BeBan itu bernama TheSis

3

Category : tentang DiRi SenDiri

Memasuki bulan keempat pasca ujian Proposal yang saya ajukan tempo hari, tampaknya belum jua ada tanda-tanda Thesis ini bakalan terselesaikan. Padahal target saya untuk dapat merampungkan tugas terakhir sebagai kewajiban selaku mahasiswa Pasca Sarjana di Teknik Sipil Universitas Udayana, kalo bisa ya akhir tahun ini.

Saya masih ingat dahulu, sebelum semesteran ganjil berakhir, saya begitu optimis bisa melalui perjuangan ini dengan baik. Mengingat pada masa lalu di perkuliahan S1, semangat itu begitu tinggi untuk bisa menyelesaikan Skripsi. Yah, mungkin saja lantaran situasi yang jauh berbeda (dulu itu masih teruna jomblo dan gak punya banyak “tantangan”), kini saya baru menyadari bahwa yang namanya menyelesaikan Thesis itu gak gampang.

Tantangan yang paling berat harus saya hadapi adalah keberadaan si kecil putri kami, Mirah Gayatridewi. Kelucuan dan gelak tawanya yang menggoda membuat saya malahan ingin lebih berlama-lama berada disampingnya. Memantau perkembangannya yang menakjubkan dan menjawab sapaan khas-nya pada saya…. “Bapaaaaaaaakkkk…” Fasih dan panjaaaang…

Paling klise tentu saja berkaitan dengan pekerjaan utama saya. Walaupun kata orang PNS itu kebanyakan waktu buat keluyuran, nyari short time atw yang paling gres malah gemar facebook-an, jujur saja, kadang saya sampe kelabakan dengan rutinitas saya sebagai seorang PNS. Dipercayai sebagai salah seorang anggota Tim Monitoring yang memiliki tugas memeriksa kemajuan pekerjaan pada tahun anggaran 2009 plus 2008 lalu. Tugas tersebut dibarengi dengan pemeriksaan lapangan secara rutin setiap 2 minggu sekali.

Masalahnya masing-masing Tim harus mengawasi 2 kecamatan (saya kebagian area Kecamatan Kuta Utara –Kerobokan, Canggu, Petitenget- dan Kecamatan Kuta Selatan –Jimbaran, Pecatu, Tanjung Benoa). Dimana untuk masing-masing kecamatan terdapat 5-6 kegiatan yang harus diperiksa. Dari segi administrasi, kemajuan fisik hingga mutu dan kualitasnya.

Itu semua belum termasuk tugas-tugas lain seperti perencanaan pada area yang telah ditentukan.

So, bisa dikatakan sepulang kerja, waktu dirumah itu jadi sangat berharga untuk diluangkan bersama anak dan Istri. Praktis waktu untuk bisa menyelesaikan Thesis itu gak banyak. Apalagi saya merupakan tipe mahasiswa yang gak bisa nyambi bikin Thesis sambil melakukan aktivitas lain. Musti konsentrasi penuh dan bergantung pada mood. Halah….

Mengapa saya begitu terbebani oleh yang namanya Thesis ?

sim

Karena Thesis merupakan solusi terakhir yang harus saya selesaikan untuk bisa menyelesaikan perkuliahan Pasca Sarjana ini.

Karena topik Thesis yang saya ambil, sama sekali baru sehingga sangat sulit mencari acuan (baca:contekan isi dan teori serta pola pikir).

Karena untuk bisa menyelesaikan Thesis ini membutuhkan bantuan dari para pakar bahasa pemrograman (dibantu oleh TIM Bali Orange –tempat Hosting BLoG saya ini) dan untuk itu memerlukan biaya tambahan sebagai penghargaan jasa dan ilmu yang mereka miliki.

Karena (seperti yang sering saya ceritakan sebelumnya) untuk perkuliahan ini saya musti merelakan SK PNS digadaikan ke Bank setempat, kompensasi pinjaman biaya kuliah. Jangan sampai bayar SPP lagi deh….

Arrgghhh… berharap bangeds bisa menyelesaikannya dengan baik…..

Waspadai Komentar SPAM pada BLoG

14

Category : tentang KHayaLan

Beberapa saat setelah menggunakan domain nama sendiri sebagai alamat (URL) BLoG ini, menggantikan alamat tumpangan gratis di BloGSpot, ada dua hal yang menarik terjadi di seputaran BLoG ini yang barangkali tidak pernah saya alami saat masih numpang dahulu.

Peningkatan traffic pengunjung (waktu itu saya bisa melihatnya dengan bantuan plug-ins Post View pada bagian bawah masing-masing tulisan –kini bisa dilihat pada kolom Firestats di sidebar kanan) dan peningkatan jumlah komentar untuk tulisan-tulisan yang saya buat tersebut. Hanya saja sejauh ini peningkatan jumlah komentar tersebut hanya berlaku pada satu dua tulisan saja (tidak dirata-ratakan). Kesian deh…. Hwahahaha…..

Berkaitan dengan peningkatan jumlah komentar yang saya katakan diatas tadi, boleh dikatakan terbagi atas dua kategori komentar yaitu yang menanggapi isi terkait tulisan saya dan satunya lagi yang beriklan atau memberikan komentar yang gak nyambung bahkan cenderung berbau (maaf) seks dan dilakukan secara berulang-ulang.

Untuk yang masuk kategori menanggapi, barangkali masih bisa saya kontrol keberadaannya (tinggal disetujui jika beneran nyambung dengan isi tulisan), sebaliknya yang beriklan dalam hal ini saya kategorikan sebagai komentar Spam, jujur saja pada awalnya, saya kelimpungan menghadapi jumlah komentar yang bisa mencapai puluhan setiap harinya. Bersyukur bangeds ada plug-ins dari pihak ketiga yang bisa ditambahkan untuk memfilterisasi komentar Spam pada BLoG yang menggunakan mesin WordPress. Namanya Akismet.

Berkat Plug-ins inilah komentar-komentar yang kemudian saya kategorikan sebagai Spam, disaring dan dikeluarkan dari daftar komentar yang harus saya setujui terlebih dahulu. Terutama bagi pengunjung yang baru pertama kali memberikan komentar pada BLoG saya ini.

Sayangnya hingga detik ini, saya sendiri malah kebingungan memantau, komentar yang mana saja yang berhasil difilter oleh Akismet. Jangan-jangan komentar pengunjung yang beneran serius dianggap sebagai Spam lantaran satu dua sebab misalnya. Namun mengingat kembali bahwa BLoG ini sama sekali tidak digunakan untuk kepentingan komersial, ya saya biarkan saja tanpa usaha lanjutan.

Yang lucu, walaupun Akismet sudah berhasil menjaring komentar (yang menurut saya tergolong : ) Spam, ada juga beberapa yang lolos dan masuk dalam daftar komentar yang harus saya setujui. Pada awalnya memang saya akui bahwa saya sendiri tidak menyadari kalo komentar itu bermaksud sebagai Spam, tapi lama-lama kok komentar yang disampaikan sama dan berulang-ulang pada tulisan saya yang lain ? Tentu saja ini menimbulkan kecurigaan.

SpamKoment

Si pengunjung (pemberi komentar) tampaknya merupakan orang lokal yang berbahasa Indonesia dengan baik, sehingga memungkinkan lolos dari jeratan Akismet. Hanya saja alamat (URL) yang ditujukan atas namanya adalah alamat-alamat yang meng-iklan produk bisnis, afiliasi hingga ke produk-produk berbau (maaf) seks, dan bukan BLoG. Ada juga merupakan sebuah BLoG yang pada awalnya menulis satu dua tulisan dengan baik, namun belakangan setelah Google Adsense bisa mejeng di halaman BLoG tersebut, isinya mulai aneh dan cenderung membosankan. Iklan produk, e-book, bisnis, komisi gratis dsb. –Mohon maaf bagi rekan-rekan yang tergolong baru dalam nge-BLoG, bukan bermaksud menyinggung kalian kok…tapi ini nyata ada-

Berikut adalah beberapa komentar yang dicantumkan oleh salah satu pelaku dan diulang-ulang pada banyak tulisan saya yang lain (sori, kalo dicantumkan semua, bisa panjang banget dan ngabisin halaman) : -Intinya Cuma satu, gak nyambung dengan isi tulisan-

- Thanks for posting this. Saya suka membaca posting ini dan seperti bagaimana Anda menulis.

- hi.. thx for visiting my blog.. ^^ Nice blog.. (ini kapan saya mampirnya ???)

- Gr8 akan di sini, hanya membaca posting Anda di semua … thanks

- hai .. nice blog yeah … good luck brother …

- Sangat menarik posting, thanks for the information, akan kembali ke situs Anda sering:)

- The post is very good, I already bookmark this website.

- hmmm? this will be a good tip for those who are planning to have multiple blogs.

- Hi saya ingin menempatkan artikel di situs Web Anda dalam kaitannya dengan website kami desain dan layanan e-commerce.

- Thanks ur kunjungan ke blog saya. nice web desain.

- I guess ini sangat informatif dikirim, nice job:)

- I?ll be looking forward to seeing that write-up.

- Interesting post, i’ve already bookmark this site. Will recommend to my friend also.

- Wow! what an idea ! What a concept ! Beautiful .. Amazing

- Pos sangat baik, saya sudah bookmark situs ini.

He… Ada yang pernah mengalaminya ?

tentang PDA Phone milik PanDe Baik

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Narsis. Huahahahaha….. Begitu kira-kira isi beberapa tulisan saya akhir-akhir ini. Yah, berhubung BLoG ini bukan didedikasikan sebagai penambah pemasukan tiap bulan, sebaliknya hanya sebagai wadah ekspresi seorang PanDe Baik, jadi sah-sah saja saya lakukan…. dan seperti yang saya katakan pada mereka yang mampir dan memberikan komentar, bahwa bisa jadi sebagian besar dari isi BLoG ini tidak banyak bermanfaat bagi orang lain. Salah satu contohnya ya ini…

Kali ini saya ingin bercerita tentang seputaran keberadaan PDA Phone dan pengaruhnya dalam keseharian saya. Sebagai gambaran awal, PDA Phone itu kurang lebih diartikan sebagai sebuah organizer sebetulnya, sebuah agenda yang disuntikkan fitur office sehingga mampu digunakan untuk membantu pekerjaan kantoran. Rata-rata PDA Phone ini membawa sistem operasi Windows Mobile yang artinya ada banyak aplikasi pendukung yang bisa digunakan untuk menambah kemampuan dan kegunaan atau fungsi dari benda ini. Sesuai dengan arti kata Phone itu sendiri, telah disuntikkan pula fitur ponsel dan pendukungnya agar bisa digunakan sebagai alat komunikasi yang normal.

Nah, kenapa saya begitu fanatik dengan PDA Phone, padahal kini sudah betebaran banyak model yang memiliki fungsi sejenis, bahkan telah menjadi trend ni negeri ini. Katakanlah BLackBerry yang punya kemampuan internetan dan iPhone yang full multimedia. Itu karena sejak awal saya berkenalan dengan tipe satu ini sudah merasakan banyak manfaat yang bisa digunakan untuk mendukung rutinitas keseharian saya.

Ohya, adapun PDA Phone pertama saya adalah T-MobiLe MDA II yang merupakan varian dari O2 XDA II. Beda model, beda brand atau merek tapi jeroannya sama. Kalo ndak salah nama lahirnya itu adalah HTC HimaLaya, karena memang hampir sebagian besar produsen PDA Phone yang beredar dengan brand atau merek T-MobiLe, O2, Dopod, Vodafone maupun HP merupakan buah karya HTC, sebuah perusahaan Taiwan.

PDA tersebut saya gunakan selama kurang lebih dua tahun, sebagai pegangan utama saya untuk mendukung aktifitas mobile office dan Pemetaan Jalan. Walaupun jeroannya minus GPS, tapi berkat Adobe Reader yang disuntikkan, PDA ini mampu digunakan sebagai viewer Peta Jalan Kabupaten Badung yang saya ubah formatnya dari AutoCAD. PLus data jalan raya dalam format Pocket Excel. Bagusnya lagi, keberadaan multitasking benar-benar sangat membantu saya saat mengikuti Rapat sekaligus. Apalagi kalo bukan sebagai pencatat layaknya Agenda, dan hasilnya bisa langsung ditransfer ke PC. Itu sebabnya apapun pekerjaan yang saya lakukan bisa diselesaikan pada hari itu juga.

Sayangnya, satu kelemahan terbesar dari seri ini adalah masalah kemampuan Batere. Dengan aktifitas saya seperti gambaran diatas, bisa dikatakan setiap pagi sebelum ngantor PDA musti dan harus di charge. Ini untuk mengantisipasi kehilangan data saat Batere menurun ke titik 0 %. Ini memang satu ciri khas dari produk yang menggunakan sistem operasi Windows MobiLe 2003. Akhirnya setelah dua tahun pemakaian PDA ini saya lego pada seorang atasan, sebagai tambahan dana menikah. Maklum, pendapatan seorang PNS itu tak seberapa kok. He…

Loncatan terbesar yang saya rasakan adalah saat saya memiliki PDA Phone ke-2, yaitu O2 XDA ATom atau yang dikenal dengan nama lahir HTC ATom. Pada tahapan ini, aktifitas saya mulai bertambah dengan mencoba Internet MobiLe. Saya berani melakukan aktifitas tambahan lantaran sistem operasinya sudah menggunakan Windows MobiLe 5.0 yang artinya data tidak akan hilang sekalipun kemampuan daya Batere menurun hingga angka 0 %.

Begitu pula dengan keberadaan konektivitas Wifi-nya yang membuat saya betah berlama-lama menggunakannya saat mengikuti perkuliahan maupun menonton ujian seminar di kampus Udayana, mengingat ditempat tersebut disediakan hotspot Gratis milik Fakultas Kedokteran. Sayapun mulai berkenalan dengan GooGLe Map MobiLe, Yahoo Messenger dan FaceBook yang lumayan menghabiskan volume data, sehingga akan sangat mahal jika saya melakukan aktifitas tersebut dengan menggunakan koneksi GPRS.

Masih menggunakan O2, saya berkesempatan pula memiliki sebuah PDA Phone lagi, kali ini yang menggunakan frekuaensi CDMA yaitu AllTell PPC 6700 atau lebih dikenal dengan nama lahir HTC APache. Yang membuat saya makin betah dengan tipe ini adalah keberadaan Keyboard QWERTY dan dua buah softkey-nya. Hal yang tidak saya temukan pada PDA O2. Ini tentu saja mendukung aktifitas internetan via aplikasi Java, MoRange. Koneksi Wifi dan frekuensi CDMA-nya merupakan nilai PLus dari tipe ini mengingat harga beli yang saya dapatkan hanya 750ribu saja.

Sayangnya walaupun sudah mengadopsi sistem operasi Windows MobiLe 5.0 yang kemudian saya perbaharui menjadi Windows MobiLe 6.1 seperti halnya O2, lagi-lagi yang menjadi masalah adalah Batere. Hanya kali ini, kemampuan daya yang dimiliki tipe ini hanya bertahan maksimum 2 Jam apabila digunakan untuk internetan. Itu artinya, kabel charger harus tetap setia mendampingi. Sungguh merepotkan.

Hari ini, kedua PDA tersebut tak lagi menemani hari-hari saya. Dijual untuk menambah dana pembayaran SPP kuliah lanjutan saya di Pasca Sarjana Teknik Sipil Universitas Udayana. Terima Kasih untuk BaLiGraf yang membantu saya menjualkan kedua PDA tersebut dengan harga yang layak.

Walaupun tak banyak berpengaruh karena aktfitas internetan terutama email dan facebook tetap bisa saya lakukan dari ponsel CDMA Nokia 6275i dan untuk pemetaan serta mobile Office tetap bisa dilakukan via laptop, agak sedikit ribet dan merepotkan, tetap saja saya berangan-angan.

Kelak jika sekolah saya usai, dan semua hutang bisa dilunasi (ohya, saya juga melakukan aksi ‘Menghutang lagi’ di sebuah Bank Pemerintah Daerah sebagai talangan dana utama perkuliahan saya), pengen banget ada sebuah PDA Phone bisa menemani keseharian saya kembali. Semoga…..