AndroMax Prime rasa Android 6.0 Marsmellow ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Tepat di awal tahun 2008 lalu, iPhone baru saja menohok pasar dengan tampilan ponsel pintarnya yang murni menggunakan layar sentuh memanfaatkan jari tangan. Demikian halnya sang raja asal Finlandia yang sukses mengembangkan sistem operasi Symbian, baik yang digunakan sendiri melalui seri N saat itu ataupun yang digunakan vendor lain macam Sony seri P.
Saya yang hanya mampu memiliki sebuah ponsel java berjaringan CDMA, Nokia 6275i harus cukup puas dengan membaca ulasan dan wajah ekslusif mereka di halaman majalah Forsel.
Akhirnya terpikirkan pula untuk mengubah penampilan ponsel jadul 6275i agar bisa mirip dengan ponsel pujaan tadi.

Wallpaper.
Ya, ini adalah satu-satunya opsi yang bisa dilakukan mengingat secara jeroan ponsel, tidak mungkin bisa untuk disuntikkan os trendsetter saat itu, iOS ataupun Symbian.
Maka berbekal sedikit pengetahuan editing photoshop hasil pembelajaran tahun 2006 sebelumnya, jadilah beberapa gambar layar yang dibuat semirip mungkin dengan tampilan segar ala iPhone atau Nokia Symbian tadi. Lengkap dengan icon khas os masing-masing. Hasilnya bisa dilihat pada postingan Nokia 6275i akal-akalan.

Berselang 10 tahun, ide itu muncul kembali saat mulai merasa bosan dengan penampakan ponsel feature phone AndroMax Prime yang dipersembahkan oleh operator kenamaan SmartFren, demi memperkenalkan akses jaringan 4G LTE kepada masyarakat menengah ke bawah di Indonesia, tentunya dengan harga yang amat sangat terjangkau. Kisaran 200ribuan kalo ndak salah.
Ini harga Baru Gres ya, bukan second apalagi mati total.
Disamping itu pula, bisa dimanfaatkan sebagai Wifi Portable Hotspot bagi perangkat pintar lainnya.

Nah ceritanya di jaman Now, yang masih betah berjaya bertarung di pasaran hanyalah dua sistem operasi saja. Android dan tentu saja iOS.
Windows Phone bisa dikatakan sudah mulai ditinggalkan keberadaannya, dan BlackBerry ? Hell No !!!
Sehingga ketika menginginkan perubahan tampilan perwajahan AndroMax Prime agar bisa mirip dengan dua OS ternama tadi, satu-satunya jalan yang bisa dilakukan tentu saja oprek penggunaan wallpaper ponsel baik HomeScreen atau layar standby dan LockScreen atau layar kunci.

Untuk bisa melakukannya, cukup dengan mengetahui besaran pixel pada layar yang dikemas sedemikian rupa menggunakan sentuhan photoshop dengan memanfaatkan wallpaper bawaan kedua OS plus hiasan icon yang bisa didapat secara gratis dengan cara yang sama. Search di Google.

Bagi kalian yang kebetulan punya ponsel AndroMax Prime dan ingin mencoba mengubah penampilan wajah layar depan maupun layar kunci, bisa mengunduh beberapa wallpaper yang sertakan dalam link berikut.
Untuk layar kunci (LockScreen), bisa menggunakan gambar yang memiliki area notifikasi atas dan bar bawah, dengan ukuran gambar 480×640 pixel.
Sementara untuk layar depan (HomeScreen), bisa menggunakan gambar tanpa area notif dan bar dengan ukuran 480×520 pixel.

Silahkan dicoba dan share pendapatmu disini ya.

Unduh Wallpaper untuk AndroMax Prime, LockScreen dan HomeScreen.

Bugs BlueTooth pasca Upgrade Android Nougat Samsung Galaxy A9 Pro

Category : tentang TeKnoLoGi

Jelang akhir tahun 2017, tepatnya tanggal 27 Desember lalu, ponsel mantap yang saya pegang sampai hari ini akhirnya dapat giliran upgrade OS ke versi 7.0 atau yang lumrah disebut-sebut sebagai Android N atau Nougat.
Yang meskipun merupakan sistem operasi terkini jaman now, rupanya ada juga bugs yang saya dapati ketika menjajal lebih jauh perubahan apa saja yang dibawa.
Salah satunya kaitan dengan BlueTooth dan Samsung Gear S3 Frontier, jam tangan pintar yang kini malas disambungkan lagi ke perangkat ponsel.

Pasca Upgrade dilakukan, saya termasuk kesulitan saat menyambungkan koneksi BlueTooth ke perangkat yang selama ini digunakan. Seperti Aux pada kendaraan roda empat, speaker portable rumahan, atau jam tangan pintar macamnya Samsung Gear S3 Frontier tadi. Entah apa sebabnya.

Jika dicoba berulang, koneksi tetap tidak tersambungkan, maka pilihannya ada Tiga.
Pertama ya matikan koneksi BlueTooth pada ponsel terlebih dulu lalu nyalakan ulang dan pairing kembali, lalu Dua Restart device lalu pairing ulang, dan Ketiga ya Unpair dulu lalu pairing kembali.
Ribet memang, tapi demikianlah adanya.

Hal ini jadi lebih sederhana setelah adanya Update hingga tiga kali, dimana yang terakhir kalau tidak salah pas saya lagi main ke Surabaya hari Sabtu malam kemarin. Hanya proses sambungan masih tetap harus menonaktifkan dulu baru di pairing ulang.

Bugs atau problem kedua, yaitu soal proses Pairing ponsel Samsung Galaxy A9 Pro ini dengan gadget jam tangan pintar Samsung Gear S3 Frontier yang kerap gagal meskipun satu dua hari sebelumnya sudah berhasil dilakukan dengan baik dan berhasil.
Hal ini tentu amat sangat mengganggu saat proses pengambilan data dari Gear S3 ke Samsung Health. Gear akan merespon saran untuk melakukan Reset perangkat yang artinya akan menghapus seluruh memory yang pernah tersimpan baik aktifitas keseharian, file multimedia ataupun tampilan jam yang sudah pernah diunduh sebelumnya.
Mengesalkan tentu saja.

Pernah sekali waktu saat Reset dilakukan secara manual dari Gear, dan aplikasi pada ponsel dihapus total, rupanya ada banyak pembaharuan yang didapat saat dilakukan registrasi baru baik pada ponsel maupun Gear S3. Salah satunya pilihan Custom pada wajah jam default yang dise?takan. Namun tetap saja, sehari dua setelahnya, proses Pairing gagal lagi dilakukan sehingga memaksa pengguna untuk meReset kembali perangkat Gear.

Adakah dari kalian yang mengalami hal yang sama ?

Andromax A2, Android 4G LTE Terjangkau dengan Daya Tahan Besar

Category : tentang TeKnoLoGi

Ditengah serbuan ponsel Android Jaman Now, SmartFren sebagai salah satu pemain lama yang tergolong rajin merilis ponsel berjaringan 4G LTE dengan harga yang terjangkau, tampaknya tak mau tertinggal jauh dari kompetitor lainnya. Ini dibuktikan dengan diperkenalkannya seri Andromax A2 beberapa saat lalu, berbarengan dengan Mifi M5, modem berpenampilan menarik berfitur mirip.

Dibanderol harga jual yang amat sangat terjangkau, tepatnya hanya 850ribu saja, Andromax A2 hadir dengan spesifikasi standar ponsel masa kini, prosesor quad core 1,3 GHz, Internal Storage 8 GB dan RAM 1 GB.
Dilihat dari jeroan diatas, sepertinya pangsa pasar yang ingin dituju oleh SmartFren adalah para pemula pengguna jaringan 4G dengan konsumsi harian sosial media dan streaming video.

Disamping itu, sebagai salah satu ponsel Android Jaman Now, kendala yang paling dirasakan pada kelas setara adalah perilaku daya tahan batere yang bisa jadi kerap dikeluhkan. Tidak heran bagi yang memiliki dana sedikit berlebih, membawa perangkat tambahan powerbank sebagai cadangan daya jelang siang atau sore hari. Atau bagi mereka yang berada dalam posisi keterbatasan, mendadak menjadi fakir colokan demi sebuah eksistensi dunia maya.
Maka itu, SmartFren berusaha hadir dengan kapasitas batere yang besar yaitu 4000 mAh dengan klaim daya tahan pada kondisi standby hingga 48 jam. Menarik bukan ?

Kelebihan lainnya, bisa ditengok pada fitur Kamera 5 MP yang dibenamkan beberapa kemampuan tambahan khas ponsel Android Jaman Now. Seperti Time Lapse, Slow Motion dan Gif Video.

Tampaknya seri Andromax A2 ini memang diperuntukkan bagi para generasi milenia Indonesia. Termasuk kamu ?

Bersih-bersih Sendiri isi ponsel Android

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Beberapa rekan pengguna Android kerap mengeluhkan leletnya ponsel yang mereka miliki seiring berjalannya waktu 1-2 tahun pasca pembelian. Info yang didapat ini akibat dari beberapa aplikasi yang ditenggarai memakan banyak resource baik space internal maupun RAM.
Ada benarnya juga sih ya ?
Karena memang itu resiko terbesar ketika kita menginstalasi beberapa aplikasi ataupun permainan pada ponsel, dan lebih kerap terjadi pada ponsel dengan kemampuan terbatas.

Untuk Rekan-rekan yang mengalami hal serupa, bersih-bersih file di perangkat Android bisa menggunakan bantuan PC ATAU…
Memversihkannya sendiri menggunakan File Explorer pada Ponsel. Agar lebih ampuh, sebelum memulai aksi, mohon aktifkan dulu opsi ‘show hidden/system files nya’ untuk bisa melihat beberapa Tips berikut ini :

Silahkan buka :
1. Folder DCIM untuk penyimpanan hasil jepretan kamera, yang meski sudah di set ke Kartu Memory, pada folder ini menyimpan ribuan Thumbnail yang difungsikan untuk mempercepat tampilan pada Gallery saat dibuka. Ini bisa dihapus permanen, karena nantinya thumbnal akan hadir kembali ketika Gallery dibuka.
Cara Terbaik menurut saya sih, pindahkan atau hapus gambar-gambar yang sekiranya tidak dipakai ke dalam bentuk pc, disk atau bahkan cloud, baru kemudian folder Thumbnail itu dihapus. Sehingga file yang disegarkan kembali nantinya tidak sebanyak sebelumnya.
2. Folder Pictures dan didalamnya ada tersimpan foto atau gambar yang disimpan apps Instagram, BBM, Line dan lainnya. Apabila masih dibutuhkan, semua file bisa dipindah ke kartu memory.
3. Folder Whatsapp, lalu buka folder Media. Buka pada folder Whatsapp Image (share foto), Whatsapp Video (share video), juga Documents atau Audio dll. utamanya folder ‘Sent’. Semua bisa dihapus dari ponsel mengingat file dimaksud merupakan semua file yang pernah di share melalui akun Whatsapp.
Terpenting lagi adalah, file originalnya dipastikan masih tersimpan pada ponsel, kecuali sudah dipindah/hapus sebagaimana tips sebelumnya.
4. Folder Instagram/Movies. ini biasanya bagi mereka yang kerap share Video via akun IG.
Serupa dengan tips ketiga, ini bisa dihapus permanen.
5. Folder lain yang sekiranya masih menyimpan Video dan Foto hasil unduhan/share. Misalkan Download, Bluetooth, Tubemate dan lainnya.
6. Folder aplikasi maupun permainan yang masih tersimpan namun aplikasi atau permainannya sendiri diyakini sudah dihapus dari ponsel.

Semua isi Folder diatas bisa dihapus permanen dari Ponsel sehingga menjamin ada banyak space yang bisa digunakan.
Seandainya belum yakin atau masih dibutuhkan, bisa dicopas/pindahkan ke Kartu Memory Eksternal.

Hal ini bisa dilakukan mengingat semua file diatas tidak akan tampil pada Gallery ponsel kalian, kecuali yang nomor 2 (Pictures) dan 3 (untuk file yang diunduh).

Demikian semoga berguna

MX Player, Pemutar Video Standar Wajib Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Tidak banyak aplikasi yang saya gunakan sejak awal mengenal perangkat Android, masih setia masuk dalam daftar instalasi hingga hari ini. MX Player ini salah satunya.
Aplikasi Pemutar Video dan juga file audio visual lain yang dikembangkan oleh J2 Interactive ini rupanya sudah diunduh lebih dari 100 juta pengguna Android. Dimana 10 hingga 25 kalinya disumbangkan oleh saya sendiri, mengingat sekian kali memegang perangkat kawan ataupun membelikan baru, aplikasi ini Wajib Hadir Hukumnya sebagai standar di Android, baik ponsel maupun tabletpc.

Kenapa saya begitu mendewakan aplikasi satu ini ?
Ada sisi kemudahan pemakaian disitu, yang ditawarkan oleh pengembang MX Player, dimana hanya dengan melakukan usapan pada layar, beberapa fungsi bisa berlaku sebagaimana harapan pengguna. Misalkan usapan kanan untuk mem-forward durasi pemutaran video, kiri untuk kembali ke awal, naik turun di sisi kanan untuk volume dan naik turun di sisi kiri untuk kecerahan layar. Itu saja sudah cukup sebenarnya.
dan kalo ndak salah, ada fitur ‘lock screen’ nya untuk mengamankan layar dari sentuhan jari anak-anak yang suka asal pencet. He…

Aplikasi MX Player ini dibagikan dalam 2 versi, Free dan Berbayar kisaran 72 ribu untuk fitur tanpa iklan. Persoalan iklan ini memang sedikit mengganggu bagi anak-anak atau mereka yang tidak sadar bahwa diantara barisan video yang ada, terselip iklan dimaksud sehingga tanpa sengaja menekannya dan menghabiskan kuota data yang kita miliki.
dan memang harus saya akui, persoalan tampilan tadi itupun, MX Player tergolong ringkas, bisa menyajikan dalam format folder terpisah sebagaimana susunan files, ataupun files segambreng dengan pengurutan abjad.

Menarik bukan ?

TubeMate, Mudah Unduh Video di Android

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Menikmati sajian audio visual belakangan ini rasanya memang makin keranjingan dilakoni. Saya yakin kali ini gak sendirian dalam hal begini. Gak hanya melalui halaman YouTube, tapi juga Vimeo atau bisa jadi jejaring sosial pertemanan FaceBook.
Banyak hal menarik yang bisa dinikmati bersama keluarga, anak atau bahkan teman sekantor.
Jika tak mau ribet menghabiskan kuota hanya untuk melakukan streamin kembali, gunakan saja TubeMate untuk mengunduhnya.

TubeMate, merupakan salah satu aplikasi yang powerful untuk mengunduh koleksi video streaming yang ada di sejumlah portal penyedia semacam YouTube. Bisa didapat secara gratis melalui halaman web tubemate.net yang sayangnya memang tidak tersedia di pasar aplikasi google Android. Entah kenapa…

Ukurannya yang ringkas, sejalan pula dengan cara penggunaannya. Aktifkan TubeMate, pilih halaman portal penyedianya, cari video lalu unduh dengan cara menekan tombol panah hijau yang ada di sisi atas layar.
Pilih resolusi yang diinginkan, lalu pilih sekali lagi tombol panah hijau yang ada di bawah layar.
Tunggu hingga selesai, lalu buka folder Video di internal Storage, taraaa… Video hasil unduhan sudah bisa dinikmati tanpa harus menghabiskan kuota internet hanya untuk menikmatinya kembali.
Semakin besar resolusi layar yang dipilih, semakin besar pula internal storage yang dibutuhkan untuk menyimpannya. Ukuran 360 pixel sudah cukup memadai sejauh ini sih…

Kalopun kalian ingin menyimpan Video tersebut dalam format MP3, live music misalkan, bisa pilih format paling bawah. Prosesnya jadi sedikit lebih lama lantaran memerlukan proses konversi. dan apabila kalian menginginkan pengunduhan sejumlah Video dalam sebuah Playlist tertentu, jangan menunggu membuka satu persatu videonya. Cukup buka halaman Playlist, lalu tekan tombol panah hijau di sisi atas layar. Voila… semua akan diunduh bergantung pada sisa kuota yang kalian miliki.

Menarik bukan ?

Night Screen, Lindungi Mata saat Menggunakan Ponsel Android

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Menggunakan ponsel Android sesaat sebelum tidur, menurut para pakar merupakan kebiasaan yang tidak baik bagi mata pengguna. Apalagi dengan tingkat kecerahan yang tidak diatur sedemikian rupa khususnya oleh mereka yang awam cara pengaturannya lebih lanjut.
Oleh sebab itu, dalam postingan kali ini saya memperkenalkan aplikasi Night Screen.
Sebuah aplikasi yang menurut saya pribadi, bisa memberikan solusi secara cepat bagi pengguna awam macam kalian yang akan meredupkan layar dalam sekali klik, guna kenyamanan pada mata saat menggunakan ponsel Android di malam hari.

Night Screen dikembangkan oleh Paper Airplane Developers dikemas dalam ukuran yang cukup ringkas untuk sebuah ponsel Android pemula sekalipun.
Disajikan dalam rupa bulan sabit, pasca instalasi pengguna cukup melakukan fungsi aktif/non aktif dalam sekali klik, maka layar ponsel pun akan meredup meski pengaturan default kecerahan pada layar belum di setup sebelumnya.
Jika dianggap belum memberikan rasa nyaman pada mata, tingkat keredupan layar bisa diatur kembali dengan menggeser tombol scroll ke kiri atau kanan pada jendela aplikasi aktif.

Meskipun secara fungsi aplikasi serupa dengan pengaturan kecerahan layar ponsel defaultnya, namun tingkat redupnya layar jauh lebih nyaman dipandang utamanya saat malam hari.
Sayangnya, saat aplikasi Night Screen diaktifkan, secara otomatis saat pengguna mencoba mengambil screenshot layar, tingkat keredupan tadi juga ikut serta sehingga menyulitkan pengguna ataupun netizen lain melihat hasil tangkapan layar tersebut.
Perbedaan dimaksud dapat dilihat pada gambar ilustrasi berikut :

Gambar pertama, paling kiri adalah halaman Author aplikasi saat layar ponsel dalam kondisi default sebelum pengaktifan fungsi Night Screen.
Gambar berikutnya, saat aplikasi Night Screen diaktifkan, bisa dilihat perbedaan kecerahan layar antara gambar pertama dengan gambar berikutnya (ketiga).
Gambar terakhir, paling kanan adalah gambar hasil tangkapan layar melalui aplikasi Google Play.

Salah satu sisi positif penggunaan aplikasi ini selain fungsi yang diberikan adalah ketiadaan iklan yang aktif sepanjang penggunaan. Jadi aman banget bagi pengguna ponsel Android.

Rekomendasi Ponsel Android Batere Besar, Buat Apa ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Lama nda nulis nulis soal rekomendasi Ponsel Android, kali ini saya pengen bikin tulisan terkait besarnya kapasitas batere yang disematkan para vendor demi lamanya daya tahan yang mampu dilakoni guna kepuasan dan kenyamanan penggunaan.

Kenapa ini menjadi penting ?
Karena di jaman serba online, persoalan daya tahan tentu menjadi masalah. Mengingat rata-rata hanya bisa bertahan hingga setengah hari dengan kondisi penggunaan wajar. Jika saja aktifitas ini tidak dibackup dengan ketersediaan Power Bank yang belakangan makin ngeTrend, siap siap saja bakalan kehilangan banyak kesempatan seperti yang saya alami setahun lalu.

Yakin Banget, ini bakalan penting ?
Ya iyalah kalo persoalan ponsel merupakan salah satu sarana untuk mencapai sukses, maka kalian wajib mengikuti rekomendasi saya kali ini.

Ponsel Android dengan batere standar masa kini, kalo nda salah rata-rata dibesut pada kapasitas 3000an mAh. Bahkan ada juga yang sudah ditingkatkan menjadi kisaran 3500 atau 4000an mAh. Akan tetapi, jika ponsel dipergunakan dalam kondisi online penuh seharian, saya jamin ponsel nda akan bisa bertahan hingga waktunya pulang kerja, meskipun daya penuh 100% tercapai di pagi hari. Perlu beberapa trik tambahan agar ponsel bisa sukses melampaui 8 jam kerja dalam sehari, aktifitas standar pekerja kantoran. Misalkan mencuri kesempatan colok kabel data di usb laptop, atau menonaktifkan semua fitur pemakan batere sebagaimana saran dan tips banyak orang.
Tapi ya nda asik kalo begitu caranya…

dan inilah kandidat yang bisa saya sarankan pada kalian.

Samsung Galaxy A9 Pro.
Ponsel pertama yang jadi Rekomendasi ini, merupakan ponsel Android terkini yang saya pegang. Bukan bermaksud promosi atau apa, tapi ya pyas banget menggunakan seri A terlebar dari segi layar dan terbesar dari segi kapasitas baterenya.
5000 mAh.
Kuat berapa lama memangnya ? Seharian.
Ya Seharian…
Berbagi Pengalaman, pagi setengah jam di kamar mandi, prosentase hanya berkurang 1-2% kalo digunakan untuk memantau akun Twitter atau Instagram plus beberapa email. Berkurang hingga 4-5% kalo saya gunakan memutar beberapa video musik sembari membilas diri. Hal yang bakalan habis dua kali lipat bahkan lebih saat menjalani rutinitas dengan ponsel lama.
Adapun fungsi yang diaktifkan pada ponsel yang hanya bisa didapat di gerai EraFone ini adalah Wifi atau Paket Data, Location untuk dukungan Maps dan GPS saat survey, Brightness kecerahan saat berada dibawah sinar matahari, Bluetooth agar tetap tersambung dengan Gear S3 Frontier. Belum cukup ?
Khusus saat berada di kendaraan, biasanya akan tersambung dengan Bluetooth Audio Receiver untuk menikmati musik selama berada di perjalanan.
Hasilnya malam saat saya gunakan sebelum tidur, prosentase batere masih tersisa sekitar 30an persen. Tinggal dicolok dengan kabel charge ‘fast charging’, saat tengah malam terbangun untuk membuatkan susu si bungsu, biasanya sudah full. Tinggal cabut dan tinggal tidur.

Asus Zenfone Max.
Ponsel satu ini setahu saya sih sudah nda ada rilis barunya. Kalopun nemu bisa jadi stok lama yang belum terjual.
Kapasitas baterenya setara A9 Pro. Cuma karena dirilis satu dua tahun lalu, spek yang disematkan kalo nda salah masih tergolong standar saat itu. RAM 2 GB.
Kabarnya seri ini sudah tergantikan lewat seri 3s Max yang hadir dengan standar RAM 3 GB masa kini. Tapi ada ditemukan di pasaran lokal nda ya ?

Lenovo Vibe P1.
Serupa dengan Asus dan A9 Pro diatas, vendor satu ini seakan tak mau ketinggalan pula ikut serta. Spek tergolong menengah keatas yaitu RAM 3 GB dan CPU Octa Core 64 bit.
Kekurangannya cuma satu waktu itu. Nda bisa digunakan untuk maen Pokemon Go. Hehehe… tapi sekarang sudah bisa kan ya ?

Polytron Zap 6 Power.

Berbeda dengan tiga ponsel rekomendasi diatas, untuk satu ini dibenamkan batere dengan kapasitas yang lebih besar yaitu 5800 mAh, dan dijual dengan harga yang terjangkau.
Na ini…
Cuma sayangnya, spek masih bertahan pada segmen yang lama, RAM 2 GB serta prosesor Quad Core.
Tapi ya dimaklumi kok. Kan harganya oke punya ?

Evercross Elevate Y2 Power.
Ponsel lokal yang jadi rekomendasi terakhir, menembus kapasitas 6000an mAh yang serupa dengan Polytron diatas, dapat jadi pilihan pada rentang harga terjangkau. Menarik bukan ?

Nah itu dia ponsel rekomendasi dari saya saat ditanyakan pilihan apa saja kalo yang dibutuhkan itu punya syarat utama persoalan daya tahan ?
Sudah tahu jawabannya kan ?

Intip Barisan Ponsel Android dengan Internal Storage 32 GB

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan postingan Internal Storage 32 GB, Buat Apa ? Kali ini kita akan intip barisan ponsel Android yang mengadopsi Internal Storage luas dan nyaman, 32 GB. Apa saja ?

Dari yang paling terjangkau oleh kantong, hadir di kisaran 2 sampai maksimum 3 juta rupiah. dan pilihan jatuh pada
– Lenovo Vibe X2 (2,2 – 32 GB dan 2 GB RAM)
– Lenovo Phab Plus (3,0 – 32 GB dan 2 GB RAM) hadir dengan layar 6,8″, yang sesuai namanya lebih pantas disebut Phablet, bukan ponsel. Cuma sayang secara harga paling mahal di kategori ini dan RAM juga masih mengadopsi kecepatan lama.
Selain dua diatas, ada juga
– Lenovo Vibe S1 (2,5 – 32 GB dan 3 GB RAM)
– Flash Plus 2 (2,2 – 32 GB dan 3 GB RAM)
Dua pilihan dengan kombinasi pas mantap, RAM 3 GB. Sementara ada juga yang mengadopsi besaran Storage lebih dari perkiraan yaitu
– Xiaomi Mi 4s (3,0 – 64 GB dan 3 GB RAM)
– Xiaomi Redmi Pro (2,85 – 64 GB dan 3 GB RAM), dan yang paling pas kombinasinya di kategori terjangkau kantong adalah
– Xiaomi Redmi Note 4 (2,6 – 64 GB dan 3 GB RAM).
Kira-kira masih ada yang jual ndak ya ?

Pilihan berikutnya hadir pada rentang harga Menengah yaitu kisaran 3 hingga maksimum 5 juta rupiah dengan tidak kalah banyak variannya. Ada…
– Asus Zenfone 3 3 GB (3,9 – 32 GB dan 3 GB RAM)
– Oppo F1s (3,8 – 32 GB dan 3 GB RAM)
– Samsung Galaxy J7 Prime (3,8 – 32 GB dan 3 GB RAM)
– Hisense PureShot+ 2 (3,7 – 32 GB dan 3 GB RAM)
– Lenovo Vibe Shot (3,2 – 32 GB dan 3 GB RAM), dan yang paling pas kombinasinya adalah
– Lenovo Vibe P1 Turbo (3,125 – 32 GB dan 3 GB RAM). Paling terjangkau di kelas Menengah. Akan tetapi dengan kombinasi tersebut, keknya masih mending pilih Xiaomi tadi ya ?
Sedangkan barisan berikutnya ada
– Vivo V3 Max (5,0 – 32 GB dan 4 GB RAM) dan
– Oppo R7 (5,0 – 32 GB dan 4 GB RAM) yang mengadopsi besaran RAM 4 GB. Mantap tenan…
dan terakhir pada kategori Menengah ini ada
– Polytron Prime 7s (3,8 – 64 GB dan 3 GB RAM) yang memiliki spesifikasi sebaliknya dan
– Asus Zenfone 3 (4,9 – 64 GB dan 4 GB RAM) dengan kombinasi paling mantap sejauh ini, meski harus ditebus pada kisaran harga mepet batas maksimal.

Nah, untuk kategori terakhir ya tentu saja dengan budget terbesar alias termahal, ada pilihan
– Samsung Galaxy S7 (8,5 – 32 GB dan 4 GB RAM) yang merupakan seri flagship terdepan dari Samsung
– Huawei Mate 5 (7,0 – 32 GB dan 3 GB RAM), sayang banget RAM-nya belum bersaing penuh,
– Samsung Galaxy A9 Pro (6,5 – 32 GB dan 4 GB RAM), serupa seri flagship bahkan sudah dibekali batere berdaya tahan besar yaitu 5000 mAh. Sayangnya masih kalah spek dengan Asus Zenfone 3 diatas yang berani memasang internal storage dua kali lipatnya.
– LG G4 (5,4 – 32 GB dan 3 GB RAM), yang tentu membuat Xiaomi lebih menawan dengan harga jual setengahnya,
– Luna (5,5 – 64 GB dan 3 GB RAM) dan terakhir ada
– Oppo F1 Plus (5,5 – 64 GB dan 4 GB RAM) yang diakui atau tidak ya bersaing dengan Asus Zenfone 3 diatas.

Nah, dari sekian pilihan yang direkomendasi, tentu ada 2 pilihan yang bisa ditawarkan kepada kalian, yaitu :
> Xiaomi Redmi Note 4 yang hanya butuh dana 2,6 juta sudah dapat internal memory yang lebih lega dari standar bahasan postingan ini, tepatnya 64 GB plus kombinasi RAM standar masa kini 3 GB. Mantap ya ?
Trus kalo masih belum puas, bisa pilih
> Asus Zenfone 3 yang dijual nyaris dua kali lipat Xiaomi atau sekitar 4,9 juta dengan besaran internal yang setara atau 64 GB plus RAM raksasa 4 GB.
Kira-kira begitu cerita kali ini.

Tips Hemat Beli Aplikasi Android, gunakan Voucher Google Play

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Jumpa lagi Droiders dimanapun kalian berada. Ngomong-ngomong soal pembelian aplikasi, games ataupun fitur didalamnya dengan cara potong pulsa, Ternyata jauh lebih hemat kalo menggunakan Voucher Google Play yah ?
Jujur saya baru tahu…

Selama ini saya meyakini bahwa pemotongan Pulsa dari ponsel jauh lebih praktis ketimbang membeli Voucher, untuk kasus pembelian aplikasi atau games. Kemarin sempat coba pas masih internetan pake kartu XL. Biaya pembelian aplikasi, games atau penawaran didalamnya musti ditambah pajak 10% dan jasa.
Untuk besaran biaya jasa, saya sendiri lupa berapa persen. Tapi pastinya memang ada, bergantung pada masing-masing operator.

Sedangkan untuk kasus pembelian menggunakan Voucher Google Play, harganya sendiri ditambahkan pajak 10% saat pembelian.
Sedang saat digunakan, pemotongan hanya berlaku sebesar nilai yang dibutuhkan, tidak ditambah biaya jasa operator tadi.
Lebih murah kan ya, jatuhnya ?

voucher-google-play-pande-baik-8

Voucher Google Play nya sendiri kalo ndak salah kini tersedia di banyak tempat. Setau saya salah satunya di gerai Indomaret.
Cuma memang ndak semua gerai Indomaret menyediakannya. Kebetulan untuk lingkup Kota Denpasar, Saya nemunya yang di Gatot Subroto Tengah, sedang gerai yang di Kebo Iwa malah ndak tau caranya ?

Nyoba beli Voucher Google Play 300rb, plus pajak 10%, saat digunakan membeli FlightRadar24 sesuai saran @blogdokter terpotong cuma 25K saja.
Gak ada pengurangan pulsa sebagai biaya jasa atau lainnya.

Jadi untuk pembelian yg rutin sepertinya sedikit lebih hemat.
Cuma ya musti beli Voucher nya dulu.

Diantara kalian para Droiders, ada yang punya pengalaman serupa ?
Atau masih betah unduh aplikasi atau games bajakan ?

*Eh

Intip Barisan Ponsel Android dengan RAM 3 GB

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Kehadiran ponsel besutan Samsung lewat seri Galaxy Note 3 N9000 pada September 2013 lalu cukup menghebohkan publik, lantaran secara spesifikasi, seri tersebut telah dibekali besaran RAM 3 GB. Dimana untuk ukuran ponsel Android saat itu, RAM raksasa merupakan teknologi terkini apalagi dibalut dengan Stylus dan kemampuan S Note yang apik.
Ndak heran kalo saat peluncuran pertama Samsung Galaxy Note 3 sempat menyentuh harga 7 jutaan, termasuk salah satu ponsel flagship kalo boleh meminjam istilah bekennya.

Kini berselang 3 tahun, tampaknya kehadiran ponsel Android yang menjual spek RAM 3 GB telah menjadi standar ponsel High End dari brand Global hingga Lokal pun ada.

Mau tahu apa saja pilihan Ponsel Android dengan RAM 3 GB yang rata-rata membesut layar 5 inchi keatas ini ?

Pertama dari Samsung. Pasca rilis Galaxy Note 3, ada setidaknya 4 seri ponsel dan 2 seri tabletPC yang dilepas dengan besaran RAM 3 GB.
Ada Galaxy Note 4 yang merupakan Stok Lama, lalu flagship S6 dan S6 Edge di kisaran 7.2 – 8.8 jt dan Terkini ada A7, Octa Core di angka 5,6 juta.

Masih dari brand Global, ada Sony lewat 4 seri ponsel XPeria berkecepatan quad core dan 2 seri TabletPC stok lama. Harganya mirip-mirip.
Sony melepas XPeria Z3, Z5 serta Z5 Premium, ponsel Android Quad Core dari kisaran harga 7.2 – 10.5 juta ? dan satu seri Dual SIM yaitu M5.
Sedang dua seri TabletPC stok lama milik Sony ada Tab Z2 dan Tab Z3 yang dilepas tahun 2014 lalu dengan harga second yang bisa dijangkau kisaran 4.5 jutaan.

Dari vendor LG ada seri G5 SE quad core 5.5 inchi dengan harga jual 7 jutaan.

Eh dari HTC apa kabarnya ya ?
Masih eksis kah ?

Sedang dari brand Lokal, ada
OnePlus X – 3.3 jt
ZTE Blade S7 – 3.5 jt
Flash Plus 2 – 2.3 jt
Coolpad Max Lite – 2.3 jt, dan
HisenseID PureShot+ 2 – 4.5 jt.
Semua seri diatas merupakan ponsel Android quad core berlayar 5 inchi dengan fitur Dual SIM. Standar baku ponsel Lokal masa kini.

Lenovo punya varian plg banyak. Ada Vibe K5 Plus – 2.5 jt, Vibe Shot, Vibe P1 Turbo – 3.7 jt, Vibe S1 – 3.3 jt, Vibe K4 Note dan K5 Plus – 2.5 jt.

Brand Oppo punya dua varian yaitu F1 – 3.2 jt, quad core 5.0 inchi dual sim dan seri R7 Plus – 7.0 jt, quad core 6.0 inchi dual sim. Kabarnya terakhir juga melepas seri pembaharuan F1 Plus, yang memiliki spek lebih tinggi yaitu RAM 4 GB dan Internal Storage 64 GB.
Hmmm…

Trus ada seri yang lagi rame dibicarakan, Infinix Hot S Pro – 2.2 jt dan Zero 3 – 2.6 juta, ponsel yang dirilis dengan prosesor delapan inti atau Octa Core dan Dual Sim.

Dan Terakhir yang lagi Trend ada Asus lewat seri Zenfone 2 Laser – 3.35 jt, dengan prosesor octa core 6.0 inchi dan Zenfone Selfie – 2.9 jt (32 GB) ; 2.7 jt (16 GB).
Belakangan Asus melepas Zenfone 3 yang pula memiliki seri ‘Ultimate’ paling edan yaitu Internal Storage 128 GB dan RAM 6 GB.

Selain brand ponsel Android diatas, yang bisa ditemukan umum di pasaran, rupanya ada juga brand ternama BlackBerry yang tampaknya lagi hijrah nyoba peruntungan di pasar #Android lewat seri Priv Dual Core 9 jt ?

Ada beragam vendor, beragam seri dan beragam spesifikasi. Kini tinggal soal Budgetnya yang tersedia ada di kisaran berapa. He…

dan di luar semua ponsel Android ternyata ada juga ponsel BlackBerry Passport yang berjuang lewat OS terkini BB 10nya, berkecepatan Quad Core 6.5 jt, tapi apa iya masih ada yg minat ?

Satu lagi ada Microsoft Lumia 950 ponsel mantan Nokia series dengan OS Windows 10, Dual Core yang dijual 8.5 jt.

Ponsel Android dengan besaran RAM 3 GB, apa sudah sedemikian perlu bagi kalian ?
Ya hanya kalian yang tahu.
He…