BeBan itu bernama TheSis

3

Category : tentang DiRi SenDiri

Memasuki bulan keempat pasca ujian Proposal yang saya ajukan tempo hari, tampaknya belum jua ada tanda-tanda Thesis ini bakalan terselesaikan. Padahal target saya untuk dapat merampungkan tugas terakhir sebagai kewajiban selaku mahasiswa Pasca Sarjana di Teknik Sipil Universitas Udayana, kalo bisa ya akhir tahun ini.

Saya masih ingat dahulu, sebelum semesteran ganjil berakhir, saya begitu optimis bisa melalui perjuangan ini dengan baik. Mengingat pada masa lalu di perkuliahan S1, semangat itu begitu tinggi untuk bisa menyelesaikan Skripsi. Yah, mungkin saja lantaran situasi yang jauh berbeda (dulu itu masih teruna jomblo dan gak punya banyak “tantangan”), kini saya baru menyadari bahwa yang namanya menyelesaikan Thesis itu gak gampang.

Tantangan yang paling berat harus saya hadapi adalah keberadaan si kecil putri kami, Mirah Gayatridewi. Kelucuan dan gelak tawanya yang menggoda membuat saya malahan ingin lebih berlama-lama berada disampingnya. Memantau perkembangannya yang menakjubkan dan menjawab sapaan khas-nya pada saya…. “Bapaaaaaaaakkkk…” Fasih dan panjaaaang…

Paling klise tentu saja berkaitan dengan pekerjaan utama saya. Walaupun kata orang PNS itu kebanyakan waktu buat keluyuran, nyari short time atw yang paling gres malah gemar facebook-an, jujur saja, kadang saya sampe kelabakan dengan rutinitas saya sebagai seorang PNS. Dipercayai sebagai salah seorang anggota Tim Monitoring yang memiliki tugas memeriksa kemajuan pekerjaan pada tahun anggaran 2009 plus 2008 lalu. Tugas tersebut dibarengi dengan pemeriksaan lapangan secara rutin setiap 2 minggu sekali.

Masalahnya masing-masing Tim harus mengawasi 2 kecamatan (saya kebagian area Kecamatan Kuta Utara –Kerobokan, Canggu, Petitenget- dan Kecamatan Kuta Selatan –Jimbaran, Pecatu, Tanjung Benoa). Dimana untuk masing-masing kecamatan terdapat 5-6 kegiatan yang harus diperiksa. Dari segi administrasi, kemajuan fisik hingga mutu dan kualitasnya.

Itu semua belum termasuk tugas-tugas lain seperti perencanaan pada area yang telah ditentukan.

So, bisa dikatakan sepulang kerja, waktu dirumah itu jadi sangat berharga untuk diluangkan bersama anak dan Istri. Praktis waktu untuk bisa menyelesaikan Thesis itu gak banyak. Apalagi saya merupakan tipe mahasiswa yang gak bisa nyambi bikin Thesis sambil melakukan aktivitas lain. Musti konsentrasi penuh dan bergantung pada mood. Halah….

Mengapa saya begitu terbebani oleh yang namanya Thesis ?

sim

Karena Thesis merupakan solusi terakhir yang harus saya selesaikan untuk bisa menyelesaikan perkuliahan Pasca Sarjana ini.

Karena topik Thesis yang saya ambil, sama sekali baru sehingga sangat sulit mencari acuan (baca:contekan isi dan teori serta pola pikir).

Karena untuk bisa menyelesaikan Thesis ini membutuhkan bantuan dari para pakar bahasa pemrograman (dibantu oleh TIM Bali Orange –tempat Hosting BLoG saya ini) dan untuk itu memerlukan biaya tambahan sebagai penghargaan jasa dan ilmu yang mereka miliki.

Karena (seperti yang sering saya ceritakan sebelumnya) untuk perkuliahan ini saya musti merelakan SK PNS digadaikan ke Bank setempat, kompensasi pinjaman biaya kuliah. Jangan sampai bayar SPP lagi deh….

Arrgghhh… berharap bangeds bisa menyelesaikannya dengan baik…..

Waspadai Komentar SPAM pada BLoG

14

Category : tentang KHayaLan

Beberapa saat setelah menggunakan domain nama sendiri sebagai alamat (URL) BLoG ini, menggantikan alamat tumpangan gratis di BloGSpot, ada dua hal yang menarik terjadi di seputaran BLoG ini yang barangkali tidak pernah saya alami saat masih numpang dahulu.

Peningkatan traffic pengunjung (waktu itu saya bisa melihatnya dengan bantuan plug-ins Post View pada bagian bawah masing-masing tulisan –kini bisa dilihat pada kolom Firestats di sidebar kanan) dan peningkatan jumlah komentar untuk tulisan-tulisan yang saya buat tersebut. Hanya saja sejauh ini peningkatan jumlah komentar tersebut hanya berlaku pada satu dua tulisan saja (tidak dirata-ratakan). Kesian deh…. Hwahahaha…..

Berkaitan dengan peningkatan jumlah komentar yang saya katakan diatas tadi, boleh dikatakan terbagi atas dua kategori komentar yaitu yang menanggapi isi terkait tulisan saya dan satunya lagi yang beriklan atau memberikan komentar yang gak nyambung bahkan cenderung berbau (maaf) seks dan dilakukan secara berulang-ulang.

Untuk yang masuk kategori menanggapi, barangkali masih bisa saya kontrol keberadaannya (tinggal disetujui jika beneran nyambung dengan isi tulisan), sebaliknya yang beriklan dalam hal ini saya kategorikan sebagai komentar Spam, jujur saja pada awalnya, saya kelimpungan menghadapi jumlah komentar yang bisa mencapai puluhan setiap harinya. Bersyukur bangeds ada plug-ins dari pihak ketiga yang bisa ditambahkan untuk memfilterisasi komentar Spam pada BLoG yang menggunakan mesin WordPress. Namanya Akismet.

Berkat Plug-ins inilah komentar-komentar yang kemudian saya kategorikan sebagai Spam, disaring dan dikeluarkan dari daftar komentar yang harus saya setujui terlebih dahulu. Terutama bagi pengunjung yang baru pertama kali memberikan komentar pada BLoG saya ini.

Sayangnya hingga detik ini, saya sendiri malah kebingungan memantau, komentar yang mana saja yang berhasil difilter oleh Akismet. Jangan-jangan komentar pengunjung yang beneran serius dianggap sebagai Spam lantaran satu dua sebab misalnya. Namun mengingat kembali bahwa BLoG ini sama sekali tidak digunakan untuk kepentingan komersial, ya saya biarkan saja tanpa usaha lanjutan.

Yang lucu, walaupun Akismet sudah berhasil menjaring komentar (yang menurut saya tergolong : ) Spam, ada juga beberapa yang lolos dan masuk dalam daftar komentar yang harus saya setujui. Pada awalnya memang saya akui bahwa saya sendiri tidak menyadari kalo komentar itu bermaksud sebagai Spam, tapi lama-lama kok komentar yang disampaikan sama dan berulang-ulang pada tulisan saya yang lain ? Tentu saja ini menimbulkan kecurigaan.

SpamKoment

Si pengunjung (pemberi komentar) tampaknya merupakan orang lokal yang berbahasa Indonesia dengan baik, sehingga memungkinkan lolos dari jeratan Akismet. Hanya saja alamat (URL) yang ditujukan atas namanya adalah alamat-alamat yang meng-iklan produk bisnis, afiliasi hingga ke produk-produk berbau (maaf) seks, dan bukan BLoG. Ada juga merupakan sebuah BLoG yang pada awalnya menulis satu dua tulisan dengan baik, namun belakangan setelah Google Adsense bisa mejeng di halaman BLoG tersebut, isinya mulai aneh dan cenderung membosankan. Iklan produk, e-book, bisnis, komisi gratis dsb. –Mohon maaf bagi rekan-rekan yang tergolong baru dalam nge-BLoG, bukan bermaksud menyinggung kalian kok…tapi ini nyata ada-

Berikut adalah beberapa komentar yang dicantumkan oleh salah satu pelaku dan diulang-ulang pada banyak tulisan saya yang lain (sori, kalo dicantumkan semua, bisa panjang banget dan ngabisin halaman) : -Intinya Cuma satu, gak nyambung dengan isi tulisan-

– Thanks for posting this. Saya suka membaca posting ini dan seperti bagaimana Anda menulis.

– hi.. thx for visiting my blog.. ^^ Nice blog.. (ini kapan saya mampirnya ???)

– Gr8 akan di sini, hanya membaca posting Anda di semua … thanks

– hai .. nice blog yeah … good luck brother …

– Sangat menarik posting, thanks for the information, akan kembali ke situs Anda sering:)

– The post is very good, I already bookmark this website.

– hmmm? this will be a good tip for those who are planning to have multiple blogs.

– Hi saya ingin menempatkan artikel di situs Web Anda dalam kaitannya dengan website kami desain dan layanan e-commerce.

– Thanks ur kunjungan ke blog saya. nice web desain.

– I guess ini sangat informatif dikirim, nice job:)

– I?ll be looking forward to seeing that write-up.

– Interesting post, i’ve already bookmark this site. Will recommend to my friend also.

– Wow! what an idea ! What a concept ! Beautiful .. Amazing

– Pos sangat baik, saya sudah bookmark situs ini.

He… Ada yang pernah mengalaminya ?

tentang PDA Phone milik PanDe Baik

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Narsis. Huahahahaha….. Begitu kira-kira isi beberapa tulisan saya akhir-akhir ini. Yah, berhubung BLoG ini bukan didedikasikan sebagai penambah pemasukan tiap bulan, sebaliknya hanya sebagai wadah ekspresi seorang PanDe Baik, jadi sah-sah saja saya lakukan…. dan seperti yang saya katakan pada mereka yang mampir dan memberikan komentar, bahwa bisa jadi sebagian besar dari isi BLoG ini tidak banyak bermanfaat bagi orang lain. Salah satu contohnya ya ini…

Kali ini saya ingin bercerita tentang seputaran keberadaan PDA Phone dan pengaruhnya dalam keseharian saya. Sebagai gambaran awal, PDA Phone itu kurang lebih diartikan sebagai sebuah organizer sebetulnya, sebuah agenda yang disuntikkan fitur office sehingga mampu digunakan untuk membantu pekerjaan kantoran. Rata-rata PDA Phone ini membawa sistem operasi Windows Mobile yang artinya ada banyak aplikasi pendukung yang bisa digunakan untuk menambah kemampuan dan kegunaan atau fungsi dari benda ini. Sesuai dengan arti kata Phone itu sendiri, telah disuntikkan pula fitur ponsel dan pendukungnya agar bisa digunakan sebagai alat komunikasi yang normal.

Nah, kenapa saya begitu fanatik dengan PDA Phone, padahal kini sudah betebaran banyak model yang memiliki fungsi sejenis, bahkan telah menjadi trend ni negeri ini. Katakanlah BLackBerry yang punya kemampuan internetan dan iPhone yang full multimedia. Itu karena sejak awal saya berkenalan dengan tipe satu ini sudah merasakan banyak manfaat yang bisa digunakan untuk mendukung rutinitas keseharian saya.

Ohya, adapun PDA Phone pertama saya adalah T-MobiLe MDA II yang merupakan varian dari O2 XDA II. Beda model, beda brand atau merek tapi jeroannya sama. Kalo ndak salah nama lahirnya itu adalah HTC HimaLaya, karena memang hampir sebagian besar produsen PDA Phone yang beredar dengan brand atau merek T-MobiLe, O2, Dopod, Vodafone maupun HP merupakan buah karya HTC, sebuah perusahaan Taiwan.

PDA tersebut saya gunakan selama kurang lebih dua tahun, sebagai pegangan utama saya untuk mendukung aktifitas mobile office dan Pemetaan Jalan. Walaupun jeroannya minus GPS, tapi berkat Adobe Reader yang disuntikkan, PDA ini mampu digunakan sebagai viewer Peta Jalan Kabupaten Badung yang saya ubah formatnya dari AutoCAD. PLus data jalan raya dalam format Pocket Excel. Bagusnya lagi, keberadaan multitasking benar-benar sangat membantu saya saat mengikuti Rapat sekaligus. Apalagi kalo bukan sebagai pencatat layaknya Agenda, dan hasilnya bisa langsung ditransfer ke PC. Itu sebabnya apapun pekerjaan yang saya lakukan bisa diselesaikan pada hari itu juga.

Sayangnya, satu kelemahan terbesar dari seri ini adalah masalah kemampuan Batere. Dengan aktifitas saya seperti gambaran diatas, bisa dikatakan setiap pagi sebelum ngantor PDA musti dan harus di charge. Ini untuk mengantisipasi kehilangan data saat Batere menurun ke titik 0 %. Ini memang satu ciri khas dari produk yang menggunakan sistem operasi Windows MobiLe 2003. Akhirnya setelah dua tahun pemakaian PDA ini saya lego pada seorang atasan, sebagai tambahan dana menikah. Maklum, pendapatan seorang PNS itu tak seberapa kok. He…

Loncatan terbesar yang saya rasakan adalah saat saya memiliki PDA Phone ke-2, yaitu O2 XDA ATom atau yang dikenal dengan nama lahir HTC ATom. Pada tahapan ini, aktifitas saya mulai bertambah dengan mencoba Internet MobiLe. Saya berani melakukan aktifitas tambahan lantaran sistem operasinya sudah menggunakan Windows MobiLe 5.0 yang artinya data tidak akan hilang sekalipun kemampuan daya Batere menurun hingga angka 0 %.

Begitu pula dengan keberadaan konektivitas Wifi-nya yang membuat saya betah berlama-lama menggunakannya saat mengikuti perkuliahan maupun menonton ujian seminar di kampus Udayana, mengingat ditempat tersebut disediakan hotspot Gratis milik Fakultas Kedokteran. Sayapun mulai berkenalan dengan GooGLe Map MobiLe, Yahoo Messenger dan FaceBook yang lumayan menghabiskan volume data, sehingga akan sangat mahal jika saya melakukan aktifitas tersebut dengan menggunakan koneksi GPRS.

Masih menggunakan O2, saya berkesempatan pula memiliki sebuah PDA Phone lagi, kali ini yang menggunakan frekuaensi CDMA yaitu AllTell PPC 6700 atau lebih dikenal dengan nama lahir HTC APache. Yang membuat saya makin betah dengan tipe ini adalah keberadaan Keyboard QWERTY dan dua buah softkey-nya. Hal yang tidak saya temukan pada PDA O2. Ini tentu saja mendukung aktifitas internetan via aplikasi Java, MoRange. Koneksi Wifi dan frekuensi CDMA-nya merupakan nilai PLus dari tipe ini mengingat harga beli yang saya dapatkan hanya 750ribu saja.

Sayangnya walaupun sudah mengadopsi sistem operasi Windows MobiLe 5.0 yang kemudian saya perbaharui menjadi Windows MobiLe 6.1 seperti halnya O2, lagi-lagi yang menjadi masalah adalah Batere. Hanya kali ini, kemampuan daya yang dimiliki tipe ini hanya bertahan maksimum 2 Jam apabila digunakan untuk internetan. Itu artinya, kabel charger harus tetap setia mendampingi. Sungguh merepotkan.

Hari ini, kedua PDA tersebut tak lagi menemani hari-hari saya. Dijual untuk menambah dana pembayaran SPP kuliah lanjutan saya di Pasca Sarjana Teknik Sipil Universitas Udayana. Terima Kasih untuk BaLiGraf yang membantu saya menjualkan kedua PDA tersebut dengan harga yang layak.

Walaupun tak banyak berpengaruh karena aktfitas internetan terutama email dan facebook tetap bisa saya lakukan dari ponsel CDMA Nokia 6275i dan untuk pemetaan serta mobile Office tetap bisa dilakukan via laptop, agak sedikit ribet dan merepotkan, tetap saja saya berangan-angan.

Kelak jika sekolah saya usai, dan semua hutang bisa dilunasi (ohya, saya juga melakukan aksi ‘Menghutang lagi’ di sebuah Bank Pemerintah Daerah sebagai talangan dana utama perkuliahan saya), pengen banget ada sebuah PDA Phone bisa menemani keseharian saya kembali. Semoga…..

Menghutang lalu lagi menghutang…

Category : tentang DiRi SenDiri

“…dibolak-balik… dinalar-nalar… tanpa logika… oya

…diraba-raba… diterka-terka… tidak terduga… oya

Misteri… ijazah tidak ada gunanya…

Ketekunan tidak ada artinya…

Menghutang lalu lagi menghutang….

Tahu tahu menipu….”

Wuaduh ! Jangan sampe begitu deh…. jadinya. He… akibat terlalu menikmati masa lalu, kembali pada seorang idola negeri ini, IWAN FALS, saya akhirnya menemukan satu lirik lagu dari karya kolaborasi sang jagoan bareng kelompok musik Kantata Takwa yang judulnya “BaLada Pengangguran”.

Sebetulnya lagu itu bercerita tentang permasalahan negeri ini, yang dari jaman Orde Baru tampaknya masih berlaku hingga hari ini. Dengar punya dengar, eh ternyata termasuk masalah saya juga secara pribadi. He… terutama soal… “Menghutang lalu lagi menghutang…. “, tapi jangan sampe ‘menipu deh. bikin malu nantinya.

Ngomong-ngomong soal menghutang, sebenarnya aksi ini sudah saya lakoni sejak dua tahun terakhir. Masih ingat tulisan saya soal ‘Bokek’ kmaren ? Yah, kurang lebih memang ada sangkut pautnya kok. Minimal, alasan ke’bokek’an saya itulah yang menjadi alasan utama, mengapa saya nekat akhirnya ya memutuskan untuk…. “Menghutang lalu lagi menghutang…. “

Ah, saya ini benar-benar potret tipikal bangsa ini ternyata….

Per minggu kmaren, saya didampingi Istri mengajukan perpanjangan jumlah hutang, atau lebih dikenal dengan istilah ‘kompensasi’. Ini saya lakukan, lantaran hitung-hitungan saya saat melakukan aksi menghutang pertama kali dua tahun lalu nyatanya meleset.

Uang 20 juta yang sedianya saya gunakan hanya untuk membayar studi Pasca (S2) Sarjana di Universitas Udayana, musti dibagi dengan kebutuhan malaikat kecil saya. Bukan apa-apa agar sekedar tahu saja, bahwa alasan utama saya memutuskan untuk sekolah lagi adalah ‘mumpung belum dikaruniai anak oleh-Nya’.

Eh, ternyata Istri positif hamil saat saya dinyatakan lulus ujian masuk Pasca Sarjana. eladalah…. Saya malah dapet berkah dobel….

Makanya, uang yang saya pinjam plus pemasukan tiap bulan dan tambahan rejeki, bisa dikatakan pas ngepas untuk bisa menyelesaikan studi saya kelak. Malahan sempat khawatir, jangan-jangan malahan kurang nantinya. Yah, agar dimaklumi lantaran yang namanya ‘orang Bali’, kesehariannya selalu dipenuhi dengan pengeluaran ‘tak terduga’. Terbanyak di-alokasikan ke arah Braya (kehidupan Sosial Keagamaan, istilah seorang teman). Apalagi ortu bukanlah pekerja produktif lagi, jadi bisa dikatakan ya ‘ikat pinggang yang sudah ketat ya musti diperketat lagi…’. Kebayang kan, kalo perut saya yang gendut ini diikat dengan ketat ? He….

Makanya, setelah menghitung-hitung sisa uang di tabungan ditambah uang hasil penjualan kedua PDA yang saya miliki, sebetulnya masih cukup untuk membayar uang SPP saya semester depan, yang berharap banget studi ini bisa saya selesaikan dengan segera. Udah gak kuwaaatt….

Tapi begitu ingat dengan istilah ‘kehidupan Sosial Keagamaan’ itu tadi, mau nyari alokasi dana dimana lagi ? Hehehe….. Kasihan kalo harus membebani Istri apalagi Ortu. Waaahhh… kemana saja Tanggung Jawab saya sebagai Kepala KeLuarga sekaligus Suami dan Bapak yang baik ???

Yah, semoga saja apa yang saya jalani dan putuskan seminggu ini, minimal gak membuat semuanya jadi berantakan. Walaupun dalam jangka 5 tahun kedepan, saya masih harus merelakan potong gaji tiap bulannya untuk mencicil perpanjangan tersebut.

By the way, kalo dikaitkan dengan persoalan Bangsa ini, saya kira ini belum seberapa. Ya, saya masih bisa makan, masih punya tempat tinggal dan menikah. Hal terbaik yang pernah saya lakukan. Ya… Semoga saja semua masih bisa berjalan dengan baik. Doakan saja.

IWAN FALS my LEGEND (2001 – today)

7

Category : tentang InSPiRasi

Masih pada masa kevakuman akan kehadiran sosok idola saya, Iwan Fals, bisa dikatakan hanya album-album kolaborasi saja yang hampir dinikmati hari kehari. Salah satu album yang saya paling sukai bahkan hingga kini adalah Kantata Takwa, album yang kabarnya dibesut pula menjadi sebuah film kolosal dan tentu saja terkena cekal pada jamannya. Entah apakah film tersebut jadi diedarkan pada tahun 2008 silam.

Iwan Fals Kembali… begitu rata-rata headline berita pada media cetak yang saya baca.

Kembalinya sang idola sudah saya nantikan sejak lama. Sayangnya dua karya pertama yang dirilis sama sekali bukan sesuatu yang baru, melainkan hasil ‘pencerahan’ warna musiknya saja. ‘Kumenanti Seorang Kekasih’ dan ‘Entah’, diaransemen ulang mengikuti perkembangan musik terkini, agar bisa diterima oleh telinga orang-orang baru yang kelak diharapkan bisa menjadi penikmatnya. Bahkan video klipnya kental dengan suasana hijau lingkungan dan putihnya kostum sang idola makin menguatkan kesegaran yang diinginkan.

April 2003, di ulang tahun yang ke-25 saya mendapatkan hadiah yang paling mengesankan. Konser Iwan Fals Live in Denpasar. Ini adalah pertunjukan pertama seorang Iwan Fals yang saya tonton. Kalau tidak salah, saat itu merupakan tour untuk promosi album studio pertamanya di era milenium. “Suara Hati”. Saking gembiranya, saya bahkan ikut melafalkan dengan suara yang keras hingga membuat mangkel beberapa penonton disekitar saya… “ini nonton Iwan Fals atw nonton orang tereak sih ?” He… barangkali bisa jadi begitu bathin mereka. But, cuek aja, toh dari sekian banyak lagu yang dibawakan malam itu, gak semuanya mereka tahu, kecuali sang penggemar. He…

Juni 2003, luapan kegembiraan saya makin menjadi. Indosiar menayangkan penampilan perdana secara Live di stasiun teve. Untuk menanti ini pula saya bela-belain membeli sebuah teve Tuner agar bisa merekam penampilan Iwan Fals secara Live di Indosiar tersebut. Sayangnya saking girangnya saat tayangan tersebut, suara sumbang saya ikut terekam dalam hasil video. Syukur, seorang sahabat ikutan merekam penampilan sang idola dalam bentuk audio mp3. Jadilah file tersebut saya copy dan dendangkan hingga saat ini. Gak Cuma lirik, suasananya pun masih saya ingat hingga kini. Edan kan ?

Pasca penampilan Live Iwan Fals di stasiun teve Indosiar tersebut, bisa dikatakan entah berapa kali sang idola mulai rajin tampil di stasiun teve lainnya. He…gak percuma saya beli Teve Tuner. Jadi punya beberapa dokumentasi Live sang Idola lengkap dengan siaran iklannya. Huahahaha…

Album “Suara Hati” bisa jadi sebagai pembuka jalan bagi seorang Iwan Fals untuk kembali pada penggemarnya. Sebagai kelanjutannya ada sekitar 3 album full studio yang dirilis plus 3 album kompilasi yang menyajikan karya terbarunya.

kaset-iwan-fals-2005

“in Collaboration With” yang menampilkan sejumlah musisi untuk diajak kerja bareng, mereka menciptakan dan mengaransemen ulang lagu baru maupun lama dari album sebelumnya dan Iwan Fals yang menyanyikannya. Ada juga “Manusia Setengah Dewa” album akustik yang diluncurkan hampir berbarengan dengan Pemilu lima tahun lalu, tak lupa album “50-50” yang dikemas dalam warna-warna segar.

Kumpulan Tembang Cinta karya Iwan Fals yang dahulu barangkali sudah pernah dirilis dalam bentuk kompilasi, diperbaharui dengan menambahkan dua tembang baru masih bertemakan tentang cinta.

Iwan Fals maen film ? he… pasca film “Damai Kami Sepanjang Hari” dan tentu saja “Kantata Takwa”, Iwan muncul kembali dalam sebuah film lokal yang pula bertemakan Cinta, dan merilis sebuah tembang “Aku Milikmu”.

Tak hanya dunia film yang dijajaki oleh seorang Iwan Fals. Bahkan sampai ke rentang iklan motor pun Iwan Fals tampaknya masih menarik untuk didekati. Entah karena memang ketokohannya yang mengisnsiparasi banyak orang dalam sikap dan perilaku mereka, tak heran majalah luar TIME pun mendaulat Iwan sebagai salah seorang ‘Heroes’ bagi masyarakat Asia, khususnya Indonesia. Sebuah penghargaan yang sangat tinggi dan pantas saya rasa.

Akhirnya Mereka menyebutnya sebagai ‘The Legend’. Seorang musisi yang menjadi sebuah legenda, dan hingga kini masih ada dan tetap berusaha eksis untuk menyuarakan isi hatinya pada jalur yang konsekuen. Secara pribadi, rasanya semakin salut saja yang bisa saya ucapkan.

Belakangan tampaknya Iwan Fals masih tetap berusaha menyapa penggemarnya lewat sebuah karya yang didedikasikan untuk kaum terpinggirkan, mereka yang dilanda kemiskinan “Untukmu Terkasih”.

Walaupun bagi sebagian besar penikmat album-album Iwan Fals sejak dahulu hingga kini mengatakan Iwan Fals sudah kehilangan gregetnya ketimbang album klasik terdahulu”, tetap saja sosok Iwan Fals menjadi sebuah legenda yang tetap hidup didalam hati saya.

iwan

Seorang sosok yang selama ini selalu menginspirasi saya, menemani hari-hari untuk tetap berbuat jujur dan terbaik bagi siapapun. Barangkali kelak untuk Bangsa ini. Semoga.

SLIPKNOT 9 Pembunuh Berantai IOWA

8

Category : tentang InSPiRasi

Ketika SLipKnot merilis album pertama, saya sebetulnya masih blom ngeh dengan musik yang dibawakan. Dari sekian ‘makian cadas hanya satu yang terdengar familiar di telinga “Wait and BLeed”.

Sampai saat saya membeli video cd bajakan (waktu itu pengepulnya masiy mangkal di sebuah gang kecil jalan Letda Kajeng Yang Batu) “Welcome to Our Neighborhood” yang berisikan klip video 9 orang musisi ala pembunuh berantai ini.

Terkagum-kagum saat melihat aksi panggung mereka plus terbengong-bengong melihat topeng yang digunakan sebagai ‘trade mark’ musik mereka. Katanya sih ‘gak peduli siapapun kamu, yang penting nikmati saja musiknya…’ makanya mereka rame-rame make topeng yang bisa dikatakan aneh dan serem….dan sayapun mulai terbius oleh makian-makian macam ‘Spit It Out’ atau ‘SIC’.

Memasuki album kedua yang memakai gambar cover depan si kambing IOWA’, tampaknya musik yang dibawakan makin terlihat matang. Raungan ‘the Heretic Anthem’ dan ‘Left Behind’ makin menguatkan image 9 musisi ini pada jalur yang gak biasa. Apalagi kalo sampe menelaah maksud daripada lirik yang dibawakan… “if you’re 555 then I’m 666…”

slipknot-1

Sekedar tahu aja, kode angka “555” itu kabarnya siy diperuntukkan bagi umat manusia sedangkan “666” adalah kode setan. He… makin aneh saja rupanya.

Entah karena musiknya yang emang berisik hingga masih pantas didengar oleh telinga saya saat itu, atau barangkali pula karena pengaruh ‘tampang sangar topeng mereka, sayapun makin tergila-gila akan penampilan panggung mereka. Kasar, gak teratur bahkan cenderung urakan.

Seperti biasa, apapun yang berbau SLipKnot mulai saya nikmati. Dari desktop wallpaper PC mereka, audio album hingga live concert juga vcd serta dvd yang mereka rilis secara resmi. Tak lupa HaiKLip edisi Hip Metal dan juga edisi spesial SLipKnot.

….tahun demi tahunpun berlalu….

Pasca pernikahan bsa dikatakan selera musik saya banyak berubah. Dari yang jedak jeduk gak karuan jadi melankolis dan bertemakan Cinta. Bisa dikatakan perkembangan musik macam SLipKnot barangkali tak banyak yang saya tahu. Walaupun masih tetap setia mencari dan membeli album-album mereka, tapi yah hanya sebatas memiliki, bukan menikmati… Pikir saya sih simpel saja, kali aja kelak saya ingin mendengarkannya lagi.

Belakangan, iseng saya hunting perkembangan 9 pembunuh berantai ini di Google. Hasilnya cukup mengejutkan.

Katakan saja dari website yang ada, sudah mulai menampilkan banyak konten yang menarik hati dan niat untuk mengunduhnya. Dari situ pula saya akhirnya tahu kalau terjadi perubahan jenis topeng yang disandang oleh masing-masing personil. Saking jauhnya perubahan itu, saya musti menerka-nerka yang mana si Corey Taylor sang vokalis atau yang mana si Badut Shawn.

slipknot-2

Yang makin membuat saya heran, aksi buka topeng yang mereka lakukan, nyatanya sudah diketahui publik. Seperti apa siy wajah asli 9 pembunuh berantai ini sebenarnya ? Satu hal yang sama dilakukan oleh para musisi KISS (grup rock jaman doeloe) setelah sekian lama mereka melintang di dunia musik. Yah, gak memungkiri kalo pesatnya kemajuannya internet barangkali menjadi satu andil terungkapnya semua itu.

Sayangnya dari sekian banyak makian terbaru dari SLipKnot, tak satupun yang mampu terdengar familiar ditelinga saya kini. He… jadi kangen dengan album pertama kedua mereka. Ditaruh dimana yah ????

Akhirnya SWIhendra menikah juga

1

Category : tentang KuLiah

Saya mengenalnya secara gak sengaja saat Kemah Ilmiah Mahasiswa Fakultas Teknik yang diadakan pada tahun 1995 silam. Ajang penempaan para mahasiswa baru sebagai rentetan dari kegiatan Orientasi (OPSPEK) saat itu. Kami berdua merupakan mahasiswa yang berada di bawah payung Arsitektur yang lolos melalui jalur PMDK.

Tahun 1995… Sudah empat belas tahun yah… Gak terasa… seperti baru kemarin kami masih kuliah bareng, mengerjakan tugas kelompok, begadang hingga berantem.

Ya, persahabatan sepertinya kurang afdol kalo gak ada berantemnya.

Selisih paham yang kami alami pada awal masa-masa perkuliahan lebih disebabkan karena kami belum saling mengenal sifat satu sama lain. Cara berbicara yang ceplas ceplos, gak memikirkan perasaan orang adalah bayangan saya untuk pertama kalinya untuk sobat saya ini. Satu kebiasaan yang belakangan makin disadari dan mulai dikurangi dalam setiap kesempatan.

I Putu Swihendra, putra sulung Bapak Putu Swiyasa ini sepintas lalu terlihat slengean, apalagi kalo dilihat dari cara penampilannya dahulu. Satu hal yang menjadi pertimbangan pandangan sekian banyak mahasiswa lain (baik dari satu angkatan hingga angkatan diatas dan dibawah kami) mencemburui keberadaannya yang saat itu berhasil menggaet salah satu kembang di angkatan kami, yang merupakan sobat saya saat SD dulu. Namanya gak usah disebut deh, ntar malah yang ada saya bisa dituntut dengan UU ITE oleh Swik.

iik 26

Kami memanggilnya Swik. Satu-satunya tanda pengenal sekaligus menjadi bahan ledekan kami seangkatan adalah rambut keriwilnya (bahasa halus dari rambut keriting). Bahkan entah karena saking malesnya diledekin oleh teman, sobat saya ini sempat me-luruskan rambutnya. Ternyata beneran mau lurus, cuma hal itu berlaku saat rambutnya dalam keadaan basah. Trus saat kering ? hwahahaha… bisa ditebak. Hihihi…

Pertengahan masa perkuliahan hubungan kami sempat terjadi clash. Alasan pertama yang mengakibatkan hubungan kami menjadi seperti itu adalah ketertinggalan saya untuk mengambil salah satu mata kuliah yang mensyaratkan harus diulang di semester depan. Kalo ndak salah mata kuliah tersebut adalah Perancangan Arsitektur III. Apalagi saat itu adalah masa-masa indah bagi sobat saya ini, sebaliknya merupakan masa nge-jomblo bagi saya. Hidup Jomblo ! hihihihi….

iik 28

Swik merupakan orang yang paling berjasa dan berperan dalam kelulusan saya tempo hari. Sedari awal ia membantu dan selalu mensupport, agar saya tetap maju sebagai orang kedua yang menggunakan bantuan aplikasi AutoCAD untuk menyelesaikan Studio Tugas Akhir. Bahkan hingga hari menjelang pengumpulan skripsi dan hasil studiopun, ia tetap ada dan membantu saya membuatkan gambar 3 Dimensi (sebagai syarat terakhir yang harus dilengkapi) dari gambar perancangan yang saya buat. Demikian pula dengan maketnya (perwujudan gambar rancangan dalam bentuk fisik dengan skala kecil). Sementara saya ? tumbang karena sakit akibat terlalu memforsir tenaga untuk bisa melewati semua itu.

Kenangan paling membekas adalah saat kami mem-print out gambar rancangan dengan plotter, bantuan dari Paman setelah usaha saya melobi pihak kampus untuk bisa melakukan print out dalam ukuran kertas A3 milik kampus secara gratis tak jua berhasil. Kalo ndak salah jumlahnya sekitar 11 lembar.

Usai perkuliahan bisa dikatakan periode pertemuan kami makin jarang. Alasan terbesar adalah kami berdua sudah memiliki pekerjaan masing-masing plus pasangan baru. Hehehe… Paling banter saat kami bareng menghadiri undangan pernikahan teman.

Perhatian Swihendra sebagai seorang sahabat makin dekat bahkan kami sudah seperti saudara saja. Kerap kami bertukar pikiran dan pandangan disela kesibukan masing-masing, tentang aktifitas, tentang pasangan, tentang masa depan dan khayalan kami masing-masing.

Bersua di rumahnya yang baru, sebuah area studio pribadi sekaligus digunakan sebagai studio musik, sekitar lima ratus meter diselatan rumah tinggalnya dulu, masih di jalan yang sama. Jalan Drupadi.

Saat si putri kecil Mirah Gayatridewi hadir dalam kehidupan rumah tangga saya, bisa dikatakan Swihendra merupakan satu-satunya teman yang memberikan perhatian lebih pada kehadiran si kecil. Bisa saya maklumi, lantaran sobat saya ini memang menyukai kehadiran anak-anak dalam kesehariannya.

Kini, setelah empat belas tahun pertemanan kami, Swihendra memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya, dengan meminang sang gadis pujaan hati (Ni Made Ayu Widiastuti) yang kerap menjadi cerita indahnya. Tentang kue-kue buatan si gadis, tentang masa-masa menanti hingga semaraknya hubungan mereka.

Swik

Maka sudah sepatutnyalah, saya selaku salah satu teman, sahabat dan saudara yang ikut merasakan kebahagiaannya berusaha memberikan satu apresiasi tentang kehadiran seorang I PUTU SWIHENDRA dalam empat belas tahun terakhir, melalui media yang saya miliki.

Semoga kalian berdua berbahagia dan menemukan cinta yang sejati untuk diberikan pada putra putri kalian kelak.

Salam dari Pusat Kota Denpasar, dari
PanDe Baik
ALit Ayu Kusumadewi
Pande Putu Mirah Gayatridewi
beserta keluarga Pande Ketut Arka

Wallpaper Kreasi Pribadi pada Ponsel

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Dari sekian banyak merek ponsel yang beredar ditanah air, saya yakin banget kalo sebagian besar ponsel yang dipake itu sudah berlayar warna. Apa sebab ? Karena belakangan ini ponsel dengan layar warna sudah bisa didapat dengan harga yang terjangkau. Hal ini tak lepas dari peran serbuan ponsel China yang berharga murah namun punya fitur yang layak dimiliki oleh sebuah ponsel. Minimal ya layar warna itu tadi.

Nah, kali ini saya ingin berbagi ilmu sedikit terkait ‘membuat sendiri wallpaper pada ponsel’ dengan bantuan PC agar lebih enak dipandang. He… bukan apa-apa sih, tapi sekali lagi saya yakin banget diantara sekian banyak pengguna ponsel, sebagian besarnya pasti ingin layar ponselnya bisa menampilkan ‘gambar’ sesuai keinginan.

Pertama, kenali dahulu resolusi (besaran) layar ponsel. Ini bukan kedalaman warna loh ya, tapi dimensi layar warna ponsel yang biasanya diukur dalam satuan Pixel. Bisa dicari pada spesifikasi yang tertera pada original image ponsel maupun panduan pada majalah dan tabloid.

Rata-rata ponsel pada kategori ‘pemula’ atau yang dikenal sebagai istilah ‘low end – entry level – basic phone’, punya dimensi layar sekitaran 128×128 pixel atau 128×160 pixel, misalkan saja pada merek seperti Nokia, Sony Ericsson, Motorola atau Samsung.

Meningkat pada kategori ‘mid end’ rata-rata punya dimensi layar sekitaran 176×208 pixel untuk ponsel Nokia dan 176×220 untuk ponsel Sony Ericsson. Ada juga belakangan ini beberapa yang sudah mulai menerapkan dimensi layar sekitaran 240×320 pixel. Dimensi yang dahulu barangkali hanya ada pada ponsel tingkatan ‘high end’. Tingkatan yang kini memiliki dimensi layar rata-rata diatas angka tersebut. 200×640 pixel pada Nokia Communicator, 480×640 pada ponsel konvergensi atau lebih dikenal dengan sebutan PDA.

Kedua, cari dan sesuaikan gambar yang diinginkan dengan dimensi layar ponsel tersebut. Apabila gambar yang diinginkan masih berupa foto dengan resolusi megapixel, dapat dilakukan perubahan dimensi (Resize) dan pemotongan gambar (Cropping) dengan bantuan aplikasi tambahan. Jika ingin terlihat lebih bergaya, bisa ditambahkan dengan efek tertentu, tergantung pada kemampuan dari aplikasi tersebut.

Biasanya semakin besar dimensi layar ponsel, gambar yang sama akan terlihat jauh lebih baik dan lebih jernih pada layar ponsel. Jangan terpaku pada keindahan yang tampak pada layar PC.

Ketiga, lakukan eksperimen tingkat kecerahan. Kenapa saya sarankan begitu, karena kedalaman warna dari masing-masing ponselpun berbeda-beda. Ada yang masih menggunakan layar STN 4K pada ponsel ‘pemula’, TFT 65K pada PDA, 256K pada sebagian besar ponsel yang dirilis saat ini hingga 16M seperti yang rata-rata dipakai oleh ponsel Nokia. Makin rendah kedalaman warnanya, makin tinggi tingkat kecerahan (brightness) yang dianjurkan. Ini untuk mencegah gambar terlihat gelap pada ponsel.

Keempat, khusus bagi yang memiliki ponsel ber-sistem operasi seperti Symbian atau Windows Mobile, bisa menggunakan bantuan tambahan aplikasi yang secara mengkhusus memiliki kemampuan selain membuat wallpaper juga bisa digunakan untuk membuat thema dan mengatur warna yang sesuai dengan keinginan.

Untuk ponsel dengan sistem operasi Symbian seperti Nokia misalnya, bisa menggunakan aplikasi resmi dari pihak Nokia yaitu Nokia Theme Studio 40 untuk ponsel seri 6275, 6233, 5300 dsb, dan Nokia Theme Studio 60 untuk seri N, seri E, 6120, 6680, 7610 dsb. Bisa juga dengan menggunakan aplikasi ‘Theme DIY (Do It Yourself)’ yang langsung bisa dilakukan pada ponsel tanpa bantuan PC.

Untuk yang menggunakan sistem operasi Windows Mobile, tersedia berbagai aplikasi tambahan seperti misalkan salah satunya aplikasi buatan Ruttensoft untuk seri yang tidak berlayar sentuh atau Smartphone seperti O2 Xphone iim, Motorola Q, Samsung i780 dan HTC S740.

By the way, cara diatas sebetulnya bisa juga digunakan untuk ‘mengganti wallpaper pada layar PC dan laptop’. Hanya saja, untuk langkah pertama yaitu mengetahui dimensi layar yang digunakan bisa dicari dengan mengakses ‘Display Properties’ (start-Control Panel-Display-Setting atau dengan meng-klik kanan mouse, pilih Properties-Setting > Lihat pada ‘Screen Resolution’). Langkah selanjutnya ya sama saja.

Apabila gambar koleksi pribadi atau foto orang tersayang belum memuaskan juga, bisa langsung hunting ke dunia maya dengan kata kunci ‘wallpaper’ atau yang lebih spesifik misalnya. Pilih image pada hasil pencarian yang berukuran besar. Biasanya sudah tersedia dalam berbagai resolusi yang sesuai dengan layar PC Desktop maupun yang cenderung wide seperti layar laptop.

Saya berharap semoga saja apa yang saya bagikan tadi bisa berguna bagi mereka yang masih awam dalam urusan meng-kustomisasi layar ponsel maupun PC-nya.