.0 Ice Cream Sandwich sepertinya sudah menjadi standar baku perilisan perangkat terbaru, meski beberapa diantaranya malah sudah mencoba dan mendapatkan opsi UpGrade ke versi yang lebih baik 4.1 ber-code name Jelly Bean.

Dengan makin berkembangnya teknologi yang dibesut oleh sejumlah vendor, operator serta sang pemilik Android, maka tidak heran jika kemajuan yang dihasilkan pun cukup jauh dari setahun lalu. Adapun Ukuran yang diberikan tak lagi kisaran tahun atau semester, namun sudah tahap bulan. Dimana kecanggihan yang dijejalkan dalam perangkat ponsel dan tabletpc berbasiskan Android sudah mencakup prosesor empat inti atau Quad Core, kapasitas standar internal storage sebesar 4 GB, besaran Memory RAM 2 GB, hingga resolusi layar dan kamera HD. Belum termasuk dengan tambahan stylus pen yang kini dikenal dengan istilah Note series yang siap memberikan presisi inputing yang lebih baik ketimbang penggunaan teknologi yang sama enam tujuh tahun yang lalu. Bahkan kabarnya kedepan sedang dikembangkan beberapa teknologi lagi, diantaranya yang mampu melakukan panggilan telepon saat ponsel didekatkan pada telinga pengguna.

Berpengaruhnya Android di pasar dunia, makin lengkap dengan masuknya perangkat mobile phone dan tabletpc di semua lini, dari harga yang terjangkau atau menengah kebawah hingga kelas premium dengan suntikan teknologi terkini. Sudah begitu, ketiadaan perbedaan yang mendasar antara sejumlah kelas tersebut, menjadikan Android tetap menarik untuk dilirik. Katakan saja dukungan ribuan aplikasi siap pakai dari pasar aplikasi Google Play serta jaminan untuk mengalihfungsikan perangkat menjadi mobile hotspot merupakan jualan utama dari semua vendor yang hadir dengan menggunakan Android sebagai sistem operasi utama.

iOS AnDroid BB Windows Phone PanDe Baik

Jika Android mengambil porsi hingga setengah lebih kue penjualan ukuran Global, maka seperempatnya harus cukup puas diambil oleh iOS, sistem operasi unix yang dikembangkan oleh perusahaan ternama Aplle. Hingga saat ini, sistem operasi iOS yang telah dirilis ke pasar sudah mencapai versi 6.0. membawa banyak perubahan terutama berkaitan dengan aplikasi SIRI, voice assistant yang kini banyak dijiplak oleh pengembang lainnya, termasuk Android dan Samsung.

Pada tahun 2012 lalu, Apple terpantau merilis dua pasang perangkat sekaligus, baik di awal dan juga akhir tahun. Pecahnya tradisi yang dahulu selalu dipegang oleh Apple dengan merilis satu perangkat tiap tahunnya, tak pelak menimbulkan prasangka bahwa langkah ini diambil lantaran persaingan dari sistem operasi dan vendor lain, berkembang sangat cepatnya. Maka pasarpun dikejutkan dengan dirilisnya perangkat TabletPC iPad 3 (new iPad) dan iPad 4, ditambah seri ponsel iPhone 4S dan iPhone 5. Sayangnya, meski teknologi yang diusung tergolong canggih dan terkini, urusan harga yang masih tinggi di langit, rasanya agak susah jika mengharapkan Apple mampu menarik konsumen sebanyak perangkat Android.

Turunnya sang inovator terbaik seperti yang diklaim banyak pihak dan media ke posisi kedua tingkat global, menyebabkannya harus bersaing ketat dengan brand lain yang maju dengan mengandalkan sistem operasi Android termasuk vendor china sekelas Huawei. Meski demikian, pembuktian perolehan hingga 25% penjualan pada tahun 2012 lalu tetap ditenggarai memiliki fanboy sejati yang tetap akan menanti kemajuan demi kemajuan teknologi yang kini sedang dikembangkan oleh Apple.

Jatuh bangun perusahaan pengembang sistem operasi asal Canada, Research In Motion RIM lewat perangkat BlackBerry, lumayan banyak mengundang kecaman dan dugaan sedari awal tahun 2012, bahwa mereka akan bangkrut dalam waktu dekat. Apalagi tempo hari sedikit demi sedikit perusahaan melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya untuk dapat menekan cost akibat tingkat penjualan yang makin menurun. Penyebabnya sederhana. BlackBerry tak mampu ikut bersaing menyajikan teknologi terkini pada perangkat yang dirilisnya selama setahun terakhir. Jualannya masih sama, yaitu BlackBerry Messenger yang diklaim diminati banyak orang. Sayang, dalam prakteknya tidak demikian.

Melorotnya nama BlackBerry ke peringkat ketujuh tingkat global dan disalip oleh nama-nama sekelas Sony maupun HTC, membuat RIM selaku pengembang utama ponsel pintar berbadan gembul ini, mau tak mau mengikuti arus teknologi berlayar sentuh dan dalam waktu dekat bakalan merilis seri 10-nya. Salah satu yang kabarnya bakalan diandalkan dalam seri tercanggihnya ini adalah terintegrasinya BlackBerry Messenger versi 7, yang mampu mengakomodir fitur voice call (layaknya Skype), antar pengguna BlackBerry, termasuk yang masih mengadopsi sistem operasi versi lama. Ditambah fitur jejaring sosial, sms dan email dalam satu akses yang sama.

Selain itu, terdapat pula kemudahan pengoperasian dan meminimalkan delay yang terjadi, sehingga pengguna dijanjikan bakalan mendapat banyak pengalaman baru jika dibandingkan perangkat BlackBerry model lama.

Ditambah beberapa fitur yang menjadi standar baru dan disematkan pada tekologi layar sentuhpun ikut serta menjadi jualannya kali ini, sehingga klaim dari sang pengembang, kelak BlackBerry versi 10 ini bakalan diturunkan dan bersaing dengan iPhone dan Android. Tak lupa penggunaan prosesor Dual Core, kamera beresolusi besar plus keberadaan kamera depan, bakalan mengubah image yang selama ini tertanam di pikiran pengguna, akan segala keterbatasan yang dimiliki BlackBerry sejauh ini. Kabarnya pada akhir Januari 2013, BlackBerry bakalan merilis dua perangkat mutakhirnya, diikuti empat lainnya selama tahun yang sama.

Jika setahun lalu nama Windows Phone masih tenggelam oleh terangnya ketiga nama perangkat diatas, di tahun 2013 kali ini bisa dikatakan bakalan menjadi puncak titik balik sistem operasi buatan Microsoft untuk bersaing dan memperebutkan tahta tiga besar. Untuk memuluskan jalannya, dua vendor besar yang sejak awal dengan setia berkolaborasi, siap menjadi pionir dan pendahulu. Nokia dan HTC.

Nama Nokia selama ini memang sudah hampir bisa diidentikkan dengan perangkat Windows Phone, meski bayang-bayang Symbian dan Asha series, masih melekat erat dibenak sebagian besar pengguna teknologi mobile phone. Kerjasama antara Nokia dengan pihak Microsoft sempat pula dianggap sebagai pengambilan keputusan dengan jalan yang salah. Seiring berjalannya waktu, mereka seakan ingin membuktikan sekali lagi pada pasar gobal, bahwa pengorbanan memang diperlukan untuk bisa kembali menjadi sang raja.

Lumia series, merupakan brand jualan Nokia sejak bekerja sama dengan pihak Microsoft. Di tahun 2012 lalu, Nokia merilis beberapa series yang sayangnya masih dikecam banyak pihak lantaran penggunaan material ponsel yang menimbul kan bunyi saat ditekan. Kini, mereka hadir kembali dengan mengusung sistem operasi Windows Phone versi 8 dengan memanfaatkan material yang lebih baik dan solid.

Banyak Teknologi yang berusaha diperkenalkan Nokia terutama yang memang sudah berjaya di era Symbian terdahulu, seperti Nokia Maps. Selain itu terdapat pula fitur Applications Store yang mampu digunakan dalam multi platform Windows Phone. Belum lagi pemanfaatan lensa kamera Carl Zeiss nampaknya sudah menjadi keharusan dalam setiap seri yang bakalan diluncurkan dalam waktu dekat.

Tak seperti Nokia, nama HTC dan kolaborasinya dengan pihak Microsoft, bisa dikatakan sudah berlangsung sejak lama. Tepatnya saat era Windows Mobile dirilis ke pasar satu dasa warsa lalu. Hubungan ini terus berlanjut meski tingkat penjualannya makin menurun, hingga kemudian HTC tampil sebagai nama vendor setelah merekrut beberapa operator ternama, diantaranya O2.

Dalam usahanya kali ini, HTC tampaknya ingin meneruskan hegemoni seri X yang memang didirilis ke pasar pengguna demi menjawab tantangan multimedia dan kecepatan, demi bersaing dengan nama lain. Meski nama HTC hanya mampu meraih posisi keenam tingkat global, namun bisa dikatakan tak satupun seri mereka dapat dikategorikan sebagai ponsel murah. Itu sebabnya nama HTC kurang mampu menjangkau kalangan menengah kebawah seperti halnya para pesaingnya.

Mengandalkan nama besar milik Nokia dan HTC, Windows Phone kali ini tentu saja patut ditunggu. Bahkan bukan tidak mungkin bakalan merebut sedikit dari pasar Android yang kini sudah mulai berjalan stagnan lantaran kesamaan perangkat yang dirilis oleh beragam vendor. Kehadirannya bak kuda hitam yang siap menjatuhkan para lawan lewat jualan multimedia dan kemudahan pengoperasian.

Semua pilihan sudah disiapkan sejak awal tahun 2013, jadi kini tinggal menyerahkannya pada pengguna. Mau memilih Android, iOS, BlackBerry atau Windows Phone ?

PlayBook, TabletPC BlackBerry Minus 3G

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Tak banyak yang tahu tentang keberadaan perangkat TabletPC besutan Research In Motion (RIM) selaku pengembang BlackBerry ini. Bisa jadi lantaran gaung penjualannya tak sebombastis Galaxy Tab series milik Samsung, bisa juga lantaran terbatasnya kemampuan yang dimiliki sebagai sebuah perangkat pintar untuk bersaing dengan sejawatnya. Kami perkenalkan, BlackBerry PlayBook.

Dari perwajahan saat pertama kali memegangnya, kami sempat teringat dengan perangkat Android Axioo Pico seri pertama yang berukuran sama. Hanya saja perangkat BlackBerry PlayBook dibekali backcover layaknya permukaan beludru yang tentu jauh lebih lekat dan nyaman saat digenggam. Tak ada tombol fisik ataupun haptic sentuh yang tampak pada permukaan layar seperti halnya TabletPC dari brand lainnya. Hanya bulatan kamera dengan resolusi 3,2 MP, lampu led notifikasi, logo BlackBerry yang ditempatkan dibawah layar secara horizontal (menguatkan posisi perangkat lebih baik jika digunakan secara mendatar) dan dua speaker di kanan kiri layar.

Sementara itu, di sisi atas perangkat terdapat tombol power, Multimedia dan port audio 3,5”. Di sisi bawah terdapat tiga port meliputi docking, charger (sekaligus berfungsi sebagai transfer data) dan micro HDMI. Sedangkan pada cover belakang hanya menyajikan bulatan lensa kamera berkekuatan 5 MP tanpa dukungan lampu Flash.

Masuk ke tampilan Menu, tampaknya tak jauh berbeda dengan tampilan perangkat BlackBerry versi ponsel, dimana terdapat satu baris menu Utama yang dapat diexpand untuk melihat menu selengkapnya. Tak hanya itu, apabila aplikasi yang terdapat dalam perangkat tergolong beragam, tampilan menu dapat dipisah-pisahkan dalam halaman yang berbeda dengan perpindahan kearah kanan dan kiri seperti halnya TabletPC lainnya.

Mengusung layar TFT Kapatitif 16 M warna dengan resolusi 1024×600 pixel, membuat sajian gambar ataupun video yang tampil tampak cerah dan mengagumkan. Meski belum menyamai Retina Display milik Apple ataupun Super Amoled Plus Galaxy Tab 7.7. Saat kami uji dengan menjalankan hasil rekam video 1080p 30fps baik kamera depan ataupun belakang, frame dapat berjalan dengan baik tanpa adanya Lag ataupun jeda.

Untuk dapur pacu, BlackBerry PlayBook dibekali prosesor Dual Core 1 GHz yang dikombinasikan dengan besaran Memory RAM 1 GHz membuatnya tampil gegas saat menjalankan beberapa games High Definition seperti Need For Speed Undercover, Asphalt 6 atau Modern Combat. Tak hanya itu, leganya internal storage yang mencapai ukuran 64 GB, turut serta menyumbangkan kenyamanan berinteraksi baik untuk instalasi aplikasi maupun penyimpanan data dan multimedia. Dengan ukuran tersebut, tidak heran apabila slot memory card tambahan kemudian ditiadakan dalam desain PlayBook.

Perangkat yang dirilis secara resmi pada bulan April tahun 2011 lalu ini tampaknya meniadakan pula slot Sim Card yang mengakibatkan pengguna mutlak memanfaatkan jaringat wifi untuk dapat mengoptimalkan perangkat dengan baik. Sayangnya, dalam paket penjualan tak kami temukan modem ataupun wifi router tambahan seperti halnya paket penjualan Samsung Galaxy 5 Wifi. Jadi agak merepotkan memang.

Dibutuhkan instalasi aplikasi BlackBerry Device Manager apabila Pengguna ingin melakukan sinkronisasi daftar kontak, multimedia ataupun data, dimana aplikasi tersebut dapat ditemukan pada internal storage yang terdeteksi saat perangkat disambungkan dengan pc/notebook. Prosesnya cukup mudah, namun memakan waktu yang sedikit lebih lama.

Untuk menjelajah dunia maya, Browser bawaan BlackBerry PlayBook rupanya sudah dibekali Flash Player dan dukungan Adobe Air, mampu mengantarkan pengguna ke berbagai halaman situs yang dibutuhkan tanpa terkecuali. Uniknya, fitur Bookmark dapat menyajikan tampilan icon sesuai halaman yang dituju. Jadi kami yakin, Pengguna tidak akan kebingungan dengan banyaknya penanda yang disimpan atau tertampil dihalaman depan.

Dalam mengoperasionalkan perangkat, dibutuhkan sedikit perubahan kebiasaan apabila Pengguna telah familiar dengan perangkat TabletPC lain seperti iPad ataupun Android, terutama untuk melakukan Minimize jendela, multitasking ataupun sekedar penggantian wallpaper. Namun secara garis besar, pola penggunaannya mirip dengan iOS atau iPad dimana pengguna melakukan Pengaturan untuk segala aktifitas cukup melalui menu Pengaturan/Setting.

Menggunakan sistem operasi BlackBerry Tablet 2.0 QNX Neutrino, OS yang memang diperuntukkan bagi perangkat Tablet milik BlackBerry, PlayBook tampaknya tidak diperuntukkan bagi kepentingan seluler seperti halnya versi ponsel. Terbukti baik fitur telefoni ataupun Messenger yang begitu digilai sebagian besar masyarakat Indonesia, tak tampak hadir dalam tampilan menu. Sangat disayangkan memang, mengingat harapan pengguna BlackBerry pun demikian halnya dengan pengguna baru, berharap banyak kedua fitur tersebut bisa hadir sehingga mampu bersaing dengan Android Galaxy Series.

Ngomong-ngomong soal Android, ternyata dalam App World tersaji pula beberapa aplikasi dan permainan yang sesungguhnya berbasiskan OS Android, namun dapat dijalankan pula pada perangkat BlackBerry PlayBook. Kami menguji beberapa diantaranya seperti WordPress, ES File Explorer, Skype hingga bejeweled dan permainan anak-anak.

Apabila dalam perangkat iOS atau iPad, mereka memiliki fitur FaceTime yang dapat digunakan untuk melakukan tatap muka atau video call dengan memanfaatkan layanan paket data, di PlayBook dikenal fitur Video Chat yang dapat melakukan aktifitas serupa dengan sesama perangkat BlackBerry. Dalam beberapa kali pengujian, proses percakapan dan tatap muka dua arah dapat berjalan dengan baik tanpa adanya lag atau jeda yang terlampau lama. Jauh lebih baik ketimbang aplikasi Yahoo Messenger yang kebetulan memiliki fungsi yang sama.

Untuk kebutuhan Office Application, PlayBook sudah membawa Documents To Go yang telah mendukung dua format baku Doc dan Xls ditambah fitur Print To Go untuk melakukan pencetakan. Selain itu tersedia pula eMail application yang mampu mendukung multiple akun dalam satu aplikasi. Sedangkan pilihan social media, opsi untuk terkoneksi dengan FaceBook, Twitter dan linked.in telah pula tersedia built in dalam menu Pengaturan. Lain lagi untuk memperkaya tampilan koleksi foto pribadi, tersedia ScrapBook yang siap mengolah gambar terbaik lengkap dengan pernak pernik unik yang dapat di-share ke akun social media.Sangat memudahkan bagi pengguna tentu saja.

Memanfaatkan daya sebesar 5300 mAh, urusan ketahanan tampaknya PlayBook boleh berbangga ketimbang TabletPC sejenis. Untuk memutar file Multimedia, perangkat ini mampu bertahan hingga 10 jam lamanya. Sedang untuk urusan standby, mampu bertahan hingga dua hari. Bisa jadi lantaran minusnya jaringan 3G yang tak diadopsi oleh PlayBook.